cover
Contact Name
Devi Armita
Contact Email
devi.armita@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285398401602
Journal Mail Official
filogeni@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/filogeni/
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi
ISSN : -     EISSN : 27765784     DOI : https://doi.org/10.24252/filogeni
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi adalah jurnal peer-review dan akses terbuka yang mempublikasikan karya ilmiah orisinil berkaitan dengan kemajuan biologi. Jurnal ini mengundang artikel penelitian, komunikasi singkat, tinjauan ilmiah yang kritis dan komprehensif mengenai Biologi, khususnya dalam bidang-bidang berikut: Biologi yang terintegrasi dengan Islam Keanekaragaman hayati tropis dan konservasi Biosistematika spesies tropis Biokimia dan fisiologi spesies tropis Studi ekologi dan perilaku spesies tropis Genetika tropis, bioteknologi, dan bioinformatika
Articles 140 Documents
Studi Ekologi Keanekaragaman Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Daerah Aliran Sungai Bedengan Ramadhan, Cintiya Diva; Karina, Alifah Putri; Callista, Dinda; Nur’aini, Elyana; Fadiya, Vinaya Ra’fa Nur; Fardhani, Indra; Akhsani, Farid
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i2.57133

Abstract

Keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) di daerah aliran Sungai Bedengan dipengaruhi oleh unsur abiotik seperti cahaya, kelembaban dan topografi yang sebagian besar mendukung habitat higrofit. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menganalisis keanekaragaman jenis tumbuhan paku-pakuan (Pteridophyta) di sekitar wilayah aliran sungai Bedengan, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dan meningkatkan pemahaman tentang peran tumbuhan paku (Pteridophyta) dalam ekosistem daerah aliran sungai serta memahami peran ekologis tumbuhan paku dan mendukung upaya konservasi dan pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan. Penelitian ekologi ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode penelitian observasi. Hasil penelitian menemukan 8 spesies dari 6 famili, 3 ordo, dan 8 genus yang menunjukkan tingkat keanekaragaman cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tumbuhan paku memiliki peran ekologis penting sebagai penutup tanah, penjaga kelembaban, habitat mikroorganisme, dan memiliki potensi nilai ekonomi. Dengan demikian, pemahaman terhadap keanekaragaman dan karakteristik morfologi tumbuhan paku ini dapat menjadi dasar untuk mendukung upaya konservasi dan pengelolaan ekosistem sungai yang berkelanjutan.
Analisis Filogenetik Cannabaceae untuk Identifikasi Alternatif Cannabis sativa dalam Terapi Penyakit Parkinson Putri, Novi Indrya; Ananda, Aisya Belva; Umarlin, Sindy; Turahmah, Ai Himma; Hidayat, Topik
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i2.57294

Abstract

Penyakit Parkinson merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang ditandai oleh penurunan dopamin di otak yang menyebabkan gangguan gerakan dan gejala non-motorik. Cannabis sativa diketahui memiliki senyawa aktif seperti THC dan CBD yang berpotensi meringankan gejala Parkinson. Namun, legalitas dan aspek etis penggunaan C. sativa masih menjadi perdebatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alternatif tumbuhan dari famili Cannabaceae yang berkerabat dekat dengan C. sativa dan berpotensi memiliki efek terapeutik serupa. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan in silico melalui analisis filogenetik berdasarkan penanda gen kloroplas matK terhadap 44 spesies Cannabaceae. Hasil analisis menunjukkan bahwa C. sativa berkerabat dekat dengan genus Humulus dan membentuk klad monofiletik. Humulus lupulus diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti xanthohumol dan β-asam yang memiliki aktivitas antioksidan dan neuroprotektif. Dengan demikian, H. lupulus berpotensi dikembangkan sebagai alternatif non-psikoaktif C. sativa dalam terapi pendukung penyakit Parkinson, meskipun penelitian lanjutan tetap diperlukan.
Angka Lempeng Total dan Profil Bakteri Ikan Tongkol Pasca Penyimpanan Suhu Ruang Rodliyah, Nur Afifatur; Sriwulan, Sriwulan
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i2.57994

Abstract

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan ikan dengan kandungan gizi yang beragam salah satunya adalah kandungan protein. Jumlah protein yang tinggi menyebabkan ikan mudah busuk sehingga bakteri dapat berkembang pesat dan kualitasnya kurang terjamin. Salah satu parameter penting dalam menilai kualitas adalah parameter mikrobiologis, yang diukur berdasar pada Angka Lempeng Total (ALT) dan profil bakteri. Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi kualitas mikrobiologis ikan tongkol dengan mengukur ALT dan mengidentifikasi profil bakteri setelah penyimpanan suhu ruang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan tahapan, yaitu sterilisasi alat dan bahan seperti cawan petri dan tabung reaksi menggunakan autoklaf, pengenceran berseri, analisis ALT, dan identifikasi profil bakteri. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan nilai ALT bakteri ikan tongkol yaitu 3,263x108cfu/g. Sedangkan hasil pengamatan profil bakteri berdasarkan karakterisasi makroskopis (morfologi koloni), karakterisasi mikroskopis (pewarnaan Gram), dan uji biokimia (uji katalase) diduga 3 isolat dari Genus Bacillus dan 1 isolat dari Genus Staphylococcus. Kesimpulan penelitian ini adalah nilai rata-rata ALT bakteri ikan tongkol setelah penyimpanan suhu ruang selama 2x24 jam yaitu 3,263x108cfu/g. Nilai ini jauh melebihi batas ambang maksimum menurut SNI 01-2729.1-2006 yaitu 5,0×105cfu/g. Temuan ini menegaskan bahwa penyimpanan ikan tongkol pada suhu ruang berisiko tinggi menurunkan kualitas mikrobiologis, sehingga diperlukan penerapan metode penyimpanan yang lebih tepat untuk menjamin keamanan konsumsi dan memperpanjang masa simpan.
PENGARUH CEKAMAN GARAM NATRIUM KLORIDA (NaCl) TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET TOMAT (Solanum lycopersicum L.) SECARA IN VITRO Darmayanti, Nur Eka; Nurcahyani, Endang; Wahyuningsih, Sri; Yulianty, Yulianty
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i2.59926

Abstract

Salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman adalah tingginya kandungan garam pada media tanam, yang dapat menimbulkan stres. Cekaman salinitas dapat menyebabkan stres ionik dan osmotik, sehingga kondisi air berubah dan menurunkan kualitas tanaman. Pemberian garam (NaCl) pada konsentrasi tinggi dapat menimbulkan toksisitas dan mengurangi efisiensi penyerapan air oleh tanaman. Kultur jaringan merupakan teknik pertumbuhan bagian tanaman—baik sel, jaringan, maupun organ dalam kondisi aseptik secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan NaCl terhadap pertumbuhan planlet tomat berdasarkan karakter morfologis dan anatomis pada kondisi cekaman garam secara in vitro, serta menentukan konsentrasi NaCl yang toleran bagi pertumbuhan planlet tomat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima konsentrasi NaCl: 0%, 0,15%, 0,35%, 0,55%, dan 0,75%, masing-masing dengan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman garam NaCl pada konsentrasi tinggi secara in vitro berpengaruh nyata terhadap tinggi planlet (p < 0,05), dengan tinggi maksimum 4,54 cm dan minimum 2,70 cm, serta terhadap indeks stomata. Sebaliknya, perlakuan NaCl tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun. Planlet tomat menunjukkan toleransi awal terhadap salinitas pada konsentrasi 0,15% NaCl, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk seleksi awal varietas tomat tahan garam secara in vitro.
Pengaruh variasi makanan terhadap pertumbuhan maggot Ma'ruf, Muhammad Muizzul; Rokhim, Saiku
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i2.60302

Abstract

One solution currently being developed is the use of Hermetia illucens larvae as natural decomposers in organic waste treatment. This study aims to determine the effect of feed medium variation on the fresh weight and dry weight of larvae, as well as to evaluate the potential of larvae as agents for the bioconversion of organic waste. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) with one factor, namely the type of feed substrate (tofu dregs, corn pulp, and vegetable waste). Each treatment was repeated 9 times, resulting in a total of 27 experimental units. The results showed that the type of feed medium had a significant effect on larval growth and productivity. Soybean curd residue (P3) produced the best growth due to its more balanced and easily digestible nutritional content. The results of the statistical method analysis (Anova) test showed a significance value of less than 0.05 (p < 0.05), indicating that there was a statistically significant difference between the treatment groups, which indicated that the type of feed medium given had a significant effect on the fresh weight and dry weight of the maggots. The highest substrate reduction efficiency (WRI) was found in media with low crude fiber content, while the lowest WRI occurred in corn bran, which contains lignocellulose that is difficult to degrade. The findings of this study indicate that H. illucens larvae have the potential to be developed as an efficient and environmentally friendly organic waste bioconversion technology, while also supporting sustainable waste management strategies.
Keanekaragaman Lumut Hepaticopsida di Lereng Utara Gunung Merapi, Selo, Boyolali, Jawa Tengah Sujadmiko, Heri; Istiqomah, Nurul Maf Qurrotun
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i2.60741

Abstract

Gunung Merapi merupakan gunung berapi yang terletak di provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih aktif hingga saat ini. Aktivitas vulkanik Gunung Merapi berdampak pada ekosistem di sekitarnya, termasuk keanekaragaman flora khususnya tumbuhan lumut. Penelitian mengenai keanekaragaman lumut telah dilakukan di lereng selatan dan tenggara Gunung Merapi, namun belum ada laporan mengenai keanekaragaman lumut Hepaticopsida di lereng utara. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melengkapi informasi yang ada dan mempelajari keanekaragaman dan distribusi lumut Hepaticopsida di lereng utara Gunung Merapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penjelajahan untuk menentukan keanekaragaman dan metode kuadrat dengan plot 15x15 cm untuk menentukan distribusinya. Analisis distribusi ditentukan dengan perhitungan dominansi, densitas, frekuensi, dan nilai penting, sedangkan keanekaragaman spesies ditentukan dengan Indeks Shannon-Wiener (H’). Hasil penelitian ditemukan 16 spesies lumut Hepaticopsida yaitu Dumortiera hirsuta, Fimbriaria venosa, Marchantia palmata, Marchantia polymorpha, Metzgeria furcata, Heteroscyphus coalitus, Plagiochila asplenioides, Plagiochila junghuhniana, Porella pinnata, Cheilolejeunea xanthocarpa, Lejeunea flava, Lejeunea alata, Lejeunea catanduana, Lejeunea eifrigii, Lejeunea sordida, dan Mastigolejeunea virens memiliki indeks keanekaragaman tergolong sedang dengan rata-rata indeks dari 4 zona sebesar 2,30. Dari 16 spesies tersebut diklasifikasikan menjadi menjadi 4 ordo yaitu Marchantiales, Metzgeriales, Jungermanniales, dan Porellales. Spesies yang memiliki distribusi paling luas dan merata adalah Lejeunea flava dengan Nilai Penting sebesar 51,57%. Secara ekologis, temuan ini mengindikasikan bahwa proses suksesi dan pemulihan vegetasi pasca-erupsi di lereng utara sedang berlangsung aktif, dengan peran lumut hati sebagai pionir penting dalam stabilisasi substrat dan pembentukan mikrohabitat bagi organisme lain.
Efektivitas Sediaan Salep Antijerawat Ekstrak Daging Buah Pala terhadap Propionibacterium acnes Indrawan, Irgi; Gumilar, Aulya Satriani; Putri, Riani Nabila; 'Kauthsar, Risti Mulyani Nur; Andika, Revinda Janiar; Ratnasari, Jujun
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i2.61603

Abstract

Jerawat merupakan kondisi dermatologis peradangan kulit kronis akibat kolonisasi Propionibacterium acnes, produksi sebum berlebih, dan keratinisasi abnormal. Buah pala (Myristica fragrans Houtt.) mengandung flavonoid, alkaloid, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas salep ekstrak daging buah pala terhadap P. acnes. Ekstrak diperoleh dengan maserasi etanol 96% selama 72 jam, diformulasikan dalam konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80%, serta diuji bersama kontrol positif (Clindamycin) dan negatif (aquadest). Hasil in vitro menunjukkan konsentrasi 60% memiliki zona hambat rata-rata 13,5 ± 0,58 mm (kategori kuat). Uji in vivo pada mencit menunjukkan salep ekstrak pala 60% menurunkan jumlah jerawat rata-rata 4,56 ± 2,18 buah, mendekati kontrol positif (2,50 ± 1,33 buah). Analisis One Way ANOVA menghasilkan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05), menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan, dengan uji lanjut Tukey menegaskan bahwa perbedaan signifikan terdapat antara kontrol negatif dengan kontrol positif maupun pala 60%, sedangkan pala 80% tidak berbeda nyata. Dengan demikian, ekstrak daging buah pala konsentrasi 60% berpotensi sebagai bahan aktif salep antijerawat dengan efektivitas mendekati Clindamycin.
Keanekaragaman Bajing (Famili Sciuridae) dan Peran Ekologisnya di Jawa Timur, Indonesia Alghifari, Nabil Abdullah; Faizah, Ulfi; Ihsan, Muhammad Rofi'ul; Maulidia, Sekar
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i2.61755

Abstract

Ketersediaan informasi mengenai keanekaragaman bajing (famili Sciuridae) dan distribusi famili ini di Jawa Timur masih terbatas. Meskipun demikian, kelompok ini memiliki peran ekologis penting sebagai penyebar biji, pemangsa serangga, dan indikator kesehatan habitat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman spesies bajing di Jawa Timur dan menganalisis peran ekologisnya. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung di Jalan Brawijaya, Kota Surabaya, serta pengamatan tidak langsung menggunakan data citizen science dari iNaturalist (2021–2025). Identifikasi spesies dilakukan berdasarkan karakter morfologi yang tampak pada individu di lapangan dan foto iNaturalist, dengan mengacu pada literatur kunci identifikasi Sciuridae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa spesies bajing ditemukan di Jawa Timur, dengan Callosciurus notatus sebagai spesies yang paling dominan. Nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener menunjukkan tingkat keanekaragaman yang rendah. Secara ekologis, bajing berperan dalam regenerasi tumbuhan melalui penyebaran biji dan penyerbukan, serta pengendalian hama serangga. Penelitian ini memberikan gambaran awal mengenai keanekaragaman dan peran ekologis bajing di Jawa Timur sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya.
Potential of Silver Nanoparticles Synthesized Using Gnetum Melinjo Leaf Extract as Larvicide Sagala, Romasni; Lubis, Khairiza; Aritonang, Chiristina; Sitohang, Devintra; Silaban, Maria; Sihotang, Frianty; Akbar, Habil
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i2.62171

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi masalah serius karena resistensi nyamuk Aedes aegypti terhadap insektisida kimia. Nanopartikel perak berbasis biosintesis ramah lingkungan kini dikembangkan sebagai alternatif, dengan daun melinjo yang mengandung metabolit sekunder berpotensi digunakan sebagai pereduksi AgNO₃. Pemanfaatan spesies ini belum pernah dilaporkan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan mensintesis nanopartikel perak (AgNP) secara biologis menggunakan ekstrak daun melinjo (Gnetum gnemon) dan mengetahui potensinya sebagai larvasida. Biosintesis dilakukan dengan mereduksi larutan AgNO₃ 1 mM menggunakan ekstrak melinjo (1:30) pada pH 10. AgNP ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi kekuningan hingga coklat. Hasil karakterisasi UV-Vis menunjukkan puncak serapan bergeser dari 398 nm menjadi 421,13 nm setelah 24 jam. Analisis SEM memperlihatkan partikel berbentuk bulat, pentagon dan heksagon yang berukuran 37,654 sampai dengan 877,131 nm, sedangkan FTIR mengidentifikasi gugus fungsi O–H, C≡C, dan C=O yang berperan dalam reduksi ion perak. Uji aktivitas larvasida terhadap larva A. aegypti menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 18.513 ppm yang termasuk kategori sangat toksik. Hasil menunjukkan bahwa daun melinjo berpotensi dalam mensintesis AgNO₃ menjadi AgNO0, serta hasil sintesis dapat dimanfaatkan sebagai larvasida. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dengan menambah informasi tentang biosintesis nanopartikel perak (AgNP) menggunakan ekstrak daun melinjo (G. gnemon). Dari segi kesehatan masyarakat, penelitian ini memberikan alternatif pengendalian nyamuk A. aegypti yang lebih efektif dan berpotensi mengurangi risiko resistensi nyamuk terhadap insektisida kimia.
Kadar Serat dan Sifat Fisik Edible Film Berbasis Glukomanan Ampas Kelapa dan Pektin Kulit Mangga Farid, Ulfa Maulida; Utami, Vita Kurnia; Putri, Fairuza Maulida
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i2.62677

Abstract

Edible film berbasis glukomanan ampas kelapa dan pektin kulit mangga dapat menjadi alternatif dalam mengembangkan kemasan ramah lingkungan yang berkualitas serta memiliki nilai gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan glukomanan ampas kelapa dan pektin kulit mangga terhadap kadar serat dan sifat fisik edible film. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan 3 perlakuan perbandingan glukomanan ampas kelapa dan pektin kulit mangga. Setiap perlakuan diulang sebanyak 8 kali. Uji sifat fisik meliputi ketebalan, daya serap air dan densitas. Uji kadar serat menggunakan uji gravimetri. One Way ANOVA digunakan sebagai uji analisis data. Hasil penelitian menunjukkan penambahan glukomanan ampas kelapa dan pektin kulit mangga 4:1 (P1) memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar serat edible film sebesar 1,72%, ketebalan terendah sebesar 0,11mm, densitas sebesar 0,9326gr/cm3 dan nilai daya serap air tertinggi sebesar 2,51%. Nilai ini menunjukkan edible film berbasis glukomanan dan pektin kulit mangga memiliki sifat fisik dn kandungan serat yang baik jika di aplikasikan sebagai alternatif bahan pengemas pangan.