cover
Contact Name
Devi Armita
Contact Email
devi.armita@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285398401602
Journal Mail Official
filogeni@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/filogeni/
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi
ISSN : -     EISSN : 27765784     DOI : https://doi.org/10.24252/filogeni
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi adalah jurnal peer-review dan akses terbuka yang mempublikasikan karya ilmiah orisinil berkaitan dengan kemajuan biologi. Jurnal ini mengundang artikel penelitian, komunikasi singkat, tinjauan ilmiah yang kritis dan komprehensif mengenai Biologi, khususnya dalam bidang-bidang berikut: Biologi yang terintegrasi dengan Islam Keanekaragaman hayati tropis dan konservasi Biosistematika spesies tropis Biokimia dan fisiologi spesies tropis Studi ekologi dan perilaku spesies tropis Genetika tropis, bioteknologi, dan bioinformatika
Articles 130 Documents
KEANEKARAGAMAN STRUKTUR FITOPLANKTON DI TAMBAK BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) KABUPATEN TUBAN Purwanti, Purwanti; Andriani, Riska
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i1.57801

Abstract

Fitoplankton berperan sebagai produsen primer di perairan karena mampu melakukan fotosintesis. Dalam budidaya udang vaname, fitoplankton dimanfaatkan sebagai pakan alami. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keanekaragaman fitoplankton di salah satu tambak udang vaname di Kabupaten Tuban. Pengamatan dilakukan di tiga stasiun dengan metode filtering, dan analisis menggunakan indeks keseragaman, keanekaragaman, serta dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies Chlorella sp. (2.092 individu) dan Oscillatoria sp. (397 individu) paling banyak ditemukan. Nilai indeks keanekaragaman di stasiun 1, 2, dan 3 masing-masing sebesar 0,94; 0,97; dan 0,97, tergolong rendah. Indeks keseragaman sebesar 0,43; 0,47; dan 0,47, tergolong sedang. Sedangkan indeks dominansi sebesar 0,58; 0,55; dan 0,54, tergolong relatif tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa fitoplankton berperan penting dalam mendukung ekosistem tambak udang vaname.
Pemanfaatan Nipah (Nypa fruticans Wurmb) Oleh Berbagai Etnis Pada Masyarakat Desa Salahaji Kabupaten Langkat Sheilla, Andriana; Suwardi, Adi Bejo; Elfrida, Elfrida
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i1.57902

Abstract

Tumbuhan nipah merupakan salah satu spesies utama penyusun ekosistem hutan mangrove yang memiliki berbagai potensi pemanfaatan, termasuk di Desa Salahaji Kabupaten Langkat. Ekosistem nipah berperan penting sebagai habitat bagi beragam spesies hayati dan berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengetahuan serta pemanfaatan tumbuhan nipah oleh berbagai etnis di Desa Salahaji, sekaligus mengetahui nilai kepentingan budaya tumbuhan nipah. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan dan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Salahaji memanfaatkan tumbuhan nipah untuk keperluan pangan, bangunan, kerajinan, pakan, kayu bakar, dan obat-obatan. Nilai Index of Cultural Significance (ICS) tertinggi diperoleh oleh etnis Melayu dengan skor 85. Penelitian ini menegaskan bahwa tumbuhan nipah memiliki peran ekologis dan budaya yang signifikan bagi masyarakat lokal. Sehingga untuk mencegah hilangnya pengetahuan tradisional, diperlukan upaya pelestarian dan pengembangan pemanfaatan tumbuhan nipah secara berkelanjutan melalui program edukasi, konservasi, serta peningkatan populasi nipah agar keberlanjutan ekosistem mangrove dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.
Optimization of Dendrobium sp. Growth Using Rice Washing Wastewater as Liquid Organic Fertilizer in the Acclimatization Stage Sari, Yusiana Fatika; Aulya, Nailul Rahmi; Supriyatin, Supriyatin
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i1.57913

Abstract

Kultur jaringan menjadi salah satu teknik yang umum digunakan dalam budidaya Dendrobium sp. saat ini. Salah satu tahapannya adalah tahap aklimatisasi yang menjadi fase adaptasi planlet terhadap lingkungan luar. Dalam mendukung pertumbuhannya, diperlukan tambahan unsur hara, salah satunya melalui pengaplikasian pupuk organik cair dari limbah air cucian beras. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk organik cair dari limbah air cucian beras terhadap pertumbuhan planlet Dendrobium sp. pada tahap aklimatisasi tanaman hasil kultur jaringan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental RAL dua faktorial dengan faktor konsentrasi (0%, 50%, dan 100%) dan faktor waktu (7 hari sekali dan 3 hari sekali). Kombinasi konsentrasi dan frekuensi pemberian nutrisi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tinggi planlet. Faktor frekuensi juga terbukti memengaruhi tinggi tanaman dan jumlah daun, bahkan tanpa dikombinasikan dengan konsentrasi. Perlakuan 50% setiap 3 hari menghasilkan pertumbuhan terbaik pada planlet Dendrobium sp. dalam tahap aklimatisasi. Temuan ini menegaskan bahwa pengaturan nutrisi dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan keberhasilan aklimatisasi anggrek.
Deteksi Salmonella Sp. Pada Daging Unggas Menggunakan Metode SNI ISO 6579-1:2017 Afriani, Arikah Putri; Dewahrani, Yulilina Retno; Safitri, Dini; Sitorus, Justin
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i1.58486

Abstract

Salmonella sp. merupakan salah satu bakteri patogen yang sering mencemari produk pangan asal hewan, termasuk daging unggas, dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan Salmonella sp. pada daging ayam dan bebek menggunakan metode SNI ISO 6579-1:2017 yang meliputi tahapan pra-pengayaan, pengayaan selektif, isolasi, uji biokimia, dan uji serologi. Sampel terdiri atas 25 daging ayam dan 3 daging bebek yang diperoleh dari pelanggan laboratorium. Proses deteksi dilakukan menggunakan berbagai media selektif dan diferensial seperti BPW, RVS, MKTTn, XLD, HEA, TSIA, urea agar, media indol, dan LDC, dilanjutkan dengan uji serologi untuk konfirmasi akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 25 sampel daging ayam positif mengandung Salmonella sp., yang mana tidak aman untuk dikonsumsi, sedangkan seluruh sampel daging bebek menunjukkan hasil negatif. Temuan ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap produk pangan asal hewan, terutama dalam mencegah penyebaran bakteri patogen melalui daging unggas, serta pentingnya penerapan standar metode deteksi yang tepat guna menjamin keamanan pangan bagi masyarakat.
Pertumbuhan tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) pada berbagai media tanam Zuraidah, Zuraidah; Yanti, Risda; Dewi, Cut Ratna; Rahmawati, Lina; Eriawati, Eriawati
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i1.58537

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan dalam kategori sayuran yang banyak dipilih petani Indonesia, mengingat manfaat multifaset serta potensi pemasukan ekonomi yang signifikan. Salah satu aspek terpenting yang memengaruhi perkembangan vegetatif tanaman cabai merah adalah media tanam yang digunakan. Kajian ini dirancang guna mengevaluasi respons pertumbuhan cabai merah pada berbagai jenis media tanam. Metode penelitian yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK), menggunakan satu faktor dengan tiga kali pengulangan dan empat variasi perlakuan: P0 (tanah sebanyak 1.500 g sebagai kontrol), P1 (tanah 1.500 g, pupuk kandang 500 g, arang sekam padi 500 g), P2 (tanah 1.500 g, pupuk kandang 500 g, serbuk sabut kelapa 500 g), serta P3 (tanah 1.500 g, pupuk kandang 500 g, arang sekam padi 500 g, dan serbuk sabut kelapa 500 g). Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk menilai perbedaan antarperlakuan. Temuan ANOVA menampilkan adanya variasi yang signifikan pada tinggi batang (dengan nilai 5,58 ≥ 3,49) dan jumlah daun (14,06 ≥ 3,49) yang tumbuh pada media tanam berbeda. Hasil uji lanjutan Duncan menunjukkan bahwa perlakuan P1 (tanah, pupuk kandang, arang sekam padi) menghasilkan tinggi batang rata-rata tertinggi, yakni 7 cm, sekaligus jumlah daun terbanyak rata-rata, yaitu 9 helai. Kombinasi media tanam P1 terbukti paling efektif dalam mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman, sehingga dapat direkomendasikan sebagai alternatif media tanam yang optimal.
Identifikasi Amfibi di Hutan Desa Durin Serugun, Sibolangit, Sumatera Utara Ritonga, Yusran Efendi; Tambunan, Muhammad Iqbal H.; Haq, Muhammad Daffa; Muammar, Muammar; Hardiansyah, Dadang
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i1.58849

Abstract

Data dan informasi mengenai amfibi di Indonesia masih terbatas, meskipun kondisi hutan relatif terjaga dan berpotensi memiliki keanekaragaman tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan data, termasuk informasi tentang kekayaan dan distribusi jenis amfibi di Hutan Desa Durin Serugun, Kecamatan Sibolangit. Penelitian dilakukan di kawasan hutan tersebut, Kabupaten Deli Serdang (950–1.010 mdpl). Pengumpulan data menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) yang dipadukan dengan jalur purposive pada dua tipe habitat: akuatik dan terestrial. Analisis data dilakukan dengan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener, indeks kekayaan jenis Margalef, dan indeks dominansi Simpson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada habitat akuatik ditemukan 12 jenis dengan 160 individu, sedangkan pada habitat terestrial terdapat 5 jenis dengan 19 individu dari 5 famili. Suhu udara berkisar 21–25 °C dengan kelembaban 99%, kondisi yang sesuai bagi amfibi yang hidup pada lingkungan lembab dan basah. Nilai indeks keanekaragaman (H’) amfibi akuatik (1,943) dan terestrial (1,267) tergolong sedang. Indeks kekayaan jenis (Dmg) akuatik (2,167) dan terestrial (1,358) tergolong rendah, sedangkan indeks dominansi (D) akuatik (0,184) dan terestrial (0,352) juga rendah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa habitat akuatik dan terestrial di Hutan Desa Durin Serugun masih relatif terjaga. Penelitian ini memberikan dasar penting bagi upaya konservasi habitat amfibi serta menjadi sumber data keanekaragaman amfibi di Sumatera Utara.
Karakteristik Fisikokimia dan Aktivitas Antioksidan Susu Kedelai Fermentasi Spontan Tanpa Bleaching sebagai Pangan Fungsional Fahira, Nurul; Rachmawati, Wulan; Nur, Fatmawati; Muthiadin, Cut; Hafsan, Hafsan
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i1.59084

Abstract

Permintaan masyarakat terhadap pangan fungsional terus meningkat, termasuk produk berbasis kedelai seperti susu kedelai. Salah satu proses teknologi yang lazim dilakukan adalah bleaching, namun metode ini berpotensi menghilangkan senyawa bioaktif penting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik fisikokimia, dinamika pertumbuhan bakteri asam laktat (BAL), serta aktivitas antioksidan susu kedelai fermentasi spontan tanpa bleaching sebagai alternatif pangan fungsional alami. Penelitian bersifat eksperimental dengan fermentasi spontan susu kedelai pada suhu ruang selama 6, 12, 18, 24, dan 30 jam. Parameter yang diamati meliputi warna, rasa, kekentalan, pH, kadar asam laktat, populasi BAL, serta aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil menunjukkan terjadinya perubahan signifikan pada karakteristik fisikokimia, meliputi warna kekuningan, rasa lebih asam, dan kekentalan menurun. Jumlah BAL meningkat dari 0,4 × 10⁶ CFU/mL pada jam ke-6 menjadi 4,7 × 10⁶ CFU/mL pada jam ke-30, disertai kenaikan kadar asam laktat hingga 0,077% dan penurunan pH dari 5 menjadi 2. Aktivitas antioksidan produk sangat tinggi dengan nilai IC50 sebesar 47,06 ppm. Fermentasi spontan tanpa bleaching berpotensi menghasilkan susu kedelai sebagai pangan fungsional alami dengan kandungan bioaktif yang tetap terjaga.
of, from, in, the IDENTIFIKASI PARASIT IKAN POGOT DARI TANGKAPAN ALAM PERAIRAN SELAT BALI Sya'adah, St. Risma; Pratiwi, Serli Anjelica; Safira, Ayu; Febrianto, Dikki; Bintang, Muhammad Nur; Pardede, Maria Agustina; Ambarwati, Dewi
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i1.59610

Abstract

Ikan pogot (Odonus niger dan Melichthys niger) merupakan salah satu jenis ikan karang yang ditemukan di perairan Selat Bali, Indonesia. Ikan ini memiliki potensi untuk dibudidayakan, namun rentan terhadap infeksi parasit yang dapat memengaruhi kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parasit yang menginfeksi ikan pogot sehingga dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembudidaya dalam pencegahan dan penanganan. Sebanyak 48 ekor ikan pogot ditangkap dari perairan Selat Bali dan diperiksa secara makroskopis serta mikroskopis menggunakan teknik scraping dan biopsi. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga jenis parasit, yaitu Chilodonella sp., Diplectanum sp., dan Neoechinorhynchus sp., dengan Diplectanum sp. sebagai jenis yang paling dominan dan terdeteksi pada insang ikan. Gejala klinis yang muncul pada ikan terinfeksi meliputi kesulitan bernapas serta perubahan warna insang menjadi pucat. Analisis prevalensi dan intensitas menunjukkan bahwa Diplectanum sp. pada O. niger memiliki prevalensi 30% (umum) dengan intensitas 0,14 ind/ekor (sangat rendah), sedangkan pada M. niger prevalensinya 20% (sering) dengan intensitas 0,2 ind/ekor (sangat rendah). Neoechinorhynchus sp. hanya ditemukan pada M. niger dengan prevalensi 12% (sering) dan intensitas 0,33 ind/ekor (sangat rendah). Sementara itu, O. niger juga terinfeksi dengan prevalensi 17% (sering) dan intensitas 0,25 ind/ekor (sangat rendah). Temuan tersebut mengindikasikan bahwa infeksi parasit pada ikan pogot di Selat Bali tergolong rendah, namun tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi kesehatan ikan dan keberhasilan budidaya.
Aktivitas Antagonistik Bakteri PGPR Citrobacter freundii dan Pseudomonas aeruginosa terhadap Patogen Tular Tanah Padi Harvianti, Yuniar; Kasiamdari, Rina Sri
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i1.60141

Abstract

Hawar pelepah salah satu penyakit penting tanaman padi yang disebabkan oleh cendawan patogen tular tanah yang mampu menyebabkan kehilangan hasil panen hingga 50%. Salah satu pendekatan pengendalian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan adalah melalui pemanfaatan bakteri rhizosfer sebagai agen biokontrol, khususnya kelompok Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi dua spesies bakteri, Citrobacter freundii LMG 3246 dari sawah organik dan Pseudomonas aeruginosa dari sawah nonorganik tanaman padi kultivar Ciherang di Provinsi Sulawesi Selatan dalam menghambat pertumbuhan patogen hawar pelepah padi secara in vitro. Penelitian ini dilakukan dengan isolasi dan identifikasi molekuler cendawan patogen penyebab hawar pelepah padi kemudian menguji potensi bakteri rhizosfer melalui penghambatan hifa dan perkecambahan sklerotia cendawan patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan patogen penyebab hawar pelepah padi memiliki kesamaan dengan spesies Rhizoctonia solani isolate VC 268 dengan nilai query cover 100% dan identity 99,43%. Aktivitas penghambatan R. solani melalui uji dual culture bersama isolat C. freundii strain LMG 3246 dan P. aeruginosa strain FC1384 berkisar 57,06% dan 85,53% setelah 7 hari inkubasi, serta penghambatan perkecambahan sklerotia sebesar 100%. Temuan ini dapat menjadi dasar untuk aplikasi pengembangan biofertilizer dengan memanfaatkan potensi bakteri rhizosfer PGPR terhadap strategi pengendalian hayati penyakit hawar pelepah serta meningkatkan produktivitas padi melalui pemanfaatan bakteri rhizosfer sebagai agen biokontrol.
Pemanfaatan Genomik untuk Jagung Tahan Kekeringan: Analisis Bibliometrik Ramlah, Ramlah; Rahmah, Mufti Hatur; Irfan, M.; Pagalla, Devi Bunga; Nurman, Nurman; Sari, Retno
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i1.61878

Abstract

Perubahan iklim meningkatkan frekuensi kekeringan yang mengancam produksi jagung global. Genomik menawarkan pendekatan inovatif untuk mengembangkan varietas toleran kekeringan. Studi ini melakukan analisis bibliometrik untuk memetakan lanskap penelitian genomik jagung toleran kekeringan periode 2014-2024. Data diekstrak dari Scopus menggunakan kata kunci (TITLE-ABS-KEY ("Zea mays") AND TITLE-ABS-KEY ("abiotic stress") AND TITLE-ABS-KEY ("drought tolerance")) menghasilkan 159 dokumen dari 84 sumber. Analisis menggunakan VOSviewer dan RStudio untuk visualisasi jaringan dan pemetaan geografis. Hasil menunjukkan tingkat pertumbuhan publikasi 16,23% per tahun dengan rata-rata sitasi 29,47 per dokumen. China mendominasi dengan kontribusi tertinggi, diikuti India dan Amerika Serikat. Kolaborasi internasional mencapai 25,79%. Fokus penelitian meliputi identifikasi gen toleransi kekeringan, mekanisme fisiologis stres, dan strategi pemuliaan berbasis genomik. Jurnal terkemuka seperti Frontiers in Plant Science, Plant Physiology, dan International Journal of Molecular Sciences menjadi platform publikasi utama. Analisis ini mengidentifikasi kesenjangan riset dalam pemanfaatan plasma nutfah lokal, integrasi data multi-omics, dan translasi penanda molekuler ke program pemuliaan praktis. Penelitian ini memberikan roadmap untuk arah riset masa depan genomik jagung toleran kekeringan. Hasil analisis ini menyediakan landasan strategis bagi formulasi kebijakan riset genomik tanaman yang lebih terarah, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi adaptasi perubahan iklim.

Page 13 of 13 | Total Record : 130