cover
Contact Name
Nova Relida
Contact Email
nova.relida@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jif@univrab.ac.id
Editorial Address
Jl. Riau Ujung No. 73 Pekanbaru Riau Telp.(0761) 38762 - 08117714800
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JIF
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 26205777     EISSN : 26206773     DOI : https://doi.org/10.36341/jif
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Fisioterapi (JIF) merupakan jurnal yang terbit setiap dua kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus . JIF membahas tentang berbagai aspek dalam ilmu fisioterapi mulai dari pediatri, neuromuscular dan perilaku, musculoskeletal, cardiovascular dan pulmonal, dan lain-lain.
Articles 82 Documents
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN PENERAPAN KOMBINASI MYOFASCIAL RELEASE DAN NEUROMUSCULAR TAPING (NMT) DALAM MENINGKATKAN FUNGSIONAL KAKI PADA KONDISI PLANTAR FASCIITIS Yose Rizal
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 6 No 02 (2023): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jif.v6i02.3838

Abstract

Plantar Fasciitis adalah diagnosis nyeri tumit yang paling umum. Plantar Fasciitis adalah degenerasi plantar facia akibat robekan mikro berulang pada facia yang menyebabkan reaksi inflamasi, dan bukan merupakan proses inflamasi primer seperti yang diyakini sebagian besar orang. Penyebab dari Plantar Fasciitis adalah tidak diketahui tetapi diyakini bersifat multifaktorial, dengan biomekanik abnormal dan penyembuhan yang tertunda kemungkinan besar menjadi penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan nyeri Plantar Fasciitis setelah pemberian intervensi Myofascial Release dan Neuromuscular Taping (NMT). Penelitian ini menggunakan metode Case Study. Sampel penelitian ini adalah seorang pria usia 28 tahun yang diberikan intervensi fisioterapi berupa kombinasi Myofascial Release dan Neuromuscular Taping (NMT) sebanyak 12 kali selama 4 minggu. Nilai fungsional kaki diukur dengan Foot Function Index (FFI). Hasil penelitian menunjukkan pemberian Myofascial Release dan Neuromuscular Taping (NMT) dapat meningkatkan fungsional kaki pada penderita Plantar Fasciitis
PERBEDAAN ACTIVE DYNAMIC BACK EXERCISE DAN MUSCLE ENERGY TECHNIQUE TERHADAP KEMAMPUAN AKTIVITAS FUNGSIONALLOW BACK PAIN NON SPECIFIC Amfiati, Nindi; Yani, Fitri
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jif.v7i1.3916

Abstract

Latar belakang: Low back pain non specific merupakan nyeri punggung bawah tidak spesifik, nyeri pada T12 dan lipatan gluteal dan tidak berhubungan dengan masala neurologi Tujuan: Untuk mengetahui apakah Ada perbedaan active dynamic back exercise dan muscle energy technique terhadap peningkatan kemampuan aktifitas fungsional low back pain non specific. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimen dengan teknik purposive sampling, dengan two group pre-postest desain. Sampel penelitian ini adalah karyawan Pabrik Mie Lethek Garuda yang berjumlah 16 orang dengan usia 35-65 tahun dan berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Hasil: Hasil data menggunakan paired sample t-test pada kelompok p I dan II nilai p=0,000 (p<0,05) yang artinya perlakuan yang diberikan pada kelompok I dan II berpengaruh pada peningkatan akitivitas fungsional low back pain non specific dan Dari hasil uji independent t-test menunjukkan nilai p=0,850 (p>0,05) yang artinya tidak ada perbedaan pengaruh secara signifikan antara kelompok perlakuan I dan II. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh signifikan antara Active Dynamic Back Exercise Dan Muscle Energy Technique terhadap kemampuan aktivitas fungsional Low Back Pain Non Sepfific. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan banyak jumlah responden serta mengontrol secara penuh aktivitas responden baik saat bekerja dan sesudah bekerja.
HUBUNGAN SIKAP BELAJAR ONLINE TERHADAP DISABILITAS LOW BACK PAIN MYOGENIK DI SMA NEGERI 5 KAB. TANGERANG Cahyani, Uga; Maratis, Jerry; Wibowo, Eko
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jif.v7i2.4110

Abstract

Objective: To determine the relationship between online learning attitudes and the level of myogenic low back pain disability in SMA Negeri 5 Kab. Tangerang. Methods: This research is a correlative analytical research using a cross-sectional design. The total sample was 32 people with an age range of 16-18 years, namely students from SMA Negeri 5 Kab. Tangerang. Online Learning Attitude data was measured using the Rapid Entire Body Assessment (REBA). In contrast, the results of measuring the level of myogenic low back pain disability were measured using the Modified Oswestry Disability Index (MODI). Result: Hypothesis testing with Chi-Square produces a p-value of 0.540 (p>α (0.05)). The average and standard deviation of online learning attitudes using the Rapid Entire Body Assessment measurement is 4.72 ± 1.250, and the level of myogenic low back pain disability using the Modified Oswestry Disability Index measurement is 19.44 ± 10.922 for students at SMA Negeri 5 Kab. Tangerang. Conclusion: There is no relationship between online learning attitudes and the level of myogenic low back pain disability in SMA Negeri 5 Kab. Tangerang. Keywords: Online Learning Attitude, Low back pain Myogenic Disabilities, Rapid Entire Body Assessment, Modified Oswestry Disability Index.
PENGARUH PLYOMETRIC TRAINING TERHADAP PERUBAHAN KEKUATAN DAN KECEPATAN PADA TIM BOLA VOLI SMA NEGERI KEBERBAKATAN OLAHRAGA Hikmah, Nurul; Arana, Yunita Angraeni
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jif.v7i1.4343

Abstract

Latar Belakang: Dalam olahraga bola voli, gerakan-gerakan passing, service melompat, smash dan block sangat dibutuhkan kekuatan dan kecepatan yang sangat tinggi. Untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatan adalah dengan latihan plyometric training yaitu countermovement jump dan lateral cone hops with sprint. Hal ini bertujuan agar mampu melakukan teknik tersebut dengan lompatan yang tinggi, dan kecepatan saat mengambil bola. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat praexperimental. Penelitian ini merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menggambarkan perubahan kekuatan dan kecepatan pemain bola voli setelah pemberian plyometric training. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling maka diperoleh jumlah sampel sebanyak 20 orang dan diberikan masing-masing perlakuan Plyometric Training. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian plyometric training dapat menghasilkan peningkatan kekuatan pada pemain bola voli dengan hasil statistik rata-rata pre test 231,00 menjadi 300,00 saat post test dan peningkatan pada kecepatan dengan hasil statistik rata-rata pre test 4,6730 menjadi 3,9340 saat post test. Hasil T Test menunjukkan bahwa pemberian plyometric training dapat menghasilkan peningkatan pada kekuatan dan kecepatan. Kesimpulan: Maka didapatkan kesimpulan yaitu plyometric training ada pengaruh perubahan yang bermakna terhadap tingkat kekuatan dan kecepatan pemain bola voli SMA Keberbakatan Olahraga Makassar. Berdasarkan hasil dari perhitungan significan P = 0,000 atau <0,05. Saran bagi olahragawan dan pelatih yaitu dapat menggunakan plyometric training yang terprogram untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatan, guna meningkatkan performa seorang atlet dan menunjang kesuksesan permainan. Kata Kunci: Plyometric Training, kekuatan, kecepatan, Countermovement Jump, Lateral Cone Hops with Sprint.
PERBEDAAN KINESIOTAPPING DENGAN PEMBERIAN MASSAGE PADA IBU HAMIL DALAM MENURUNKAN NYERI PINGGANG PADA TRIMESTER 3 Wibowo, Berliana Windi; Munawwarah, Muthiah; Amir, Trisia Lusiana; Noviati, Nuraini Diah
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jif.v7i1.4418

Abstract

Objective: To determine the different effects of kinesiotapping and massage to reduce low back pain in pregnant women in the 3rd trimester. Methods: This study is quasi-experimental with a pre-post test group design, where pain is measured using Numeric Rating Scale (NRS). The sample consisted of 14 people at Dinar Kusuma Dewi Midwife Practice in Karawang. The sample was divided into 2 treatment groups: treatment group I consisted of 7 people given kinesiotapping intervention and treatment group II consisted of 7 people given massage intervention. Results: The normality test using the Shapiro Wilk test found that the data was not normally distributed with a p value < 0.05, while the homogeneity test using Levene's test found that the data was homogeneous with a p value > 0.05. The results of hypothesis testing I using the Wilcoxon test obtained a value of p = 0.017 with median (min-max) before and after amounting to 5 (4-6) and 3 (1-3). The results of hypothesis II using the Wilcoxon test obtained a p value = 0.016 with median (min-max) before and after of 5 (4-8) and 1 (0-3). The results of hypothesis III test using Mann Whitney test obtained p value = 0.006 with a median (min-max) before and after of 3 (2-4) and 4 (4-6). Conclusion: There is a significant difference between kinesiotapping intervention and massage to reduce low back pain in 3rd trimester pregnant women.
CASE STUDY: SPRAIN ANKLE FASE AKUT DENGAN PENERAPAN MANUAL LYMPHATIC DRAINAGE MASSAGE DAN NEUROMUSCULAR TAPING UNTUK MENGURANGI NYERI DAN OEDEM Rizal, Yose; Samosir, Nova Relida
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jif.v7i1.4429

Abstract

Lateral Sprain Ankle merupakan cedera yang terjadi karena penguluruan berlebihan (overstretching dan hypermobility) atau trauma pada ligamen kompleks lateral, oleh adanya gaya inversi dan plantar fleksi yang tiba-tiba ketika sedang berolahraga, aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas Manual Lymphatic Drainage Massage dan Neuromuscular Taping (NMT) untuk mengurangi nyeri dan bengkak. Penelitian ini menggunakan metode Case Study. Sampel penelitian ini adalah seorang pria usia 16 tahun yang diberikan intervensi fisioterapi berupa kombinasi Manual Lymphatic Drainage Massage dan Neuromuscular Taping (NMT) yang dilakukan di Klinik ADA Physiotherapy Pekanbaru dengan tindakan fisioterapi sebanyak 6 kali selama 2 minggu. Nilai nyeri diukur dengan Visual Analog Scale (VAS), sementara untuk bengkak diukur dengan menggunakan pita ukur (meterline). Setelah 6 kali terapi didapati adanya pengurangan nilai nyeri dari 7 menjadi 3 skala Visual Analog Scale (VAS), lingkar bengkak dari 54,8 cm menjadi 53,2 cm dengan teknik Figure of Eight. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan Manual Lymphatic Drainage Massage dan Neuromuscular Taping (NMT) dapat mengurangi nyeri dan bengkak pada kondisi Lateral Sprain Ankle.
CASE STUDY: INTERVENSI FISIOTERAPI PADA KASUS CARPAL TUNNEL SYNDROMEE (CTS) DENGAN MODALITAS ULTRASOUND (US) DAN CARPAL BONE MOBILIZATION UNTUK MENGEMBALIKAN AKTIVITAS FUNGSIONAL TANGAN Permata, Ayu; Syam, Perigel Saifullah Putra
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jif.v7i1.4444

Abstract

Background: Carpal Tunnel Syndromee (CTS) is an entrapment neuropathy that most often occurs in the wrist. This syndromee occurs due to pressure on the median nerve as it passes through the carpal tunnel in the wrist, precisely under the flexor retinaculum. The problems that occur in this case are pain in the wrist, pinching of the median nerve, decreased functional ability of the hand. Objective: This research is aimed at Carpal Tunnel Syndromee sufferers to improve the functional abilities of the hands. Research Method: Case study with 1 sample person suffering from Carpal Tunnel Syndromee with Severe Disability. Ultrasound intervention and carpal bone mobilization 3 times a week for 3 weeks. This research was conducted at the Tampan Pekanbaru Psychiatric Hospital in April-May 2022. The instrument used to measure hand functional ability was the Wrist Hand Dissability Index (WHDI. The pre and post test research design was to compare WHDI scores. Results: The results obtained were an increase in the functional ability of the hand, namely from a score = 24/50 x 100% = 48% (Severe Disability/severe disability) to a Score: 16/50 x 100% = 32% (Moderate). Conclusion: Ultrasound intervention and mobilization of the carpal bones are conservative interventions in the treatment of Carpal Tunnel Syndromee which can restore the functional ability of the hand.
CASE STUDY: MENGURANGI VERTIGO PADA PENDERITA BENIGN PAROXYSMAL POSITIONAL VERTIGO (BPPV) DENGAN METODE SEMONT LIBERATORY MANEUVER DAN BRANDT DAROFF EXERCISE Zein, Renni Hidayati; Zada, Talitha Samntha
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jif.v7i1.4448

Abstract

ABSTRACT Bacground: Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) adalah is a vestibular disorder that often caused perifer vertigo caused by a sudden change in head position. BPPV is manifested by spinning and shifting dizziness in addition to nausea, vomiting, cold sweat, nystagmus, and balance issues when the position of the head shifts against gravity as a result of adhesions or floating calcium carbonate crystals or otoliths in the semicircular canals, a condition known as vertigo occurs. Purpose: The goal of this study was to evaluate the efficiency of physiotherapy treatment for reducing vertigo in BPPV patients utilizing the semont liberatory maneuver and brandt baroff exercise. Research Method : A case study that is presented as a descriptive narrative is the research approach that was chosen. Research subjects consisted of a single benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) specimen that met the specimen acceptance criteria. The study was carried out 6 times in therapy at the FIT Centrum, Aesthetic, Sport, Rehab Center & Food Pekanbaru clinic. Assessment with the vertigo symptom scale-short form (VSS-SF) measurement tool revealed a reduction in vertigo symptoms compared to the VSS-SF total score, i.e. from 27 to 14. Result: : Based on the results of this study, it can be concluded that the semont liberatory maneuver and brandt daroff exercise can help patients with benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) reduce symptom and recurrence of vertigo.
EFEK PENAMBAHAN FOOT CORE STABILITY EXERCISE PADA INTERVENSI CORE STABILITY EXERCISE DALAM PENINGKATAN POSTURAL CONTROL PASIEN PASCASTROKE Samosir, Sondang; Maratis, Jerry; Ivanali, Kesit
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jif.v7i2.4510

Abstract

Tujuan: Menganalisis peningkatan postural control pasien pasca stroke akibat penambahan foot core stability terhadap core stability exercise. Metode: pelaksanaan penelitian ini berjenis “randomized controlled trial experimental” untuk menganalisis ketidaksamaan dari “penambahan intervensi foot core stability new bobath concept pada intervensi core stability exercise dalam peningkatan postural control pasien pascastroke”. Sampel terdiri dari 20 pasien dan akan dibagi kedalam dua kelompok yakni kelompok perlakuan I dengan memberikan pelatihan core stability exercise dan kelompok perlakuan II dengan memberi tambahan foot core stability exercise terhadap intervensi core stability exercise. Hasil: Berdasarkan hasil uji normalitas dengan mengimplementasikan metode Shapiro wilk test dan dari hasil uji homogenitas metode Levene’s test diperoleh data penelitian yang terdistribusi normal dan bersifat homogen. Kemudian dari hasil uji hipotesis dengan metode Paired T-test pada kelompok perlakuan I nilai p senilai 0,36 yang artinya “peningkatan postural control terbebas dari pengaruh core stability exercise” sedangkan hasil uji pada kelompok perlakuan II diperoleh nilai p senilai 0,001 yang artinya “peningkatan postural control dipengaruhi oleh penambahan foot core stability terhadap core stability exercise”. Selain itu, juga didapatkan nilai p senilai 0,845 dari hasil Independent T-test yang artinya “ditemukan ketidaksamaan penurunan nyeri fungsional pada kelompok perlakukan I dan II”. Kesimpulan: adanya peningkatan postural control yang dipengaruhi oleh penambahan foot core stability terhadap core stability exercise.
PERBEDAAN EFEK NECK EXERCISE DAN MCKENZIE EXERCISE TERHADAP NYERI PADA KASUS NECK PAIN AKIBAT AKTIVITAS DENGAN KOMPUTER Oskar, Raymod; Wahyuddin, Wahyuddin; Priatna, Heri; Nugraha, Ferian
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jif.v7i2.4522

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan efek neck exercise dan McKenzie exercise terhadap nyeri pada kasus neck pain akibat aktivitas dengan komputer. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan studi komparatif dua kelompok berbeda dengan pretest dan posttest group. Total sampel sebanyak 22 orang mahasiswa aktif kelas reguler fakultas fisioterapi universitas esa unggul angkatan 2019-2022 yang diperoleh dengan purposive sampling, kemudian dibagi menjadi dua kelompok dengan metode randomization-allocation odd-even. Data pretest dan posttest diukur dengan numeratic rating scale (NRS). Hasil: Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk test didapatkan data berdistribusi normal dan tidak normal. Uji homogenitas menggunakan Levene’s test didapatkan data bersifat homogen. Hasil uji hipotesis I dan II menggunakan t-test related, didapatkan hasil p<0,001 yang artinya nilai p signifikan, yang artinya latihan neck exercise dan McKenzie exercise efektif dalam menurunkan nyeri pada kasus neck pain akibat aktivitas dengan komputer. Pada uji hipotesis III menggunakan Mann-Whitney test, didapatkan hasil p=0,466 yang artinya nilai p tidak signifikan, yang artinya tidak ada perbedaan signifikan antara neck exercise dan McKenzie exercise dalam menurunkan nyeri pada kasus neck pain akibat aktivitas dengan komputer. Kesimpulan: Neck exercise efektif menurunkan nyeri pada kasus neck pain akibat aktivitas dengan komputer. McKenzie exercise efektif menurunkan nyeri pada kasus neck pain akibat aktivitas dengan komputer. Tidak ada perbedaan neck exercise dan McKenzie exercise dalam menurunkan nyeri pada kasus neck pain akibat aktivitas dengan komputer.