cover
Contact Name
Yusri
Contact Email
yusri@unm.ac.id
Phone
+6285255602827
Journal Mail Official
yusri@unm.ac.id
Editorial Address
Jln. A.P. Pettarani, Kampus Universitas Negeri Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities
ISSN : 2798916X     EISSN : 27989127     DOI : https://doi.org/10.26858/insight
This Journal publishes research studies employing a variety of qualitative and/or quantitative methods and approaches in the field of Humanities and Social Studies. The journal covered by all topics in: Humanities Social studies Management Education, Teaching Learning And others (within the scope of Humanities and Social Studies)
Articles 105 Documents
Strategi Retensi Melalui Keadilan Sistem Pengupahan Bitiyono, Benedicta Technicia; Rosyanti, Daisy Marthina
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.84847

Abstract

Abstrak. Retensi karyawan merupakan aspek strategis dalam manajemen sumber daya manusia, terutama pada sektor industri yang memiliki tingkat perpindahan tenaga kerja tinggi. Salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap retensi adalah persepsi karyawan terhadap keadilan sistem pengupahan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi dan menganalisis hasil penelitian terkait hubungan antara keadilan pengupahan dan retensi karyawan dalam lima tahun terakhir. Proses SLR melibatkan pencarian artikel menggunakan kata kunci “retensi”, “keadilan”, “sistem”, dan “pengupahan” serta penyaringan artikel berdasarkan kriteria inklusi: lintas sektor, lintas negara, dan rentang publikasi lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa keadilan pengupahan, baik distributif maupun prosedural, memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan retensi. Kompensasi yang dianggap adil juga terbukti meningkatkan kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan loyalitas karyawan. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi retensi yang efektif harus berorientasi pada sistem pengupahan yang transparan, konsisten, dan memperhatikan persepsi keadilan karyawan. Kata Kunci: Retensi, Keadilan, Sistem Pengupahan, Kompensasi
Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Pola Makan pada Remaja Hayu, Nurga; Nurbaya, Nurbaya; Alfaaizin, Liska
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 5, No 2 (2025): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v5i2.84915

Abstract

Abstrak. Pola makan tidak sehat pada remaja, seperti konsumsi makanan cepat saji, kurangnya asupan sayur, buah, dan kebiasaan melewatkan sarapan, dapat menjadi masalah kesehatan. Body image dan aktivitas fisik diduga memengaruhi pola makan remaja. Body image negatif dapat mendorong perilaku makan yang tidak sehat, sementara aktivitas fisik dapat mendukung kebiasaan makan yang lebih baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan body image dan aktivitas fisik terhadap pola makan remaja di SMP Negeri 8 Makassar tahun 2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional, penentuan sampel menggunakan rumus slovin 83 responden dengan tehnik sampel simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara body image dengan pola makan (p-value = 0,088), namun terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan pola makan (p-value < 0,001). Kesimpulan, persepsi body image tidak berhubungan dengan pola makan sedangkan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan pola makan. Kata Kunci: Body Image, Aktivitas Fisik, Pola Makan
Digital Literacy sebagai Fondasi Learning Agility Karyawan di Tempat Kerja Digital: Sebuah Integrative Literature Review Andi Syahriana Asdar
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86674

Abstract

Abstrak. Transformasi digital menuntut organisasi mengembangkan karyawan yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga lincah dalam belajar, beradaptasi, dan menerapkan pengetahuan baru pada situasi kerja yang berubah. Artikel ini bertujuan menyusun model konseptual yang menjelaskan digital literacy sebagai fondasi learning agility karyawan di tempat kerja digital dengan menempatkan Digital Self-Efficacy sebagai mekanisme psikologis dan adaptive performance sebagai konsekuensi perilaku. Kajian ini menggunakan pendekatan integrative literature review dengan menelaah 26 sumber akademik dan institusional yang relevan dengan digital literacy, digital competence, learning agility, Digital Self-Efficacy, adaptive performance, workplace learning, psychological safety, servant leadership, Corporate University, dan knowledge sharing. Analisis dilakukan melalui identifikasi literatur, penyaringan berbasis relevansi, klasifikasi tema, sintesis naratif, dan pengembangan proposisi konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa digital literacy memperkuat learning agility melalui perluasan akses belajar digital, peningkatan keyakinan diri dalam menggunakan teknologi, percepatan eksperimen kerja, serta penguatan knowledge sharing. Hubungan tersebut lebih optimal ketika organisasi menyediakan psychological safety, servant leadership, budaya pembelajaran, dan sistem pembelajaran organisasi yang mendukung. Artikel ini menghasilkan lima proposisi konseptual dan model integratif Digital literacy - Digital Self-Efficacy - Learning agility - Adaptive performance yang dapat diuji secara empiris pada penelitian selanjutnya.Kata Kunci: digital literacy; digital literacy; digital self-efficacy; adaptive performance; pembelajaran organisasi 
Efektivitas Penerapan Token Economy untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP dalam Pembelajaran Daring Kasmayani Karim
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86199

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik token economy dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SMP selama pembelajaran daring pada masa pandemi. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain single-case experimental pada seorang siswa SMP berusia 14 tahun yang memiliki motivasi belajar rendah dan tergolong slow learner (IQ 70). Intervensi dilaksanakan dalam tujuh sesi, yang terdiri atas satu sesi orientasi dan enam sesi penerapan token economy dengan target perilaku berupa kehadiran dalam pembelajaran daring dan penyelesaian tugas akademik. Analisis data dilakukan menggunakan metode visual inspection terhadap perubahan perilaku selama intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang ditandai dengan konsistensi kehadiran dalam pembelajaran daring serta meningkatnya penyelesaian tugas yang sebelumnya tertunda. Temuan ini menunjukkan bahwa token economy efektif digunakan sebagai strategi modifikasi perilaku untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran daring.Kata Kunci: motivasi belajar; pembelajaran daring; token economy
Pembelajaran Organisasi di Era Transformasi Digital: Tinjauan Literatur tentang Peran Learning Agility, Psychological Safety, Dan Psychological Capital pada Karyawan Andi Syahriana Asdar
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86446

Abstract

Abstract. Digital transformation has reshaped organizational learning by changing how employees acquire knowledge, share experience, interpret errors, and adapt to technology-enabled work. This article aims to synthesize the roles of learning agility, psychological safety, and psychological capital in strengthening organizational learning among employees. Using an integrative literature review, the article analyzes core international and Indonesian literature on organizational learning, learning agility, psychological safety, psychological capital, digital transformation, Corporate University, servant leadership, and digital talent development. Literature was selected purposively from peer-reviewed journals, academic books, and verifiable scholarly sources published between 1990 and 2026, with classical sources used as theoretical foundations and recent publications used to contextualize digital transformation. The synthesis indicates that learning agility functions as adaptive learning capacity, psychological safety as a safe interpersonal climate for dialogue and error-based learning, and psychological capital as positive psychological resources that sustain hope, efficacy, resilience, and optimism during change. The article proposes an integrative framework in which individual adaptive capacity, team learning climate, and positive psychological resources interact to support organizational learning in the digital transformation era.Keywords: organizational learning; learning agility; psychological safety; psychological capital; digital transformation
Tari Lalosu Makkunrai dalam Masyarakat Bugis Wajo Nurwahidah Nurwahidah
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86698

Abstract

Abstrak. Penelitian ini didesain untuk menghasilkan data tentang tari Lalosu/Laluso Makkunrai dalam masyarakat Bugis Wajo. Hal ini penting dilakukan karna penelitian ini memiliki relevansi dengan keberlanjutan seni pertunjukan, khususnya seni tari dalam etnis Bugis. Dengan demikian  tari  Lalosu/Laluso Makkunrai tidak hanya menjadi kisah kenangan manis masa silam, akan tetapi sebagai kontribusi ilmiah dalam pengembangan ilmu pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan bentuk penyajian tari  yang meliputi: gerak, penari, pola lantai, musik tari, tempat dan waktu pertunjukan, kostum dan aksesoris, serta properti tari Lalosu/Laluso Makkunrai. Hal ini tentunya berdampak pada penguatan keberadaan  tari  Lalosu/Laluso Makkunrai dalam masyarakat etnis Bugis khususnya, dengan cara berkesinambungan dari generasi ke generasi sebagai pewaris budaya. Manfaat lain adalah bahwa hasil penelitian ini menjadi bahan apresiasi dan perbandingan kajian di kalangan akademisi, peneliti, seniman dan pemerhati seni dalam berbagai perspektif sehingga melahirkan informasi ilmu pengetahuan yang lebih komprehensif dan bernilai guna dalam kemaslahatan hidup manusia. Lebih spesifik penelitian ini menjadi bahan kajian sumber, dokumentasi, dan inventarisasi jejak kesenian etnis Bugis di Instansi atau Perguruan Tinggi Seni di Sulawesi Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan etnokoreologis dengan pengumpulan data berdasarkan emik, dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, maupun dokumentasi. Penulisan etnografinya berdasarkan  emik dan etik, serta analisis datanya kulitatif holistik.Kata Kunci: Tari Lalosu Makkunrai, Bentuk penyajian, etnis Bugis, Kabupaten Wajo
Forensik Digital dan Pembuktian Siber: Menakar Keabsahan Bukti Elektronik dalam Sistem Peradilan Pidana Heri Tahir; Ririn Nurfaathirany Heri
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86200

Abstract

Abstrak. Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi kejahatan dari bentuk konvensional menuju tindak pidana berbasis digital yang bersifat virtual, lintas yurisdiksi, dan sulit dibuktikan. Secara normatif (das sollen), sistem hukum pidana di Indonesia menghendaki adanya kepastian hukum dan efektivitas pembuktian terhadap setiap tindak pidana, termasuk kejahatan siber, melalui pengakuan alat bukti elektronik sebagaimana diatur dalam Pasal 5 dan Pasal 6 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Namun dalam praktiknya (das sein), proses pembuktian tindak pidana siber menghadapi berbagai tantangan, seperti karakter bukti digital yang mudah dimodifikasi, bersifat volatil, tersebar lintas negara, serta sulitnya mengidentifikasi pelaku anonim dalam ruang siber. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum diperoleh melalui studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, jurnal ilmiah, dan literatur terkait cybercrime serta digital forensics, yang dianalisis secara deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bukti elektronik memiliki kedudukan yang sah dan mandiri dalam sistem pembuktian pidana di Indonesia, yang diperkuat oleh Putusan Mahkamah Konstitusi. Keabsahan bukti digital sangat ditentukan oleh penerapan Chain of Custody, proses akuisisi forensik, penggunaan write-blocker, serta verifikasi integritas melalui nilai hash. Selain itu, ahli forensik digital memegang peran penting dalam menjelaskan validitas dan reliabilitas alat bukti elektronik di persidangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembuktian tindak pidana siber memerlukan adaptasi hukum acara pidana, penguatan kapasitas digital forensics, serta harmonisasi regulasi guna menjamin kepastian hukum dan efektivitas penegakan hukum di era digital. Kata Kunci : Cybercrime; Bukti Elektronik; Digital Forensics; Chain of Custody; Pembuktian Digital; UU ITE.
Seksualitas pada Remaja dan Dewasa Muda Laki-Laki dengan Autism Spectrum Disorder: Systematic Literatur Review Toni Nugraha Jamaluddin HB; Haerani Nur; Dian Novita Siswanti
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86450

Abstract

Abstract. Sexuality in male adolescents with Autism Spectrum Disorder (ASD) is an important yet underexplored topic in educational and psychological literature. This study aims to synthesize empirical evidence regarding the profile of sexuality, factors influencing psychosexual development, and the effectiveness of sexuality education interventions among male adolescents and young adults with ASD aged 12–25 years. A Systematic Literature Review (SLR) guided by PRISMA 2020 was conducted through searches of PubMed, PsycINFO, ERIC, and Scopus databases using keywords related to ASD, sexuality, and male adolescents. Study quality was assessed using JBI Critical Appraisal Tools and synthesis was conducted through thematic synthesis. Of the 46 identified articles, 35 studies met the inclusion criteria after deduplication and screening. Results revealed three main findings: (1) male adolescents with ASD demonstrate comparable sexual interest to typically developing peers but more limited interpersonal sexual experience, alongside heightened vulnerability to sexual victimization; (2) social skills are the strongest predictor of positive psychosexual development, followed by parental involvement and cognitive factors; (3) Tackling Teenage Training (TTT) is the only program with Level I evidence (RCT) demonstrating significant improvement in psychosexual knowledge. It is concluded that evidence-based sexuality education initiated before puberty, characterized by concrete language, visual supports, repetition, and active parental involvement, constitutes an essential component of comprehensive ASD services.Keywords: Autism Spectrum Disorder, Male Adolescent Sexuality, Psychosexual Development, Sex Education
Kesenjangan Persepsi Kesehatan Mental Ibu Perinatal: Peran Kecerdasan Emosional dan Resolusi Konflik Andi Nahliah Bungawali
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86202

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji masalah kesehatan mental ibu pada masa perinatal dan mengaitkannya dengan kecerdasan emosional serta resolusi konflik. Penulis menggunakan metode yang narrative review dengan mempelajari berbagai literatur dari tahun 2014-2025. Penelitian ini menggaris bawahi pentingnya ibu dan keluarga menjaga kesehatan mental ibu pada masa perinatal dan memahami cara menanganinya serta kaitan kecerdasan emosional sebagai resolusi konflik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan ibu mengalami masalah kesehatan mental pada masa perinatal salah satunya lingkungan sosial seperti keluarga. Keluarga terdekat juga dianggap mampu untuk menangani dan mencegah masalah kesehatan mental tersebut. Kecerdasan emosional pun dianggap sebagai solusi agar ibu tidak mengalami masalah kesehatan mental. Kecerdasan emosional dianggap sebagai fondasi untuk resolusi konflik yang efektif, akan tetapi hal ini membutuhkan bantuan keluarga dan pasangan. Review ini dapat membantu dalam meningkatkan kemampuan pasangan atau keluarga dalam memahami kondisi ibu terutama terkait mengenali emosi, berkomunikasi secara efektif, dan menyelesaikan konflik secara konstruktif.Kata Kunci: Ibu Perinatal, Kecerdasan Emosional, Resolusi Konflik
Bahasa Makassar dalam Keluarga Urban: Antara Keakraban, Identitas dan Modernitas St. Junaeda
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86539

Abstract

Abstract. The use of regional languages within urban families has become an increasingly important issue amid rapid social change, urbanization, and the growing dominance of national and global languages. As one of the local languages in South Sulawesi, the Makassar language plays a significant role in maintaining cultural values, ethnic identity, and social relationships among its speakers. However, in urban settings, language practices are often shaped by changing social aspirations, educational demands, and modern lifestyles, which influence the patterns of language transmission within families. This study examines the use of Makassar language in urban families and explores how family members negotiate its role between intimacy, cultural identity, and modernity. This research employs a qualitative approach with an ethnographic perspective to understand language practices in everyday family interactions. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and informal conversations with parents and children from urban Makassar families. The analysis focuses on the meanings attached to language choice, the contexts in which Makassar language is maintained or replaced, and the social factors influencing these linguistic practices. The study draws on sociolinguistic and anthropological perspectives to explain how language functions not only as a communication tool but also as a symbol of belonging and social positioning. The findings indicate that Makassar language continues to be used as a medium for expressing intimacy, emotional closeness, and kinship relations within families. At the same time, its use is increasingly negotiated with the demands of modern urban life, where Indonesian is often perceived as more beneficial for education, social mobility, and wider communication. Consequently, urban families develop diverse language strategies that reflect efforts to preserve cultural identity while adapting to contemporary social realities. The study highlights that the use of Makassar language in urban families represents an ongoing negotiation between maintaining local cultural heritage and responding to the challenges of modernity.Keywords: Makassar Language, Urban Family, Language Use, Cultural identity, modernity, Language Maintenance.

Page 10 of 11 | Total Record : 105