cover
Contact Name
Dwi Prasetyo
Contact Email
jibmsidaqu@gmail.com
Phone
+6282262639862
Journal Mail Official
jibmsidaqu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cipondoh Makmur Raya, RT.003/RW.009, Cipondoh Makmur, Kec. Cipondoh, Kota Tangerang, Banten 15148
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
ISSN : 27760782     EISSN : 27761053     DOI : 10.55252/annawawi.v1i1
Core Subject : Economy, Science,
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) is an electronic journal published by the Institut Daarul Quran Jakarta. The JIBMS journal is dedicated to the study of sharia business management that focuses on and covers the scope of business management, sharia business, sharia banking, sharia economics, sharia insurance, management philosophy, entrepreneurship, sharia accounting, fiqh muamalah, capital markets shariah, Islamic business ethics, microeconomics, macroeconomics, business communication, HR management, ziswaf management, operations & risk management, taxation, shariah capital market, Islamic monetary policy, business feasibility studies. Review processing using the system provided by OJS. It is published twice a year, in June and December. Editors accept contributions of articles in Indonesian that contain 2500-5000 words and have not been published by other media. Quote using APA style.
Articles 84 Documents
Mengapa Konsumen Bertahan? Minat Beli dan Loyalitas terhadap Produk Skincare Lokal Ni Putu Ari Krismajayanti; Made Ratih Nurmalasari; Putu Putri Prawitasari; Ida Ayu Putu Megawati
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v6i2.936

Abstract

The local skincare industry in Indonesia has experienced rapid growth alongside increasing public awareness of skin health and personal appearance. Although the level of local skincare product usage is relatively high, this phenomenon is not always accompanied by the formation of strong consumer loyalty toward specific brands. This study aims to analyze consumer purchase intention and loyalty toward local skincare products, as well as to identify the factors influencing the development of such loyalty.This research adopts a qualitative approach using in-depth interviews with eight informants who are users of local skincare products in Denpasar City. The data were analyzed through processes of data reduction, data display, and conclusion drawing in order to obtain a comprehensive understanding of consumer behavior.The findings indicate that consumer beliefs regarding product safety, suitability for skin type, perceived benefits, affordable pricing, and ease of access are the primary factors driving purchase intention toward local skincare products. Beliefs formed through positive usage experiences play a crucial role in encouraging repeat purchases and fostering consumer loyalty. These findings emphasize that loyalty toward local skincare brands is not solely determined by product quality, but is also shaped by perceptions of safety, relevance to local needs, and consistent usage experiences. This study is expected to contribute to the development of consumer behavior research and to serve as a strategic reference for stakeholders in the local skincare industry.
Analisis Penerapan Teknologi Informasi Fintech Syariah dalam Perspektif Maqashid Syariah di Era Ekonomi Digital Esthi Adityarini Esthi; Marzuki; Muhammad Rofiq; Subhiyanto; Dede Latipah
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v6i2.987

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya financial technology (Fintech) sebagai inovasi dalam sektor keuangan, termasuk pada layanan keuangan berbasis syariah. Fintech syariah hadir sebagai solusi alternatif yang menawarkan kemudahan, efisiensi, dan aksesibilitas transaksi keuangan dengan tetap berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Namun demikian, penerapan Fintech syariah perlu dikaji secara mendalam agar tidak hanya berorientasi pada aspek teknologi dan keuntungan ekonomi, tetapi juga selaras dengan tujuan utama syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Fintech syariah dalam perspektif maqashid syariah di era ekonomi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Fintech syariah berpotensi mendukung pencapaian maqashid syariah, khususnya dalam aspek penjagaan harta (ḥifẓ al-māl), penjagaan akal (ḥifẓ al-‘aql), dan penjagaan jiwa (ḥifẓ al-nafs), melalui peningkatan transparansi, keadilan transaksi, serta inklusi keuangan. Namun, tantangan berupa literasi keuangan syariah, pengawasan kepatuhan syariah, dan keamanan data masih perlu mendapatkan perhatian serius. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan dan penguatan praktik Fintech syariah yang berorientasi pada kemaslahatan dan keberlanjutan ekonomi digital.
Pengaruh Bahan Baku Dan Kinerja Operator Terhadap Tingkat Kualitas Produk Offset (Studi Kasus pada PT. National Label Umas Daya Manufacturer Tahun 2024) Siti Alpina Damayanti; Sulfarid; Rizki Dwi Anggraini; Fawwaz Raihan
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v6i2.1148

Abstract

Industri manufaktur mengalami pertumbuhan pesat disertai persaingan yang ketat, khususnya pada sektor percetakan offset. Kualitas produk menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing perusahaan. PT. National Label Umas Daya Manufacturer menghadapi inkonsistensi tingkat cacat produk pada tahun 2024 yang dipengaruhi oleh kualitas bahan baku dan kinerja operator yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan baku dan kinerja operator terhadap tingkat kualitas produk offset. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 61 karyawan departemen offset. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, serta uji hipotesis dengan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku dan kinerja operator berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas produk offset. Uji parsial menunjukkan masing-masing variabel berpengaruh signifikan, sedangkan uji simultan menunjukkan pengaruh bersama yang signifikan. Nilai Adjusted R² sebesar 0,639 menunjukkan bahwa 64% variasi kualitas produk dapat dijelaskan oleh bahan baku dan kinerja operator.
Analisis Aspek Lingkungan dalam Studi Kelayakan Bisnis: Studi Kasus Lumpur Lapindo oleh PT Lapindo Brantas Inc. Ibnu Haris; solehudin solehudin; Muhamad Nurman
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v7i1.250

Abstract

Studi kelayakan bisnis merupakan instrument strategis dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya pada sektor dengan resiko lingkungan tinggi seperti minyak dan gas bumi. Namun, dalam praktiknya, aspek lingkungan kerap diposisikan sebagai formalitas administratif dan belum terintegrasi secara subtantif dalam analisis kelayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek lingkungan dalam kerangka kelayakan bisnis melalui studi kasus PT Lapindo Brantas Inc. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal (Single Case Study) yang bersifat instrumental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas eksplorasi PT Lapindo Brantas Inc. telah melampui batas daya dukung dan daya tampung lingkungan, yang ditandai dengan degradasi tanah, pencemaran air tanah, dan badan air permukaan, serta kerusakan ekosistem yang bersifat kronis dan sulit dipulihkan. Kegagalan fungsi AMDAL sebagai instrument preventif, lemahnya manajemen resiko ekologis, serta munculnya eksternalitas negatif berskala masif mengindikasikan bahwa proyek tersebut tidak memenuhi kriteria kelayakan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegagalan menginternalisasi aspek lingkungan sejak tahap perencanaan telah membatalkan kelayakan bisnis secara menyeluruh.
Analisis Kinerja dan Daya Saing Perbankan Syariah di Era Digital: Tantangan dan Prospek di Indonesia Mahmud Syukri; Komarudin; Moh Rohim Suharyadi; Arie Haura; Endahrobiatuladawiah
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v7i1.774

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap industri keuangan secara fundamental, termasuk sektor perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja dan daya saing perbankan syariah di Indonesia di tengah era digitalisasi, serta mengidentifikasi tantangan dan prospek yang dihadapi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, artikel ini mengkaji bagaimana inovasi produk dan layanan berbasis teknologi (seperti mobile banking dan fintech syariah) memengaruhi efisiensi, pertumbuhan, dan pangsa pasar perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perbankan syariah memiliki landasan etika dan spiritual yang kuat, mereka menghadapi tantangan besar dalam hal literasi keuangan syariah yang masih rendah, infrastruktur teknologi yang belum merata, dan persaingan ketat dari bank konvensional serta financial technology (fintech) lainnya. Namun, digitalisasi juga membuka peluang besar untuk meningkatkan inklusi keuangan, menjangkau segmen pasar baru, dan mengoptimalkan efisiensi operasional. Diperlukan kolaborasi antara regulator, perbankan syariah, dan startup teknologi untuk menciptakan ekosistem yang lebih solid dan kompetitif.
Transformasi Konsep Dharibah dalam Fikih Muamalah: Relevansi Hukum Perpajakan Islam terhadap Tax Compliance di Indonesia Tb Rifat; Oyo Sunaryo Mukhlas; Atang Abdul Hakim
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v7i1.988

Abstract

Tingkat kepatuhan pajak di Indonesia masih rendah dengan tax ratio stagnan kisaran 10–11%, jauh di bawah standar ideal IMF sebesar 15%. Dalam masyarakat Muslim mayoritas, problematika ini semakin kompleks akibat ketegangan konseptual antara kewajiban zakat dan pajak. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi konsep dharibah dalam fikih muamalah dan relevansinya terhadap peningkatan kepatuhan pajak di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif yuridis-normatif dan teologis-normatif, penelitian mengkaji literatur fikih klasik-kontemporer, peraturan perpajakan Indonesia, dan data empiris kepatuhan pajak. Analisis komparatif tiga level normatif-filosofis, struktural-operasional, dan fungsional dilakukan untuk mengidentifikasi titik temu antara dharibah dan sistem perpajakan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dharibah mengalami transformasi signifikan berbasis maslahah mursalah. Terdapat kompatibilitas filosofis antara prinsip dharibah (al-adalah, al-yaqin, al-yusr, al-maslahah) dan asas perpajakan Indonesia. Integrasi nilai dharibah berpotensi meningkatkan kepatuhan pajak sukarela melalui legitimasi teologis yang mengubah persepsi wajib pajak Muslim dari sekadar kewajiban hukum menjadi ibadah. Model implementasi meliputi harmonisasi regulasi zakat-pajak, edukasi berbasis fikih muamalah, dan kolaborasi strategis antara Direktorat Jenderal Pajak dengan lembaga keagamaan.
Apakah Akad Ijarah Muntahiyah Bi al-Tamlik Sesuai Prinsip Keadilan Syariah? Amrudin; Hasna Mardanus; St Magfirah; Muhammad Ikhlas Supardin; Asep Saepudin Jahar
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v7i1.1146

Abstract

Apakah akad ijarah muntahiyah bi al-tamlik (IMBT) sesuai prinsip keadilan syariah?, sebagai salah satu model kontrak dalam keuangan Islam. Pada dasarnya, kontrak ini adalah kontrak hibrida yang menggabungkan sewa dan jual beli secara bersamaan sebagai respons terhadap kebutuhan bisnis. Melihat mekanisme detailnya, akad ijarah muntahiyah bi al-tamlik (IMBT) meninggalkan efek ketidakadilan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak jika kontrak tersebut gagal terpenuhi. Objek penelitian ini berupaya menyoroti mekanisme komprehensif kontrak akad ijarah muntahiyah bi al-tamlik (IMBT) dalam arti bahwa kontrak ini perlu ditinjau kembali atau diadaptasi ulang agar beban kedua belah pihak terbagi secara merata. Bertujuan untuk menganalisis kesesuaian implementasi akad ijarah muntahiya bittamlik (IMBT) di perbankan syariah. Metodologi penelitian ini menggunakan perspektif al-qawaid al-ushuliyyah dan al-qawaid al-fiqhiyyah. Data dikumpulkan menggunakan studi pustaka. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa akad IMBT adalah kategori hajah (kebutuhan) dalam merespon dinamika dan kompleksitas transaksi dalam bisnis. Namun kemaslahatan yang ada dalam IMBT perlu diletakkan pada kejelasan hak dan tanggung jawab yang komprehensif antara dua pihak (penjual dan pembeli). Implikasi penelitian ini menekankan perlunya penyempurnaan klausul akad, khususnya terkait transparansi hak opsi (hibah atau jual beli) bagi nasabah sejak awal kontrak, guna meminimalisir resiko sengketa. Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi regulator dalam memperkuat pedoman perlindungan konsumen.
Harmonisasi Regulasi Perbankan Syariah PBI No. 09/19/PBI/2007 Siti Zahra; Syahri Fahriyah Tri Kusuma Dewi; Fakhry Fadhil
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v7i1.1216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji harmonisasi regulasi perbankan syariah, khususnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 09/19/PBI/2007. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif melalui analisis sinkronisasi vertikal terhadap peraturan perundang-undangan dan sinkronisasi horizontal terhadap literatur serta fatwa terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi tersebut secara normatif telah mengakomodasi prinsip-prinsip utama syariah seperti keadilan ('adl), kemaslahatan (maslahah), dan keseimbangan (tawazun), serta melarang unsur riba, gharar, dan maysir. Namun, dalam tahap implementasi masih terdapat tantangan dan kesenjangan yang bersifat administratif-prosedural, seperti dominasi akad non-bagi hasil (khususnya murabahah bil wakalah tanpa disiplin verifikasi underlying asset), disparitas interpretasi antarlembaga, serta timbulnya risiko gharar siber pada ekosistem fintech syariah yang mengungkap adanya regulatory loophole. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan harmonisasi regulasi substantif-operasional melalui transformasi fungsi Dewan Pengawas Syariah (DPS) menjadi auditor substantif, penerbitan panduan teknis verifikasi aset lintas lembaga, diversifikasi akad bagi hasil, serta penguatan program literasi syariah nasional untuk menjaga kesesuaian antara hukum positif dan nilai-nilai syariah.
Analisis Pengaruh Market Share Perbankan Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (Studi Tren: 2015-2024) Fitra Dila Lestari Fitra; Siti Fatimah Zahra Siti Fatimah Zahra; Lathiefah Rabbaniyah Lathiefah Rabbaniyah
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v7i1.1219

Abstract

Indonesia holds significant potential in the development of Islamic banking; however, its market share had only reached 7.44% as of September 2024  far below the 15% target set by Bank Indonesia. Meanwhile, national economic growth has remained stagnant at around 5% over the past decade. This study aims to examine the effect of Islamic banking market share on Indonesia's economic growth over the period 2015–2024. The method employed is simple linear regression based on secondary time series data sourced from OJK and BPS, with Shapiro-Wilk normality testing, Durbin-Watson autocorrelation testing, and coefficient of determination analysis using SPSS 26. The findings indicate that Islamic banking market share has no significant effect on economic growth (sig. = 0.789 > 0.05), with an R² value of only 0.9%. This study contributes to strengthening the empirical evidence that the scale of Indonesia's Islamic banking sector remains too limited to meaningfully drive economic growth, while also serving as a basis for recommending that regulators accelerate the expansion of the Islamic finance industry through more aggressive and innovative policies.  
Rekonstruksi Prinsip Dasar Akad dalam Fiqih Muamalah: Perspektif Maqashid Syariah terhadap Transaksi Kontemporer Niswatin Mubarriroh; Anna Putri Syafitri; Muhammad Adi Adrian
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v7i1.1258

Abstract

Perkembangan transaksi kontemporer melalui digitalisasi ekonomi, financial technology, hybrid contract, dan sistem berbasis teknologi membawa perubahan signifikan terhadap praktik akad dalam fiqih muamalah. Konstruksi akad klasik yang cenderung legal-formal menghadapi tantangan akibat perubahan pola hubungan hukum dalam aktivitas ekonomi modern. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi prinsip dasar akad melalui pendekatan maqashid syariah agar relevan dengan transaksi kontemporer tanpa menghilangkan substansi nilai-nilai syariah. Penelitian ini menggunakan metode hukum Islam normatif dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan. Data diperoleh dari kitab fiqih klasik, literatur ekonomi syariah kontemporer, jurnal ilmiah, fatwa DSN-MUI, standar syariah, dan regulasi terkait transaksi digital. Analisis dilakukan melalui content analysis dan comparative analysis terhadap konsep akad klasik dan praktik transaksi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip dasar akad memiliki karakter fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan sosial-ekonomi. Rekonstruksi dilakukan melalui reinterpretasi ijab dan qabul dalam transaksi digital, penguatan kemaslahatan dan perlindungan harta, fleksibilitas akad dalam hybrid contract dan transaksi elektronik, serta penguatan etika dan keadilan. Rekonstruksi akad berbasis maqashid syariah dapat menjadi paradigma fiqih muamalah yang substantif, adaptif, dan responsif terhadap ekonomi digital modern.