cover
Contact Name
Koernia Nanda Pratama
Contact Email
koernia.pratama@unsoed.ac.id
Phone
+6285726284704
Journal Mail Official
jchd.unsoed@gmail.com
Editorial Address
JL. Dr.Soeparno, Karangwangkal, Karang Bawang, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Purwokerto, Jawa Tengah 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal of Community Health Development (JCHD)
ISSN : -     EISSN : 27232050     DOI : -
Jurnal of Community Health Development (JCHD) adalah jurnal pengembangan dan penerapan dalam bidang kesehatan berdasarkan IPTEKS yang menyediakan forum untuk pengabdian kepada masyarakat dan beasiswa pada semua bidang profesi kesehatan. Jurnal JCHD adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat peer-review ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Januari dan Juli) oleh Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia, bekerja sama dengan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia. Jurnal ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memahami intervensi keperawatan yang dapat di gunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yang kompleks serta menggunakan desain dan metode paling efektif yang sesuai untuk berbagai pertanyaan tentang pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal initelah memiliki Online ISSN 2723-2050 dan mencakup semua bidang kesehatan, di antaranya bidang keperawatan (keperawatan manajemen, keperawatan darurat dan kritis, keperawatan bedah medis, keperawatan kesehatan mental, keperawatan bersalin, keperawatan anak, keperawatan gerontologis, keperawatan komunitas, keperawatan pendidikan keperawatan keluarga, pelengkap, pengobatan alternatif (CAM) dan terapi komplementer dalam keperawanan); ilmu kesehatan masyarakat; ilmu kesehatan lingkungan; ilmu kesehatan farmasi; ilmu kesehatan gizi; ilmu pendidikan jasmani; kesehatan dan olahraga; ilmu kesehatan fisioterapi; ilmu kesehatan kebidanan; ilmu kesehatan anastesi; ilmu kesehatan kedokteran gigi; ilmu kesehatan kedokteran umum dan spesialis; ilmu kesehatan radiologi dan ilmu kesehatan lainnya yang relevan.
Articles 94 Documents
Aplikasi Smile Kids mHealth (Mobile Health) Sederhana dalam Perawatan Kesehatan Gigi Anak Rahmawati, Eni; Proverawati, Atikah; Ramawati, Dian
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 1 (2025): Vol 6 No 1 (2025): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.1.10573

Abstract

Prevalensi karies gigi sebanyak 92,6% pada kelompok anak-anak usia 5-9 tahun, dan sebanyak 81,1% pada kelompok umur 3-4 tahun. Masalah kesehatan gigi terutama karies gigi yang tidak segera ditangani pada anak akan menimbulkan rasa sakit atau nyeri bahkan terkadang demam yang menyebabkan anak akan sulit makan, kehilangan selera makan, sulit tidur, sulit berbicara, sulit berkonsentrasi saat belajar, sulit bersosialisasi karena malu mulut berbau dan mengganggu proses pengunyahan serta membutuhkan perawatan yang kontinyu Tujuan dari pengabdian ini adalah memberdayakan peran ibu, guru dan anak dalam melakukan perawatan kesehatan gigi. Sementara target khusus dalam pengabdian ini adalah membantu ibu, guru dan anak melakukan pengecekkan kesehatan gigi. Penerapan IPTEKS menggunakan Aplikasi Smile Kids. Mitra pengabdian adalah TKIT Harapan Bunda Purwokerto. Jumlah sasaran pengabdian adalah 84 orang. Pendekatan utama yang digunakan adalah sosialisasi ceramah, demonstrasi, diskusi dan pendampingan. Hasil penyuluhan dan transfer teknologi aplikasi menunjukkan adanya antusiasme, motivasi dan pengalaman yang bertambah bagi ibu dalam melakukan perawatan gigi pada anak. Aplikasi Smile Kids menjadi alternatif media edukasi promotif dan preventif untuk perawatan gigi pada anak.
Be a Life Saver; Training Manajemen Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk Remaja Karangtaruna Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja Kab. Banyumas Alivian, Galih Noor; Awaludin, Sidik; Hidayat, Arif Imam; Purnawan, Iwan
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 1 (2025): Vol 6 No 1 (2025): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.1.10596

Abstract

Olahraga merupakan suatu gaya yang bekerja pada tubuh atau sebagian dari tubuh yang melampui kemampuan tubuh untuk mengatasinya. Dari kegiatan olahraga tersebut bisa terjadi cedera, baik karena jatuh, benturan ataupun salah gerak. Cedera olahraga (sport injury) adalah segala macam cedera yang timbul, baik pada waktu latihan maupun pada waktu berolahraga (pertandingan) ataupun sesudah pertandingan. Cedera olahraga biasanya terkena pada bagian tulang, otot, tendo serta ligamentum. Metode RICE merupakan suatu metode penanganan cedera, yang bertujuan untuk mencegah cedera lebih lanjut dan mengurangi rasa nyeri. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan bekal keilmuan dalam bidang penanganan cedera olahraga dengan metode RICE pada remaja karangtaruna.
Pemberdayaan Lanjut Usia Dalam Mengatasi Depresi Melalui Terapi Aktifitas Kelompok Jalan Tandem Hartati, Hartati; Handoyo, Handoyo; Prasetyo, Herry
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 1 (2025): Vol 6 No 1 (2025): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.1.13061

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang sering dialami oleh lansia sehubungan dengan proses menua yang terjadi dalam siklus kehidupan. Depresi lanjut usia perlu mendapatkan penanganan yang cepat, tepat dan terstruktur dari support system yang ada dari lingkungan terdekat. Keluarga dan komunitas lansia harus memiliki kemampuan dasar untuk mengatasi stres dan depresi pada lansia. Latihan fisik jalan tandem dapat memberikan stimulus terhadap perbaikan mood karena dapat memperbaiki biosintesis serotonin di otak untuk menurunkan gejala depresi. Tujuan pengabmas ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan lanjut usia dan keluarga dalam mengatasi depresi pada lanjut usia. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan pelaksanaan pendidikan kesehatan tentang depresi lansia dan terapi aktifitas kelompok jalan tandem. Responden pengabdian masyarakat ini berjumlah 55 lanjut usia. Pendampingan dan monitoring keberlangsungan kegiatan dilakukan oleh tim pengabdi. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan menunjukan terdapat peningkatan jumlah responden yang mendapatkan skor baik dari 5 (9.1% ) responden pada pre test menjadi 44 (80%) pada post tests. Hal ini menunjukan terjadi peningkatan prosentase jumlah rseponden yang mendapatkan skor baik pada sesi pre dan post tes sebesar 70.9%
Pengaruh Pelatihan Promosi Koping Pada Kader Kesehatan di Desa Karangsalam Lor Baturraden Pratama, Koernia Nanda; Pramono, Wisnu Budi; Alivian, Galih Noor; Vitasari, Imaniar
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 1 (2025): Vol 6 No 1 (2025): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.1.13180

Abstract

Latar belakang: Masalah kesehatan hypertensi masih terus dicari cara untuk mencegah terjadinnya komplikasi yang dapat terjadi. Upaya promotive dan preventif melalui pelatihan kader mengenai upaya promosi koping. Tujuan: menerapkan IPTEKS teknik promosi koping pada kader kesehatan di desa guna mendukung peningkatan derajat kesehatan penderita hypertensi dan program penanggulangan penyakit tidak menular hypertensi di Masyarakat. Metode: Pengabdian kepada masyarakat berbasis riset dilakukan dengan metode pendidikan kesehatan dengan topik pelatihan promosi koping pada kader dalam rangka mencegah komplikasi hipertensi pada penderitanya. Peserta yang hadir sebanyak 40 orang. Hasil : Tingkat pengetahun kader tentang bagaiman cara melakukan praktik promosi koping untuk penderita hipertensi berada pada tingkat baik yaitu sebanyak 31 kader (82%) dan tingkat pengetahuan tentang hipertensi sudah mencapai 96% tingkat pengetahuan yang tinggi. Kesimpulan: pelatihan promosi koping untuk pencegahan komplikasi penderita hipertensi pada kader sangat penting dilakukan guna membekali pengetahuan dan ketrampilan kader sehingga mampu menerapkan promosi koping pada saat kunjungan ke penderita hipertensi. Dengan kader memiliki ketrampilan yang baik maka akan mampu mengaplikasikan promosi koping
Literasi Informasi Kesehatan Mental Pada Siswa/I Smp It Aulia Muara Bulian Rahim, Beny; Pramudiani, Dessy; Ekawati, Yun Nina; Iranda, Agung; Andriani, Annisa
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 1 (2025): Vol 6 No 1 (2025): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.1.13610

Abstract

The period of Junior High School (SMP) is a time of transitional growth. At this age, students experience rapid development in psychological, physical, and cognitive aspects. One of the characteristic at this stage is a heightened curiosity about many things, a love for adventure and challenges, and a vulnerability to risky behaviors due to still immature thinking. At this age, they strive to find answers to their questions by seeking information from various sources. Currently, information can be easily accessed through a wide range of available resources. However, the prevalence of information from unreliable sources can create problems if readers, especially adolescents, are unable to discern the truth of the information they receive. Therefore, strong literacy skills are needed to evaluate and verify the information they read. However, many students still lack these literacy skills, highlighting the urgency of educating them about mental health information literacy. To address this issue, students need to be provided with understanding through psychoeducational programs about the importance of mental health information literacy from trustworthy sources. The evaluation of the program will be conducted by administering pretests and posttests to measure participant’s understanding. From the evaluation, most of the participants had higher posttest’s scores, indicating an increase in their knowledge about mental health literacy skill. They also participating actively in the psychoeducation session, indicating an interest in program’s topic. So it can be concluded that psychoeducation program about mental health literacy is effective for increasing student’s mental health literacy in cognitive and affective aspect.
Peningkatan Kapasitas Karangtaruna Melalui Pelatihan Orienteering untuk Pengoptimalan Wisata Outbound kusuma, indra jati; Wahono, Bayu Suko; Nuryanto, Agung Benta Febria; Purwanti, Tuti; Pratama, Koernia Nanda; Heza, Fuad Noor
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 1 (2025): Vol 6 No 1 (2025): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.1.13661

Abstract

Generasi muda Desa Salamaerta Kecamatan Mandiraja Banjarnegara, yang tergabung dalam anggota Karangtaruna dan Pokdarwis, dibentuk dengan salah satu tujuannya sebagai unsur penggerak wisata olahraga. Permasalahan yang dihadapi; 1) Generasi muda belum banyak pelatihan untuk bisa membangun kerjasama tim, 2) Banyak pengunjung yang menginginkan adanya paket outbound dengan jelajah pandu arah dengan navigasi (Orienteering) sebagai daya tarik kegiatan outbound agar bisa menikmati objek wisata lebih lama. Kegiatan pengabdian ini tujuannya adalah agar anggota karangtaruna pengetahuan dan keterampilannya meningkat, dalam optimalisasi peran dan jelajah pandu arah dengan navigasi (Orienteering). Pelaksanaan kegiatan, dengan metode ceramah, diskusi, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini diikuti oleh 24 pemuda, terdiri 20 anggota kelompok karangtaruna ditambah 4 pemuda kelompok sadar wisata. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan karagtaruna tentang peran dan latihan jelajah pandu arah dengan navigasi (Orienteering). Ada peningkatan berdasarakan data hasil pre test dan post tes. Dengan Uji Paired Sampel T-Test, didapatkan nilai Sig.(2-tailed) <0.05. Kesimpulannya adalah untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pengunjung, pemuda karangtaruna di Desa Salamerta, Kecamatan Mandiraja, perlu melanjutkan kegiatan, dengan meningkatkan peran, memperbarui kemampuan dan pengetahuan terkait orienteering.
PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PEMBERDAYAAN KADER Triyanto, Endang; Dewanti, Kinantika Nur; Khanifah, Febi; Arsita, Nurul; Dewinta, Prestistya Crystal; Setiawati, Lusi; Fatah, Najib; Saputri, Fefinda Dian; Damayanti, Magista Ade; Muliyani, Anna; Murianti, Titin; Hotimah, Oti Nurul; Zaenudin, Arif
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 1 (2025): Vol 6 No 1 (2025): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.1.15828

Abstract

Background: Stunting remains a significant public health issue in Indonesia, with a national prevalence of 21.6% in 2022, far exceeding the WHO threshold of 20%. Preventing stunting requires a more holistic approach, including community empowerment, particularly involving health cadres. One potential intervention for children at risk of stunting is acupressure therapy, which is believed to enhance appetite, improve digestion, and strengthen immunity. Rationale for Topic Selection: This socialization program is crucial due to the relatively high number of toddlers at risk of stunting in Karangturi Village. Educating the community, particularly health cadres, about acupressure therapy as a method to improve appetite and digestion is important for stunting prevention. Methods: The methods employed in this outreach activity included health education, discussions, and live demonstrations. Objective: The primary objective of this activity was to empower health cadres in Karangturi Village through education and training in acupressure therapy as a community-based strategy for stunting prevention. Results: The evaluation showed a significant improvement in the cadres' knowledge of stunting prevention and acupressure therapy, as reflected in the post-test scores, which increased from 80% to 100%. Moreover, the cadres were able to successfully demonstrate the acupressure techniques they had been taught. Conclusion: This program effectively strengthened the cadres' capacity to deliver non-pharmacological interventions to prevent stunting within the community. It also fostered greater community involvement, especially among pregnant women and mothers of toddlers, in stunting prevention efforts. Despite challenges such as low participant attendance, the program proved to be effective and has the potential to be implemented sustainably in other villages as a model for community-based stunting prevention.
Be a Life Saver; Training Manajemen Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk Remaja Karangtaruna Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja Kab. Banyumas Alivian, Galih Noor; Awaludin, Sidik; Hidayat, Arif Imam; Purnawan, Iwan
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 2 (2025): Journal Of Community Health Development Terbitan Bulan Juli 2025
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.2.13143

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan dan keterampilan Bantuah Hidup Dasar (BHD) penting diajarkan tentang teknik dasar penyelamatan korban henti jantung dan henti nafas. Kesiapsiagaan yang tepat berupa pelatihan kepada Masyarakat khususnya remaja dalam pemberian bantuan hidup dasar sebagai upaya penanggulangan yang cepat dan tepat sehingga dapat meminimalisir kematian akibat henti jantung yang terjadi di Masyarakat khususnya di Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Tujuan: Melalui program penerapan IPTEK ini diharapkan para remaja karangtaruna mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang untuk peningkatan pengetahuan dan pemahaman remaja dalam memberikan pertolongan pada korban henti nafas dan henti jantung jika ada kejadian henti jantung dan henti nafas yang terjadi di lingkungan, ditunjukkan dengan peningkatan nilai skor pengetahuan saat dilakukan pre test dan post test. Metode: Program penerapan IPTEK ini dilakukan melalui pendidikan kesehatan berbasis kebutuhan melalui metode penyuluhan, diskusi, dan demonstrasi tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD). Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan adalah 25 orang yang terdiri dari beberapa remaja karangtaruna Desa Pamijen Kec. Sokaraja. Hasil: Kegiatan penyuluhan meningkatkan pengetahuan remaja karangtaruna, skor pengetahuan di ukur sebelum dan sesudah pemberian edukasi, nilai rata- rata pre test skor pengetahuan kader posyandu lansia adalah (52,8), sedangkan nilai rata- rata post test skor pengetahuan kader posyandu lansia (80). Hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara nilai skor pengetahuan remaja karangtaruna terhadap pemahaman tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kesimpulan: Program PKM penerapan IPTEK telah berjalan dengan lancar dan menghasilkan jasa berupa pemberian penyuluhan oleh para ahli di bidang kesehatan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Berkebun Sebagai Terapi Menurunkan Stres Lanjut Usia Di Panti Sosial Tresna Werdha Sukmana, Arief Wibawa; Nadirawati, Nadirawati; Bangun, Argi Virgona
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 2 (2025): Journal Of Community Health Development Terbitan Bulan Juli 2025
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.2.15678

Abstract

Lanjut usia merupakan kelompok rentan yang berisiko mengalami stres akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Keterbatasan aktivitas serta kurangnya interaksi sosial di panti werdha seringkali memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia melalui terapi berkebun sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis untuk menurunkan tingkat stres. Kegiatan dilaksanakan di Panti Werdha Asuhan Bunda Bandung, sebanyak 24 lansia, dengan metode pelatihan berkebun, dan praktik langsung yang disesuaikan dengan kemampuan fisik lansia. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner DASS sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan tingkat stres, peningkatan semangat, serta keterlibatan aktif lansia dalam kegiatan berkebun. Terapi berkebun terbukti memberikan manfaat tidak hanya secara psikologis tetapi juga meningkatkan kualitas hidup lansia. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan di panti werdha sebagai bagian dari intervensi promotif dan preventif dalam keperawatan komunitas.
Pemberdayaan Kelompok Peduli Ginjal (Poklinjal) Dalam Pencegahan Penyakit Gagal Ginjal Kronis Handoyo, Handoyo; Hartati, Hartati; Prasetyo, Herry
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 2 (2025): Journal Of Community Health Development Terbitan Bulan Juli 2025
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.2.16725

Abstract

The kidneys are organs that function to maintain blood composition, control the balance of body fluids and electrolytes and the production of hormones and enzymes that control blood pressure. Through education and updating information about kidney health, it is hoped that the incidence and mortality rate of chronic kidney disease in the community can be reduced. The purpose of this community service is to improve the knowledge and skills of health cadres about preventing chronic kidney disease in all age groups in the community. The community service method is carried out by providing education about kidney health through lectures and interactive discussions. Assistance and monitoring of activities are carried out by the community service team. The results of the evaluation of the implementation of the activity showed an increase in the number of respondents who scored well from 2 (6.6%) during the pre-test to 25 respondents (83.3%) in the post-test. This shows an increase in the percentage of respondents who scored well in the pre- and post-test sessions by 76.7%.

Page 9 of 10 | Total Record : 94