cover
Contact Name
Siti Aisyah Saridu
Contact Email
jsalamata@poltekkpbone.ac.id
Phone
+6285396483654
Journal Mail Official
jsalamata@poltekkpbone.ac.id
Editorial Address
Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone Jl. Sungai Musi Km 9 Kelurahan Waetuwo Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Salamata
ISSN : 26155753     EISSN : 29636493     DOI : http://dx.doi.org/10.15578/salamata
Jurnal Salamata menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam lingkup perikanan tangkap, budidaya perikanan, manajemen sumber daya perikanan, sosial ekonomi perikanan
Articles 60 Documents
NILAI PARAMETER KUALITAS AIR PADA PEMELIHARAAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) Astiyani, Wahyu Puji; Humaira, Fatma; Febriani, Vini Taru; Akbarurrasyid, Muhammad; Prama, Ega Aditya
Jurnal Salamata Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v6i1.13647

Abstract

Kualitas air merupakan salah satu indikator yang sangat mempengaruhi keberhasilan pemeliharaan lobster. Sumber air merupakan pertimbangan yang sangat penting dalam pemeliharaan lobster air tawar (Cherax quaricarinatus) karena untuk memelihara lobster air tawar memerlukan air yang cukup, serta  air  yang digunakan harus berkualitas baik sehingga pertumbuhan lobster menjadi lebih cepat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui nilai parameter kualitas air pada pemeliharaan lobster air tawar (Cherax quaricarinatus). Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengukur parameter kualitas air yang meliputi suhu, derajat keasaman (pH), Dissolved Oxygen (DO), amoniak dan total alkalinitas. Nilai rata-rata parameter kualitas air pada tandon meliputi suhu dengan nilai 26-28°C; pH dengan nilai 6-7 ppm; DO dengan nilai 3,3-6,8 ppm; amoniak dengan nilai 0; dan total alkalinitas dengan nilai 297,4-310,6 ppm. Nilai rata-rata parameter kualitas air pada kolam pemeliharaan meliputi suhu dengan nilai 26-32°C; pH dengan nilai 6,5-8,4 ppm; DO dengan nilai 57,4 ppm; amoniak dengan nilai 0.01 ppm; dan total alkalinitas dengan nilai 304,2-339,6 ppm. Nilai rata-rata pada kolam IPAL meliputi suhu 26,4-29,4°C; pH dengan nilai 7,4-8 ppm; DO dengan nilai 5,3-7,6 ppm; amoniak dengan nilai 0.01 ppm; dan total alkalinitas 332,971-351,6 ppm.
Karakteristik Unit Penangkapan Ikan dengan Pancing Ulur di Perairan Teluk Bone Baroqi, Riza; Timur, Putra Satria; Rumpa, Arham
Jurnal Salamata Vol 5, No 2 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v5i2.13572

Abstract

Pancing ulur (hand-line) merupakan alat tangkap ikan yang cukup menjadikan ikan tuna sebagai target utama dalam proses penangkapanya.  Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan karakteristik pancing ulur yang meliputi konstruksi kapal, alat tangkap, metode pengoperasian, umpan yang digunakan  dan alat bantu penangkapan berupa   rumpon yang digunakan nelayan Teluk Bone. Pengumpulan data berupa observasi dan wawancara terkait karakteristik pancing ulur. Hasil observasi menunjukkan bahwa karakteristik pancing yang berbasis di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Lonrae Kabupaten Bone, ukuran kapal berkisar 7 sampai 20 GT dengan lama operasi 7 sampai 15 hari/trip, konstruksi alat tangkap terdiri atas penggulung, tali pancing utama, kili-kili dan tali pancing kedua. Umpan yang digunakan adalah cumi-cumi, ikan tongkol, layang dan umpan tiruan sedangkan dalam pengoperasiannya menggunakan rumpon sederhana dengan konstruksi rumpon yang digunakan terdiri dari rakit pelampung, atraktor ikan, tali jangkar, tali pemberat dan pemberat. Hasil tangkapan pancing ulur pada areal rumpon didominasi oleh tuna sirip kuning (Thunnus albacares), tuna mata besar (Thunnus obesus), cakalang (Katsuwonus pelamis) sedangkan tangkapan sampingan yaitu ikan SWO (ikan pedang), BLM (black marlin) dan Spesies DOL (mahi-mahi/lamadang).
Identifikasi Infeksi Virus pada Benur Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Provinsi Bali Anwar, Anwar; Safitri, Diah Ayu
Jurnal Salamata Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v6i1.14103

Abstract

Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan udang yang bernilai ekonomis tinggi, yang ditetapkan sebagai salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya. Penyakit White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Taura Syndrome Virus (TSV) keduanya sangat ganas, serta dapat mengakibatkan kematian yang tinggi pada udang budidaya. Kajian terkait infeksi virus WSSV dan TSV pada komoditas benur udang yang akan dilakukan pengiriman ke luar Provinsi Bali perlu untuk dilakukan, mengingat dampak yang bisa ditimbulkan oleh virus tersebut. Kajian ini dilakukan di Laboratorium Pengujian Balai KIPM Denpasar pada bulan Maret tahun 2024. Sampel uji yaitu benur udang vaname yang diperoleh dari sentra pembenihan udang vaname yang berada di kawasan Kecamatan Gerokgak dan Seririt Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Sistem pembenihan benur udang vaname yang dilakukan bersifat semi intensif dan intensif. Benur udang vaname yang dihasilkan merupakan benur unggul Specific Pathogen Free (SPF) dan Specific Pathogen Resisten (SPR). Teknik uji sampel dengan menggunakan teknik polymerase chain reaction (PCR). Analisis data menggunakan rumus penghitungan prevalensi. Hasil pengujian PCR pada sampel benur, menunjukkan negatif infeksi WSSV dan TSV. Hasil perhitungan prevalensi pada kedua virus dalam rentang waktu tahun 2022-2023 juga menunjukkan angka nol nol atau tidak ditemukan kasus infeksi dari ke dua virus tersebut. Kegiatan pencegahan terhadap tersebarnya hama dan penyakit ikan karantina, baik masuk maupun keluar dari wilayah Provinsi Bali perlu dilakukan untuk menjamin mutu komoditas benur udang vaname, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan cara budidaya ikan yang baik, sistem manajemen rantai pasokan, dan sistem penelusuran keamanan pangan.
Hasil Tangkapan Ikan pada Alat Tangkap Purse Seine dengan Durasi Penyinaran Lampu Berbeda di WPP-NRI 718 Laut Arafura Rahmatang, Rahmatang; Renitasari, Diana Putri; Kasim, Muh
Jurnal Salamata Vol 7, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v7i1.16022

Abstract

Laut Arafura di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 718 merupakan salah satu daerah penangkapan ikan pelagis yang penting karena memiliki potensi sumber daya ikan yang melimpah. Salah satu teknik yang digunakan untuk meningkatkan hasil tangkapan dengan alat tangkap purse seine adalah pencahayaan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh dua durasi penyinaran cahaya, yaitu 500 menit dan 600 menit, terhadap hasil tangkapan ikan. Penelitian dilakukan selama tiga bulan (Desember 2023 – Februari 2024) di atas kapal KMN. Agung Sobrah yang beroperasi di WPP 718. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan masing-masing perlakuan diulang enam kali. Data dianalisis menggunakan uji-t dua sampel independen (α = 0,05) dan analisis deskriptif untuk komposisi jenis ikan. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan jumlah hasil tangkapan antara dua durasi penyinaran (P0,143<0.05). Namun, terdapat variasi jenis ikan yang tertangkap tiap bulan. Dengan demikian, durasi penyinaran 500–600 menit tidak memengaruhi jumlah tangkapan secara nyata, tetapi berpengaruh terhadap komposisi spesies. Penelitian lanjutan perlu mempertimbangkan faktor lingkungan perairan.The Arafura Sea, located within Indonesia’s Fisheries Management Area of the Republic of Indonesia (WPPNRI) 718, is one of the key fishing grounds for pelagic fish species because it has abundant fish resource potential. One method used to enhance the effectiveness of purse seine fishing in this area is the application of artificial lighting. This study aimed to compare the effect of two different lighting durations—500 minutes and 600 minutes—on fish catch performance. The research was conducted over three months (December 2023– February 2024) aboard the KMN Agung Sobrah, operating in WPP 718. A field experiment approach was used, with each treatment replicated six times. Data were analyzed using an independent two-sample t-test (α = 0.05) and descriptive analysis to assess species composition. The results showed no significant difference in total catch between the two lighting durations (P = 0.143). However, variations in species composition were observed across months. Thus, while lighting duration between 500 and 600 minutes did not significantly affect total catch volume, it influenced the types of species caught. Further research should consider oceanographic and behavioral factors to better understand these outcomes.
Komposisi dan Ukuran Ikan Hasil Tangkapan Pukat Cincin di Pangkalan Pendaratan Ikan Pontap, Palopo, Sulawesi Selatan Abu Ziyad, Imran; Adha, Aidil; Asia, Asia; Rumpa, Arham; Soghirun, Muh.; Darondo, Franky Adrian
Jurnal Salamata Vol 7, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v7i1.15545

Abstract

Pengoperasian pukat cincin oleh nelayan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pontap menimbulkan persaingan yang sangat tinggi dalam kegiatan penangkapan ikan. Persaingan ini tentunya dapat memunculkan kekhawatiran terjadinya penangkapan ikan berlebihan (overfishing) tanpa memperhatikan kelayakan ukuran ikan hasil tangkapan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan kesesuaian ukuran ikan hasil tangkapan kapal pukat cincin di PPI Pontap. Penelitian dilaksanakan di PPI Pontap dari tanggal 13 Agustus – 12 Oktober 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional dan analisis datanya secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan komposisi hasil tangkapan pukat cincin di PPI Pontap ada 6 jenis ikan yaitu kembung perempuan 9.252 kg (25,47%), kembung lelaki 2.034 kg (5,60%), tembang 3.060 kg (8,42%), layang 19.980 kg (55%), cakalang 1.080 (2,97%) dan selar tetengkek 920 kg (2,53%). Berdasarkan ukuran panjang tubuh ikan pertama kali matang gonad, maka ikan kembung lelaki, ikan kembung perempuan dan ikan layang layak tangkap sedangkan ikan cakalang, ikan selar tetengkek dan ikan tembang tidak layak tangkap.The operation of purse seine by fishermen at the Pontap Fish Landing Base creates very high competition in fishing activities. This competition can certainly raise concerns about overfishing without considering the appropriateness of the size of the fish caught. Therefore, this study aimed to determine the composition and suitability of the size of the fish caught on purse-seine vessels at the Pontap Fish Landing Base. The study was conducted at the Pontap Fish Landing Base from August 13 to October 12, 2024. The research method used was observational, and the data analysis was descriptive. The results of the study showed that the composition of the purse seine catch at the Pontap Fish Landing Base consisted of 6 species of fish, namely shortbodied mackerel 9,252 kg (25.47%), indian mackerel 2,034 kg (5.60%), sardine 3,060 kg (8.42%), mackerel scad 19,980 kg (55%), skipjack tuna 1,080 (2.97%) and torpedo scad 920 kg (2.53%). Based on the length of the fish’s body when the gonads first mature, shortbodied mackerel, indian mackerel, and mackerel scad are suitable for catching. In contrast, skipjack tuna, sardine, and torpedo scad are not suitable for catching.
Kinerja Produksi Ikan Nila Salin dengan Sistem Budidaya Bioflok pada Kolam Terpal di Daerah Istimewa Yogyakarta Muktitama, Asih Makarti; Hendra, Diduk Kristina; Kusuma, Yoga Feri; Lazuardi, Bimastya; Kuswandi, Agasthya; Nugrahawati, Anis; Taufik, Imam; Kurniawan, Arga
Jurnal Salamata Vol 7, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v7i1.15424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pertumbuhan ikan nila salin yang dibudidaya dengan sistem bioflok. Karena sistem bioflok dinilai dapat menghemat penggunaan pakan, meningkatkan produktivitas budidaya, menghemat penggunaan air, dan dapat dilakukan dengan menggunakan kolam terpal atau kolam bulat. Ikan nila salin yang digunakan memiliki bobot rata-rata 10,6±0,48 gram. Penelitian ini dilakukan selama 90 hari. Penelitian ini dilakukan dengan 2 perlakuan, yaitu perlakuan A (pemeliharaan nila salin dengan sistem bioflok) dan perlakuan B (pemeliharaan nila salin tanpa sistem bioflok). Masing masing perlakuan memiliki 7 ulangan. Data yang diperoleh selama penelitian selanjutnya diuji statistika mengunakan SPSS versi 16.1 sedangkan uji T-Test digunakan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara perlakuan yang diberikan. Berdasarkan uji statisika diketahui bahwa laju pertumbuhan bobot rata-rata ikan antara perlakuan A dan B adalah tidak berbeda nyata. Sedangkan untuk rasio konversi pakan dan tingkat kelangsungan hidup memiliki hasil yang bebeda nyata, dimana perlakuan A lebih baik dari pada perlakuan B dengan nilai rasio konversi pakan perlakuan A sebesar 1,06 dan tingkat kelangsungan hidup 98%. Berdasarkan hasil penelitian ini maka budidaya nila salin sebaiknya dilakukan dengan sistem bioflok agar dapat menghemat pengunaan pakan dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik.This study aims to analyze the growth performance of saline tilapia fish cultivated with the biofloc system. Because the biofloc system is considered to be able to save feed usage, increase cultivation productivity, save water usage, and can be done using tarpaulin ponds/circular ponds. The saline tilapia fish used had an average weight of 10.6 ± 0.48 grams. This study was conducted for 90 days. This study was conducted with 2 treatments, namely treatment A (maintenance of saline tilapia fish with a biofloc system) and treatment B (maintenance of saline tilapia fish without a biofloc system). Each treatment has 7 replications. The data obtained during the study were then tested statistically using SPSS version 16.1, while the T-Test was used to determine whether there was an effect between the treatments. This indicates that the growth performance of saline tilapia fish in treatment A and treatment B was not significantly different. Meanwhile, for the feed conversion ratio and survival rate, the results were significantly different, where treatment A was better than treatment B with a feed conversion ratio value of treatment A of 1.06 and a survival rate of 98%. Based on the results of this study, saline tilapia cultivation should be carried out with a biofloc system to save feed usage and achieve a better survival rate.
Kinerja Pertumbuhan Ikan Sidat (Anguilla sp.) Stadia Glass Eel pada Media Kolam Terpal Nisa, Andina Chairun; Apriawan, Nanang; Ritonga, Lusiana
Jurnal Salamata Vol 7, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v7i1.15762

Abstract

Ikan sidat termasuk ikan konsumsi potensial yang memiliki daya tarik baik di dalam maupun luar negeri. Budidaya benih ikan sidat (stadia glass eel) memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah wadah pemeliharaan yang digunakan. Kolam beton sering digunakan sebagai wadah pemeliharaan, namun dibutuhkan biaya yang cukup besar dalam pembuatannya. Alternatif yang digunakan dalam budidaya benih ikan sidat yaitu menggunakan kolam terpal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kinerja pertumbuhan benih ikan sidat pada stadia glass eel pada media kolam terpal. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan mutlak dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil yang didapatkan selama kegiatan penelitian dengan masa pemeliharaan 25 hari menunjukkan bahwa benih ikan sidat mengalami pertumbuhan dengan pertumbuhan tertinggi terdapat pada kolam A. Namun kolam A menunjukkan tingkat kelangsungan hidup ikan sidat terendah, yakni sebesar 82,5%. Kolam B dan C masing-masing memiliki tingkat kelangsungan hidup sebesar 98,4% dan 99,8%. Secara keseluruhan dalam masa pemeliharaan di kolam terpal, benih ikan sidat dapat tumbuh dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan tingkat kelangsungan hidup pada kolam beton berdasarkan penelitian sebelumnya.Eel (Anguilla spp.) is considered a potential species for human consuption with significant market appeal both domestically and internationally. However, culturing juvenile eels, specifically at the glass eel stage, presents unique challenges. One such challenge lies in the choice of rearing containers. Concrete ponds are frequently used for this purpose but incur substantial construction costs. As an alternative, tarpaulin ponds offer a more cost-effective option for glass eel culture.The objective of this study was to evaluate the growth performance of glass eels reared in tarpaulin ponds. The variables observed included absolute weight gain, absolute length gain, absolute growth rate, and survival rate. Over a 25-day rearing period, the results indicated that the glass eels exhibited growth, with the highest growth observed in Pond A. However, Pond A had the lowest survival rate for eel larvae, at 82.5%. In contrast, Pond B and Pond C demonstrated significantly higher survival rates of 98.4% and 99.8%, respectively. Overall, during the rearing period in tarpaulin ponds, the glass eels showed positive growth and higher survival rates compared to those previously reported for concrete ponds.
Analysis of Tilapia (Oreochromis niloticus) Production Management at the Freshwater Fish Seed Center, Bontomanai Village, Bontomarannu District, Gowa Regency Irawati, Arwita Ira; Azizah, Wafiq
Jurnal Salamata Vol 7, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v7i1.15722

Abstract

One of the areas for the development of Nile fish cultivation activities is the Fish Seed Center in Bontomarannu District, Bontomanai Village, Gowa Regency. The potential in this area is very high due to geographical, social, and demographic factors. This study aims to understand the application of management functions in Nile fish production at the Fish Seed Center conducted by the respondents. This research was conducted from March to April 2025. The collected data includes observations, namely direct observations at the Freshwater Fish Seed Center, covering activities from breeding, maintenance, to the distribution of tilapia. This is followed by direct interviews with involved parties such as the head of the center and field staff, which are then analyzed descriptively qualitatively. The research results show that the Production Management at the Bontomanai Fish Seed Center is performed well and is based on several stages including the receipt of raw materials, pond construction, land preparation, and harvesting. The planning conducted includes the drying of the base soil, processing of the base soil, pond embankment, pond depth, liming, fertilizing, filling water, selecting Nile Tilapia broodstock, spawning the broodstock, mass spawning, harvesting, and marketing. In terms of organizing function, detailed tasks have been outlined for each existing worker. The supervision process is carried out in feeding and monitoring for diseases.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN PRODUK BAKSO DAN NUGGET DI KABUPATEN BONE Jumadil, Jumadil
Jurnal Salamata Vol 7, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v7i1.16875

Abstract

UMKM diversifikasi olahan ikan produk bakso dan nugget ikan, merupakan bagian dari kelompok pengolahan dan pemasaran ikan (Poklahsar). Pengelolaan usaha tersebut umumnya dilakukan dengan sistem manajemen berbasis kekeluargaan.  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kondisi dan merumuskan strategi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak dalam diversifikasi produk olahan ikan, khususnya bakso dan nugget, di Kabupaten Bone. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, penggunaan kuesioner, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif. Selanjutnya, metode analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh UMKM. Berdasarkan hasil analisis SWOT, metode QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) diterapkan untuk menentukan prioritas strategi yang paling efektif dalam pengembangan usaha pengolahan bakso dan nugget ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha bakso ikan dan nugget ikan di Kabupaten Bone memiliki karakteristik usaha yang cukup mapan, dengan seluruhnya telah menjalankan bisnis selama lebih dari 5 tahun. Benefit Cost Ratio mereka lebih dari 1, menandakan usaha ini layak dikembangkan. Tenaga kerja produktif sebesar 98,61%. Tingkat pendidikan pelaku usaha sebagian besar SD  dan SMP, dengan persentase mencapai 91,43%. Strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan UMKM diversifikasi olahan ikan meliputi: menjalin kemitraan dan mendapatkan dukungan dari pemerintah serta sektor swasta untuk mempromosikan dan mengembangkan usaha. Kedua, meningkatkan kapasitas UMKM melalui program pelatihan dan penyuluhan yang diadakan oleh instansi atau lembaga terkait. Ketiga, menerapkan inovasi teknologi terbaru dalam proses pengolahan dengan memperbarui sarana dan prasarana. Keempat, mengoptimalkan efisiensi biaya produksi tanpa mengorbankan harga jual produk. Terakhir, memastikan kelengkapan perizinan dan legalitas usaha agar operasional berjalan lancar dan sesuai regulasi.
Pemetaan Sebaran Klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut (SPL) Menggunakan Data Citra Aqua Modis Pada Musim Barat dan Musim Timur di Perairan Teluk Tomini Suryadi, Lalu Penta Febri; Amiluddin, Muchtar; Arafat, Yasser; Bahanan, Suci Andriana
Jurnal Salamata Vol 6, No 2 (2024): Desember
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v6i2.13211

Abstract

Klorofil-a dan suhu permukaan laut bisa menjadi salah satu indikator kesububuran perairan. Oleh Karena itu, sebarannya perlu diketahui untuk dapat dimanfaatkan lebih lanjut, penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran klorofil-a dan suhu permukaan laut di Teluk Tomini pada musim barat dan musim timur. Metode yang digunakan adalah pengindraan jarak jauh dengan menggunakan data citra. Sebaran klorofil-a di perairan Teluk Tomini pada musim barat (Desember-Februari) relatif lebih tinggi yaitu 0.23 mg/m³-0.27 mg/m³, sedangkan pada musim timur (Juni-Agustus) nilai rata-ratanya berkisar antara 0.20 mg/m³-0.25 mg/m³. Nilai klorofil pada musim barat lebih tinggi dari pada mada musim timur. Suhu pada musim barat (Desember-Februari) yaitu 30,40–30,53°C, sedangkan pada musim timur (Juni-Agustus) berkisar antara 30,08–30,7°C. Kisaran suhu pada musim timur lebih tinggi dari pada musim barat. Tingkat klorofil-a perairan lebih tinggi di perairan yang dekat dengan daratan dari pada yang jauh dari daratan. Suhu permukaan laut di bagian dalam Teluk Tomini cenderung lebihtinggi dari pada di teluk bagian luar.