cover
Contact Name
Ferawati Suzalin
Contact Email
ferawati@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281377677902
Journal Mail Official
jpharm@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi Jl. Sukabangun 1 No.1159, Suka Bangun, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi
ISSN : 28293711     EISSN : 28292162     DOI : https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i2.1238
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Farmasi JKPharm diterbitkan oleh Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang
Articles 122 Documents
EFEKTIVITAS KOMPRES PANAS DAN DINGIN TERHADAP NYERI DISMENORE Aulianshah, Vonna; Nafisa, Azwa; Rizka, Ramaza; Silviana, Ernita; Pamudi, Berwi Fazri
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2829

Abstract

Metode: Penelitian eksperimental ini melibatkan 20 responden yang dibagi ke dalam dua kelompok intervensi. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian kompres panas (40–45°C) atau kompres dingin (15–18°C) selama 15 menit. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-test dan Independent T-test. Hasil: Baik kompres panas maupun dingin secara signifikan menurunkan tingkat nyeri (p < 0,05). Namun, penurunan rata-rata skala nyeri lebih besar pada kelompok kompres panas (4,40) dibandingkan dengan kompres dingin (1,20). Hasil uji Independent T-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua intervensi (p = 0,001), dengan kompres panas lebih efektif. Kesimpulan: Kompres panas dan dingin sama-sama efektif dalam mengurangi nyeri dismenore, namun kompres panas terbukti lebih efektif berkat efek vasodilatasinya yang meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi ketegangan otot.
EVALUASI PEMBERIAN KONSELING OBAT OLEH APOTEKER TERHADAP PASIEN RAWAT JALAN DI KLINIK SEHAT ZAM ZAM KOTA PALOPO Muslimin, Muhammad Ashar; Erawaty, Erna; Hardiyanti, Andy Sry
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2833

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Klinik Sehat Zam Zam adalah Salah Satu Klinik Pratama yang berada di Kota Palopo melayani pasien Rawat Inap maupun Rawat Jalan yang memeiliki beberapa pelayanan poli seperti Poli Gigi, Poli Umum, Poli KIA, Poli KB dan Poli Gizi. Pemberian Konseling Obat sangat bermanfaat bagi pasien yang menerima obat agar dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien terkait terapi yang diberikan oleh dokter. Apoteker merupakan salah satu tenaga profesi kesehatan yang membantu dalam memberikan konseling terkait terapi yang diberikan agar obat yang dikonsumsi oleh pasien bisa aman dan efektif. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian secara desktriptif dengan menggunakan data primer. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien-pasien Rawat Jalan yang berobat di Klinik Sehat Zam-Zam Pada Bulan februari – Maret 2025. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mencatat dan mengamati dengan menggunakan chekclist yang berisi tentang komponen-komponen informasi Obat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar konseling obat oleh apoteker di Klinik sehat Zam-Zam menunjukkan hasil 100 % pada pemberian informasi nama obat, dosis obat, Cara penggunaan Obat, sediaan obat dan Indikasi Obat. Pada Konseling Obat tidak dilakukan seluruhnya terkait informasi Penyimpanan 91,2%, Kontra Indikasi Obat 81,2%, Stabilitas Obat 87,7%, Efek Samping Obat 83,7% dan Interaksi Obat 82,5 %. Kesimpulan: Pemberian Konseling Obat Oleh Apoteker sangat perlu dilakukan di pelayanan kesehatan karena sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan demi tercapainya outcame terapi yang diharapkan yaitu kesembuhan pasien. Kata kunci : Konseling Obat, Apoteker, Pasien Rawat Jalan, Klinik. ABSTRACT Background: Zam Zam Healthy Clinic is One of the primary clinics in Palopo City serving intpatients and outpatients who have several poly services such as dental clinic, general clinic, MCH Clinic, Family planning clinic and Nutrition Clinic. Drug counseling is very useful for patients who receive drugs in order to increase the patient’s knowledge and understanding of the therapy provided by the doctor. Pharmacist are one of the health profeessionals who assist in providing counseling related to the therapy provided so that the drugs consumed by patients can be safe and effective. Methods: This study is a descriptive study using primary data. the samples used in this study were outpatients who sought treatment at the zam zam healthy clinic in february – maret 202. Data collection in this study was carried out by recording and observing using a cheklist containing the components of drug infromation. Results: the results showed that the standard of drug counseling by pharmacist at the zam zam healthy clinic showed 100 % results in providing information on drug names, drug doses, how to use drugs, drug preparations and drug indications. Drug counseling was not carried out entirely related to Prescribing 91,2%, Contra indications of drugs 81,2%, drug stability 87.7%, side effects of drugs 83,7 %, and drug interactions 82,5%. Conclusion:Drug Counseling by pharmacist is very necessary to be carried out in health services because it is very useful for increasing understanding and knowledge in order to achieve the expected theraupetic outcame, namely patient recovery. Keywords : Medication Counseling, Pharmacist, Outpatient, Clinic.
ANALISIS PENGARUH KELENGKAPAN OBAT, FASILITAS APOTEK, KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN APOTEK K-24 JAJAG Arifiani, Lia Novi; Sari.S, Made Dwike; Yasa, Gede Trima
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2838

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan di apotek dan kepuasan muncul apabila pelayanan melebihi atau sesuai dengan harapan, kekecewaan timbul apabila pelayanan berada di bawah harapan.kefarmasian terhadap kepuasan pasien di Apotek K-24 Jajag. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelengkapan obat, fasilitas apotek, dan kualitas pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien di Apotek K-24 Jajag. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 90 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dilengkapi dengan wawancara dan observasi langsung. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap kelengkapan obat, fasilitas apotek, dan kualitas pelayanan berada dalam kategori baik hingga sangat baik. Uji bivariat menunjukkan bahwa fasilitas apotek (p=0,000; r=0,679) dan kualitas pelayanan kefarmasian (p=0,000; r=0,386) memiliki pengaruh yang signifikan dan kuat terhadap kepuasan pasien. Sebaliknya, kelengkapan obat tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (p=0,395; r=0,091). Kesimpulan: Peningkatan fasilitas apotek dan kualitas pelayanan kefarmasian memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kepuasan pasien, sementara kelengkapan obat bukan merupakan faktor dominan dalam konteks ini. Kata kunci : Kepuasan Pasien, kelengkapan obat, fasilitas apotek, pelayanan kefarmasian, apotek k-24 jajag
PENGARUH INTERVENSI MEDICAL TABLE TERHADAP PENGENDALIAN GULA DARAH DAN KEPATUHAN OAD DM TIPE 2 DI RUMAH SAKIT GANESHA Widyantari, Kadek; Santi, Made Dwike Swari; Putri, Melista
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2848

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang semakin meningkat prevalensinya dan memerlukan perhatian serius dalam pengelolaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh intervensi menggunakan medical table terhadap pengendalian gula darah dan kepatuhan terhadap penggunaan obat oral antidiabetes (OAD) pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design, dilakukan di Rumah Sakit Ganesha selama tiga bulan dengan mengambil data rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Responden yang bersedia berpartisipasi telah menandatangani formulir persetujuan (informed consent). Data diukur dengan menggunakan Brief Medication Questionnaire (BMQ) dan pengecekan gula darah berkala sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi menggunakan medical table secara signifikan meningkatkan pengendalian gula darah serta kepatuhan pasien dalam menggunakan OAD. Data analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam parameter gula darah dan skor kepatuhan setelah intervensi, yang mendukung hipotesis bahwa intervensi berpengaruh positif. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan medical table sebagai intervensi efektif dalam meningkatkan pengendalian gula darah dan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2.
PROFIL METABOLIT DAN PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR IN VITRO EKSTRAK ETANOL DAUN MURBEI (Morus alba L.) SEBAGAI TABIR SURYA Tania, Alinda; Agustin, Yeni
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2878

Abstract

Besarnya kemampuan tabir surya untuk melindungi kulit ditentukan melalui nilai SPF yang menyatakan lamanya kulit seseorang berada dibawah sinar matahari tanpa mengalami sengatan surya. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan nilai SPF dari ekstrak etanol daun murbei (Morus alba L.). Daun murbei memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, polifenol dan terpenoid yang mempunyai peranan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menetahui potensi penggunaan ekstrak etanol daun murbei sebagai tabir surya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan penentuan nilai SPF dilakukan secara in vitro menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Absorbansi ekstrak daun murbei diukur pada panjang gelombang sinar UV-B yaitu 290-320 nm. Penentuan nilai SPF didasarkan pada persamaan Mansur. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa daun murbei terbukti memiliki potensi sebagai tabir surya dengan nilai SPF rata-rata 3,19 yang terkategori minimal pada konsentrasi 300 ppm dan sebesar 6,27 yang terkategori ekstra pada konsentrasi 600 ppm. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dikembangkannya produk tabir surya berbahan dasar ekstrak etanol daun murbei.
UJI IN VITRO KOMBINASI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) DAN KULIT BUAH SALAK (Salacca zalacca) TERHADAP BAKTERI E coli Wahyudi, Yudi Achmad; Agustin, Yeni; Wilsya, Mayarani; Salbia, Rizky Hidayati
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2889

Abstract

Escherichia coli bacterial infection is one of the main causes of digestive tract disorders and shows resistance to several conventional antibiotics. Plants such as guava leaves (Psidium guajava L.) and snake fruit skin (Salacca zalacca) are alternative plants that are potential traditional treatments because they have secondary metabolites alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins that have antibacterial effectiveness. This study aims to determine the effectiveness of the combination of ethanol extracts of the two ingredients on the growth of Escherichia coli. This study was conducted using the disc diffusion method. Maceration is the extraction method chosen using 96% ethanol solvent in a ratio of 1:5. Snake fruit skin extract and guava leaf extract were combined with concentrations of 20%:30%, 20%:40%, and 20%:50%. Testing was carried out on nutrient agar media inoculated with Escherichia coli and incubated for 24 hours at 37°C. The results showed that the combination of extracts had antibacterial activity with inhibition zone diameters of 14.95 mm (strong), 17.01 mm (strong), and 20.25 mm (very strong), respectively. The positive control of ciprofloxacin showed an inhibition zone of 29.12 mm, while the negative control did not show an inhibition zone. The ANOVA test showed significant results (p = 0.001), indicating a significant difference between treatments. Keywords : Antibacterial, Guava leaves, Escherichia coli, Ethanol extract, Snake fruit skin
EFFECTS OF COMBINED EXPOSURE TO CARBON MONOXIDE AND HYDROGEN CYANIDE IN FORENSIC CASES: A LITERATURE STUDY Khansa, Balqis; Khoiriyah, Azzahra Nur; Fathanisa, Aulia; Hayaa, Nailah Sayyidatii
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2896

Abstract

Background: Carbon monoxide (CO) and hydrogen cyanide (HCN) are two toxic gases commonly released during fires, especially in enclosed spaces. Combined exposure to both gases can lead to synergistic toxic effects, causing systemic hypoxia and rapid death. This study aims to review the toxicological effects of combined CO and HCN exposure in the context of forensic toxicology. Methods: This study used a literature study method through searching articles in the PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases. The articles analyzed were selected based on inclusion criteria in the form of publication years 2018–2023and discussions on the combination of CO and HCN toxicity, as well as exclusion of articles before 2020 and those not relevant to the topic of fire poisoning. Results:From the results of the study, CO exposure causes the formation of carboxyhemoglobin (COHb) which inhibits oxygen transport, while HCN inhibits oxygen utilization at the cellular level. The combination of the two exacerbates hypoxia, increasing the risk of sudden death, especially in confined spaces with poor ventilation. The study showed that COHb levels> 30% and HCN> 2 mg/L correlated with death from fire. Conclusion:Combined exposure to CO and HCN is rapidly lethal. Detection of COHb and HCN levels is very important for the diagnosis and forensic evaluation of fire victims.
EVALUASI CEMARAN MIKROBA PADA KOSMETIK BEDAK PADAT DENGAN METODE ANGKA LEMPENG TOTAL Ulfa, Rani Nareza; Sholikhah, Mar'atus; Suzalin, Ferawati; Sarmadi, Sarmadi; Maryanti, Lilis
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2917

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Angka Lempeng Total dalam sediaan bedak padat lokal yang dijual di Kota Palembang. Bedak merupakan jenis kosmetik yang banyak digunakan dikalangan remaja dan dewasa. Sediaan kosmetik yang stabil adalah suatu sediaan yang masih berada dalam batas yang dapat diterima selama periode waktu penyimpanan dan penggunaan, yang sifat dan karakteristiknya sama dengan yang dimilikinya pada saat dibuat. Untuk mengetahui apakah sifat dan karakteristik bedak padat masih dapat diterima, perlu dilakukan pengukuran cemaran mikroba yang terdapat dalam obat tradisional dengan parameter Angka Lempeng Total.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental deskriptif. Data yang diperoleh berupa Angka Lempeng Total. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi penentuan dan pemilihan tempat pengambilan sampel, pengambilan sampel bedak padat dan pengujian Angka Lempeng Total padabedak padat.Hasil: Pada penelitian ini diperoleh Angka Lempeng Total dari bedak padat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Angka Lempeng Total sebesar 320 sampai dengan 580 koloni/ml.Kesimpulan: Semua sampel bedak padat lokal yang dijual di Kota Palembang dengan merek yang berbeda memenuhi persyaratan keamanan.
Efektivitas Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Puskesmas Banguntapan I Kabupaten Bantul Baroroh, Faridah; Solikhah, Maratush
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i2.1575

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah diatas nilai normal yaitu ≥140/90 mmHg. Efektivitas pengobatan hipertensi berguna untuk mengetahui obat mana yang lebih efektif digunakan untuk penyakit hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui obat anthipertensi terbanyak, besar efektivitasanthipertensi terbanyak, dan ada atau tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan usia dengan efektivitas pengobatan. Metode: Metode penelitian ini adalah observational analitik dengan pengambilan data secara rertrospective dari data rekam medis pasien yaitu nama obat dan tekanan darah. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, lokasi penelitianPuskesmas Banguntapan 1 Kabupaten Bantul. Efektivitas di ukur pada 3 bulan setelah pengobatan dengan menghitung perbandingan antara jumlah pasien hipertensi yang sudah mencapai target terapi terhadap jumlah total pasien yang mengkonsumsi obat hipertensi. Selain itu juga dilakukan analisa hubungan antara jenis kelamin dan usia terhadap efektivitas pengobatan. Hasil: Hasil penelitian dari 43 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, 81,4% perempuan dengan 74,7% usia kurang dari 60 tahun, serta 90,7% di diagnose hipertensi tanpa komplikasi. Obat antihipertensi yang diberikan kepada pasien amlodipine (97,7%) dan yang menggunakan obat kombinasi amlodipine-captopril (2,3%). Efektivitas amlodipine sebagai antihipertensi terbanyak digunakan adalah 48%. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan efektivitas (p=0,466), dan ada hubungan yang signifikan antara usia dengan efektivitas (p=0,037) dari amlodipine sebagai obat antihipertensi terbanyak yang digunakan. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian menunjukkan obat antihipertensi terbanyak adalah amlodipine dengan besar efektivitas 48%, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan efektivitas pengobatan (p>0,05) dan ada hubungan antara usia dengan efektivitas pengobatan (p<0,05).
Formulasi Dan Evaluasi Hand And Body Lotion Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Dengan Variasi Trietanolamin Sebagai Emulgator Marlina, Dewi; Fadly, Fadly; Sarmadi, Sarmadi
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i1.1666

Abstract

Latar Belakang: Hand and body lotion merupakan salah satu kosmetik untuk melindungi kulit tetap baik. Trietanolamin merupakan emulgator yang membuat sediaan emulsi stabil bersama asam stearat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi trietanolamin yang optimal untuk menghasilkan sediaan hand and body lotion yang stabil dan memenuhi syarat. Sediaan dibuat menggunakan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) yang mengandung antioksidan untuk mencegah penuaan dini Metode:Penelitian menggunakan metode eksperimental, 400 gram simplisia bunga rosella di maserasi dengan 2 liter pelarut etanol 70%. Kemudian ekstrak diformulasikan dalam sediaan hand and body lotion sebesar 1,5%. Konsentrasi trietanolamin sebesar 1,5% pada formula I dan kontrol, 2,5% pada formula II dan 3,5% pada formula III. Evaluasi sediaan pada suhu kamar dan uji dipercepat (Cycling Test) meliputi pH, daya sebar, pemisahan fase, homogenitas, tipe emulsi, warna, bau dan iritasi kulit. Hasil:Hasil evaluasi pH dan daya sebar sediaan mengalami penurunan pada kedua uji penyimpanan. Formula I (1,5%) tidak memenuhi syarat uji pH sedangkan formula III (3,5%) mengalami persentase penurunan terendah pada kedua uji penyimpanan yaitu 7,75% dan 4,14%. Hasil uji daya sebar pada kedua uji penyimpanan, persentase penurunan terendah pada formula III (3,5%) yaitu 3,03% dan 3,75%. Formula II (2,5%) memiliki daya sebar paling besar. Ditinjau dari pemisahan fase, tipe emulsi, homogenitas, warna, bau dan iritasi kulit ketiga formula memenuhi syarat. Kesimpulan: Ekstrak bunga rosella konsentrasi 1,5% dapat diformulasikan menjadi sediaan yang stabil dan memenuhi persyaratan menggunakan konsentrasi trietanolamin yaitu 2,5%. Kata kunci : Antioksidan, bunga rosella, hand and body lotion, trietanolamin

Page 11 of 13 | Total Record : 122