cover
Contact Name
Ferawati Suzalin
Contact Email
ferawati@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281377677902
Journal Mail Official
jpharm@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi Jl. Sukabangun 1 No.1159, Suka Bangun, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi
ISSN : 28293711     EISSN : 28292162     DOI : https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i2.1238
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Farmasi JKPharm diterbitkan oleh Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang
Articles 150 Documents
ANALYSIS OF DRUG UTILIZATION PATTERNS BASED ON THERAPEUTIC CLASSES AND CLINICAL INDICATIONS IN COMMUNITY PHARMACIES Hasdin, Fauziah; Anggraeni, Rieka Nurul Dwi; Sari Riandika, Andi Ameilia
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3750

Abstract

Latar Belakang: Analisis pola penggunaan obat penting untuk mendukung penggunaan obat yang rasional di masyarakat. Apotek komunitas berperan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan layanan resep dan swamedikasi untuk berbagai indikasi klinis. Oleh karena itu, kajian pola penggunaan obat berdasarkan kelas terapi dan indikasi klinis diperlukan untuk menggambarkan praktik penggunaan obat di tingkat komunitas. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan desain potong lintang menggunakan data retrospektif dari catatan resep dan penjualan obat di satu apotek komunitas. Variabel yang dianalisis meliputi kelas terapi obat dan indikasi klinis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan Crosstab serta uji Chi-Square. Hasil: Analgesik–antipiretik merupakan kelas terapi terbanyak, sedangkan nyeri dan ISPA menjadi indikasi klinis dominan. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan bermakna antara kelas terapi dan indikasi klinis (χ² = 6.761,98; p < 0,001). Pola penggunaan obat mencerminkan kesesuaian antara kelas terapi dan indikasi klinis sesuai prinsip penggunaan obat rasional pada studi potong lintang. Kesimpulan: Pola penggunaan obat di apotek komunitas didominasi oleh terapi keluhan ringan, sehingga peran apoteker perlu diperkuat untuk menjamin penggunaan obat yang rasional sesuai indikasi klinis.
A REVIEW ARTIKEL: POTENSI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TANAMAN RUMPUT KNOP (Hyptis capitata Jacq) Sumardi, Rosnidar; Atjo, Neng Mira; Wisdayanti, Wisdayanti; Abdullah, Anisa Dwirizky; Latif, Auliah Rahmi; Luthfiyah, Widya; Wibowo, Ekasari Kartika Putri; Azima, Azima; Ramdaniah, Putri; Pratiwi, Nadya
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3751

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Antibiotik merupakan obat untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pemberian antibiotik pada penderita penyakit infeksi bertujuan untuk menghambat pertumbuhan maupun membunuh bakteri penyebab penyakit, akan tetapi jika penggunaan antibiotik tidak tepat akan mengakibatkan resistensi antibiotik. Dalam upaya untuk menemukan alternatif pengobatan antibakteri yang efektif, penelitian terhadap senyawa alami dari tumbuhan telah mendapatkan perhatian yang semakin besar. Ekstrak tanaman yang kaya akan berbagai senyawa bioaktif, memiliki potensi sebagai agen antibakteri yang dapat digunakan dalam pengobatan infeksi bakteri. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi antibakteri dari tanaman Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.). Metode: Tinjauan artikel ini dilakukan melalui studi Pustaka dari 6 artikel penelitian dengan rentang tahun publikasi 2012-2025. Hasil: Ekstrak daun, akar, dan bunga Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) menunjukkan aktivtas penghambatan yang kuat terhadap bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Pseudomonas aeruginosa, Eschericia coli, Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, Propionibacterium acnes, Streptococcus sobrinus, dan Bacillus cereus. Kesimpulan: Tanaman Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) memiliki potensi sebagai antibakteri.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA FARMASI UNIVERSITAS NOOR HUDA MUSTOFA TERHADAP SIKAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK Nuraini, April; Rokhani, Ratri; Utami, Tri
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3821

Abstract

Latar Belakang: Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat menimbulkan resistensi antibiotik. Salah satu faktor resistensi antibiotik yaitu kurangnya pengetahuan tentang antibiotik. Metode: Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan mahasiswa Farmasi Universitas Noor Huda Mustofa terhadap sikap penggunaan antibiotik. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Farmasi Universitas Noor Huda Mustofa, pengambilan sampel dengan propotional dan random sampling sebanyak 92 responden pada bulan Desember 2025. Metode penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional yaitu penelitian dimana variabel independen dan variabel dependen diukur satu kali pada satu waktu dengan membagikan kuesioner pada mahasiswa. Hasil: Sebagian besar mahasiswa Farmasi Universitas Noor Huda Mustofa memiliki pengetahuan dalam kategori tinggi (40,2%) dan memiliki sikap dalam kategori baik (47,8%). Hubungan tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap sikap penggunaan antibiotik menggunakan uji korelasi spearman bahwa nilai sig 0,000 (ρ < 0,05) menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap penggunaan antibiotik. Kesimpulan: Nilai koefisiensi korelasi menunjukkan arah korelasi positif yang berarti memiliki hubungan yang searah.
PERSEPSI DAN PEMAHAMAN PENGUNJUNG TERHADAP ANTIBIOTIK DI APOTEK MASKINA FARMA KEDEMANGAN TAHUN 2026 Safitri, Dira; Kurniadi, Helman
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3826

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan di masyarakat dan berpotensi menyebabkan resistensi bakteri. Kondisi ini dipengaruhi oleh persepsi dan pemahaman masyarakat yang belum optimal terkait penggunaan antibiotik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan tingkat pemahaman pengunjung terhadap antibiotik di Apotek Maskina Farma Kedemangan tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 285 responden yang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap penggunaan antibiotik sebagian besar berada pada kategori netral. Tingkat pemahaman responden berada pada kategori kurang hingga cukup. Responden dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik dibandingkan dengan responden dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan masih adanya kesenjangan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik di masyarakat. Persepsi dan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan antibiotik masih belum optimal sehingga diperlukan upaya edukasi untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang rasional.
TINJAUAN LITERATUR: EFEKTIVITAS METODE PERKOLASI SEBAGAI TEKNIK EKSTRAKSI FITOKIMIA ningsih, arista wahyu; Aunillah, Haya Avia; Ratu, Elit Juwita; Salsabillah, Namira; Kusriadi, Sepbrilla Ananda; wardhana, Virgiawan kusuma; Agustina, Eka Aurya; chudaibiyah, Yumaisaroh; Maharani, Mulia; rensyanawati, Savilla
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3740

Abstract

Perkolasi merupakan salah satu metode ekstraksi konvensional yang masih banyak digunakan dalam penelitian fitokimia untuk memperoleh senyawa aktif dari bahan alam. Metode ini dilakukan dengan cara mengalirkan pelarut melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi pada suhu kamar, sehingga cocok untuk senyawa yang termolabil. Literatur review ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode perkolasi sebagai teknik ekstraksi dengan meninjau prinsip kerja, faktor-faktor yang memengaruhi rendemen, kelebihan dan keterbatasan, variasi metode, serta inovasi terbaru. Berdasarkan hasil telaah dari sepuluh artikel (2016-2025) ditinjau berdasarkan parameter pelarut, waktu, rendemen, dan kandungan fitokimia, perkolasi terbukti efektif dalam mengekstraksi berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, dengan hasil rendemen yang bervariasi tergantung pada jenis pelarut, konsentrasi, waktu, serta ukuran partikel simplisia. Inovasi terkini seperti kombinasi perkolasi dengan ultrasonik dan optimasi menggunakan metode Response Surface Methodology menunjukkan peningkatan efisiensi ekstraksi. Dengan demikian, metode ekstraksi perkolasi masih relevan digunakan dan memiliki prospek pengembangan untuk menghasilkan ekstrak berkualitas dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.
STUDI FORMULASI GEL EKSTRAK KULIT RARU (COTYLELOBIUM MELANOXYLON PIERRE) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI gulo, Michelle Veronica Gulo; Bangar, Roy Indrianto; Ikhtiari, Refi
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3748

Abstract

Acne is a skin condition affecting adolescents and young adults, characterized by an imbalance in the skin microbiome, excessive sebum production, and the accumulation of keratin, triggered by the bacteria Propionibacterium acnes, a significant pathogenic factor. Acne can be treated with antibiotics, but long-term antibiotic use can have side effects if used incorrectly. Raru wood has pharmacological potential due to its content of secondary metabolites such as flavonoids, tannins, saponins, and triterpenoids. Raru bark extract was developed into a gel dosage form to optimize its treatment effectiveness. The purpose of this study was to determine the gel formulation and antibacterial effectiveness of raru bark extract in the gel preparation. The research method was experimental, involving the formulation and evaluation of the gel, as well as testing its antibacterial activity using the disc method at a concentration of 3%, negative controls, and positive controls.
MOLECULER DOCKING SENYAWA BIOAKTIF KULIT RARU (Cotylelobium melanoxylon) TERHADAP TARGET α-GLUKOSIDASE DAN α-AMILASE Hutagulung, Josita Jenny Haryanti; Bangar, Roy Indrianto
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3749

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disease that affects the body’s ability to control blood glucose levels, making effective treatments necessary to reduce postprandial glucose increases. Flavonoid compounds from raru bark (Cotylelobium melanoxylon) have shown potential as inhibitors of carbohydrate-digesting enzymes, especially α-amylase and α-glucosidase. This study aimed to evaluate the antidiabetic potential of flavonoid compounds from raru bark using an in silico approach with molecular docking. Five flavonoid compounds—rutin, isoquercetin, quercetin, quercitrin, and isoquercitrin—were tested to examine their binding ability to the target enzymes. The results showed that rutin and isoquercetin had lower binding energy values than the standard ligand, indicating more stable interactions and stronger enzyme inhibition. These findings suggest that flavonoid compounds from raru bark may be developed as natural antidiabetic agents; however, further in vitro and in vivo studies are needed to confirm their safety and effectiveness.
LITERATUR REVIEW: IMPLEMENTASI GOOD PHARMACY PRACTICE DI APOTEK KOMUNITAS Retika, ⁠ Chindy; Sari, Seftika; Frimayanti, Neni; Iskandar, Benni
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3786

Abstract

Good Pharmacy Practice (GPP) merupakan standar praktik farmasi yang ditetapkan oleh International Pharmaceutical Federation (IPF) dan World Health Organization (WHO) untuk menjamin kualitas pelayanan kefarmasian. Implementasi GPP di berbagai negara menunjukkan tingkat kepatuhan yang bervariasi. Melakukan tinjauan sistematis terhadap implementasi GPP di apotek komunitas di berbagai negara, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan, serta peluang peningkatan kualitas pelayanan. Pencarian literatur dilakukan terhadap artikel yang dipublikasikan tahun 2015-2025. Sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan metode literature review. Tingkat kepatuhan terhadap standar GPP bervariasi dari 11,7% hingga 65,09%. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan meliputi kualifikasi tenaga farmasi, lokasi geografis apotek, dukungan regulasi, infrastruktur, dan sumber daya. Kategori dengan kepatuhan tertinggi adalah pengelolaan sediaan farmasi (66,1%-86,6%), sedangkan terendah adalah pelayanan farmasi klinik (11,02%-41,4%). Implementasi GPP di apotek komunitas masih suboptimal, terutama di negara berkembang. Diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kompetensi tenaga farmasi, dan dukungan infrastruktur untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar GPP.
PROFIL DAN POTENSI INTERAKSI OBAT DALAM SWAMEDIKASI PADA PASIEN HIPERTENSI Isnenia, Isnenia; Rahayu, Pudji
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3789

Abstract

Latar Belakang: Keluhan/gejala penyakit lain dapat saja muncul ketika seseorang menderita penyakit hipertensi. Swamedikasi sebagai upaya yang cepat, singkat dalam mengatasi hal tersebut. Akan tetapi, potensi bahaya dapat saja muncul ketika swamedikasi dilakukan pada pasien hipertensi. Tujuan: mengetahui profil obat dan potensi interaksinya dalam swamedikasi oleh pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental, bersifat cross-sectional. Data diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap pasien hipertensi. Sampel adalah pasien yang berobat pada bulan Oktober-Desember 2024. Data kemudian disajikans ecara deskriptif meliputi karakteristik pasien, Zat aktif yang digunakan pasien, serta potensi interaksi yang dapat muncul. Hasil : Sampel berjumlah 158 orang, dengan didominasi perempuan (77,8%). Keluhan yang banyak diderita adalah nyeri (63,3%), dengan zat aktif yang paling banyak digunakan adalah parasetamol (68%). Potensi interaksi yang terjadi adalah zat aktif pseudoefedrin, fenilpropanolamin, fenilefrin yang dapat meningkatkan tekanan darah. Interaksi obat-obat yang terjadi yaitu dengan NSAID dengan antihipertensi golongan ACEi. Kesimpulan : Terdapat potensi interaksi obat dengan penyakit dan obat terhadap obat dalam swamedikasi yang dilakukan oleh pasien hipertensi.
EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS KUMUN KOTA SUNGAI PENUH TAHUN 2025 Novita, Neta Sri; Kurniadi, Helman
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3827

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan. Evaluasi kepuasan pasien diperlukan untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan serta sebagai dasar perbaikan layanan di Puskesmas Kumun Kota Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 259 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Instrumen menggunakan metode SERVQUAL yang meliputi lima dimensi pelayanan. Analisis data dilakukan secara univariat dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan sangat tinggi pada dimensi ketanggapan (90,2%) dan kehandalan (87,5%). Dimensi jaminan berada pada kategori puas (65,2%). Sementara itu, dimensi empati (45%) dan bukti fisik (46%) termasuk kategori kurang puas. Hal ini menunjukkan masih terdapat aspek pelayanan yang perlu ditingkatkan. Pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kumun secara umum telah memuaskan pasien, namun perlu peningkatan pada aspek empati dan bukti fisik untuk meningkatkan mutu pelayanan secara menyeluruh.