cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Lamaranginang, Kel. Wara Utara, Kota Palopo, 91913
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 224 Documents
Pengaruh Suhu Penyimpanan dan Jenis Kemasan Terhadap Mutu Buah Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) : The Effect of Storage Temperature and Type of Packaging on the Quality of Tomatoes (Lycopersicum esculentum Mill) Mudaffar, Rahmi Azizah; Naima Haruna
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3864

Abstract

Tomat merupakan komoditi yang bersifat mudah rusak (perishable). Penanganan pasca panen yang tidak tepat pada buah tomat mengakibatkan proses pembusukan semakin cepat sehingga daya tarik konsumen terhadap tingkat kesegaran buah tomat juga menurun yang selanjutnya akan mempengaruhi nilai mutu, nilai gizi dan nilai ekonomisnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan mutu buah tomat dengan cara perlakuan suhu dan jenis kemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan dan jenis kemasan yang terbaik bagi mutu buah tomat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan jenis kemasan dan suhu penyimpanan dua taraf yaitu suhu ruang (30oC) dan suhu dingin (10oC), yang diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga terdapat 18 unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan suhu penyimpanan dan jenis kemasan berbeda sangat nyata terhadap masa simpan buah tomat, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot, warna, dan tekstur buah tomat. Kombinasi suhu penyimpanan dan jenis kemasan dengan masa simpan terbaik (paling lama) untuk buah tomat adalah perlakuan yang disimpan pada suhu dingin dan dibungkus dengan kertas HVS (31 hsp). Tomatoes are a perishable commodity. Improper post-harvest handling of tomatoes results in the decay process becoming more rapid so that consumers' interest in the freshness of tomatoes also decreases, which in turn will affect the quality, nutritional value and economic value. Therefore, it is very important to pay attention to the quality of tomatoes by temperature treatment and type of packaging. The aim of this research is to determine the effect of storage temperature and the best type of packaging on the quality of tomatoes. This research used a Randomized Block Design (RAK) with two levels of packaging type and storage temperature treatment, namely room temperature (30oC) and cold temperature (10oC), which was repeated 3 times so that there were 18 experimental units. The results of this research show that the combination of different storage temperature treatments and packaging types has a very significant impact on the shelf life of tomatoes, but has no significant effect on weight loss, color and texture of tomatoes. The combination of storage temperature and type of packaging with the best (longest) shelf life for tomatoes is stored at cold temperatures and wrapped in HVS paper (31 hsp).
Uji Beberapa Ekstrak Tumbuhan Terhadap Hama Kutu Daun pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.): Test Several Plant Extracts Against Aphid Pests on Chili Plants (Capsicum annum L.) Jaya, Asri; Fenny Hasanuddin; Nining Triani Thamrin
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3866

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan petani di indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan dijadikan sebagai bumbu dengan rasa pedas pada aneka masakan. Salah satu kendala yang kerap ditemukan dilapangan adalah adanya serangan kutu daun pada tanaman cabai sehingga berkurangnya produk tanaman cabai. Kutu daun (Aphis gossypii) dapat menyebabkan kerugian secara langsung yaitu mengisap cairan tanaman. Tanaman yang terserang daunnya menjadi keriput dan terpelintir, dan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat (kerdil). Kerusakan pada daun muda yang menyebabkan bentuk daun keriput menghadap ke bawah adalah ciri spesifik gangguan kutu daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak tumbuhan terhadap hama kutu daun pada tanaman cabai dan untuk mengetahui ekstrak tumbuhan mana yang memberikan pengaruh terhadap hama kutu daun pada tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2024 di lahan percobaan Desa Abbokongang, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). dengan 5 perlakuan, diulang sebanyak 3 kali terdapat 15 unit percobaan, P0 : Tanpa perlakuan (kontrol), P1 :Pemberian ekstrak tembakau sebanyak 40 ml + 100 ml air, P2 :Pemberian ekstrak sereh sebanyak 40 ml + 100 ml air, P3 :Pemberian ekstrak daun jeruk sebanyak 40 ml + 100 ml air, P4 :Pemberian ekstrak daun pepaya sebanyak 40 ml + 100 ml air. Setiap unit percobaan terdiri atas 3 sampel tanaman, sehingga terdapat 45 unit tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan memberikan pengaruh nyata terhadap pengendalian hama kutu daun. Diantara beberapa perlakuan yang digunakan, ekstrak tembakau memiliki persentase mortalitas tertinggi yakni 55,56% dengan intensitas serangan terendah 14,3% kategori ringan. Cayenne pepper is a vegetable commodity that is widely cultivated by farmers in Indonesia because it has a high selling price and is used as a spice with a spicy taste in various dishes. One of the obstacles that is often found in the field is the attack of aphids on chili plants resulting in a reduction in chili plant products. Aphids (Aphis gossypii.) Can cause direct harm by sucking plant fluids. Plants that are attacked have their leaves wrinkled and twisted, and plant growth becomes stunted (stunted). Damage to young leaves that causes wrinkled leaves to face downwards is a specific characteristic of aphids. This research aims to determine plant extracts against aphid pests on chili plants and to find out which plant extracts have an effect on aphid pests on chili plants. This research was carried out in January 2024 – March 2024 at the experimental land in Abbokongang Village, Kulo District, Sidrap Regency. This research used a randomized block design (RAK). with 5 treatments, repeated 3 times, there were 15 experimental units, P0: No treatment (control), P1: Giving 40 ml of tobacco extract + 100 ml of water, P2: Giving 40 ml of lemongrass extract + 100 ml of water, P3: Giving 40 ml of orange leaf extract + 100 ml of water, P4: Administer 40 ml of papaya leaf extract + 100 ml of water. Each experimental unit consists of 3 plant samples, so there are 45 experimental plant units. The research results showed that plant extracts had a real effect on controlling aphids. Among the several treatments used, tobacco extract had the highest mortality percentage, namely 55.56% with the lowest attack intensity of 14.3% in the mild category.
Karakteristik Nilai Gizi dan Sensorik pada Brownies Kukus dengan Penambahan Tepung Beras Merah: Characteristics of Nutritional and Sensory Value of Steamed Brownies with the Addition of Red Rice Flour Fadhilah Achmad; Nurul Muchlisah Z; Marliana S. Palad; Mariani H. Mansyur
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3980

Abstract

Brownies kukus merupakan kue yang sangat disukai dan digemari oleh semua kalangan masyarakat dengan proses pembuatan yang relatif mudah. Berkembangnya teknologi tepung-tepungan, pembuatan tepung beras merah juga menjadi produk olahan yang menunjang program diversifikasi konsumsi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik nilai gizi dan sensorik pada brownies kukus dengan penambahan tepung beras merah. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Cokroaminoto Makassar pada bulan April hingga Juni 2023. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan penambahan tepung beras merah yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu T1 (100g tepung beras merah:200g tepung terigu), T2 (150g tepung beras merah:200g tepung terigu), T3 (200g tepung beras merah:200g tepung terigu). Penelitian ini dilakukan dengan dua tahapan yaitu pembuatan tepung beras merah dan pengolahan brownies kukus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis karakteristik nilai gizi (kadar air dan karbohidrat) perlakuan terbaik adalah perlakuan T3 dengan 200g tepung beras merah. Semakin banyak penambahan tepung yang diberikan maka semakin tinggi nilai gizi yang dihasilkan. Pada uji sensorik (warna/kenampakan dan tekstur) diperoleh perlakuan terbaik adalah perlakuan T3 dengan 200g tepung beras merah, sedangkan untuk aroma dan rasa diperoleh perlakuan terbaik adalah perlakuan T1 dengan 100g tepung beras merah. Steamed brownies are a cake that is very popular and loved by all levels of society with a relatively easy manufacturing process. With the development of flour technology, making brown rice flour has also become a processed product that supports food consumption diversification programs. This research aims to determine the nutritional and sensory value characteristics of steamed brownies with the addition of brown rice flour. This research was conducted at Cokroaminoto Makassar University from April to June 2023. This research used the Completely Randomized Design (CRD) method with the addition of brown rice flour which consisted of 3 treatments, namely T1 (100g brown rice flour: 200g wheat flour), T2 (150g brown rice flour: 200g wheat flour), T3 (200g brown rice flour: 200g wheat flour). This research was carried out in two stages, namely making brown rice flour and processing steamed brownies. The research results showed that the analysis of nutritional value characteristics (water and carbohydrate content) of the best treatment was the T3 treatment with 200g of brown rice flour. The more flour added, the higher the nutritional value produced. In the sensory test (color/appearance and texture), the best treatment was T3 treatment with 200g of brown rice flour, while for aroma and taste the best treatment was T1 treatment with 100g of brown rice flour.
Peningkatan Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah Asal Biji (Allium ascalonicum L.) Melalui Pemberian Kompos Tithonia diversifolia dan Pupuk Organik Cair: Enhance the Growth and Production of Shallots from Seed (Allium ascalonicum L.) with Providing Tithonia diversivolia Compost Compound and Liquid Organic Fertilizer Novaty Eny Dungga; Rusnadi Padjung; Muh. Farid BDR
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.4014

Abstract

Meningkatnya kebutuhan bawang merah perlu diiringi dengan peningkatan produksi. Penggunaan kompos Tithonia diversifolia dan pupuk organik cair menjadi fokus utama dalam meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi bawang merah varietas lokananta melalui biji dengan pemberian kompos tithonia dan pupuk organik cair. Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan September sampai Desember 2023. Penelitian ini disusun dalam bentuk pola percobaan faktorial 2 faktor dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu dosis kompos Tithonia diversifolia yang terdiri dari 3 taraf yaitu t0 = 0 t ha-1, t1 = 5 t ha-1, t2 = 10 t ha-1 Faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair dari 3 taraf perlakuan yaitu p0 = 0 mL L-1, p1 = 5 mL L-1, p2 = 10 mL L-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi dosis kompos Tithonia diversifolia 10 t ha-1 memberikan hasil terbaik pada beberapa parameter pengamatan dan hasil yang tertinggi pada tinggi tanaman (41.31 cm), jumlah daun (9.27 helai), bobot brangkasan kering (45.08 g), bobot umbi kering (41.06 g), dan bobot umbi per petak (0,67 kg). Konsentrasi pupuk organik cair 10 mL L-1 memberikan hasil terbaik pada beberapa parameter dan hasil yang tertinggi pada tinggi tanaman (41.68 cm), jumlah daun (9.13 helai), bobot brangkasan kering (41.16 g), bobot umbi kering (37.24 g), dan bobot per petak (0,60 kg). Tidak ada pengaruh interaksi pada keseluruhan parameter pengamatan. The increasing need for shallots needs to be accompanied by increased production. The use of Tithonia diversifolia compost and liquid organic fertilizer is the main focus in increasing shallots productivity. This research aims to determine and study the growth and production of the Lokananta variety of shallots through seeds by providing Tithonia compost and liquid organic fertilizer. The research was carried out at the Teaching Farm, Faculty of Agriculture, Hasanuddin University, Tamalanrea District, Makassar City, South Sulawesi Province. This research was carried out from September to December 2023. This research was structured in the form of a 2-factor factorial experimental pattern in a Randomized Block Design (RBD). The first factor is the dosage of Tithonia diversifolia compost which consists of 3 levels, namely t0 = 0 t ha-1, t1 = 5 t ha-1, t2 = 10 t ha-1. The second factor is the concentration of liquid organic fertilizer from 3 treatment levels, namely p0 = 0 mL L-1, p1 = 5 mL L-1, p2 = 10 mL L-1. The results showed that the application of a dose of Tithonia compost of 10 t ha-1 gave the best results on plant height (41.31 cm), number of leaves (9.27), weight of dry stover (46.08 g), weight of dry tubers (41.06 g), and weight of tubers per plot (0,67 kg). Application of liquid organic fertilizer gives the best results on plant height (41.68 cm), number of leaves (9.13), weight of dry stover (41.16 g), weight of dry tubers (37.24 g), and weight of tubers per plot (0,60 kg). There is no interaction effect on the overall observed parameters.
Aplikasi Penggunaan Insektisida Nabati Daun Mimba dalam Menekan Penyebaran Hama Kutu Kebul pada Tanaman Cabai di Desa Tompobulu: Application of Neem Leaf Extract in Controling Whitefly Pests on Cayyene Plants (Capsicum frutescens L.) Eka Sudartik; Andi Cakra Yusuf
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.4015

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi ekstrak daun mimba yang efektif terhadap hama kutu kebul pada tanaman cabai rawit yang dilaksanakan di Desa Tompobulu, Kecamatan Libureng Kabupaten Bone. Penelitian dilaksanakan Maret sampai Juni 2024. Metode penelitian menggunakan rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 6 perlakuan dan diulang 4 kali sehingga diperoleh 24 unit satuan percobaan. Setiap percobaan terdiri atas 2 sampel tanaman sehingga terdapat 48 unit tanaman. Taraf yang digunakan yaitu K1= Tanpa perlakuan, K2= Aplikasi daun mimba 60 ml/liter air, K3= Aplikasi daun mimba 80ml/liter air, K4= Aplikasi daun mimba 110 ml/liter air, K5= Aplikasi daun mimba 125 ml/liter air, K6= Aplikasi daun mimba 145ml/liter air. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan aplikasi pestisida nabati berbahan dasar daun nimba berpengaruh nyata terhadap setiap perlakuan mortalitas kutu kebul dan intesitas serangan hama kutu kebul pada tanaman cabai, perlakuan terbaik pada mortalitas kutu kebul yakni perlakuan K6= nimba145ml/liter air sedangkan intensitas serangan kutu kebul terbaik terdapat pada perlakuan K6 dengan aplikasi daun nimba145ml/liter air dengan hasil rata-rata intensitas serangan dalam menekan kutu kebul sebesar 31,24%. The aim of this research was to determine the effect and concentration of neem leaf extract that is effective against whitefly pests on cayenne pepper plants which was carried out in Tompobulu Village, Libureng District, Bone Regency. The research was carried out from March to June 2024. The research method used a randomized block design (RAK) consisting of 6 treatments and repeated 4 times to obtain 24 experimental units. Each experiment consisted of 2 plant samples so there were 48 plant units. The levels used are K1 = No treatment, K2 = Application of neem leaves 60 ml/liter of water, K3 = Application of neem leaves 80 ml/liter of water, K4 = Application of neem leaves 110 ml/liter of water, K5 = Application of neem leaves 125 ml/liter K6 water = Application of neem leaves 145ml/liter of water. The results of the study showed that the use of a plant-based pesticide application made from neem leaves had a significant effect on each treatment of whitefly mortality and the intensity of whitefly pest attacks on chili plants. The best treatment for whitefly mortality was treatment K6 = neem 145ml/liter of water while the best intensity of whitefly attacks found in the K6 treatment with the application of neem leaves at 145 ml/liter of water with the average attack intensity in suppressing whitefly being 31.24%.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Konsentrasi POC Nasi Basi terhadap Pertumbuhan Tanaman Hias Sirih Gading (Epipremnum aureum): The Effect of NPK Fertilizer Dosage and Liquid Organic fertilizer Concentration of Spoiled Rice on the Growth of Pothos (Epipremnum aureum) Muhammad Naim
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.4044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan pupuk NPK Mutiara dan POC nasi basi terhadap pertumbuhan tanaman sirih gading. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse kampus II Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Lamaranginang, Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Juli sampai bulan September 2023. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok, dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. P0 tanpa perlakuan (kontrol), P1= pupuk NPK Mutiara 5 gram dan POC nasi basi 50 ml/tanaman, P2 = pupuk NPK Mutiara 10 gram dan POC nasi basi 100 ml/tanaman, P3 = pupuk NPK Mutiara 15 gram dan POC nasi basi 150 ml/tanaman, P4 = pupuk NPK Mutiara 20 gram dan POC nasi basi 200 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk NPK Mutiara dan POC nasi basi memberikan efek signifikan pada parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 68,63 cm, serta sangat signifikan pada parameter jumlah daun dengan rata-rata 15,66 helai. Namun, perlakuan ini tidak memberikan efek signifikan pada parameter lebar daun yang memiliki nilai rata-rata 7 cm dan panjang daun dengan rata-rata 10,9 cm pada tanaman sirih gading. This study aims to evaluate the effectiveness of using NPK Mutiara fertilizer and fermented rice wash (POC) on the growth of pothos plants (Epipremnum aureum). The research was conducted in the Green House of Campus II, Faculty of Agriculture, Universitas Cokroaminoto Palopo, located on Jalan Lamaranginang, Salobulo Village, Wara Utara District, Palopo City. The study was carried out from July to September 2023. The research employed a Randomized Block Design (RBD) method, with 5 treatments and 3 replications. The treatments were: P0 (control) with no treatment, P1 with 5 grams of NPK Mutiara fertilizer and 50 ml of POC per plant, P2 with 10 grams of NPK Mutiara fertilizer and 100 ml of POC per plant, P3 with 15 grams of NPK Mutiara fertilizer and 150 ml of POC per plant, and P4 with 20 grams of NPK Mutiara fertilizer and 200 ml of POC per plant. The results showed that the application of NPK Mutiara fertilizer and POC had a significant effect on the plant height parameter, with an average height of 68.63 cm, and a highly significant effect on the number of leaves parameter, with an average of 15.66 leaves. However, this treatment did not have a significant effect on the leaf width parameter, which had an average value of 7 cm, and the leaf length parameter, with an average value of 10.9 cm in pothos plants.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Wortel (Daucus carota L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Kombinasi Air Kelapa dan Bonggol Pisang di Dataran Rendah: Growth and Production Response of Carrot Plant (Daucus carota L.) to Feeding Liquid Organic Fertilizer Made From a Combination of Coconut Water and Banana Humps in the Lowland Sacita, Andi Safitri; Sajdah Fatur Rahman
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.4428

Abstract

Wortel merupakan salah komoditi hortikultura yang memiliki permintaan cukup tinggi di pasaran. Tanaman wortel memiliki potensi untuk dibudidayakan di dataran rendah meskipun pada umumnya dibudidayakan di dataran tinggi. Berbagai varietas khusus dataran rendah telah banyak dikembangkan untuk dibudidayakan di dataran rendah. Pemenuhan kebutuhan nutrisi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman wortel di dataran rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Organik Cair (POC) kombinasi antara air kelapa dan bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman wortel di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian UNCP pada Januari – April tahun 2023. Penelitian ini didesain menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan antara lain, P0: tanpa perlakuan, P1: POC air kelapa + bonggol pisang 100 ml/polibag, P2: POC air kelapa + bonggol pisang 125 ml/polibag, P3: POC air kelapa + bonggol pisang 150 ml/polibag, P4: POC air kelapa + bonggol pisang 175 ml/polibag, P5: POC air kelapa + bonggol pisang 200 ml/polibag. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kombinasi air kelapa dan bonggol pisang memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot umbi, namun tidak berbeda nyata pada parameter panjang umbi. Perlakuan terbaik yaitu P5 pada parameter tinggi tanaman dengan nilai 50,75 cm, jumlah daun 103,5 helai, dan bobot umbi 60,75 gram. Sedangkan pada parameter panjang umbi terbaik pada perlakuan P3 dengan nilai 10,88 cm. Carrots are a horticultural commodity that has quite high demand on the market. Carrot plants have the potential to be cultivated in the lowlands even though they are generally cultivated in the highlands. Many special lowland varieties have been developed for cultivation in the lowlands. Meeting nutritional needs is one effort to increase the productivity of carrot plants in the lowlands. The aim of this research was to determine the effect of giving liquid organic fertilizer a combination of coconut water and banana weevils on the growth and production of carrot plants in the lowlands. The research was carried out at the experimental field of Agriculture Faculty UNCP in January – April 2023. This research was designed using a Randomized Block Design (RBD) with 6 treatments and 4 replications so that there were 24 experimental units. The treatments given include, P0: no treatment, P1: liquid organic fertilizer of coconut water + banana hump 100 ml/polybag, P2: liquid organic fertilizer of coconut water + banana hump 125 ml/polybag, P3: liquid organic fertilizer of coconut water + banana hump 150 ml/polybag, P4: liquid organic fertilizer of coconut water + banana hump 175 ml/polybag, P5: liquid organic fertilizer of coconut water + banana hump 200 ml/polybag. The research data were analyzed using variance analysis (ANOVA) and BNJ advanced test at 5% level. The results showed that giving liquid organic fertilizer a combination of coconut water and banana hump had a significantly different effect on the parameters of plant height, number of leaves and tuber weight, but not significantly different on the parameter of tuber length. The best treatment was P5 for plant height parameters with a value of 50.75 cm, number of leaves 103.5, and tuber weight 60.75 grams. Meanwhile, the best tuber length parameter was in the P3 treatment with a value of 10.88 cm.
Keanekaragaman Arthropoda pada Pertanaman Padi Organik di Desa Bulo Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang: Arthropod Diversity in Organic Rice Planting in Bulo Village Panca Rijang District Sidenreng Rappang Regency Siti Nur Asikin; Nining Triani Thamrin; Reza Asra
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.3874

Abstract

Tanaman padi adalah tanaman sereal yang termasuk dalam suku Poaceae dan merupakan sumber pangan utama bagi lebih dari sebagian besar orang di seluruh dunia. Berdasarkan data BPS produksi padi mengalami penurunan yang signifikan, penyebab terjadinya penurunan tersebut padi diakibatkan karena terdapat beberapa kendala yang ditemui pada saat pembudidayaan padi, salah satunya serangan hama arthropoda yang bersifat merugikan pada pertanaman padi. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran, jumlah, indeks keanekaragaman dan indeks dominansi arthropoda yang terdapat pada tanaman padi lahan organik. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Organik P4S Bukit Melintang, Desa Bulo, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, dan di Laboratorium Dasar Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang yang dimulai pada bulan Januari sampai April 2024. Penelitian ini menggunakan metode mutlak dan metode relatif. Pengamatan menggunakan metode mutlak yaitu pengamatan secara langsung dan pengamatan metode relatif menggunakan 3 perangkap yaitu perangkap jaring (sweep net), perangkap kuning (yellow trap), dan perangkap jatuh (pit fall trap). Pemasangan perangkap dimulai pada saat tanaman padi berumur 2 minggu setelah tanam sampai 10 minggu setelah tanam. Setelah dilakukan penangkapan dam pemasangan perangkap, sampel arthropoda dibawa ke Laboratorium untuk diidentifikasi. Berdasarkan hasil penelitian peran arthropoda yang terdapat pada pertanaman padi adalah musuh alami, serangga hama, dan serangga netral. Jumlah arthropoda yang tertangkap dengan metode mutlak sebanyak 20 ekor dan arthropoda yang terperangkap pada metode relatif sebanyak 1.676 ekor. Indeks keanekaragaman penelitian ini termasuk dalam kategori sedang yaitu 1,39422725 dan indeks dominansi termasuk dalam kategori rendah 0,3595335 karena 0 < C = 0,5 : tidak ada ordo yang mendominasi. Rice plants are cereal plants belonging to the Poaceae (Gramineae) family and are the main food source for more than the majority of people throughout the world. Indonesia is one of the countries with the highest level of rice consumption in the world. Based on central of statistics data, rice production has experienced a significant decline, the cause of the decline in rice production is due to several obstacles encountered during rice cultivation, one of which is arthropods attacks which are detrimental to rice cultivation. This research aims to determine the role, number, diversity index and dominance index of arthropods found in organic rice plants. This research was carried out at the P4S Bukit Melintang Organic Farm, Bulo Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency, and at the Basic Laboratory of the Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University, Sidenreng Rappang, starting from January to April 2024. This research used absolute methods and methods relatively. Observation of arthropods using the absolute method, namely direct observation and observation using the relative method, uses 3 traps, namely sweep net traps, yellow traps and pit fall traps. The installation of traps begins when the rice plants are 2 weeks after planting until 10 weeks after planting. After catching and installing traps, arthropod samples are taken to the laboratory for identification. Based on research results, the role of arthropods found in rice plantations are natural enemies, insect pests and neutral insects. The number of arthropods caught using the absolute method was 20 and 1,676 arthropods caught using the relative method. The diversity index of this study is included in the medium category, namely 1.39422725 and the dominance index is included in the low category, namely 0.3595335 because 0 < C = 0.5: no genus dominates.
Identifikasi Indikator Variabel yang Berpengaruh dalam Hubungan antara Karakteristik Penyuluh, Karakteristik Petani, Kinerja Penyuluh dan Perubahan Perilaku Petani: Identification of Variable Indicators that Influence Relationship Between Extension Worker Characteristics, Farmer Characteristics, Extension Worker Performance, and Changes in Farmers Behavior Siti Nurdiyanah; Nia Kurniasih Suryana; Ahmad Mubarak
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4032

Abstract

Peningkatan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, mandiri, inovatif, kreatif, dan berwawasan global sangat diperlukan untuk mewujudkan kecukupan pangan, perluasan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan produk domestik bruto dan pendapatan petani. Kinerja penyuluh pertanian yang baik sangat penting untuk mendukung swasembada dan kedaulatan pangan, serta meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator variabel yang mempengaruhi hubungan antara karakteristik petani, karakteristik penyuluh, kinerja penyuluh, dan perubahan perilaku petani. Penelitian dilakukan di Kota Tarakan dari Desember 2023 hingga Maret 2024 dengan jumlah sampel 55 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan mencakup data primer, seperti karakteristik responden petani dan penyuluh, serta data sekunder dari instansi terkait melalui observasi, wawancara, FGD, dan pengambilan data yang kemudian dipastikan validitas, reliabilitas indikator dan konstruk melalui software SmartPLS 3.0. Indikator yang berpengaruh yakni, keterampilan petani, pengalaman, usia, keberanian, komunikasi penyuluh, pengalaman penyuluh, penguasaan inovasi, peta wilayah, RDKK, RKP, keterampilan, pengetahuan dan sikap. Indikator variabel sangat penting dalam analisis SEM karena menyediakan dasar empiris untuk mengukur variabel laten. Pemilihan dan pengujian indikator yang tepat memastikan validitas dan reliabilitas model pengukuran. Dengan model yang benar, SEM membantu peneliti memahami dan menginterpretasikan hubungan kompleks antara berbagai variabel. Increasing professional, independent, innovative, creative, and globally-minded agricultural human resources (HR) is essential for food sufficiency, employment expansion, poverty eradication, and boosting GDP and farmer income. Good performance of agricultural instructors is vital for supporting food self-sufficiency, sovereignty, production, and farmer welfare. This research aims to identify variable indicators influencing the relationships among farmer characteristics, instructor characteristics, instructor performance, and changes in farmer behavior. Conducted in Tarakan City from December 2023 to March 2024 with 55 purposively sampled participants, data collection methods included observation, interviews, FGDs, and secondary data from related agencies. Using SmartPLS 3.0 software, key indicators analyzed were farmer skills, experience, age, courage, instructor communication, instructor experience, mastery of innovation, regional maps, RDKK, RKP, skills, knowledge, and attitudes. Proper selection and testing of these indicators ensure the validity and reliability of the measurement model in SEM analysis, aiding in the understanding of complex variable relationships.
Identifikasi Pola Distribusi Guna Mendukung Rantai Pasok Beras di Kabupaten Sidenreng Rappang (Studi Kasus CV. Rahma 35): Identification of Distribution Patterns to Support the Rice Supply Chain in Sidenreng Rappang District (Case Study CV. Rahma 35) Qayyum, Muhammad Chaerul; Mursalat, Aksal; Haryono, Iranita
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4169

Abstract

Kabupaten Sidenreng Rappang menjadi salah satu daerah penghasil padi terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil tersebut diperlukan proses pengolahan dan pendistribusian yang baik hingga ke tangan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola saluran distribusi guna mendukung rantai pasok beras di Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan metode wawancara mendalam Penelitian diharapakan mampu memberikan informasi terkait aliran rantai pasok dalam Perusahaan serta informasi terkait efisiensi saluran distribusi dan biaya dalam distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola distribusi beras yang terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang studi kasus CV. Rahma 35 terdiri dari 2 saluran distribusi. Saluran pertama petani ® pedagang pengumpul/mitra ® industri CV. Rahma 35 ® konsumen luar provinsi. Untuk saluran kedua petani ® pedagang pengumpul/mitra ® industri CV. Rahma 35 ® pedagang pengecer ® konsumen. Pola saluran distribusi ini didukung dengan aliran rantai pasok yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang, dapat dilihat bahwa masing-masing aliran yang ada berjalan dengan baik sesuai dengan teori rantai pasok. Mulai dari aliran produk yang berjalan satu arah dari produsen ke konsumen. Kemudian aliran keuangan yang juga mengalir satu arah dari konsumen ke produsen. Serta aliran informasi yang mengalir dua arah antara produsen dan konsumen agar mempererat hubungan kepercayaan diantara keduanya. Sidenreng Rappang Regency is one of the largest rice producing areas in South Sulawesi Province. With these results, a good processing and distribution process is needed into the hands of consumers. The method used in this research is qualitative method. The sampling technique in this research was carried out using the snowball sampling technique. The data analysis technique was carried out using the in-depth interview method. The research is expected to be able to provide information regarding supply chain flows within the Company as well as information regarding the efficiency of distribution channels and costs in distribution. The results of the research show that the rice distribution pattern that occurs in the Sidenreng Rappang Regency, the CV case study. Rahma 35 consists of 2 distribution channels. The first channel is farmers ® traders/partners ® CV industry. Rahma 35 ® consumers outside the province. For the second channel, farmers ® traders/partners ® CV industry. Rahma 35 ® retailers ® consumers. This distribution channel pattern is supported by the supply chain flow in Sidenreng Rappang Regency. It can be seen that each existing flow is running well in accordance with supply chain theory. Starting from the flow of products that goes in one direction from producer to consumer. Then financial flows also flow in one direction from consumers to producers. As well as a two-way flow of information between producers and consumers to strengthen the relationship of trust between the two.

Page 10 of 23 | Total Record : 224