cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Lamaranginang, Kel. Wara Utara, Kota Palopo, 91913
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 224 Documents
Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) pada Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair Jerami Padi: Growth and Production of Two Varieties of Chili Pepper (Capsicum frutescens L.) at Various Concentrations of Rice Straw Liquid Organic Fertilizer Khaerani, St.; Muhanniah, Muhanniah; Fenny Hasanuddin
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.4438

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu jenis hortikultura yang penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia karena dimanfaatkan sebagai campuran bahan masakan dan termasuk tanaman yang mengandung nilai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Produksi tanaman cabai rawit di Provinsi Sulawesi Selatan dari data BPS mengalami fluktuatif, hal ini terjadi karena beberapa faktor, salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar produksi cabai rawit bisa optimal yaitu penggunaan benih bermutu dari varietas unggul dan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; varietas yang memberikan pertumbuhan dan produksi tertinggi pada tanaman cabai rawit, konsentrasi POC jerami padi yang memberikan pertumbuhan dan produksi tertinggi tanaman cabai rawit, interaksi antara varietas cabai rawit dan konsentrasi POC jerami padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial 2 faktor yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama berupa perlakuan varietas yang terdiri dari 2 taraf yaitu varietas Bhaskara (v1) dan varietas Sonar (v2). Sedangkan faktor kedua berupa perlakuan pemberian konsentrasi POC jerami yang terdiri dari 3 taraf yaitu 50 ml/liter air (d1), 60 ml/liter air (d2), 70 ml/liter air (d3). Kombinasi kedua perlakuan tersebut diperoleh 6 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 unit perlakuan. Setiap unit penelitian terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga diperoleh 54 total unit pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan varietas yang memberikan pertumbuhan dan produksi tertinggi pada tanaman cabai rawit adalah varietas Sonar pada parameter tinggi tanaman (35,41 cm), umur berbunga (38 hari), berat buah tanaman (10,63 g), jumlah buah tanaman (8 buah), dan produksi per unit (31,78 g). Konsentrasi pupuk organik cair jerami yang memberikan pertumbuhan terbaik tanaman cabai rawit adalah konsentrasi 60ml/l pada parameter tinggi tanaman (36,33 cm) dan jumlah daun (28 helai), untuk produksi tertinggi tanaman cabai rawit adalah konsentrasi70ml/l pada parameter berat buah tanaman (12,06 g), jumlah buah tanaman (9 buah) dan produksi per unit (36,17 g). Tidak terdapat interaksi antara varietas dan POC jerami. Chili pepper (Capsicum frutescens L.) is one type of horticulture that is important in the daily lives of Indonesian people because it is used as a mixture of cooking ingredients and is a plant that contains nutritional value needed by the body. The production of chili pepper plants in South Sulawesi Province from BPS data shows that chili pepper production fluctuates, this occurs due to several factors, one of the factors that needs to be considered so that chili pepper production can be optimal is the use of quality seeds from superior varieties and fertilization. This study aims to determine; varieties that provide the highest growth and production in chili pepper plants, the concentration of rice straw POC that provides the highest growth and production of chili pepper plants, the interaction between chili pepper varieties and rice straw POC concentration on the growth and production of chili pepper plants. The study was conducted in Teteaji Village, Tellu Limpoe District, Sidenreng Rappang Regency in March-June 2024. This study used a 2-factor factorial design arranged in a Randomized Block Design (RAK) consisting of 2 factors. The first factor was a variety treatment consisting of 2 levels, namely the Bhaskara variety (v1) and the Sonar variety (v2). While the second factor was a treatment of straw POC concentration consisting of 3 levels, namely 50 ml/liter of water (d1), 60 ml/liter of water (d2), 70 ml/liter of water (d3). Combination of the two treatments, 6 treatments were obtained which were repeated 3 times so that there were 18 treatment units. Each research unit consisted of 3 plant samples so that a total of 54 observation units were obtained. The results of the study showed that the variety that provided the highest growth and production in chili pepper plants was the Sonar variety in the parameters of plant height (35.41 cm), flowering age (38 days), plant fruit weight (10.63 g), number of plant fruits (8 fruits), and production per unit (31.78 g). The concentration of liquid organic fertilizer straw that provides the best growth of chili pepper plants is a concentration of 60 ml/l on the parameters of plant height (36.33 cm) and number of leaves (28 strands), for the highest production of chili pepper plants is a concentration of 70 ml/l on the parameters of plant fruit weight (12.06 g), number of plant fruits (9 fruits) and production per unit (36.17 g). There is no interaction between varieties and straw POC.
Efektivitas Pertanian Organik dalam Meningkatkan Pendapatan Petani di Desa Bulo Kecamatan Panca Rijang: The Effectiveness of Organic Agriculture in Increasing Farmers' Income in Bulo Village Panca Rijang District Putri, Neva Yulaela; Mursalat, Aksal; R, Fitriani
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.4488

Abstract

Minimnya adopsi pertanian organik di Desa Bulo, meskipun didukung regulasi dan berpotensi besar, disebabkan oleh kurangnya pengetahuan petani dan kekhawatiran terhadap produktivitas serta biaya yang lebih tinggi dibandingkan pertanian konvensional, di tengah menurunnya kesejahteraan petani akibat degradasi lahan kritis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pertanian organik dalam meningkatkan pendapatan petani, dengan data yang dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan dokumentasi dari 30 petani organik yang tergabung dalam kelompok tani Massumpuloloe 1. Menggunakan Analisis Koefisien Korelasi Pearson dan rumus efektivitas melalui SPSS versi 26, hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanian organic dalam hal Sertifikasi Organik (X1) dan Praktik Pertanian Organik (X2) sangat sukses dalam meningkatkan Pendapatan Petani (Y) dengan bobot rata-rata 4,050 dan efektivitas 81%. Pendapatan Petani (Y) menegaskan keberhasilan implementasi pertanian organik di Desa Bulo. Korelasi positif yang signifikan antara pertanian organik dan aspek pendapatan petani tersebut menegaskan keberhasilan implementasi pertanian organik di Desa Bulo. The lack of adoption of organic farming in Bulo Village, even though it is supported by regulations and has great potential, is caused by farmers' lack of knowledge and concerns about productivity and higher costs compared to conventional farming, amidst declining farmer welfare due to critical land degradation. Therefore, this research aims to evaluate the effectiveness of organic farming in increasing farmers' income, with data collected through surveys, interviews and documentation from 30 organic farmers who are members of the Massumpuloloe 1 farmer group. Using Pearson Correlation Coefficient Analysis and effectiveness formula via SPSS version 26, the research results show that organic farming in terms of Organic Certification (X1) and Organic Farming Practices (X2) is very successful in increasing Farmer Income (Y) with an average weight of 4,050 and effectiveness of 81%. Farmer Income (Y) confirms the success of implementing organic farming in Bulo Village. The significant positive correlation between organic farming and aspects of farmer income confirms the success of implementing organic farming in Bulo Village.
Isolasi dan Identifikasi Cendawan dari Pelapukan Batang Bawah Sagu (Metroxylon sagu Rottb.): Isolation and Indentification of Fungi from Weathering Sago Rootstock (Metroxylon sagu Rottb.) Ilyas Mattola, Paradillah; Naima Haruna; Rosnina, Rosnina
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.4628

Abstract

Pelapukan batang bawah sagu merupakan proses alami yang terjadi pada bagian batang sagu yang tidak lagi aktif secara fisiologis. Berbagai mikroorganisme, diantaranya adalah cendawan, bakteri, nematoda dan organisme tanah lainnya, memakan bahan organik dalam proses pelapukan ini. Pentingnya pelapukan batang sagu dalam siklus ekosistem, terutama dalam pengembalian nutrisi ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi cendawan yang terdapat pada pelapukan batang bawah sagu serta melakukan identifikasi cendawan yang ditemukan dari hasil pelapukan batang bawah sagu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - September 2024 di Desa Pengkajoang, Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil sampel hasil pelapukan batang bawah sagu pada kedalaman 15 cm. Sampel diambil dari lima titik dengan jumlah 100 gram pada setiap titik. Pengambilan sampel dilakukan dengan prosedur yang sama di setiap titik. Sampel kemudian diisolasi menggunakan metode pengenceran berseri, di mana 1 gram sampel dilarutkan dalam 9 ml air steril dan dikocok menggunakan sentrifugasi selama 30 menit hingga tercampur rata. Selanjutnya, 1 ml suspensi diambil dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi berisi 9 ml aquades steril. Pengenceran berseri dilakukan hingga tercapai pengenceran 104. Sampel dari pengenceran 101, 102, dan 103, sebanyak 0,5 ml suspensi, ditumbuhkan pada media PDA menggunakan metode sebar dan diinkubasi selama 3 hingga 7 hari pada suhu 22-25°C. Identifikasi isolat cendawan dilakukan menggunakan kunci determinasi dari Illustrated Genera of Imperfect Fungi (Barnett & Hunter, 1998). Penelitian ini menemukan empat genus cendawan, yaitu Trichoderma, Penicillium, Gliocladium, dan Rhizopus. Weathering sago rootstock is a natural process natural occurs in parts of the sago stem that are no longer physiologically active. Various microorganisms, including fungi, bacteria, nematodes, and other soil organisms, eat organic material in this weathering process. The importance of weathering sago stems in the ecosystem cycle, especially in returning nutrients to the soil. This research aims to isolate fungi found in weathering sago rootstocks and identify fungi found in the weathering of sago rootstocks. This research was carried out in June - November 2024 in Pengkajoang Village, West Malangke District, North Luwu Regency. This research was carried out by taking samples from the weathering of sago rootstock at a depth of 15 cm. Samples were taken from five points, with 100 grams collected from each point. The sampling procedure was consistent across all points. The samples were then isolated using a serial dilution method, where 1 gram of the sample was dissolved in 9 ml of sterile water and shaken using centrifugation for 30 minutes until homogenized. Subsequently, 1 ml of the suspension was taken and placed into a test tube containing 9 ml of sterile aquades. The serial dilution was carried out until a 104 dilution was achieved. Samples from dilutions 101, 102, and 103, 0.5 ml each, were then cultured on PDA media using the spread plate method and incubated for 3 to 7 days at 22-25°C. Fungal isolates were identified using a determination key from Illustrated Genera of Imperfect Fungi (Barnett & Hunter, 1998). The study identified four fungal genera: Trichoderma, Penicillium, Gliocladium, and Rhizopus.
Analisis Kinerja Penyuluh Pertanian dan Korelasinya Terhadap Produktivitas Padi Sawah di Kecamatan Walenrang Kabupaten Luwu: Analysis of Agricultural Extension Performance and Its Correlation Toward Rice Productivity in Walenrang District Luwu Regency Arsyad, Arsyad; Akmal Zainuddin; Yumna, Yumna
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.4713

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis kinerja penyuluh pertanian dan korelasinya terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Walenrang. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui tingkat kinerja penyuluh pertanian dalam meningkatkan usahatani padi sawah serta kinerja penyuluh terhadap peningkatan produksi padi sawah di Kecamatan Walenrang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diperoleh dari data primer dan data sekunder. Populasi dan sampel dalam penelitian ini ditentukan secara purpossiv dan penetapan sampel responden menggunakan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 10%. Data yang diperoleh dalam penelitiana ini dianalisis menggunakan analisis statistik dan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan:(1) Indeks kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Walenrang yang terbagi menjadi Desa Walenrang, Desa Lalong, dan Desa Kalibamamase rata-rata berada pada kategori tinggi, sehingga variabel kinerja penyuluh memiliki peran yang sangat penting dalam pertanian. (2) Hubungan kinerja penyuluh pertanian dengan produksi padi sawah memiliki hubungan yang signifikan dan berdasarkan nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian dan produksi memiliki hubungan yang sangat kuat ditunjukkan dengan arah koefisien korelasi negatif. This research discusses the performance analysis of agricultural instructors and their correlation with lowland rice production in the Walenrang subdistrict. This research aimed to determine the level of performance of agricultural instructors in improving lowland rice farming as well as the performance of instructors in increasing lowland rice production in Walenrang District. The type of research used is quantitative research with a quantitative descriptive approach. Data were collected using a questionnaire obtained from primary data and secondary data. The population and sample in this study were determined purposively and the respondent sample was determined using the Slovin formula with an error rate of 10%. The data obtained in this research was analyzed using statistical analysis and qualitative and quantitative descriptive analysis. The results of the research show: (1) The performance index of agricultural instructors in Walenrang District, which is divided into Walenrang village, Lalong village, and Kalibamamase village, is on average in the high category, so that the performance variable of instructors has a vital role in agriculture. (2) The relationship between the performance of agricultural instructors and lowland rice production has a significant relationship and based on the correlation coefficient value, it shows that the performance of agricultural instructors and production has a very strong relationship, indicated by the direction of the negative correlation coefficient.
Transformasi Konsumsi Pangan Petani Serta Peran Inovatif Penyuluhan Pertanian di Lapangan (Studi Kasus Kecamatan Wonomulyo Polewali Mandar): The Transformation of Farmers' Food Consumption and the Innovative Role of Agricultural Extension in the Field (A Case Study in Wonomulyo District Polewali Mandar Regency) Muhdiar; Abd Rahim
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.4832

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam mendukung keberlanjutan hidup dan pembangunan bangsa. Pola konsumsi petani, yang dipengaruhi oleh gaya hidup, kondisi sosial ekonomi, dan ketersediaan makanan bergizi, memainkan peran strategis dalam mencapai status gizi optimal. Namun, di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, skor Pola Pangan Ideal (PPH) masyarakat masih relatif rendah meskipun wilayah ini memiliki potensi pertanian yang signifikan. Rendahnya skor PPH ini menunjukkan bahwa kebiasaan konsumsi masyarakat belum memenuhi standar keamanan, nutrisi, keseimbangan, dan keberagaman tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengidentifikasi komponen bahan-bahan makanan petani untuk mencapai konsumsi ideal mereka, (2) menganalisis peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam meningkatkan pola konsumsi rumah tangga, (3) Analisis hubungan PPL dengan pola konsumsi dalam rangka meraih Angka Kecukupan Energi (AKE). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode food recall 7x24 jam, skala likert untuk melihat tingkat peran pendampingan PPL. Analisis yang digunakan adalah analisis tingkat hubungan menggunakan rank spearman correlation analysis dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap pola konsumsi petani. Berdasarkan hasil penenlitian ditemukan bahwa beras adalah makanan pokok petani dan tahu tempe menjadi lauk utamanya. Rata-rata AKE aktual dari pola konsumsi petani adalah sebesar 1.644,42 kkal/kapita/hari dengan AKP sebesar 52,53 gram/kapita/hari. Hasil tersebut menunjukan bahwa hasil yang didapatkan masih dibawah standar. Peran edukator dengan AKE memiliki hubungan yang signifikan sementara pola konsumsi tidak memiliki hubungan dengan penyuluh karena belum meratanya penyuluhan mengenai pola konsumsi kepada petani. Food is a basic human need that plays an important role in supporting the sustainability of life and national development. Farmers' consumption patterns, which are influenced by lifestyle, socio-economic conditions and the availability of nutritious food, play a strategic role in achieving optimal nutritional status. However, in Wonomulyo District, Polewali Mandar Regency, the community's Ideal Food Pattern (PPH) score is still relatively low even though this area has significant agricultural potential. This low PPH score indicates that people's consumption habits do not meet the standards of safety, nutrition, balance and diversity. The aims of this research are (1) to identify the components of farmers' food ingredients to achieve their ideal consumption, (2) to analyze the role of field agricultural instructors (PPL) in improving consumption patterns rhouseholds, (3) Analysis of the relationship between PPL and consumption patterns in order to achieve the Energy Adequacy Rate (EAR). This research is a quantitative research using the 7x24 hour food recall method, a Likert scale to see the level of PPL's ​​mentoring role. The analysis used is relationship level analysis spearman rank correlation analysis and analysis linear regression multiple ways to find out the factors that influence farmers' consumption patterns. Based on the research results, it was found that rice is the staple food for farmers and tofu and tempeh is the main side dish. The actual average AKE from farmers' consumption patterns is 1,644.42 kcal/capita/day with AKP of 52.53 grams/capita/day. These results show that the results obtained are still below standard. The role of educators with AKE has a significant relationship while consumption patterns have no relationship with extension workers because there is not even distribution of information regarding consumption patterns to farmers.
Pengaruh Penggunaan Zat Perangsang Tumbuh Alami Kulit Bawang Merah Terhadap Pembentukan Akar Stek Pucuk Bibit Bunga Krisan: The Effect of Using Natural Growth Stimulant of Red Onion Skin on Root Formation of Chrysanthemum Flower Seedling Cuttings Ahmad Sony Wijaya; Romadi, Ugik; Niken Rani Wandansari
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.4855

Abstract

Bunga krisan (Chrysanthemum sp), juga dikenal sebagai bunga Seruni, merupakan tanaman hias yang memiliki potensi tinggi di Indonesia. Krisan adalah jenis tanaman perdu yang menghasilkan bunga cantik. Permintaan akan tanaman hias bunga krisan saat ini semakin tinggi, terutama untuk kebutuhan hiasan hotel, kebutuhan dekorasi maupun upacara-upacara keagamaan. Dengan meningkatnya permintaan, upaya perbaikan kualitas bunga terus dilakukan, termasuk peningkatan kualitas bibit bunga krisan yang dihasilkan. Salah satu cara pembibitan yang umum digunakan adalah stek pucuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh zat pengatur tumbuh alami dari kulit bawang merah terhadap pembentukan akar stek pucuk tanaman bunga krisan. Bahan utama yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstrak kulit bawang merah yang digunakan pada bibit bunga krisan. Metode yang dignakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, dengan menggunakan dosis aplikasi ZPT terdiri dari 4 perlakukan, yang terdiri dari :P1 = tanpa pemberian ZPT (kontrol), P2 = pemberian ZPT konsentrasi 50%, P3 = pemberian ZPT konsentrasi 75, P4 = pemberian ZPT konsentrasi 100%. Parameter pada penelitian ini meliputi, panjang akar, laju pertumbuhan akar dan kerapatan akar. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pada setiap parameter yang digunakan perlakuan 4 merupakan perlakuan terbaik dengan hasil panjang akar (5.10 cm), laju pertumbuhan akar (0.32 cm/h) dan kerapatan akar (13 biji). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ZPT alami kulit bawang merah berpengaruh nyata terhadap akar bibit stek pucuk bunga krisan. The chrysanthemum flower (Chrysanthemum sp), also known as “bunga Seruni” in Indonesia, is a high-potential ornamental plant. Chrysanthemums are perennial plants that produce beautiful flowers. The demand for ornamental chrysanthemum plants is currently increasing, especially for hotel decoration needs, decoration needs, and religious ceremonies. With increasing demand, efforts to improve flower quality continue, including enhancing the quality of chrysanthemum seedlings. One common propagation method is stem cutting. The purpose of this research is to analyze the effect of natural growth regulators from red onion skins on root formation in chrysanthemum stem cuttings. The main material used in this study is an extract from red onion skins, which is applied to chrysanthemum seedlings. The research follows a Randomized Complete Block Design (RCBD) with a single factor, using four treatments: P1: No growth regulator application (control), P2: Application of growth regulator at 50% concentration, P3: Application of growth regulator at 75% concentration, P4: Application of growth regulator at 100% concentration. The parameters studied include root length, root growth rate, and root density. The results indicate that treatment 4 (100% concentration) performed best in all parameters, with root length measuring 5.10 cm, growth rate at 0.32 cm/h, and root density of 13 roots. In conclusion, the natural growth regulator from red onion skins significantly affects the root development of chrysanthemum stem cuttings.
Potensi Minyak Sereh Wangi untuk Pengendalian Hama pada Tanaman Buah: Potential of Citronella Oil for Controlling Pests in Fruit Crops Istianto, Mizu
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.4910

Abstract

Budidaya untuk menghasilkan produk buah yang optimal masih menghadapi kendala. Salah satu kendala tersebut adalah serangan hama. Untuk mengendalikan serangan hama, saat ini petani masih bertumpu pada penggunaan pestisida sintetik. Aplikasi pestisida sintetik selain mampu meningkatkan produksi buah juga menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan manusia. Upaya untuk mendapatkan alternatif teknologi pengendalian ramah lingkungan yang mampu mengurangi penggunaan pestisida sintetik berlebihan sangat diperlukan. Penggunaan biopestisida merupakan teknologi yang diharapkan mampu mengendalikan hama tanaman tetapi aman terhadap lingkungan dan manusia. Salah satu jenis biopestisida yang memiliki potensi dikembangkan untuk pengendalian hama adalah minyak sereh wangi. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada kondisi laboratorium dan lapang menunjukkan bahwa minyak sereh wangi mampu mengendalikan hama tanaman. Aplikasi minyak sereh wangi bisa diterapkan secara tunggal maupun rotasi dengan pestisida sintetik. Dengan memanfaatkan minyak sereh wangi dalam pengendalian hama tanaman akan melengkapi komponen paket pengendalian hama terpadu ramah lingkungan mendukung upaya mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan. Cultivation to produce optimal fruit products still faces obstacles. One of these obstacles is pest attacks. Currently, farmers still rely on synthetic pesticides to control pest attacks. The application of synthetic pesticides, apart from being able to increase fruit production, also causes negative impacts on the environment and humans. Efforts to find environmentally friendly alternative control technologies that can reduce excessive use of synthetic pesticides are very necessary. The use of biopesticides is a technology that is expected to be able to control plant pests but is safe for the environment and humans. One type of biopesticide that has the potential to be developed for pest control is citronella oil. The results of research conducted in laboratory and field conditions show that citronella oil can control plant pests. The application of citronella oil can be applied singly or in rotation with synthetic pesticides. Using citronella oil in controlling plant pests will complete the components of an environmentally friendly integrated pest control package to support efforts to realize sustainable agricultural development.
Populasi Serangga pada Lahan Budidaya Tomat yang Dikelilingi Refugia: Insect Population in Tomato Cultivation Areas Surrounded by Refugia Nurmaisah, Nurmaisah; Rahim, Abdul; Adiwena, Muh.
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.5279

Abstract

Arah penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak penanaman refugia terhadap indeks keanekaragaman serta dominansi serangga di lahan budidaya tomat (Solanum lycopersicum). Penelitian ini menerapkan rancangan acak kelompok dengan perlakuan tanpa refugia, serta refugia berupa Zinnia elegans, Cosmos caudatus dan Tagetes erecta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan refugia seperti Z. elegans dan T. erecta meningkatkan indeks keanekaragaman serangga dan indeks dominansi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Indeks keanekaragaman tertinggi mencapai 1,55 pada penggunaan T. erecta sementara indeks dominansi bernilai 0,44. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penggunaan refugia untuk meningkatkan biodiversitas dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dan meskipun peningkatan keanekaragaman hayati berhasil dicapai, tingkat keanekaragaman masih tergolong rendah. This research aims to evaluate the impact of refugia planting on the insect diversity index and dominance index in tomato (Solanum lycopersicum) cultivation areas. The research used an experiment with a randomized block design which included control procedures of no refugia and with the use of Zinnia elegans, Cosmos caudatus, and Tagetes erecta. The study demonstrates that employing refugia such as Z. elegans and T. erecta was also superior in improving the insect diversity index and dominance index compared to other treatments. The maximum estimated index diversity was 1.55 for T. erecta and for the dominance index was 0.44. The study concludes that the application of refugia is necessary for the enhancement of agricultural biodiversity and the equilibrium of the agricultural ecosystems though the diversity attained leaves much to be desired.
Efektivitas Nutrisi AB Mix terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas SR P08 UG Sistem Hidroponik Rakit Apung: Effectiveness of AB Mix Nutrition on Growth and Production of Rice (Oryza sativa L.) Varieties SR P08 UG Floating Raft Hydroponic System Masluki, Masluki; Suhaeni, Suhaeni; Mutmainnah, Mutmainnah
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.5402

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman padi pada lahan suboptimal yang mengalami cekaman genangan salah satunya melalui teknologi hidroponik rakit apung. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon pemberian pupuk AB mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas SR P08 UG dalam sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksankan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo pada Bulan September-Desember 2024. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap perlakuan terdapat 2 ulangan, sehingga terdapat 40 unit percobaaan. Perlakuan pada percobaan menggunakan kombinasi yaitu; P0 = Kontrol, P1 = AB mix 1200 ppm, P2 = AB mix 1400 ppm, P3 = AB mix 1600 ppm, P4 = AB mix 1800 ppm. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk AB mix memiliki signifikansi terhadap paramameter tinggi tanaman dan jumlah anakan, sedangkan jumlah butir permalai, berat malai, panjang akar, dan bobot per 1000 biji tidak signifikan. Perlakuan terbaik terdapat perlakuan P4 dengan parameter tinggi tanaman (90,5 cm), jumlah anakan (34,625 batang), jumlah butir per malai (127,25 butir), berat malai (19,375 gr), berat per 1000 biji (16,5 gr), sedangkan panjang akar di tunjukkan pada perlakuan P0 (tanpa perlakauan) dengan nilai (26,75 cm). One of the efforts to increase rice production on suboptimal land experiencing accumulation stress is through floating raft hydroponic technology. The aim of the research was to determine the response of AB mix fertilizer application to the growth and production of rice plants (Oryza sativa L.) SR P08 UG variety in a floating raft hydroponic system. The research was carried out at the green house, Faculty of Agriculture Cokroaminoto University, Palopo in September-December 2024. The research method used a Randomized Group Design (RGD) consisting of 5 treatments and 4 replications. Each treatment had 2 replications, so there were 40 experimental units. The treatment in the experiment used a combination, namely; P0 = Control, P1 = AB mix 1200 ppm, P2 = AB mix 1400 ppm, P3 = AB mix 1600 ppm, P4 = AB mix 1800 ppm. The results showed that AB mix fertilizer treatment had significance on the parameters of plant height and number of tillers, while the number of perennial grains, panicle weight, root length and weight per 1000 seeds were not significant. The best treatment was treatment P4 with parameters of plant height (90.5 cm), number of tillers (34,625 stems), number of grains per panicle (127.25 grains), panicle weight (19.375 gr), weight per 1000 seeds (16.5 gr), while root length was summarized in treatment P0 (without treatment) with a value of (26.75 cm).
Isolasi dan Uji Patogenesitas Cendawan Endofit Asal Tanaman Pisang Kepok (Musa acuminate balbisiana colla): Isolation and Inhibition Test of Endophytic Fungi from Kepok Banana (Musa acuminate balbisiana colla) Eka Lestari Ariyanti; Rahmat Jahuddin; Asti Irawanti Azis
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.5429

Abstract

Cendawan endofit dapat digunakan sebagai agens hayati dalam memperbaiki pertumbuhan dan ketahanan tanaman dalam menghadapi serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan mengisolasi cendawan endofit asal tanaman pisang dan menguji potensinya sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil isolasi cendawan endofit pada jaringan tanaman pisang kepok diperoleh sebanyak 6 isolat. Hasil identifikasi dan karakterisasi menunjukkan terdapat 4 genus cendawan. Genus cendawan tersebut yaitu Culvularia sp., Fusarium sp., Aspergillus sp., dan Trichoderma sp. Isolat cendawan tersebut diseleksi untuk melihat kemampuan dalam memacu pertumbuhan tanaman melalui uji patogenesitas. Hasil uji patogenesitas menunjukkan cendawan dari genus Trichoderma sp., dan Fusarium sp. memiliki kemampuan terbaik dalam memacu pertumbuhan tanaman. Hal ini mengindikasikan bahwa beberapa cendawan endofit non patogen asal tanaman pisang berpotensi sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Endophytic fungi can be used as biological agents in improving plant growth and resistance in the face of disease attacks. This study aims to isolate endophytic fungi from banana plants and test their potential as a booster for plant growth. From the results of the isolation of endophytic fungi in the banana pupace plant tissue, 6 isolates were obtained. The results of identification and characterization show that there are 4 genera of fungi. The genus of fungi is Culvularia sp., Fusarium sp., Aspergillus sp., and Trichoderma sp. The fungus isolates were selected to see the ability to spur plant growth through pathogenicity tests. Pathogenicity test results show that fungi from the genus Trichoderma sp., and Fusarium sp. have the best ability to spur plant growth. This indicates that some non-pathogenic endophytic fungi from banana plants have the potential to be a driver of plant growth.