cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Lamaranginang, Kel. Wara Utara, Kota Palopo, 91913
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 224 Documents
Aplikasi Penggunaan Insektisida Nabati Daun Mimba dalam Menekan Penyebaran Hama Kutu Kebul pada Tanaman Cabai di Desa Tompobulu: Application of Neem Leaf Extract in Controling Whitefly Pests on Cayyene Plants (Capsicum frutescens L.) Eka Sudartik; Andi Cakra Yusuf
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.4015

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi ekstrak daun mimba yang efektif terhadap hama kutu kebul pada tanaman cabai rawit yang dilaksanakan di Desa Tompobulu, Kecamatan Libureng Kabupaten Bone. Penelitian dilaksanakan Maret sampai Juni 2024. Metode penelitian menggunakan rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 6 perlakuan dan diulang 4 kali sehingga diperoleh 24 unit satuan percobaan. Setiap percobaan terdiri atas 2 sampel tanaman sehingga terdapat 48 unit tanaman. Taraf yang digunakan yaitu K1= Tanpa perlakuan, K2= Aplikasi daun mimba 60 ml/liter air, K3= Aplikasi daun mimba 80ml/liter air, K4= Aplikasi daun mimba 110 ml/liter air, K5= Aplikasi daun mimba 125 ml/liter air, K6= Aplikasi daun mimba 145ml/liter air. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan aplikasi pestisida nabati berbahan dasar daun nimba berpengaruh nyata terhadap setiap perlakuan mortalitas kutu kebul dan intesitas serangan hama kutu kebul pada tanaman cabai, perlakuan terbaik pada mortalitas kutu kebul yakni perlakuan K6= nimba145ml/liter air sedangkan intensitas serangan kutu kebul terbaik terdapat pada perlakuan K6 dengan aplikasi daun nimba145ml/liter air dengan hasil rata-rata intensitas serangan dalam menekan kutu kebul sebesar 31,24%. The aim of this research was to determine the effect and concentration of neem leaf extract that is effective against whitefly pests on cayenne pepper plants which was carried out in Tompobulu Village, Libureng District, Bone Regency. The research was carried out from March to June 2024. The research method used a randomized block design (RAK) consisting of 6 treatments and repeated 4 times to obtain 24 experimental units. Each experiment consisted of 2 plant samples so there were 48 plant units. The levels used are K1 = No treatment, K2 = Application of neem leaves 60 ml/liter of water, K3 = Application of neem leaves 80 ml/liter of water, K4 = Application of neem leaves 110 ml/liter of water, K5 = Application of neem leaves 125 ml/liter K6 water = Application of neem leaves 145ml/liter of water. The results of the study showed that the use of a plant-based pesticide application made from neem leaves had a significant effect on each treatment of whitefly mortality and the intensity of whitefly pest attacks on chili plants. The best treatment for whitefly mortality was treatment K6 = neem 145ml/liter of water while the best intensity of whitefly attacks found in the K6 treatment with the application of neem leaves at 145 ml/liter of water with the average attack intensity in suppressing whitefly being 31.24%.
Identifikasi Indikator Variabel yang Berpengaruh dalam Hubungan antara Karakteristik Penyuluh, Karakteristik Petani, Kinerja Penyuluh dan Perubahan Perilaku Petani: Identification of Variable Indicators that Influence Relationship Between Extension Worker Characteristics, Farmer Characteristics, Extension Worker Performance, and Changes in Farmers Behavior Siti Nurdiyanah; Nia Kurniasih Suryana; Ahmad Mubarak
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4032

Abstract

Peningkatan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, mandiri, inovatif, kreatif, dan berwawasan global sangat diperlukan untuk mewujudkan kecukupan pangan, perluasan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan produk domestik bruto dan pendapatan petani. Kinerja penyuluh pertanian yang baik sangat penting untuk mendukung swasembada dan kedaulatan pangan, serta meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator variabel yang mempengaruhi hubungan antara karakteristik petani, karakteristik penyuluh, kinerja penyuluh, dan perubahan perilaku petani. Penelitian dilakukan di Kota Tarakan dari Desember 2023 hingga Maret 2024 dengan jumlah sampel 55 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan mencakup data primer, seperti karakteristik responden petani dan penyuluh, serta data sekunder dari instansi terkait melalui observasi, wawancara, FGD, dan pengambilan data yang kemudian dipastikan validitas, reliabilitas indikator dan konstruk melalui software SmartPLS 3.0. Indikator yang berpengaruh yakni, keterampilan petani, pengalaman, usia, keberanian, komunikasi penyuluh, pengalaman penyuluh, penguasaan inovasi, peta wilayah, RDKK, RKP, keterampilan, pengetahuan dan sikap. Indikator variabel sangat penting dalam analisis SEM karena menyediakan dasar empiris untuk mengukur variabel laten. Pemilihan dan pengujian indikator yang tepat memastikan validitas dan reliabilitas model pengukuran. Dengan model yang benar, SEM membantu peneliti memahami dan menginterpretasikan hubungan kompleks antara berbagai variabel. Increasing professional, independent, innovative, creative, and globally-minded agricultural human resources (HR) is essential for food sufficiency, employment expansion, poverty eradication, and boosting GDP and farmer income. Good performance of agricultural instructors is vital for supporting food self-sufficiency, sovereignty, production, and farmer welfare. This research aims to identify variable indicators influencing the relationships among farmer characteristics, instructor characteristics, instructor performance, and changes in farmer behavior. Conducted in Tarakan City from December 2023 to March 2024 with 55 purposively sampled participants, data collection methods included observation, interviews, FGDs, and secondary data from related agencies. Using SmartPLS 3.0 software, key indicators analyzed were farmer skills, experience, age, courage, instructor communication, instructor experience, mastery of innovation, regional maps, RDKK, RKP, skills, knowledge, and attitudes. Proper selection and testing of these indicators ensure the validity and reliability of the measurement model in SEM analysis, aiding in the understanding of complex variable relationships.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Konsentrasi POC Nasi Basi terhadap Pertumbuhan Tanaman Hias Sirih Gading (Epipremnum aureum): The Effect of NPK Fertilizer Dosage and Liquid Organic fertilizer Concentration of Spoiled Rice on the Growth of Pothos (Epipremnum aureum) Muhammad Naim
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.4044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan pupuk NPK Mutiara dan POC nasi basi terhadap pertumbuhan tanaman sirih gading. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse kampus II Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Lamaranginang, Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Juli sampai bulan September 2023. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok, dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. P0 tanpa perlakuan (kontrol), P1= pupuk NPK Mutiara 5 gram dan POC nasi basi 50 ml/tanaman, P2 = pupuk NPK Mutiara 10 gram dan POC nasi basi 100 ml/tanaman, P3 = pupuk NPK Mutiara 15 gram dan POC nasi basi 150 ml/tanaman, P4 = pupuk NPK Mutiara 20 gram dan POC nasi basi 200 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk NPK Mutiara dan POC nasi basi memberikan efek signifikan pada parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 68,63 cm, serta sangat signifikan pada parameter jumlah daun dengan rata-rata 15,66 helai. Namun, perlakuan ini tidak memberikan efek signifikan pada parameter lebar daun yang memiliki nilai rata-rata 7 cm dan panjang daun dengan rata-rata 10,9 cm pada tanaman sirih gading. This study aims to evaluate the effectiveness of using NPK Mutiara fertilizer and fermented rice wash (POC) on the growth of pothos plants (Epipremnum aureum). The research was conducted in the Green House of Campus II, Faculty of Agriculture, Universitas Cokroaminoto Palopo, located on Jalan Lamaranginang, Salobulo Village, Wara Utara District, Palopo City. The study was carried out from July to September 2023. The research employed a Randomized Block Design (RBD) method, with 5 treatments and 3 replications. The treatments were: P0 (control) with no treatment, P1 with 5 grams of NPK Mutiara fertilizer and 50 ml of POC per plant, P2 with 10 grams of NPK Mutiara fertilizer and 100 ml of POC per plant, P3 with 15 grams of NPK Mutiara fertilizer and 150 ml of POC per plant, and P4 with 20 grams of NPK Mutiara fertilizer and 200 ml of POC per plant. The results showed that the application of NPK Mutiara fertilizer and POC had a significant effect on the plant height parameter, with an average height of 68.63 cm, and a highly significant effect on the number of leaves parameter, with an average of 15.66 leaves. However, this treatment did not have a significant effect on the leaf width parameter, which had an average value of 7 cm, and the leaf length parameter, with an average value of 10.9 cm in pothos plants.
Identifikasi Pola Distribusi Guna Mendukung Rantai Pasok Beras di Kabupaten Sidenreng Rappang (Studi Kasus CV. Rahma 35): Identification of Distribution Patterns to Support the Rice Supply Chain in Sidenreng Rappang District (Case Study CV. Rahma 35) Qayyum, Muhammad Chaerul; Mursalat, Aksal; Haryono, Iranita
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4169

Abstract

Kabupaten Sidenreng Rappang menjadi salah satu daerah penghasil padi terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil tersebut diperlukan proses pengolahan dan pendistribusian yang baik hingga ke tangan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola saluran distribusi guna mendukung rantai pasok beras di Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan metode wawancara mendalam Penelitian diharapakan mampu memberikan informasi terkait aliran rantai pasok dalam Perusahaan serta informasi terkait efisiensi saluran distribusi dan biaya dalam distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola distribusi beras yang terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang studi kasus CV. Rahma 35 terdiri dari 2 saluran distribusi. Saluran pertama petani ® pedagang pengumpul/mitra ® industri CV. Rahma 35 ® konsumen luar provinsi. Untuk saluran kedua petani ® pedagang pengumpul/mitra ® industri CV. Rahma 35 ® pedagang pengecer ® konsumen. Pola saluran distribusi ini didukung dengan aliran rantai pasok yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang, dapat dilihat bahwa masing-masing aliran yang ada berjalan dengan baik sesuai dengan teori rantai pasok. Mulai dari aliran produk yang berjalan satu arah dari produsen ke konsumen. Kemudian aliran keuangan yang juga mengalir satu arah dari konsumen ke produsen. Serta aliran informasi yang mengalir dua arah antara produsen dan konsumen agar mempererat hubungan kepercayaan diantara keduanya. Sidenreng Rappang Regency is one of the largest rice producing areas in South Sulawesi Province. With these results, a good processing and distribution process is needed into the hands of consumers. The method used in this research is qualitative method. The sampling technique in this research was carried out using the snowball sampling technique. The data analysis technique was carried out using the in-depth interview method. The research is expected to be able to provide information regarding supply chain flows within the Company as well as information regarding the efficiency of distribution channels and costs in distribution. The results of the research show that the rice distribution pattern that occurs in the Sidenreng Rappang Regency, the CV case study. Rahma 35 consists of 2 distribution channels. The first channel is farmers ® traders/partners ® CV industry. Rahma 35 ® consumers outside the province. For the second channel, farmers ® traders/partners ® CV industry. Rahma 35 ® retailers ® consumers. This distribution channel pattern is supported by the supply chain flow in Sidenreng Rappang Regency. It can be seen that each existing flow is running well in accordance with supply chain theory. Starting from the flow of products that goes in one direction from producer to consumer. Then financial flows also flow in one direction from consumers to producers. As well as a two-way flow of information between producers and consumers to strengthen the relationship of trust between the two.
Hubungan Kekerabatan Mutan Ke-4 Padi Beras Merah (Inpago Unram 1) dan Padi Beras Hitam (Baas Selem) Berdasarkan Karakter Morfologi: Relationship of The 4Th Mutants of Red Rice (Inpago Unram 1) and Black Rice (Baas Selem) Based on Morphological Characters Khairina, Khairina; Ni Wayan Sri Suliartini; A. A. Ketut Sudharmawan
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4197

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan mutan ke-4 padi beras merah (Inpago Unram 1) dan padi beras hitam (Baas Selem) berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret 2023 hingga November 2023 yang bertempat di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB. Penelitian disusun mengguanakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 20 perlakuan (10 perlakuan mutan padi Inpago Unram 1 dan 10 perlakuan mutan padi Baas Selem) dan memiliki 3 ulangan sehingga terdapat 30 unit petak percobaan. Variabel penelitian terdiri dari karakter tinggi tanaman (cm), jumlah anakan produktif (anakan), jumlah anakan total (anakan), panjang malai (cm), jumlah gabah berisi per malai (butir), jumlah gabah hampa per malai (butir), berat 100 butir (g) dan berat gabah per rumpun (g). Nilai rerata setiap variabel yang diamati, dihitung dan dianalisis menggunakan analisis Cluster Dendrogram berdasarkan jarak Euclidean dengan menggunakan aplikasi SPSS, kemudian diuji lanjut menggunakan perhitungan persentase similaritas, korelasi, analisis keragaman Anova dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kekerabatan pada mutan ke-4 padi beras merah (Inpago Unram 1) dan padi beras hitam (Baas Selem) berdasarkan karakter morfologi yang tergolong jauh dengan persentase kemiripan 6,2%-6,4%. This research aims to determine the relationship between the 4 mutants of red rice (Inpago Unram 1) and black rice (Baas Selem) based on morphological characters. This research was carried out from March 2023 to November 2023 at Saribaye village, Lingsar subdistrict, West Lombok district, NTB province. The research was structured using a Randomized Block Design pattern consisting of 20 treatments (10 treatments of the Inpago Unram 1 rice mutant and 10 treatments of the Baas Selem rice mutant) and had 3 replications so that there were 30 experimental plot units. The research variables consisted of plant height (cm), number of productive tillers (tillers), total number of tillers (tillers), panicle length (cm), number of filled grains per panicle (grain), number of empty grains per panicle (grain), weight 100 grains (g) and weight of grain per hill (g). The mean value of each observed variable was calculated and analyzed using Cluster Dendrogram analysis based on Euclidean distance using the SPSS application, then tested further using similarity percentage calculations, correlation, Anova diversity analysis and the DMRT further test at the 5% level. The results of the research show that there is a relationship between the 4th mutant of red rice (Inpago Unram 1) and black rice (Baas Selem) based on morphological characters which are relatively distant with a similarity percentage of 6.2% -6.4%.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Generasi Muda Petani pada Sektor Pertanian di Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang: Analysis of Factors that Influence of the Young Farmers Generation in the Agricultural Sector in Panca Rijang District Sidenreng Rappang Regency Harum Haeruddin, Muhammad; R, Fitriani; Mursalat, Aksal
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4299

Abstract

Saat ini masih terdapat permasalahan serius di sektor pertanian dimana petani berusia tua (lebih dari 55 tahun) jumlahnya semakin meningkat, sementara tenaga kerja usia muda semakin berkurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi, kepribadian, ekonomi keluarga, dan keadaan lingkungan terhadap minat generasi muda petani di sektor pertanian. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Panca Rijang pada bulan Maret-Mei 2024. Teknik analisis data menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hasil uji t diperoleh bahwa variabel Motivasi (X1) dan Kepribadian (X2) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat generasi muda sedangkan variabel Ekonomi Keluarga (X3) dan Keadaan Lingkungan (X4) berpengaruh secara signifikan terhadap minat generasi muda. Pada hasil uji f diperoleh bahwa semua variabel independen (X) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Minat (Y) generasi muda petani terhadap sektor pertanian. There are still serious problems in the agricultural sector where the number of older farmers (over 55 years) is increasing, while the number of young workers is decreasing. This research aimed to determine the influence of motivation, personality, family economy, and environmental conditions on the interest of the younger generation of farmers in the agricultural sector. This research was carried out in Panca Rijang District in March-May 2024. The data analysis technique used Multiple Linear Regression Analysis. The result of the research show that the results of the t-test show that variables Motivation (X1) and Personality (X2) have no significant influence on the interests of the younger generation, while the variables Family Economy (X3) and Environmental Conditions (X4) have a significant influence on the interests of the younger generation. F test was found that all independent variables (X) simultaneously had a significant effect on the interest (Y) of the younger generation in the agricultural sector.
Uji Organoleptik Produk Riceball Ikan Layang (Decapterus spp) Terhadap Pengaruh Penambahan Wortel dan Daun Kelor: Organoleptic Testing of Mackerel Scad (Decapterus spp.) Riceball Products on the Effect of Adding Carrots and Moringa Leaves Astrina Nur Inayah; Rukmelia, Rukmelia; Eka Pratiwi Safri; Sulfika, Sulfika; Iranita Haryono; Astrini Padapi; Muh. Arsyad
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4304

Abstract

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase penambahan wortel dan daun kelor terhadap tingkat kesukaan (warna, aroma, rasa dan tekstur) riceball ikan layang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Timoreng Panua dengan (25 orang panelis) Kecamatan Panca Rijang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata varian yang banyak disukai panelis adalah varian wortel. Peresentase nilai dari segi warna adalah 4.92, aroma 4.84, rasa 4.84 dan tekstur 4.92. Kesimpulannya, produk riceball ika layang ini memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan lebih lanjut. Berdasarkan hasil uji organoleptik kedua sampel dengan dua perlakuan yang dapat dilihat dari warna, aroma, rasa, dan tekstur bahwa penambahan wortel banyak disukai oleh panelis dapat diterima dimasyarakat. This research activity aims to determine the effect of the percentage of added carrots and Moringa leaves on the level of liking (color, aroma, taste and texture) of mackerel scad riceballs. This research was carried out in Timoreng Panua Village with (25 panelists) Panca Rijang District. This research was carried out on June 2024. The results of the research showed that the average value of the variant that most panelists liked was the carrot variant. The percentage value in terms of color is 4.92, aroma 4.84, taste 4.84 and texture 4.92. In conclusion, the ika layang riceball product has good potential for further development. Based on the results of organoleptic tests of two samples with two treatments, as observed through color, aroma, taste, and texture, the addition of carrots was highly favored by the panelists and is acceptable to the public.
Identifikasi Pola Kemitraan dalam Menunjang Kinerja Pemasaran Kopi di Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang: Identification of Partnership Patterns in Supporting Coffee Marketing Performance in Buntu Batu District Enrekang Regency Ario, Ario; Mursalat, Aksal; Padapi, Astrini
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4329

Abstract

Kabupaten Enrekang berada di tengah Semenanjung Sulawesi Selatan, dengan lingkungan pegunungan dan luas sekitar 1.786,01 km2. Wilayah ini memiliki sumber daya alam yang melimpah dan memiliki potensi yang sangat besar untuk pertumbuhan agribisnis, termasuk kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kemitraan dalam menunjang kinerja pemasaran kopi di Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini menerapkan teknik purposive sampling, yang berarti informan dipilih secara sengaja berdasarkan pertimbangan bahwa mereka memiliki pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman tentang masalah objek penelitian serta penentuan informan terdiri dari 2 sumber yaitu dari pihak CV Garis Tengah Kopi dan petani yang bermitra sebanyak 30 petani kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang terjalin antara petani kopi di Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang, dengan CV Garis Tengah Kopi adalah pola kemitraan kerjasama operasional agribisnis (KOA). Pola kemitraan ini ditandai dengan kerjasama saling menguntungkan di mana petani menyediakan lahan dan tenaga kerja, sedangkan perusahaan mitra atau CV Garis Tengah Kopi, menyediakan sarana produksi (saprodi), bimbingan, dan pelatihan dari budidaya hingga pasca panen. Selain itu, perusahaan juga memberikan jaminan kepastian pasar kepada petani, membantu dalam pemasaran hasil produksi, dan memberikan bimbingan teknis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kopi. Enrekang Regency is located in the center of the South Sulawesi, with a mountainous environment and an area of approximately 1,786.01 km2. This region has abundant natural resources and has enormous potential for agribusiness growth, including coffee. This study aims to identify partnership patterns in supporting coffee marketing performance in Buntu Batu District, Enrekang Regency. The method used in this research is qualitative method. This research applies purposive sampling technique, which means that informants are selected intentionally based on the consideration that they have knowledge, experience, and understanding of the problem of the object of research and the determination of informants consists of 2 sources, namely from CV Garis Tengah Kopi and farmers who partnered as many as 30 coffee farmers. The results showed that the partnership pattern established between coffee farmers in Buntu Batu District, Enrekang Regency, and CV Garis Tengah Kopi is the agribusiness operational cooperation (KOA) partnership pattern. This partnership pattern is characterized by mutually beneficial cooperation in which farmers provide land and labour, while the partner company or CV Garis Tengah Kopi, provides production facilities (saprodi), guidance, and training from cultivation to post-harvest. In addition, the company also guarantees market certainty to farmers, assists in marketing production, and provides technical guidance to improve the quality of the coffee.
Adaptasi Petani Padi Terhadap Perubahan Iklim di Kecamatan Telluwanua Kota Palopo: Adaptation of Rice Farmers to Climate Change in Telluwanua Sub-District Palopo City Hamida, Hamida; Taruna Safa Arzam; Dewi Marwati Nuryanti
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4361

Abstract

Padi sawah merupakan salah satu komoditas subsektor tanaman pangan yang paling merasakan dampak adanya perubahan iklim. Dampak negatif perubahan iklim pada padi sawah yaitu menurunnya produksi dan produktivitas karena perubahan luas tanam dan luas panen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adaptasi petani padi terhadap perubahan iklim serta dampaknya terhadap tanaman padi di Kecamatan Telluwanua. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang petani. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif, disajikan dalam bentuk deskriftif kualitatif kemudian dinarasikan. Hasil penelitian menunjukkan secara umum petani responden memaknai perubahan iklim sebagai perubahan dan pergesaran musim yang tidak teratur. Petani menuturkan jika dulu pergeseran musim hujan dan kemarau sangat jelas. Namun pada saat ini, hal tersebut menjadi tidak jelas. Musim menjadi sulit untuk diprediksi. Selain perubahan musim, setidaknya terdapat empat fenomena perubahan iklim yang terkait erat dengan aktivitas usahatani yang dirasakan oleh petani, yaitu: (a) perubahan suhu, (b) perubahan curah hujan, (c) perubahan debit mata air, dan (d) peningkatan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Adaptasi yang dilakukan petani padi dalam menghadapi perubahan iklim antara lain adaptasi penggunaan varietas padi, menyesuaikan waktu tanam, penggunaan sumur bor dan penggunaan alat pompa. Lowland rice is one of the commodities in the food crop subsector most affected by climate change. The negative impact of climate change on paddy rice is a decrease in production and productivity due to changes in planting area and harvest area. This study aimed to determine the adaptation of rice farmers to climate change and its impact on rice plants in Telluwanua District. The sample in this study amounted to 100 farmers. Data were analyzed descriptively, presented in qualitative descriptive form, and then narrated. The results showed that in general, respondent farmers interpreted climate change as changes and irregular seasonal shifts. Farmers said that in the past, the shift between the rainy and dry seasons was very clear. But at this time, it became unclear. The season has become difficult to predict. In addition to seasonal changes, there are at least four climate change phenomena that are closely related to farming activities perceived by farmers, namely: (a) changes in temperature, (b) changes in rainfall, (c) changes in spring discharge, and (d) increased attacks of plant pest organisms (OPT). Adaptations made by rice farmers in the face of climate change include adaptations to the use of rice varieties, adjusting planting time, the use of boreholes, and the use of pumping equipment.
Studi Efikasi Beberapa Ekstrak Tanaman untuk Mengendalikan Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda): Efficacy Study of Several Plant Extracts to Control Armyworm (Spodoptera frugiperda) Basir Basserang; Fenny Hasanuddin; Rifni Nikmat Syarifuddin
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4395

Abstract

Jagung merupakan tanaman yang berumur hampir sama dengan tanaman padi (semusim), namun tanaman jagung termasuk tanaman yang tahan terhadap musim kemarau sehingga pada daerah yang curah hujannya rendah sangat cocok. Sulawesi Selatan adalah daerah penghasil jagung yang cukup besar dan bahkan termasuk dalam 10 besar provinsi produsen jagung terbanyak. Berdasarkan data BPS menunjukkan produksi tanaman jagung di Sulawesi Selatan selama kurun waktu 3 tahun terakhir adalah 1.033.341.18 (ton) ditahun 2021, meningkat 1.152.062.70 (ton) ditahun 2022 dan turun menjadi 1.004.274.67 (ton) ditahun 2023. Dari data tersebut menunjukkan produksi jagung mengalami fluktuatif, hal ini dikarenakan terdapat beberapa kendala yang ditemui pada saat budidaya tanaman jagung. Salah satu kendala yang kerap ditemukan di lapangan adalah adanya serangan OPT terjadi pada tanaman jagung sehingga berkurangnya produksi tanaman jagung. Salah satu OPT yang terjadi pada tanaman jagung yaitu ulat grayak (Spodoptera frugiferda). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak tanaman yang efektif untuk mengendalikan ulat grayak pada tanaman jagung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan, dimana perlakuannya adalah penggunaan beberapa jenis ekstrak tanaman. Setiap ulangan menggunakan 10 larva uji. Sehingga total larva uji adalah 180. Perlakuan yang dicobakan adalah: P0 = Tanpa perlakuan (Kontrol), P1 = Pestisida sintetik, P2 = Ekstrak daun pulai, P3 = Ekstrak daun sirsak, P4 = Ekstrak daun pepaya, P5= Ekstrak buah cabai merah, dengan parameter pengamatan yaitu larva berhenti makan (%), mortalitas larva, waktu kematian50. Hasil penelitian menunjukkan Ekstrak daun, pulai, sirsak, papaya, dan cabai merah tidak memberikan pengaru nyata terhadap larva berhenti makan. Ekstrak daun, pulai, sirsak, papaya, dan cabai merah memikili pengaru nyata terhadap mortalitas S. Frugiperda dengan konsentrasi yang sama 40% dan Waktu kematian50 (WK50) hanya terdapat pada ekstrak cabai merah dan ekstrak daun pulai dengan waktu yang sama yaitu 120 JSA. Corn is a plant that is almost the same age as rice plants (annual), but corn plants are plants that are resistant to the dry season so that in areas with low rainfall it is very suitable. South Sulawesi is a fairly large corn-producing area and is even included in the top 10 most corn-producing provinces. Based on data from the Central Statistics Agency, the production of corn crops in South Sulawesi during the last 3 years was 1,033,341.18 (tons) in 2021, an increase of 1,152,062.70 (tons) in 2022 and a decrease to 1,004,274.67 (tons) in 2023. The data shows that corn production fluctuates, this is because there are several obstacles encountered during the cultivation of corn plants. One of the obstacles that is often found in the field is the occurrence of OPT attacks on corn plants so that the production of corn plants decreases. One of the OPT that occurs in corn plants is the armyworm (Spodoptera frugiferda). This study aims to find out which plant extracts are effective in controlling armyworms in corn plants.This study aims to determine which plant extracts are effective in controlling armyworms in corn plants. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with six treatments and three replications, where the treatment was the use of several types of plant extracts. Each replication used 10 test larvae. So that the total test larvae were 180. The treatments tried were: P0 = No treatment (Control), P1 = Synthetic pesticide, P2 = Pulai leaf extract, P3 = Soursop leaf extract, P4 = Papaya leaf extract, P5 = Red chili fruit extract, with observation parameters namely larvae stop eating (%), larval mortality, time of death50. The results showed that leaf extracts, pulai, soursop, papaya, and red chili did not have a significant effect on larvae stopping feeding. Leaf extracts, pulai, soursop, papaya, and red chili had a significant effect on S. Frugiperda mortality with the same concentration of 40% and Time of Death50 (WK50) was only found in red chili extract and pulai leaf extract with the same time, namely 120 JSA.