cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Lamaranginang, Kel. Wara Utara, Kota Palopo, 91913
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 224 Documents
Tingkat Bahaya Erosi Berbasis USLE, MUSLE, dan RUSLE dengan Penerapan SIG pada Lahan Pertanian di Provinsi Kalimantan Utara: Erosion Danger Levels Based on USLE, MUSLE, and RUSLE Models Using GIS Application on Agricultural Land in North Kalimantan Province Titing, Deny; Mansyur, Nur Indah; Pudjiwati, Eko Hary
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.6370

Abstract

Erosi tanah merupakan salah satu permasalahan utama dalam pengelolaan lahan pertanian, terutama di wilayah dengan topografi kompleks seperti Provinsi Kalimantan Utara. Aktivitas pertanian yang tidak diimbangi dengan praktik konservasi tanah yang baik dapat meningkatkan risiko kehilangan lapisan tanah atas yang subur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan tingkat bahaya erosi pada berbagai jenis tutupan lahan pertanian dengan pendekatan tiga model empiris utama: Universal Soil Loss Equation (USLE), Modified USLE (MUSLE), dan Revised USLE (RUSLE). Ketiga model ini diterapkan dengan dukungan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghasilkan distribusi spasial laju erosi secara akurat. USLE menghitung kehilangan tanah tahunan berdasarkan faktor-faktor seperti intensitas curah hujan, erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, tutupan lahan, serta praktik konservasi. MUSLE memperhitungkan volume limpasan permukaan, sementara RUSLE menyempurnakan faktor-faktor curah hujan dan penutup lahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa lahan kering pada lereng curam yang dikelola tanpa konservasi memiliki tingkat erosi tertinggi. Sebaliknya, lahan sawah dan lahan rawa menunjukkan tingkat erosi sangat rendah, terutama karena sistem irigasi dan kondisi permukaan tanah yang lebih stabil. Soil erosion is one of the major challenges in agricultural land management, especially in areas with complex topography such as North Kalimantan Province. Agricultural activities that are not supported by proper soil conservation practices can lead to significant loss of the fertile topsoil layer. This study aims to identify and map the level of erosion risk across various types of agricultural land cover using three main empirical models: the Universal Soil Loss Equation (USLE), the Modified USLE (MUSLE), and the Revised USLE (RUSLE). These models are applied with the support of Geographic Information Systems (GIS) to produce accurate spatial distributions of erosion rates. The USLE model estimates annual soil loss based on factors such as rainfall intensity, soil erodibility, slope length and steepness, land cover, and conservation practices. The MUSLE model incorporates surface runoff volume into its calculations, while the RUSLE model refines the rainfall and land cover factors. The analysis reveals that the highest erosion rates occur on dry agricultural lands located on steep slopes with minimal conservation measures. In contrast, paddy fields and swamp lands tend to exhibit very low erosion rates, largely due to the presence of irrigation systems and more stable soil surface conditions.
Morfologi Cendawan Terbawa Benih Padi Asal Sentra Pertanaman Padi Kalimantan Utara: Morphology of Seed-Borne Fungi From Rice-Growing Centers in North Kalimantan Adiwena, Muh.; Rahim, Abdul
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.6371

Abstract

Cendawan merupakan mikroorganisme eukariotik yang dapat terbawa oleh benih padi dan bersifat patogenik, menurunkan kualitas, daya tumbuh, dan hasil panen. Spora atau hifa cendawan dapat bertahan dalam kondisi dorman pada benih. Identifikasi morfologi seperti warna koloni, hifa, dan konidia penting untuk deteksi awal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi morfologi cendawan terbawa benih padi di Kalimantan Utara sebagai dasar pengendalian penyakit sejak tahap perbenihan. Penelitian dilakukan di empat kecamatan sentra padi Kalimantan Utara: Tanjung Selor, Tanjung Palas, Tanjung Palas Tengah, dan Tanjung Palas Utara pada tahun 2020 menggunakan metode snowball sampling hingga mencapai 75% petani. Dari tiap responden diambil 200 gram benih padi. Deteksi cendawan menggunakan blotter test dan diinkubasi selama satu minggu. Identifikasi dilakukan dengan mikroskop stereo (400x dan 1000x) berdasarkan hifa dan konidia. Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, merupakan sentra produksi padi dengan 14 varietas benih yang digunakan petani. Dari sampel benih di empat kecamatan, ditemukan empat genus cendawan, yakni Alternaria, Aspergillus, Mucor, dan Rhizopus. Cendawan tersebut memiliki karakteristik morfologi berbeda dan dapat bersifat patogen maupun bermanfaat. Fungi are eukaryotic microorganisms that can be seed-borne in rice and act as pathogens, reducing seed quality, germination rate, and yield. Fungal spores or hyphae can remain dormant within seeds. Morphological identification—such as colony color, hyphae, and conidia—is crucial for early detection. This study aims to identify the morphology of seed-borne fungi in rice from North Kalimantan as a basis for early disease control during the seed phase. The research was conducted in four rice-producing subdistricts of North Kalimantan: Tanjung Selor, Tanjung Palas, Tanjung Palas Tengah, and Tanjung Palas Utara in 2020, using a snowball sampling method covering 75% of farmers. From each respondent, 200 grams of rice seed were collected. Fungal detection was carried out using the blotter test and incubated for one week. Identification was done using a stereo microscope (400x and 1000x magnification) based on hyphae and conidia characteristics. Bulungan Regency in North Kalimantan is a major rice-producing area with 14 seed varieties used by farmers. From seed samples across the four subdistricts, four fungal genera were found: Alternaria, Aspergillus, Mucor, and Rhizopus. These fungi have distinct morphological characteristics and may be either pathogenic or beneficial.
Analisis Perbandingan NPV dan IRR Penggunaan Hidroponik Smart System dan Manual System Terhadap Tanaman Selada (Studi Kasus di CV Malaka Farm Soppeng): Comparative Analysis of NPV and IRR of the Use of Smart and Manual System Hydroponic on Lettuce (Case Study: CV. Malaka Farm Soppeng) Anggraini, Aqsyah
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.6376

Abstract

Teknik hidroponik adalah salah satu metode penanaman sayuran yang paling populer, terutama dalam menghadapi keterbatasan lahan untuk bercocok tanam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan NPV dan IRR penggunaan Smart System Hidroponik dengan Manual System Hidroponik pada tanaman selada di CV. Malaka Farm Kabupaten Soppeng. Penelitian ini dilakukan pada Januari sampai Maret 2025 dan berlokasi di Soppeng. Penentuan jumlah sampel dengan menggunakan metode sampling jenuh. Penelitian melibatkan perhitungan indikator NPV (Net Present Value) adalah mengukur selisih antara nilai saat ini dari arus kas masuk dan arus kas keluar pada periode tertentu, dan IRR adalah Tingkat diskonto yang menghasilkan nilai kini dari arus kas masuk. NPV dan IRR adalah dua teknik finansial untuk mengevaluasi nilai investasi suatu teknologi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa usaha ini membutuhkan biaya investasi yang sangat berbeda, dari segi analisis NPV yang menunjukan hasil hitungan yang positif baik dari smart system hidroponik maupun manual system hidroponik, sedangkan Hasil analisis kelayakan menggnakaan IRR pun menunjukkan bahwa usaha ini layak yaitu 41% besar dari diskon rate yang ditentukan yaitu 10% dan 13%. The hydroponic technique is one of the most popular methods of growing vegetables, especially in the face of limited land for cultivation. The aim of this research is to find out the comparison of the NPV and IRR of using a Smart Hydroponic System with a Manual Hydroponic System for lettuce plants in CV. Malaka Farm, Soppeng Regency. This research was conducted from January to March 2025 and was located in Soppeng. Determining the number of samples using the saturated sampling method. The research involves calculating the NPV (Net Present Value) indicator which measures the difference between the current value of cash inflows and cash outflows in a certain period, and IRR is the discount rate which produces the present value of cash inflows. NPV and IRR are two financial techniques for evaluating the investment value of a technology. The results of this research show that this business requires very different investment costs, in terms of NPV analysis which shows positive calculation results from both the smart hydroponic system and manual hydroponic system, while the results of the feasibility analysis using IRR also show that this business is feasible, namely 41%. from the specified discount rate, namely 10% and 13%.
Eksplorasi Cendawan Rhizosfer Tanaman Kakao Klon Lokal Kota Polewali Sulawesi Barat: Rhizosferic Fungal Exploration of Local Clone Cocoa (Theobroma cacao L.) from Polewali West Sulawesi Azis, Asti Irawanti; Dewi, Vien Sartika; Erna, Erna; Rosmana, Ade
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.6402

Abstract

Mikroorganisme tanah, khususnya yang berasal dari daerah rhizosfer, merupakan salah satu komponen penting dalam ekosistem pertanian yang berperan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi potensi cendawan rhizosfer dari tanaman kakao klon lokal asal Kota Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Sebanyak 13 isolat cendawan berhasil diisolasi dari tanah rhizosfer tanaman kakao sehat. Selanjutnya, dilakukan uji patogenisitas terhadap daun kakao untuk mengetahui potensi patogenik isolat. Hasil menunjukkan bahwa 2 dari 13 isolat berpotensi patogenik dan tidak digunakan pada pengujian lanjutan. Sebanyak 11 isolat non-patogenik diuji lebih lanjut untuk mengetahui potensinya dalam merangsang pertumbuhan tanaman uji (jagung varietas rentan), baik dengan maupun tanpa perlakuan fungisida. Pengujian ini menghasilkan data bahwa 4 isolat memiliki potensi tinggi, yaitu dua isolat (EG dan EX) mampu merangsang pertumbuhan tanaman hingga 90%, sedangkan dua isolat lainnya (EF dan EW) hingga 80%. Temuan ini menunjukkan bahwa isolat-isolat tersebut berpotensi untuk dikembangkan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan karena mampu memperbaiki ekosistem tanah, meningkatkan efisiensi pemupukan, dan memperkuat ketahanan fisiologis tanaman terhadap stres lingkungan. Soil microorganisms, particularly those originating from the rhizosphere, are among the most important components of agricultural ecosystems due to their natural role in promoting plant growth. This study aimed to explore and evaluate the potential of rhizospheric fungi isolated from local-clone cocoa plants in Polewali City, Polewali Mandar Regency, West Sulawesi, as plant growth promoters. This study aimed to explore and evaluate the potential of rhizospheric fungi from local cocoa clones originating from Polewali City, Polewali Mandar Regency, West Sulawesi, as biological control agents and plant growth-promoting fungi. A total of 13 fungal isolates were successfully obtained from the rhizosphere of healthy cocoa plants. Pathogenicity tests on cocoa leaves revealed that 2 out of 13 isolates exhibited pathogenic characteristics potentially and were excluded from further analysis. The remaining 11 non-pathogenic isolates were subsequently tested for their growth-promoting effects on a susceptible maize variety, both with and without fungicide treatment. The results demonstrated that four isolates showed promising potential: two isolates (EG and EX) stimulated plant growth up to 90%, while two others (EF and EW) stimulated up to 80%. These findings indicate that the selected isolates have promising potential for development as plant growth-promoting agents. This approach aligns with the principles of sustainable agriculture, as it contributes to improving soil ecosystems, enhancing nutrient use efficiency, and strengthening the physiological resilience of plants to environmental stress.  
Respons Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. saccharata) Terhadap Aplikasi Beberapa Dosis Pupuk Hayati Trichoderma sp.: Response of Sweet Corn Crops (Zea mays L. saccharata) to the Application of Several Doses of Trichoderma sp. Sheli Mustikasari Dewi; R. Arif Malik Ramadhan
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.6469

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu varietas jagung komersial di Indonesia. Kebutuhan jagung manis di Indonesia masih rendah sedangkan permintaan konsumsi jagung manis terbilang tinggi. Penggunaan teknologi yang inovatif diupayakan dapat meningkatkan produktivitas dan produksi. Upaya yang bisa dilakukan yakni salah satunya dengan memanfaatkan biofertilizer. Jamur Trichoderma sp. merupakan salah satu mikroorganisme yang dikenal biofungisida fungsional. Trichoderma sp. dapat berfungsi sebagai agen hayati pertumbuhan tanaman, dan dapat pula sebagai organisme pengurai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat respons hasil tanaman jagung pada aplikasi pupuk hayati Trichoderma sp. dengan berbagai dosis. Penelitian dilakukan pada bulan November 2023 sampai dengan Januari 2024 di kebun percobaan Rawasari, Kelurahan Munjuljaya, Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dosis Trichoderma sp. yaitu: 0 g; 15 g; 30 g; 45 g; dan 60 g. Kombinasi perlakuan ada 5 dengan 5 kali ulangan. Variabel pengamatan yaitu komponen hasil (bobot tongkol dengan kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol dan diameter tongkol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komponen hasil respon terbaik yaitu perlakuan 60 gr dosis Trichoderma sp. terhadap bobot tongkol dengan kelobot (268,35 g), bobot tongkol tanpa kelobot (240,35 g), panjang tongkol (29,91 cm) dan diameter tongkol (4,98 cm). Sweet corn is one of the commercial maize varieties in Indonesia. The demand for sweet corn in Indonesia is still low while the demand for sweet corn consumption is high. The use of innovative technologies is sought to increase productivity and production. One of the efforts that can be done is by utilizing biofertilizer. Trichoderma sp. is one of the microorganisms known as functional biofungicide. Tricodherma sp. can function as a biological agent of plant growth, and can also be a decomposing organism. The purpose of this study was to see the response of corn plant yield to the application of Trichoderma sp. biofertilizer with various doses. The research was conducted from November 2023 to January 2024 at the Rawasari Experimental Farm, Munjuljaya Village, Purwakarta Regency. This study used a Randomized Group Design (RGD) with 5 treatment doses of Trichoderma sp. namely: 0 g; 15 g; 30 g; 45 g; and 60 g. There were 5 treatment combinations with 5 replications. The observation variables were yield components (cob weight with kelobot, cob weight without kelobot, cob length and cob diameter). The results showed that in the yield component the best response was the treatment of 60 gr dose of Trichoderma sp. on the weight of cob with kelobot (268.35 g), cob weight without kelobot (240.35 g, cob length (29.91 cm) and cob diameter (4.98 cm).
Respon Baby Corn Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Strut) pada Berbagai Jarak Tanam dengan Waktu Penyiangan: Response of Baby Corn Sweet Corn (Zea mays L. Saccharata Strut) at Various Planting Distance With Weeding Time Asmuliani R.; Fatmawati, Fatmawati
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman baby corn jagung manis terhadap berbagai jarak tanam dengan waktu penyiangan. Penelitian ini berlangsung dari Oktober 2022 sampai April 2023 di Desa Palopo Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari perlakuan jarak tanam (70x20) cm disiangi setiap minggu (JW11); (70x20) cm disiangi setiap dua minggu (JW12); (70x30) cm disiangi setiap minggu (JW21); (70x30) cm disiangi setiap dua minggu (JW22); (70x40) cm disiangi setiap minggu (JW31); dan (70x40) cm disiangi setiap dua minggu, diulang sebanyak tiga kali sehingga menghasilkan 18 bedengan pengamatan. Perlakuan JW22 memberikan respon terbaik pada variabel pengamatan tinggi tanaman (197,667 cm); jumlah daun (9,259 helai); panjang tongkol dengan kelobot (28,181 cm); panjang tongkol tanpa kelobot (18,410 cm); diameter tongkol dengan kelobot (26,619 cm); diameter tongkol tanpa kelobot (19,371 cm); berat tongkol dengan kelobot per petak (1.451 g); dan berat tongkol tanpa kelobot per petak (847,667 g). Perlakuan JW22 memberikan pengaruh nyata untuk parameter pengamatan berat tongkol per petak baik dengan kelobot maupun tanpa kelobot. The research aims to determine the response of baby corn sweet corn plants to various planting distances and weeding times. This research took place from October 2020 to Apri 2023 in Palopo Village, Marisa District, Pohuwato Regency. This research used a Randomized Block Design consisting of treatment with plant spacing (70x20) cm weeded every week (JW11) ; (70x20) cm weeded every two weeks (JW12) ; (70x30) cm weeded every week (JW21) ; (70x30) cm weeded every two weeks (JW22) ; (70x40) cm weeded every week (JW31) ; and (70x40) cm weeded every two weeks, repeated three times to produce 18 observation beds. The JW22 treatment gave the best response to the observation variable plant height (197.667 cm) ; number of leaves (9,259 pieces) ; cob length with husk (28.181 cm); cob length without husks (18.410 cm); cob diameter with husk (26.619 cm); cob diameter without husks (19.371 cm); weight of cobs with husks per plot (1,451 g); and weight of cobs without husks per plot (847.667 g). The JW22 treatment had a real influence on the parameters for observing cob weight per plot both with and without husks.
Karakteristik dan Analisis Korelasi Karakter Fisiologis Tanaman Jagung Hibrida (Zea mays L.) pada Tanah Bertekstur Liat Diperkaya Pupuk Slowrelease Berbasis Biochar: Characteristics and Correlation Analysis of Physiological Characters of Hybrid Corn Plants (Zea mays L.) on Clay-Textured Soil Enriched with Biochar-Based Slowrelease Fertilizer Mila Astiani; Sukmawati, Sukmawati; Rahim, Iradhatullah; Yamin, Mayasari; Suherman, Suherman
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3455

Abstract

Peningkatan produktivitas jagung sangat dipengaruhi oleh karakter fisiologi seperti klorofil dan stomata daun. Hal ini sangat berkaitan dengan proses fotosintesis yang dipengaruhi oleh kandungan nitrogen dan air dalam tanah. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk slowrelase dari biochar tongkol jagung berbasis NPK terhadap karakter dan kolerasi fisiologi tanaman jagung. Metode penelitian merupakan percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok untuk menguji empat jenis perlakuan, yakni Pupuk kimia (P0), pupuk slowrelase berbasis NPK (P1), pupuk slowrelase diperkaya urin sapi (P2) dan pupuk slowrelase diperkaya urin sapi dan bakteri (azotobacter dan basillus)(P3). Parameter yang diamati terhadap karakter fisiologi tanaman jagung, yakni Chlorofil content Indeks (CCI), kehijauan daun, jumlah stomata dan ukuran stomata serta korelasi antar karakteri fisiologi. Hasil penelitian menemukan bahwa pemberian pupuk slowrelase diperkaya urin sapi dan bakteri memberikan hasil terbaik pada CCI dan kehijauan daun yakni 44,64 dan 3,77 berbeda nyata hingga sangat nyata dengan pemberian pupuk kimia (16,27; 2,77). Untuk tindak adaptasi pemberian pupuk slowrelease diperkaya urin sapi dan bakteri mengurangi jumlah ukuran stomata dengan hasil yang lebih kecil (78,33) berbeda nyata dengan pemberian pupuk slowrelease pengkayaan bakteri (P0,P1 dan P2). Terdapat korelasi yang nyata antara CCI dan jumlah stomata terhadap kehijauan daun. Berdasarkan hal tersebut, maka penggunaan pupuk slowrelase yang diperkaya urin sapi dan bakteri menjadi strategi adaptif usaha tani jagung menghadapi perubahan iklim. Increasing corn productivity is strongly influenced by physiological characters such as chlorophyll and leaf stomata. This is closely related to the photosynthesis process which is influenced by the nitrogen and water content in the soil. This research aims to use slow-relase fertilizer from NPK-based corn cob biochar on the characteristics and physiological correlation of corn plants. The research method was a field experiment using a Randomized Block Design to test four types of treatment, namely chemical fertilizer (P0), NPK-based slowrelase fertilizer (P1), slowrelase fertilizer enriched with cow urine (P2) and slowrelase fertilizer enriched with cow urine and bacteria (azotobacter and bacillus )(P3). Observation parameters on the physiological characteristics of corn plants, namely Chlorophyll content Index (CCI), leaf greenness, number of stomata and stomata size as well as correlation between physiological characteristics. The results of the research found that the application of slowrelase fertilizer enriched with cow urine and bacteria gave the best results in CCI and leaf greenness, namely 44.64 and 3.77, significantly to very significantly different from the application of chemical fertilizer (16.27; 2.77). For adaptation, giving slow-release fertilizer enriched with cow urine and bacteria reduced the number of stomata sizes with smaller results (78.33), significantly different from giving slow-release fertilizer enriched with bacteria (PO, P1 and P2). There is a real correlation between CCI and the number of stomata on leaf greenness. Based on this, the use of slowrelase fertilizer enriched with cow urine and bacteria is an adaptive strategy for corn farming to face climate change.
Tingkat Kapasitas Pelaku Usaha Pembuatan Tepung Sagu di Desa Langkiddi: Capacity Levels of Sago Flour Manufacturing Business Actors in Langkiddi Village Sumantri, Sumantri; Dewi Marwati Nuryanti; Hamja Abdul Halik
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3552

Abstract

Tana Luwu sejak dahulu sudah dikenal sebagai daerah penghasil sagu di Sulawesi Selatan. Industri pembuatan tepung sagu berpotensi meningkatkan pemanfaatan dan pendapatan sagu, maka kapasitas pelaku usaha berperan dalam meningkatkan pemanfaatan sagu dan daya saing sagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kapasitas pelaku usaha pembuatan tepung sagu di Desa Langkiddi Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu. Waktu penelitian dilaksanakan bulan Januari s/d Februari 2024, dengan analisis data yang digunakan Skala Likert dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapasitas diri pelaku usaha pembuatan tepung sagu di Desa Langkiddi dikategorikan tinggi, sedangkan kapasitas usaha pelaku usaha sagu dikategorikan tinggi. Kapasitas pelaku usaha tepung sagu berdasarkan kapasitas diri dan kapasitas usaha menunjukkan bahwa pelaku usaha pembuatan tepung sagu memiliki kemampuan untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha, sehingga nilai tambah sagu dapat meningkat dan lebih kompetitif. Tana Luwu has long been known as a sago producing area in South Sulawesi. The sago flour manufacturing industry has the potential to increase sago utilization and income, so the capacity of business actors plays a role in increasing sago utilization and sago competitiveness. This research aims to determine the level of capacity of sago flour manufacturing business actors in Langkiddi Village, Bajo District, Luwu Regency. The research was carried out from January to February 2024, with data analysis using a Likert scale and descriptive analysis. The results of the research show that the level of personal capacity of sago flour manufacturing business actors in Langkiddi Village is categorized as high, while the business capacity of sago business actors is categorized as high. The capacity of sago flour business actors based on personal capacity and business capacity shows that sago starch manufacturing business actors have the ability to improve and develop their business, so that the added value of sago can increase and be more competitive.
Efektivitas Waktu Perendaman Trichoderma sp dan Dosis Trichokompos pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Sturt): Effectiveness of Trichoderma sp Soaking Time and Trichocompost Dosage on the Growth and Production of Sweet Corn (Zea mays L. Saccharata Sturt) Rahman, Nurdilah Indah; Muhanniah, Muhanniah; Nining Triani Thamrin
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3553

Abstract

Jagung manis merupakan tanaman yang digemari banyak orang, karena rasanya yang enak dan cara budidayanya yang mudah membuat banyak orang tertarik untuk membudidayakannya. Trichoderma sp merupakan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Trichokompos merupakan pupuk yang terbuat dari bahan organik yang telah diurai oleh Trichoderma sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu perendaman Trichoderma sp dan dosis Trichokompos serta interaksi antara keduanya yang paling efektif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan November 2023 – Februari 2024 di lahan percobaan yang terletak di Dusun 2 Celenggeng, Desa Alesalewo, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan pertimbangan dua faktor, faktor pertama adalah lama waktu perendaman Trichoderma sp (W) yang terdiri dari w1 perendaman 6 jam dan w2 perendaman 12 jam dan faktor kedua adalah dosis Trichokompos (D) yang terdiri dari d1 4 kg/unit, d2 5 kg/unit dan d3 6 kg/unit serta menggunakan 6 perlakuan dan 3 ulangan sehingga menghasilkan 18 unit penelitian dengan 3 sampel observasi per unit penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman Trichoderma sp dan dosis Trichokompos serta intraksi antar keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diberikan, namun pada semua parameter memiliki masing-masing perlakuan terbaik, perlakuan tinggi tanaman yaitu w1d3 (165,3 cm), jumlah daun w1d1(13,27 helai), umur berbunga w2d2 dan w2d3 (48,33 hari), jumlah biji per baris (35,0 biji), jumlah baris per tongkol (16,73 biji) dan produksi per unit (3,82 kg). Sweet corn is a plant that is popular with many people, because of its delicious taste and how it is cultivated which is easy to make many people interested in cultivating it. Trichoderma sp is microorganisms that are beneficial for plant growth. Trichocompost is a fertilizer made from organic material that has been decomposed by Trichoderma sp. This research aims to determine the soaking time Trichoderma sp and Trichokompos dosage and the interaction between the two are the most effective for growth and production of sweet corn plants. This research will be carried out in November 2023 - February 2024 in experimental land located in Hamlet 2 Celenggeng, Alesalewo Village, Panca Lautang District, Regency Sidenreng Rappang. Study using a randomized block design (RAK) with consideration of two factors, The first factor is the length of time soaking Trichoderma sp (W) which consists of w1 soaking 6 hours and w2 soaking for 12 hours and the second factor is the dose of Trichokompos (D) which consists of d1 4 kg/unit, d2 5 kg/unit and d3 6 kg/unit and used 6 treatments and 3 replications resulting in 18 research units with 3 sample of observations per research unit. The results showed that the immersion treatment of Trichoderma sp and the dose of Trichokompos and the interaction between the two had no significant effect on all parameters given, but each parameter has the best treatment, plant height treatment, namely w1d3 (165.3 cm), number of leaves w1d1 (13.27 pieces), flowering age w2d2 and w2d3 (48.33 days), number of seeds per row (35.0 seeds), number of rows per cob (16.73 seeds) and production per unit (3.82 kg).
Strategi Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dengan Aplikasi Trichoderma sp.: Strategy to Increase Growth and Production Cayenne Pepper Plants (Capsicum frutescens L.) with Application of Trichoderma sp. Tuti Handayani Arifin; M Darmawan
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3572

Abstract

Trichoderma sp. dikenal dengan kemampuannya sebagai agen biokontrol yang efektif terhadap berbagai tanaman dan umumnya ditemukan di tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian Trichoderma sp. pada tanaman cabai rawit terhadap pertumbuhan dan produksinya yang dilaksanakan pada bulan Agustus - November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan yaitu T0= 0g/bedengan, T1= 15g/bedengan, T2= 20g/bedengan, dan T3= 25g/bedengan yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Trichoderma sp. sebanyak 25g/bedengan secara signifikan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dengan rata-rata tinggi tanaman 29,63 cm, jumlah daun 35 helai, jumlah bunga 40 bunga serta kuantitas hasil tanaman dengan rata-rata jumlah buah 16 buah dan bobot segar 18,27 g. Trichoderma sp. known for its ability as an effective biocontrol agent against various plants and is widely found in soil. The aim of this research was to see the effect of giving Trichoderma sp. on cayenne pepper plants on growth and production carried out in August – November 2023. This research used a Randomized Block Design (RAK) with four treatments, namely T0= 0g/bed, T1= 15g/bed, T2= 20g/bed, and T3 = 25g/bed repeated three times. The results showed that giving Trichoderma sp. as much as 25g/bed had a significant effect on plant growth with an average plant height of 29.63 cm, number of leaves 35, number of flowers 40 and quantity of plant yield with an average number of fruit 16 and fresh weight 18.27 g.