cover
Contact Name
Sonia Hanifati
Contact Email
soniahanifati@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mdvi.perdoski@gmail.com
Editorial Address
Ruko Grand Salemba Jalan Salemba 1 No.22, Jakarta Pusat, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Dermato-Venereologica Indonesiana
ISSN : -     EISSN : 26567482     DOI : https://doi.org/10.33820/mdvi.v49i3
Core Subject : Health,
Media dermato Venereologica Indonesiana adalah jurnal open access dan peer-reviewed yang fokus di bidang dermatologi dan venereologi. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, laporan kasus, tinjauan pustaka dan komunikasi singkat mengenai kesehatan kulit dan kelamin, diagnosis dan terapi pada bidang kulit dan kelamin dan masalah lainnya di bidang kesehatan kulit dan kelamin.
Arjuna Subject : Kedokteran - Dematologi
Articles 305 Documents
Interaksi Metabolisme Kolesterol terhadap Psoriasis : Interaksi Metabolisme Kolesterol terhadap Psoriasis Afren, Irvandra; Nopriyati; Thaha, Athuf; Diba, Sarah; Argentina, Fifa; Kartowigno, Soenarto
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 53 No 1 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v53i1.548

Abstract

   Psoriasis adalah penyakit inflamasi kronik pada kulit, dimediasi gangguan sistem imun dengan komorbid paling sering adalah sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular, dan berhubungan dengan metabolisme lemak. Salah satu komponen lemak adalah kolesterol, molekul lipofilik esensial bagi manusia. Struktur kolesterol terbagi menjadi tiga, struktur hidrofobik, hidrofilik, dan struktur kaku sehingga memungkinkan kolesterol untuk mengatur berbagai proses seluler dalam tubuh. Kolesterol sebagian besar dibuat sendiri oleh tubuh, dan sebagian didapat dari makanan. Keseimbangan kolesterol dalam tubuh juga diatur melalui proses transformasi dan efluks. Memahami metabolisme kolesterol dan dampak terhadap psoriasis diharapkan dapat membantu dalam edukasi pasien, untuk mengurangi faktor resiko sehingga menurunkan keparahan dan mempercepat remisi. Terdapat hubungan kompleks antara metabolisme kolesterol dan psoriasis. Disregulasi metabolisme kolesterol memengaruhi fungsi keratinosit lalu memperburuk lesi psoriasis. Psoriasis yang tidak ditatalaksana dengan baik juga dapat menyebabkan gangguan kolesterol dalam tubuh. Obat antipsoriasis mempunyai efek beragam pada kolesterol, sedangkan statin, obat penurun kolesterol, berdampak baik bagi penderita psoriasis. Terdapat hubungan kompleks antara metabolisme kolesterol dan psoriasis. 
Peran Stem Cell dan Secretome Stem Cell dalam Tatalaksana Bekas Luka (Skar): Peran Stem Cell dan Secretome Stem Cell dalam Tatalaksana Bekas Luka (Skar) Siahaan, Ade Gustina; Budi Putra, Imam
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 53 No 1 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v53i1.558

Abstract

   Skar terbentuk akibat kerusakan jaringan sebagai bagian dari proses penyembuhan luka secara alami. Skar sering dimanifestasikan sebagai gangguan penyembuhan luka atau pembentukan bekas luka yang meliputi skar atrofi, hipertrofi, dan keloid. Penatalaksanaan skar masih merupakan tantangan hingga saat ini. Intervensi dini dan perawatan skar sangat penting untuk mengontrol perkembangan skar sehingga mengurangi insiden morbiditas dan masalah psikologis pada penderita. Stem cell memiliki sifat self-renewal, dapat berdiferensiasi, dan memperbanyak diri menjadi berbagai jenis sel. Secretome yang disekresikan oleh mesenchymal stem cells memiliki berbagai manfaat pada kulit sebagai agen terapeutik untuk penyakit regeneratif. Secretome stem cells dapat meningkatkan penyembuhan luka dengan mempercepat penutupan luka, meningkatkan reepitelisasi, meningkatkan angiogenesis, memodulasi peradangan, dan mengatur renovasi matriks ekstraseluler. Secretome stem cells menunjukkan efek pada penyembuhan luka dan regenerasi kulit dalam penanganan skar atrofi, hipertrofi, dan keloid. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan keamanan dan efikasi terapi stem cell dan secretome sebagai pilihan tatalaksana skar di masa depan. 
ULKUS GENITAL ET CAUSA HERPES GENITALIS PADA PASIEN GERIATRI IMUNOKOMPROMI DENGAN KEGANASAN PARU Lamsir, Seno; Mawardi, Prasetyadi; Yustin Ellistasari, Endra; Prasetya Primisawitri, Pratiwi
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 53 No 1 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v53i1.604

Abstract

   Pendahuluan: Herpes genitalis pada pasien geriatri imunokompromi kerap bermanifestasi atipikal, meningkatkan risiko misdiagnosis. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk mengetahui dan memahami manifestasi klinis, alur diagnosis, serta menekankan pentingnya terapi antivirus sistemik yang adekuat dan edukasi komprehensif sebagai pilar utama dalam penatalaksanaan herpes genitalis terutama pada pasien geriatri dan keganasan. Kasus: Tn. P (60 tahun) dengan tumor paru kanan stadium lanjut (manifestasi sesak, massa paru, dan metastasis hepar), dikonsulkan akibat ulkus genital nyeri. Pemeriksaan fisik menunjukkan ulkus multipel berbatas tegas pada penis. Meski apus Tzanck negatif, diagnosis herpes genitalis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis khas pada imunokompromi dan dikonfirmasi melalui respons penyembuhan signifikan pasca-terapi asiklovir, menyingkirkan diagnosis banding ulkus mole. Diskusi: Penuaan menyebabkan immunosenescence yang melemahkan respons seluler terhadap virus. Kondisi ini diperberat oleh supresi imun sistemik akibat keganasan paru, memicu reaktivasi HSV dengan presentasi klinis atipikal (seperti ulkus tanpa vesikel) dan menurunkan sensitivitas pemeriksaan penunjang standar. Simpulan: Terdapat hubungan erat antara penurunan imunitas pada usia tua dan keganasan paru dengan kejadian, atipikalitas gejala, dan tantangan diagnostik herpes genitalis.
A Relationship Between Duration of Illness and Interleukin-6 Levels in Patients with Type 1 Leprosy Reactions at Donorejo Hospital, Jepara an nidha, Amalia; Nur Qolby, Qonita; Nurisma Putri, Syifa
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 53 No 1 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v53i1.605

Abstract

   Pendahuluan: PReaksi kusta adalah respon inflamasi akut yang terjadi sebelum, saat atau setelah pengobatan Lepra. Interleukin-6 (IL-6) sebagai sitokin pro inflamasi multifungsi berperan penting dalam modulasi respon imun adaptif maupun inflamasi akut yang sering meningkat pada kasus reaksi kusta. Salah satu faktor lain yang dicurigai berpengaruh adalah lama sakit. Lama sakit yang lebih panjang bisa mencerminkan periode inflamasi yang berkepanjangan, yang berpotensi berhubungan dengan pergeseran respons imun dan perubahan kadar sitokin seperti IL-6. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama sakit dengan kadar IL-6 pasien reaksi kusta tipe 1 yang di rawat di RS Donorejo Jepara. Metode: Penelitian merupakan studi analitik observasional desain cross sectional. Sampel merupakan pasien reaksi kusta tipe 1 yang berkunjung pada bulan Maret - April 2024 di RS Donorejo, memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah subjek 22 orang. Serum IL-6 diperiksa dengan metode Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) dan dianalisis korelasinya dengan lama sakit. Hasil: Analisis hubungan lama sakit dan kadar IL-6 diukur menggunakan uji Spearman dan menunjukkan nilai p=0.839. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna (p>0.05) antara lama sakit dan kadar IL-6 pasien reaksi kusta tipe 1. Dengan demikian, semakin lama durasi sakit tidak berpengaruh terhadap parameter kadar IL-6 pada pasien reaksi kusta tipe 1. Simpulan: Tidak ada hubungan antara lama sakit dan kadar IL-6 pada pasien reaksi kusta tipe 1. 
DNA Salmon sebagai Agen Biostimulator dalam Peremajaan Kulit Finarsih ES, Ella; Jusuf, Nelva Karmila
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 53 No 1 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v53i1.614

Abstract

   Penuaan kulit merupakan proses biologis kompleks yang melibatkan perubahan struktural dan fungsional pada tingkat seluler dan molekuler. Faktor intrinsik yaitu genetik dan metabolisme serta faktor ekstrinsik misalnya paparan sinar ultraviolet berperan dalam percepatan degradasi matriks ekstraseluler melalui peningkatan stres oksidatif dan aktivasi metaloproteinase. Perkembangan dermatologi estetika modern menunjukkan wpergeseran pendekatan terapi dari sekadar koreksi volumetrik menuju stimulasi regenerasi jaringan secara fisiologis. Salah satu agen biostimulator yang menjanjikan adalah polydeoxyribonucleotide (PDRN) yang berasal dari deoxyribonucleic acid (DNA) ikan salmon. Tinjauan pustaka ini bertujuan membahas mekanisme kerja, indikasi klinis, cara aplikasi, keamanan, serta bukti ilmiah terkini penggunaan DNA salmon untuk peremajaan kulit. Literatur menunjukkan bahwa PDRN bekerja terutama melalui aktivasi reseptor adenosin A2A yang memicu peningkatan sintesis kolagen, angiogenesis, efek antiinflamasi, serta modulasi stres oksidatif. Berbagai studi eksperimental dan klinis mendukung peran PDRN sebagai agen regeneratif dengan profil keamanan yang baik. DNA salmon berpotensi menjadi pilihan terapi yang efektif dan aman dalam peremajaan kulit berbasis biostimulasi.