cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi@ilmudata.co.id.
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
ijmst@ilmudata.co.id
Editorial Address
Jln HR Soebrantas KM 16.5, Rimba Panjang, Kec. Tambang, Kabupaten Kampar, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology
Published by PT Ilmu Data Indonesia
ISSN : 29866790     EISSN : 29866782     DOI : https://doi.org/10.69693/ijmst
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, dan kajian kritis-analitik mengenai penelitian di bidang Multidisiplin Sosial dan Teknologi. Hal ini merupakan bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu yang dihasilkan dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian kepada masyarakat luas. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerbitkan makalah secara berkala tiga kali setahun, pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua publikasi di jurnal IJMST bersifat terbuka, memungkinkan artikel tersedia online secara gratis tanpa berlangganan. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerima artikel ilmiah dengan ruang lingkup penelitian pada: Ekonomi Akutansi Manajemen Ekonomi Islam Perbankan Islam Ilmu Komputer Teknik Informatika Sistem Informasi Teknologi Informasi Kewirausahaan Teknik Elektro Teknik Industri Topik kajian lain yang relevan Catatan: Artikel memiliki kutipan utama dan belum pernah dipublikasikan secara online atau cetak sebelumnya.
Articles 1,531 Documents
Cancel Culture sebagai Bentuk Sanksi Sosial di Era Digital Achmad Baihaki; Fathur Ilham Hariyanto; Moh Ragil Rekol
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11417

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah lanskap interaksi masyarakat dengan melahirkan fenomena cancel culture sebagai bentuk kontrol sosial baru di ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai karakteristik, mekanisme pelaksanaan, serta dampak yang ditimbulkan oleh fenomena cancel culture sebagai bentuk sanksi sosial modern. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan mengintegrasikan pendekatan studi pustaka terhadap berbagai literatur ilmiah terkini serta analisis tematik terhadap dinamika interaksi pengguna media sosial. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga temuan utama yang krusial. Pertama, cancel culture berfungsi sebagai mekanisme sanksi sosial digital kolektif yang diwujudkan melalui tindakan boikot massal, kecaman publik, dan pengucilan virtual bagi pihak yang dinilai melanggar norma etika atau moral. Kedua, media sosial berperan aktif sebagai ruang penggerak utama yang mempercepat eskalasi fenomena ini akibat faktor viralitas informasi yang instan, manipulasi algoritma, serta rendahnya budaya verifikasi data oleh netizen. Ketiga, praktik ini memberikan dampak dualistik yang signifikan; di satu sisi mampu meningkatkan aspek akuntabilitas sosial pelaku publik, namun di sisi lain berisiko tinggi menyebabkan kerusakan reputasi permanen, tekanan psikologis berupa stres dan kecemasan, hingga menciptakan polarisasi sosial yang tajam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas penegakan norma di ruang siber sangat bergantung pada penguatan literasi digital yang komprehensif serta kesadaran etis pengguna. Diperlukan regulasi diri yang bijaksana agar fungsi kontrol sosial digital dapat berjalan secara proporsional, adil, dan berkeadilan bagi seluruh pihak tanpa memicu penghakiman massa yang destruktif.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Harga terhadap Kepuasaan Pelanggan PT Berkah Gunung Mas Rifqi Dhiyaul Rahman; Erlina Yunanti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap kepuasan pelanggan pada PT Berkah Gunung Mas, perusahaan terkemuka di bidang produksi material bangunan seperti pasir silika dan batu kapur. Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, di mana banyak pemain baru bermunculan dan tuntutan kualitas proyek kon-struksi terus meningkat, kepuasan pelanggan menjadi faktor kunci dalam mempertahankan keberlangsungan usaha dan keunggulan kompetitif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui kuesioner skala Likert 1-5 yang disebarkan kepada pelanggan aktif perusahaan. Sebelum analisis utama, dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan kelayakan instrumen. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui arah pengaruh, uji t untuk pengujian parsial, uji F untuk pengujian simultan, serta koefisien determinasi (R²) untuk mengukur kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, kualitas pelayanan dan harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kualitas pelayanan yang men-cakup keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik, serta penetapan harga yang kompetitif dan sesuai dengan nilai produk, menjadi pertimbangan utama pelanggan. Lebih lanjut, sebagian besar pelanggan tidak hanya merasa puas secara keseluruhan, tetapi juga memiliki niat kuat untuk melakukan pembelian ulang dan merekomendasikan perusahaan kepada kolega. Temuan ini menegaskan bahwa menjaga konsistensi pelayanan, meningkatkan responsivitas terhadap keluhan, serta menerapkan transparansi harga dan kebijakan diskon yang adil merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kepua-san. Implementasi strategi ini secara berkelanjutan diharapkan dapat membangun loyalitas pelanggan jangka panjang serta mendorong kinerja bisnis perusahaan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti ketersedi-aan stok atau promosi.
Pesantren Governance Berbasis Nilai Syura, Amanah, dan Mas’uliyyah: Kerangka Konseptual dan Praktik Kelembagaan Hadiyanto Arief; Arif Kurniawan; Deva Yudha Pratama
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11710

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki karakter khas dalam membentuk keilmuan, akhlak, spiritualitas, dan kemandirian santri. Dalam perkembangan kelembagaan modern, pesantren tidak hanya dituntut mempertahankan tradisi keilmuan Islam, tetapi juga perlu membangun tata kelola yang profesional, transparan, partisipatif, dan bertanggung jawab agar mampu menjawab tuntutan perubahan tanpa kehilangan identitasnya. Artikel ini bertujuan menganalisis kerangka tata kelola pesantren berbasis nilai syura, amanah, dan mas’uliyyah serta menjelaskan bentuk implementasinya dalam pengelolaan kelembagaan pesantren. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, buku, artikel ilmiah, dan dokumen yang relevan mengenai manajemen pendidikan Islam dan tata kelola pesantren, kemudian dianalisis secara deskriptif dan konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa syura menjadi dasar partisipasi dan musyawarah dalam pengambilan keputusan, amanah menjadi landasan integritas, kejujuran, dan profesionalitas dalam pengelolaan sumber daya, sedangkan mas’uliyyah menegaskan pentingnya pertanggungjawaban terhadap tugas, wewenang, kebijakan, dan dampaknya. Ketiga nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam perencanaan program, pembagian tugas dan kewenangan, pengelolaan keuangan, pembinaan sumber daya manusia, pengawasan, evaluasi kelembagaan, serta penyusunan kebijakan internal. Penerapan tata kelola berbasis nilai Islam juga mendorong terciptanya budaya organisasi yang lebih adil, terbuka, dan berorientasi pada kemaslahatan. Dengan demikian, tata kelola pesantren berbasis syura, amanah, dan mas’uliyyah tidak hanya mendukung efektivitas organisasi, tetapi juga memperkuat keteladanan, kepercayaan, keadilan, dan keberlanjutan lembaga pesantren.
Analisis Efektivitas Pelatihan Terhadap Keterampilan Mengoperasikan SPSS Zubdatu Zahrati; Fastha Aulia Pradhani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11711

Abstract

Pelatihan software statistik merupakan salah satu intervensi praktis untuk meningkatkan kompetensi statistika aplikatif mahasiswa. Di samping itu, diperlukan juga pentingnya aspek konseptual dalam pelatihan perangkat lunak statistik, di mana proses pembelajaran seharusnya tidak terbatas pada penguasaan fitur dan navigasi menu semata, melainkan diarahkan pada penguatan statistical literacy. Di lingkungan Nida El-Adabi Bogor, hasil pemetaan awal terhadap kompetensi mahasiswa dalam penggunaan perangkat lunak statistik menunjukkan bahwa sebesar 69,7% mahasiswa masih belum memiliki penguasaan yang memadai terhadap aplikasi SPSS. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas pelatihan SPSS yang diberikan kepada 54 mahasiswa Nida El Adabi menggunakan desain one-group pre-test–post-test. Subjek penelitian adalah mahasiswa dari 3 program studi yaitu Ekonomi Syariah, Pendidikan Agama Islam, serta Manajemen Bisnis Syariah. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif yang meliputi statistik deskriptif, tabulasi silang, uji hubungan menggunakan person chi square, uji beda berpasangan, serta perhitungan Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan efektif dalam meningkatkan ketrampilan mahasiswa dalam mengoperasikan SPSS, hal tersebut diindikasi berdasarkan adanya perbedaan nilai pre-post test mahasiswa. Efek yang diberikan tergolong dalam kategori rendah/ kecil. Hasil dari uji hubungan antara perubahan nilai mahasiswa (naik, turun, tetap) dan variabel program studi (prodi), jenis kelamin, kategori usia menunjukkan bahwa hanya variabel jenis kelamin yang memiliki hubungan langsung terhadap perubahan nilai mahasiswa.
Pendidikan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Al-Quran: Analisis Ayat-Ayat Ekologis Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam Eep Jamaludin Sukmana; Muh. Irpan Ali; Badruzzaman M. Yunus; Endi Suhendi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11969

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pendidikan lingkungan hidup dalam perspektif Al-Quran, sebuah kajian yang semakin mendesak di tengah krisis ekologi global. Latar Belakang: Krisis lingkungan global yang semakin parah membutuhkan solusi holistik yang tidak hanya teknis tetapi juga spiritual dan moral. Pendidikan lingkungan yang dominan saat ini cenderung bersifat sekuler dan kurang menyentuh dimensi teologis. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis ayat-ayat Al-Quran serta hadits shahih yang berkaitan dengan pendidikan lingkungan hidup, serta merumuskan implikasinya bagi pengembangan pendidikan Islam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i). Data primer berupa Al-Quran dan kitab-kitab tafsir mu'tabar serta kitab hadits shahih dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil: Penelitian menemukan bahwa Al-Quran memuat prinsip-prinsip fundamental pendidikan lingkungan seperti konsep khalifah sebagai amanah kepemimpinan ekologis, larangan merusak alam (ifsad), keseimbangan (mizan), dan tanggung jawab moral manusia terhadap ekosistem. Hadits-hadits Nabi SAW juga memperkuat pesan-pesan ekologis ini melalui ajaran tentang penanaman pohon dan larangan mencemari lingkungan. Kesimpulan: Pendidikan lingkungan dalam perspektif Al-Quran harus didasarkan pada prinsip khalifah sebagai amanah, anti-ifsad, pro-ishlah, keseimbangan ilmu dan aksi, tanggung jawab kolektif, serta keadilan dan keseimbangan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai ekoteologis Al-Quran ke dalam kurikulum pendidikan lingkungan di lembaga pendidikan Islam.
Karakteristik Pendidik Al-Qur'an Dalam Perspektif Qs. Al-Baqarah Ayat 129: Analisis Tafsir Tarbawy Ahmad Najib Komarudin; Suci Dwi Kurniasih; Badruzzaman M. Yunus; Endi Suhendi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11970

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan Al-Qur'an memiliki posisi sentral dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berpegang teguh pada nilai-nilai ilahiyah. Namun, masih banyak ditemukan kesenjangan antara idealitas peran pendidik Al-Qur'an dengan realitas di lapangan, khususnya dalam hal kompetensi pedagogis, spiritual, dan moral. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pendidik Al-Qur'an yang ideal berdasarkan perspektif QS. Al-Baqarah ayat 129 dengan pendekatan tafsir tarbawy (pendidikan). Metode: Penelitian ini menggunakan metode tafsir maudhu'i (tematik) dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an, khususnya QS. Al-Baqarah: 129, serta didukung oleh penafsiran dari kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer seperti Tafsir al-Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Munir, dan Tafsir Al-Misbah, serta kajian hadits dan literatur pendidikan Islam kontemporer. Hasil: Penelitian menemukan bahwa QS. Al-Baqarah: 129 mengandung empat dimensi utama tugas Rasul sebagai pendidik: tilawah (membacakan ayat-ayat Allah), ta'lim al-kitab (mengajarkan Al-Qur'an), ta'lim al-hikmah (mengajarkan hikmah), dan tazkiyah (mensucikan jiwa). Dari empat dimensi ini, ditemukan dua belas karakteristik pendidik Al-Qur'an yang ideal: (1) Ahlul Qur'an, (2) Rabbani, (3) Ikhlas, (4) Menguasai tajwid dan qira'at, (5) Berakhlak mulia, (6) Sabar, (7) Tawadhu', (8) Memahami psikologi peserta didik, (9) Zuhud, (10) Istiqamah, (11) Memiliki sanad keilmuan, dan (12) Menjadi murabbi. Kesimpulan: Pendidik Al-Qur'an yang ideal adalah sosok yang mengintegrasikan kompetensi spiritual, intelektual, pedagogis, dan moral secara holistik, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai mu'allim, murabbi, dan muzakki sekaligus.
Evaluasi Pendidikan Dalam Perspektif Al-Qur'an Abdah Muhammad Hasan; Muh. Imamuddin Yusup; Badruzzaman M. Yunus; Endi Suhendi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep evaluasi pendidikan dalam perspektif Al-Qur'an, khususnya makna evaluasi yang terkandung dalam Q.S. At-Thalaq ayat 3. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa praktik evaluasi pendidikan kontemporer kerap terjebak pada aspek administratif-kognitif semata, sehingga kurang menyentuh dimensi spiritual peserta didik. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi ragam terma evaluasi dalam Al-Qur'an serta menganalisis kandungan tarbawi pada Q.S. At-Thalaq ayat 3. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan (library research) dan metode penafsiran tahlili, yang menelaah ayat secara berurutan meliputi munasabah, asbab an-nuzul, tafsir mufrodat, dan pendapat para mufasir seperti Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an mengartikulasikan konsep evaluasi melalui delapan terma utama, yaitu al-imtihan, al-fitnah, al-nadzar, al-inba', al-taqdir, al-wazn, al-hisab, dan al-bala', yang masing-masing merepresentasikan dimensi evaluasi afektif, diagnostik, formatif, hingga autentik. Adapun Q.S. At-Thalaq ayat 3 menegaskan bahwa evaluasi sejati dalam pendidikan Islam bermuara pada tawakal, yaitu penyerahan diri yang aktif kepada Allah setelah ikhtiar maksimal dilakukan. Kesimpulannya, evaluasi pendidikan dalam Al-Qur'an bukan sekadar prosedur teknis penilaian kognitif, melainkan instrumen pedagogis yang mengintegrasikan ikhtiar manusia dengan ketetapan Ilahi, sehingga mengantarkan peserta didik pada derajat ketakwaan dan kemuliaan (akram).
Kurikulum Pendidikan Dalam Perspektif Al-Qur'an: Analisis Tafsir Tarbawi Terhadap Landasan Filosofis, Muatan Materi, dan Relevansinya Dengan Pendidikan Islam Di Indonesia Rahmat Azid Muslim; Saepul Rohman; Badruzzaman M. Yunus; Endi Suhendi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11972

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan merupakan pilar utama pembangunan peradaban manusia, dan Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran Islam telah meletakkan fondasi pendidikan secara komprehensif. Namun, realitas empiris menunjukkan kesenjangan antara idealisme kurikulum berbasis Al-Qur'an dengan praktik pendidikan di Indonesia. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kurikulum pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur'an melalui pendekatan tafsir tarbawi, mencakup landasan filosofis, tujuan, muatan materi, dan relevansinya terhadap pengembangan kurikulum pendidikan Islam di Indonesia pada era kontemporer. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis konten (content analysis) terhadap sumber-sumber primer (kitab tafsir mu'tabar) dan sumber sekunder (jurnal ilmiah terindeks, buku referensi). Hasil: Penelitian menemukan bahwa kurikulum pendidikan dalam perspektif Al-Qur'an memiliki landasan filosofis yang kokoh meliputi dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Muatan materi kurikulum diklasifikasikan ke dalam tujuh kategori: pendidikan tauhid, ibadah, akhlak, intelektual, sosial, jasmani, dan psikologis. Kesimpulan: Konsep kurikulum Al-Qur'an memiliki relevansi signifikan dengan pengembangan kurikulum pendidikan Islam di Indonesia, khususnya dalam kerangka Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila, meskipun implementasinya menghadapi berbagai tantangan paradigmatik, struktural, dan kapasitas sumber daya manusia.
Pengembangan Kecerdasan Musical Peserta Didik Di Sekolah Dasar: Studi Observasional Di SDN Karang Asih 08 Rahmat Azid Muslim; Saepul Rohman; Akhmad Roziqin; Ulfah Ulfah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11973

Abstract

Latar Belakang: Kecerdasan musikal merupakan salah satu komponen penting dalam teori kecerdasan majemuk yang berkontribusi terhadap perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik. Namun, pengembangannya di sekolah dasar masih sering diposisikan sebagai kegiatan pelengkap. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk pengembangan kecerdasan musikal, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan rekomendasi strategi berbasis bimbingan konseling. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi observasional partisipatif di SDN Karang Asih 08, Kabupaten Bekasi, melibatkan 3 guru kelas, 1 guru seni musik, 1 konselor sekolah, 25 peserta didik, dan kepala sekolah. Hasil: Pengembangan kecerdasan musikal belum berjalan sistematis; aktivitas musikal masih sporadis melalui lagu edukatif di kelas rendah dan ekstrakurikuler musik. Faktor pendukung utama adalah antusiasme peserta didik (85%) dan dukungan kepala sekolah, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan alat musik, minimnya pelatihan guru (hanya 1 orang yang bisa musik), kurikulum padat, dan belum terintegrasinya BK dengan seni musik. Kesimpulan: SDN Karang Asih 08 memiliki potensi besar namun belum optimal. Diperlukan pengadaan alat musik, pelatihan guru dan konselor, serta integrasi musik dalam pembelajaran dan konseling.
Pengembangan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Partisipatif Di PAUD Pelangi dan MDTA Manba'ul Huda Ahmad Najib Komarudin; Suci Dwi Kurniasih; Akhmad Roziqin; Ulfah Ulfah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11974

Abstract

Latar Belakang: Kecerdasan kinestetik merupakan salah satu dimensi fundamental dalam perkembangan anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan mengendalikan gerak tubuh, koordinasi, keseimbangan, serta ekspresi diri. Namun, pengembangan kecerdasan kinestetik di wilayah perdesaan sering kali belum memperoleh perhatian optimal akibat keterbatasan literasi, sarana, dan infrastruktur pendidikan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program stimulasi kecerdasan kinestetik melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) di PAUD Pelangi dan MDTA Manba'ul Huda, Desa Sukawangi, Kabupaten Garut. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka PAR yang melibatkan mahasiswa PIAUD STIT Qurrota A'yun sebagai fasilitator. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi perkembangan kemampuan kinestetik anak selama pelaksanaan program. Hasil: Intervensi melalui senam irama, permainan tradisional Sunda seperti Engklek, Oray-orayan, dan Ucing Galah, serta integrasi gerakan shalat menunjukkan peningkatan koordinasi motorik, keseimbangan, kelenturan gerak, dan regulasi emosi anak. Temuan juga menunjukkan adanya keterkaitan antara frekuensi partisipasi dalam aktivitas kinestetik dengan peningkatan kemampuan motorik kasar dan halus. Aktivitas berbasis budaya lokal mampu menciptakan proses stimulasi yang menarik, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan anak. Kesimpulan: Stimulasi kecerdasan kinestetik yang mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai religius efektif dalam mengoptimalkan perkembangan motorik anak usia dini. Namun, keberlanjutan program membutuhkan keterlibatan dan pendampingan orang tua, khususnya untuk mengurangi stigma negatif terhadap anak yang aktif secara fisik