cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi@ilmudata.co.id.
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
ijmst@ilmudata.co.id
Editorial Address
Jln HR Soebrantas KM 16.5, Rimba Panjang, Kec. Tambang, Kabupaten Kampar, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology
Published by PT Ilmu Data Indonesia
ISSN : 29866790     EISSN : 29866782     DOI : https://doi.org/10.69693/ijmst
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, dan kajian kritis-analitik mengenai penelitian di bidang Multidisiplin Sosial dan Teknologi. Hal ini merupakan bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu yang dihasilkan dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian kepada masyarakat luas. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerbitkan makalah secara berkala tiga kali setahun, pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua publikasi di jurnal IJMST bersifat terbuka, memungkinkan artikel tersedia online secara gratis tanpa berlangganan. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerima artikel ilmiah dengan ruang lingkup penelitian pada: Ekonomi Akutansi Manajemen Ekonomi Islam Perbankan Islam Ilmu Komputer Teknik Informatika Sistem Informasi Teknologi Informasi Kewirausahaan Teknik Elektro Teknik Industri Topik kajian lain yang relevan Catatan: Artikel memiliki kutipan utama dan belum pernah dipublikasikan secara online atau cetak sebelumnya.
Articles 527 Documents
Peran Badan Permusyawaratan Desa Dalam Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa Di Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan Elrisa Barus; Riris Bintang; Santi Theresia Sinurat; Julia Ivanna
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10611

Abstract

Penelitian ini mengkaji partisipasi politik masyarakat dalam pengambilan keputusan penggunaan Dana Desa di Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Masalah dalam penelitian ini adalah masih adanya variasi tingkat partisipasi masyarakat dalam musyawarah desa dan pengambilan keputusan penggunaan Dana Desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat serta faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima informan, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat terlihat melalui kehadiran dalam musyawarah desa, penyampaian usulan, saran, dan pendapat terkait program pembangunan desa. Partisipasi masyarakat tergolong cukup baik, namun dipengaruhi oleh faktor kesadaran, pendidikan, informasi dari pemerintah desa, kepercayaan terhadap pemerintah desa, serta kesibukan masyarakat.  
Character Development Analysis of Jack Dawson in Titanic Movie Andrie Septiansyah; Risma Kartika Dewi; A. Faizin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10616

Abstract

This study examines Jack Dawson's character growth in James Cameron's 1997 film Titanic. Examining how Jack's character, morals, and behavior affect other characters especially Rose DeWitt Bukater and contribute to the story is the goal. Data were gathered from the movie's scenes, conversations, and narrative events using a qualitative descriptive method and character analysis methodology. According to the research, Jack is presented as a dynamic figure who stands for daring, optimism, independence, and selflessness. Jack maintains his moral integrity throughout the narrative while having a big impact on Rose's development from a restrained upper-class woman to an autonomous person. According to the research, Jack's relationships, choices, and reactions to social class disparities and potentially fatal circumstances all represent his growth. His ultimate sacrifice solidifies his status as a representation of human resiliency and unwavering devotion. The study comes to the conclusion that Jack Dawson's portrayal is crucial to Titanic's emotional effect and thematic complexity, especially when it comes to expressing ideas like social injustice, individual freedom, and the importance of human connection.
The Construction of Female Leadership Through Polynesian Cultural Values in Disney's Moana Aliyya Novianti; Novi Sriwulandari; Risma Kartika Dewi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10617

Abstract

Because more and more movies feature leaders from a variety of cultural backgrounds, leadership has emerged as one of the most popular subjects in literary and cultural studies. By incorporating indigenous Polynesian cultural values into the development of its female protagonist, Disney's Moana (2016) presents a unique example of leadership. This study focuses on how Polynesian cultural values construct female leadership, in contrast to earlier research that looked at cultural representation or female identity separately. The goal of this study is to examine how Polynesian cultural values are portrayed and elucidate how Moana's leadership is influenced by these values throughout the narrative. The Moana movie served as the main source of data for this study, which used a descriptive qualitative method. Through the use of documentation techniques, information about leadership and cultural values was gathered through the observation of conversations, visual images, character interactions, and narrative events. Northouse's leadership theory, Kaʻili's concept of Polynesian cultural values, and Barker's theory of cultural representation were used to analyze the data. The results show that respect for ancestors, traditional navigation, community responsibility, harmony with nature, and group decision-making are examples of Polynesian cultural values. These cultural values have a big impact on how Moana develops her leadership traits, which include bravery, empathy, accountability, teamwork, resilience, and dedication to the good of the community. The movie portrays leadership as a cultural practice based on service, accountability, and social harmony rather than as dominance or authority. As a result, Moana represents an alternative model of female leadership based on indigenous customs in addition to promoting Polynesian culture
Analisis Pemanfaatan Media Quizizz sebagai Alat Evaluasi Pembelajaran IPA Materi Pesawat Sederhana di SMP Al Falah Jakarta Widyati Widyati; Hendro Prasetyono
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10621

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong transformasi praktik evaluasi pembelajaran menuju pemanfaatan media digital yang lebih interaktif dan efisien. Salah satu platform yang banyak digunakan adalah Quizizz, yang mengintegrasikan unsur gamifikasi dalam proses evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Quizizz sebagai media evaluasi pembelajaran IPA pada materi Pesawat Sederhana di SMP Al Falah Jakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan dukungan data observasi. Subjek penelitian terdiri atas 32 peserta didik kelas VIII B. Instrumen yang digunakan meliputi tes evaluasi berbasis Quizizz sebanyak 25 butir soal, angket respons peserta didik skala Likert, dan lembar observasi yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor evaluasi peserta didik mencapai 78,4 dengan tingkat ketuntasan belajar klasikal sebesar 75% dan tingkat partisipasi sebesar 100%. Sebanyak 90,62% peserta didik menyatakan puas terhadap penggunaan Quizizz, sedangkan 87,5% menyatakan lebih termotivasi dibandingkan evaluasi konvensional. Analisis butir soal otomatis pada dashboard Quizizz berhasil mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada subkonsep keuntungan mekanis katrol majemuk sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan tindak lanjut pembelajaran. Selain itu, soal yang dilengkapi explanation feedback menunjukkan kecenderungan tingkat ketepatan jawaban yang lebih tinggi dibandingkan soal yang hanya memberikan umpan balik benar atau salah. Berdasarkan hasil penelitian, Quizizz memiliki potensi yang baik sebagai media evaluasi pembelajaran IPA karena mampu mendukung keterlibatan peserta didik, memberikan data diagnostik secara cepat, dan membantu guru dalam pengambilan keputusan pembelajaran berbasis data.
The Chameleon's Ambition for Power in the Film Kung Fu Panda 4 Muhammad Rosul; Novi Sriwulandari; Risma Kartika Dewi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10622

Abstract

This study examines The Chameleon’s ambition for power in the animated film Kung Fu Panda 4 by treating the film as a narrative text. The Chameleon is portrayed as a sorceress and shape‑shifting villain who seeks to seize Po’s Staff of Wisdom and use it to absorb the chi of past kung fu masters in order to become the most powerful ruler in the kung fu world. Her ambition is closely connected to her earlier experiences of rejection and underestimation due to her small body and non‑traditional appearance as a kung fu practitioner. The research aims to describe how The Chameleon’s ambition for power is constructed through characterization, and how this ambition functions within the narrative structure of the film. A qualitative descriptive approach is employed, using Abrams and Harpham’s characterization theory, particularly the showing and telling methods, as the main analytical framework. Data are taken from selected scenes and dialogues that reveal The Chameleon’s motivations, strategies, and interactions with other characters, especially Po and Zhen. The findings indicate that her ambition is expressed through strategic planning, manipulation, and the instrumental use of magic and others’ abilities. Her ambition not only shapes her identity as a villain, but also drives the central conflict and highlights thematic issues related to power, recognition, and self‑worth in the film. These results suggest that ambition for power can be read as a complex narrative device rather than a merely individual psychological trait in contemporary animated cinema.
Simfoni Di Ruang Kelas: Analisis Kualitatif Fenomena Akustik Melalui Media Sederhana Dalam Pembelajaran IPA Adrian Adrian; Alvi Syauqni Ramadhan; Alfiah Alfiah; Risma Aulia; Rihhadatul 'Aisya
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10625

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar memerlukan pendekatan yang mampu menghubungkan konsep-konsep abstrak dengan pengalaman nyata peserta didik. Salah satu materi yang sering menimbulkan kesulitan pemahaman adalah gelombang bunyi, khususnya terkait frekuensi, resonansi, dan perambatan gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena bunyi melalui pemanfaatan media sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis eksperimen laboratorium sederhana. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap empat kegiatan praktikum, yaitu pengetukan gelas dengan variasi volume air, penggesekan bibir gelas menggunakan jari basah, pemukulan kaleng dengan variasi tingkat keterbukaan ruang, serta pengujian telepon kaleng dengan variasi panjang benang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan volume air di dalam gelas menyebabkan penurunan frekuensi getaran sehingga menghasilkan nada yang lebih rendah dan kurang nyaring. Pada eksperimen kaleng, tingkat keterbukaan ruang berpengaruh terhadap resonansi udara, di mana kaleng yang terbuka pada kedua sisi menghasilkan bunyi paling nyaring dan bergema akibat penguatan amplitudo gelombang. Sementara itu, pada telepon kaleng ditemukan bahwa semakin panjang bentangan benang, semakin besar pelemahan amplitudo bunyi yang terjadi, meskipun kejelasan artikulasi suara tetap terjaga. Temuan ini menunjukkan bahwa media sederhana dapat digunakan secara efektif untuk memvisualisasikan konsep-konsep akustik secara konkret dan kontekstual. Oleh karena itu, penerapan eksperimen berbasis alat sehari-hari berpotensi meningkatkan pemahaman konsep IPA sekaligus mendukung pengembangan kompetensi profesional calon guru sekolah dasar dalam merancang pembelajaran yang inovatif, ekonomis, dan bermakna..
Pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di SMK Aisyiyah Palembang Arwan Kurniawan; M Hasbi; Dian Safitri
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dalam pelayanan administrasi kesiswaan di SMK Aisyiyah Palembang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PTSP di SMK Aisyiyah Palembang telah berjalan dengan cukup baik melalui penerapan koordinasi, pengarahan, komunikasi, serta pembagian tugas dalam proses pelayanan administrasi kesiswaan. Sistem PTSP memberikan kemudahan bagi peserta didik dan pengguna layanan dalam memperoleh pelayanan administrasi yang lebih terarah, efektif, dan efisien. Adapun faktor pendukung pelaksanaan PTSP meliputi dukungan dari pihak sekolah, kerja sama antarpetugas, serta tersedianya sarana dan prasarana pendukung pelayanan. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan yaitu keterbatasan jumlah sumber daya manusia, gangguan jaringan internet, keterbatasan fasilitas, serta masih kurangnya pemahaman sebagian pengguna layanan terhadap prosedur pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi sumber daya manusia, peningkatan fasilitas pelayanan, dan penguatan sosialisasi prosedur agar pelaksanaan PTSP dapat berjalan secara lebih maksimal dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kesiswaan di sekolah.  
Peningkatan Literasi Digital Pelaku Umkm Dalam Menghadapi Era Ekonomi Digital Di Desa Sei Muka Helmina Simanjuntak; Syamsinah Sirait
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10634

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Akan tetapi, mayoritas pelaku UMKM di Desa Sei Muka masih mengalami kendala dalam penggunaan teknologi digital untuk mendukung pemasaran serta perkembangan usaha. Aktivitas pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital pelaku UMKM melalui pelatihan, sosialisasi, dan pendampingan dalam penggunaan media digital sebagai alat pemasaran produk. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup pengamatan lapangan, wawancara, pelatihan pemasaran digital, serta bimbingan penggunaan media sosial dan pasar daring. Kegiatan melibatkan 22 pelaku UMKM yang beroperasi di sektor kuliner, kerajinan, dan perdagangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai pemasaran digital, pemanfaatan media sosial untuk bisnis, pembuatan konten promosi, dan penggunaan aplikasi digital dalam manajemen usaha. Di samping itu, peserta mulai dapat menjual produk dengan lebih luas melalui media digital. Program ini berperan positif dalam meningkatkan daya saing UMKM desa dan mendorong penyesuaian terhadap kemajuan ekonomi digital.  
Pengaruh Work Life Balance dan Job Crafting terhadap Kinerja Karyawan Toyota Body and Paint Bengkulu dengan Self Efficacy sebagai Variabel Moderasi Rina Fitri Lestari; Fauzan Fauzan; Okka Adittio Putra
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh work life balance dan job crafting terhadap kinerja karyawan, dengan self efficacy sebagai variabel moderasi pada Toyota Body and Paint Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Populasi mencakup seluruh 44 karyawan aktif Toyota Body and Paint Bengkulu, dan teknik total sampling diterapkan sehingga seluruh 44 karyawan menjadi responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert lima poin, dan pengujian hipotesis menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 4.1.1.8. Evaluasi outer model mengonfirmasi bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas konvergen dengan nilai AVE di atas 0,500 (Work Life Balance = 0,708; Job Crafting = 0,647; Kinerja Karyawan = 0,692; Self Efficacy = 0,716) dan reliabilitas yang memadai dengan nilai Cronbach's Alpha berkisar antara 0,911 hingga 0,950. Nilai R-Square sebesar 0,877 mengindikasikan bahwa 87,7% variasi kinerja karyawan mampu dijelaskan oleh model. Hasil analisis koefisien jalur menunjukkan bahwa job crafting berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,613; T-statistik = 2,604; p-value = 0,005), sedangkan work life balance tidak berpengaruh signifikan (β = 0,000; T-statistik = 0,002; p-value = 0,499). Hasil Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan bahwa self efficacy tidak mampu memoderasi hubungan antara work life balance dan kinerja karyawan (T-statistik = 0,046; p-value = 0,482), maupun hubungan antara job crafting dan kinerja karyawan (T-statistik = 0,802; p-value = 0,211). Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku proaktif karyawan melalui job crafting berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja, sedangkan self efficacy tidak terbukti menjadi variabel moderasi yang efektif dalam konteks penelitian ini.
Penerapan Metode Profile Matching Sebagai Penunjang Sistem Pendukung Keputusan Dalam Seleksi Penerimaan Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kerinci Rahman Peliza; Dendy H Nanda
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10638

Abstract

Persyaratan antar calon mahasantri memiliki kelengkapan yang berbeda-beda sehingga hasil dari seleksi penerimaan calon mahasantri yang cukup banyak tidak menghasilkan perhitungan yang tepat dan menggunakan waktu yang lama. Metode Profile Matching digunakan untuk mencocokkan profil kandidat dengan kriteria yang telah ditetapkan, sehingga memungkinkan proses seleksi yang lebih objektif dan akurat. Analisis ini melibatkan evaluasi berbagai kriteria seleksi, seperti akademis, kepribadian, dan keterampilan khusus, yang diintegrasikan dalam sistem pendukung keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Profile Matching dapat meningkatkan akurasi dan transparansi proses seleksi, serta mengurangi subjektivitas dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, metode ini dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan kualitas seleksi penerimaan mahasantri di IAIN Kerinci.