cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 243 Documents
Implementasi Sport Scince pada Unit Kegiatan Mahasiswa Bola Voli Universitas Ngudi Waluyo Aristiyanto, Aristiyanto; Sukarno, Sukarno
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.37 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.972

Abstract

The development of the achievements of the Ngudi Waluyo University (UNW) volleyball Student Activity Unit (UKM) must be done using all efforts and abilities to reach the final limit in this case through the Sport Science approach for UNW volleyball UKM members. Through this programme, it is expected to be able to answer problems related to the extent of coaching capacity through training programs and injury management. This community service program is in the form of assistance for members of the Volleyball Student Activity Unit at Ngudi Waluyo University. This activity is aimed at improving the ability of UNW volleyball UKM achievement development related to the dominant physical condition of volleyball through sports training programs and its supporting factors in the form of injury management forathletes (Volleyball UKM members). The method used in this community service is starting from field observations, education and mentoring for training programs and assistance with injury management for UNW volleyball UKM athletes, to be able to improve their physical condition in supporting their performance during training and during competitions (competitions). This community service was carried out for four months, including initial observations to raise existing problems and then reviewed for problem solving, continued with initial seminars and preparations, training (theory and practice), final seminars and reporting. The training was held with theoretical material: a) identification and handling of injuries to volleyball athletes,b) Volleyball athlete training programs. Practical training in the form of improving injury management skills and, practicing making exercise programs. Based on the results of observations during the activity, the following results were shown: 1) participants were enthusiastic during the activity seen from the amount of feedback between participants and resource persons, 2) participants were active in telling training experiences and injuries they had experienced, 3) participants were very cooperative in carrying out injury management practices. Based on the results of this activity, it can be concluded that training on the implementation of sports sciences can improve knowledge and skills for members of the Volleyball UKM at Ngudi Waluyo University.ABSTRAKPembinaan prestasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bola voli Universitas Ngudi Waluyo (UNW) harus dilakukan dengan menggunakan segala usaha serta kemampuannya hingga mencapai batas akhir dalam hal ini melalui pendekatan Sport Science bagi mahasiswa UKM bola voli UNW. Melalui pengabdian ini diharapkan dapat menjawab permasalahan terkait sejauh mana kapasitas pembinaan melalui program latihan dan penanganan cedera. Program pengabdian kepada masyarakat ini berupa pendampingan bagi anggota Unit Kegiatan Kemahasiswaan Bola Voli Universitas Ngudi Waluyo. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pembinaan prestasi UKM bola voli UNW terkait dengan faktor kondisi fisik dominan olahraga bola voli melalui program latihan olahraga berikut faktor pendukungnya berupa penatalaksanaan penanganan cedera bagi atlet (anggota UKM Bola Voli). Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah dimulai dari observasi lapangan, edukasi dan pendampingan program latihan dan pendampingan penanganan cedera bagi para atlet UKM bola voli UNW, untuk dapat meningkatkan kondisi fisik dalam mendukung penampilan saat berlatih maupun pada saat pertandingan (kompetisi). Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan selama empat bulan, meliputi observasi awal untuk memunculkan masalah yang ada dan kemudian dikaji untuk diberikan pemecahan masalah, dilanjutkan seminar awal dan persiapan, pelatihan (teori dan praktik), seminar akhir dan pelaporan. Pelatihan yang diselenggarakan dengan materi teori: a) identifikasi dan penanganan cedera pada atlet bola voli, b) Program latihan atlet bola voli. Pelatihan praktik berupa peningkatan keterampilan penanganan cedera dan, praktik membuat program latihan. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan berlangsung, menunjukkan hasil sebagai berikut: 1) peserta bersemangat dan antusias selama mengikuti kegiatan dilihat dari banyaknya umpan balik antara peserta dan narasumber, 2) peserta aktif dalam menceritakan pengalaman latihan dan cedera yang pernah dialami, 3) peserta sangat kooperatif dalam melaksanakan praktik penanganan cedera. Berdasarkan hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa pelatihan implementasi sport sciences dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi anggota UKM Bola Voli Universitas Ngudi Waluyo.
Edukasi New Normal Sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 melalui G 5M dan CTPS Sunnah, Istianatus; Indrayati, Lyna Lestari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.888 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.976

Abstract

Pandemi Covid-19 masih berlangsung lebih dari satu tahun. Belum ada tanda-tanda akan berakhirnya pandemi ini, dan akan masuk tahap new normal dimana semua aktivitas akan tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan  pemahaman masyarakat terhadap gaya hidup new normal. Tempat ibadah dipilih sebagai salah satu  tempat pelaksanaan kegiatan karena selama melaksanakan semua kegiatan keagamaan diwajibkan untuk  menerapkan protokol kesehatan dengan Gerakan 5M dan panduan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang benar. Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan observasi, koordinasi dan pelaksanaan kegiatan untuk mengedukasi masyarakat melalui media promosi seperti spanduk, banner dan poster yang dipasang di rumah  ibadah di Ungaran Kabupaten Semarang.  Spanduk dan poster memuat tentang Gerakan 5 M serta Panduan Cuci Tangan Pakai Sabun yang benar menurut WHO. Selain itu hand soap dan handsanitizer diberikan dalam rangka mendukung dan meningkatkan kelancaran kegiatan.  Hasil pemantauan kegiatan, semakin banyak masyarakat yang melakukan kegiatan keagamaan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk ke tempat ibadah. Cuci tangan yang dilakukan sesuai panduan WHO yaitu dengan memakai sabun  dengan 11 tahapan. Penyebaran informasi melalui media spanduk dan poster dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap gaya hidup new normal dalam kegiatan keagamaan
Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu dalam Melakukan Pijat Bayi Mandiri di Posyandu Singosari Banyuanyar Surakarta Pangesti, Christiani Bumi; Hapsari, Erlyn; Ekacahyaningtyas, Martina
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.981 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.978

Abstract

Babies aged 0-12 months require the best nutritional intake and stimulation for their growth and development. Parents present a significant role in providing good stimulants to enhance a maximum child's potential. One of the baby stimulants is touch tactics or baby massage. In its development, baby massage is generally associated with touch between parents and children. It creates a relationship of affection between parents and babies, reduces anxiety levels, improves physical abilities and self-confidence. Health education is necessary to improve knowledge so that knowledgeable people efficiently conduct the expected goals. Mothers were able to develop their knowledge and skills in practicing baby massage after acquiring knowledge. The method of implementation used lectures, demonstrations, practices, and discussions. The media utilized baby phantom and massage oil. The counseling was implemented from March-August 2020. Coaching and counseling during 2 stages of activities attended by 17 mothers with babies aged 0-12 months have received a good response. Mothers acknowledge more about independent baby massage. The evaluation results were identified by conducting interviews with Posyandu Singosari participants, which showed that around 80% of mothers recognized baby massage and could practice the baby massage independentlyAbstrakBayi membutuhkan asupan gizi dan stimulasi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangannya pada saat usia 0-12 bulan. Orang tua sangat berperan dalam memberikan stimulasi dan rangsangan yang baik untuk meningkatkan perkembangan potensi anak secara maksimal, salah satu bentuk stimulasi yang dapat diberikan kepada bayi berupa sentuhan taktik atau pijat bayi. Dalam perkembangannya, pijat bayi banyak dikaitkan dengan sentuhan antara orang tua dan anak, karena mampu menimbulkan jalinan kasih sayang antara orang tua dan bayi, mengurangi tingkat kecemasan, meningkatkan kemampuan fisik serta rasa percaya diri. Pendidikan kesehatan sangat penting untuk meningkatakan pengetahuan, sehingga ketika seseorang mempunyai pengetahuan akan lebih mudah untuk melakukan tujuan yang diharapkan. Setelah dilakukan upaya peningkatan pengetahuan diharapkan ibu bayi dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya dalam melakukan pijat bayi. Metode pelaksanaan dengan ceramah, demonstrasi, praktik dan diskusi. Media yang digunakan yaitu phantom bayi dan minyak pijat. Pelaksanaan penyuluhan dilaksankan pada Bulan Maret 2020 sampai dengan Agustus 2020. Hasil pelaksanaan pembinaan dan penyuluhan selama 2 tahap kegiatan yang diikuti oleh 17 ibu-ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan, telah mendapatkan respon yang baik. Ibu-ibu menjadi lebih mengetahui tentang pijat bayi secara mandiri. Hal ini dapat diketahui dari hasil evaluasi dengan melakukan wawancara kepada peserta di Posyandu Singosari menunjukkan hasil sekitar 80% ibu –ibu sudah mengetahui tentang pijat bayi dan dapat mempraktikkan pemijatan pada bayi secara mandiri.
Pelatihan Penatalaksanaan Management Nyeri Bersalin Pada Ibu Hamil di PMB Elisabeth Banyuanyar Dwi A, Wahyu; Rumiyati, Eni; Yessy M, Megayana
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.279 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.979

Abstract

Labor pain is a physiological response. Untreated labor pain leads to catecholamines which interfere with uterine contractions causing uterine inertia, prolonged labor, inadequate oxygenation in the fetus to fetal distress, and death of the mother and/or the fetus. Pain is often described as a feeling of pressure and suffering. Overcoming labor pain should be considered by health workers in assisting with childbirth. There are many methods to manage pain both pharmacologically and non-pharmacologically. Therefore, it is crucial to managing pain for the mother during childbirth. The implementation method in community service provided health education and demonstrations on how to deal with labor pains. In post-health education about the management of maternity pain in pregnant women at PMB Elisabeth, 85% of pregnant women have a description of overwhelming labor pain and have plans to reduce pain during childbirth.AbstrakNyeri pada persalinan merupakan respon fisiologis tetapi dapat mengakibatkan peningkatan katekolamin yang berakibat mengganggu kontraksi uterus sehingga dapat menyebabkan inersia uteri, partus lama, oksigenasi pada janin tidak adekuat hingga distress janin, serta kematian ibu dan atau janin apabila nyeri persalinan tidak ditangani. Nyeri sering digambarkan sebagai rasa tertekan dan penderitaan. Mengatasi nyeri persalinan patut dipertimbangkan tenaga kesehatan dalam membantu persalinan. Banyak metode untuk mengatasi nyeri baik famakologis maupun non farmakologis.Oleh karena itu penting penanganan nyeri bagi ibu selama persalinan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan cara memberikan pendidikan kesehatan dan demonstrasi mengenai cara mengatasi nyeri bersalin. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan mengenai management nyeri bersalin pada ibu ibu hamil di PMB Elisabeth 85% ibu hamil mempunyai gambaran mengatasi nyeri bersalin dan ibu hamil sudah mempunyai rencana untuk mengurangi nyeri saat bersalin nanti.
“Pemberdayaan Kader sebagai Kelompok Pendukung Asi Eksklusif (Kp-Asi) dalam Gerakan Gemar Asi Eksklusif di Puskesmas Karang Ayu Semarang” Qomariyah, Qomariyah; Maharani, Kristina; Maulidiyah, Fia Nur
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.59 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.989

Abstract

Breast milk is the right milk for babies because this milk is specially produced by mothers only for their babies. Mother's milk provides the most important energy for the baby. Breast milk cannot be replaced by even the most expensive formula milk because the substances contained in breast milk have the right temperature for the baby, contain all the substances needed by the baby and breast milk does not contain bacteria that are harmful to the baby's health (Nirwana, 2014). The achievement of exclusive breastfeeding, specifically in all Puskesmas Karang Ayu, was 73.33%, while the target set by the Semarang City Health Service was 80%. The Karang Ayu Community Health Center has 4 Puskesmas working areas, each consisting of a Puskesmas and a Sub Health Center. Based on the achievements in each Puskesmas, it is known that the achievement of exclusive breastfeeding at the Karang Ayu Health Center has the lowest achievement, namely 63.46% compared to other Puskesmas in Karang Ayu Health Center (DinKes Denpasar City, 2014). Based on interviews with Puskesmas officers, the officers said that the Karang Ayu Health Center had health cadres but had not been exposed to information about exclusive breastfeeding. Therefore, it is necessary to do community service which consists of counseling on exclusive breastfeeding. After counseling and empowerment, cadres in the targeted area of Karang Ayu Health Center are able to carry out monitoring of blood pressure measurements, and provide education to Exclusive Breastfeeding which is their responsibility.AbstrakASI merupakan susu yang tepat untuk bayi karena susu ini khusus diproduksi ibu hanya untuk bayinya. Susu dari ibu memberikan energi yang paling penting untuk bayi. ASI tidak dapat digantikan oleh susu formula yang termahal sekalipun karena zat-zat yang terkadung dalam ASI memiliki suhu yang tepat untuk bayi, mengandung segala zat yang dibutuhkan bayi dan ASI tidak mengandung bakteri yang berbahaya bagi kesehatan bayi (Nirwana, 2014). Pencapaian ASI Ekslusif yang mengkhusus di seluruh Puskesmas Karang Ayu sebesar 73,33% sedangkan target yang ditetapkan Dinas Kesehatan  Kota Semarang sebesar 80%. Dinas Puskesmas Karang Ayu memiliki 4 wilayah kerja Puskesmas yang masing-masing terdiri dari Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. Berdasarkan pencapaian di masing-masing Puskesmas, diketahui bahwa pencapaian ASI Ekslusif di Puskesmas II Denpasar Barat memiliki pencapaian paling rendah yaitu 63,46% dibandingkan Puskesmas lainnya yang ada di Puskesmas Karang Ayu (DinKes Kota Denpasar, 2014). Pencapaian ASI Ekslusif yang mengkhusus di seluruh Puskesmas Karang Ayu sebesar 73,33% sedangkan target yang ditetapkan Dinas Kesehatan  Kota Semarang sebesar 80%. Dinas Puskesmas Karang Ayu memiliki 4 wilayah kerja Puskesmas yang masing-masing terdiri dari Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. Berdasarkan pencapaian di masing-masing Puskesmas, diketahui bahwa pencapaian ASI Ekslusif di Puskesmas II Denpasar Barat memiliki pencapaian paling rendah yaitu 63,46% dibandingkan Puskesmas lainnya yang ada di Puskesmas Karang Ayu (DinKes Kota Denpasar, 2014). Berdasarkan wawancara kepada petugas Puskesmas, petugas mengatakan bahwa Puskesmas Karang Ayu memiliki kader kesehatan namun belum terpapar dengan informasi mengenai ASI Eksklusif. Maka dari itu perlu dilakukan pengabdian masyarakat yang terdiri dari Penyuluhan mengenai ASI Eksklusif. Setelah dilakukan penyuluhan dan pemberdayaan, kader di wilayah binaan Puskesmas Karang Ayu mampu melaksanakan pemantauan pengkuran tekanan darah, dan memberikan edukasi kepada ASI Eksklusif yang menjadi tanggung jawabnya. 
Pelatihan Soft Skills Sumber Daya Manusia Kesehatan di SMK Bhakti Medika Wiyata Kristen Magelang Salafas, Eti; Afriyani, Luvi Dian; Purwanto, Adi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.502 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1104

Abstract

Soft skills are terms related to emotional intelligence, personality traits, social skills, communication, language, personal habits, friendliness and optimism that characterize a person's ability to relate to others. These soft skills contribute 80% of a person's success compared to hard skills. An exploratory study of 130 industries in 16 provinces in Indonesia, shows that the biggest gap between the competencies needed by the business and industrial world and the competencies of health vocational high school (SMK) graduates is in aspects of soft skills such as: honesty, discipline, communication, initiative and teamwork. Soft skills should be built as early as possible, to prepare health human resources with character. SMK Bhakti Medika Wiyata Kristen Magelang organizes vocational nursing and pharmacy with a total of 60 students. These students are prospective health workers. There is a tendency for class XII students to be more daring to cheat (dishonestly) during exams than students of X and XI. Students often delay doing schoolwork and there is still a lot of free time that has not been used optimally so that schoolwork is done less than optimally. This condition if left unchecked will affect the character development of health human resources. The world of work does not only choose prospective workers who are proficient in academic abilities, but pays great attention to skill values including the values of honesty, responsibility, courtesy, discipline, commitment, self-confidence, ethics, cooperation, creativity, communication, and leadership. soft skills). Through this Community Service, students are given soft skills training including time management, effective communication and preparing action plans. Evaluation is carried out during the process and followed for 1 month. Process evaluation is carried out qualitatively, there is a change in knowledge and positive attitudes towards the character of the work that is built.ABSTRAKSoft skills adalah istilah berkaitan dengan kecerdasan emosional, sifat kepribadian, ketrampilan sosial, komunikasi, berbahasa, kebiasaan pribadi, keramahan dan optimisme yang mencirikan kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Soft skills ini memberikan kontribusi 80% keberhasilan seseorang dibandingkan dengan hard skills. Penelitian eksploratif 130 industri di 16 provinsi di Indonesia, menunjukkan kesenjangan terbesar antara kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri dengan kompetensi lulusan SMK adalah pada aspek soft skills seperti : kejujuran, kedisiplinan, komunikasi, inisiatif dan kerjasama tim. Soft skills hendaknya dibangun sedini mungkin, untuk mempersiapkan sumber daya manusia kesehatan yang berkarakter. SMK Bhakti Medika Wiyata Kristen Magelang menyelenggarakan kejuruan keperawatan dan farmasi dengan jumlah seluruh siswa 60. Para peserta didik ini merupakan calon tenaga kesehatan. Ada kecenderungan siswa kelas XII lebih berani menyontek (tidak jujur) ketika ujian dibandingkan siswa X dan XI. Siswa sering menunda mengerjakan tugas sekolah dan masih banyak waktu luang yang belum digunakan dengan optimal sehingga tugas sekolah dikerjakan kurang maksimal. Kondisi ini apabila dibiarkan akan berpengaruh terhadap pembangunan karakter sumberdaya manusia kesehatan. Dunia kerja tidak hanya memilih calon pekerja yang cakap dalam kemampuan akademik saja, tetapi sangat memperhatikan nilai-nilai kecakapan diantaranya nilai kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, disiplin, komitmen, rasa percaya diri, etika, kerjasama, kreativitas, komunikasi, dan kepemimpinan (soft skills). Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat ini siswa-siswi diberikan pelatihan soft skills meliputi manajemen waktu, komunikasi efektif dan menyusun rencana aksi. Evaluasi dilaksanakan saat proses dan diikuti selama 1 bulan. Evaluasi proses dilaksanakan secara kualitatif, ada perubahan pengetahuan dan sikap positif terhadap karakter kerja yang dibangun.
Edukasi Corona Virus Disease dan Pencegahannya Pada Siswa TK Nurul Izzah di Desa Candirejo Ungaran Barat Kabupaten Semarang Puji Astuti, Ana; Haryani, Siti; Sari, Kartika
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.226 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.1105

Abstract

Corona virus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease that’s caused by a new type of coronavirus. The disease began with the emergence of a known case of penumonia in Wuhan, China at the end of December 2019 (Li et al, 2020). The disease eventually became a  pandemic problem around the word, including Indonesia. The purpose of this community service activities are to increase the knowledge of kindergarten students about covid-19 disease and it’s prevention, so that it can prevent transmission and increased cased of covid-19. Method of implementation of activities are carried out several stages, namely location obeservation and socialization of health education activities about corona virus. This is health education about its prevention and motivation of students and demonstration of washing hands properly. The result of community service activities are  health education about covid-19, disease prevention of covid-19 and demonstration of correct hand washing steps attended by 31,57% of kindergarten students of Nurul Izzah school with 24 students devided into several small groups. Students can explain about coronavirus disease, this is and its prevention and demonstrate how to wash hands properly step as much as 100%. Based on the result of community service activities need to be followed up is the provision of education canbe given to all students in order to suppress the decreased inthe number of incidents confirmed positively cover cases of covid-19 ang Semarang district area especially green zona.AbstrakCoronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Coronavirus jenis baru. Penyakit ini diawali dengan munculnya kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Wuhan, China pada akhir Desember 2019 (Li et al, 2020). Penyakit ini pada akhirnya menjadi masalah pandemi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa TK terkait penyakit covid-19 dan pencegahannya, sehingga harapannnya dapat mencegah penularan dan peningkatan kasus covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan beberapa tahap, yaitu observasi lokasi dan sosialisasi kegiatan, penyuluhan kesehatan tentang corona virus disease, penyuluhan kesehatan tentang pencegahannya dan motivasi siswa serta mendemonstrasikan mencuci tangan dengan benar. Hasil dari kegiatan ini adalah penyuluhan tentang penyakit covid-19 atau corona virus disease, pencegahan dan demonstrasi mencuci tangan yang benar langkah dihadiri oleh 31,57% siswa TK Nurul Izzah dengan sebanyak 24 siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok kecil dan siswa dapat menjelaskan tentang corona virus disease, pencegahannya serta mendemonstrasikan cara mencuci tangan dengan benar langkah sebanyak 100%. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian perlu
Pemberdayaan Kader Rumah Tangga Sebagai Strategi Pencegahan Penularan Covid 19 Lestari, Ita Puji; Dewi, Maya Kurnia; Widyawati, Sigit Ambar
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.136 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.1106

Abstract

Corona Virus Disease 2019 or COVID-19 is an infectious disease caused by SARS-CoV-2, a type of coronaviruses. People with COVID-19 may experience fever, dry cough, and difficulty breathing. The deaths recorded were 2,970 people and confirmed positive cases in Semarang were 677 people. The very fast transmission of COVID-19 has now become an issue that is being addressed globally, including in Indonesia. Based on the concept of handling health, the neglected problems are caused by ignorance, inability and unwillingness. To solve them, the activity for serving community was carried out. This activity consisted of the first stage by making a Covid-19 task force at RW level consisting of 15 people. The second stage was by increasing participants' understanding of foreign terms related to Covid-19 by 94.5%. The third stage of this activity was by gaining an understanding of the participants about the efforts to prevent Covid-19 at the household and community level by 87.5%. And the fourth stage was by getting an understanding of the Covid-19 vaccination by 81.25%. An effort to increase the role of the community in preventing Covid-19 is by doing similar activities periodically in the same location, therefore it can strengthen the community. An education about correct health information is important to be given to avoid misinterpretation.ABSTRAKCorona Virus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas. Jumlah kematian tercatat 2.970 orang dan kasus positif yang terkonfirmasi di Kota Semarang adalah  677 orang. Penularan  COVID-19 yang sangat cepat kini telah menjadi isu yang sedang ditangani secara global termasuk di Indonesia.. Berdasarkan konsep penanganan kesehatan, bahwa terabaikannya permasalahan disebabkan oleh ketidaktahuan, ketidakmampuan dan ketidakmauan, maka kegiatan pengabdian ini dilaksanakan. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, pada tahap pertama telah terbentuk sebuah kelompok satuan tugas penanganan Covid19 tingkat RW yang terdiri dari 15 orang. Pada tahap yang kedua, terdapat peningkatan pemahaman oleh peserta tentang istilah-istilah asing yang terkait dengan Covid 19 sebanyak 94,5%. Tahap ketiga kegiatan ini mendapatkan pemahaman tentang upaya pencegahan Covid19 pada tingkat rumah tangga dan masyarakat sebanyak 87,5%. Dan tahap yang keempat mendapatkan pemahaman tentang vaksinasi covid 19 sebanyak 81,25%. Dalam upaya lebih meningkatkan peran masyarakat dalam pencegahan Covid 19 maka kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala di lokasi yang sama, hal ini dapat menjadi upyaa penguatan di masyarakat. Edukasi kepada masyarakata tentang informasi kesehatan yang benar penting diberikan agar tidak menimbulkan pemahaman yang tidak diinginkan.
Pendidikan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dan Pemanfaatan Pekarangan Rumah Untuk Tanaman Obat Keluarga Sebagai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Pertiwi, Kartika Dian; Lestari, Sri; Ismiriyam, Fiktina Vifri
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.079 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.1107

Abstract

Disease prevention and health promotion are essential efforts at a time when the incidence of communicable diseases is still high and the problem of non-communicable diseases is increasing. The increasing burden of public health problems at this time indicates that existing health promotion and prevention cannot contribute to improving the degree of public health. The city of Semarang has been designated as a red zone for covid-19 transmission, therefore it is necessary to make efforts to break the chain of covid-19 transmission by implementing clean and healthy living habits in household arrangements and increasing physical activity through the use of household gardens for family medicinal plants. This community service activity aims to increase knowledge of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and the application of the Utilization of Home Yards for Family Medicinal Plants as a Community Movement for Healthy Living (GERMAS). This activity begins with a preparatory stage to obtain an overview of the partner's health condition followed by transfer of knowledge related to Covid-19, PHBS, TOGA, in phase I and II activities. In stage 2, the initiation of a healthy living community movement was also carried out by using the house yard to cultivate TOGA as a form of physical activity for each of the dawis leaders. This service activity has a positive influence on the knowledge of the target community, this is evidenced by the increase in the number of PKK mothers with good knowledge categories and the sustainability of program implementation with partners by utilizing homestead land for planting TOGA.ABSTRAKPencegahan penyakit dan promosi kesehatan merupakan upaya esensial di saat masih tingginya kejadian penyakit menular juga diiringi dengan semakin meningkatnya masalah penyakit tidak menular. Semakin tingginya beban masalah kesehatan masyarakat saat ini mengindikasikan bahwa promosi kesehatan dan pencegahan yang telah ada kurang dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kota Semarang telah ditetapkan sebagi zona merah penularan covid-19, oleh sebab itu perlu dilakukan upaya pemutusan mata rantai penularan covid-19 dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam tatanan rumah tangga serta peningkatan aktivitas fisik melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk tanaman obat keluarga. Kegiatan pengambdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk peningkatkan pengetahuan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) dan penerapan Pemanfaatan Pekarangan Rumah Untuk Tanaman Obat Keluarga Sebagai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Kegiatan ini diawali dengan tahap persiapan untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan mitra dilanjutkan dengan transfer knowledge terkait Covid-19, PHBS, TOGA,  pada kegiatan tahap I dan II. Pada tahap 2 juga dilakukan inisiasi gerakan masyarakat hidup sehat dengan pemanfaatan pekarangan rumah untuk bercocok tanam TOGA sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik kepada masing-masing ketua dawis. Kegiatan pengabdian ini memberikan pengaruh positif terhadap pengetahuan masyarakat sasaran , hal ini terbukti dengan peningkatan jumlah ibu PKK dengan kategori pengetahuan baik dan keberlanjutan pelaksanaan program pada mitra dengan pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk bercocok tanam TOGA. 
Penguatan Literasi Media Sosial Bagi Perkembangan Anak Usia Dini Putri, Risma Aliviani; Diah, Moneca; Fauziah, Syifa
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.822 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.1108

Abstract

 Technology is getting more and more developed well such as gadgets, laptops, household electronics, electronic devices to work and so on, for the last few most trending at this time is gadgets. It seems that gadged itself can have such a huge impact on value and culture. Social media literacy must be planted early, because with social media literacy, children will understand what the benefits and impacts of social media and children are farthest from the negative impacts.  Implementation of activities held at TK Pelangi Nusantara 05 with the method of providing health education and strengthening about early childhood development and social media divided into 2 stages of implementation. Data collection instruments in the form of questionnaires.  The knowledge of parents after being given early childhood development information mostly has good knowledge of 27 people (69.23%) and enough knowledge of 12 people (30.77%). knowledge of parents after being given social media education is mostly knowledgeable 28 (71.8%)  (28.2%).  This social media literacy strengthening activity becomes a means of communication, education and discussion that is able to provide education and forgiveness for parents in efforts to supervise, mentor and provide solutions for the use of social media that is appropriate and effective for early childhood development.AbstrakTeknologi semakin lama semakin berkembang dengan baik seperti gawai, laptop, alat elektronik rumah tangga, alat elektronik untuk bekerja dan lain sebagainya, untuk beberapa terakhir yang paling trend pada saatini adalah gawai. Sepertinya gadged sendiri dapat memberikan dampak yang begitu besar pada nilai dan kebudayaan.Literasi media sosial harus ditanam sejak dini, karena dengan adanya literasi media sosial, anak akan memahami apa manfaat dan dampak dari media sosial dan anak pun terjauh dari dampak negatifnya.  Pelaksanan kegiatan dilaksnakan di TK Pelangi Nusantara 05 dengan metode pelaksanaan pemberian pendidikan kesehatan dan penguatan  tentang perkembangan anak usia dini dan media sosial yang terbagi menjadi 2 tahap pelaksanaan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner.  Pengetahuan orang tua sesudah  diberikan informasi perkembangan anak usia dini sebagian besar memiliki pengetahuan baik sejumlah 27 orang  (69,23%) dan  pengetahuan cukup 12 orang (30,77%). pengetahuan orang tua sesudah  diberikan edukasi media sosial sebagian besar berpengetahuan baik 28 (71,8%)  cukup (28,2%).  Kegiatan penguatan literasi media sosial ini menjadi sarana komunikasi, edukasi dan diskusi  yang  mampu  memberikan edukasi dan maafaat bagi orangtua dalam  upaya pengawasan, pendampingan dan memberikan solusi penggunaan media sosial yang tepat dan efektif bagi perkembangan anak usia dini.

Page 6 of 25 | Total Record : 243