cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 243 Documents
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Balita Melalui Pelatihan Pijat Bayi di Desa Dajan Peken Tabanan Bali Ariyanti, Kadek Sri; Sariyani, Made Dewi; Utami, Lakitha Ning; Santi Ady, Ni Kadek Pebriana
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.289 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1127

Abstract

Baby massage is a touch therapy that can help optimize baby's growth and development. Baby massage should be done by the mother or the closest person, because the touch given by the mother during the massage will be responded to by the baby as a form of protection, affection, attention and a sincere expression of love. Toddler posyandu cadres are extensions of health workers to provide education and skills about infant massage to mothers of toddlers. This activity was carried out with the aim of increasing the knowledge and skills of Posyandu cadres for toddlers to perform baby massage. the pre-test post-test used in this activity to determine the increase in knowledge of posyandu cadres before and after being given education and training about baby massage. Participants in this activity were cadres of the Posyandu for toddlers in Dajan Peken Tabanan Village, totaling 41 people. The activity was carried out for two days, considering the health protocols during the Covid-19 pandemic, so that the room was used only at 50% of capacity. there was an increase in knowledge and skills of posyandu cadres before and after baby massage training with an average pre-test score of 4,66 and post-test of 5,22. Posyandu cadres to train mothers of toddlers to do baby massage independently to optimize the growth and development of toddlers.ABSTRAKPijat bayi merupakan terapi sentuhan yang dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pijat bayi sebaiknya dilakukan oleh ibu atau orang terdekat, karena sentuhan yang diberikan oleh ibu selama pemijatan akan direspon oleh bayi sebagai bentuk perlindungan, kasih sayang, perhatian dan ungkapan cinta yang tulus. Kader posyandu balita adalah perpanjangan tangan nakes untuk memberikan pendidikan dan keterampilan tentang pijat bayi kepada ibu balita. kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu balita untuk melakukan pijat bayi. yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pre-test post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan kader posyandu sebelum dan setelah diberikan pendidikan dan pelatihan tentang pijat bayi. Peserta dalam kegiatan ini yaitu kader posyandu balita di Desa Dajan Peken Tabanan yang berjumlah 41 orang. Kegiatan dilakukan selama dua hari, mengingat protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, sehingga ruangan digunakan hanaya 50% dari kapasitas. terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu sebelum dan setelah dilakukan pelatihan pijat bayi dengan rata-rata skor pre test sebesar 4,66 dan post test sebesar 5,22. kader posyandu agar melatih ibu balita melakukan pijat bayi secara mandiri untuk mengoptimalkan tumbuh kembang balita.
Minimalisasi Efek Penularan Covid-19 pada Mahasiswa Tingkat Akhir Semester 7 di Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen Melalui Media Digitalisasi Virvizat Prasastin, Oliva; Widaystutik, Desy
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12848.767 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1150

Abstract

Community Service Activities "Minimizing the Effects of Covid-19 Transmission in 7th Semester, Final Level Students at the Islamic Institute of Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen Through Digitalization Media " as a background global situation of Covid-19 pandemic in 213 countries in the world, including Indonesia, especially in several cities have local transmission and one of them is Kebumen, Central Java. The number of confirmed positive cases in Kebumen until September 26 th in 2020 was 717 cases, 546 cases were declared cured and 20 cases died. One of the transmissions Covid-19 are from the productive age group where the risk of exposure more longer if we use the tracking method. This is due to the relatively high mobility and frequency of social interactions, so that it has the potential to become a carrier can transmit to others. Objectives: 1) Increase knowledge about Covid-19. 2) Know how to properly minimize the effects of Covid-19 transmission. 3) Final Level Students of 7th Semester at the Islamic Institute of Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen can apply correctly to minimize the effect of Covid-19 transmission. Material andMethod: This community service activities is carried out by providing education or knowledge through counseling about Covid-19. Result: increase of knowledge and understanding based on evaluation through pre-test and post-test with a difference of 21.0 from an average value of 73.0 to 94.0. Conclusion: Community service activity "Minimizing the Effects of Covid-19 Transmission in 7th Semester, Final Level Students at the Islamic Institute of Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen" is an effective method of delivering information because the age of target is millennial where as influencers in society.ABSTRAK Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul “Minimalisasi Efek Penularan Covid-19 pada Mahasiswa Tingkat Akhir Semester 7 di Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen Melalui Media Digitalisasi” dilatar belakangi oleh situasi global pandemic Covid-19 di 213 negara di dunia, termasuk negara Indonesia khususnya di beberapa kota yang memiliki local transmission dan salah satunya adalah Kebumen, Jawa Tengah. Jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kebumen per tanggal 26 September 2020 sebanyak 717 kasus, 546 kasus dinyatakan sembuh dan 20 kasus meninggal. Transmission dari Covid-19 salah satunya dari kelompok usia produktif dimana pada kelompok tersebut untuk risiko paparannya lebih luas jika kita menggunakan metode tracking. Hal tersebut dikarenakan mobilitas dan frekuensi interaksi sosial yang relatif tinggi, sehingga berpotensi menjadi carrier yang dapat menularkan kepada yang lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah 1) Meningkatkan pengetahuan tentang Covid-19. 2) Mengetahui cara memenimalisir efek penularan Covid-19 secara tepat. 3) Mahasiswa Tingkat Akhir Semester 7 di Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen dapat mengaplikasikan secara tepat terhadap minimalisasi efek penularan Covid-19. Bahan danMetode : Kegiatan pengabdian kegiatan kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan edukasi atau pengetahuan melalui penyuluhan tentang Covid-19. terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman berdasarkan evaluasi melalui pre-test dan post-test dengan nilai selisih 21,0 dari nilai rata-rata 73,0 menjadi 94,0. Kesimpulan : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Minimalisasi Efek Penularan Covid-19 pada Mahasiswa Tingkat Akhir Semester 7 di Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen” merupakan salah satu metode penyampaian informasi yang efektif karena usia sasaran kegiatan merupakan usia milenial dimana sebagai influencer di masyarakat.
Edukasi Cuci Tangan “Tepung Selaci Put-Put” Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Pada Santri TPQ di Kabupaten Temanggung Mustain, Mukhamad; Wulansari, Wulansari; Dian Afriyani, Luvi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.57 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1159

Abstract

Clean and Healthy Behavior (PHBS) is a reflection of a family's lifestyle that always pays attention to and maintains the health of all family members. Washing hands using soap and running water is one indicator of clean and healthy living behavior. Hand washing from WHO needs to be encouraged, which consists of washing hands in 6 steps by rubbing the palms, back of the hands, between the sidelines, locking movements, turning both thumbs and rotating fingertips that are easy to memorize with tepung selaci Put Put. Hand washing steps that are easy to memorize need to be taught at the age of children, including the TPQ Miftakhul Jannah students who are mostly followed by children aged students. The purpose of this activity is to increase the knowledge of the students about the importance of maintaining cleanliness and instilling a good handwashing culture from an early age. The method used is through lectures, games and hand washing demonstrations. The results of community service activities are the attitude/behavior of washing hands before education with a poor category as much as 57%, knowledge about hand washing before education which is in the sufficient category as much as 43% and the level of knowledge after education in the very good category as much as 48%. The conclusion is that education on hand washing with tepung selaci put put is able to increase knowledge about hand washing and suggestions are needed to monitor hand washing behavior regularly.ABSTRAKPerilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) merupakan cerminan pola hidup keluarga yang senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan salah satu indikator perilaku hidup bersih dan sehat. Cuci tangan dari WHO perlu untuk digalakkan yaitu terdiri dari cuci tangan 6 langkah dengan langkah menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela- sela, gerakan mengunci, putar kedua jempol dan putar ujung jari yang mudah dihafal dengan Tepung Selaci put put. Langkah cuci tangan yang mudah dihafal perlu diajarkan pada usia anak, tak terkecuali santri TPQ Miftakhul Jannah yang banyak diikuti oleh santri usia anak- anak. Tujuan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan para santri tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menanamkan budaya cuci tangan yang baik sejak dini. Metode yang digunakan melalui ceramah, permainan dan demonstrasi cuci tangan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yaitu sikap/perilaku cuci tangan sebelum edukasi dengan kategori kurang baik sebanyak 57%, pengetahuan tentang cuci tangan sebelum edukasi yaitu kategori cukup sebanyak 43% dan tingkat pengetahuan setelah edukasi dengan kategori sangat baik sebanyak 48%. Kesimpulan yaitu edukasi cuci tangan tepung selaci put- put mampu meningkatan pengetahuan tentang cuci tangan dan saran diperlukan monitoring perilaku cuci tangan secara berkala.
Yoga untuk Mengurangi Nyeri Haid Primer pada Remaja Putri Windayanti, Hapsari; Khayati, Yulia Nur; Veftisia, Vistra; Widyaningsih, Ari; Dewi, Maya Kurnia; Izzah, Lu’luul Fitrotul; Mulyani, Mulyani; Aprilia, Nia; Sabwan, Indriani Kasih; Sari, Lidia Arjulia
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.44 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1186

Abstract

The results of the study show that educational technology has a very important role in the 4.0 education era, as seen from the use of educational technology products such as E-learning, applications, self study platforms that are in line with the demands of education 4.0. especially during the covid-19 pandemic which requires everyone to be able to master technology to make it easier to get information. The information here is related to how to handle dysmenorrhea or primary menstrual pain which is usually experienced by women of childbearing age. Although most period pain can go away on its own, but if it lasts all day, it will interfere with activities. Primary dysmenorrhea is menstrual pain that is not based on pathological conditions, while secondary dysmenorrhea is menstrual pain based on pathological conditions such as the discovery of endometriosis or ovarian cysts. Through regular yoga practice, it will provide great benefits such as reducing pain during menstruation. Community service consists of several stages, namely the first stage of determining the sample consisting of 10 teenagers with the age of 12-19 years. The second stage determines the measuring instrument used is a questionnaire on the level of respondents' knowledge about the symptoms of menstrual pain and skills to reduce menstrual pain during menstruation. The third stage is lectures and discussions as well as online practice through Whatsapp Groups. The fourth stage is applying yoga by providing online assistance and evaluating how each teenager who is a sample sends a video of the application of yoga.ABSTRAKHasil studi menunjukan bahwa teknologi pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam era pendidikan 4.0, terlihat dari pemanfaaatan produk teknologi pendidikan seperti e-learning, aplikai, platform self study yang selaras dengan tuntutan pendidikan 4.0. terlebih pada masa pandemi covid-19 yang menuntut setiap orang untuk bisa menguasai teknologi agar lebih mudah mendapatkan informasi. Informasi disini terkait tentang cara penanganan disminore atau nyeri haid primer yang biasanya dialami wanita usia subur. Meskipun kebanyakan nyeri haid dapat hilang dengan sendirinya, tetapi jika berlangsung sepanjang hari, akan mengganggu aktivitas. Dismenore primer merupakan nyeri haid yang tidak didasari kondisi patologis, sedangkan dismenore sekunder merupakan nyeri haid yang didasari dengan kondisi patologis seperti ditemukannya endometriosis atau kista ovarium. Melalui latihan yoga secara teratur, akan memberikan manfaat yang besar seperti dapat mengurangi nyeri saat haid. Pengabdian masyarakat terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap pertama menentukan sampel terdiri dari 10 remaja dengan usia 12–19 Tahun. Tahap kedua menentukan alat ukur yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan responden tentang gejala nyeri haid dan ketrampilan untuk mengurangi nyeri haid pada saat menstruasi. Tahap ketiga dilakukan ceramah dan diskusi maupun praktik secara online melalui WhatsappGrup. Tahap keempat mengaplikasikan yoga dengan melakukan pendampingan secara daring/online serta mengevaluasi dengan cara setiap remaja yang menjadi sampel mengirimkan video penerapan yoga.
Pemberian Informasi Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Remaja Masruroh, Masruroh; Cahyaningrum, Cahyaningrum; Hirawati, Heni; Purbowati, Purbowati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.241 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1197

Abstract

Detection of cancer can be done with breast self-examination or known as BSE. Breast self-examination (BSE) is an easy examination that every woman can do and can be done on her own. This action is important because almost 85% of abnormalities in the breast are actually found for the first time by the patient through a proper breast self-examination. This community service activity aims to increase students' motivation to carry out breast self-examination. The activity of providing information about breast self-examination was carried out at SMK Harapan Mulya Brangsong. The number of students who participated in the activity was 40 students. The results of the pretest showed that most of the students had less knowledge about breast self-examination as much as 25%. The results of the posttest showed that most of the students had knowledge in the good category of 45%. Socialization of the practice of breast self-examination is very important, so it is necessary to conduct health education about breast self-examination. Suggestions to the Harapan Mulya Vocational School to cooperate with the health workers so that they can provide continuous health problem counseling to the students of Harapan Mulya Brangsong Vocational School.ABSTRAKDeteksi kanker dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri atau yang dikenal dengan SADARI. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah pemeriksaan yang mudah yang bisa dilakukan setiap wanita dan bisa dilakukan sendiri. Tindakan ini penting karena hampir 85% kelainan di payudara justru ditemukan pertama kali oleh penderita melalui pemeriksaan payudara sendiri dengan benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi para siswa untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri ( SADARI) tiap bulannya.. Kegiatan pemberian informasi tentang pemeriksaan payudara sendiri dilaksanakan di SMK Harapan Mulya Brangsong. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan sebanyak 40 siswa. Hasil prestest didapatkan sebagian besar siswi mempunyai pengetahuan kurang tentang pemeriksaan payudara sendiri sebanyak 25%. Hasil posttest didapatkan sebagian besar siswi mempunyai pengetahuan dalam kategori baik sebesar 45%.Sosialisasi praktik pemeriksaan payudara sendiri dan sangatlah penting, sehingga perlu dilakukan pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri . Saran kepada Pihak SMK Harapan Mulya supaya bekerjasama keapada pihak tenaga kesehatan supaya dapat memberikan penyuluhan masalah kesehatan secara kontinyu kepada para siswa siswa SMK Harapan Mulya Brangsong.
Pelatihan Cek Gula Darah Dengan Menggunakan Metode ABA (Aplikasi Berbasis Android) sebagai Upaya Preventif Kejadian Diabetes Mellitus Pada Kader Kesehatan di Kelurahan Langensari Suwanti, Suwanti; Mawardika, Tina; Wachid, Abdul
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.261 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1214

Abstract

The number of elderly people in Indonesia will continue to increase and it is estimated that in 2050 it will reach 21.4%. Along with increasing age, physiological functions decrease so that non-communicable diseases such as DM are common, this can also occur in pregnant women because of the same structure of insulin and estrogen. About 1.3 million people died from Diabetes Mellitus. In 2030 it is estimated that Diabetes Mellitus ranks 7th cause of death in the world. Indonesia in 2030 will have 21.3 million people with DM (4th largest in the world. In Indonesia the mortality rate and amputation rate are still high at 16% and 25% respectively. Efforts to reduce life-threatening things are needed to control/ checking blood sugar levels routinely so that the incidence of elevated sugar levels can be detected early. Based on interviews the Kader have never received socialization of an android-based application (ABA). This application is to assist prevention efforts. This training is to improve the knowledge and skills of Kader in measuring blood sugar independently using the ABA method. The activity was carried out in January 2020 through the stages of measuring data on the knowledge and skills of Kader in measuring blood sugar independently before and after providing education, delivering material about Diabetes Mellitus and operating procedures for blood sugar checks with the Android-Based Application method. After training, there was an increase in the knowledge and skills of the Kader in measuring blood sugar independently by checking blood sugar using the ABA Application method. Training is useful for Kader as an effort to prevent the incidence of Diabetes Mellitus in Langensari Village, East Ungaran, Semarang Regency.ABSTRAK Jumlah lansia di Indonesia akan terus meningkat dan diperkirakan pada tahun 2050 mencapai angka 21,4%. Seiring dengan bertambahnya usia ,fungsi fisiologis mengalami penurunan sehingga penyakit tidak menular seperti DM banyak terjadi, ini bisa juga terjadi pada ibu hamil karena struktur insulin dan esterogen yang sama. Sekitar 1,3 juta orang meninggal akibat Diabetes Melitus. Pada tahun 2030 diperkirakan Diabetes Melitus menempati urutan ke-7 penyebab kematian dunia. Indonesia pada tahun 2030 akan memiliki penyandang DM sebanyak 21,3 juta jiwa ( ke-4 terbesar didunia. Di Indonesia angka kematian dan angka amputasi masih tinggi masing-masing sebesar 16% dan 25%. Upaya menurunkan hal yang mengancam kehidupan maka diperlukan pengontrolan/ pengecekan kadar gula darah rutin agar bisa terdeteksi lebih dini kejadian peningkatan kadar gula. Berdasarkan wawancara para kader belum pernah mendapatkan sosialisasi aplikasi berbasis android(ABA). Aplikasi ini untuk membantu upaya pencegaha. Pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para kader dalam pengukuran GDS secara mandiri dengan menggunakan metode ABA. Kegiatan telah dilaksanakan pada bulan Januari 2020 melalui tahapan pengukuran data pengetahuan dan ketrampilan para kader dalam pengukuran GDS secara mandiri sebelum dan sesudah pemberian edukasi, penyampaian materi tentang Diabetes Mellitus dan cara pengoperasian (SOP) cek gula darah dengan metode Aplikasi Berbasis Android (ABA. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan para kader dalam pengukuran GDS secara mandiri cek gula darah dengan metode Aplikasi ABA. Pelatihan bermanfaat bagi para kader kesehatan sebagai upaya preventif kejadian Diabetes Mellitus diKelurahan Langen Sari, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Edukasi Pemakaian Masker yang Benar dan Pencegahan COVID-19 di Desa Dajan Peken Pratiwi, Ni Made Sintha; Apriani, Desak Gede Yenny; Putri, Desak Made Firsia Sastra; Dewi, Putu Adi Cahya; Astuti, Ni Luh Seri
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.218 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1233

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a new type of disease that has never been previously identified in humans. The virus that causes COVID-19 is called SarsCoV-2. Common signs and symptoms of COVID-19 infection include symptoms of acute respiratory distress such as fever, cough, and shortness of breath. The average incubation period is 5-6 days, with the most prolonged incubation period being 14 days. In severe cases of COVID-19, it can cause pneumonia, acute respiratory syndrome, kidney failure, and even death. The increase in coronavirus cases in Indonesia shows that people still do not understand the dangers of coronavirus and how to prevent it. On the streets, It can be seen that there are still people who do not use masks and heed the recommendations for maintaining a safe distance. In Dajan Peken Village, it was found that many people did not comply with health protocols, and the public tended to be at risk of contracting COVID-19 due to the lack of public awareness of using masks when gathering in public places. Currently, people rarely spray disinfectant in their home environment, and physical distancing behavior in the community is still lacking. The purpose of this activity is to provide education about preventing COVID-19 and how to wear masks correctly. The measurement results showed that most public knowledge before being given health education was in the excellent category. The majority of general knowledge after being given health education was in the high class. The results show differences in public expertise before and after providing health education to prevent COVID-19 and how to wear masks correctly.ABSTRAKCoronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan SarsCoV-2. Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Terjadinya peningkatan kasus virus corona di Indonesia menunjukkan bahwa masih ada masyarakat yang belum memahami bahaya virus corona dan bagaimana cara pencegahannya. Hal ini terlihat di jalan-jalan masih ada masyarakat yang tidak menggunakan masker dan mengindahkan anjuran jaga jarak aman. Di Desa Dajan Peken, ditemukan banyak masyarakat yang kurang mematuhi protokol kesehatan serta masyarakat cenderung berisiko tertular COVID-19 karena kurangnya kesadaran masyarakat menggunakan masker saat berkumpul ditempat umum. Saat ini masyarakat sudah jarang menyemprotkan desinfektan dilingkungan rumah, serta perilaku physical distancing pada masyarakat masih kurang. Tujuan kegiatan ini dalam rangka memberikan edukasi tentang pencegahan COVID-19 dan cara memakai masker yang benar. Hasil pengukuran didapatkan hasil mayoritas pengetahuan masyarakat sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu berada pada kategori cukup, dan mayoritas pengetahuan masyarakat setelah diberikan pendidikan kesehatan yaitu berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaaan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan pencegahan COVID-19 dan cara memakai masker yang benar.
IBM Akupresure untuk Mengatasi Dismenore pada Remaja Putri Martin, Novia; Hambami, Sarifah; Rahmawati, Rahmawati; Fitri, Juli; Triani, Evina; Isfaizah, Isfaizah; Widyaningsih, Ari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.684 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1271

Abstract

Dysmenorrhea is menstruation accompanied by pain and is often complained of 40-80% of young women. Dysmenorrhea occurs because the endometrium in the secretion phase produces excessive prostaglandins that cause hypertonus and vasocontction of the myometrium resulting in ischemia, endometrial disintegration, bleeding, and pain. Dysmenorrhea can be treated by administering pharmacological therapy with non-steroidal and non-pharmacological anti-inflammatory drugs with acupressure techniques.Acupressure is done by massaging techniques at certain meridian points of the body to stimulate the natural ability to heal yourself by restoring a positive energy balance in the body. This community service aims to provide information about acupressure to reduce dysmenorrhea in young women online through zoom meetings with powerpoint slideshows and videos.The steps are the selection of groups of adolescents who are willing to be taught about acupressure to reduce dysmenorrhea pain, counseling and acupressure training and evaluation using google form. The service was conducted online on June 20, 2021 at 08.00-10.00 WIB which was attended by 30 young women in D.I Yogyakarta, Jambi, East Java, Lampung, South Sumatra, and Southeast Sulawesi.The results were an increase in the level of knowledge and skills of young women before and after counseling on acupressure to overcome dysmenorrhea. Before counseling, the level of adolescent knowledge is less, then after counseling the level of adolescent knowledge becomes sufficient and good. The need for various activities that improve the health of adolescents online in this pandemic.ABSTRAKDismenore adalah menstruasi yang disertai nyeri dan sering dikeluhkan 40-80% wanita muda.Dismenore terjadi karena endometrium dalam fase sekresi memproduksi prostaglandin berlebihan yang menyebabkan hipertonus dan vasokontriksi pada miometrium sehingga mengakibatkan iskemia, disintegrasi endometrium, perdarahan, dan nyeri.Dismenore dapat ditangani dengan pemberian terapi farmakologi dengan obat-obatan anti inflamasi non-steroiddan non farmakologidengan teknik akupresur.Akupresur dilakukan dengan teknik memijat pada titik meridian tubuh tertentu untuk merangsang kemampuan alami menyembuhkan diri sendiri dengan mengembalikan keseimbangan energi positif dalam tubuh.Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang akupresure untuk mengurangi dismenore pada remaja putri secara daringmelalui zoom meetingdengan slideshow powerpointserta video. Adapun langkah-langkahnya adalah pemilihan kelompok remaja yang bersedia diajarkan tentang akupresure mengurangi nyeri dismenorea, penyuluhan dan pelatihan akupresure serta evaluasi menggunakan google form.Pengabdian dilakukan secara daring pada tanggal 20 Juni 2021 pukul 08.00-10.00 WIB yang diikuti oleh 30 remaja putri di D.I Yogyakarta, Jambi, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Hasil terdapat peningkatan tingkat pengetahuan dan keterampilan remaja putri sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang akupresure untuk mengatasi dismenorea.Sebelum dilakukan penyuluhan, tingkat pengetahuan remaja adalah kurang, kemudian setelah dilakukan penyuluhan tingkat pengetahuan remaja menjadi cukup dan baik.Perlunya berbagai kegiatan yang meningkatkan derajat kesehatan remaja secara daring dimasa pandemi ini.
Pengabdian Masyarakat pada Ibu Hamil dengan Metode Akupresure untuk Menangani Mual Muntah Nurmina, Nurmina; Setyowati, Heni; Lim, Ellenora; Supadmi, Ika; Sofiyanti, Ida
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.186 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1288

Abstract

Nausea and vomiting that occurred during pregnancy in young pregnant women experienced nausea and 9.2% of women experienced vomiting. Nausea and vomiting during pregnancy are usually caused by changes in the endocrine system that occur during pregnancy, mainly due to high fluctuations in human chorionic gonadotrophin (HCG) levels, especially because the most common period of gestational nausea and vomiting is in the first 12-16 weeks. At this gestational age, HCG reaches its highest level (Manuaba, 2010). According to (Sukanta, 2008) explains that acupressure is a massage method based on acupuncture or it can also be called acupuncture without needles. (Rosen, 2009) in (Traditional Community Health Center (BKATM), 2013) explains that stimulation of the median nerve at PC 6 or neiguan acupressure points has been extensively studied for the purpose of knowing the effectiveness of stimulation of these points in reducing nausea and vomiting. The purpose of this activity is to increase mother's knowledge about efforts to overcome nausea and vomiting naturally, namely with acupressure. vomiting can go through the pregnancy smoothly. Community service is carried out in 3 stages, namely the First Phase Selection of groups of pregnant women who are willing to be taught about acupressure for nausea and vomiting, the second stage conducting acupressure socialization and training to deal with nausea and vomiting. With the stages of exploring the mother's knowledge about nausea and vomiting and how to handle it by being given a questionnaire through a google form and then teaching about the material. The third stage evaluates the acupressure method that has been taught to pregnant women by distributing an evaluation questionnaire to measure the success of the acupressure action .ABSTRAKMual muntah yang terjadi pada saat hamil pada wanita yang sedang hamil muda mengalami mual dan 9,2% wanita mengalami muntah. Mual dan muntah selama kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan dalam system endoktrin yang terjadi selama kehamilan, terutama disebabkan oleh tingginya fluktuasi kadar Human Chorionic Gonadotrophin (HCG), khususnya karena periode mual dan muntah gestasional yang paling umum adalah pada usia 12- 16 minggu pertama. Pada usia kehamilan ini, HCG mencapai kadar tertinggi (Manuaba, 2010). Menurut (Sukanta, 2008) menjelaskan bahwa akupresur adalah cara pijat berdasarkan ilmu akupuntur atau bisa juga disebut akupuntur tanpa jarum. (Rosen, 2009) dalam (Balai kesehatan tradisional masyarakat (BKATM), 2013) menjelaskan bahwa stimulasi pada median nerve di PC 6 atau titik akupresur neiguan telah banyak dipelajari untuk tujuan mengetahui keefektifan stimulasi titik tersebut dalam menurunkan mual dan Muntah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu tentang upaya mengatasi mual muntah secara alamiah yaitu dengan akupresure sehingga ibu hamil dapat menjalani kehamilannya dengan lancar. Pengabdian masyarakat di laksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama Pemilihan kelompok ibu hamil yang bersedia diajarkan tentang akupresur mual muntah, Tahap Kedua melakukan sosialisasi dan pelatihan akupresure untuk menangani mual muntah. Dengan tahapan menggali pengetahuan ibu tentang mual muntah dan cara menanganinya dengan diberikan kuesioner melalui geogle form kemudian diajarkan tentang materinya. Tahap ke Tiga evalusi cara melakukan akupresur yang sudah diajarkan kepada ibu hamil dengan cara dibagikan kuesioner evaluasi untuk mengukur keberhasilan tindakan 
Upaya Peningkatan Daya Tahan Tubuh Melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Masa Pandemi Covid-19 Dian Oktianti; Richa Yuswantina; Fiki Wijayanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.638 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1294

Abstract

Corona virus or severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) is a virus that attacks the respiratory system. The disease caused by this viral infection is called COVID-19. Corona virus can cause mild disorders of the respiratory system, severe lung infections, and even death. A person can be infected from a person with COVID-19. This disease can spread through small droplets (droplets) from the nose or mouth when coughing or sneezing. The droplets then fall on nearby objects. Then if someone else touches an object that has been contaminated with these droplets, then that person touches the eyes, nose or mouth (triangle of the face), then that person can be infected with COVID19. Or it could be that someone is infected with COVID-19 when they accidentally inhale droplets from an infected person. Some steps that can be taken to prevent infection with the corona virus are washing hands properly, which is the simplest but most effective way to prevent the spread of the 2019-nCoV virus. The next step is to maintain endurance. A strong immune system can prevent the emergence of various diseases. To maintain and increase endurance, it can be done by eating healthy foods, such as vegetables and fruits, and protein foods, such as eggs, fish, and lean meats as well as consuming Vitamin C and Honey. Candirejo Elementary School is one of the important facilities and can be used as a partner in efforts to prevent COVID-19. This instructional activity was attended by 5th graders, with 40 students who were divided into waves, because they were carrying out Limited Beginnings. At the time of implementation the children were very interested in the material provided, and very enthusiastic in asking questions. The most asked questions are about the use of vitamin C and honey and how to use them in everyday life.ABSTRAKVirus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Beberapa l105angkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus corona adalah mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Langkah selanjutnya adalah menjaga daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak serta konsumsi Vitamin C dan Madu. Sekolah Dasar Candirejo adalah salah satu sarana yang penting dan bisa dijadikan sebagai mitra dalam upaya pencegahan covid-19. Kegiatan penyyuuhan ini diikuti oleh anak kelas 5, dengan peseta sebanyak 40 siswa, yang terbagi menjadi gelombang, disebabkan sedang melaksanakan Tatap Mula Terbatas. Pada saat pelaksanaan anak-anak sangat tertarik dengan materi yang diberikan, dan sangat antusias dalam bertanya. Pertanyaan yang paling banyak ditanyakan adalah mengenai mengenai pemanfaatan vitamin C dan madu dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Page 7 of 25 | Total Record : 243