cover
Contact Name
-
Contact Email
kopula@unram.ac.id
Phone
+6287865122881
Journal Mail Official
kopula@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 29878446     EISSN : 29875307     DOI : https://doi.org/10.29303/kopula
Core Subject : Education,
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan adalah suatu jurnal terbit dua kali setahun (Maret dan Oktober) yang dipublikasikan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram. Kopula pertama diterbitkan pada tahun 2019 sebagai wadah untuk mempublikasi hasil pemikiran dan penelitian tentang Bahasa, Sastra, dan Pendidikan. Jurnal ini menerapkan sistem open access peer-reviewed journal baik untuk artikel yang berbahasa Indonesia maupun Inggris dalam versi cetak dan elektronik yang masing-masing memiliki ISSN
Articles 291 Documents
Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Film Animasi Si Juki The Movie Karya Faza Meonk Widyanisa Septia Arfahni; Liza Septa Wilyanti; Deri Rachmad Pratama
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam film animasi Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet karya Faza Meonk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data penelitian berupa dialog dalam film yang mengandung nilai pendidikan karakter. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan cara menonton film secara berulang dan mencatat bagian yang relevan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan nilai pendidikan karakter, yaitu kejujuran, tanggung jawab, keadilan, kepedulian, kontrol diri, keberanian, empati dan kerjasama. Nilai-nilai tersebut disajikan melalui dialog dan dianalisis secara kontekstual sehingga film animasi Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet dapat digunakan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran anak karena mengandung nilai pendidikan karakter yang relevan dengan perkembangan peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa film animasi Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet mengandung berbagai nilai pendidikan karakter yang relevan untuk pembelajaran anak. 
Dominasi Bahasa Asing dan Representasi Lokal dalam Lanskap Linguistik Gili Trawangan sebagai Destinasi Wisata Internasional Tasya Kamila Qadri; Frans Asisi Datang
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10620

Abstract

Perkembangan pariwisata internasional memengaruhi penggunaan bahasa dalam ruang publik, termasuk pada kawasan wisata Gili Trawangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dominasi bahasa asing dalam lanskap linguistik Gili Trawangan serta menjelaskan representasi identitas lokal melalui unsur visual. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori lanskap linguistik Landry dan Bourhis (1997) sebagai teori utama dan perspektif multimodal Kress dan Leeuwen (2021) sebagai teori pendukung. Data penelitian berupa 280 papan nama akomodasi wisata yang didokumentasikan pada 27 Maret 2026 di sepanjang jalan utama kawasan Gili Trawangan di sekitar pelabuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling dominan digunakan pada papan nama akomodasi wisata, baik secara monolingual maupun bilingual. Sebaliknya, bahasa Sasak memiliki visibilitas yang sangat rendah dan umumnya hanya muncul sebagai bagian dari nama usaha. Meskipun demikian, identitas lokal tetap direpresentasikan melalui unsur visual seperti penggunaan bambu, kayu, atap alang-alang, dan bentuk bangunan tradisional. Temuan ini menunjukkan bahwa orientasi global dan identitas lokal hadir secara bersamaan dalam lanskap linguistik Gili Trawangan melalui mode representasi yang berbeda.
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan sebagai Alat Bantu Literasi Digital dalam Industri Penerbitan Mandiri Syafiatul Aliyah Adha; Farras Sindayu; Dinda Dwi Lestari; Aswita Yudistira; Windy Yunia Purwati
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10631

Abstract

Kemajuan teknologi digital mendorong transformasi industri penerbitan, termasuk munculnya penerbitan mandiri (self-publishing) yang memungkinkan penulis menerbitkan karya secara otonom. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu literasi digital dalam industri penerbitan mandiri. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui penelusuran berbagai sumber ilmiah di Google Scholar menggunakan kata kunci Artificial Intelligence, Digital Literacy, Natural Language Processing, dan Self-Publishing. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan pada berbagai tahapan penerbitan mandiri, mulai dari penulisan, penyuntingan, penataan letak, desain sampul, hingga promosi karya. Teknologi berbasis Natural Language Processing (NLP) seperti Grammarly dan LanguageTool membantu meningkatkan kualitas naskah melalui deteksi kesalahan tata bahasa, ejaan, dan struktur kalimat, sedangkan platform seperti Canva AI mendukung produksi visual secara lebih efisien. Meskipun demikian, pemanfaatan AI tetap perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis pengguna karena teknologi ini masih berpotensi menghasilkan informasi yang kurang akurat. AI berperan memperkuat, bukan menggantikan, literasi digital penulis independen di era transformasi digital.
The Analysis Of Translation Methods For The Labels Of Eight Statue Collections At The Singhasari Museum Yubitasya Pratiwi; Hanif Rizky
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10633

Abstract

A museum is a place for cultural preservation that aims to preserve and store objects of cultural and historical heritage. A museum also conveys information about culture and history to the public. The Singhasari Museum is an archaeology and history museum that preserves and displays artifacts about the Singasari Kingdom. The Singhasari Museum has eight collections of statues from heritage sites of Singasari Kingdom. This research aims to examine the translation methods used to provide the collection labels of the eight statues preserved at the Singhasari Museum, namely: Bhairawa statue, Durga Mahisasuramardini statue, Ganesha standing statue, Ganesha sitting statue, Nandi statue, Nandiswara statue, Mahisha statue, and Mahakala statue. The researcher conducted research with a qualitative descriptive approach. This research produces data in the form of written analysis to identify the translation methods used to translate eight statue labels in Singhasari Museum based on Peter Newmark’s translation method (1988). The results of the current research indicate that the translator predominantly applied source-text-oriented translation methods. The analysis of the data indicates that the faithful translation method was the most frequently and dominantly used to translate the label of eight statue collections preserved in the Singhasari Museum
Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif dr. Tirta pada Podcast Malaka Sistyani Putri Utami; Eko Suroso; Eko Muharudin; Laily Nurlina
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10679

Abstract

This study discusses the expressive illocutionary speech acts used by Dr. Tirta in the Malaka podcast entitled "Just Graduated, Do You Want to Open a Business?". This study is motivated by the importance of understanding the use of expressive illocutionary speech acts in digital media that can influence people's perspectives, especially the younger generation. So far, research on speech acts has focused more on the context of formal education and daily life, while on business motivation podcasts is still relatively limited. The purpose of this study is to describe the form and function of expressive illocutionary speech acts used by Dr. Tirta in the Malaka Podcast. This study uses a qualitative descriptive method with a pragmatic approach. The research data in the form of Dr. Tirta's utterances which are forms of expressive illocutionary speech acts, were obtained through listening and note-taking techniques. Data analysis was carried out by identifying the forms of acts and utterances, classifying the types of acts and utterances, and then interpreting their pragmatic functions. The results of the study show that the dominant expressive illocutionary speech acts include criticism, sarcasm, support, praise, and expressions of concern. These speech acts are used to convey motivation, build social awareness, and influence listeners' mindsets regarding education and the world of work. This study concludes that Dr. Tirta's use of expressive illocutionary acts in the Malaka podcast can be used as an effective communication strategy in conveying motivational messages clearly and persuasively.
Makna Simbolisme Dalam Kumpulan Lirik Lagu Sarolangun Widia Gustiani; Nazurty; Ade Bayu Saputra
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10683

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian lagu daerah sebagai warisan budaya yang mengandung berbagai simbol dan nilai kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolisme dalam kumpulan lagu daerah Sarolangun yang terdiri atas lagu Jembatan Beatrix, Dagang Manumpang, Sarolangun, Sarolangun Dusun Batuah, dan Balumbo Biduk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes yang menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian berupa kata, frasa, dan bait yang mengandung simbolisme dalam lirik lagu daerah Sarolangun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam lagu daerah Sarolangun merepresentasikan nilai sejarah, budaya, sosial, dan pandangan hidup masyarakat. Simbol-simbol tersebut mengandung makna tentang perjuangan, identitas daerah, hubungan manusia dengan alam, pelestarian adat istiadat, serta kebanggaan terhadap daerah Sarolangun. Selain berfungsi sebagai hiburan, lagu daerah Sarolangun juga berperan sebagai media pelestarian budaya dan penyampaian nilai-nilai kehidupan kepada generasi penerus.
Variasi Leksikal Bahasa Devayan: Kajian Perbedaan Kosakata di Kecamatan Simeulue Cut dan Teupah Barat Kabupaten Simeulue Qurrata A’Yuni; Mohd Harun; Denni Iskandar
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i3.10785

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan kosakata bahasa Devayan yang digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Simeulue Cut dan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa tuturan masyarakat penutur asli bahasa Devayan yang diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, pencatatan, dan perekaman. Analisis data dilakukan menggunakan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu dan teknik hubung banding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kosakata pada empat kelas kata, yaitu nomina, verba, pronomina, dan adjektiva. Perbedaan tersebut berupa perubahan fonemis, korespondensi fonemis, serta perbedaan leksikal secara keseluruhan. Variasi kosakata yang ditemukan menunjukkan adanya perkembangan dialek bahasa Devayan yang dipengaruhi oleh faktor geografis dan sosial masyarakat penuturnya. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa meskipun kedua wilayah menggunakan bahasa Devayan sebagai alat komunikasi utama, terdapat variasi kebahasaan yang cukup signifikan sehingga menjadi ciri khas masing-masing daerah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya dokumentasi dan pelestarian bahasa daerah di Kabupaten Simeulue.
Fenomena Soft Girl dalam Pembentukan Konstruksi Identitas Perempuan Generasi Z di Tiktok Safnah Setiawati; Rianna Wati
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i3.10706

Abstract

Fenomena soft girl merupakan tren yang muncul di platform Tiktok, dengan menampilkan estetika feminim dari segi visual dan naratif. Fenomena ini menampilkan gaya riasan, berpakaian, dan gaya hidup yang menjadi ruang bagi perempuan Generasi Z dalam membentuk identitasnya di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi fenomena soft girl di TikTok, menganalisis konstruksi identitas perempuan Generasi Z berdasarkan teori performatif gender Judith Butler, serta mengidentifikasi reproduksi nilai-nilai feminitas tradisional yang muncul dalam fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan performatif gender Judith Butler. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena soft girl direpresentasikan melalui gaya riasan natural, pakaian berwarna pastel, gaya hidup slow living, serta aktivitas perawatan diri. Pengulangan tindakan tersebut dapat membentuk identitas perempuan yang dianggap ideal dengan penampilan citra yang lembut dan anggun. Selain itu, fenomena ini juga mereproduksi nilai-nilai feminitas tradisional dalam bentuk yang lebih modern dan estetis di ruang digital. 
Peran Perempuan dalam Retorika Publik: Analisis Strategi Persuasif Maudy Ayunda sebagai Motivator Generasi Muda Balqis Meira Salwa; Ariska Avrillyani; Azzahra Nurazizah; Hindun
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i3.10928

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah melahirkan ruang komunikasi digital yang dinamis, sehingga kemampuan berkomunikasi secara efektif melalui retorika digital menjadi semakin penting, khususnya dalam menyampaikan pesan persuasif kepada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi retorika dan persuasif Maudy Ayunda sebagai figur perempuan dalam membangun pengaruh di ruang publik digital, serta memahami bagaimana peran tersebut merepresentasikan perempuan dalam retorika publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis isi (content analysis), menggunakan data berupa tuturan dalam video YouTube “Proses Maudy Ayunda Belajar dan Berdampak” dari kanal Malaka Project. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan simak-catat dengan proses transkripsi, identifikasi, dan klasifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retorika Maudy Ayunda didominasi oleh penggunaan logos yang sistematis, didukung oleh ethos melalui kredibilitas dan kejujuran, serta pathos yang membangun kedekatan emosional. Selain itu, ditemukan strategi persuasif berupa self-disclosure, disclaimer, dan validasi emosi yang memperkuat hubungan dengan audiens. Temuan ini menegaskan bahwa retorika Maudy Ayunda efektif dalam memengaruhi pemikiran generasi muda sekaligus merepresentasikan perempuan sebagai komunikator yang kredibel, reflektif, dan inspiratif.
Tantangan Mempertahankan Bahasa Ibu Di Era Globalisasi Ahmad Fakih Lukman Hakim
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i3.11083

Abstract

Bahasa ibu memiliki peran penting sebagai identitas budaya, sarana komunikasi, serta media pewarisan nilai-nilai sosial dari generasi ke generasi. Namun, perkembangan globalisasi, kemajuan teknologi digital, serta dominasi bahasa nasional dan bahasa asing menyebabkan penggunaan bahasa ibu semakin mengalami penurunan, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dalam mempertahankan bahasa ibu di era globalisasi serta menjelaskan upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlangsungannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber literatur berupa buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam mempertahankan bahasa ibu meliputi dominasi bahasa asing, pengaruh media sosial, urbanisasi dan mobilitas sosial, rendahnya transmisi bahasa dalam keluarga, serta menurunnya minat generasi muda terhadap bahasa daerah. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran bahasa yang berpotensi mengancam keberlangsungan bahasa ibu dan melemahkan identitas budaya masyarakat. Upaya pelestarian bahasa ibu dapat dilakukan melalui peran keluarga, lembaga pendidikan, pemanfaatan teknologi digital, serta dukungan pemerintah dan masyarakat. Sinergi berbagai pihak diperlukan agar bahasa ibu tetap lestari sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa di tengah arus globalisasi.