cover
Contact Name
Ahmad Tohir
Contact Email
jurnaltaujih@iaiqi.ac.id
Phone
+6285326789745
Journal Mail Official
jurnaltaujih@iaiqi.ac.id
Editorial Address
Jl. Indralaya Mulia, Kec. Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan 30862
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20857934     EISSN : 27747379     DOI : https://doi.org/10.53649/taujih.v4i2.153
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam adalah jurnal Ilmiah yang menyajikan naskah-naskah yang berkaitan dengan studi pendidikan Islam, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan dan proses pembelajaran dalam pendidikan Islam.
Articles 95 Documents
Implementasi Pemberian Reward Dan Punishment dalam meningkatkan Kemampuan Berbicara program Takhassus Al Lughoh Al Arabiyah Davik
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2019): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIQI Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.713 KB) | DOI: 10.53649/taujih.v1i2.59

Abstract

Kemahiran berbahasa bermacam-macam,ada yang berbentuk lisan dan tulisan. Ada yang bersifat reseptif,menyimak dan membaca, dan ada jugayang bersifat produktif berbicara dan menulis. Kemahiran berbicara sebagaikemampuan yang bersifat produktif berfungsi sebagai penyampai dan penyebarinformasi secara lisan. Metode yang dapat meningkatkan motivasi berbicara bahasa Arab dalam kegiatan pembelajaran bahasa Arab yaitu dengan adanya pemberianreward danpunishment.Reward berarti ganjaran, hadiah.Ganjaran adalah pemberianhadiah terhadap hasil-hasil yang dicapai oleh peserta didik karena tindakan peserta didik yang positif. Tujuan diberikan reward agar dapat meningkatkan perhatian dan motivasi belajar siswa, mengembangkan caraberfikir peserta didik ke arah berfikir luas serta mendorong munculnya tingkah laku yang produktif. Punishment atau hukuman adalah penderitaan yang diberikan kepada seseorang disebabkan pelanggaran yang dilakukan tidak sesuai dengan tata nilaiyang berlaku. Pemberian punishmentbertujuan untuk memberikan efek jera agar tidak terjadi pelanggaran yang sama dan mencegah terjadinya pelanggaran lainnya. Dalam hal pemberian hukuman tentu harus sesuai dengan peraturan, jangan sampai mencederai mental dan raga peserta didik.Hukuman dalam perspektifIslam yaitu: ‘iqabdantarhib.‘Iqab ialah berbentukaktivitas dalam memberikan hukuman, seperti memukul, menampar, dll. Tarhibadalah proses atau metode dalam menyampaikan hukuman, dantarhibitu sendiri ada sebelum suatu peristiwa terjadi. Sedangkan hukuman adalah wujuddari ancaman yang ada setelah peristiwa itu terjadi. Pemberian reward dan punishment ini bermanfaat dalam menunjang suksesnya program takhassus lughoh agar membangkitkan semangat peserta didik untuk aktif berbicara menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dalam seluruh aktifitasnya sehari-hari di Pesantren.Takhassus lughoh mampu menelurkan berbagai produk atau kreatifitas santri yang bersifat kebahasaan dengan menggunakan bahasa Arab seperti Muhadhoroh, Masrohiyyah, Taqdimat al-Qisshoh, Munaqosah Lughowiyah.
Urgensi Tasawuf Bagi Masyarakat Modern Muhammad Muttaqin
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2019): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIQI Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/taujih.v1i2.65

Abstract

Ajaran tasawuf yang paling mendasar yang dapat dijadikan sebuah solusi dalam mengatasi problematika kehidupan masyarakat modern yaitu dengan mengadakan introprksi diri atau dalam bahasa tasawuf dikenal dengan muhasabah terhadap diri sendiri, baik kaitannya dengan masalah-masalah horizontal dan mengembangkan individu yang berkehidupan dengan berakhlak dan bertasawuf. Upaya tersebut akan melahirkan ketahanan diri serta terhindar dari pelencengan kepribadian.
Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw dan Pengaruhnya terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Tanjung Raja Fitria Ulpa
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2019): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIQI Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.882 KB) | DOI: 10.53649/taujih.v1i2.66

Abstract

Terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI yang diajarkan menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw, maka r hitung = ,967. Kemudian dibandingkan dengan rt yang ada N = 35 dengan melihat taraf signifikansi 1 % = 0,359 dengan taraf signifikansi 5% = 0,347 berarti ro lebih besar rt, maka konsekuensinya Ha diterima dan Ho ditolak. Jadi kesimpulannya adalah bahwa ada korelasi positif yang signifikan antara penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw antara dalam pembelajaran (XI) dan motivasi belajar siswa (X2) dengan hasil belajar di SMA Negeri 2 Tanjung Raja. Jadi motivasi belajar dan hasil belajar mempunyai kekuatan ,967.
Analisis Materi Pembelajaran Sosiologi pada Buku Teks Sosiologi Menggunakan Taksonomi Bloom di Ma Al Ittifaqiah Indralaya Hesta Rafmana
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2019): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-quran Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.031 KB) | DOI: 10.53649/taujih.v1i2.67

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui materi pembelajaran dalam pembelajaran buku teks di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskripsi. Penelitian ini dilakukan di MA Al Ittifaqiah Indralaya. Buku teks yang digunakan oleh guru mata pelajaran sosiologi adalah penerbit sosiologi Intan Pariwara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi, di mana peneliti membaca, dan mengembangkan buku teks Sosiologi Intan Pariwara. Mengacu pada Taksonomi Bloom mengenai tujuan pendidikan yang dibagi menjadi tiga domain, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Buku Sosiologi Pariwara Intan menggunakan lebih banyak konten kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) psikomotorik (keterampilan) dari penerbit sosiologi.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist MAN 01 Ogan Ilir Sumatera Selatan Ani Nafisah; Desi Ratnasary
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2020): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIQI Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.994 KB) | DOI: 10.53649/taujih.v2i1.72

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) di MAN 01 Ogan Ilir, 2) Bagaimana Hasil Belajar peserta didik mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MAN 01 Ogan Ilir, 3) Bagaimana pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) terhadap Hasil Belajar peserta didik mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MAN 01 Ogan Ilir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), hasil belajar dari penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dan bagaimana pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) terhadap hasil belajar Al-Qur’an Hadits di MAN 01 Ogan Ilir. Populasi penelitian ini adalah 219 orang siswa dan peneliti mengambil 28 orang siswa sebagai Sampel.. Teknik pengumpulan data penulis yang menggunakan penelitian kuantitatif menggunakan angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisi data yang diperoleh dari lapangan digunakan rumus Product Moment. Setelah dihimpun dan dianalisis terdapat pengaruh positif yang signifikan antara pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) terhadap hasil belajar Al-Qur’an Hadits peserta didik di MAN 01 Ogan Ilir. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dalam kategori sedang dilihat dari hasil angket yang telah penulis sebarkan kepada 28 siswa kelas X.IPA.1. Penerapan model pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari hasil angket yang menunjukkan Model pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) mencapai 64,28%. Hasil Belajar Peserta didik di MAN 01 Ogan Ilir termasuk dalam kategori sedang dilihat dari hasil ujian yang didaptkan oleh responden, dengan persentase 60,71%. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment, maka terdapat hubungan yang positif antara pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di MAN 01 Ogan Ilir Kabupaten Ogan Ilir dengan rxy = 0,511. Harga perhitungan product moment lebih besar dari pada harga “r” tabel baik pada taraf signifikansi 5% maupun 1% (0,3738<0,511>0,4785).
Inovasi Kurikulum terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum Dwi Noviani; Zainuddin
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2020): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIQI Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/taujih.v2i1.73

Abstract

Inovasi kurikulum PAI harus diarahkan kepada integrasi dan singkronisasi ilmu pengetahuan. Kurikulum Pendidikan Agama Islam yang menjadi acuan utama dalam pengembangan lembaga-lembaga pendidikan Islam, sudah seharusnya mengikuti alur perubahan yang terus menerus dan mengikuti perkembangan zaman. Disamping itu pengembangan kurikulum PAI memerlukan landasan yang jelas dan kokoh, sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh arus transformasi dan inovasi pendidikan dan pembelajaran yang begitu dahsyat sebagaimana terjadi pada saat ini. Pengembangan kurikulum juga harus ditekankan pada pengembangan individu yang mencakup keterkaitannya dengan lingkungan sosial setempat. Lingkungan sosial budaya merupakan sumberdaya yang mencakup kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan uraian di atas sangatlah penting memperhatikan faktor kebutuhan masyarakat dalam pengembangan kurikulum. Dalam tataran praksis bahwa kurikulum sebagai hasil belajar dan sebagai pembelajaran. Pembelajaran agama Islam bukan sekedar kurikulum tertulis yang hanya disampaikan sebagai pengetahuan (kognitif) saja. Tetapi kurikulum PAI mampu memberikan nilai terhadap peserta didik dengan pemahaman, perilaku, sikap terhadap materi yang ada.
Pola Asuh Orang Tua Taat Beragama dalam Pembentukan Karakter Islami Anak M. Arief Affandi
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2020): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIQI Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/taujih.v2i1.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola asuh orang tua taat beragama dalam pembentukan karakter islami anak, dengan sub fokus: 1). Konsep pembentukan karakter islami, 2). Model pola asuh yang diterapkan, dan 3). Implikasi pola asuh terhadap karakter islami anak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus keluarga imam masjid dan mushollah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi. Untuk analisisnya peneliti menggunakan analisis (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.. Hasil penelitian ini menemukan bahwa konsep pembentukan karakter islami anak oleh orang tua taat beragama di Desa Tulungrejo dengan menggunakan metode dan pendekatan: 1). Keteladanan, 2). Pembiasaan, 3). Nasihat, 4). Perhatian dan nasihat, 5). Memperhatikan orang baik dan mengarahkan pergaulan yang baik, 6). Hukuman, 7). Mendoakan anak, 8). Ibda’ binafsik, 9). Sholat adalah indikator untuk karakter islami lain. Model pola asuh mayoritas orang tua taat beragama ialah model Otoriter untuk masalah agama, dan authoritative untuk masalah umum. Implikasi pola asuh: anak menjadi: a). Percaya diri, b). Bertanggung jawab (sholat, mengaji, bersifat khauf dan istiqamah), d). Mandiri, e). Terbuka (shiddiq/jujur), f). Ridho dan mudah bergaul, g). Kurang terbuka karena kurang porsi mengobrol, i). Memiliki karakter islami yang baik.
Pembinaan Shalat Terhadap Perilaku Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir Muhammad Muttaqin
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2020): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIQI Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/taujih.v2i1.76

Abstract

Pembinan Salat terhadap narapidana termasuk kedalam pembinaan kepribadian yaitu pembinaan kesadaran beragama. Hal tersebut penting dilakukan karena dengan pembinaan Salat diharapkan warga binaan (yang beragama Islam) dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT sehingga mereka akan merasatentram secara lahir dan bathin. Dengan itu pula diharapakn mereka mampu memperbaiki diri dan bertaubat kepada-Nya.
Dampak positif dan Negatif Metode Belajar Daring bagi Orang Tua Muyasaroh
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2020): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIQI Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/taujih.v2i1.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan memberi informasi bagi para kalangan akademisi proses pelaksanaan pembelajaran bagi lembaga pendidikan mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Perguruan Tinggi di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan di masa wabah Pandemi Covid 19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif murni. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan Observasi. Analisis data menggunakan reduksi data, displai data dan verifikasi data. Hasil penelitian Proses pembelajaran dimasa pandemi Covid yang paling tepat adalah secara Daring, Ada lima Lembaga pendidikan yaitu Madrasah Ibtidaiyah Al-Ittifaqiah Indralaya (MI), Madrasah Tsanawiyah Al-Ittifaqiah Indralaya (MTs), Madrasah Aliyah Al-Ittifaqiah Indralaya (MA), Madrasah Ibtidaiyah Fiyat Indralaya (MI), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Qur'an Al-Ittifaqiah (STITQI). Proses pembelajaran menggunakan Metode Daring memiliki kelemahan seperti tidak semua santri/mahasiswa memiliki buku pelajaran, jika di kelas bisa meminjam kepada teman atau Perpustakaan. Lemahnya sinyal menjadi kendala Daring, tidak memiliki paket internet, HP di bawa kerja orangtuanya. Selain memiliki kekurangan juga meiliki kelebihan metode Daring dapat menyelesaikan kurikulum pelajaran dengan menghemat waktu, tenaga, biaya, anak belajar lebih serius, orangtua yang Gaptek menjadi ahli, orang tua ikut belajar saat mendampingi anaknya belajar, hubungan antara guru dan orangtua, mahasiswa dan dosen semakin harmonis. Metode belajar Daring ini sifatnya hanya menjadi solusi sementara karena metode ini harus ditempuh karena kondisi wabah Pandemi Covid 19 yang berdampak terhadap stabilitas pendidikan di Indonesia bahkan Dunia. Sehebat apapun metode belajar Daring masih hebat belajar secara tatap muka, karena belajar secara lansung tatap muka akan menambah semangat, gairah, mudah, berkah karena interaksi antara murid dengan guru, mahasiswa dengan dosen adalah pengorbanan waktu, tenaga dan biaya namun hakikatnya adalah menambah silaturahmi, menambah doa dari guru dan Dosen, menambah sempurnanya ilmu.
Efektivitas Program Indonesia Pintar (PIP) dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Belajar di MI Darussa’adah Gumai Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim Rozikin
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2020): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIQI Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/taujih.v2i1.78

Abstract

Program Indonesia Pintar adalah program pemerintah yang diberikan kepada siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu terkait bantuan pembiayaan pendidikan guna membantu terlaksananya pemerataan pendidikan. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel dari penelitian ini adalah siswa yang mendapat bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Populasi dari penelitian adalah seluruh siswa MI Darussa’adah Gumai Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim yang berjumlah 166 siswa. Adapun respondennya adalah 33 siswa. Untuk menemukan responden dalam penelitian ini secara representatif, digunakan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian ini, tingkat keefektifan Program Indonesia Pintar bagi siswa MI Darussa’adah Gumai lebih dari 70%. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata sebesar 12,24 dari test value 10 dan hasil uji t yang memiliki signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Terdapat Faktor pendukung yang mempengaruhi efektivitas Program Indonesia Pintar ; Informasi dari pihak Dinas secara rutin ke sekolah dan secara online, Dapodik digunakan pemerintah sebagai salah satu indikator penentuan sasaran penerima KIP, adanya rasa saling percaya antara pihak sekolah dengan siswa beserta orang tua terhadap penggunaan dana KIP, Siswa menjadi lebih aktif karena peralatan sekolah dapat terpenuhi. Adapun faktor penghambat : Evaluasi program KIP yang dilaksanakan pada setiap periode program menyebabkan terjadinya perubahan khusunya pada mekanismenya, penyelewengan dana KIP, kesulitan mengumpulkan kuitansi atau bukti penggunaan dana KIP.

Page 2 of 10 | Total Record : 95