cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Pendidikan Seni Rupa sebagai Media Pembentuk Karakter Isnawati Mohamad; Sukma Nurilawati Botutihe
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya angka kekerasan yang dilakukan anak-anak dan remaja. Karakter anak Indonesia yang kian menyimpang tersebut menjadi perhatian khusus bagi pemerhati pendidikan. Oleh karena itu tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pendidikan Seni Rupa sebagai media pembentuk karakter. Menggunakan metode kualitatif dengan sumber data sekunder seperti buku, jurnal, dan dokumen tekstual lainnya, selanjutnya dianalisis secara interaktif dengan langkah-langkah reduksi data, display data & kesimpulan. Dari hasil analisis diketahui bahwa pendidikan seni dapat berfungsi sebagai media pembentuk karakter. Salah satunya adalah bidang seni rupa melalui pembelajaran melukis. Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan melukis ternyata berhasil membentuk karakter positif pada anak seperti: karakter bertanggung jawab, sadar akan hak dan kewajiban, mampu berempati, simpati dengan orang lain, bergaya hidup sehat, disiplin, mandiri, percaya diri, kerja keras, peduli terhadap lingkungan. Pembelajaran melukis juga berfungsi sebagai media untuk meningkatkan pengetahuan (kognitif) anak. Karena, pada umumnya anak-anak tidak hanya sekedar melukis tetapi berinteraksi dengan lingkungannya, kemudian terjadi proses integrasi pengetahuan dalam pengetahuan yang telah dimiliki oleh anak sebelumnya, hingga membentuk skema baru. Pada saat itulah anak telah memiliki pemahaman konkret terhadap objek yang dilukisnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Seni Rupa melalui pembelajaran melukis dapat membentuk karakter positif pada anak.
Optimalisasi Kompetensi Kearifan Lokal Seni Karawo Siswa SMK Program Keahlian Kriya Tekstil Melalui Praktik Kerja Industri (Studi Kasus di Industri Karawo’Q) Mursidah Waty
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel bertujuan mengetahui optimalisasi kompetensi siswa SMK Program Keahlian Kriya Tekstil melalui Praktek Kerja Industri sebagai penguatan keahlian berciri khas kearifan lokal. Di era teknologi kearifan lokal terkhusus seni karawo dianggap kurang praktis dan rumit, sehingga kurang diminati oleh generasi muda. Hal ini dikarenakan kearifan lokal ini masih bersifat handmade yang belum dapat tergantikan alat teknologi dalam proses pengerjaan. Lembaga Pendidikan menjadi salah satu wadah yang diharapkan guna mendekatkan generasi muda pada nilai-nilai tradisi dan budaya. SMK Negeri 2 Gorontalo melalui program pendidikan sistem ganda bekerja sama dengan dunia usaha/industri mencoba menjawab tantangan tersebut. Upaya yang dilakukan dengan mengoptimalkan kompetensi siswa guna mendalami kearifan lokal di salah satu industri kerajinan karawo melalui Praktek Kerja Industri. Adapun metode yang digunakan deskriptif kualitatif bertujuan untuk mengungkap makna dibalik fenomena/gejala yang sedang dikaji. Tahapan dimulai dengan menelaah konsep pendidikan sistem ganda yang diterapkan SMK Negeri 2 Gorontalo melalui Praktek Kerja Industri (Prakerin), serta mengidentifikasi potensi-potensi siswa mengenai kearifan lokal seni karawo. Hasilnya diharapkan siswa mampu menjadi SDM yang profesional dan menjadi sebuah kompetensi yang memiliki nilai ciri khas dari mana mereka berasal.
Meneguhkan Literasi Multikultural Melalui Pendidikan Seni: Perspektif dan Urgensi Pembelajaran Seni Budaya Abad 21 di Sekolah Supatmo Supatmo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberagaman budaya, adat-istiadat, tradisi, bahasa, suku, ras, agama, keyakinan, status sosial, pandangan politik, mata pencaharian, dan sebagainya merupakan keniscayaan dan realitas sosio-kultural bagi bangsa Indonesia. Maraknya isu-isu intoleransi di media sosial dan terjadinya peristiwa-peristiwa kekerasan sosial bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang merebak di berbagai daerah akhir-akhir ini mengindikasikan masih lemahnya literasi multikultural bagi sebagian masyarakat. Oleh karenanya diperlukan peneguhan literasi multikultural guna membangun kesadaran budaya Indonesia sesuai semboyan Bhineka Tunggal Ika. Artikel ini hendak membahas perspektif pembelajaran Seni Budaya di sekolah sebagai suatu upaya dalam meneguhkan literasi multikultural demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, apresiasi, kerja sama, persatuan, saling menghormati, dan solidaritas atas keragaman budaya. Dari dimensi kebudayaan, pendidikan seni di Indonesia dengan segenap sifat-sifat, karakteristik, dan potensinya, merupakan bagian integral Sistem Pendidikan Nasional dalam menumbuhkembangkan dan membangun kesadaran Bhineka Tunggal Ika bagi peserta didik dan masyarakat luas. Praksis Pendidikan Abad 21 yang saat ini sangat terkonsentrasi pada problematika teknologi dan industri dikhawatirkan bermuara pada lunturnya nilai-nilai kemanusiaan, termasuk nilai multikultural. Pendidikan seni (pembelajaran Seni Budaya di sekolah), dengan sifat-sifatnya yang multilingual, multidimensional, dan multikultural, bisa berperan sebagai garda depan dalam meneguhkan literasi multikultural. Dalam perspektif ini, pendidikan seni menjadi medium pengejawantahan dan internalisasi nilai multikultural (education through art), menumbuhkembangkan kesadaran kolektif atas keberagaman budaya Bangsa Indonesia (Bhineka Tunggal Ika). Pada titik tertentu, literasi multikultural akan mereduksi dan menangkal isu-isu atau peristiwa-peristiwa intoleransi bernuansa SARA yang berpotensi menjadi ancaman sosio kultural Bangsa Indonesia saat ini dan masa mendatang.
Akuntabilitas Kepala Sekolah dalam Fenomena Manajemen Sekolah di SD Al Badar Menghadapi Era Abad 21 Arif Hidajad
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di abad 21, banyak tantangan yang harus dihadapi. Termasuk dunia pendidikan yang membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, melek teknologi, dan terampil. Ada tiga pilar (Tri centra) untuk mewujudkan SDM dalam menjawab tantangan tersebut, yaitu pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Sekolah merupakan komunitas terkecil dengan akuntabilitas kepala sekolah yang menjadi pilar penentu sekolah menghasilkan produk siswa sesuai tuntutan pembelajaran abad 21. Manajemen berbasis sekolah adalah penerapan manajemen yang pelaksanaannya bertumpu pada partisipasi warga sekolah. Dengan demikian sumber daya pendukung menjadi sesuatu yang sangat penting, mengingat setiap lembaga pendidikan diberikan otonomi dalam pengelolaannya, baik sumber daya manusia, sumber keuangan, maupun sumber daya lingkungan. SD Islam Al Badar memiliki kemampuan adaptif dengan penerapan manajemen berbasis sekolah dalam menghadapi era 21. Sebagai bagian dari sumber daya di lembaga, tentunya memiliki strategi dalam mengelola lembaga sehingga menjadi sekolah dasar rujukan bagi siswa baru sekaligus sekolah literasi berbasis agama. Bagaimana SDI Al Badar menjawab tantangan abad 21 dalam mengembangkan sumber daya manusianya? Tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan literasi dan wawancara secara online dengan kepala sekolah dan guru sebagai narasumber. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa sumber daya kepala sekolah memiliki kapasitas kepemimpinan dalam mengelola lembaga pendidikan Islam.
Analisis Kompetensi Pedagogis Calon Guru Matematika pada Masa Pandemi Covid-19 Nurina Hidayah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 sedang melanda seluruh dunia yang memberikan dampak besar dalam pendidikan. Hal ini menjadi tantangan bagi calon guru matematika yang telah menyelesaikan mata kuliah microteaching untuk bisa menerapkan secara langsung teori yang diperoleh ke sekolah mitra. Selain itu kompetensi guru yang cukup berpengaruh dalam pembelajaran daring ataupun blended yaitu kompetensi pedagogis. Karena beralihnya tatap muka di kelas secara langsung bergeser menjadi tatap maya di kelas-kelas virtual. Oleh karena itu, calon guru matematika perlu menguasai aspek-aspek yang ada dalam kompetensi pedagogis tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 29 subjek penelitian. Subjek penelitian yang digunakan yaitu calon guru matematika atau mahasiswa praktikan pengenalan lingkungan persekolahan (PLP) FKIP Universitas Pekalongan. Hasil yang diperoleh yaitu dari 7 aspek kompetensi pedagogis calon guru matematika telah menguasai semua dengan baik. Meskipun banyak kendala yang dihadapi, seperti jaringan internet dan kuota serta kendala teknis lainnya. Selanjutnya perlu diteliti lebih mendalam terkait materi ajar beserta rencana pelaksanaan pembelajaran yang digunakan calon guru dalam melaksanakan pembelajaran secara daring atau blended.
Korelasi antara Kecerdasan Numerik dan Kemandirian Belajar Mahasiswa terhadap Prestasi Belajar Nurina Kurniasari Rahmawati; St. Budi Waluya; Isti Hidayah; Rochmad Rochmad
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan numerik dan kemandirian belajar mahasiswa turut mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Mahasiswa dengan kecerdasan numerik tinggi akan mampu menguasai materi matematika dengan baik, demikian juga dengan kemandirian belajar mahasiswa yang baik cenderung membuat mahasiswa lebih semangat dalam belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat korelasi positif antara kecerdasan numerik mahasiswa dan kemandirian belajarnya terhadap prestasi belajar pada mata kuliah kalkulus integral. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik korelasi. Sampel penelitian adalah 32 mahasiswa pendidikan matematika kelas 3A STKIP Kusuma Negara Jakarta. Instrumen yang digunakan adalah tes bentuk uraian (X1dan Y) dan angket (X2). Data dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara X1 dengan Y, dengan perolehan nilai koefisien korelasi 0.147 dan persamaan regresinya Y = 38.33 + 0.425 X1. Antara X2 dengan Y juga terdapat korelasi positif yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi = 0.426 dan persamaan regresi Y = 36.04 + 0.437 X2. Hasil perhitungan nilai Fhitung(6.855) > Ftabel(3.32). Hal ini menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara X1 dan X2 dengan Y. ini berarti bahwa 32% Y ditentukan oleh X1 dan X, kemudian sisanya dipengaruhi oleh faktor lain baik faktor internal maupun faktor eksternal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan atau korelasi positif antara kecerdasan numerik, kemandirian belajar, dengan prestasi belajar matematika pada mata kuliah kalkulus integral secara masing-masing maupun bersamaan
Pengembangan Keterampilan Berpikir dalam Pembelajaran Nursiwi Nugraheni; YL Sukestiyarno; Wardono Wardono; Masrukan Masrukan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana mengembangkan keterampilan berpikir dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka. Kemampuan pembelajar untuk mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, serta mengkreasi dinamakan keterampilan berpikir. Kegiatan tersebut berkaitan erat dengan ingatan jangka pendek (STM) dan ingatan jangka panjang (LTM). Keterampilan berpikir siswa dapat ditingkatkan dengan latihan yang sering. Perasaan senang berpengaruh kepada proses peningkatan kemampuan kognitif siswa. Guru perlu mengemas pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Aktivitas yang dilakukan dalam pengembangan keterampilan berpikir level tinggi adalah penggalian informasi yang penting, pengajuan dugaan, melakukan inkuiri, pembuatan konjektur, pencarian alternatif, pengambilan kesimpulan.
Pengembangan Disposisi Matematis melalui Konstruksi Pemecahan Masalah pada Pembelajaran Matematika Realistik Ratri Rahayu; Kartono Kartono; Dwijanto Dwijanto; Arief Agoestanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disposisi matematis memegang peranan penting dalam menunjang keberhasilan siswa untuk memecahkan masalah. Salah satu pembelajaran yang dapat menunjang pengembangan disposisi matematis dan konstruksi pemecahan masalah siswa yaitu pendekatan Pembelajaran Realistik Matematika Indonesia (PMRI). Melalui PMRI siswa dapat membangun konsep/prinsip matematika dengan kemampuannya sendiri melalui proses asimilasi dan akomodasi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi pendekatan PMRI dalam rangka pengembangan disposisi matematis dan konstruksi pemecahan masalah berbasis teori Piaget. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi. Peneliti mengumpulkan informasi bersumber dari jurnal, prosiding, buku, dan literatur lainnya yang berisi mengenai teori dan data yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disposisi matematis dapat ditumbuhkan melalui tahapan PMRI antara lain: memahami masalah kontekstual, menyelesaikan masalah, membandingkan dan mendiskusikan jawaban, serta penarikan kesimpulan. Melalui penyajian masalah sehari-hari dapat membantu siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan mereka secara lebih baik.
Desain Pembelajaran Kreatif untuk Menumbuhkan Kemampuan Mahasiswa Membuat Bahan Ajar Matematika berbasis HOTS Rini Utami
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi abad 21 dapat dicapai jika proses pembelajaran dan penilaian menghasilkan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pembuatan bahan ajar merupakan salah satu pendukung lancarnya proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian adalah mendesain pembelajaran kreatif untuk menumbuhkan kemampuan mahasiswa membuat bahan ajar matematika berbasis HOTS. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan penugasan terstruktur. Temuan menunjukkan bahwa desain pembelajaran kreatif yang direncanakan dapat menumbuhkan kemampuan mahasiswa dalam membuat bahan ajar matematika berbasis HOTS.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dengan Memotivasi Matematis Siswa Sugianto Sugianto; St. Budi Waluya; YL. Sukestiyarno; Wardono Wardono; Kartono Kartono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari riset ini merupakan untuk mendapatkan gambaran kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi logika matematika di kelas VII. Riset ini memakai deskriptif kualitatif dengan subjek riset terdiri dari 30 siswa kelas VII SMPIQu Al- Bahjah Pusat Cirebon. Bersumber pada hasil riset bisa dikenal kalau sebagian besar siswa bisa menggambarkan permasalahan kontekstual, pada keahlian komunikasi pada indikator berkata serta menerangkan pemikiran tentang inspirasi serta suasana matematis, sebagian siswa tidak bisa berdialog dengan baik sebab deskripsi materi kurang signifikan, terdapat siswa yang mempunyai deskripsi buat menghubungkan Pengetahuan sebelumnya merupakan buat mengungkap permasalahan dasar yang diberikan, namun terdapat siswa yang menghubungkan materi mata pelajaran lain dengan tata cara yang salah serta deskripsi matematika siswa hendak pengaruhi tingkatan kemampuan komunikasi matematis serta bisa memotivasi prestasi siswa sebab itu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap realisasi sebagian indikator terkait dengan deskripsi siswa tentang diri mereka sendiri.