cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+62852-9845-6666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29640849     DOI : https://doi.org/10.59585/bajik
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan (BaJIK) adalah jurnal peer-review nasional yang diterbitkan oleh Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan ini bersifat open access atau akses terbuka serta bertujuan untuk berbagi dan mempromosikan kualitas layanan masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu orang atau memecahkan beberapa masalah kehidupan sehari-hari.
Articles 338 Documents
Pengaruh Pelatihan Basic Life Support (BLS) Terhadap Kesiapsiagaan Perawat Dalam Penanganan Henti Jantung Djunaedi Djunaedi; Marlin Eppang
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Cardiac arrest is a life-threatening emergency that requires immediate and appropriate intervention to improve patient survival. Nurses, as frontline healthcare providers, play a crucial role in initiating resuscitation through Basic Life Support (BLS). BLS training is essential to enhance nurses’ knowledge, skills, and preparedness in managing cardiac arrest cases. This study aimed to determine the effect of Basic Life Support (BLS) training on nurses’ preparedness in handling cardiac arrest. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 40 nurses selected using purposive sampling. Data were collected using preparedness questionnaires and BLS skill observation sheets before and after training. Data were analyzed using the Paired Sample t-Test with a significance level of 95%. The results showed that the mean preparedness score increased from 65.20 ± 8.14 before training to 84.75 ± 6.32 after training. The Paired Sample t-Test yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of BLS training on nurses’ preparedness in managing cardiac arrest. In conclusion, BLS training is effective in improving nurses’ preparedness and should be conducted regularly as part of professional competency development programs. Keywords: Basic Life Support, BLS, Nurse Preparedness, Cardiac Arrest, Emergency Training ABSTRAK Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan segera dan tepat untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang sering berada di garis depan pelayanan memiliki peran penting dalam melakukan tindakan resusitasi awal melalui Basic Life Support (BLS). Pelatihan BLS diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi kasus henti jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan Basic Life Support (BLS) terhadap kesiapsiagaan perawat dalam penanganan henti jantung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 40 perawat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan dan lembar observasi keterampilan BLS sebelum dan sesudah pelatihan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kesiapsiagaan perawat sebelum pelatihan adalah 65,20 ± 8,14 dan meningkat menjadi 84,75 ± 6,32 setelah pelatihan. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pelatihan Basic Life Support terhadap kesiapsiagaan perawat dalam penanganan henti jantung. Disimpulkan bahwa pelatihan BLS efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan perawat sehingga perlu dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengembangan kompetensi tenaga kesehatan. Kata Kunci: Basic Life Support, BLS, Kesiapsiagaan Perawat, Henti Jantung, Pelatihan Kegawatdaruratan
Pengembangan Model Community Health Nursing Dalam Meningkatkan Ketangguhan Masyarakat Terhadap Bencana Rahmat Pannyiwi; Marlin Eppang
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Natural and non-natural disasters can cause significant impacts on community health, social conditions, economic stability, and environmental sustainability. Indonesia's high vulnerability to disasters requires effective strategies to strengthen community resilience through community-based health approaches. Community Health Nursing (CHN) is one of the approaches that can improve preparedness, adaptive capacity, and resilience among communities facing disaster situations. This study aimed to develop a Community Health Nursing model to enhance community resilience toward disasters. This study employed a quantitative approach with a descriptive analytic design. A total of 60 respondents consisting of health cadres, community leaders, and community health workers were selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets. Data were analyzed using univariate and Chi-Square statistical tests. The results showed that the implementation of the Community Health Nursing model was significantly associated with increased community resilience toward disasters (p=0.001). Health education programs, disaster preparedness training, establishment of disaster response groups, and empowerment of health cadres significantly improved community capacity in dealing with emergency situations. In conclusion, the development of a Community Health Nursing model is an effective strategy for enhancing community resilience through promotive, preventive, and community empowerment approaches. Keywords: Community Health Nursing, Community Resilience, Disaster Preparedness, Disaster Management, Community Health ABSTRAK Bencana alam maupun nonalam merupakan peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian besar terhadap kehidupan masyarakat, baik dari aspek kesehatan, sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Tingginya risiko bencana di Indonesia menuntut adanya upaya peningkatan ketangguhan masyarakat melalui pendekatan kesehatan berbasis komunitas. Community Health Nursing (CHN) merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, kemampuan adaptasi, dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Community Health Nursing dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang terdiri dari kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan komunitas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Community Health Nursing berhubungan signifikan dengan peningkatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana (p=0,001). Program edukasi kesehatan, pelatihan kesiapsiagaan bencana, pembentukan kelompok siaga bencana, dan pemberdayaan kader kesehatan terbukti meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Disimpulkan bahwa pengembangan model Community Health Nursing dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana melalui pendekatan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: Community Health Nursing, Ketangguhan Masyarakat, Bencana, Kesiapsiagaan, Kesehatan Komunitas
Perspektif Tenaga Kesehatan Tentang Perlindungan Hak Dan Martabat Pasien Melalui Prinsip Confidentiality Marlin Eppang; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Confidentiality is a fundamental principle in healthcare services aimed at protecting patients' rights, privacy, and dignity. Healthcare professionals have ethical and professional responsibilities to maintain the confidentiality of patient information throughout the healthcare process. Violations of confidentiality may reduce patient trust, cause psychological harm, and result in legal consequences for healthcare providers. This study aimed to explore healthcare professionals’ perspectives on protecting patient rights and dignity through the principle of confidentiality. This study employed a quantitative approach with a descriptive analytic design. The sample consisted of 40 healthcare professionals, including nurses and midwives, selected using purposive sampling techniques. Data were collected through questionnaires and analyzed using univariate and Chi-Square statistical tests. The results showed that most healthcare professionals had a good understanding of confidentiality principles (70%). The majority also demonstrated good implementation of confidentiality practices in healthcare services (75%). Statistical analysis revealed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between healthcare professionals' understanding of confidentiality and the protection of patients' rights and dignity. In conclusion, proper implementation of confidentiality principles enhances the protection of patient rights and dignity and strengthens patient trust in healthcare services. Keywords: Confidentiality, Patient Rights, Patient Dignity, Healthcare Professionals, Healthcare Ethics ABSTRAK Prinsip confidentiality atau kerahasiaan merupakan salah satu aspek fundamental dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan melindungi hak, privasi, dan martabat pasien. Tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab profesional dan etik untuk menjaga kerahasiaan informasi medis pasien selama proses pelayanan kesehatan berlangsung. Pelanggaran terhadap prinsip kerahasiaan dapat menurunkan kepercayaan pasien, menimbulkan dampak psikologis, serta berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum bagi tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif tenaga kesehatan tentang perlindungan hak dan martabat pasien melalui penerapan prinsip confidentiality. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian berjumlah 40 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan bidan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kesehatan memiliki pemahaman yang baik mengenai prinsip confidentiality sebanyak 28 responden (70%). Sebagian besar responden juga menunjukkan penerapan prinsip kerahasiaan yang baik dalam pelayanan kesehatan sebanyak 30 responden (75%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pemahaman tenaga kesehatan mengenai confidentiality dengan perlindungan hak dan martabat pasien. Disimpulkan bahwa penerapan prinsip confidentiality yang baik dapat meningkatkan perlindungan hak dan martabat pasien serta memperkuat kepercayaan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Confidentiality, Hak Pasien, Martabat Pasien, Tenaga Kesehatan, Etika Kesehatan
Peran Keselamatan Pasien Sebagai Pilar Utama Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Studi Analitik Djunaedi Djunaedi; Marlin Eppang
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Patient safety is a fundamental component of healthcare systems aimed at preventing injuries, medical errors, and adverse events during healthcare delivery. Effective implementation of patient safety principles can improve healthcare quality, patient satisfaction, and public trust in healthcare institutions. This study aimed to analyze the role of patient safety as a primary pillar in improving healthcare service quality. This study employed a quantitative approach with an observational analytic design using a cross-sectional method. The sample consisted of 50 healthcare professionals, including nurses, midwives, and other healthcare workers selected through purposive sampling. Data were collected using patient safety culture questionnaires and healthcare quality observation sheets. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of 95%. The results showed that most respondents demonstrated good implementation of patient safety practices (68%). Good healthcare service quality was identified in 74% of respondents. Statistical analysis revealed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between patient safety implementation and healthcare service quality. In conclusion, patient safety plays a crucial role in improving healthcare quality. Better implementation of patient safety practices is associated with higher healthcare service quality. Keywords: Patient Safety, Healthcare Quality, Quality Of Care, Healthcare Services, Healthcare Professionals ABSTRAK Keselamatan pasien (patient safety) merupakan komponen utama dalam sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya cedera, kesalahan medis, dan kejadian tidak diharapkan selama proses pelayanan kesehatan. Penerapan keselamatan pasien yang optimal dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, kepuasan pasien, serta kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keselamatan pasien sebagai pilar utama dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner budaya keselamatan pasien dan lembar observasi mutu pelayanan kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki penerapan keselamatan pasien dalam kategori baik sebanyak 34 responden (68%). Mutu pelayanan kesehatan dalam kategori baik ditemukan pada 37 responden (74%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan keselamatan pasien dengan mutu pelayanan kesehatan. Disimpulkan bahwa keselamatan pasien memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Semakin baik penerapan keselamatan pasien, maka semakin tinggi mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Kata Kunci: Keselamatan Pasien, Mutu Pelayanan Kesehatan, Patient Safety, Kualitas Pelayanan, Tenaga Kesehatan
Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Perubahan Perilaku Hidup Sehat Dalam Upaya Menurunkan Angka Morbiditas Pada Masyarakat Rosdiana Rosdiana; Nurhaedah Nurhaedah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Health promotion is one of the primary strategies for increasing public awareness and encouraging healthy lifestyle behaviors. Positive behavioral changes can help prevent various diseases and reduce morbidity rates in the community. Lack of knowledge and awareness regarding healthy living remains a contributing factor to the high incidence of communicable and non-communicable diseases. This study aimed to analyze the effect of health promotion on healthy lifestyle behavior changes in efforts to reduce community morbidity rates. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. A total of 60 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using healthy lifestyle behavior questionnaires before and after health promotion interventions. Data were analyzed using the Paired Sample t-Test with a significance level of 95%. The results showed that the mean healthy lifestyle behavior score increased from 64.25 ± 7.86 before health promotion to 82.70 ± 6.14 after health promotion. Statistical analysis revealed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of health promotion on healthy lifestyle behavior changes among community members. In conclusion, health promotion effectively improves healthy lifestyle behaviors and can contribute to reducing morbidity rates through increased public awareness and participation in maintaining health. Keywords: Health Promotion, Healthy Lifestyle Behavior, Morbidity, Community, Health Education ABSTRAK Promosi kesehatan merupakan salah satu strategi utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat. Perubahan perilaku yang positif dapat membantu mencegah berbagai penyakit dan menurunkan angka morbiditas di masyarakat. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat masih menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian penyakit menular maupun tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi kesehatan terhadap perubahan perilaku hidup sehat dalam upaya menurunkan angka morbiditas pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner perilaku hidup sehat sebelum dan sesudah pelaksanaan promosi kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor perilaku hidup sehat meningkat dari 64,25 ± 7,86 sebelum promosi kesehatan menjadi 82,70 ± 6,14 setelah promosi kesehatan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan promosi kesehatan terhadap perubahan perilaku hidup sehat masyarakat. Disimpulkan bahwa promosi kesehatan efektif dalam meningkatkan perilaku hidup sehat masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu upaya untuk menurunkan angka morbiditas melalui peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Perilaku Hidup Sehat, Morbiditas, Masyarakat, Pendidikan Kesehatan
Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas: Studi Pretest-Posttest Musaidah Musaidah; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the leading non-communicable diseases contributing significantly to morbidity and mortality worldwide. Medication adherence is a crucial factor in controlling blood pressure and preventing complications. However, many hypertensive patients remain non-adherent to treatment due to limited knowledge and awareness regarding the importance of long-term therapy. Health promotion is considered an effective strategy to improve medication adherence among hypertensive patients. This study aimed to determine the effect of health promotion on medication adherence among hypertensive patients at a primary healthcare center. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 50 hypertensive patients selected through purposive sampling. Data were collected using medication adherence questionnaires administered before and after the health promotion intervention. Data were analyzed using the Paired Sample t-Test with a significance level of 95%. The results showed that the mean medication adherence score increased from 62.84 ± 8.12 before the intervention to 83.56 ± 6.25 after the intervention. Statistical analysis revealed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of health promotion on medication adherence among hypertensive patients. In conclusion, health promotion effectively improves medication adherence among hypertensive patients and supports better blood pressure control and prevention of disease complications. Keywords: Health Promotion, Medication Adherence, Hypertension, Health Education, Primary Healthcare ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian tekanan darah dan pencegahan komplikasi. Namun, masih banyak pasien hipertensi yang tidak patuh terhadap pengobatan karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya terapi jangka panjang. Promosi kesehatan menjadi salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi di puskesmas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 50 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan pengobatan sebelum dan sesudah intervensi promosi kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kepatuhan pengobatan meningkat dari 62,84 ± 8,12 sebelum intervensi menjadi 83,56 ± 6,25 setelah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan promosi kesehatan terhadap kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Disimpulkan bahwa promosi kesehatan efektif dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi sehingga dapat mendukung pengendalian tekanan darah dan mencegah komplikasi penyakit. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Kepatuhan Pengobatan, Hipertensi, Pendidikan Kesehatan, Puskesmas
Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dengan Sikap Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Pada Remaja Putri Rismayana Rismayana; Nurhaedah Nurhaedah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Gender-based violence is a significant social and public health issue affecting adolescent girls. Limited knowledge of reproductive health may increase adolescents’ vulnerability to various forms of violence, including physical, psychological, sexual, and online violence. Adequate reproductive health knowledge is expected to foster positive attitudes toward preventing gender-based violence. This study aimed to determine the relationship between reproductive health knowledge and attitudes toward gender-based violence prevention among adolescent girls. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional analytical design. The sample consisted of 60 adolescent girls selected using purposive sampling. Data were collected using reproductive health knowledge questionnaires and gender-based violence prevention attitude questionnaires. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 95%. The results showed that 68.3% of respondents had good reproductive health knowledge, while 65% demonstrated positive attitudes toward gender-based violence prevention. The Chi-Square test revealed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between reproductive health knowledge and attitudes toward gender-based violence prevention. In conclusion, better reproductive health knowledge is associated with more positive attitudes toward preventing gender-based violence among adolescent girls. Keywords: Reproductive Health, Gender-Based Violence, Adolescent Girls, Knowledge, Attitude ABSTRAK Kekerasan berbasis gender merupakan salah satu masalah sosial dan kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dapat meningkatkan kerentanan remaja terhadap berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan fisik, psikologis, seksual, dan kekerasan dalam lingkungan digital. Pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik diharapkan dapat membentuk sikap positif dalam upaya pencegahan kekerasan berbasis gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap pencegahan kekerasan berbasis gender pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi dan kuesioner sikap pencegahan kekerasan berbasis gender. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 41 responden (68,3%) memiliki tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik, sedangkan 39 responden (65%) memiliki sikap pencegahan kekerasan berbasis gender yang positif. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan sikap pencegahan kekerasan berbasis gender pada remaja putri. Disimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan kesehatan reproduksi yang dimiliki remaja putri, maka semakin positif pula sikap mereka dalam mencegah kekerasan berbasis gender. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Kekerasan Berbasis Gender, Remaja Putri, Pengetahuan, Sikap
Pengaruh Kompetensi Apoteker Terhadap Keberhasilan Manajemen Farmasi Di Puskesmas Sara Surya; Mukriani Mukriani
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Pharmacist competency is an essential factor influencing the quality of pharmaceutical services and the success of pharmacy management in primary healthcare centers. Pharmacists play a strategic role in drug management, medication information services, therapy monitoring, and quality assurance of pharmaceutical services. High competency levels contribute to effective pharmacy management, ensuring drug availability, safety, and rational use. This study aimed to analyze the effect of pharmacist competency on the success of pharmacy management in primary healthcare centers. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional analytical design. The sample consisted of 35 pharmacists and pharmacy technicians working in several primary healthcare centers. Data were collected using pharmacist competency questionnaires and pharmacy management observation sheets. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 95%. The results showed that 68.6% of respondents had good competency levels, while 74.3% demonstrated successful pharmacy management practices. The Chi-Square test revealed a p-value of 0.002 (p < 0.05), indicating a significant effect of pharmacist competency on pharmacy management success. In conclusion, pharmacist competency significantly influences the success of pharmacy management in primary healthcare centers. Continuous professional education and training programs are recommended to improve pharmaceutical service quality. Keywords: Pharmacist Competency, Pharmacy Management, Pharmaceutical Services, Primary Healthcare, Clinical Pharmacy ABSTRAK Kompetensi apoteker merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kualitas pelayanan kefarmasian dan keberhasilan manajemen farmasi di puskesmas. Apoteker memiliki peran strategis dalam pengelolaan obat, pelayanan informasi obat, pemantauan terapi, serta pengendalian mutu pelayanan kefarmasian. Kompetensi yang baik akan mendukung efektivitas manajemen farmasi sehingga ketersediaan, keamanan, dan penggunaan obat dapat terjamin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi apoteker terhadap keberhasilan manajemen farmasi di puskesmas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 apoteker dan tenaga teknis kefarmasian yang bekerja di beberapa puskesmas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kompetensi apoteker dan lembar observasi manajemen farmasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kompetensi dalam kategori baik sebanyak 24 responden (68,6%). Keberhasilan manajemen farmasi dalam kategori baik ditemukan pada 26 responden (74,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara kompetensi apoteker dan keberhasilan manajemen farmasi di puskesmas. Disimpulkan bahwa kompetensi apoteker berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan manajemen farmasi di puskesmas. Peningkatan kompetensi melalui pendidikan berkelanjutan dan pelatihan profesional perlu terus dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Kata Kunci: Kompetensi Apoteker, Manajemen Farmasi, Pelayanan Kefarmasian, Puskesmas, Farmasi Klinik