cover
Contact Name
Firat Meiyasa
Contact Email
firatmeiyasa@unkriswina.ac.id
Phone
+6281339097400
Journal Mail Official
made@unkriswina.ac.id
Editorial Address
Alamat: Jalan R. Suprapto No. 35, Waingapu, Prailiu, Sumba Timur, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur., Indonesia Telepon: +62 387 62392 Email : sabana@unkriswina.ac.id Website : http://ojs.unkriswina.ac.id/index.php/sabana
Location
Kab. sumba timur,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Peternakan Sabana
ISSN : -     EISSN : 25490001     DOI : 10.58300
Focus and Scope Jurnal Peternakan Sabana Jurnal Peternakan Sabana (JPS) merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Peternakan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, sebagai sumbangan kepada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang peternakan. Focus dan Scope 1. Ilmu Nutrisi dan Pakan Ternak 2. Ilmu Reproduksi Ternak 3. Teknologi Hasil Ternak 4. Veteriner 5. Etika dan Kesejahteraan Hewan
Articles 77 Documents
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Peternak Ayam Broiler dengan Sistem Mandiri Milik Bapak Mucthar Djakaria di Kelurahan Kambajawa Asmisari Danga Kori; I Made Adi Sudarma; Iven Patu Sirappa
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 2 No 2 (2023): Edisi Mei-Agustus 2023
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v2i2.628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan peternak usaha ayam broiler sistem mandiri di kelurahan kambajawa. Studi kasus dilakukan pada peternakan ayam broiler milik Bapak Muchtar Djakaria. Penelitian dilakukan selama 2 bulan yaitu mulai bulan Juni hingga Juli 2023. Variabel penelitian yang di ambil meliputi biaya tetap, biaya variabel, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, dan B/C ratio. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usaha ayam broiler di peternakan milik Bapak Mutchar Djakaria sebesar Rp 38.338.400 per tahun atau setara Rp 3.194.866 per bulan. Usaha peternakan ayam Broiler ini layak untuk dijalankan dengan nilai R/C ratio 1,49 dan nilai B/C ratio 0,49.
Status Unsur Hara Mikro Tanah dan Produksi Berat Kering Alfalfa (Medicago sativa L.) Yang Diberikan Pupuk Bokashi Feses Ayam Nikodemus Tunga Retang; Marselinus Hambakodu
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 2 No 2 (2023): Edisi Mei-Agustus 2023
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v2i2.567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi feses ayam dengan level yang berbeda terhadap status unsur hara mikro tanah dan produksi berat kering pada tanaman alfalfa (Medicago sativa L.). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapangan, Uviversitas Kristen Wira Wacana Sumba, Desa Kuta, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 4 ulangan yakni P0: tanpa pupuk bokashi, P1: pupuk bokashi feses ayam 250 gram/polybag, P2: pupuk bokashi feses ayam 500 gram/polybag, P3: pupuk bokashi feses ayam 750 gram/polybag, P4: pupuk bokashi feses ayam 1.000 gram/polybag. Variabel penelitian yang diamati adalah tembaga (Cu), seng (Zn), besi (Fe), mangan (Mn) dan produksi berat kering tanaman alfalfa (Medicago sativa L.). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pupuk bokashi kotoran ayam berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap produksi berat kering, sedangkan status hara mikro tanah masih dalam kondisi normal dan lebih tinggi pada perlakuan pupuk 1.000 gram/polybag.
Keragaan Hasil dan Analisis Usaha Tani Ubi Kayu di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat Marthen Pasang Sirappa; Ketut Indrayana; Iven Patu Sirappa
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 2 No 2 (2023): Edisi Mei-Agustus 2023
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v2i2.629

Abstract

Tantangan pembangunan pertanian nasional ke depan adalah penyediaan pangan nasional khususnya beras untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat, sehingga mengandalkan satu jenis komoditas saja tentu tidak dapat menjawab permasalahan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pembenahan tata kelola dan inovasi Badan Litbang Pertanian untuk mendukung kemandirian dan daya saing pangan dalam upaya pemanfaatan pangan non beras sebagai sumber pangan alternatif. Hal ini sejalan dengan salah satu sasaran utama pembangunan pertanian dalam mencapai sukses empat Kementerian Pertanian yaitu meningkatkan diversifikasi pangan. Salah satu komoditas pangan non beras yang paling potensial sebagai sumber pangan alternatif adalah ubi kayu. Di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, ubi kayu menempati luas panen terbesar ketiga setelah jagung dan padi gogo, dengan produktivitas rata-rata sebesar 20,50 t/ha, lebih rendah dibandingkan dengan hasil kajian atau potensi hasil varietas unggul dengan penerapan inovasi teknologi. Penelitian ini dilakukan di lahan petani di Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju. Menggunakan metode On Farm Research yang melibatkan 3 orang petani. Tujuan pengkajian adalah untuk mengetahui keragaan beberapa varietas ubi kayu dan hasil analisis usaha tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi Integrated Crop Management (ICM) rata-rata menghasilkan umbi segar dengan bobot 6,11 kg/tanaman lebih tinggi dibandingkan teknologi petani (3,40 kg/tanaman) dengan pendapatan dan keuntungan sebesar Rp. 44.000.000/ha dan Rp. 35.480.000/ha untuk teknologi ICM dan Rp. 21.802.000/ha dan Rp. 20.139.750/ha untuk teknologi petani, B/C rasio 4,16 dan MBCR 2,24.
Status Hara Makro Dan Produksi Berat Segar Tanaman Alfalfa (Medicago Sativa L) Yang Diberikan Pupuk Bokashi Feses Sapi Sumba Ongole Dengan Level Yang Berbeda Hanis Mila Meha; Marselinus Hambakodu
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 2 No 2 (2023): Edisi Mei-Agustus 2023
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v2i2.568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara makro tanah dan produksi bahan segar tanaman alfalfa yang diberikan pupuk bokashi feses sapi Sumba Ongole dengan level berbeda. Penelitian dilaksanakan di Lahan Hijauan Makanan Ternak, Laboratorim Lapangan, Univeritas Kristen Wira Wacana Sumba, Desa Kuta, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian berlangsung selama 60 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan terdiri dari; P0 : (kontrol) tanpa pmberian pupuk bokashi, P1 : Pemberian pupuk bokashi (250)gram/polybag, P2 : pupuk bokashi 500 gram/polybag, P3 : pupuk bokashi 750 gram/polybag, P4 : pupuk bokashi 1.000 gram/ polybag. Variabel yang diamati yaitu C Organik, pH tanah, Nitrogen, Phosphor, Kalium, Magnesium, Kalsium, dan produksi berat segar alfalfa (Medicago sativa L). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk bokashi feses sapi Sumba Ongole berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap produksi bahan segar tanaman alfalfa, serta status hara makro yang masih normal untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan tanaman alfalfa. Kesimpulan, pemberian pupuk bokashi feses sapi Sumba Ongole meningkatkan produksi bahan segar, dan semakin banyak unsur hara makro yang tersedia maka menghasilkan pertumbuhan tanaman alfalfa yang baik.
Konsentrasi Asap Cair Sekam Padi Yang Berbeda dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Se’i Sapi Elson Palamanga Palamanga; Yessy Tamu Ina
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 2 No 3 (2023): Edisi September-Desember 2023
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v2i3.694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asap cair sekam padi yang berbeda terhadap kadar air, pH, kadar protein dan organoleptik pada se’i daging sapi yang meliputi (warna, rasa, tekstur, dan kesukaan). Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu daging sapi sebanyak 7 kilo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu P1=konsentrasi asap cair sekam padi 0,5%, P2=konsentrasi asap cair sekam padi 1%, P3=konsentrasi asap cair sekam padi 1,5% dan P4=konsentrasi asap cair sekam padi 2% sehingga terdapat 20 unit sampel. Variabel pengamatan yaitu kadar air, pH, kadar protein serta organoleptik (warna, rasa, Tekstur, kesukaan). Data di analisis dengan taraf kepercayaan 5%, apabila hasil berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji beda nyata. Data organoleptik diolah statistik dengan metode Non Parametrik Kruskal Wallis. Hasil penelitian dengan menggunakan konsentrasi asap cair sekam padi yang berbeda berpengaruh pada kadar protein, kadar air, pH dan organoleptic se’I sapi. Semakin tinggi konsentrasi asap cair sampai pada level 2% berpengaruh pada meningkatnya kadar protein, kadar air, pH pada se’I sapi dan meningkatkan penerimaan panelis terhdap unsur organoleptik yang meliputi warna, rasa, tekstur dan kesukaan.
Pengaruh Varietas Terhadap Berat Segar dan Berat Kering Hijauan Pakan Ternak Penghasil Jagung Semi (Zea mays L.) Arif Ragil Saputra; Romi Zamhir Islami; Nyimas Popi Indriani
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 3 No 1 (2024): Edisi Januari-April 2024
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v3i1.727

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh varietas terhadap berat segar dan berat kering hijauan penghasil jagung semi (Zea mays L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2022-April 2022 di Laboratorium Tanaman Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdapat 4 perlakuan yaitu P1= Varietas Bonanza, P2= Varietas Janisa, P3= Varietas Asia 86, P4= Varietas Sweet Lady dan 6 ulangan pada setiap perlakuannya. Peubah yang diamati dalam penelitian yaitu berat segar dan berat kering hijauan penghasil jagung semi. Hipotesis diuji dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas jagung memberikan respons yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap produksi berat segar dan berat kering hijauan penghasil jagung semi. Varietas Bonanza, Janisa dan Sweet Lady memberikan hasil produksi berat segar dan berat kering hijauan penghasil jagung semi yang sama dan berbeda lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Asia 86.
Kandungan Protein Kasar Bahan Kering dan Bahan Organik Hijauan Kangkung Afkir (Ipomoea aquatica) Terfermentasi Ragi Tape (Saccharomyces cerevisiae) Sebagai Alternatif Bahan Pakan Alberth Nugrahadi Ndun; Simon Edison Mulik; I Made Adi Sudarma
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 2 No 3 (2023): Edisi September-Desember 2023
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v2i3.687

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kandungan protein kasar, dan bahan kering hijauan kangkung terfermentasi ragi tape sebagai alternatif bahan pakan. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah R0 = Hijauan kangkung + ragi tape 0%, R1 = Hijauan kangkung + ragi tape 5%, R2 = Hijauan kangkung + ragi tape 10%, R3 = Hijauan kangkung + ragi tape 15%. Variabel yang diamati adalah kandungan protein kasar, bahan kering, dan bahan organik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan aplikasi software JASP versi 0.17.3.0 dengan prosedur sidik ragam ANOVA, dan apabila terdapat pengaruh nyata, maka di uji lanjut menggunakan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik fermentasi hijauan kangkung dengan level ragi tape sampai 15% menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05), serta mampu meningkatkan kandungan protein kasar dengan nilai rataan tertinggi pada perlakuan R3 sebesar 16,19%, penelitian ini juga meningkatkan bahan kering, serta bahan organik. Nilai tertinggi bahan kering terdapat pada perlakuan R3 sebesar 35,20%, sedangkan nilai terbaik bahan organik terdapat pada perlakuan R1 sebesar 67,66%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa semakin bertambahnya level ragi tape dalam fermentasi hijauan kangkung mampu meningkatkan kandungan protein kasar, bahan kering, serta bahan organik.
A Review Kualitas Fisik Wafer Pakan Ruminansia Yang Halimah Nur Azizah; Nyimas Popi Indriani; M. Mansyur
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 2 No 3 (2023): Edisi September-Desember 2023
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v2i3.697

Abstract

Indonesia diketahui sebagai negara tropis yang mempunyai dua musim. Kelimpahan pakan hijauan pada saat musim hujan membuat dihadirkannya inovasi teknologi pengawetan pakan. Wafer pakan salah satu teknologi pakan yang kemudian memuat pakan secara komplit dan ringkas sehingga dapat menjadi pakan alternatif pada saat musim kemarau dan krisis hijauan. Wafer pakan dari berbagai bahan dasar pembuatannya kemudian diuji kualitas fisiknya supaya dapat dilihat kemampuan daya simpannya, kelayakan pakannya dan palatabilitas kepada ternaknya. Kualitas fisik yang diuji antara lain: kadar air, kerapatan, daya serap air, dan organoleptiknnya. Hal ini sebagai penentu untuk keberlangsungan daya simpan wafer ternak dan kelayakan pakannya untuk ternak. Beberapa penelitian menghasilkan nilai yang beragam yang kemudian dapat ditentukan data terbaik. Memang belum ada standarisasi yang pasti untuk kualitas pakan wafer. Namun, dari beberapa penelitian yang menjadi literatur review ini membantu untuk melihat perbandingan antar produksi wafer. Wafer pakan tetap dapat dijadikan pakan alternatif bagi peternak yang akan memproduksinya dan memanfaatkan hijauan berlebih untuk pengawetan pakan ternak.
Review: Pemberdayaan Hutan Pinus untuk Meningkatkan Produktivitas Ruminansia Nyimas Popi Indriani; Iin Susilawati; Lizah Khairani; Romi Zamhir Islami; Mansyur Mansyur
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 3 No 1 (2024): Edisi Januari-April 2024
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v3i1.745

Abstract

Telah banyak penelitian mengenai pohon pinus sebagai pakan, baik sebagai hijauan maupun sebagai supplement (mengandung metabolit sekunder) untuk meningkatkan produktivitas ruminansia. Hijauan pohon pinus yang segar merupakan pakan yang mudah dicerna dan disukai oleh ruminansia. Pohon pinus banyak ditanam sebagai hutan pinus untuk daerah yang luas dan menyisakan sela sela/jarak tanam yang luas yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman pakan. Pemanfaatan hutan pinus dapat dilakukan untuk menambah persediaan pakan ruminansia baik dengan memanfaatkan hijauan pohon pinus maupun tanaman pakan yang ditanam di bawah tegakan pohon pinus dengan cara budidaya lorong (alley cropping) . Dengan memanfaatkan sela sela tanaman pohon pinus untuk tanaman pakan ternak yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan, maka hutan pinus dapat menghasilkan pakan ternak yang melimpah untuk pengembangan peternakan. Tulisan ini menjelaskan cara cara memanfaatkan hutan pinus untuk meningkatkan produktivitas ruminansia berdasarkan penelitian penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Secara umum, sebaiknya dikembangkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan para petani peternak dalam mengembangkan usahanya, meregenerasi lingkungan, dan memberi lebih banyak manfaat bagi masyarakat atas hidup mereka. Kata Kunci: budidaya Lorong, hijauan, metabolit sekunder, pohon pinus, produktivitas ruminansia
Hubungan Kontribusi Usaha Ternak Dengan Pendapatan Keluarga Peternak Itik Pedaging (Anas Sp) Di Desa Batee Puteh Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa A. Aisyah; Kiagus M. Zain Basriwijaya; Silvia Anzitha
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 2 No 3 (2023): Edisi September-Desember 2023
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v2i3.688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak itik dan tata laksana usaha ternak itik serta menganalisis hubungan kontribusi usaha ternak dengan pendapatan keluarga peternak itik pedaging di Desa Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis total FCR, analisis pendapatan, analisis pendapatan keluarga, analisis kontribusi dan analisis korelasi pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Sistem pemeliharaan ternak itik di daerah penelitian masih tergolong sederhana atau tradisional, 2) Produksi usaha ternak itik dalam total daging sebesar 4.186 kg/panen dan total FCR sebesar 84 kg/panen.. Rata-rata pendapatan yang diperoleh adalah sebesar Rp.382.251.995/tahun. Pendapatan dari usaha ternak itik terhadap pendapatan keluarga memberikan kontribusi yang lebih kecil terhadap pendapatan keluarga yaitu sebesar 19,37%. Berdasarkan skala interval kontribusi termasuk dalam kriteria kontribusi kurang. 3) Hasil analisis korelasi pearson menunjukkan bahwa nilai signifikansi antara kontribusi dengan pendapatan memiliki nilai sebesar 0,290 yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara kontribusi dengan pendapatan keluarga peternak itik pedaging.