cover
Contact Name
Moh Hasan
Contact Email
hasansanza33@gmail.com
Phone
+6282335104319
Journal Mail Official
hasansanza33@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Pondok Pesantren Wali Songo, Jl. Basuki Rahmad No. 07 Mimbaan Panji Situbondo Jawa Timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
As-Syifa Journal of Islamic Studies and History
ISSN : 29639395     EISSN : 29639395     DOI : https://doi.org/10.35132/assyifa.v1i1.202
The journal As-Syifa welcomes papers from academics on theory, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religious practice. In particular, papers that consider the following common topics are invited. Islamic Education Islamic Studies Islamic Law Political Islam Islamic Economics Social Islam Islamic Culture Islamic History
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2024): JULI" : 10 Documents clear
PENDEKATAN GENDER DALAM KAJIAN HUKUM ISLAM Putri, Adellia Laksita
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i2.781

Abstract

Masyarakat sering membandingkan laki-laki dan perempuan berdasarkan fisiologis dan biologis sehingga menyebabkan bias gender. Bias gender kebanyakan berdampak diskriminasi, kekerasan dan pelecehan dengan anggapan perempuan itu lemah. Pemikiran ini banyak terjadi ditengah masyarakat hasil dari kontruksi sosial-adat. Perbedaan kedua kaum tidak mencorakkan untung disatu individu maupun kelompok. Akidah Islam menjaga hak perempuan sehingga memberi kepedulian dan posisi tehormat. Praktek menjadi tidak wajar terhadap perempuan karena ajaran serta bimbingan Islam tidak di implementasikan, disebabkan tradisi yang berkembang sangat jauh dari Islam. Perbedaan gender tidak menjadi masalah untuk bebas melakukan hal apapun selagi tidak melenceng dari ajaran agama seperti kepemimpinan perempuan, poligami, dan kewarisan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ialah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Dalam pembahasan mengenai pendekatan gender dapat diambil benang merah bahwa gender digunakan untuk membedakan aspek non biologis, sedangkan seks untuk membedakan anatomi manusia. Tradisi dan adat istiadat sering menjadi alasan masyarakat untuk memberikan asumsi bahwa perempuan itu selalu dinomor dua kan. Dalam kajian budaya, seks dan gender diyakini sebagai konstruksi sosial.
TOLERANSI UMAT BERAGAMA : ANALISIS PERNIKAHAN BEDA AGAMA DESA WONOREJO KEC. BANYUPUTIH KAB. SITUBONDO Nurmayanti, Putri; Aly, Mufida; Nabawiyah, Habsatun
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i2.843

Abstract

Al-Quran merupakan pedoman hidup bagi manusia dimuka bumi, mengajarkan umat manusia untuk saling belajar bagaimana menjadi hamba yang tertuntun dan bertoleransi kepada sesamanya, karena Indonesia merupakan Negara multikultural yang benyak mempunyai keaneka ragaman ras, budaya dan agama. hal ini berdampak pada banyaknya pernikahan beda agama di Indonesia. Artikel ini ditulis dengan metode kualitatif berdasrrkan pendekatan studi kasus di desa wonorejo,dengan tujuan agar kehidupan umat beragama berjalan harmonis, khususnya di Indonesia juga untuk para penerus bangsa agar sikap toleransi semakin kuat sesuai dengan sila pertama pada pancasila.
MEMAHAMI PERAN DAN FUNGSI KECERDASAN AKAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Kumullah, Saulia Rahimah; Hasan, Moh.; Devita, Nindira Mei
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i2.845

Abstract

Dalam faktanya, Al-Qur’an terlihat fokus terhadap persoalan akal manusia. Akal diibaratkan seperti mata, yang memiliki potensi untuk melihat sesuatu yang berada di sekitarnya, akan tetapi dalam pekerjaannya, mata tidak bisa berproses tanpa adanya cahaya, artinya ia tidak dapat melihat apapun. Apabila cahaya hadir, maka mata bisa melakukan pekerjaannya dengan baik, yaitu melihat sekitar dengan jelas. Oleh karena itu, akal sangat berhubungan dengan wahyu,karea ia hadir untuk menerangi akal dalam memperoleh kebenaran. Hal ini dikarenakan manusia sebagai objek sasaran mutlak untuk memperoleh ilmu dan kebenaran tesebut. Ketika dua hal tersebut telah didapatkan, manusia akan lebih mudah meniti jalan menuju ketaqwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Meskipun dalam al-Qur’an akal begitu dimuliakan, akan tetapi tidak menyerahkan segala sesuatu kepada akal, bahkan Al-Qur’an membatasi radius akal sesuai dengan kemampuannya, karena akal pun memiliki jangkauan yang terbatas dan tidak akan mungkin bisa menjangkau akar dari segala sesuatu. Maka dari itu, Islam menundukkan akal terhadap Wahyu dan Sunnah Nabi saw, artinya di dalam segala hal wahyu dan sunnah harus di dahulukan. Dalam tulisan ini, peneliti menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dilakukan dengan maksud menitikberatkan pada pembahasan akal perspektif al-Qur’an, baik dari fungsi dan kedudukannya serta hubungannya dengan wahyu dengan bersumber pada kajian literatur seperti kitab tafsir, hadits, artikel jurnal, dan literature pendukung lainnya.
AQSAM (PEMBAHAGIAN) DAN METODOLOGI PENAFSIRAN AL-QUR’AN Ulfa Rahayu, Sri; Azhar, Fawazul; Ritonga, Abdul Rahman
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i2.925

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep "Aqsam" atau pembahagian dalam tafsir al-Qur'an, yang merupakan metode kritis dalam memahami dan menafsirkan teks suci Islam. Tafsir al-Qur'an adalah disiplin ilmu yang memerlukan analisis mendalam untuk memahami makna yang terkandung dalam ayat-ayat al-Qur'an. Ada beberapa pokok permasalahan yang akan diangkat didalam penelitian ini, diantaranya akan dibahas bagaimana defiinisi dari tafsir al-Qur’an, pembahagian didalam kajian tafsir hingga metodologi yang sering digunakan oleh para mufassir didalam menafsirkan al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dan menganalisis berbagai pembahagian tafsir ini, menyoroti kelebihan dan kekurangannya, serta relevansinya dalam konteks modern. Pendekatan yang dilakukan didalam penelitian ini menggunakan metode Kajian Pustaka (Library Research). Dengan memahami aqsam dalam tafsir al-Qur'an, diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu tafsir dan memberikan panduan yang lebih komprehensif bagi para peneliti dan pembelajar al-Qur'an dalam upaya memahami pesan-pesan ilahi dengan lebih mendalam dan akurat.
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN MUTU PEMBELAJARAN STUDI SITUS DI MTS NU UNGARAN DAN MTS AL-USWAH BERGAS Nasrullah, Khoirudin
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.946

Abstract

Pada prinsipnya, kepemimpinan kepala madrasah menjadi salah satu faktor dalam mengembangkan mutu pembelajaran yang dilakukan. Kepemimpinan kepala madrasah akan memberikan dampak positif jika diterapkan sesuai dengan aturan. Kepala madrasah sebagai pemimpin harus mampu untuk ikut serta mengembangkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru madrasah. Oleh karenanya, tujuan penelitian ini adalah mengetahui secara mendalam kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan mutu pembelajaran di MTs NU Ungaran dan MTs Al-Uswah Bergas. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber penelitian ini adalah kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru yang mengajar dan peserta didik. Secara garis besar, pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik pengumpulan data. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian mengungkapkan bahwa kepemimpinan yang dilaksanakan di MTs NU Ungaran dalam mengembangkan mutu pembelajaran yaitu terdapat sebanyak lima belas strategi kepemimpinan kepala MTs NU Ungaran dalam mengembangkan mutu pembelajaran. Adapun pada MTs Al-uswah Bergas terdapat sebanyak tiga belas strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan mutu pembelajaran. Terdapat perbedaan yang terjadi dalam upaya kepemimpinan kepala madrasah yaitu lima perbedaan. Ada pula persamaan yang terjadi dalam kepemimpinan kepala madrasah untuk mengembangkan mutu pembelajaran yaitu delapan persamaan.
ISLAM NUSANTARA DALAM REPRESENTASI MEDIA MASSA LIPUTAN6.COM DAN TEMPO (ANALISIS WACANA KRITIS THEO VAN LEEUWEN) Iktafi, Muhammad Syaf’ul; Hakim, Lukman
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.954

Abstract

Penelitian ini melihat bagaimana representasi Islam Nusantaran dalam media massa di Indonesia, yaitu Liputan6.com dan Tempo melalui analisis wacana kritis, Theo Van Leeuwen, yang memusatkan pada bagaimana aktor diinklusi dan dieksklusi pada berita. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. penelitian ini menyimpulkan bahwa Liputan6.com cenderung mendukung wacana Islam Nusantara, sementara Tempo cenderung lebih memanfaatkan moment isunya daripada mendukung wacana tersebut. Liputan6.com cenderung merepresentasikan ideologi moralisme, menonjolkan sebuah identitas, dan paham wasathiyah. Sedangkan Tempo, menghadirkan narasi yang pro dan kontra. Para kontra wacana Islam Nusantara di Tempo sebagai representasi Islam yang pluralisme, nasionalisme dan moderat. Sedangkan, yang kontra merepresentasikan pandangan kelompok yang fundamentalisme di dalam media Tempo.
PERAN GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MENCEGAH TERJADINYA PERILAKU BULLYING PADA SISWA MTS MA’ARIF 3 TAMAN CARI Ambarwati, Fitri; Irhamuddin, Irhamuddin; Aisyah, Nurul
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1170

Abstract

Bullying di sekolah merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik, emosional, dan sosial siswa. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya bullying adalah melalui pendidikan akidah akhlak. Guru akidah akhlak memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa agar memiliki perilaku yang baik dan saling menghormati. Artikel ini bertujuan untuk membahas peran guru akidah akhlak dalam mencegah bullying di MTs Ma'arif 3 Taman Cari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru akidah akhlak sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai agama, sopan santun, dan saling menghargai, yang secara langsung berdampak pada pengurangan perilaku bullying di kalangan siswa.
MEMBUMIKAN MADZHAB ISLAM NUSANTARA: Kajian Terhadap Kiprah ASWAJA NU Center Ubaidillah, Hasan
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1171

Abstract

Konsep Islam Nusantara merupakan pendekatan keislaman yang mengakomodasi kearifan lokal dalam praktik beragama tanpa menghilangkan esensi ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses pembumian mazhab Islam Nusantara dilakukan, serta tantangan dan peluang dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan wawancara dengan tokoh agama serta akademisi yang berfokus pada kajian Islam Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam Nusantara mengedepankan prinsip wasathiyyah (moderat), akulturasi budaya, serta keberagamaan yang harmonis dalam bingkai keindonesiaan. Implementasi mazhab ini dilakukan melalui pendidikan, dakwah, dan praktik keagamaan yang menyesuaikan dengan tradisi lokal, seperti tahlilan, ziarah kubur, dan berbagai ritual keislaman yang telah membaur dengan budaya masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi resistensi dari kelompok yang mengusung pemurnian ajaran Islam serta kurangnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap konsep Islam Nusantara. Untuk memperkuat eksistensi mazhab ini, diperlukan penguatan kajian akademik, sosialisasi melalui media digital, serta sinergi antara ulama, akademisi, dan masyarakat dalam membangun narasi Islam yang ramah, inklusif, dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
ANALISIS MA‘ĀNĪ AL-ḤADĪṠ “MAN ‘ARAFA NAFSAHU ‘ARAFA RABBAHU”: PENDEKATAN PSIKOLOGIS TERHADAP KONSEP SELF-AWARENESS Raihan, Nur; Muhazir, Muhazir
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i2.1244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna hadis “Man ‘Arafa Nafsahu ‘Arafa Rabbahu” melalui pendekatan psikologis dengan fokus pada konsep self awareness (kesadaran diri). Hadis “Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya” meskipun tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadis sahih, namun sering dijadikan rujukan dalam tradisi tasawuf dan pemikiran Islam sebagai ajakan untuk merenungi hakikat diri sebagai jalan menuju pengenalan terhadap Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Ma‘ānī al-Ḥadīṡ, yakni mengkaji makna tekstual dan kontekstual hadis, serta mengintegrasikannya dengan teori-teori psikologi modern tentang self awareness, seperti yang dikembangkan oleh Carl Rogers dan Daniel Goleman. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengenalan diri dalam hadis tersebut memiliki makna multidimensional, meliputi aspek spiritual, psikologis, dan eksistensial yang relevan dengan upaya pembentukan kesadaran diri dalam psikologi kontemporer dan ajaran Islam. Dengan mengenali potensi, keterbatasan, dan nilai diri, seseorang dapat membangun hubungan yang lebih bermakna dengan Tuhan, sesama, dan dirinya sendiri. Hadis “Man ‘Arafa Nafsahu ‘Arafa Rabbahu” memuat pesan mendalam mengenai pentingnya pengenalan diri (self-awareness) dalam konteks spiritualitas Islam. Pengenalan terhadap nafs (diri) dalam hadis ini tidak hanya bermakna fisik atau psikologis, melainkan juga menyentuh aspek spiritual dan eksistensial.
PENGGUNAAN METODE COMMUNITY BASED MANAGEMENT DALAM PENGELOLAAN ASET WAKAF (TINJAUAN TERHADAP LEMBAGA WAKAF AL-KHAIBAR DAN SABILILLAH KOTA MALANG) Ubaidillah, M. Hasan
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i2.1769

Abstract

Waqf is one of the philanthropic endeavours aimed at reducing inequality and equalising human development. In its development, waqf has metamorphosed into productive waqf that can provide economic value to society through modern waqf management methods. This research seeks to provide a comprehensive understanding of the concept and dynamics of waqf, the community-based management method in waqf management, and the use of this method in modern waqf institutions. This research is a social and economic research with a combination of data collection methods, namely through library research and interview methods conducted at two waqf institutions in Malang city. The waqf institutions in question are Al-Khaibar Waqf Institution and Sabilillah Waqf Institution in Malang city. The results of this research are: 1) Waqf is interpreted as holding property that can be taken advantage of by maintaining its original form to be distributed to permissible ways and has undergone many developments, both from the form, management institutions, and content; 2) as for what is meant by community-based management is a pattern of community empowerment centered on community participation based on the organisation; and 3) the application of the CBM method in Malang City waqf institutions is symbiotic hierarchical, with several stages, namely: problem solving, problem analysis, determining goals and objectives, planning, implementation, and evaluation.

Page 1 of 1 | Total Record : 10