cover
Contact Name
Moh Hasan
Contact Email
hasansanza33@gmail.com
Phone
+6282335104319
Journal Mail Official
hasansanza33@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Pondok Pesantren Wali Songo, Jl. Basuki Rahmad No. 07 Mimbaan Panji Situbondo Jawa Timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
As-Syifa Journal of Islamic Studies and History
ISSN : 29639395     EISSN : 29639395     DOI : https://doi.org/10.35132/assyifa.v1i1.202
The journal As-Syifa welcomes papers from academics on theory, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religious practice. In particular, papers that consider the following common topics are invited. Islamic Education Islamic Studies Islamic Law Political Islam Islamic Economics Social Islam Islamic Culture Islamic History
Articles 125 Documents
PERAN GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING DI MTS DARUL ULUM PANARAGAN JAYA Rahman, M. Ikhsasanuddin; As'ari, Hasyim; Aisyah, Nurul
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol 4 No 1 (2025): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1167

Abstract

Pendidikan merupakan kunci penting dalam mengembangkan potensi manusia, membentuk karakter, serta mempersiapkan individu untuk menghadapi kehidupan. Salah satu tantangan dalam dunia pendidikan adalah fenomena bullying yang dapat mengganggu kesehatan psikologis siswa dan menghambat proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Aqidah Akhlak dalam mengatasi perilaku bullying di MTs Darul Ulum Panaragan Jaya. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara dengan guru Aqidah Akhlak serta siswa yang terlibat dalam kasus bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan agama, khususnya pembelajaran Aqidah Akhlak, memberikan kontribusi positif dalam mengurangi perilaku bullying dengan menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang sesuai dengan ajaran Islam. Pendidik berperan sebagai pembimbing dalam membentuk karakter siswa dan mengatasi masalah sosial yang muncul, termasuk bullying. Program keagamaan yang diterapkan di sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan mendukung perkembangan karakter siswa.
PERAN GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MENCEGAH TERJADINYA PERILAKU BULLYING PADA SISWA MTS MA’ARIF 3 TAMAN CARI Ambarwati, Fitri; Irhamuddin, Irhamuddin; Aisyah, Nurul
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol 3 No 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1170

Abstract

Bullying di sekolah merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik, emosional, dan sosial siswa. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya bullying adalah melalui pendidikan akidah akhlak. Guru akidah akhlak memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa agar memiliki perilaku yang baik dan saling menghormati. Artikel ini bertujuan untuk membahas peran guru akidah akhlak dalam mencegah bullying di MTs Ma'arif 3 Taman Cari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru akidah akhlak sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai agama, sopan santun, dan saling menghargai, yang secara langsung berdampak pada pengurangan perilaku bullying di kalangan siswa.
MEMBUMIKAN MADZHAB ISLAM NUSANTARA Ubaidillah, Hasan
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol 3 No 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1171

Abstract

Konsep Islam Nusantara merupakan pendekatan keislaman yang mengakomodasi kearifan lokal dalam praktik beragama tanpa menghilangkan esensi ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses pembumian mazhab Islam Nusantara dilakukan, serta tantangan dan peluang dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan wawancara dengan tokoh agama serta akademisi yang berfokus pada kajian Islam Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam Nusantara mengedepankan prinsip wasathiyyah (moderat), akulturasi budaya, serta keberagamaan yang harmonis dalam bingkai keindonesiaan. Implementasi mazhab ini dilakukan melalui pendidikan, dakwah, dan praktik keagamaan yang menyesuaikan dengan tradisi lokal, seperti tahlilan, ziarah kubur, dan berbagai ritual keislaman yang telah membaur dengan budaya masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi resistensi dari kelompok yang mengusung pemurnian ajaran Islam serta kurangnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap konsep Islam Nusantara. Untuk memperkuat eksistensi mazhab ini, diperlukan penguatan kajian akademik, sosialisasi melalui media digital, serta sinergi antara ulama, akademisi, dan masyarakat dalam membangun narasi Islam yang ramah, inklusif, dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM TRADISI TAHLILAN PADA MASYARAKAT SUNGAI MALAYA KABUPATEN KUBU RAYA Sopyan, Ahmad; Hudin, Hafid; Nugraha, Muhamad Tisna
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol 4 No 1 (2025): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1174

Abstract

The Tahlilan tradition is a significan cultural practice in indonesia that continues to be preserved. This is related not only to theological beliefs, but also to the socio-cultural traditions that accompany it. This study is important for several reasons. Firstly, as an effort to document and preserve the cultural heritage that reflects the characteristics of Islam Nusantara. Secondly, to understand how local communities adapt and Islamic teachings into the practice of daily life. Thirdly, as a learning model on how the universal values of Islam can be harmonised with local traditions without losing the essence of both. This research aims to identify and analyse the process of tahlilan implementation and the form of Islamic values in the tradition. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques were observation and interview. The data analysis technique is to read and study the Tahlilan tradition, then interpret the data and adjust it to the theory, the last step is to conclude all of the research results. Data validity techniques with four stages: credibility, transferability , dependability , and confirmability.
PERAN KEARIFAN LOKAL PADA MODERASI BERAGAMA DN DAMPAK KEBERLANJUTKAN PADA KOMUNITAS DI KALIMANTAN BARAT Suharyanto, Suharyanto
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol 3 No 1 (2024): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kearifan lokal dalam moderasi beragama dan dampaknya terhadap keberlanjutan komunitas di Kalimantan Barat. Kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Kalimantan Barat mengandung nilai-nilai tradisional yang mendukung keharmonisan sosial, toleransi, dan pemahaman antaragama. Dalam konteks moderasi beragama, kearifan lokal diyakini memiliki peran penting dalam memitigasi ekstremisme dan mendorong kehidupan beragama yang moderat serta toleran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional, penelitian ini melibatkan 101 responden dari Masyarakat kalimatan Barat dan dinggap mumpuni untuk menjawab. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert 5 poin yang disebarkan secara daring, dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) penelitian ini akan menguji model hubungan antara variabel-variabel yang ada untuk menggali wawasan mengenai hubungan antara kearifan lokal, moderasi beragama, dan keberlanjutan komunitas di Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, dan saling menghormati menjadi dasar penting dalam terciptanya moderasi beragama yang berdampak positif terhadap keberlanjutan sosial, ekonomi, dan budaya di komunitas Kalimantan Barat. Oleh karena itu, peran kearifan lokal sangat signifikan dalam membangun kerukunan antaragama dan mendukung keberlanjutan komunitas di daerah tersebut.
Analisis Legalitas Kekhalifahan Abdullah Bin Zubair Berdasarkan Hadis Shahih Muslim No. 1853 Ismail, Ismail
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol 3 No 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i2.1169

Abstract

Abdullah bin Zubair sering kali dipandang sebagai pemberontak terhadap Dinasti Umayyah karena ia merupakan satu-satunya khalifah di luar Bani Umayyah yang memperoleh legitimasi dalam sejarah kekhalifahan Bani Umayyah. Pandangan ini didorong oleh bias historiografi yang menyamaratakan kekuasaan setelah Khulafa’ur Rasyidin sebagai domain Bani Umayyah. Artikel ini mengkaji legalitas kekhalifahan Abdullah bin Zubair melalui pendekatan historis dan ilmu hadis. Penelitian ini menganalisis hadis Shahih Muslim No. 1853 dan proses baiat Abdullah bin Zubair untuk memberikan perspektif yang lebih objektif mengenai keabsahan kekhalifahannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa Abdullah bin Zubair adalah khalifah yang sah berdasarkan hadis dan dukungan mayoritas umat Islam pada masanya. Pendekatan ini memberikan kontribusi dalam membaca ulang narasi historiografi Islam melalui lensa syar’i yang lebih adil.
OTENTISITAS DAN PEMAHAMAN HADIS-HADIS TENTANG JIHAD PERSPEKTIF HIZBUT TAHRIR kamaludin, kamaludin
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol 2 No 2 (2023): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v2i2.1183

Abstract

Penelitian ini mengangkat tema penting tentang pemahaman hadis jihad yang sering dijadikan rujukan oleh Hizbut Tahrir (HT). Hal ini berkaitan dengan posisi hadis sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'an. Namun, pemahaman umat Islam terhadap hadis tentang jihad memiliki dua sisi, dapat membawa umat pada kemuliaan atau justru menyesatkan. Penelitian ini berfokus pada dua hal: pertama, otentisitas hadis tentang jihad yang dirujuk oleh HT; dan kedua, bagaimana pemahaman serta interpretasi HT terhadap hadis-hadis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian pustaka, dengan naskah-naskah hadis yang menjadi rujukan HT sebagai sumber primer. Sumber sekunder diperoleh dari kitab-kitab hadis induk dan syarahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang jihad yang digunakan HT adalah hadis shahih li-dzatihi, karena kualitas perawinya dianggap adil dan dhabit atau terpercaya. Tidak ditemukan indikasi yang merusak kualitas hadis ini. Sebagai contoh, hadis dalam Shahih Bukhari nomor indeks 25 bebas dari cacat (illat), baik dalam sanad maupun matannya, serta selaras dengan Al-Qur'an dan hadis-hadis lain yang sejenis. Pemaknaan jihad menurut HT mencakup upaya maksimal berperang di jalan Allah, baik secara langsung, melalui harta, pemikiran, atau dukungan lainnya. Dalam ideologi HT, jihad termasuk perjuangan pemikiran yang terkait erat dengan usaha menegakkan negara Islam (khilafah). Dengan demikian, HT memaknai jihad sebagai usaha aktif untuk meninggikan kalimat Allah melalui perjuangan fisik maupun intelektual.
- ANALISIS MA‘ĀNĪ AL-ḤADĪṠ “MAN ‘ARAFA NAFSAHU ‘ARAFA RABBAHU”: PENDEKATAN PSIKOLOGIS TERHADAP KONSEP SELF-AWARENESS Raihan, Nur -
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol 3 No 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i2.1244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna hadis “Man ‘Arafa Nafsahu ‘Arafa Rabbahu” melalui pendekatan psikologis dengan fokus pada konsep self awareness (kesadaran diri). Hadis “Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya” meskipun tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadis sahih, namun sering dijadikan rujukan dalam tradisi tasawuf dan pemikiran Islam sebagai ajakan untuk merenungi hakikat diri sebagai jalan menuju pengenalan terhadap Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Ma‘ānī al-Ḥadīṡ, yakni mengkaji makna tekstual dan kontekstual hadis, serta mengintegrasikannya dengan teori-teori psikologi modern tentang self awareness, seperti yang dikembangkan oleh Carl Rogers dan Daniel Goleman. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengenalan diri dalam hadis tersebut memiliki makna multidimensional, meliputi aspek spiritual, psikologis, dan eksistensial yang relevan dengan upaya pembentukan kesadaran diri dalam psikologi kontemporer dan ajaran Islam. Dengan mengenali potensi, keterbatasan, dan nilai diri, seseorang dapat membangun hubungan yang lebih bermakna dengan Tuhan, sesama, dan dirinya sendiri. Hadis “Man ‘Arafa Nafsahu ‘Arafa Rabbahu” memuat pesan mendalam mengenai pentingnya pengenalan diri (self-awareness) dalam konteks spiritualitas Islam. Pengenalan terhadap nafs (diri) dalam hadis ini tidak hanya bermakna fisik atau psikologis, melainkan juga menyentuh aspek spiritual dan eksistensial.
PENDEKATAN GENDER DALAM KAJIAN HUKUM ISLAM Putri, Adellia Laksita
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i2.781

Abstract

Masyarakat sering membandingkan laki-laki dan perempuan berdasarkan fisiologis dan biologis sehingga menyebabkan bias gender. Bias gender kebanyakan berdampak diskriminasi, kekerasan dan pelecehan dengan anggapan perempuan itu lemah. Pemikiran ini banyak terjadi ditengah masyarakat hasil dari kontruksi sosial-adat. Perbedaan kedua kaum tidak mencorakkan untung disatu individu maupun kelompok. Akidah Islam menjaga hak perempuan sehingga memberi kepedulian dan posisi tehormat. Praktek menjadi tidak wajar terhadap perempuan karena ajaran serta bimbingan Islam tidak di implementasikan, disebabkan tradisi yang berkembang sangat jauh dari Islam. Perbedaan gender tidak menjadi masalah untuk bebas melakukan hal apapun selagi tidak melenceng dari ajaran agama seperti kepemimpinan perempuan, poligami, dan kewarisan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ialah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Dalam pembahasan mengenai pendekatan gender dapat diambil benang merah bahwa gender digunakan untuk membedakan aspek non biologis, sedangkan seks untuk membedakan anatomi manusia. Tradisi dan adat istiadat sering menjadi alasan masyarakat untuk memberikan asumsi bahwa perempuan itu selalu dinomor dua kan. Dalam kajian budaya, seks dan gender diyakini sebagai konstruksi sosial.
TOLERANSI UMAT BERAGAMA : ANALISIS PERNIKAHAN BEDA AGAMA DESA WONOREJO KEC. BANYUPUTIH KAB. SITUBONDO Nurmayanti, Putri; Aly, Mufida; Nabawiyah, Habsatun
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i2.843

Abstract

Al-Quran merupakan pedoman hidup bagi manusia dimuka bumi, mengajarkan umat manusia untuk saling belajar bagaimana menjadi hamba yang tertuntun dan bertoleransi kepada sesamanya, karena Indonesia merupakan Negara multikultural yang benyak mempunyai keaneka ragaman ras, budaya dan agama. hal ini berdampak pada banyaknya pernikahan beda agama di Indonesia. Artikel ini ditulis dengan metode kualitatif berdasrrkan pendekatan studi kasus di desa wonorejo,dengan tujuan agar kehidupan umat beragama berjalan harmonis, khususnya di Indonesia juga untuk para penerus bangsa agar sikap toleransi semakin kuat sesuai dengan sila pertama pada pancasila.

Page 6 of 13 | Total Record : 125