cover
Contact Name
Moh Hasan
Contact Email
hasansanza33@gmail.com
Phone
+6282335104319
Journal Mail Official
hasansanza33@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Pondok Pesantren Wali Songo, Jl. Basuki Rahmad No. 07 Mimbaan Panji Situbondo Jawa Timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
As-Syifa Journal of Islamic Studies and History
ISSN : 29639395     EISSN : 29639395     DOI : https://doi.org/10.35132/assyifa.v1i1.202
The journal As-Syifa welcomes papers from academics on theory, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religious practice. In particular, papers that consider the following common topics are invited. Islamic Education Islamic Studies Islamic Law Political Islam Islamic Economics Social Islam Islamic Culture Islamic History
Articles 125 Documents
MEMAHAMI PERAN DAN FUNGSI KECERDASAN AKAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Kumullah, Saulia Rahimah; Hasan, Moh.; Devita, Nindira Mei
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i2.845

Abstract

Dalam faktanya, Al-Qur’an terlihat fokus terhadap persoalan akal manusia. Akal diibaratkan seperti mata, yang memiliki potensi untuk melihat sesuatu yang berada di sekitarnya, akan tetapi dalam pekerjaannya, mata tidak bisa berproses tanpa adanya cahaya, artinya ia tidak dapat melihat apapun. Apabila cahaya hadir, maka mata bisa melakukan pekerjaannya dengan baik, yaitu melihat sekitar dengan jelas. Oleh karena itu, akal sangat berhubungan dengan wahyu,karea ia hadir untuk menerangi akal dalam memperoleh kebenaran. Hal ini dikarenakan manusia sebagai objek sasaran mutlak untuk memperoleh ilmu dan kebenaran tesebut. Ketika dua hal tersebut telah didapatkan, manusia akan lebih mudah meniti jalan menuju ketaqwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Meskipun dalam al-Qur’an akal begitu dimuliakan, akan tetapi tidak menyerahkan segala sesuatu kepada akal, bahkan Al-Qur’an membatasi radius akal sesuai dengan kemampuannya, karena akal pun memiliki jangkauan yang terbatas dan tidak akan mungkin bisa menjangkau akar dari segala sesuatu. Maka dari itu, Islam menundukkan akal terhadap Wahyu dan Sunnah Nabi saw, artinya di dalam segala hal wahyu dan sunnah harus di dahulukan. Dalam tulisan ini, peneliti menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dilakukan dengan maksud menitikberatkan pada pembahasan akal perspektif al-Qur’an, baik dari fungsi dan kedudukannya serta hubungannya dengan wahyu dengan bersumber pada kajian literatur seperti kitab tafsir, hadits, artikel jurnal, dan literature pendukung lainnya.
AQSAM (PEMBAHAGIAN) DAN METODOLOGI PENAFSIRAN AL-QUR’AN Ulfa Rahayu, Sri; Azhar, Fawazul; Ritonga, Abdul Rahman
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i2.925

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep "Aqsam" atau pembahagian dalam tafsir al-Qur'an, yang merupakan metode kritis dalam memahami dan menafsirkan teks suci Islam. Tafsir al-Qur'an adalah disiplin ilmu yang memerlukan analisis mendalam untuk memahami makna yang terkandung dalam ayat-ayat al-Qur'an. Ada beberapa pokok permasalahan yang akan diangkat didalam penelitian ini, diantaranya akan dibahas bagaimana defiinisi dari tafsir al-Qur’an, pembahagian didalam kajian tafsir hingga metodologi yang sering digunakan oleh para mufassir didalam menafsirkan al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dan menganalisis berbagai pembahagian tafsir ini, menyoroti kelebihan dan kekurangannya, serta relevansinya dalam konteks modern. Pendekatan yang dilakukan didalam penelitian ini menggunakan metode Kajian Pustaka (Library Research). Dengan memahami aqsam dalam tafsir al-Qur'an, diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu tafsir dan memberikan panduan yang lebih komprehensif bagi para peneliti dan pembelajar al-Qur'an dalam upaya memahami pesan-pesan ilahi dengan lebih mendalam dan akurat.
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN MUTU PEMBELAJARAN STUDI SITUS DI MTS NU UNGARAN DAN MTS AL-USWAH BERGAS Nasrullah, Khoirudin
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.946

Abstract

Pada prinsipnya, kepemimpinan kepala madrasah menjadi salah satu faktor dalam mengembangkan mutu pembelajaran yang dilakukan. Kepemimpinan kepala madrasah akan memberikan dampak positif jika diterapkan sesuai dengan aturan. Kepala madrasah sebagai pemimpin harus mampu untuk ikut serta mengembangkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru madrasah. Oleh karenanya, tujuan penelitian ini adalah mengetahui secara mendalam kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan mutu pembelajaran di MTs NU Ungaran dan MTs Al-Uswah Bergas. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber penelitian ini adalah kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru yang mengajar dan peserta didik. Secara garis besar, pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik pengumpulan data. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian mengungkapkan bahwa kepemimpinan yang dilaksanakan di MTs NU Ungaran dalam mengembangkan mutu pembelajaran yaitu terdapat sebanyak lima belas strategi kepemimpinan kepala MTs NU Ungaran dalam mengembangkan mutu pembelajaran. Adapun pada MTs Al-uswah Bergas terdapat sebanyak tiga belas strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan mutu pembelajaran. Terdapat perbedaan yang terjadi dalam upaya kepemimpinan kepala madrasah yaitu lima perbedaan. Ada pula persamaan yang terjadi dalam kepemimpinan kepala madrasah untuk mengembangkan mutu pembelajaran yaitu delapan persamaan.
ISLAM NUSANTARA DALAM REPRESENTASI MEDIA MASSA LIPUTAN6.COM DAN TEMPO (ANALISIS WACANA KRITIS THEO VAN LEEUWEN) Iktafi, Muhammad Syaf’ul; Hakim, Lukman
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.954

Abstract

Penelitian ini melihat bagaimana representasi Islam Nusantaran dalam media massa di Indonesia, yaitu Liputan6.com dan Tempo melalui analisis wacana kritis, Theo Van Leeuwen, yang memusatkan pada bagaimana aktor diinklusi dan dieksklusi pada berita. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. penelitian ini menyimpulkan bahwa Liputan6.com cenderung mendukung wacana Islam Nusantara, sementara Tempo cenderung lebih memanfaatkan moment isunya daripada mendukung wacana tersebut. Liputan6.com cenderung merepresentasikan ideologi moralisme, menonjolkan sebuah identitas, dan paham wasathiyah. Sedangkan Tempo, menghadirkan narasi yang pro dan kontra. Para kontra wacana Islam Nusantara di Tempo sebagai representasi Islam yang pluralisme, nasionalisme dan moderat. Sedangkan, yang kontra merepresentasikan pandangan kelompok yang fundamentalisme di dalam media Tempo.
POLITIK HUKUM OTONOMI KHUSUS: DUALITAS PERATURAN PERTANAHAN DI YOGYAKARTA Hakim, luqmanul
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1134

Abstract

Yogyakarta memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia, Yogyakarta dianggap sebagai pusat kebudayaan dan intelektualitas nasional, yang menjadikan Yogyakarta sebagai daerah Otonomi Khusus. Keistimewaan Yogyakarta telah melahirkan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta yang mengatur berbagai aspek kehidupan di daerah tersebut, termasuk pertanahan. Sementara itu, peraturan umum atau hukum positif yang diatur dalam UUPA juga berlaku di Yogyakarta. Masalah dalam dualisme hukum agraria di Yogyakarta adalah masalah hak milik dan hak pakai tanah yang hingga kini belum terselesaikan dalam masalah agraria di Yogyakarta. Peraturan adat "Serat Wedhatama" menjadi dasar hukum pertanahan di Yogyakarta sejak zaman kerajaan. Walaupun UUPA berlaku secara nasional, di Yogyakarta, prinsip-prinsip Serat Wedhatama dijadikan acuan dalam penerapannya. Namun, terkadang terdapat ketidakcocokan antara aturan yang diatur dalam Serat Wedhatama dengan UUPA, sehingga terjadi dualitas peraturan pertanahan di Yogyakarta. Meskipun demikian, masyarakat Yogyakarta tetap menghormati dan menganggap penting aturan-aturan yang diatur dalam Serat Wedhatama sebagai dasar hukum adat yang telah berlaku sejak masa kerajaan.
ANALISIS LEGALITAS KEKHALIFAHAN ABDULLAH BIN ZUBAIR BERDASARKAN HADIS SHAHIH MUSLIM NO. 1853 Ismail, Ismail
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i2.1169

Abstract

Abdullah bin Zubair sering kali dipandang sebagai pemberontak terhadap Dinasti Umayyah karena ia merupakan satu-satunya khalifah di luar Bani Umayyah yang memperoleh legitimasi dalam sejarah kekhalifahan Bani Umayyah. Pandangan ini didorong oleh bias historiografi yang menyamaratakan kekuasaan setelah Khulafa’ur Rasyidin sebagai domain Bani Umayyah. Artikel ini mengkaji legalitas kekhalifahan Abdullah bin Zubair melalui pendekatan historis dan ilmu hadis. Penelitian ini menganalisis hadis Shahih Muslim No. 1853 dan proses baiat Abdullah bin Zubair untuk memberikan perspektif yang lebih objektif mengenai keabsahan kekhalifahannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa Abdullah bin Zubair adalah khalifah yang sah berdasarkan hadis dan dukungan mayoritas umat Islam pada masanya. Pendekatan ini memberikan kontribusi dalam membaca ulang narasi historiografi Islam melalui lensa syar’i yang lebih adil.
PERAN GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MENCEGAH TERJADINYA PERILAKU BULLYING PADA SISWA MTS MA’ARIF 3 TAMAN CARI Ambarwati, Fitri; Irhamuddin, Irhamuddin; Aisyah, Nurul
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1170

Abstract

Bullying di sekolah merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik, emosional, dan sosial siswa. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya bullying adalah melalui pendidikan akidah akhlak. Guru akidah akhlak memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa agar memiliki perilaku yang baik dan saling menghormati. Artikel ini bertujuan untuk membahas peran guru akidah akhlak dalam mencegah bullying di MTs Ma'arif 3 Taman Cari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru akidah akhlak sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai agama, sopan santun, dan saling menghargai, yang secara langsung berdampak pada pengurangan perilaku bullying di kalangan siswa.
MEMBUMIKAN MADZHAB ISLAM NUSANTARA: Kajian Terhadap Kiprah ASWAJA NU Center Ubaidillah, Hasan
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1171

Abstract

Konsep Islam Nusantara merupakan pendekatan keislaman yang mengakomodasi kearifan lokal dalam praktik beragama tanpa menghilangkan esensi ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses pembumian mazhab Islam Nusantara dilakukan, serta tantangan dan peluang dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan wawancara dengan tokoh agama serta akademisi yang berfokus pada kajian Islam Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam Nusantara mengedepankan prinsip wasathiyyah (moderat), akulturasi budaya, serta keberagamaan yang harmonis dalam bingkai keindonesiaan. Implementasi mazhab ini dilakukan melalui pendidikan, dakwah, dan praktik keagamaan yang menyesuaikan dengan tradisi lokal, seperti tahlilan, ziarah kubur, dan berbagai ritual keislaman yang telah membaur dengan budaya masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi resistensi dari kelompok yang mengusung pemurnian ajaran Islam serta kurangnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap konsep Islam Nusantara. Untuk memperkuat eksistensi mazhab ini, diperlukan penguatan kajian akademik, sosialisasi melalui media digital, serta sinergi antara ulama, akademisi, dan masyarakat dalam membangun narasi Islam yang ramah, inklusif, dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
TOLERANSI BERAGAMA DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Prayitno, Daru; Ja'far, A. Kumedi
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i2.1195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip toleransi beragama dalam Hukum Islam dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang multikultural. Indonesia, dengan keragaman agama dan budaya yang sangat tinggi, menghadapi tantangan besar dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Meskipun negara menjamin kebebasan beragama, praktik intoleransi sering kali terjadi, yang mengindikasikan adanya kesenjangan antara prinsip hukum dan realitas sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana prinsip-prinsip dalam Hukum Islam, seperti kebebasan beragama, keadilan, saling menghormati, dan hidup berdampingan dengan damai, dapat diterapkan untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan inklusif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, artikel, serta sumber-sumber lain yang relevan, yang kemudian dianalisis untuk mendapatkan pemahaman mengenai penerapan prinsip-prinsip Islam terkait toleransi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun prinsip-prinsip Hukum Islam mendukung kebebasan beragama dan toleransi antar umat beragama, tantangan dalam penerapannya tetap ada, terutama terkait dengan interpretasi sempit terhadap ajaran Islam. Pemerintah Indonesia, melalui kebijakan seperti pembentukan Badan Moderasi Beragama, berperan penting dalam memperkuat implementasi prinsip-prinsip ini. Diperlukan upaya yang berkelanjutan untuk mengedepankan pendidikan toleransi beragama, pemberdayaan lembaga keagamaan, dan pengawasan terhadap praktik intoleransi agar Indonesia dapat mencapai kerukunan antar umat beragama dalam kehidupan sosial yang lebih harmonis dan damai.
ANALISIS MA‘ĀNĪ AL-ḤADĪṠ “MAN ‘ARAFA NAFSAHU ‘ARAFA RABBAHU”: PENDEKATAN PSIKOLOGIS TERHADAP KONSEP SELF-AWARENESS Raihan, Nur; Muhazir, Muhazir
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i2.1244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna hadis “Man ‘Arafa Nafsahu ‘Arafa Rabbahu” melalui pendekatan psikologis dengan fokus pada konsep self awareness (kesadaran diri). Hadis “Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya” meskipun tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadis sahih, namun sering dijadikan rujukan dalam tradisi tasawuf dan pemikiran Islam sebagai ajakan untuk merenungi hakikat diri sebagai jalan menuju pengenalan terhadap Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Ma‘ānī al-Ḥadīṡ, yakni mengkaji makna tekstual dan kontekstual hadis, serta mengintegrasikannya dengan teori-teori psikologi modern tentang self awareness, seperti yang dikembangkan oleh Carl Rogers dan Daniel Goleman. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengenalan diri dalam hadis tersebut memiliki makna multidimensional, meliputi aspek spiritual, psikologis, dan eksistensial yang relevan dengan upaya pembentukan kesadaran diri dalam psikologi kontemporer dan ajaran Islam. Dengan mengenali potensi, keterbatasan, dan nilai diri, seseorang dapat membangun hubungan yang lebih bermakna dengan Tuhan, sesama, dan dirinya sendiri. Hadis “Man ‘Arafa Nafsahu ‘Arafa Rabbahu” memuat pesan mendalam mengenai pentingnya pengenalan diri (self-awareness) dalam konteks spiritualitas Islam. Pengenalan terhadap nafs (diri) dalam hadis ini tidak hanya bermakna fisik atau psikologis, melainkan juga menyentuh aspek spiritual dan eksistensial.

Page 7 of 13 | Total Record : 125