cover
Contact Name
Husna Muizzati Shabrina
Contact Email
husna.muizzati@upnyk.ac.id
Phone
+6285795102288
Journal Mail Official
satubumi@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Padjajaran (SWK 104) Condongcatur, Sleman, DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI
ISSN : -     EISSN : 29864062     DOI : -
Core Subject : Social,
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI menerima artikel yang berfokus pada : 1. Pengelolaan lingkungan Migas, Panas Bumi, dan Pertambangan 2. Pengelolaan Limbah 3. Energi Baru dan Terbarukan 4. Pengembangan Wilayah 5. Sistem Manajemen Lingkungan Wilayah 6. Pengelolaan Daur Hidup (LCA) 7. Manajemen Kebencanaan
Articles 249 Documents
Perencanaan Teknis Reklamasi Lahan Bekas Penambangan Andesit di Desa Somorejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah Akrim Aisani; Suharwanto Suharwanto; Jaka Purwanta
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.657 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8837

Abstract

Kegiatan penambangan bahan tambang batuan berupa andesit di Desa Somorejo, Kecamatan Bagelen,Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah menyebabkan terjadinya perubahan fungsi lahan, bentuk lahan, dankualitas lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kerusakan lahan akibat penambanganandesit dan membuat perencanaan teknis reklamasi lahan bekas penambangan andesit sebagai upayamelestarikan fungsi lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari metode survei danpemetaan yang dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran di lapangan. Metode yang digunakan untukmengetahui tingkat kerusakan lahan adalah metode pengharkatan, dan metode purposive sampling. Setelahmengetahui tingkat kerusakan lahan, dalam membuat perencanaan teknis reklamasi menggunakan metodeanalisis deskriptif. Parameter yang digunakan untuk mengetahui tingkat kerusakan lahan adalah batas tepi galian,batas kemiringan dinding galian, tinggi dinding galian, relief dasar galian, tutupan vegetasi, dan kondisi jalan.Berdasarkan hasil evaluasi tingkat kerusakan lahan pada lahan bekas penambangan andesit di daerah penelitiantermasuk dalam kategori kerusakan tinggi dengan nilai harkat 14 dari keenam parameter kerusakan lahan.Perencanaan teknis reklamasi yang dilakukan harus memperhatikan dampak yang terjadi dengan mengacu padaRTRW Kabupaten Purworejo 2011-2031.Kata Kunci: Andesit; Kerusakan Lahan; Penambangan; Reklamasi; Revegetasi.
Teknik Pengendalian Erosi di Sub-Sub DAS Solo Hulu, Desa Wonoharjo dan Desa Kedungrejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah Tita Apriani; Suharwanto Suharwanto; Adiya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 2, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-II
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.999 KB) | DOI: 10.31315/psb.v2i1.4449

Abstract

Adanya sedimentasi yang terjadi di Waduk Gajah Mungkur membuat kegunaan atau fungsi dari waduk tersebut tidak berjalan optimal. Sedimen di Waduk Gajah Mungkur salah satunya berasal dari sungai yang ada di Sub-Sub DAS Solo Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar laju erosi yang diperbolehkan (soil loss tolerance) guna mengetahui metode konservasi apa yang tepat untuk wilayah tersebut agar laju erosi dan sedimentasi dapat diminimalisir. Metode penelitian yang digunakan untuk pendugaan erosi adalah dengan metode tongkat. Metode analisis deskriptif menggunakan data pengukuran lapangan berdasarkan parameter-parameter yang ada pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 47/Permentan/OT.140/10/2006 dan Pedoman penetapan nilai T untuk tanah-tanah di Indonesia metode Thompson (1957). Hasil penelitian, menunjukkan bahwa empat dari lima titik pengamatan erosi memiliki nilai erosi aktual yang jauh diatas nilai erosi yang masih dapat diperbolehkan (lokasi pengamatan 1, 2, 4, dan 5). Erosi aktual di lokasi pengamatan 1 sebesar 104,389 ton/ha/tahun dengan nilai erosi yang dapat diperbolehkan (T) sebesar 15,900 ton/ha/tahun, erosi aktual di lokasi pengamatan 2 sebesar 83,667 ton/ha/tahun dengan nilai  yang dapat diperbolehkan (T) yakni sebesar 20,327 ton/ha/tahun. Erosi aktual di lokasi pengamatan 3 sebesar 21,088 ton/ha/tahun dengan nilai T sebesar 33,580 ton/ha lebih kecil dari erosi yang dapat diperbolehkan. Erosi aktual di lokasi pengamatan 4 sebesar 26,853 ton/ha/tahun dengan nilai erosi yang dapat diperbolehkan (T) sebesar 18,045 ton/ha/tahun. Erosi aktual di lokasi pengamatan 5 sebesar 58,613 ton/ha/tahun dengan nilai erosi yang dapat diperbolehkan (T) sebesar 21,713 ton/ha/tahun. Kata kunci: DAS, erosi yang dapat diperbolehkan, erosi aktual, metode tongkat ukur, sedimentasi
Potensi Pencemaran Air Lindi Terhadap Air Tanah dan Teknik Pengolahan Air Lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banyuroto Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta Rezky Adipratama Thomas; Andi Sungkowo; Dian Hudawan Santoso
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-I
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.418 KB) | DOI: 10.31315/psb.v1i1.9039

Abstract

Kabupaten Kulon Progo merupakan pilot project pengelolaan sampah di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, menyusul banyaknya masalah sampah yang terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul. TPA Banyuroto merupakan TPA yang berada di Desa Banyuroto yang masih menggunakan sistem pengelolaan sampah secara open dumping. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui tingkat pencemaran air lindi (leachate) terhadap kualitas air tanah di TPA Banyuroto, Desa Banyuroto (2) Merancang arahan pengolahan air lindi di TPA Banyuroto, Desa Banyuroto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan pemetaan, skoring dan pengharkatan metode Le Grand. Metode Le Grand mempunyai 5 parameter fisik, yaitu: (1) Kedalaman muka air tanah (2) Kemiringan muka air tanah (3) Daya serap diatas muka air tanah (4) Permeabilitas akuifer (5)Jarak horisontal terhadap sumber pencemar. Uji kualitas air tanah, air sungai dan air lindi dilakukan menggunakan alat EC meter dan pH meter. Parameter fisik berupa warna, suhu, bau, kekeruhan, dan TDS dan kimia berupa pH. Hasil skoring tiap parameter dengan metode Le Grand pada 23 titik sumur sampling, di dapatkan kelas potensi pencemaran kecil (sangat sulit tercemar) dan sangat kecil (tidak mungkin tercemar). Semakin jauh letak sumur dari sumber pencemar maka semakin kecil kemungkinan untuk tercemar. Dari hasil uji kualitas air tanah dan airlindi menunjukkan bahwa kadar BOD dan COD melebihi baku mutu. Untuk arahan pengelolaan pada TPA Banyuroto adalah mendesain Instalasi Pengolahan Air Limbah. Desain kolam lindi yang dibuat adalah kolam inlet (penampung awal) dan kolam outlet (penampung akhir), kolam anaerob, kolam fakultatif, kolam maturasi danpenambahan eceng gondok untuk menurunkan kadar BOD dan COD.
Potensi Kerentanan Airtanah dan Air Permukaan Akibat Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Milangasri Akhmad Pancang Bintang Kusuma; Andi Renata Ade Yudono; Ika Wahyuning Widiarti
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.504 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6263

Abstract

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Milangasri berada di Desa Purwosari, Kecamatan Magetan, KabupatenMagetan, Provinsi Jawa Timur. Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) di TPA Sampah Milangasri tidak berfungsimaksimal untuk mengolah air lindi, sehingga air lindi langsung mengalir ke dalam sungai yang berada di tengahtengah timbunan sampah TPA Sampah Milangasri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentananairtanah dan air permukaan akibat kegiatan TPA Sampah Milangasri. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode survei dan pemetaan, metode matematis dan metode analisis deskriptif. Potensi kerentanan airtanahdiketahui menggunakan metode Legrand dan untuk mengetahui potensi kerentanan air permukaan menggunakanmetode PCSM (Point Count System Model). Hasil penelitian yang didapatkan bahwa potensi kerentanan airtanahtermasuk ke dalam kelas potensi kerentanan airtanah kecil dengan nilai 25,3 dan 25,75. Potensi kerentanan airpermukaan memiliki dua klasifikasi kelas yaitu kelas potensi kerentanan air permukaan cukup rentan mendapatnilai 37 dan 40 dengan luas 620 Ha dan rentan mendapat nilai 31 dan 34 dengan luas 2068 Ha.Kata Kunci: Legrand; PCSM; Potensi Kerentanan Airtanah; Potensi Kerentanan Air Permukaan; TPA SampahMilangasri
Analisis Tingkat Bahaya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sembung Gede di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali Alya Alfiah Rachmi; Ika Wahyuning Widiarti; Nandra Eko Nugroho
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.65 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8887

Abstract

TPA Sembung Gede telah beroperasi sejak tahun 1995. Sistem Controlled Landfill yang semula direncanakankini tergantikan dengan sistem penimbunan terbuka. Disamping itu, keterbatasan lahan dan infrastrukturmembuat TPA Sembung Gede berisiko membahayakan lingkungan seiring dengan kompleksnya permasalahanyang timbul, seperti produksi lindi, bau, hingga kebakaran. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis tingkatbahaya dari kegiatan operasional TPA Sembung Gede guna mengetahui arahan pengelolaan yang dibutuhkan.Penelitian dilakukan dengan metode survey dan pemetaan, wawancara, uji laboratorium, serta pembobotanberdasarkan penilaian indeks risiko lingkungan, mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum RepublikIndonesia Nomor 3 Tahun 2013. Terdapat 3 kategori dengan 27 parameter penilaian, diantaranya adalah kriterialokasi TPA Sampah (20 parameter), karakteristik sampah (4 parameter) dan karakteristik lindi (3 parameter).Hasil penelitian menunjukkan bahwa, TPA Sembung Gede memiliki tingkat bahaya sedang dengan nilai indeksrisiko lingkungan sebesar 510,4. Berdasarkan nilai tersebut, operasional TPA masih dapat diteruskan dandirehabilitasi menjadi lahan urug terkendali secara bertahap. Adapun 5 dari keseluruhan parameter teridentifikasimemiliki nilai indeks sensitivitas 1, sehingga perlu menjadi perhatian lebih untuk ditangani agar tingkat bahayaTPA tidak semakin bertambah.Kata Kunci: Indeks Risiko Lingkungan; Rehabilitasi TPA; Sampah; Tempat Pemrosesan Akhir; Tingkat BahayaTPA
Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) untuk Pembangunan Berkelanjutan: Potensi dan Tantangan di Industri Migas Indonesia Fiqya Fairuz Zaemi; Rian Cahya Rohmana
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.753 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6231

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil CO2 yang besar, salah satunya berasal dari industri minyak gas bumi(migas). Indonesia berkomitmen di Paris Agreement untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29 - 41% tahun 2030dengan pengenalan energi bersih, terbarukan dan konversi energi. Skenario yang bisa dipilih adalah sustainabledevelopment scenario (SDS), khususnya teknologi carbon capture, utilization and storage (CCUS). Penelitian inibertujuan untuk melihat peluang, tantangan, efek terhadap lingkungan serta pengaruh CCUS terhadappembangunan berkelanjutan di industri migas Indonesia. Data yang digunakan adalah data yang sudahdipublikasikan, karena CCUS masih dalam tahap penelitian berbagai pihak di Indonesia. Potensi Indonesiamenerapkan CCUS khususnya dalam penangkapan dan penyimpanan CO2 sangat baik. Penangkapan CO2bersumber dari lapangan migas dan kapasitas penyimpanan CO2 terdapat pada 3 bagian yaitu saline aquifer,lapisan batubara dan lapangan minyak dan gas yang telah ditinggalkan. CCUS di industri migas digunakan untukenhanced oil recovery dan enhanced gas recovery dalam saline formation untuk memenuhi tujuan SDS danpembangunan berkelanjutan. Namun, tantangan CCUS di Indonesia adalah pemerintah harus membuat peraturandan kebijakan agar memberikan kepercayaan kepada investor dan pengembang. Sosialisasi tentang keselamatandan keamanan operasi CCUS terhadap publik juga perlu dilakukan. Tantangan lain yaitu biaya yang diperlukan,infrastruktur dan lingkungan sekitar yang dijadikan penyimpanan CO2. CCUS adalah salah satu jawaban untukmengurangi emisi CO2 yang dihasilkan industri migas, karena dapat menangkap CO2 di atmosfer, disimpan kebawah permukaan dan hasilnya dapat meningkatkan produksi migas dan mengurangi polusi di Indonesia. Hasildari penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan potensi CCUS lebih lanjut sehingga dapat mengurangi polusiCO2 di Indonesia. Kata Kunci: Carbon capture, utilization and storage; CCUS; Migas; Pembangunan Berkelanjutan
Evaluasi Tempat Pemrosesan Akhir Ngronggo Berdasarkan Penilaian Indeks Risiko Lingkungan di Kelurahan Kumpulrejo dan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah Alan Baruna Setiawan; Ika Wahyuning Widiarti; Wisnu Aji Dwi Kristanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.45 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6279

Abstract

Penerapan pengelolaan sampah yang terdapat di TPA Ngronggo adalah menggunakan metode penimbunan sampahControlled Landfill. Akan tetapi, dalam kenyataan di lapangan masih menerapkan metode Open Dumping. Haltersebut dapat berpotensi terjadi pencemaran serta berpengaruh terhadap kualitas lingkungan sekitar TPANgronggo seperti air lindi yang dihasilkan sel sampah dalam jumlah besar ketika musim penghujan, bau sampahyang dirasakan masyarakat sekitar TPA, pengolahan air lindi yang belum optimal, dan lain sebagainya. Penelitianini memiliki tujuan untuk evaluasi kualitas lingkungan berdasarkan penilaian Indeks Risiko LingkunganMetodologi dalam penelitian adalah pengumpulan data (metode survei dan pemetaan, serta wawancara), tekniksampling (purposive sampling dan grab sampling), analisis data (uji laboratorium, dan metode pendekatankuantitatif). Parameter yang terdapat dalam indeks risiko lingkungan terbagi menjadi 3 kelompok dan terdapat27 parameter berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013. Kelompok yang dimaksudadalah kriteria TPA, karakteristik sampah, dan karakteristik lindi. Berdasarkan hasil dari penilaian Indeks RisikoLingkungan, TPA Ngronggo memiliki nilai sebesar 565,463 termasuk dalam tingkat bahaya sedang. Berdasarkanhasil tersebut, TPA Ngronggo disarankan TPA diteruskan dan rehabilitasi menjadi lahan urug terkendali.Kata Kunci : Evaluasi, Indeks Risiko Lingkungan, Controlled Landfill
Analisis Kesesuaian Wisata Di Pantai Glagah, Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta Arya Dipa Aristo Putra; Johan Danu Prasetya; Dian Hudawan Santoso
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.611 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8908

Abstract

Pantai Glagah merupakan salah satu wisata pantai yang terletak di Kulon Progo yang termasuk kedalam Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) dimana didalamnya terdapat daya tarik wisata alam pantai dengan didukung  oleh wisata kuliner tepi laut dan surga makanan hasil laut (Seafood Paradise). Pantai Glagah memiliki potensi bencana berupa gelombang pasang dan angin kencang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kesesuaian wisata. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui metode purposive sampling, wawancara, matematis berupa skoring, dan analisis deskriptif. Parameter kesesuaian wisata terdiri dari kedalaman perairan, lebar pantai, tipe pantai, kemiringan pantai, kecepatan arus, material dasar perairan, kecerahan perairan, biota berbahaya, ketersediaan air tawar, dan tutupan lahan. Berdasarkan hasil perhitungan analisis kesesuaian wisata di Pantai Glagah didapatkan hasil  indeks kesesuaian wisata ∑IKW sebesar 64,90% yaitu sesuai (S2). Kata Kunci: Kesesuaian Wisata, Pantai, Wisata
Dampak Erosi Disposal Area Utara di PT.X Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur Safely Diana Chintyawati; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.921 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8831

Abstract

Disposal Area Utara didominasi  dengan tekstur lempung dan geluh pasiran. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah erosi dan dampak erosi pada Disposal Area Utara. Pengukuran erosi dilakukan menggunakan metode petak dengan dimensi 15 m x 3 m. Sampel erosi dilakukan uji laboratorium untuk dilakukan analisis matematis. Hasil perhitungan erosi dan suspensi sedimen Disposal Area Utara seluas 8,5 ha dengan 22 kali kejadian hujan yaitu rata-rata erosi tekstur geluh pasiran 8,03 ton/ha dan tekstur lempung 5,58 ton/ha. Tekstur geluh pasiran mudah terangkut air limpasan permukaan sehingga erosi lebih besar dibandingkan tekstur lempung. Lempung memiliki agregat stabil sehingga tidak mudah tererosi. Upaya untuk mengendalikan erosi pada disposal area yaitu menyusun ulang lereng tiap timbunan agar sesuai kaidah geoteknik PT.X beserta pemberian drainase yaitu saluran teras, saluran penyaliran air (SPA), dan parit sesuai dengan tekstur tanah. Kata Kunci: Erosi; Suspensi Sedimen; Pertambangan; Disposal Area; Kolam Pengendapan
Potensi Tailing Hasil Pencucian Bauksit Sebagai Pengganti Agregat Halus di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat Ponco Sujarmiko
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 2, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-II
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.109 KB) | DOI: 10.31315/psb.v2i1.4444

Abstract

Penambangan bauksit dilakukan oleh PT.Aneka Tambang dengan metode tambang terbuka. Hasil penambangan berupa Crude Bauxite (CBx) diolah menggunakan unit pencucian bauksit menghasilkan Washed Bauxite (WBx) dan menyisakan tailing yang tersedimentasi di sepanjang saluran dan kolam pengendapan.Tailing bauksit merupakan produk samping yang dikategorikan sebagai material tidak berharga. Berdasarkan uji material sedimentasi pada saluran, ditemukan bahwa tailing memiliki SiO2 dengan ukuran pasir yang umumnya digunakan sebagai agregat halus pada industri konstruksi. Potensi material dianalisa berdasarkan jumlah produksi dan kesesuaian sifat fisiknya dengan Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A dalam SK SNI S-04-1989-F. Hasil penelitian tailing menunjukkan bahwa modulus halus butir sebesar 3,3309 diuji menggunakan metode pengujian tentang analisis saringan (SNI 03-1968-1990), Percobaan warna Abrams Harder (SNI 03-2816-1992) menunjukkan warna lebih muda dari standar no 3. Kandungan lumpur sebesar 1,23% (SNI-03-4142-1996), Specific Gravity (SNI 1970-2008), Berat jenis curah kering (Sd) sebesar 2,490, Besar penyerapan air halus (SNI 1970-2008) sebesar 0,949%. Berdasarkan pemeriksaan berat volume, bobot isi sebesar 1,41 Kg/liter. Tailing hasil pencucian bauksit sesuai dengan Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A(SK SNI S-04-1989-F). Total produk agregat halus yang dihasilkan dengan ukuran (-2+0,075)mm adalah sebesar 31,86% dari total CBx yang diproses sehingga berdasarkan produksi, potensi agregat halus dari tailing bauksit adalah sebesar 977,27 m3 per shift. Kata Kunci: Agregat Halus; Pemanfaatan Tailing; Pertambangan Bauksit 

Page 3 of 25 | Total Record : 249