cover
Contact Name
Husna Muizzati Shabrina
Contact Email
husna.muizzati@upnyk.ac.id
Phone
+6285795102288
Journal Mail Official
satubumi@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Padjajaran (SWK 104) Condongcatur, Sleman, DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI
ISSN : -     EISSN : 29864062     DOI : -
Core Subject : Social,
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI menerima artikel yang berfokus pada : 1. Pengelolaan lingkungan Migas, Panas Bumi, dan Pertambangan 2. Pengelolaan Limbah 3. Energi Baru dan Terbarukan 4. Pengembangan Wilayah 5. Sistem Manajemen Lingkungan Wilayah 6. Pengelolaan Daur Hidup (LCA) 7. Manajemen Kebencanaan
Articles 249 Documents
Evaluasi Kualitas Mata Air di Sekitar Area Manifestasi Panas Bumi sebagai Sumber Air Baku Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Jawa Tengah Dicky Herlambang; Agus Bambang Irawan; Ika Wahyuning Widiarti
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.187 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8913

Abstract

Daerah penelitian merupakan daerah dengan manifestasi panas bumi berupa mata air panas, fumarol dan batuan teralterasi. Penduduk di sekitar daerah penelitian dalam upaya memenuhi kebutuhan air baku mengambil dari sumber mata air yang berada di sekitar area panas bumi. Secara fisik, telah terjadi indikasi adanya penurunan kualitas air yaitu, air berbau, berasa seperti besi, dan berwarna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik mata air dan  mengetahui status mutu mata air yang berada di sekitar area manifestasi panas di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei lapangan. Data penelitian yang diperoleh berasal dari pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling dengan mengambil sampel mata air sebanyak 4 sampel, serta mengidentifikasi status mutu air dengan menggunakan metode indeks pencemaran. Hasil pengambilan sampel mata air didapati bahwa  parameter pH, Besi dan Mangan melebihi standar baku mutu. Nilai status mutu air yang didapat masuk kedalam kategori tercemar ringan yaitu pada titik M1 dan tercemar sedang yaitu pada titik M2 dan M3 dengan nilai indeks pencemaran berkisar antara 4,351 sampai 5,531.Kata Kunci: Indeks Pencemaran, Kualitas Air;  Manifestasi; Mata Air; Panas Bumi
Evaluasi Daya Dukung Lingkungan Berdasarkan Kesesuaian Lahan Sebagai Kawasan Permukiman di Dusun Sodong, Desa Kemambang, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah Oktari Dwi Trisnawati; Aditya Pandu Wicaksono; Dian Hudawan Santoso
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.77 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6252

Abstract

Peningkatan permukiman yang tidak tepat guna pada suatu lahan di Dusun Sodong menyebabkan kesesuaian lahanmemiliki nilai rendah dan dapat merusak lingkungan maupun berdampak kerugian material, non material bagimasyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi daya dukung lingkungan berdasarkan kesesuaian lahansebagai kawasan permukiman. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengumpulan dananalisis data, metode pengumpulan data terdiri dari survei, pengukuran dan pemetaan lapangan, serta pengambilansampel tanah. Metode analisis data menggunakan metode matching. Parameter yang digunakan dalam penelitianini adalah kemiringan lereng, saluran permukaan tanah, daya dukung tanah, kembang kerut tanah, posisi jalurpatahan, kedalaman air tanah, bahaya erosi, bahaya longsor, dan bahaya banjir. Hasil penelitian menunjukanbahwa nilai daya dukung pada daerah penelitian rendah dibuktikan dengan empat parameter faktor pembatasberupa kembang kerut tanah, daya dukung tanah dan kemiringan lereng dimana ketiga faktor tersebut salingberkaitan, serta faktor pembatas berupa saluran permukaan tanah yang juga mempengaruhi kesesuaian nilai dayadukung tanah.Kata Kunci: Daya Dukung; Kesesuaian Lahan; Permukiman
Evaluasi Tingkat Keberhasilan Reklamasi Pascatambang Batugamping di Quarry A PT. Semen Tonasa, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan Asmuliani Asmuliani; RR Dina Asrifah; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.827 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8875

Abstract

PT. Semen Tonasa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan Batugamping di Indonesia Timur yang terletak di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan.  Penambangan yang diterapkan di PT. Semen Tonasa adalah sistem tambang terbuka atau metode quarry. PT. Semen Tonasa melakukan kegiatan reklamasi di quarry A. Di reklamasi tersebut terdapat beberapa blok. Di blok tersebut mempunyai usia dan vegetasi  yang berbeda. Namun, ada permasalah yang terjadi  di lokasi penelitian yaitu dengan ditemukan adanya erosi dan juga tanaman yang kurang sehat, sehingga penilaian keberhasilan reklamasi belum mencapai 100% sehingga perlu dilakukan evaluasi penilaian reklamasi.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persentase tingkat keberhasilan reklamasi dan mengetahui rekomendasi  arahan pengelolaan reklamasi. Metode yang digunakan adalah (1) survei dan pemetaan (2) evaluasi (3) skoring (4) Analisis. Evaluasi tingkat keberhasilan dilakukan  dengan tiga parameter yaitu penatagunaan lahan, revegetasi, dan penyelesaian akhir yang berpedoman pada KEPMEN ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018. Berdasarkan hasil evaluasi tingkat keberhasilan didapatkan sebesar 91,67% yang tergolong baik. Kata Kunci: Batu gamping, quarry, reklamasi, tata guna lahan, revegetasi
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Kawasan Pertambangan Batubara Terhadap Pertumbuhan Penduduk dan Ekonomi: Studi Kasus Kota Ombilin dan Sangatta Syarah Dahlia; Annisa Luthfia; Muhammad Sonny Abfertiawan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 2, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-II
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.169 KB) | DOI: 10.31315/psb.v2i1.4454

Abstract

Pertambangan batubara maupun mineral merupakan industri ekstraktif yang melibatkan kegiatan pemindahan material secara masif. Hal ini berpotensi memberikan dampak terhadap perubahan tutupan lahan dan morfologi kawasan area penambangan maupun sekitar.  Selain aktivitas penambangan, perubahan tutupan lahan tersebut juga  terjadi selaras dengan peningkatan pertumbuhan penduduk dan pembangunan daerah sebagai multiplier effect pertumbuhan ekonomi dari kegiatan penambangan. Pada perspektif keekonomian tentu hal ini harus dapat dipandang positif karena akan memberikan dampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat. Pemahaman terhadap dampak positif maupun negatif sangat penting untuk dipelajari dari sejarah kegiatan penambangan yang pernah atau sedang beroperasi sebagai lesson learn di masa depan. Studi ini dilakukan untuk mempelajari dampak pertumbuhan kawasan dari kegiatan penambangan dengan mengambil Kota Sawahlunto, Sumatera Barat dan Sangatta, Kalimantan Timur sebagai kawasan studi kasus. Analisis spasial dilakukan untuk membandingkan perubahan struktur kawasan, perubahan pertumbuhan ekonomi, pembangunan daerah, dan pertumbuhan penduduk sejak periode awal penambangan hingga pascatambang. Metode analisis spasial tutupan lahan dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode klasifikasi terbimbing (metode supervised) untuk memahami perubahan-perubahan sejak periode awal penambangan hingga saat ini. Hasil analisa menunjukkan tingkat perubahan tutupan lahan pada lingkar tambang sebanding dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi, baik pada tahapan pertambangan, reklamasi, hingga pascatambang. Namun, selain faktor-faktor tersebut, terdapat faktor lain khususnya terkait pengelolaan lingkungan yang mengakibatkan perbedaaan pertumbuhan ekonomi, pembangunan daerah, dan pertumbuhan penduduk. Makalah ini diharapkan dapat menggambarkan bahwa dampak negatif akibat adanya pertambangan apabila dikelola dengan baik akan membawa dampak yang positif bagi komponen ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kata Kunci: metode supervised; pascatambang,  tutupan lahan
Konservasi Mata Air Pancur Dan Sirembes Sebagai Sumber Kebutuhan Air Domestik Di Desa Penungkulan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Ilham Chandra Wijaya; Suharwanto Suharwanto; Puji Pratiknyo
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-I
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.065 KB) | DOI: 10.31315/psb.v1i1.9051

Abstract

Mata air Pancur dan Mata Air Sirembes merupakan sumber air bersih yang dimanfaatkan masyarakat di Desa Penungkulan Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya metode survey (menentukan karakteristik mata air, potensi mata air dan kondisi lapangan secara langsung), metode wawancara (penentuan kebutuhan air penduduk) menggunakan metode random sampling perhitungan rumus Slovin dalam penentuan responden, metode matematik (menghitung kuantitas debit dan penggunaan mata air), metode laboratorium untuk analisi sifat fisik (warna, bau, rasa, dan TDS) mata air, sifat kimia (CL-, BOD, COD, Ca, SO4 , Mg, NO , Fe, pH, CaCO3) mata air, dan sifat biologi (total coliform) mata air dengan acuan Peraturan Menteri Kesehatan No. 32 Tahun 2017 tentang standar baku mutu Air Bersih, dan metode evaluasi digunakan untuk mengetahui hasil akhir dari analisis mata air seabgai penentuan arahan konservasi di daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mata Air Pancur dan Mata air Sirembes termasuk mata air Perenial Spring (mataair menahun). Debit Mata Air Pancur sebesar 0,8948 L/detik dan debit Mata Air Sirembes 0,098 L/detik. Kebutuhan air warga Desa Penungkulan di Tahun 2027 sebesar 9,327 L/detik. Kualitas Mata air Pancur dan Mata Air Sirembes tergolong baik dan sesuai baku mutu kecuali parameter biologi total coliform. Potensi kuantitas mata air Pancur dan mata air Sirembes rendah dan tidak dapat mencukupi kebutuhan air bersih 10 tahun kedepan. Teknik konservasi yang diterapkan yaitu secara vegetatif (penanaman pohon beringin, bambu, dan sukun), secara mekanis (pembuatan teras gulud, pembutan lubang resapan biopori, dan perlindungan mata air).Kata Kunci: karakteristik mata air, konservasi mata air, mata air pancur dan sirembes
Analisis Kesesuaian Lahan untuk Kawasan Permukiman di Dusun Gorangan Lor, Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah Rizky Okta Saputra; Aditya Pandu Wicaksono; Herwin Lukito
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.73 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6268

Abstract

Berdasarkan Badan Pusat Statistik Kabupaten Magelang Tahun 2020 di Desa Kalisalak pada tahun 2015 – 2019mengalami pertambahan jumlah penduduk dari 3.781 Jiwa menjadi 4.087 Jiwa. Pertumbuhan jumlah pendudukberdampak pada berkurangnya ketersediaan ruang bagi masyarakat. Permukiman di dusun penelitian beradapada lereng punggungan bukit yang memiliki kemiringan lereng curam dengan intensitas curah hujan tinggi.Terjadi peristiwa amblesan tanah pada 18 Maret 2019 yang mengakibatkan 4 bangunan rumah mengalamiretakan. Penelitian ini bertujuan dalam mengetahui kelas kesesuaian lahan untuk permukiman di dusunpenelitian. Metode yang digunakan berupa metode survei lapangan serta pemetaan secara langsung denganparameter tekstur tanah, curah hujan, kemiringan lereng, kedalaman efektif tanah, jenis tanah, drainase tanah,erosi, dan ancaman banjir. Pengambilan sampel tanah untuk uji kerapatan massa tanah di laboratoriummenggunakan metode berupa purposive sampling berdasarkan peta satuan lahan. Seluruh data dianalisis danditentukan nilai harkatnya. Hasil analisis kesesuaian lahan untuk permukiman yaitu Hampir Sesuai (S3) denganluas 7,642 ha atau 73,2% dan kelas Cukup Sesuai (S2) dengan luas 2,797 ha atau sebesar 26,8% dari daerahpenelitian. Faktor penghambat berupa parameter kemiringan lereng, tekstur tanah, curah hujan, drainase tanah,dan tingkat kenampakan erosi sedangkan parameter yang mendukung berupa jenis tanah, kedalaman efektiftanah dan ancaman banjir.Kata Kunci: Erosi; Kesesuaian Lahan; Lingkungan; Permukiman
Evaluasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Sukosari Berdasarkan Indeks Risiko Lingkungan di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah Rully Fachrurozi; Ika Wahyuning Widiarti; Rr Dina Asrifah
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.351 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8893

Abstract

TPA Sukosari beroperasi dari tahun 1994 dirancang menggunakan metode Controlled Landfill. Akan tetapi, padapelaksanaan di lapangan masih menerapkan metode Open Dumping. Hal tersebut dapat berpotensi terjadinyapencemaran yang berdampak terhadap kualitas lingkungan sekitar TPA Sukosari seperti air lindi yang dihasilkandari timbunan sampah dengan pengolahan air lindi yang belum optimal hanya ditampung pada kolampenampungan air lindi, dan lain sebagainya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kualitaslingkungan berdasarkan penilaian Indeks Risiko Lingkungan. Metodologi dalam penelitian ini sepertipengumpulan data (metode survei dan pemetaan, serta wawancara), metode laboratorium dan metode analisis.Parameter yang diperlukan dalam pengharkatan penilaian Indeks Risiko Lingkungan memiliki 3 kategori yaitukriteria lokasi (20 parameter), karakteristik sampah (4 parameter) dan karakteristik lindi (3 parameter)berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013. Hasil penelitian menunjukan TPASukosari masuk dalam keadaan tingkat bahaya sedang dengan nilai Indeks Risiko Lingkungan sebesar 493,4987,nilai yang dihasilkan memiliki tindakan yang telah disarankan yaitu meneruskan TPA dan melakukan rehabilitasilahan urug terkendali secara bertahap.Kata Kunci: TPA Sukosari; Indeks Risiko Lingkungan; Penimbunan Terbuka; Rehabilitasi TPA
Evaluasi Keberhasilan Reklamasi Pertambangan Batu Bara di Area Reklamasi Pit 2 PT. Dutadharma Utama, Sumber Jaya, Kintap, Tanah Laut, Kalimantan Selatan Ajeng Yasmine Mustika; Herwin Lukito; Rr. Dina Asrifah
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.593 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6236

Abstract

Pertambangan batu bara dengan sistem tambang terbuka berpotensi merubah suatu lingkungan, yang apabilatidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah dan kerusakan terhadap lingkungan. Perlu adanyaperlindungan dan pengelolaan terhadap kegiatan pertambangan, baik untuk menghindari maupun mengurangidampak negatif dari kegiatan pertambangan. Perlindungan dan pengelolaan yang dilakukan contohnya adalahdengan wajib melaksanakan kegiatan pascatambang dan reklamasi. Perlu adanya kegiatan evaluasi atau penilaianreklamasi, salah satunya dengan berpedoman pada KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 Lampiran VIpada Matrik 16 dan Matrik 17 untuk mengetahui persentase keberhasilan reklamasi pada Area Reklamasi Pit 2 diPT. Dutadharma Utama, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi KalimantanSelatan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan pemetaan lapangan dengan teknik pengumpulandata Purposive Sampling dan Simple Random Sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptifdevelopmental dan matematis dengan teknik evaluasi checklist dan pembobotan. Evaluasi keberhasilanreklamasi ditentukan oleh tiga parameter, yaitu penatagunaan lahan, revegetasi, dan penyelesaian akhir. Evaluasiyang dilakukan menghasilkan persentase keberhasilan reklamasi di Area Reklamasi Pit. 2 PT. DutadharmaUtama adalah 86,9%.Kata Kunci: Penatagunaan Lahan, Reklamasi, Revegetasi
Analisis Nilai Laju Erosi dengan Menggunakan Metode Petak Kecil Pada Lahan Reklamasi di Desa Keraitan, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur (Studi Kasus PT. Darma Henwa Bengalon Coal Project) Laura Callista Prameswari Wijanarko; Aditya Pandu Wicaksono; Muammar Gomareuzzaman
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1654.452 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8824

Abstract

Kegiatan pertambangan yang ada di Indonesia umumnya dilakukan dengan menggunakan metode penambangan terbuka dan menyebabkan terjadinya kerusakan lahan seperti terbukanya kawasan hutan, tingginya laju erosi, dan terjadinya sedimentasi. Maka PT. Darma Henwa melakukan upaya kegiatan reklamasi lahan pasca tambang serta penelitian pengukuran laju erosi dilakukan di lahan reklamasi 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Tujuan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu untuk Untuk menghitung nilai laju erosi di area reklamasi umur 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan di PT. Darma Henwa. Pengambilan sampel erosi dilakukan dengan metode petak kecil berukuran 9 m x 2 m dan dilakukan sebanyak 30 kali setiap kali kejadian hujan mulai dari tanggal 07 Januari 2022 – 02 Maret 2022. Parameter yang diambil yaitu aliran permukaan limpasan, konsentrasi sedimen. Metode penentuan pemasangan petak erosi dilakukan dengan metode purposive sampling dengan melihat perbedaan kemiringan lereng yang relatif sama dan perbedaan umur lahan reklamasi dan akan dilakukan analisis sampel metode matematis dan laboratorium. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini adalah erosi di lahan reklamasi 3 bulan sebesar 288.10 ton/ha/tahun dan tekstur tanah berupa lempung dan aliran permukaan yang terjadi sangat tinggi, pada lahan reklamasi 6 bulan hasil erosi yang terjadi 180.37 ton/ha/tahun dan tekstur tanah berupa lempung berpasir dan aliran permukaan yang terjadi lebih rendah apabila dibandingkan dengan lahan reklamasi 3 bulan, dan pada lahan reklamasi 12 bulan hasil erosi yang dihasilkan sebesar 104.88 ton/ha/tahun dan tekstur tanah berupa lempung berliat dan aliran permukaan yang terjadi sangat rendah apabila dibandingkan dengan lahan reklamasi 3 bulan dan 6 bulan. Kata Kunci: Erosi, Petak Kecil, Reklamasi
Pengendalian Gerakan Massa Tanah di Dusun Pesimpar, Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah Arif Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6247

Abstract

Jawa tengah merupakan kawasan dengan potensi terjadinya gerakan massa tanahnya. Gerakan massa tanahterjadi di Dusun Pesimpar, Desa Grenggang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Provinsi JawaTengah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi gerakan massa tanah,mengetahui tingkat kestabilan gerakan massa tanah dengan menghitung faktor keamanan (FK), dan mengetahuiteknik rekayasa lereng dalam pengendalian gerakan massa tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode survey dan pemetaan lapangan, teknik Purposive Sampling, metode analisis laboratorium,perhitungan kestabilan lereng menggunakan Metode Janbu. Upaya pengendalian dilakukan dengan 3 pendekatanyaitu secara teknologi, sosial, dan institusi. Faktor pengontrol yaitu kondisi tanah yang tebal dengan teksturlempung pasiran, material penyusun lereng yang telah mengalami pelapukan, kondisi kemiringan lereng yangterjal, dan faktor pemicu berupa infiltrasi air yang berlebihan kedalam lereng ketika intensitas curah hujan tinggi.Nilai faktor keamanan lereng area gerakan massa tanah adalah 1,051 yang termasuk kedalam klasifikasi kritis.Pengendalian gerakan massa tanah dilakukan dengan cara pendekatan teknologi yaitu pembuatan teras, pembuatansaluran drainase, revegetasi lahan dengan tumbuhan rumput akar wangi. Upaya pengendalian tersebut membuatnilai faktor keamanannya menjadi 1,92.Kata Kunci: Gerakan Massa Tanah, Nilai Faktor Keamanan, Metode Janbu

Page 2 of 25 | Total Record : 249