cover
Contact Name
Mangihut Siregar
Contact Email
juispol@uwks.ac.id
Phone
+62315677577
Journal Mail Official
juispol@uwks.ac.id
Editorial Address
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Jalan Dukuh Kupang XXV / 54, Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
ISSN : 27979008     EISSN : 28074262     DOI : http://dx.doi.org/10.30742/juispol.v1i1
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JUISPOL) Master of Political Science, Wijaya Kusuma University, Surabaya is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: gender politics and identity, digital society and disruption, civil society movement, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance & democracy, radicalism, and terrorism
Articles 44 Documents
PEMBANGUNAN NASIONALISME INDONESIA DI TENGAH KEKUATAN KERAGAMAN BUDAYA: KASUS MENGUATNYA NASIONALISME PAPUA DALAM PERSPEKTIF MULTIKULTURALISME Darsono, Darsono
JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.465 KB) | DOI: 10.30742/juispol.v2i1.2135

Abstract

Dalam sejarah panjang bangsa-bangsa etnis (ethno-nations) yang multikultur, nasionalisme Indonesia sebagai hasil penciptaan simbol dalam kerangka negara-bangsa (nations-state) memang relatif baru. Pola hubungan antaretnis, baik yang stratifikatif/ vertikal maupun yang segmentatif/horisontal, kerap melahirkan konflik. Permasalahannya adalah bagaimana membangun nasionalisme Indonesia dalam keragaman bangsa dan kultur yang dirajut dalam empat konsensus dasar Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Dengan mengikuti konsep berpikir nasionalisme-konstruktif-multikulturalis, pembangunan nasionalisme Indonesia dihadapkan pada persoalan relasi keetnisan dan kebangsaan dan pola penyeragaman etnis melalui represi otoritarian. Ditemukan tiga hal penting dalam kasus Papua, (1) terjadi konstruksi terhadap elemen esensial-primordial sebagai identitas nasional bangsa Papua, (2) terdapat faktor-faktor pendorong berkembangnya konstruksi bangsa Papua tersebut, dan (3) dinamika makna nasionalisme itu dalam kehidupan masyarakat Papua.Kata kunci: ethnonation, nasionalisme Indonesia, bangsa Papua, multikulturalisme
Pemahaman Korupsi Dalam Teori Pilihan Rasional dan Hubungan Prinsipal-Agen Pujileksono, Sugeng; Siregar, Mangihut
JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/juispol.v2i2.2592

Abstract

Korupsi merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Sudah banyak perangkat hukum formal dan kelembagaan yang dibentuk untuk mencegah tindak pidana korupsi, tetapi korupsi masih tinggi. Tujuan kajian ini adalah untuk memahami tindakan korupsi dari dua perpspektif teori yang berbeda, yaitu teori pilihan rasional dan teori prinsipal-agen. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis kajian pustaka. Sifat data adalah primer berdasarkan sumber literatur yang relevan dalam bentuk buku dan jurnal ilmiah. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa korupsi sulit diberantas karena ada rasionalitas dari para pelakunya. Tindakan pelaku korupsi dipengaruhi oleh pertimbangan-pertimbangan tertentu dengan suatu tujuan sehingga dengan adanya tujuan tersebut terbentuklah pilihan-pilihan rasional dalam bertindak. Teori pilihan rasional menyatakan bahwa semua individu adalah agen rasional yang terlibat dalam aktivitas yang dimotivasi semata-mata oleh kepentingan pribadi. Sementara itu, teori prinsipal-agen mendalilkan bahwa setiap individu bertindak untuk kepentingannya sendiri, memaksimalkan keuntungan pribadi. Dalam hubungan prinsipal-agen, pihak-pihak yang terlibat dalam korupsi mencari keseimbangan untuk mencapai solusi menang-menang di mana masing-masing pihak merasa puas dengan transaksi yang dilakukan. Kedua perspektif ini, dapat saling melengkapi untuk menjelaskan realitas korupsi sebagai sebuah tindakan rasional diantara para pelakunya. Perlu upaya lanjutan untuk mengintegrasikan kedua teori ini dalam menjelaskan korupsi pada level mikro-meso.Kata kunci: korupsi, pilihan rasional, prinsipal-agen
TATA KELOLA PEMERINTAHAN INDONESIA Asmawati, Asmawati; Holipah, Holipah
JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/juispol.v4i1.3856

Abstract

Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa memberikan tanggungjawab yang besar bagi pemerintah desa, namun pemberian tanggungjawab yang besar tersebut tidak dibarengi dengan penyiapan sumber daya manusia yang baik, sehingga tata kelola pemerintahan yang baik dilingkungan pemerintahan desa masih jauh dari harapan. Hal ini terlihat dari masih adanya aparat desa yang kurang disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dan di sisi lain, pemberian otonomi desa melahirkan praktik korupsi baru di tingkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip good governance telah diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, sedangkan faktor yang menghambat pelaksanaan good governance dalam penyelenggaraan pemerintahan desa adalah partisipasi masyarakat, sumber daya manusia, dan disiplin aparat desa. Adapun faktor pendukung penerapan good governance dalam penyelenggaraan pemerintahan desa adalah adanya kerjasama dan komunikasi. Kata Kunci: pemerintah desa, tata kelola, good governance
PENGUATAN KEBIJAKAN PEMBERDAYAAN SOSIAL EKONOMI RAKYAT ERA NEW NORMAL Lestari, Ratna Ani
JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/juispol.v1i1.1563

Abstract

In this paper, the writer who has been the regional head of Banyuwangi Regency (2005- 2010) is faced with continuous policy making. One of the policies taken is the empowerment program. In the New Normal era, it is necessary to strengthen policies as a socio-economic empowerment of the people due to Covid-19. Local governments by utilizing their regional potentials to make policy innovations, as an economic recovery due to Covid-19 by collaborating with the private sector so that the local economy continues to rotate by involving community participation.Keywords: policy, empowerment, New Normal era
UPAYA PROGRAM SEKOLAH LANSIA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN LANSIA (Studi Sekolah Lansia Selaras Desa Tandem Hulu II) Manurung, Putri Adinda
JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/juispol.v4i1.3461

Abstract

AbstrakAdapun alasan peneliti mengangkat permasalahan ini ialah dikarenakan masalah kesejahteraan lansia sering terabaikan sehingga peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana upaya sekolah lansia dalam meningkatkan  kesejahteraan lansia di Desa Tandem Hulu II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi yang akan dilakukan untuk observasi penelitian ini adalah di Desa Tandem Hulu II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan wawancara, dan observasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis naratif. Hasil dari penelitian ini adalah Sekolah lansia sudah efektif dalam meningkatkan kesejahteraan lansia, pasalnya karena adanya sekolah lansia ini membuat para lansia bisa mengembangkan potensi diri seperti pengembangan hobi, bakat, dan keterampilan, serta dapat belajar hidup sehat dan bersosial. Adapun alasan para lansia mengikuti sekolah lansia ini ialah karena tertarik dengan program-programnya, karena ingin jadi lansia yang produktif, ingin meningkatkan pengetahuan, menjaga kesehatan, mengembangkan potensi lansia dimasa tua, serta mengembangkan keterampilan lansia. Organisasi yang diikuti para lansia selain sekolah lansia dimasa tua sepeti ini antara lain: posyandu lansia, pengajian mingguan atau majelis ta’lim, dan ikut kegiatan PKK.Kata Kunci: Lansia; Program sekolah lansia: Kesejahteraan
BIROKRASI SIPIL DAN MILITER: DOMINASI AKTOR MILITER DALAM TUBUH KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA Pebriawan, Genta Dwi; Alim, Khoirul; Fatmawati, Maulida Puteri; Toyib, Mochammad
JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/juispol.v3i2.3481

Abstract

Penulisan dari artikel ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dari birokrasi militer di Indonesia khususnya pada Departemen Kementrian Pertahanan (Kemenhan). Dan dalam proses penyusunannya terinspirasi dari sebuah jurnal karya Yusa Djuyandi dan Muhammad Gufran Ghazian yang menyoroti banyaknya pensiunan atau bahkan yang masih bekerja pada wilayah militer masuk dalam stuktural lembaga negara, dan yang menjadi obyek dalam penelitian tersebut adalah Kemenhan. Namun dalam pembahasan artikel ini mengambil sub materi mengenai bentuk tatanan pada Kemenhan dan birokrasi militer di Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan secara studi literatur dengan mengumpulkan dokumen-dokumen literasi dari berbagai bentuk seperti jurnal, e-book, website yang telah dikomparasikan sehingga menemukan hasil data yang bisa digunakan untuk penyusunan artikel ini. Temuan dalam artikel ini meskipun dalam struktur kepemimpinan di Kemenhan terdapat banyak alumni dari militer namun tidak mengindikasikan bahwa lingkup yang tercipta pada lingkungan Kemenhan bersifat kaku dan keras seperti lingkungan militer. Pada struktur badan Kemenhan memiliki bentuk yang telah ditetapkan sesuai dengan keputusan oleh pemerintah yang menjabat saat itu dan bisa berubah sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Untuk saat ini fungsi Kemenhan adalah sebagai kordinator dalam wilayah pertahanan negara yang bertanggung jawab langsung kepada presiden, menyediakan dan menetapkan segala hal dan kebutuhan dari angkatan bersenjata Indonesia dalam menjaga pertahanan negara.Kata Kunci: birokrasi, birokrasi militer, dwifungsi ABRI
BAHASA DALAM MEMBENTUK INTERAKSI SOSIAL DAN IDENTITAS BUDAYA Farhaeni, Mutria; Martini, Sri
JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/juispol.v4i1.3786

Abstract

Tulisan ini membahas pentingnya bahasa dalam membentuk interaksi sosial dan identitas budaya. Bahasa atau sistem perlambangan manusia yang lisan maupun tertulis untuk berkomunikasi satu dengan yang lain dalam sebuah karangan etnografi, memberi deskripsi tentang ciri-ciri terpenting dari Bahasa yang diucapkan oleh suku bangsa yang bersangkutan, beserta variasi-variasi dari Bahasa itu. Metode yang digunakan dilakukan dengan pendekatan kualitatif berdasarkan kepustakaan yang bertujuan untuk mengkaji pentingnya bahasa dalam membentuk interaksi sosial dan identitas budaya. Dari hasil kajian kemudian dinarasi dalam bentuk deskriptif. Dapat disimpulkan bahwa pentingnya bahasa dalam membentuk interaksi sosial dan identitas budaya meliputi Bahasa dan kebudayaan, Bahasa dan cara berpikir, pengaruh sikap budaya terhadap pesan verbal, variasi berbahasa antarbudaya, simbiosis antar budaya dan budaya. Saran, melindungi dan terus menggunakan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa Indonesia adalah tanggung jawab bersama kita semua. Mulailah dengan cara yang sederhana: belajar berbicara dalam bahasa Indonesia di rumah kita. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai sarana komunikasi antarbudaya dan antardaerah, sehingga jangan sampai kita kehilangan identitas nasional kita dengan mengikuti budaya barat dan berbahasa asing, tetapi lupa untuk belajar dan menguasai bahasa Indonesia sebagai kesempatan untuk belajar tentang Indonesia.Kata kunci: Bahasa, interaksi sosial, identitas budaya ABSTRACTThis paper discusses the importance of language in shaping social interaction and cultural identity. A language or system of human mining which is either oral or written to communicate with one another in an ethnographic narrative, describing the most important characteristics of the language spoken by the tribe concerned, as well as variations of that language. The method used is carried out with a qualitative library-based approach aimed at studying the importance of language in shaping social interaction and cultural identity. It can be concluded that the importance of language in shaping social interaction and cultural identity includes language and culture, language and way of thinking, the influence of cultural attitudes on verbal messages, inter-cultural language variations, intercultural symbiosis. Advising, protecting and continuing to use the Indonesian language as the identity of Indonesia is a shared responsibility of all of us. The Indonesian language serves as a means of inter-cultural and inter-country communication, so that we do not lose our national identity by following Western culture and foreign languages, but forget to learn and master the Indonesia language as an opportunity to learn about Indonesia.  Keywords: Language, social interaction, cultural identity
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN PEMBANGUNAN DESA: Studi Kasus Kebijakan CSR PT Solusi Bangun Indonesia dalam Mendukung Kemandirian Pembangunan Desa Merkawang Kecamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban Al Haitimi, Ahmad Wahib; Darsono, Darsono -; Lestari, Ratna Ani
JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/juispol.v4i1.3734

Abstract

AbstrakCSR menjadi salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar. Peran CSR juga sangat penting dalam membantu desa pada proses pembangunan atau program-program Desa. Pengambilan kebijakan untuk pemberian CSR kepada Desa Merkawang pada prinsipnya melibatkan pihak masyarakat, pihak pemerintah, dan pihak perusahaan. Road map CSR Solusi Bangun Indonesia disusun berdasarkan kegiatan road map tahun sebelumnya yang diekstrapolasi sejauh lima tahun yang kemudian disesuaikan dengan permasalahan ataupun kebutuhan yang mendesak. Implikasi adanya CSR berdasarkan data penelitian pada prinsipnya sangat menunjang meningkatnya Indeks Desa Membangun di Desa Merkawang menuju desa maju dan mandiri yaitu aspek sosial, ekonomi, dan ekologi yang menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan desa untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat desa. Kata kunci : kebijakan, CSR, desa, pembangunan, TubanAbstractCSR is a form of corporate responsibility towards the social conditions of the surrounding community. The role of CSR is also very important in helping villages in the development process or village programs. Policy making for providing CSR to Merkawang Village in principle involves the community, the government and the company. Solusi Bangun Indonesia's CSR road map was prepared based on the previous year's road map activities which were extrapolated over five years and then adjusted to urgent problems or needs. The implications of CSR based on research data are in principle very supportive of increasing the Village Development Index in Merkawang Village towards a developed and independent village, namely social, economic and ecological aspects which are complementary forces and maintain the village's potential and ability to improve the lives of village communities.Key words: policy, CSR, village, development, Tuban 
DOMESTIC VIOLENCE FROM A GENDER POLITICS PERSPECTIVE Putri, Rizca Yunike; Irawan, Wika Tata
JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/juispol.v3i2.3484

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) umumnya berhubungan dengan kekerasan berbasis gender yang bisa terjadi kepada siapa saja dan dimana saja. Kekerasan ini banyak terjadi dalam hubungan relasi personal, dimana pelaku adalah orang yang dikenal baik dan dekat oleh korban yang mayoritas dialami oleh perempuan dan anak-anak dalam keluarga. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis permasalahan KDRT menggunakan perspektif gender yang dikaji dalam teori politik. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah studi literatur, dengan deskriptif analitis sebagai metode analisis data. Hasil temuan dari penelitian ini menyebutkan bahwa faktor utama terjadinya KDRT adalah ekonomi, perselingkuhan, dan kepribadian pelaku. Ditemukan pula bentuk dari KDRT yakni kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan penelantaran rumah tangga. Sedangkan dampak dari KDRT terhadap korban dapat bersifat jangka pendek dan jangka panjang. Kata Kunci: kekerasan dalam rumah tangga, perspektif politik gender, kekerasan berbasis gender
PERAN KEPALA DESA DALAM ALOKASI DANA DESA DI BIDANG INFRASTRUKTUR Fitriani, Helda
JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/juispol.v4i1.3855

Abstract

Penelitian ini berlokasi di Desa Banyuasin, Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin. Adapun penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran Kepala Desa dalam mengelola Alokasi Dana Desa khususnya dalam bidang infrastruktur di Desa Kalapeh Baru. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peran Kepala Desa sudah berjalan dengan baik. Adapun peran Kepala Desa dalam pengelolaan keuangan desa, termasuk Alokasi Dana Desa seperti yang tertuang di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 dalam BAB IV tentang Pengelolaan menyebutkan bahwa pengelolaan keuangan desa terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban di Desa Kalapeh Baru telah berjalan dengan baik. Faktor penghambat dalam Kepala Desa mengelola Alokasi Dana Desa di Desa Banyuasin I terdiri dari kurangnya kerjasama dari oknum masyarakat dan juga Badan Permusyawaratan Desa setempat. Selain itu, faktor pendukungnya adalah realisasi anggaran dapat berjalan tepat waktu, serta dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin. Kata Kunci: alokasi dana desa, kepala desa, infrastruktur