PANDU: Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum
Jurnal PANDU merupakan jurnal penelitian peer-review akses terbuka yang berfokus dalam kajian pendidikan anak dan pendidikan umum. Jurnal PANDU menyediakan platform yang menyambut dan mengakui artikel penelitian empiris original di bidang pendidikan yang ditulis oleh peneliti, akademisi, profesional, dan praktisi dari seluruh dunia.
Articles
105 Documents
ANALISIS SUBYEK DAN OBYEK EVALUASI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS AL-ISLAM 1 SURAKARTA
Azizah Azzahra, Salma;
Muslimah, Ana;
Nabila Rohmah, Mar-atin;
Nur Sabillah, Safira;
Rendi Cahyono Aji, Muhammad
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : CV. Kalimasada Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59966/pandu.v2i1.1037
Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mendikripsikan pengertian, sasaran dan pelaksanaan evaluasi diri sekolah di SMA Al Islam 1 Surakarta. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah guru mata pelajaran Tafsir di SMA Al Islam 1 Surakarta. Hasil Penelitian subjek evaluasi dapat diartikan sebagai orang yang melakukan penilaian atau pekerjaan evaluasi, ada pandangan lain yang disebut sebagai subjek evaluasi adalah siswa yakni orang dievaluasi. Sedangkan objek evaluasi pendidikan merupakan segala sesuatu yang bertalian dengan kegiatan atau proses pendidikan yang dijadikan titik pusat perhatian atau pengamatan, karena pihak penilai (evaluator) ingin memperoleh informasi tentang kegiatan atau proses pembelajaran tersebut. Dalam wawancara kepada salah satu guru PAI di SMA Al-Islam 1 Surakarta, beliau memaparkan bahwa peserta didik merupakan subjek dan juga objek pendidikan sehingga sebagai guru mengetahui kebutuhan peserta didik karena murid juga terlibat dan proses pembelajaran tidak hanya menjadi tanggungjawab guru namun tanggungjawab bersama.
PENGEMBANGAN TES PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP MUHAMMADIYAH WATUKELIR
Fardhila, Eka;
Sholli Fathehah, Aisya;
Nur’aini, Rosyidah;
Vito Haritsyah, Muhammad;
Syahria, Zulfan
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 2 (2024): MEI
Publisher : CV. Kalimasada Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59966/pandu.v2i2.1039
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan tes prestasi belajar pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMP Muhammadiyah Watukelit. Jenis penelitian adalah jenis penelitian lapangan . Untuk mendukung keberhasilan penelitian maka disini penulis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dalam bentuk wawancara dan observasi. Data yang telah diperoleh kemudian direduksi, disajikan, dan diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Muhammadiyah Watukelir menggunakan tes tertulis, tes lisan dan tes praktik dalam pelaksanaan pembelajarannya. Dari pelaksanaan observasi tersebut diketahui jika ketiga tes tersebut mampu mengembangkan prestasi belajar siswa di SMP Muhammadiyah Watukelir dengan nilai yang sangat baik yakni 80. Meskipun tes merupakan salah satu metode evaluasi yang umum digunakan, prestasi belajar juga dapat diukur melalui proyek, presentasi, penugasan, diskusi. kelas, dan observasi guru terhadap kemajuan siswa. Sehingga tidak semua penilaian dilakukan menggunakan tes.
URGENSI KOMPETENSI GURU DALAM PENGUKURAN DAN PENILAIAN BAHASA ARAB DI SDTQ AL-MUJAHIDIN BANYUANYAR
Nur Azizah, Annisa;
Audsar Ridwan Fauzi;
Aldinda Fauziah;
Abdul Latif Nur Rohman;
Muhammad Rizki Sutolaksana
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 3 (2024): AGUSTUS
Publisher : CV. Kalimasada Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59966/pandu.v2i3.1043
Teacher competence in the assessment and evaluation of the Arabic language plays a crucial role in ensuring effective learning outcomes. This study highlights the significance of teacher competence in the context of measuring and evaluating Arabic language proficiency. Competent teachers are essential in designing and implementing assessment strategies that accurately gauge students' language skills and progress. Effective assessment and evaluation practices are vital for monitoring students' development and providing targeted support to enhance their language proficiency. Teachers with strong competence in assessment are able to create meaningful assessment tasks, provide constructive feedback, and make informed decisions about students' learning needs. Furthermore, teacher competence in assessment and evaluation contributes to the overall quality of Arabic language instruction, fostering a conducive learning environment that promotes language acquisition and proficiency. Continuous professional development and training opportunities are essential for enhancing teacher competence in assessment and evaluation, ultimately benefiting students' language learning experiences. In conclusion, the urgency of teacher competence in the assessment and evaluation of the Arabic language cannot be overstated. Competent teachers play a pivotal role in driving student success and fostering a culture of continuous improvement in Arabic language education.
ANALISIS SIKAP TOLERANSI BERAGAMA MELALUI EVALUASI AFEKTIF PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Zaki Al Fatih, Moh;
Mu’iz Widayat, Walid;
Fathoni, Ahmad;
Hidayatullah, Tobib
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 3 (2024): AGUSTUS
Publisher : CV. Kalimasada Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59966/pandu.v2i3.1048
Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui sikap toleransi beragama siswa dinilai melalui evaluasi afektif pembelajaran. Penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel online. Data ini dianalisis secara kualitatif menggunakan teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi afektif siswa tentang pembelajaran PAI memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap toleransi beragama mereka. Semakin tinggi evaluasi afektif siswa, semakin tinggi sikap toleransi beragama mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran PAI yang baik dapat meningkatkan sikap toleransi beragama siswa. Pembelajaran PAI dapat menjadi alat yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai toleransi beragama pada siswa. Salah satu cara untuk mengukur seberapa efektif pembelajaran PAI dalam menanamkan nilai-nilai toleransi beragama adalah dengan menggunakan evaluasi afektif.
MEMPERKUAT EKSISTENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI KEMAJUAN TEKNOLOGI ERA 4.0:
Khasani, Khiban;
Fitri Wulandari
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 4 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Kalimasada Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59966/pandu.v2i4.1101
Seiring dengan perkembangan zaman dunia pendidikan khususnya pendidikan islam memiliki tantangan dan hambatan maka pendidikan di tuntut untuk mampu memelihara eksistensinya di aman teknologi 4.0 dimana era ini membawa dampak yang luar biasa. Tidak hanya dampak pendidikan saja akan tetapi seluruh aspek kehidupan manusia. Pada era ini semakin sentralnya peran teknologi dalam kehidupan manusia maka pendidikan islam harus terus memaksimalkan sarana yang ada serta teknologi yang semakin maju. untuk itu tujuan daripada penelitian ini adalah untuk menjelaskan akan pentingnya eksistensi ilmu pendidikan islam sebagai salah satu aspek yang harus dimiliki seluruh siswa agar dapat menjadi siswa yang profesional dalam bidangnya serta mampu bermoral berakhlaq di zaman teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (Library Research) dan analisis deskriptif dalam penulisannya sehingga hasil dari penelitian ini berupa penjelasan dari data-data pustaka yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian ini menjelaskan ada tiga langkah yang harus dilakukan pendidikan Islam di era 4.0 ini, yaitu disruptive mindset, self-driving, dan reshape or create.
INTERNALIZATION OF PANCASILA VALUES IN STUDENT CHARACTER EDUCATION IN THE MODERN ERA
Nurlaela
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 4 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Kalimasada Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59966/pandu.v2i4.1225
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode dan strategi yang dapat diterapkan dalam menginternalisasi nilai-nilai Pancasila di era modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini akan menggali praktik-praktik baik yang telah dilakukan di berbagai institusi pendidikan serta tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Kesimpulan menemukan bahwa proses internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter peserta didik di era modern memerlukan pendekatan yang holistik dan inovatif. Dengan memanfaatkan metode pembelajaran yang relevan, dukungan dari berbagai pihak, serta peningkatan pemahaman di kalangan pendidik, proses ini dapat berjalan dengan efektif. Diharapkan, melalui upaya bersama ini, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.
ANALISIS SEJARAH DAN TANTANGAN PROFESI KEGURUAN
Laskin;
Abbas, Ngatmin
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 4 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Kalimasada Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59966/pandu.v2i4.1242
Latar belakang penelitian ini adalah pemahaman bahwa profesi keguruan memiliki peran sentral dalam membentuk generasi masa depan, namun dihadapkan dengan berbagai tantangan yang terus berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejarah perkembangan profesi guru serta mengidentifikasi tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan profesi ini di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, mengumpulkan data dari berbagai literatur yang relevan dengan sejarah profesi keguruan dan tantangan yang muncul dalam praktiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesi guru telah melalui berbagai perubahan signifikan, baik dalam standar kompetensi maupun peran sosial. Tantangan utama yang dihadapi oleh para guru saat ini mencakup perkembangan teknologi, tuntutan profesionalisme, dan penyesuaian terhadap kurikulum yang terus berubah. Studi ini juga menemukan bahwa peran guru sebagai agen perubahan sosial memerlukan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan untuk memenuhi ekspektasi masyarakat modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman yang lebih dalam mengenai dinamika profesi keguruan, serta menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang mendukung pengembangan profesionalisme guru.
KNOWLEDGE PROCESSING DALAM PENGELOLAAN MANAJEMEN DATA PENDIDIKAN
Hasan, Agus;
Auliya, Hilyatul;
Khiyaroh, Ummul;
Selamat, Rachmat
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 3 (2024): AGUSTUS
Publisher : CV. Kalimasada Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59966/pandu.v2i3.1261
Pengetahuan dapat didefinisikan penggabungan data dan informasi. Data adalah fakta mentah, sedangkan informasi adalah data yang dilihat berdasarkan sudut pandang tertentu. Pengetahuan adalah infomasi yang bernilai relevan secara kontekstual dan dapat dikerjakan. Hubungan antara data, informasi dan pengetahuan mengungkapkan bahwa Pengetahuan berkembang seiring waktu disesuaikan dengan pengalaman yang membuat hubungan antara situasi dan peristiwa yang baru secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan membahas tentang Knowledge processing dalam Pengelolaan Manajemen data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Pengolahan pengetahuan berbeda dengan komunikasi pengetahuan dengan cara yang sama seperti pengolahan data dan informasi berbeda dengan data dan komunikasi informasi. Selain itu, karena pemrosesan pengetahuan membawa kerumitan yang jauh lebih besar daripada pemprosesan data dan informasi, unit pengolahan pengetahuan atau the knowledge processing unit (KPU) dimulai di mana unit CPU dan sistem proses informasi berakhir.
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMK RAHAYU MULYO JAKARTA
Fatma, Khatim;
U, Supardi
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 3 (2024): AGUSTUS
Publisher : CV. Kalimasada Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59966/pandu.v2i3.1264
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemecahan masalah matematika siswa kelas XI SMK Rahayu Mulyo Jakarta Timur pada materi Peluang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Instrument penelitian ini terdiri dari kisi-kisi instrument, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika SMK Rahayu Mulyo tergolong sedang yaitu 76,6%. Siswa cukup mampu memenuhi beberapa indikator pemecahan masalah berupa memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian saja. Siswa masih kesulitan dalam memeriksa kembali penyelesaian masalah.
KONDISI SOSIAL SEBAGAI DASAR TEORI SOSIOLOGI PENDIDIKAN
Puspita, Dhany;
Abbas, Ngatmin
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 2 (2024): MEI
Publisher : CV. Kalimasada Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59966/pandu.v2i2.1265
This study aims to identify how social conditions serve as a primary factor in the formation of early theories of educational sociology. The background of this research lies in the significant social changes during the Industrial Revolution and the development of capitalism, which created a need to understand the role of education within social structures. Early sociological thinkers, such as Émile Durkheim and Karl Marx, argued that education is not merely a process of knowledge transfer but also a tool for maintaining social stability or fostering change. They saw education as a means to shape values and norms aligned with the economic and political needs of society. This research uses a descriptive qualitative method with a literature review approach. The data collected are derived from classical sociological literature and various modern studies that examine social conditions influencing the development of educational sociology theories. Data analysis is conducted with a historical approach to link educational theories with the social contexts that underpin them. The findings indicate that social conditions, such as class differences, economic changes, and labor demands, influence the educational goals discussed in sociology. Education is viewed as a tool for regulating social structure through the inculcation of values that benefit the dominant class. This study reveals that early educational sociology thought was closely tied to the social context that shaped it and often functioned either to maintain social stability or to drive change according to societal needs.