cover
Contact Name
Sofyan Mustoip
Contact Email
sofyanmustoip@gmail.com
Phone
+6285244394875
Journal Mail Official
sofyanmustoip@gmail.com
Editorial Address
Blok Kedung Gede RT. 13, RW 003 Desa Bode Lor Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
PANDU: Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum
Published by CV. Kalimasada Group
ISSN : -     EISSN : 29870739     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal PANDU merupakan jurnal penelitian peer-review akses terbuka yang berfokus dalam kajian pendidikan anak dan pendidikan umum. Jurnal PANDU menyediakan platform yang menyambut dan mengakui artikel penelitian empiris original di bidang pendidikan yang ditulis oleh peneliti, akademisi, profesional, dan praktisi dari seluruh dunia.
Articles 105 Documents
EFEKTIVITAS KOMPETENSI DASAR UBUDIYAH (KDU) TERHADAP PEMBENTUKAN MENTAL DAN KARAKTER PESERTA DIDIK : THE EFFECTIVENESS OF BASIC COMPETENCIES OF UBUDIYAH (KDU) ON THE MENTAL AND CHARACTER FORMATION OF STUDENTS Maruf, Abdullah; Jumaidi; Amirotunniswah
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 1 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/pandu.v1i1.1352

Abstract

The current Indonesian education system is changing to a more holistic approach that prioritizes the mental and character development of students in addition to academic success.  Basic Competency Program (KDU) Ubudiyah is an effort that seeks to instill core values and principles of Islam to students.  The purpose of this study was to determine how well the program shapes the character and mental development of Class 12 MA Raudlatut Tholibin Pakistan students. This study aims to: (1) Describe the implementation of the KDU program in MA Raudlatut Tholibin Pakis; (2) assess the influence of the program on the character and mental development of students; and (3) determine the factors that facilitate and inhibit the implementation of the program. Observation, interviews, and documentation are some of the data collection methods used in this qualitative research.  Qualitative descriptive method is used to analyze the data.  As shown by the professionalism of the KDU examiners and the fact that 90% of the facilities and infrastructure needed are suitable, the results show that the implementation of the KDU program at MA Raudlatut Tholibin Pakis can be considered effective.  At MA Raudlatut Tholibin Fern, a qualitative review of the program's effects on Grade 12 students revealed that it greatly improved their character and mental development
TINJAUAN LITERATUR TENTANG TANTANGAN DAN PELUANG PROFESI GURU DI ERA DIGITAL Annisa Nur Azizah; Salma Azizah Azzahra; Annisa Wulandari; Ratri Dian Aprilia; Safira Nur Sabillah
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 4 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/pandu.v2i4.1356

Abstract

The digital era provides significant challenges for the teaching profession, especially in the face of rapid technological developments. Teachers are required to be able to adapt to technology and utilize it in learning. The success of teachers in mastering technology is the main key in facing the digital era. One of the major challenges is the gap in access to technology that exists in various regions. Another challenge is the rapid changes in curriculum and assessment. The research method used in this article is the literature review method, where data is obtained from various secondary sources such as scientific journals, books, and related articles relevant to the topic of opportunities and challenges of the teaching profession in the digital era. The data is analyzed by reading, sorting and interpreting information from these sources to find patterns, trends and key challenges faced by teachers, and then organized systematically to provide a comprehensive picture of the issues discussed. This includes not only mastery of subject matter, but also skills in using technological tools that support the teaching and learning process. In the digital era, an outdated curriculum is no longer relevant to the needs and development of technology. Another opportunity is the development of multicultural teaching materials. the digital era also provides an opportunity for teachers to introduce ecological intelligence to students.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA MELALUI PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) BERBASIS ETNOSAINS Assyifa, Mutiara Zulfa; Nasikhah, Umi
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 4 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/pandu.v2i4.1372

Abstract

Penelitian dilakukan dengan metode action research design atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui dua tahapan siklus pemberian tindakan.Kajian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif upaya peningkatan hasil belajar dan juga motivasi peserta didik kelas V terhadap implementasi pendekatan culturallya responsive teaching (CRT) berbasis etnosains jika dilaksanakan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Data dikumpulkan melalui pretest dan post-test untuk mengukur ketercapaian hasil belajar serta observasi dan wawancara untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar pada peserta didik. Data menngenai hasil belajar dijelaskan secara kuantitatif dengan menghitung persentase peningkatan dan untuk motivasi belajar dikaji secara kualitatif sesuai dengan hasil observasi dan wawancara. Hasil yang didapatkan pada kajian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dari hasil belajar siswa yang pada kondisi awal hanya 31% siswa yang dapat mencapai KKM, bertambah menjadi 56% pada siklus 1 dan terakhir pada siklus 2 menunjuukan bahwa 92% siswa sudah mencapai nilai ketuntasan minimal. Sedangkan mengenai motivasi belajar, menunjukkan bahwa motivasi siswa mulai dari hasrat ingin berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan belajar, dan adanya harapan dan cita-cita masa depan tampak jelas peningkatannya setelah dilakukan 2 kali siklus perlakuan.
MERDEKA BELAJAR MADRASAH IBTIDAIYAH DALAM PANDANGAN FILSAFAT EKSISTENSIALISME Khotimah, Husnul; Wahyono
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 2 (2024): MEI
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/pandu.v2i2.1379

Abstract

Peserta didik pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah adalah anak berusia 06-12 tahun atau dalam kajian psikologi biasa disebut anak usia sekolah dasar. Pada tahap ini mereka mempunyai karakteristik perkembengannya tersendiri, secara umum mereka dalam bertindak lebih banyak dipengaruhi oleh faktor ekternal, salah satunya adalah proses pendidikan di sekolah. Saat ini, pemerintah telah merancang kurikulum pendidikan terbaru untuk segera bisa diimplementasikan di sekolah-sekolah yaitu kurikulum merdeka. Dalam kurikulum merdeka terdapat konsep merdeka belajar. Makna merdeka belajar dalam proses pembelajaran yaitu merdeka berpikir, merdeka berinovasi, merdeka belajar mandiri dan kreatif serta merdeka untuk kebahagiaan, di mana dengan semua itu, peserta didik dapat belajar dan mengembangkan dirinya, membentuk sikap peduli terhadap lingkungan di mana ia belajar. Lantas, dengan karakteristik anak usia sekolah dasar tepatkah konsep merdeka belajar untuk mereka? Oleh karena keingintahuan yang demikian, maka perlu dilakukan penelitian menganai permasalahan tersebut. Dalam hal ini, penulis mengguankan kacamata eksistensialisme. Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang menganggap bahwa individu bertanggung jawab akan pengetahuannya sendiri. Meteode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu dengan searching­ buku-buku dan artikel-artikel yang membahas fokus penelitian tentang merdeka belajar, karakterisrik anak usia sekolah dasar dan filsafat eksistensialisme untuk kemudian disusun dan melakukan analisis. Adapun hasil dari penbelitan adalah anak usia sekolah dasar dengan karakteristiknya masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksernalnya. Maka, konsep belajar merdeka yang dalam pembelajaran menekankan pada kebebasan berfikir, berinovasi, belajar dan meraih kebahagiaan akan bisa diimplementasikan bergantung pada gurunya karena pada anak usia ini masih belum memahami eksistensi dan esensi dirinya sendiri. Adapun rekomendasi bagi guru pada jenjang ini adalah memahami konsep merdeka belajar tidak benar-benar membebaskan peserta didik untuk memilih apa yang mereka ingin dalam belajar, akan tetapi tetap harus diarahkan dan dibimbing.
PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA PENJAJAHAN BELANDA Abdi Ridhotullah, Nurrona; Nurmina; Ifendi, Mahfud
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 4 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/pandu.v2i4.1380

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi pendidikan Islam pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, dengan fokus pada kebijakan kolonial, respons komunitas Muslim, serta dampaknya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari sumber-sumber pustaka, termasuk buku, jurnal, dan dokumen sejarah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam pada masa ini menghadapi tantangan signifikan akibat kebijakan diskriminatif pemerintah kolonial, yang berusaha mengarahkan pendidikan untuk kepentingan administrasi kolonial. Meskipun demikian, pesantren tetap berfungsi sebagai benteng identitas keislaman dan tempat pengkaderan tokoh pergerakan nasional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang sejarah pendidikan Islam dan menjadi referensi untuk pengembangan pendidikan Islam yang lebih inklusif di masa depan
MINAT BELAJAR SISWA KELAS V MI AN-NUUR NEGARA RATU TERHADAP MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK Sanjaya Wati, Ani; Sukawati; Winarti, Eka; Labib Al-hakim, Ahmad
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 4 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/pandu.v2i4.1414

Abstract

Akidah dalam pendidikan merupakan suatu mata pelajaran yang memuat materi tentang pengenalan adab dan pengetahuan tentang agama islam. Akidah akhlak mengajarkan seorang muslim dalam bersikap dan bertindak. Adab,tata kerama, dan sopan santun harus dikenalkan kepada anak sejak usia dini, karna itu merupakan faktor penting dalam pembentukan karakter anak. Jadi, siswa harus mempelajari akidah akhlak agar dapat menyikapi sesuatu sesuai dengan ajaran islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar minat belajar siswa kelas v MI An-Nuur Negararatu terhadap mata pelajaran akidah akhlak.
ANALISIS PERANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA SMA NU WAHID HASYIM TALANG TEGAL Fatah, Abdul; Saepudin; Zahra Aulia, Febria; Andini, Ayu; Armita Sari, Siti
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 4 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/pandu.v2i4.1517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMA NU Wahid Hasyim Talang Tegal. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, serta analisis dokumen terkait program pembinaan kedisiplinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Nilai-nilai agama yang diajarkan dalam mata pelajaran PAI, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan hormat kepada guru dan sesama, menjadi fondasi bagi pembentukan karakter siswa yang disiplin. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang dibimbing oleh guru PAI juga berkontribusi dalam membentuk perilaku siswa yang lebih disiplin. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala yang dihadapi guru PAI dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa, seperti kurangnya dukungan dari pihak sekolah, terbatasnya waktu mengajar, dan kurangnya variasi metode pembelajaran.
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN UJIAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENILAIAN KOMPETENSI DI SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA Fatwa Konabi; Amru Ma'ruf; Aisyah Mar'atussholihah; Nika Hidayatur Rahmah; Mas'ud Zaid Fadholah 'Ubaid
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 3 (2024): AGUSTUS
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/pandu.v2i3.1072

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem manajemen ujian di SMA Al Islam 1 Surakarta dan menilai bagaimana pengaruhnya terhadap efikasi dan efisiensi evaluasi kompetensi mahasiswa.  Tinjauan pustaka dan wawancara digunakan sebagai bagian dari pendekatan penelitian kualitatif.  Sementara para pemangku kepentingan, seperti guru dan tenaga kependidikan, diwawancarai untuk mengumpulkan data empiris tentang penerapan sistem, tinjauan pustaka melibatkan pemeriksaan sejumlah sumber terkait tentang sistem manajemen pengujian. Menurut hasil, sistem manajemen ujian sangat penting untuk proses evaluasi kecakapan siswa.  prosedur pengujian diotomatisasi, penilaian akurat dan konsisten, pemantauan dan evaluasi ditingkatkan, pertanyaan pengujian dan bank soal dikelola secara efektif, dan fleksibilitas serta kemampuan beradaptasi ditawarkan oleh sistem ini.  Langkah penting dalam meningkatkan kualitas prosedur penilaian dan pengembangan kompetensi mahasiswa adalah pengenalan sistem manajemen ujian di ruang kelas Indonesia.
PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 1 MAJA Agus Mahardika, Eko
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 4 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/pandu.v2i4.1250

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh penggunaan smartphone dan kecerdasan emosional terhadap motivasi belajar siswa di era digital. Smartphone telah menjadi bagian integral dari kehidupan siswa, berfungsi sebagai alat pembelajaran sekaligus media hiburan. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan smartphone secara bijak, seperti untuk mengakses e-book dan materi pembelajaran, dapat meningkatkan motivasi belajar. Namun, penggunaan berlebihan untuk hiburan dan media sosial dapat berdampak negatif. Kecerdasan emosional, yang didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi diri dan orang lain, memainkan peran penting dalam mengatur penggunaan smartphone secara bijak dan mempengaruhi motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berkontribusi sebesar 14,5% terhadap motivasi belajar, dimana siswa dengan kecerdasan emosional tinggi lebih mampu mengelola emosi dan motivasi diri. Analisis regresi menunjukkan bahwa baik penggunaan smartphone maupun kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar, dengan pengaruh gabungan sebesar 99,5%. Temuan ini menekankan perlunya keseimbangan antara penggunaan smartphone dan pengembangan kecerdasan emosional dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pendidik dan orang tua dalam membimbing siswa menggunakan teknologi secara bijak dan mengembangkan kecerdasan emosional untuk mendukung pembelajaran yang efektif.
IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DI SEKOLAH DASAR (SD) NEGERI 006 KELAWAT Sahuri, Damar; Marizka, Intan; Novariyani
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 2 No 4 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/pandu.v2i4.1464

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis adaptasi pendidikan terhadap perubahan sosial dan teknologi di era globalisasi, dengan fokus khusus pada peran kurikulum dalam membentuk kompetensi siswa. Pendidikan dipandang sebagai proses yang menumbuhkan sikap dan kematangan kognitif melalui akumulasi pengalaman, kemajuan pengetahuan, dan perubahan perilaku.  Studi ini mengkaji gagasan dan dokumen kebijakan terkait yang berkaitan dengan pembuatan kurikulum menggunakan metodologi kualitatif dan metode tinjauan pustaka.  Kurikulum, yang mencakup berbagai kegiatan dan interaksi yang meningkatkan pengalaman belajar siswa selain materi pelajaran, merupakan alat utama dalam sistem pendidikan formal untuk mencapai tujuan pembelajaran.  Metode pendidikan Indonesia mengalami perubahan dramatis pada tahun 2004 dengan diperkenalkannya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), yang sangat menekankan pada pengembangan informasi, kemampuan, dan sikap yang diperlukan untuk menangani masalah di dunia nyata.  Hasilnya menekankan betapa pentingnya perubahan kurikulum untuk membawa pendidikan sejalan dengan perubahan tuntutan teknologi dan masyarakat.

Page 8 of 11 | Total Record : 105