cover
Contact Name
Gyan Prameswara
Contact Email
gyan@atim.ac.id
Phone
+6287791553221
Journal Mail Official
jtkm@atim.ac.id
Editorial Address
UPPM Politeknik ATI Makassar Gedung UPPM Politeknik ATI Makassar, Jl. Sunu No. 220, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kimia Mineral
ISSN : 2829923X     EISSN : 2829923X     DOI : -
Ruang lingkup jurnal ini berupa hasil penelitian, pemikiran, ide, gagasan dengan cakupan dengan lingkup sebagai berikut: Kimia Proses: -Kinetika reaksi -Katalis -Teknik reaksi kimia -Modelling dan optimasi proses -Proses kimia industri -Teknik pengolahan lingkungan -Bioproses Pengolahan Mineral: -Benefisiasi mineral -Metalurgi ekstraktif (hidrometalurgi, pirometalurgi dan elektrometalurgi) -Proses purifikasi mineral -Karakterisasi mineral -Material maju
Articles 78 Documents
STUDI KHELASI LOGAM TIMBAL (Pb) MENGGUNAKAN ASAM SITRAT Septiawan, Muhammad Ridwan; Asnawi, Isran; Rahman, Fachrur Razy; Ramadhan, Ahmad
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.373 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.382

Abstract

Salah satu unsur penting dalam kehidupan adalah air, namun saat ini tingkat pencemaran air semakin meningkat. Logam Pb atau timbal merupakan salah satu logam berat yang berbahaya yang sering ditemukan dalam kasus pencemaran air. Pada penelitian ini, dilakukan serangkaian percobaan yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi asam, waktu pencampuran, kecepatan pengadukan dan pengaruh logam lain terhadap proses khelasi penurunan konsentrasi logam Pb dalam air. Sampel air yang digunakan adalah larutan Pb yang dibuat dengan menambahkan logam Pb ke dalam akuades. Proses khelasi logam Pb dilakukan dengan menambahkan larutan asam sitrat ke dalam larutan Pb dengan variasi konsentrasi 15%, 25%, 35%, 45% kemudian diaduk dengan variasi waktu pencampuran 15, 30, 45, 60 menit danvariasi  kecepatan pengadukan 50, 100, 150, 200 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses khelasi menggunakan asam sitrat dapat menurunkan konsentrasi logam Pb pada sampel air hingga 96,82% untuk sampel air yang hanya ditambahkan logam Pb dan 84,14% untuk sampel air yang ditambahkan logam lain. Hasil ini diperoleh pada sampel air yang ditambahkan asam sitrat konsentrasi 45% dengan waktu pencampuran 60 menit dan kecepatan pengadukan 200 rpm. Semakin tinggi konsentrasi asam sitrat, semakin lama waktu pencampuran dan semakin cepat pengadukannya maka semakin besar penurunan Pb dalam sampel air. Keberadaan logam lain juga mempengaruhi proses khelasi Pb dimana keberadaan  logam lain akan mengganggu proses khelasi logam Pb sehingga menurunkan selektivitas dan keefektifan khelasi logam Pb dalam sampel air.
ANALISIS KADAR CAO BEBAS DAN LIME SATURATION FACTOR (LSF) PADA KLINKER DI PT. SEMEN BOSOWA MAROS Rahim, Herlina; Basir, Muh. Maulana; Diana, Sri
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.018 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.389

Abstract

Klinker adalah bahan utama dalam pembuatan semen dari paduan batu kapur dan tanah liat dengan tambahan bahan korektif pasir silika dan pasir besi. Untuk mendapatkan kualitas semen yang baik sangat bergantung pada kualitas klinker yang digunakan. Ada beberapa pengujian kualitas klinker yang paling perlu dilakukan pada PT. Semen Bosowa Maros yaitu pengujian kadar CaO bebas dan lime saturation factor (LSF). Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kadar CaO bebas dan lime saturation factor (LSF) pada klinker di PT. Semen Bosowa Maros dengan menggunakan X-Ray Fluorescence. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dalam bentuk eksperimental dengan melakukan pengamatan langsung dengan alat X- Ray Fluorescence di PT. Semen Bosowa Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar CaO bebas sebesar 1.24%, dengan CaO bebas terendah sebesar 0.81% dan CaO bebas tertinggi sebesar 2.19%. Sedangkan rata-rata lime saturation factor sebesar 95.80%, dengan lime saturation factor terendah sebesar 94.18% dan lime saturation factor tertinggi sebesar 98.81%. Dari 27 sampel hasil penelitian sebagian besar telah memenuhi standar mutu SNI 15-6514-2001 yaitu kadar CaO bebas maksimal 1.5% dan standar PT. Semen Bosowa Maros yaitu lime saturation factor sebesar 90% - 99%.
ELUSI LOGAM TEMBAGA DAN KROM ABU LAYANG PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP Juwitasari, Dhian
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.714 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.441

Abstract

Penelitian elusi logam berat tembaga dan krom dari sampel abu layang pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Cirebon. Variabel dalam penelitian elusi logam tembaga dan krom dari abu layang PLTU adalah jenis eluen, konsentrasi eluen, pH eluen, dan elusi berkelanjutan. Kadar logam tembaga dan krom diukur  menggunakan metode spektroskopi serapan atom (SSA). Sampel yang dielusi yang lolos ayakan ukuran 200 mesh. Kadar air dihilangkan dengan cara sampel abu layang di oven pada 105 oC selama 24 jam. Penelitian ini menggunakan paralon dalam pembuatan kolom. Proses elusi dilakukan dengan memasukkan abu layang di dalam kolom kemudian mengalirkan eluen ke dalam kolom. Eluen yang digunakan HCl, HNO3, dan H2SO4. Variasi konsentrasi eluen HNO3 dan HCl dari 0,5 M sampai 2 M sedangkan untuk H2SO4 0,1 M sampai 1,5 M. Variasi pH eluen dari 1 sampai 14. Elusi berkelanjutan menggunakan eluen HNO3 1,75 M untuk Cu dan HNO3 1,5 M untuk Cr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HNO3 eluen yang baik untuk mengelusi logam berat Cu dan Cr. Konsentrasi eluen yang paling baik adalah eluen HNO3 1,75 M untuk mengelusi logam berat Cu dari abu layang PLTU dengan konsentrasi 0,56 ppm sedangkan untuk logam berat Cr adalah eluen HNO3 1,5 M dengan konsentrasi 2,03 ppm. Logam Cr yang dapat terelusi secara berkelanjutan dengan eluen HNO3 1,5 M adalah 8,70% dan logam Cu dengan eluen HNO3 1,75 M adalah 9,16 %.
ANALISIS PARAMETER NILAI DIFUSIVITAS KAFEIN PADA EKSTRAKSI AMPAS KOPI BERBANTU GELOMBANG ULTRASONIK Mustikaningrum, Mega; Sawali, Fikrah Dian Indrawati
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.263 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.448

Abstract

Limbah ampas kopi yang sangat melimpah diakibatkan konsumsi minuman kopi yang meningkat dan menjadi gagasan penting bagaimana pengolahan limbah ampas kopi agar kemudian tidak menjadi limbah buangan yang tidak bermanfaat. Salah satu senyawa yang dapat dimanfaatkan kembali dari buangan limbah ampas kopi adalah kafein. Kafein merupakan senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan. Kafein dapat di isolasi dari limbah ampas kopi dengan cara ekstraksi. Pada penelitian ini ekstraksi dilakukan dengan menggunakan bantuan gelombang ultrasonik dengan bantuan alat sonikator tipe bath. Sebesar 25 gram sampel ampas kopi dilarutkan pada 250 ml dan diletakan pada alat sonikator yang dioperasikan selama 45 menit pada 30 0C. Sampel hasil kemudian dianalisis menggunakan HPLC untuk mengetahui konsentrasi akhir kafein yang dihasilkan. Fokus penelitian ini adalah mencari nilai beberapa parameter uji seperti konstanta difusivitas (DA), konstanta kecepatan ekstraksi (k) dan konstanta kesetimbangan ekstraksi (K), dimana didapatkan masing-masing nilai parameter uji sebesar 0.014462 dm2/menit; 0,00256 dm/menit dan 103,218. Konsentrasi akhir kafein yang dihasilkan pada penelitian sebesar 0,08053 mol/dm3.
TEKNOLOGI EKSTRAKSI MINYAK BAWANG BOMBAI (ALLIUM CEPA L.) MENGGGUNAKAN METODE MICROWAVE HYDRO-DIFFUSION GRAVITY (MHG) DAN SOXHLET Variyana, Yeni; Afifah, Dian Ayu; Setyorini, Dwi; Syafaatullah, Achmad Qodim
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.963 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.450

Abstract

Umumnya, bawang bombai (Allium cepa L.) diekstraksi sebagai bahan penyedap masakan dan obat-obatan. Akan tetapi, proses ekstraksi masih terbatas pada yield yang dihasilkan dengan metode tradisional. Pada penelitian ini digunakan metode ekstraksi microwave hydro-diffusion and gravity (MHG) untuk mengevaluasi bagaimana mempengaruhi yield minyak yang dihasilkan dari bawang bombai. Selain itu, adanya metode sokletasi sebagai teknik ekstraksi konvensional sebagai pembanding terhadap kinerja dan kuantitas ekstrak. Selanjutnya, metode ekstraksi MHG tidak memerlukan penggunaan pelarut, melainkan menggunakan air yang terdapat di dalam material sebagai pelarut internal. Dalam penelitian ini, bawang bombai diperlakukan dengan dua (2) cara yaitu dengan penjemuran sinar matahari (sun dying) selama 1 hari dan tanpa pretreatment. Parameter ekstraksi dengan MHG digunakan daya microwave sebesar 600 W, waktu ekstraksi 75 menit, dan ukuran material 1 cm. Hasil penelitian menunjukkan yield lebih tinggi diperoleh dari bahan melalui sun drying sebesar 2,78% dibandingkan dengan bahan yang tidak di pretreatment yaitu 1,76%. Hasil recovery minyak yang dihasilkan dari metode soxhlet sebesar 4,98% selama 5 jam. Oleh karena itu, metode MHG dapat dijadikan sebagai salah satu metode ekstraksi yang ramah lingkungan, waktu ekstraksi lebih cepat, dan konsumsi energi yang lebih sedikit sehingga dapat diterapkan pada skala yang lebih besar.
OPTIMASI EKSTRAKSI MINYAK BIJI ALPUKAT DENGAN PELARUT N-HEXANA Qodim, Achmad; Setyorini, Dwi; Panjaitan, Renova; Variana, Yeni; Ansori
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.719 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.452

Abstract

Produksi buah alpukat di Indonesia dalam 3 tahun terakhir mengalami peningkatan terus menerus. Salah satu bagian dari alpukat yang masih belum dimanfaatkan maksimal adalah bagian bijinya. Biji alpukat ini memiliki berbagai potensi yang dapat digunakan. Diantaranya mengandung minyak nabati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Namun, waktu ekstraksi yang dibutuhkan biasanya memakan waktu lama. Dan suhu yang digunakan untuk mengekstrak minyak dari biji alpukat ini dibutuhkan suhu yang tinggi. Metode ekstraksi sokletasi merupakan salah satu dari beberapa metode ekstraksi yang digunakan untuk mengekstrak minyak dari biji alpukat. Pengaruh suhu dan waktu selama ekstraksi dipelajari dalam penelitian ini. Hasil penelitian dianalisa yield dan kadar asam lemak bebasnya. Hasil dari penelitian ini dianalisa agar memperoleh hasil yang optimal. Salah satu metode yang digunakan adalah Response Surface Methodology (RSM). Metode RSM ini digabungkan dan diterapkan untuk mengoptimalkan dan menganalisis kondisi ekstraksi. Faktor independen adalah suhu ekstraksi (100-110 oC), dan waktu ekstraksi (5-7 jam). Kondisi optimum ekstraksi adalah 103,041oC, dan 5,689 jam. Model prediksi yang diperoleh sebesar 12,518% untuk yield hasil ekstraksi dan kadar asam lemak bebas sebesar 1,489%.
BIODEGRADASI XYLENE DARI LAHAN TERCEMAR MINYAK BUMI OLEH BAKTERI RHODOCOCCUS ERYTHROPOLIS Ole, Maria Assumpta Nogo; Juliastuti, Sri Rachmania
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.887 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.455

Abstract

Peningkatan eksploitasi minyak bumi merupakan sumber utama pencemaran tanah dan air. Tanah yang tercemar hidrokarbon pada dasarnya telah mengandung mikroorganisme yang dapat memecah hidrokarbon. Akan tetapi proses biodegradasi hidrokarbon dengan metode in situ mengalami hambatan karena lahan tercemar yang luas dan kebutuhan nutrien yang tidak terpenuhi. Oleh sebab itu maka dikembangkan metode ex situ dengan memindahkan tanah tercemar ke laboratorium untuk diolah dengan metode slurry bioreaktor. Mikroorganisme yang digunakan dalam proses ini adalah bakteri aerob Rhodococcus erythropolis yang mampu menguraikan alkilbenzena, seperti o-xylena, toluene dan etilbenzena pada temperatur 25oC – 37oC. Proses degradasi dilakukan pada 3 bioreaktor berpengaduk untuk konsentrasi baktri 12,5%, 15,0% dan 17,5%. Monitoring populasi bakteri dilakukan setiap 2 hari untuk mengetahui fase hidup mikroorganisme. Analisis hidrokarbon dilakukan setiap 14 hari selama 8 minggu dengan metode gas chromatography (GC). Bioreaktor 17,5% Rhodococcus erythropolis memberikan persen degradasi paling baik yaitu 96,83%.
OPTIMASI PENAMBAHAN POLYALUMINIUM CHLORIDE (PAC) DAN WAKTU PENGADUKAN TERHADAP KUALITAS AIR BAKU (RAW WATER) PADA PPSDM MIGAS CEPU Yusuf, Andi Asdiana Irma Sari; Rahim, Herlina; Fadli; Ganing, Melani
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.738 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.457

Abstract

Water treatment plant PPSDM MIGAS Cepu menggunakan tiga jenis bahan kimia dalam pengolahan air, yaitu tawas, dukem, dan kaporit. Ketiga bahan kimia tersebut memiliki fungsi yang bebeda-beda. Tawas (Aluminium sulfat) berfungsi menggumpalkan padatan-padatan terlarut dalam air sehingga membentuk flok pada air baku, dukem berfungsi sebagai perekat flok-flok, dan kaporit berfungsi untuk menghilangkan bakteri atau mikroorganisme yang terkandung dalam air baku. Ketiga bahan tersebut telah lama digunakan di water treatment plant PPSDM MIGAS Cepu, maka dari itu dicari alternatif lain yang secara optimal bisa menurunkan tingkat kekeruhan air baku. Ada beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai koagulan untuk mengurangi kekeruhan pada air baku, salah satunya adalah Polyaluminium chloride (PAC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi penambahan Polyaluminium chloride (PAC) dan waktu pengadukan terhadap kualitas air baku (raw water) pada PPSDM MIGAS Cepu, dilakukan di Laboratorium Kimia Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi Cepu pada tanggal 12 – 18 Mei 2022 dengan metode eksprimen laboratorium dengan menggunakan Polyalumina chloride (PAC) serta diiuji kualitasnya dengan parameter pH dan turbiditas (kekeruhan) menggunakan metode jar test. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan koagulan Polyalumina chloride (PAC) optimum pada 20 mL dengan waktu pengadukan 10 menit karena dapat menurunkan turbiditas air baku PPSDM Migas Cepu dari 40,3 NTU menjadi 4,69 NTU dengan nilai pH 7,11 dan telah memenuhi standar baku Kep Menkes RI Nomor 492 Tahun 2010.
SINTESIS SENYAWA KOMPLEKS MN(II) N-ETILISOPROPILDITIOKARBAMAT SEBAGAI ZAT ADITIF PADA BAHAN PELUMAS Ranggina, Dian; Raya, Indah; Junianti, Fitri
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.824 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.458

Abstract

Senyawa N-Etilisopropildiokarbamat dapat disintesis dengan ion logam yaitu Mn (II) dari unsur transisi dalam upaya menemukan zat aditif yang baik untuk bahan pelumas. Senyawa kompleks ditiokarbamat digunakan sebagai zat aditif dalam pelumas dapat mengurangi gesekan sehingga dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan bermotor. Senyawa kompleks Mn(II)-N-Etilisopropilditiokarbamat disintesis dengan metode  in situ, yaitu dengan penambahan 6 mmol N-etilisopropilamin, 6 mmol karbon sulfida, 2 mmol larutan logam MnSO4.H2O dan dilakukan karakterisasi senyawa kompleks dengan penentuan titik didih, analisis UV-Vis, FT-IR, konduktometer serta pengujian kekentalan ini dilakukan dengan menggunakan alat kinematic viscosity bath pada temperatur 40 0C dan  100 0C dengan mengukur waktu alir sampel pada viscosimeter. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa sintesis senyawa kompleks Mn(II)-N-Etilisopropilditiokarbamat merupakan senyawa non elektrolit (muatannya = 0) dengan titik leleh 399,9 0C, spektrum hasil analisa UV-Vis menunjukkan puncak pada panjang gelombang  230 nm, 250 nm, 310 nm, analisis FT-IR untuk jarak dekat (4000-300 cm-1) kompleks Mn(II)-N-etilisopropilditiokarbamat terdapat puncak serapan yang kuat pada bilangan gelombang 2970,38 cm-1 yang menyatakan bahwa senyawa tersebut  mempunyai gugus C-H alifatik dengan diperkuat oleh adanya serapan gugus metilen pada 1473,62 cm-1 dan gugus metil pada 1411,89 cm-1 ,serapan 1195, 87 cm-1 menunjukkan vibrasi rentangan N-C-S. Hasil karakterisasi senyawa kompleks logam Mn(II) dengan ligan N-etilisopropilditiokarbamat dapat dijadikan sebagai zat aditif pada pelumas yang lebih efektif pada suhu 100 oC daripada suhu 40 oC.
KINETIKA VULKANISASI KARET MENGGUNAKAN BIOPLASTICIZER MINYAK KAKAO TEREPOKSI Satwikanitya, Pani; Saputra, Andri; Sya’bani, Muh Wahyu; Agustian, Mertza Fitra
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.135 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.460

Abstract

Kinetika vulkanisasi karet menggunakan bioplasticizer minyak kakao terepoksi dipelajari berdasarkan data output moving die rheometer. Data percobaan didekati dengan beberapa model kinetika, yaitu model reaksi orde 1, orde 2, dan Deng-Isayev. Konstanta laju reaksi (k) pada model reaksi orde 1 dan orde 2 dihitung dari data torsi yang merupakan fungsi waktu (M = f(t)). Sedangkan pada model Deng-Isayev, nilai k dan orde reaksi (n) ditentukan menggunakan optimasi multivariable dengan tools Solver pada aplikasi Excel. Nilai energi aktivasi (Ea) diperoleh dari persamaan Arrhenius. Hasil penelitian memperlihatkan model Deng-Isayev dapat merepresentasikan data percobaan dengan baik. Konstanta laju reaksi sebanding dengan kenaikan suhu vulkanisasi. Reaksi vulkanisasi karet menggunakan minyak kakao terepoksi berlangsung pada orde (n) 3 dengan energi aktivasi (Ea) sebesar 157,55 kJ/mol.