cover
Contact Name
-
Contact Email
jpsi@usk.ac.id
Phone
+628121815214
Journal Mail Official
jpsi@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tgk. Chik Pante Kulu Nomor 5 Gedung C Lantai 1 Kantor Pengelola Jurnal Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Darussalam – Banda Aceh 23111, Indonesia Email: jpsi@usk.ac.id.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education)
ISSN : 23384379     EISSN : 2615840X     DOI : https://doi.org/10.24815/
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) offers an interdisciplinary forum for the publication of original peer-reviewed, contributed and invited research articles of the highest quality that address different topics of science education with implications for improving and enhancing science education practices and theories. The topics involves biology, chemistry, physics, as well as some applications pedagogy and teacher development. The journal provides an invigorating and informative variety of research papers that expand and deepen our theoretical understanding. It also provides practice and policy based implications in the relevant contexts of science education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020" : 12 Documents clear
Penerapan Model Problem Based Learning pada Materi Alat-Alat Optik untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Menyelesaikan Masalah Kontekstual Sri Mulyani; Abdul Gani; Muhammad Syukri; Tarmizi Tarmizi; Elisa Elisa; Nurhasanah Nurhasanah; Fajriani Fajriani
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.801 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.15666

Abstract

Peserta didik sulit memahami materi alat-alat optik dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman dalam penguasaan materi. Hal ini dikarenkaan gaya mengajar guru masih dominan menggunkan model teacher center sehingga peserta didik tidak terlibat aktif pada proses pembelajaran dan menimbulkan kurangnya rasa kepercayaan diri pada peserta didik dalam menyelesaikan masalah konstektual fisika dengan menggunakan model problem based learning pada materi alat-alat optik. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain “control group pretest-posttest design”. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen sebanyak 30 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest- posttest untuk mengukur kemampuan menyelesaikan masalah konstektual dan angket untuk menilai kepercayaan diri peserta didik. Penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design. Hasil analisis nilai rata-rata pretest sebesar 50,07 dan posttest sebesar 75,77 dengan perolehan N-gain 0,51 yang tergolong kategori sedang. Uji signifikan dilakukan dengan menggunakan uji-t setelah data berdistribusi normal. Hasil uji t menunjukkan thitung ttabel (12,055 2,045) sehingga terdapat perbedaan nyata. Hasil analisis kepercayaan diri diperoleh peningkatan setelah menerapkan model problem based learning didapatkan bahwa indikator keyakinan akan kemampuan diri 81,77%, optimis 83,67%, obyektif 88,75%, bertangggung jawab 86,94%, dan rasional 88,85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah konstektual fisika dan kepercayaan diri peserta didik pada materi alat-alat optik.
Pengembangan Modul Fisika Berbasis Integrasi Islam-Sains pada Materi Gerak Lurus untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Asmaul Husna; M. Hasan; Mustafa Mustafa; Muhammad Syukri; Yusrizal Yusrizal
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.134 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.15539

Abstract

Sistem Pendidikan nasional yang diselenggarakan di Aceh sesuai dengan Qanun berdasarkan pada nilai-nilai budaya islami membuat sekolah melaksanakan pengembangan potensi siswa dengan mengedepankan nilai-nilai islami. Hal tersebut dapat terwujud salah satunya dengan menggunakan bahan ajar atau modul yang terintegrasi. Berdasarkan dari hasil observasi pada salah satu sekolah di SMA di Banda Aceh menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan hanya buku paket fisika yang belum terintegrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar modul berbasis integrasi islam dan sains yang valid, praktis dan efektif pada materi gerak lurus. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development dengan menggunakan model Sugiyono. Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi, observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respon peserta didik serta soal pre-tes dan pos-tes. Uji coba di lakukan pada kelas X MIPA 3 dengan jumlah 29 orang peserta didik. Hasil penelitian diperoleh kevalidan dengan kategori sangat valid, untuk kepraktisan berdasarkan hasil observasi didapat dengan kualifikasi sangat baik, sedangkan untuk keefektifan dilihat dari uji N-gain pre-tes dan pos-tes mengalami peningkatan dengan rata-rata 0,67 pada kategori sedang dan mendapat respon yang positif dari hasil analisis angket peserta didik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul materi gerak lurus yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.
Desain Pembelajaran Virtual Laboratorium Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Peserta Didik pada Materi Sistem Ekskresi Manusia Ristina Ristina; Khairil Khairil; Wiwit Artika
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.324 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.15761

Abstract

Materi sistem ekskresi pada manusia merupakan salah satu materi yang dipandang susah bagi peserta didik SMP kelas 8, terutama sub topik proses filtrasi. Hal tersebut dapat mempengaruhi rendahnya hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan media dan model pembelajaran yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik setelah penerapan desain pembelajaran virtual laboratorium berbasis inkuiri terbimbing pada materi sistem ekskresi manusia. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest non-eqiuvalent control group design. Sampel di dalam penelitian ini adalah 59 orang yang dipilih secara total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar validasi kelayakan perangkat pembelajaran oleh tim ahli, soal pretest dan posttest, serta lembar observasi aktivitas belajar peserta didik. Teknik analisis data kelayakan instrumen dilakukan oleh tim ahli, hasil belajar peserta didik diukur dengan menggunakan uji N-gain dan aktivitas belajar peserta didik dengan menggunakan persentase frekuensi. Hasil analisis peningkatan hasil belajar peserta didik di SMP Methodist Banda Aceh adalah 49%, sedangkan di SMP Budi Dharma Banda Aceh  adalah 45%. Selanjutnya, hasil analisis terhadap aktivitas belajar peserta didik adalah 86,48%, sedangkan di SMP Budi Dharma Banda Aceh adalah 81,25%. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran melalui virtual laboratorium berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatan hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik.
Refleksi Diri dan Pengetahuan Pedagogi Konten Guru Biologi SMP melalui Analisis Rekaman Video Pembelajaran Ikmanda Nugraha; Ari Widodo; Riandi Riandi
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.486 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.15317

Abstract

Kegiatan refleksi diri dapat membantu dan memfasilitasi guru untuk meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran.  Selain itu, masukan yang diperoleh oleh guru selama melakukan refleksi diri dapat meningkatkan pengetahuan pedagogi konten guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji penggunaan rekaman video sebagai alat efektif praktik reflektif untuk guru. Subjek penelitian terdiri dari empat guru biologi yang telah terlibat dalam kegiatan lesson study di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Indonesia. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kesamaan materi pembelajaran yang didokumentasikan pada kegiatan open lesson, yaitu pada materi sistem pernapasan manusia. Pada penelitian ini, subjek penelitian terlibat dalam dua kegiatan. Pertama, para peserta sebagai subjek penelitian melakukan analisis refleksi diri dari video pembelajaran mereka sendiri. Kedua, para peserta melakukan analisis refleksi diri menggunakan video pembelajaran dari guru lain. Data dianalisis dengan kategorisasi jawaban refleksi diri kemudian diikuti dengan kegiatan wawancara. Hasil wawancara kemudian ditranskrip untuk klarifikasi dengan hasil jawaban refleksi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melakukan analisis diri dengan menggunakan rekaman video menjadikan para guru menyadari kelebihan dan kekurangan sesi pembelajaran yang mereka lakukan dan memberikan ide-ide baru untuk perbaikan di masa mendatang.
Experiment Optimization on the Reaction Rate Determination and Its Implementation in Chemistry Learning to Develop Science Process Skills Ida Farida; Ridha Rizqia Zahra; Ferli Septi Irwansyah
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.454 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.15608

Abstract

Keterampilan proses dalam sains sangat diperlukan untuk membangun konsep dan pemahaman peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan keterampilan proses ialah dengan aktivitas belajar di laboratorium. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan proses sains mahasiswa melalui penggunaan perangkat praktikum yang dapat mengukur laju reaksi secara kuantitatif. Eksperimen untuk mengetahui kondisi optimum dari praktikum penentuan laju reaksi pembentukan gas dilakukan untuk selanjutnya diturunkan menjadi lembar kerja. Lembar kerja yang telah divalidasi diimplementasikan kepada mahasiswa dengan menggunakan pre-experimental design dengan bentuk one shot case study. Subjek penelitian ialah 38 orang mahasiswa semester IV program studi Pendidikan Kimia UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mengambil mata kuliah kinetika dan kesetimbangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen lembar kerja, lembar observasi aktivitas mahasiswa dan daftar ceklis kinerja praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum praktikum penentuan laju reaksi pada variasi konsentrasi H2O2 sebesar 1,5 - 6% ialah penggunaan tabung reaksi sebagai reaktor, pipet ukur sebagai penampung gas, katalis KI dan MnO2 sebanyak 0,002 mol, serta volume gas O2 yang diamati sebanyak 10 mL. Hasil observasi terhadap aktivitas mahasiswa pada saat berlangsungnya kegiatan praktikum menunjukkan nilai rata-rata sebesar 98±4,737%, nilai ini menunjukkan bahwa mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan praktikum. Hasil analisis keterampilan proses sains mahasiswa pada praktikum penentuan laju reaksi pembentukan gas secara keseluruhan diinterpretasikan sangat baik dengan nilai rata-rata sebesar 88±1,785. Aspek mengumpulkan data memiliki nilai rata-rata tertinggi yang diinterpretasikan sangat baik dengan nilai sebesar 100. Aspek KPS menyimpulkan memiliki nilai rata-rata terendah yang diinterpretasikan baik dengan nilai sebesar 76.
Identifikasi Tingkat Pemahaman Konsep Siswa Menggunakan Tes Diagnostik Three-Tier Multiple Choice pada Materi Hidrokarbon Susti Vellayati; Cut Nurmaliah; Sulastri Sulastri; Yusrizal Yusrizal; Nurdin Saidi
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.06 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.15715

Abstract

Pemahaman konsep adalah kemampuan seseorang dalam mengartikan, menjelaskan atau mengaplikasikan suatu hal berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajari. Tes diagnostik adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep siswa. Tes yang digunakan pada penelitian ini adalah tes diagnostik three-tier multiple choice dan dikombinasikan dengan media CBT MOODLE. Pada penelitian ini telah dilakukan kajian untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman konsep siswa pada materi hidrokarbon dengan menggunakan tes diagnostik three-tier multiple choice berbasis CBT MOODLE. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 89 orang siswa kelas XI-MIPA SMAN 8 Banda Aceh. Pengumpulan data yang digunakan berupa 16 butir soal tes diagnostik three-tier multiple choice. Analisis data untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep siswa menggunakan metode certainty of respons index (CRI).  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata siswa yang paham konsep terhadap materi hidrokarbon adalah 30,1% dan dikategorikan bahwa tingkat pemahaman konsep siswa gagal. Rata-rata siswa yang tidak paham konsep terhadap materi hidrokarbon sebesar 47,3%, siswa yang miskonsepsi sebesar 16% dan error sebesar 6,6%. Secara keseluruhan dapat dinyatakan bahwa siswa belum memahami materi hidrokarbon dengan benar sebesar 69,9%.
Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Model Inkuiri Terbuka Agus Ramdani; I Putu Artayasa
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.924 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.15394

Abstract

Keberhasilan seorang mahasiswa menjadi guru dengan kemampuan mengajar IPA yang baik, perlu ditunjang dengan keterampilan berpikir kreatif, karena melalui keterampilan berpikir kreatif dihasilkan gagasan baru yang berkontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menguji efek penerapan model inkuiri terbuka dalam pembelajaran IPA terhadap keterampilan berpikir kreatif mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah kuasi-eksperimen dilaksanakan dengan desain pretespostesdengankelompokpengendali atau kon­troltidakacak. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar(PGSD) FKIP Uiversitas Mataram. Sampel diambil dengan teknik purposivesampling, dan dibagi menjadi kelompok kontrol dan eksperimen. Data dikumpulkan dari skor pretes dan postes keterampilan berpikir kreatif. Data diuji dengan analisis kovarian (ancova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor keterampilan berpikir kreatif mahasiswa yang belajar menggunakan inkuiri terbuka memperoleh rerata skorlebih tinggi daripada rerata skor kelas kontrol. Secara statistik dapat dilihat bahwa pengujian hasil tes keterampilan berpikir kreatif menggunakan uji ancova menunjukkan nilai F = 26,382, p = 0,001 α = 0,05. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang menerapkan model inkuiri terbuka memiliki keterampilan berpikir kreatif yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang menerapkan pembelajaran konvensional.
Perbedaan Kesadaran Metakognisi Siswa SMA di Desa dan di Kota Bowo Sugiharto; Elma Rosalia Malinda; Haifa Azizzah; Jonanda Fattah Anugerah; Maulika Junia Mustika Rani; Nur Rochmah Candra Padmi; Nurul Alifah
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.872 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.15354

Abstract

Kesadaran metakognisi adalah kesadaran pada kemampuan berpikir untuk mengendalikan proses kognitif yang dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu jangkauan informasi  di lingkungan pendidikan. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kesadaran metakognisi siswa SMA di lingkungan desa dan kota. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan MAI (Metacognitive Awareness Inventory) yang merupakan instrumen tes yang berisi 52 item yang dibagi menjadi dua bagian yaitu pengetahuan kognisi (knowledge of cognition) dan pengaturan kognisi (regulation of cognition). Penelitian dilakukan di SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar sebagai representasi SMA di desa dan SMA Negeri 5 Surakarta sebagai representasi SMA di kota. Teknik pengambilan sampel diambil dengan random sampling dari 30 siswa di masing-masing sekolah dari total populasi keseluruhan 150 siswa pada tiap sekolah. Analisis data menggunakan uji kruskal wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara SMA di desa dengan kota pada indikator pengetahuan deklaratif, prosedural, kondisional, perencanaan, pemantauan, debugging, dan evaluasi dan perbedaan yang signifikan hanya ditunjukan pada indikator manajemen informasi metakognisi.
Multimedia Interaktif Berbasis Game Edukasi sebagai Media Pembelajaran Materi Sistem Pernapasan di Kelas XI SMA Ruqiah Ganda Putri Panjaitan; Titin Titin; Neuwidia Nuzul Putri
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.107 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.16062

Abstract

Sistem pernafasan merupakan salah satu materi yang dianggap sebagai materi yang sulit untuk dipahami karena organ penyusun dan proses pernafasannya tidak dapat dilihat secara langsung. Multimedia interaktif berperan dalam meningkatkan pemahaman dan berdampak postif terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia interaktif berbasis game edukasi yang valid digunakan sebagai media pembelajaran. Bentuk penelitian ini adalah research and development dengan model pengembangan ADDIE yang dimodifikasi. Tahap-tahap dalam penelitian ini yaitu analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi. Untuk mengetahui validitasnya, media divalidasi oleh ahli media dan ahli materi dengan menggunakan instrumen berupa angket validasi kelayakan media. Aspek yang diukur untuk validitas media meliputi aspek umum, rekayasa lunak, komunikasi visual, dan komunikasi audio, sedangkan untuk validitas materi meliputi aspek pembelajaran dan materi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor validasi berturut-turut 3,67; 3,54; 3,47; dan 3,23 untuk aspek umum, rekayasa lunak, komunikasi visual, dan komunikasi audio. Adapun rata-rata skor validasi untuk aspek pembelajaran dan materi adalah 3,60 dan 3,66. Secara keseluruhan bahwa rata-rata validitas media dan validitas materi pada multimedia interaktif adalah 3,48 dan 3,63 yang termasuk pada kategori valid. Disimpulkan bahwa multimedia interaktif berbasis game edukasi ini layak digunakan sebagai media pembelajaran di kelas XI SMA pada materi sistem pernapasan.
The Influence of Science, Environment, Technology, and Society In Creative Industries on Scientific Based Business Designing Skills of Pre-Service Science Teachers Parmin Parmin; Erna Noor Savitri
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.888 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.15362

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah kurangnya ketrampilan kewirausahaan pada calon guru IPA. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur pengaruh dari pendekatan pembelajaran SETS berdasarkan sudut pandang industri kreatif terhadap keterampilan kewirausahaan calon guru IPA. Sampel dalam penelitian ini adalah 82 mahasiswa Jurusan IPA Terpadu sebagai target penelitian yang mengikuti kursus Kewirausahaan. Kemampuan berwirausaha dibutuhkan para calon guru IPA agar nantinya setelah lulus, selain menjadi pendidik juga dapat mengembangkan usaha sendiri, baik itu berupa produk maupun jasa yang berbasis sains. Data primer diambil dengan teknik observasi dan diuji dengan menggunakan uji regresi yang menghasilkan skor yang signifikan yaitu 0,048 0,05. Hal ini berarti bahwa penerapan pendekatan SETS dalam pembelajaran memiliki pengaruh signifikan pada keterampilan kewirausahaan calon guru IPA. Pendekatan ini dapat menjadi salah satu solusi alternative untuk menghasilkan lulusan yang terampil secara ilmiah. Calon guru IPA yang memiliki pandangan kewirausahaan terintegrasi telah terbukti mampu merancang penerapan sains untuk menghasilkan barang-barang yang mengantisipasi efek negative pada lingkungan.

Page 1 of 2 | Total Record : 12