cover
Contact Name
Lilis
Contact Email
lilis@poltek-amimedan.ac.id
Phone
+6282161032237
Journal Mail Official
jurnal@poltek-amimedan.ac.id
Editorial Address
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia (AMI) Medan Jl. Brigjend Bejo d/h Pertempuran No.125 Pulo Brayan Medan, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatera Utara 20239
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JME
ISSN : 26560658     EISSN : 26560666     DOI : https://doi.org/10.54196/jme
Journal of Maritime and Education (JME) merupakan jurnal ilmiah diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Adiguna Maritim Indonesia Medan. JME menjadi sarana publikasi hasil riset , aplikasi riset dan pengembangannya di bidang sains dan teknologi. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan Februari dan Agustus. Edisi pertama yang diterbitkan secara cetak dan online pada bulan februari tahun 2019. Pemuatan artikel di jurnal ini dialamatkan kekantor redaksi. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan cetak dan online.
Articles 133 Documents
ANALISIS KONSEPTUAL EKONOMI PERUSAHAAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGAN SEKTOR MARITIM DI INDONESIA Siregar, Nurmaliana; Deliani, Meriah Kita; Andrean, Dimas
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i2.211

Abstract

. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual prinsip-prinsip dasar dalam ekonomi perusahaan dan relevansinya terhadap sektor maritim Indonesia. Dengan pendekatan studi pustaka, artikel ini merangkum dan mengelaborasi konsep-konsep utama dalam ekonomi mikro dan makro, struktur badan usaha, serta prinsip organisasi perusahaan berdasarkan buku Ekonomi Perusahaan (KPNK 1B). Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip efisiensi produksi, pengelolaan sumber daya, serta manajemen organisasi dan kepemimpinan yang tepat dapat meningkatkan kinerja sektor maritim, khususnya dalam konteks pelayaran niaga, pelabuhan, dan industri kemaritiman lainnya. Implikasi dari analisis ini mendukung gagasan bahwa integrasi prinsip ekonomi perusahaan dengan strategi pengembangan sektor maritim merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis kelautan.
PERAN DIGITALISASI PELABUHAN DALAM MENDUKUNG KETATALAKSANAAN PELAYARAN YANG EFEKTIF DAN TRANSPARAN Marbun, Yefta Vianus; Gabriella, Laura
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i2.212

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji peran strategis digitalisasi pelabuhan dalam mendukung ketatalaksanaan pelayaran yang efektif dan transparan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap regulasi, laporan instansi, serta publikasi akademik, yang dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem digital seperti Inaportnet, Port Community System (PCS), dan Vessel Traffic Services (VTS) memberikan dampak positif terhadap percepatan layanan kapal, efisiensi arus informasi, serta peningkatan akuntabilitas proses pelayanan. Digitalisasi juga mendukung prinsip good governance melalui dokumentasi transaksi secara otomatis dan auditabilitas yang tinggi, sehingga berpotensi meminimalkan praktik korupsi. Namun, masih terdapat tantangan signifikan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, resistensi dari SDM, serta belum optimalnya integrasi sistem antarinstansi. Oleh karena itu, digitalisasi pelabuhan perlu didukung oleh investasi teknologi, reformasi kelembagaan, dan kebijakan nasional yang adaptif. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi merupakan komponen kunci dalam mewujudkan tata kelola pelayaran yang efisien, transparan, dan berkelanjutan.
Prosedur Penyelesaian Pelayanan Barang Impor di Free Trade Zone pada PT. Uniair Indotama Cargo Batam Said, Aja Avriana; Ritonga, Nursyahrul; Sakila, Putri Nur
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i2.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Cara Penyelesaian Pelayanan Barang Impor yang Terkena Jalur Merah di Free Trade Zone Pada PT. Uniair Indotama Cargo Batam. Prosesnya dimulai dari Dokumen yang dibutuhkan dalam kegiatan impor hingga penetapan jalur oleh pihak Bea Cukai melalui Aplikasi Ceisa. Dalam proses penyelesaian dimaksud, harus memperhatikan dokumen apa saja yang harus di siapkan untuk kegiatan impor yang terkena jalur merah yang akan diberikan pada petugas pemeriksaan pada saat di lapangan dan juga dokumen apa saja yang harus disiapkan untuk di ajukan kepada Bea Cukai untuk penerbitan SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang) yang akan di periksa secara manual oleh petugas pemeriksa Bea Cukai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengamatan lapangan (Field research) dan metode Pustaka (Library research) untuk mengetahui lebih dekat bagaimana perusahaan PT. Uniair Indotama Cargo Batam dalam melaksanakan kegiatan penyelesaian pelayanan impor sesuai kebutuhan terutama dalam penyelesaian barang impor yang terkena jalur merah di Free Trade Zone. Adapun masalah-masalah yang dihadapi dalam penanganan ialah terlambatnya pemeriksaan dilakukan dikarenakan bencana alam ataupun karena banyaknya barang yang harus diperiksa oleh petugas pemeriksaan maka diharuskan bergiliran tiap perusahaan. Kerja sama serta koordinasi yang baik antara perusahaan PPJK dengan instansi terkait dengan kegiatan impor dan ekspor barang sangat dibutuhkan demi kelancaran pelayanan terhadap ketepatan waktu selesainya barang itu sendiri. Perlu diingat maksud dari koordinasi yang dimaksud adalah bahwa masing-masing instansi dapat melakukan tugas dan fungsinya sehingga pelayanan terhadap kegiatan impor barang dapat berjalan dengan lancar, aman dan efisien.
TAHAPAN PENGURUSAN DOKUMEN PERIZINAN SEA TRIAL KAPAL BARU TB. SML06A PADA KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN OLEH PT. TIRTAYASA BAHARI SAMUDRA BATAM Lilis, Lilis; Winanda, Boby; Hafilda, Nurul
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i1.219

Abstract

Penelitian ini membahas tahapan pengurusan dokumen perizinan sea trial kapal baru TB. SML06A oleh PT Tirtayasa Bahari Samudra di KSOP Khusus Batam. Metode penelitian yang di gunakan berupa studi lapangan melalui observasi lapangan. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis prosedur perizinan sea trial berdasarkan regulasi Kementerian Perhubungan dan lembaga klasifikasi kapal, serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, seperti Ditjen Perhubungan Laut, galangan kapal, KSOP, dan pemilik kapal. PT Tirtayasa Bahari Samudra berperan sebagai agen kapal yang mewakili pemilik dalam pengurusan dokumen kapal, baik saat kedatangan maupun keberangkatan. Pelabuhan sebagai terminal kapal membutuhkan sistem dan fasilitas yang mendukung kelancaran operasional, termasuk proses administrasi. Dalam hal ini, sea trial merupakan tahapan penting untuk menguji kelayakan kapal sebelum beroperasi. Proses perizinannya meliputi pengajuan permohonan, verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik oleh marine inspector, penerbitan izin sea trial, dan pelaporan hasil uji coba. Makalah ini juga mengidentifikasi kendala teknis dan administratif selama proses pengurusan dokumen, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi layanan perizinan di KSOP. Hasil penelitian diharapkan menjadi acuan bagi pelaku industri pelayaran dalam memahami dan melaksanakan prosedur legalisasi kapal baru di wilayah pelabuhan.
PELAKSANAAN PROSES KEDATANGAN KAPAL MT. ESTEEM ENERGY DI PELABUHAN PULAU LAUT OLEH PT. MARITIME NETWORK INDONESIA CABANG KOTA BARU Sahid, Muhammad; Lilis, Lilis; Gomaho, Baktiar; Yursal, Yursal
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i1.220

Abstract

Pelaksanaan proses kedatangan kapal MT. Esteem Energy di Pelabuhan Pulau Laut oleh PT. Maritime Network Indonesia Cabang Kota Baru merupakan kegiatan operasional yang memerlukan koordinasi dan perencanaan yang matang antara berbagai pihak terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses kedatangan kapal, meliputi ketepatan estimasi waktu kedatangan (Estimated Time of Arrival/ETA), efisiensi komunikasi dan koordinasi antar pihak, ketersediaan fasilitas dermaga, kepatuhan terhadap regulasi maritim, kondisi lingkungan perairan, serta profesionalisme awak dan agen kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian lapangan (field research) melalui observasi langsung terhadap kegiatan operasional kedatangan kapal, serta metode penelitian pustaka (library research) dengan menelaah literatur dan regulasi terkait pelayaran dan kepelabuhanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan proses kedatangan kapal sangat ditentukan oleh sinergi antara faktor teknis, administratif, dan sumber daya manusia yang terlibat. Dengan pengelolaan yang terencana dan kepatuhan terhadap regulasi maritim, proses kedatangan kapal dapat berlangsung dengan aman, efisien, dan tepat waktu.
PROSEDUR ORDER TUG BOAT DAN MOORING PADA SAAT KEDATANGAN KAPAL MELALUI SISTEM PHINNISI OLEH PT. MARITIME NETWORK INDONESIA CABANG KOTA BARU Sutria, Yuna; Siregar, Nurmaliana Sari; Suparman, Suparman; Prancisco, Gery
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i1.221

Abstract

Proses kedatangan kapal merupakan tahapan krusial dalam kegiatan operasional pelabuhan yang memerlukan koordinasi efektif antara pihak kapal, operator pelabuhan, serta penyedia jasa pendukung seperti tug boat dan mooring. Koordinasi yang baik sangat menentukan kelancaran lalu lintas kapal, efisiensi waktu sandar, serta tingkat keselamatan dan keamanan operasional di area pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Sistem Phinnisi dalam mendukung prosedur pelayanan kapal, khususnya pada proses pemesanan tug boat dan mooring di PT. Maritime Network Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan (field research) untuk memperoleh data empiris serta metode kepustakaan (library research) guna mendukung data teoritis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Phinnisi mampu meminimalisir potensi keterlambatan pelayanan, mengurangi risiko kesalahan administratif, serta meningkatkan efisiensi komunikasi antarpihak terkait, baik internal maupun eksternal. Namun, masih terdapat kendala teknis berupa gangguan jaringan dan keterbatasan pemahaman pengguna terhadap sistem, sehingga diperlukan pelatihan berkelanjutan serta peningkatan infrastruktur teknologi guna optimalisasi penerapan sistem tersebut.
PENGURUSAN PERPANJANGAN SHIP SANITATION CONTROL EXEMPTION CERTIFICATE (SSCEC) DAN MEDICINE CHEST PADA KANTOR KARANTINA KESEHATAN BATAM OLEH PT. PUTRA SAMUDERA INTI BATAM Fransiska, Eka; Rispianti, Dina; Handayani, Irma; Ramadani, Nanda
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i1.222

Abstract

Dalam makalah ini, penulis membahas tentang proses pengurusan perpanjangan perizinan pengendalian sanitasi kapal (SSCEC) dan perizinan kotak medis kapal (Medicine Chest). Kedua perizinan ini sangat penting untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pelayaran internasional. SSCEC adalah sertifikat yang menunjukkan bahwa kapal telah diperiksa dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat. Sertifikat Medicine Chest juga menunjukkan ketersediaan dan kelayakan obat-obatan dan alat kesehatan di atas kapal. Kedua sertifikat ini berlaku selama enam bulan, dan mereka harus diperpanjang secara berkala. Proses perpanjangan melibatkan pengajuan permohonan melalui Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (Sinkarkes), pemeriksaan sanitasi oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), serta verifikasi kelengkapan dan kondisi peralatan medis di kapal. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji prosedur, tantangan, dan solusi dalam pengurusan perpanjangan kedua sertifikat tersebut, dengan fokus pada implementasi regulasi nasional dan internasional, serta peran koordinasi antara pemilik kapal, agen pelayaran, dan otoritas kesehatan pelabuhan. Penelitian makalah ini menggunakan metode penilitian Field Research (Metode Lapangan) dan Libary Research (Metode Perpustakaan). Hasil kajian diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhan dalam proses perpanjangan sertifikat, guna mendukung pelayaran yang aman dan sehat.
PROSES PENANGANAN SIGN OFF CREW KAPAL SPM BHEEM PADA IMIGRASI BATU AMPAR OLEH PT. BALANCIA SHIPPING AGENCY BATA Ginting, Dafid; Marbun, Yepta Vianus; Rinaldi, Fahmi; Ritonga, Muhammad Al Purkan
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i1.223

Abstract

Sign off crew adalah prosedur resmi di mana seorang awak kapal dipindahkan dari kapal setelah kontraknya berakhir atau berdasarkan permintaan, diiringi dengan verifikasi dokumen, izin keimigrasian, dan serah terima tugas kepada crew pengganti. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu, metode observasi lapangan (field research) dan metode perpustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosedur tersebut, kapten kapal mengirimkan surat elektronik (e-mail) permintaan pergantian awak kepada pemilik kapal serta perusahaan terkait, umumnya dilakukan sebelum masa kontrak awak kapal berakhir. Langkah ini bertujuan agar perusahaan dapat menyiapkan awak pengganti secara tepat waktu dan memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh kapten kapal dan pemilik kapal. Hambatan menegaskan urgensi adanya perencanaan yang lebih matang, koordinasi yang terintegrasi, serta komunikasi yang efektif antar pihak terkait guna mengurangi risiko keterlambatan dan memastikan proses sign off crew terlaksana sesuai dengan peraturan yang berlaku.
PENANGANAN DOKUMEN KAPAL MT. PETRO SAMUDRA DI PERAIRAN BATU AMPAR PADA PT. PELAYARAN DWI PUTRA LAKSANA BATAM Danilwan, Yuris; Ridho, Syarifur; Ritonga, Nursyahrul; Julpri , Julpri
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i1.224

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang dikenal sebagai negara maritim dengan sebagian besar wilayahnya berupa lautan serta terdapat beragam pulau. Sarana transportasi laut yang digunakan biasanya berupa kapal. Kapal ini biasanya digunakan oleh masyarakat sebagai suatu akses penghubung antar pulau. serta terdapat industri pelayaran mengoprasikan tranpsortasi tersebut dari pelabuhan satu ke pelabuhan lainnya. Pengamatan ini mengambil lokasi di PT. Pelayaran Dwi Putra Laksana. Data dikumpulkan dari narasumber (informan), peristiwa atau aktivitas, dokumen, dan arsip. Kesimpulan dari pengamatan penulis adalah bahwa PT. Pelayaran Dwi Putra Laksana Batam menangani dokumen kedatangan dan keberangkatan kapal penumpang. Sistem dan prosedur penanganan dokumen kapal secara umum dilakukan dalam dua tahapan, yaitu kedatangan dan keberangkatan kapal.Tahap kedatangan kapal dimulai dari persiapan dokumen sebelum kapal tiba, pelaksanaan clearance in, hingga pembuatan laporan setelah kapal berangkat.Tahap keberangkatan kapal dimulai dari persiapan dokumen sebelum kapal berangkat, pelaksanaan clearance out, hingga dokumen yang dibutuhkan saat kapal berangkat. Dalam penanganan dokumen kapal, terdapat instansi terkait yang berperan, yaitu agen pelayaran, instansi pemerintah, dan pihak terkait lainnya.
SIKLUS KELUAR MASUK CONTAINER DELIVERY DI PELABUHAN TERMINAL CONTAINER BATU AMPAR PADA BADAN USAHA PELABUHAN BP BATAM Dirhamsyah, Dirhamsyah; Sabila, Fadiyah Hani; Sarumpaet, Naomi
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i1.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana siklus keluar masuknya Container Delivery di Pelabuhan terminal Container Batu Ampar pada Badan Usaha Pelabuhan BP Batam. Hasil penelitian dalam pembahasan masalah tentang siklus keluar masuk Container delivery di pelabuhan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami alur operasional bongkar muat peti kemas, mulai dari proses kedatangan Container, penempatan dilapangan penumpukan, hingga proses pengeluaran Container dari terminal. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis peranan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam dalam mengelolah arus logistik serta hambatan- hambatan yang sering terjadi selama proses tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai efektivitas dan efisiensi sistem pelayanan Container Delivery serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas layanan terminal Container di pelabuhan Batu Ampar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan lapangan (field research) dan pengamatan perpustakaan (library research) dimana penulis mendapatkan materi atau bahan penelitian, dari buku-buku yang ada di perpustakaan maupun sumber bacaan lainnya yang berkaitan dengan pokok bahasan yang diambil