cover
Contact Name
Indah Mulyani
Contact Email
arjwa@gunadarma.ac.id
Phone
+6281296706686
Journal Mail Official
arjwa@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Arjwa: Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : -     EISSN : 29854539     DOI : https://doi.org/10.35760/arjwa
Arjwa menerima manuskrip berdasarkan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif yang diajukan untuk dipublikasikan dalam Arjwa diharapkan bersifat multivariat. Sementara itu, Arjwa juga menerima manuskrip meta analisis atau systematic review yang memiliki keunggulan dalam hal kebaruan atau keunikan variabel. Arjwa menerima manuskrip yang memiliki topik penelitian psikologi secara umum, seperti klinis, pendidikan, sosial, industri dan organisasi, atau tema-tema lain seperti psikologi positif dan indigenus. Arjwa menerima manuskrip ilmiah dari berbagai topik penelitian psikologi seperti psikologi klinis, psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi industri dan organisasi, psikologi positif, psikologi indigenus dan sub-sub topik yang berada dalam ruang lingkup topik tersebut. Topik-topik lain dari disiplin ilmu lain akan dipertimbangkan untuk diproses dalam proses pengajuan jika dirasakan memenuhi kriteria.
Articles 55 Documents
DOES COMMUNICATION NETWORK HETEROGENEITY MODERATED BY ACADEMIC LEVEL PREDICT STUDENT SUBJECTIVE WELL-BEING? Rahardjo, Wahyu; Indryawati, Rini; Fuad, Afmi; Qomariyah, Nurul; Andriani, Inge; Harsanti, Intaglia; Salve, Henny Regina
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2024.v3i2.9231

Abstract

After the pandemic, students are still facing issues related to subjective well-being. Student behavior in communicating online with social media with various people with diverse backgrounds and also demographic factors such as academic level are factors that are thought to be able to predict student subjective well-being. The purpose of this study is to empirically ascertain whether communication network heterogeneity moderated by academic level has an effect on student subjective well-being. The participants of this study were 437 students in the Jakarta Greater area. Theoretical models are made to fit with empirical models. The results showed that academic level did not have a significant role in moderating the effect of communication network heterogeneity on student subjective well-being. That is, communication network heterogeneity itself is quite strong in predicting student subjective well-being. Other results are discussed later.  
PENGARUH ANONIMITAS TERHADAP CYBERBULLYING PADA PENGGUNAAN VOICE CHAT DI ANTARA PEMAIN GAME ONLINE Syam, Keyna Fairuzidha; Andriani, Inge
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2024.v3i2.11220

Abstract

Popularitas penggunaan voice chat dalam game tidak hanya disebabkan oleh kemudahan berkomunikasi, tetapi juga karena komunikasinya yang bersifat anonim. Hal ini memungkinkan pemain untuk dengan bebas mengekspresikan diri dalam dunia game yang terpisah dari kehidupan nyata. Namun, popularitas ini juga membuka peluang baru untuk tindakan cyberbullying. Voice chat memberikan keberanian kepada individu untuk menciptakan identitas palsu dan melakukan serangan dari balik layar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh anonimitas terhadap cyberbullying melalui voice chat di antara pemain game online. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis regresi pada 103 pemain game online yang menggunakan voice chat. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada anonimitas terhadap cyberbullying dengan nilai signifikansi 0.010 (p < 0,05) dengan besar pengaruh anonimitas sebesar 6.3% terhadap cyberbullying, sisanya sebesar 93.7% berasal dari variabel lain di luar penelitian.
PERAN PEMAAFAN TERHADAP KEPUASAN HIDUP PADA KORBAN KEKERASAN DALAM KELUARGA Fauziah, Alia Rizki; Azizah, Sophia Ratna
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2024.v3i1.9764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh pemaafan terhadap kepuasan hidup pada korban kekerasan dalam keluarga. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrumen pengukuran pada variabel kepuasan hidup adalah The Satisfaction with Life Scale, sedangkan untuk pemaafan yaitu Heartland Forgiveness Scale. Responden dalam penelitian ini berjumlah 120 orang dengan usia minimal 19 tahun dan pernah mengalami kekerasan meliputi kekerasan fisik, seksual, psikologis, emosional dan penelantaran dalam keluarga saat masa anak-anak atau remaja yang diperoleh melalui purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan analisis regresi linier, diketahui nilai koefisien F sebesar 52.024 dengan signifikansi 0.001 (p<0.01), yang berarti terdapat pengaruh pemaafan terhadap kepuasan hidup yang sangat signifikan pada korban kekerasan dalam keluarga. Hasil analisis juga menunjukkan nilai R Square sebesar 0.306, yang berarti variabel pemaafan memiliki peran terhadap kepuasan hidup pada korban kekerasan dalam keluarga sebesar 30.6%. 
KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR (STUDI KASUS: PERBANDINGAN MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU ALAM DAN SOSIAL) Bera Liwun, Stephanus Benedictus; Mulyanto, Tri; Avian, Noor Kurnia; Chrisnatalia, Maria
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2024.v3i3.11648

Abstract

Sleep is one of the basic human needs and plays a role in physical and mental health and quality of life. Lack of sleep tends to cause decreased concentration, fatigue, and decreased productivity, and students tend to have poor sleep quality due to stress from lectures and writing a thesis. The purpose of this study was to examine the differences in sleep quality of students when writing a thesis which were reviewed based on the scientific field they had. This study used a quantitative method by using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) in Indonesian as a measurement sleep quality. The respondents in this study were 200 students obtained through purposive sampling techniques. The results showed that there was no difference in the sleep quality of final year students in the natural and social sciences. The level of stress felt by final year students in both scientific fields due to the pressure of the final thesis assignment seemed to be the reason why there was no difference in the quality of sleep they had.
GAMBARAN RESILIENSI PADA REMAJA KORBAN CYBERBULLYING Mubaroq, Fariz; Huda, Nurul; Weliangan, Hally
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2024.v3i2.10837

Abstract

This research aims to explain the level of resilience in adolescents who have been victims of cyberbullying. The method used is descriptive quantitative by sending surveys trough Google Forms. The research respondents consists of 73 adolescents aged between 13 to 18 years who have experienced cyberbullying. The measurement instrument tool used in this study refers to the aspects of resilience according to Connor and Davidson (2003), which include of personal competence, trust in instinct, positive acceptance of change and secure relationship, self-control and factors, and spiritual influences. The analysis results show that the empirical average resilience score is 101.45, classified as high with a standard deviation of 19.16. High resilience levels indicate that adolescents who are victims of cyberbullying have the ability to cope and recover from negative impacts such as stress and depression. This is reflected in the high personal competence of cyberbullying victims, including the ability to manage emotions, make appropriate decisions, and build healthy interpersonal relationships. They also have strong trust in their instincts, which includes belief in their own ability to overcome problems and face challenges. Good self-control also supports resilience because adolescents who are victims of cyberbullying can control their emotions and behaviors, making it easier for them to recover from traumatic experiences. Addiotionally, high social support plays a crucial role as it provides support and attention, helping these adolescents feel supported and not alone in facing their problems. Furthermore, spiritual influence with belief in assistance from the divine being indicates that these adolescents have spiritual beliefs and trust in higher power to be a source of strength and calmnessin facing difficulties.
PENGARUH GENRE MUSIK KLASIK DAN POP TERHADAP MEMORI Oktaviani, Herlina; Fitria, Asriani Cahya; Syakirah, Firani; Aryaputra, Rhava Pandya; Hanifah, Zahra; Zakarriya, Farhan; Lestari, Selfiyani
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2024.v3i3.10414

Abstract

Daya ingat adalah kekuatan jiwa manusia untuk menerima, menyimpan dan mereproduksikan kesan, pengertian, atau tanggapan terhadap sesuatu. Informasi yang kita terima akan diproses dan masuk ke dalam daya ingat atau memori. Salah satu caranya adalah melalui panca indera pendengaran. Mendengarkan musik menjadi cara beberapa orang untuk memberikan ketenangan serta merangsang dan mampu mengatur kondisi otak untuk berkonsentrasi serta memproses memori. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh genre musik klasik dan pop terhadap memori. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain two group posttest only. Subjek dibagi menjadi dua kelompok dengan rincian kelompok diperdengarkan musik klasik pada saat membaca cerita pendek dan kelompok yang diperdengarkan musik pop saat membaca cerita pendek. Subjek dalam penelitian ini adalah 70 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Psikologi dengan kategori usia dewasa awal. Data dianalisis dengan metode t-test independent sample. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian adalah tidak terdapat perbedaan signifikan dalam memori antara kelompok yang terpapar musik klasik dan kelompok yang terpapar musik pop.
STUDI PADA WANITA BEKERJA YANG BELUM MENIKAH DALAM MEMILIH PASANGAN HIDUP Maryani, Tri; Handayani, Nita Sri; Julianti, Annisa
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2024.v3i1.9873

Abstract

Menikah merupakan keputusan terbesar bagi sebagian individu dalam perjalanan hidupnya. Sebelum memutuskan untuk menikah, individu tentunya memiliki kriteria-kriteria tertentu dalam menentungan pasangan hidupnya. Namun wanita yang belum menikah terutama yang bekerja masih merasa sulit untuk menemukan pansangan hidup,sehingga cenederung menunda pernikahan oleh karena itu preferensi pemilihan pasangan hidup menjadi pertimbangan yang penting bagi wanita lajang  yang bekerja dalam menentukan kriteria pasangan sebelm menikah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran pada wanita bekerja dalam memilih pasangan hidup. Responden dalam penelitian ini adalah wanita bekerja sebanyak 150 orang dengan kriteria belum pernah menikah, pendidikan terakhir minimal SMA, dengan rentang usia 25-40 tahun. Preferensi pemilihan pasangan hidup dalam penelitian ini diukur dengan Mate Selection Question yang diadaptasi dari Townsend (1989). Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif statistik yang mengungkap nilai dari mean, distribusi, subjek dan kategori dari data kuesioner yang dapat diolah sebagai penunjang dalam pembahasan mengenai variabel preferensi pemilihan pasangan hidup. Dari hasil analisis data dapat diketahui bahwa preferensi pemilihan pasangan hidup pada wanita bekerja berada pada kategori sedang. Artinya, responden dalam penelitian ini cukup memiliki pertimbangan dalam pemilihan pasangan hidup.
WORK ENGAGEMENT KARYAWAN GENERASI MILENIAL DITINJAU DARI JOB CRAFTING DAN JOB DEMANDS Rabbani, Alifu Dzikri
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2024.v3i2.10429

Abstract

The phenomenon of the dominance of the millennial generation in the world of work, coupled with the phenomenon of relatively low work engagement of millennial generation employees, is a challenge for companies to not only retain talented individuals but also find individuals who are engaged with the company. The purpose of this study is to determine whether job crafting and job demands have an influence on the work engagement of millennial generation employees. This study was conducted on 98 millennial generation employees using the utrech work engagement scale, job crafting scale and job demands scale. The sampling technique used was purposive sampling. Hypothesis testing with linear regression techniques. The results of this study indicate that the hypothesis of this study is accepted with the influence of job crafting variables on work engagement has a sig value. 0.000 and the value of t count 7.647 which means the influence of job crafting on work engagement. The value of the influence of job demands variable on work engagement has a sig value. 0.040 and t count 2.080 which means the influence of job demands on work engagement. The value of the influence of job crafting variables and job demands on work engagement has a sig. 0.000 and f count 87.045. These results indicate that job crafting and job demands simultaneously affect the work engagement of millennial generation employees.
HUBUNGAN ANTARA SELF COMPASSION DAN RESILIENSI PADA PEREMPUAN DEWASA AWAL YANG BERCERAI Permatasari, Shafira; Puspitawati, Ira; Fuad, Afmi
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2023.v2i4.9583

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji hubungan antara self compassion dan resiliensi pada perempuan dewasa awal berusia 20-40 tahun yang telah bercerai dan belum menikah kembali. Adapun sampel pada penelitian ini berjumlah 51 sampel. Teknik pengumpulan sampel yang digunakan dengan tehnik snowball sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan bantuan analisis data yang dilakukan dengan SPSS for windows 22 melalui teknik korelasi bivariat dari Pearson. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah diujikan kepada 51 responden perempuan dewasa awal yang bercerai dapat diketahui bahwa tidak ada hubungan antara self compassion dan resiliensi dengan taraf signifikan sebesar 0.353 (ρ > 0.05). Hal ini berarti hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ditolak, atau dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara self compassion dan resiliensi pada perempuan dewasa awal berusia 20-40 tahun yang telah bercerai hidup dan belum menikah kembali. Selain itu, berdasarkan analisis deskriptif, diketahui bahwa variabel self compassion berada pada kategori sedang dan resiliensi pada kategori tinggi.
DAMPAK PSIKOLOGIS PERCERAIAN ORANG TUA Tri Mulyani, Mufida Yusronia; Jamaluddin, Muhammad; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2024.v3i3.10850

Abstract

Perceraian ialah keadaan yang dimana berakhirnya suatu hubungan suami dan istri baik secara hukum maupun agama. Dimana jumlah kasus perceraian pada tahun 2019 terjadi berkisar 2,94%, pada tahun 2020 telah mengalami penurunan sebesar 2,42%, dan tahun berikutnya 2021 angkat perceraian mulai melonjak berkisar 3,09%. Pada kasus perceraian ini akan banyak anak yang mengalami dampak dari adanya perceraian orang tua yang terjadi, oleh karena itu  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dampak perceraian orang tua pada remaja. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Sedangkan untuk analisis data dalam penelitin ini menggunakan beberapa tahapan (1) pengambilan data (2) reduksi data (3) penyajian data /display data dan (4)penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini mendapatkan hasil bahwa percereaian orang tua memiliki dampak yang cukup besar pada remaja, adapun bentuk dampak yang ditimbulkan oleh perceraian orang tua pada remaja yakni, kehilangan figur orang tua (menurunnya tingkat percaya diri  dan tidak mendapat kebutuhan materi), perubahan sikap (tidak dapat mengontrol emosi dan menghindari lingkungan sosial), broken relation (kesulitan mempercayai orang lain),  Trauma (takut membangun keluarga baru dan takut membangun hubungan seksual dan keintiman).