cover
Contact Name
Samrid Neonufa
Contact Email
samrid.neonufa@staf.undana.ac.id
Phone
+6285238045620
Journal Mail Official
plsprodi1@gmail.com
Editorial Address
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/about/editorialTeam
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Education For All
ISSN : 28285069     EISSN : 28285069     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Education For All : Jurnal Pendidikan Masyarakat, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Non Formal merupakan Jurnal Ilmiah bidang pendidikan masyarakat yang dikelola oleh para dosen dan praktisi yang berasal dari berbagai background perguruan tinggi di Indonesia khususnya Kupang-NTT. Jurnal Education For All terbit 2 (Dua) kali dalam 1 tahun yaitu setiap bulan April dan Oktober. Jurnal Eduv=cation For All menargetkan setiap issues terdiri dari 5 artikel per volume secara konsisten setiap terbit. Cakupan dan Fokus Jurnal ini pada Bidang Ilmu Pendidikan Masyarakat/Pendidikan Luar Sekolah/Pendidikan Non Formal Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi pengelola Jurnal Education For All via email plprodi1@gmail.com
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2025): OCTOBER" : 8 Documents clear
Dimensi Penerimaan Diri Remaja Dari Pasangan Yang Berpisah Melalui Konsep Psychological Well-Being Wayong, Elisabeth Miranda; Klau, Erni Raster; Selly, Frans Kristian
Education For All Vol 5 No 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/efapls.v5i2.18181

Abstract

Separation not only has an impact on husband and wife but also on teenagers. Adolescence is an important period in which physical and mental development occurs. After parents separate, teenagers have to go through difficult stages, including the process of self-acceptance. The aim of this research is to dimensions of adolescent self-acceptance from separated couples through the concept of Psychological Well-Being. The phenomenological qualitative research method was carried out on teenagers aged 16-19 years whose families were not intact or where their parents had separated. Data collection techniques use observation and interviews, and are analyzed through data reduction, presentation and drawing conclusions. Triangulation carried out to explain the validity of the data is source triangulation and technical triangulation. The research results show that self-acceptance includes stages, namely: 1) Denial, teenagers are confused about what is happening in their family. 2). Anger (anger), towards oneself and the situation of the family. 3). Bargaining (gainning), starting to accept the situation of an incomplete family and determining life goals. 4). Depression (depression), closing yourself off from other people. 5). Acceptance, accepting the situation of an incomplete family and focusing on the future. Furthermore, the aspect of self-acceptance consists of: 1). Strengths/strengths, support from extended family and being able to open up to other people. 2). Disadvantages/weaknesses, not being able to accept the situation of an incomplete family. 3). Positive behavior, spending more time at home and developing hobbies. 4). Negative behavior, lazy to go to school, irresponsible for assigned tasks, fighting with peers.
Peran Orangtua Dalam Menumbuhkan Kemampuan Sosial Anak (Studi Pada Kelompok Umat Basis St. Norbertus Wilayah X Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Pekerja-Penfui) Tafuli, Melania Flaviana S.; Syukur, Abdul; Sogen, Yosephina K; Sinlae, Reschi Van Christo Ardi
Education For All Vol 5 No 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/efapls.v5i2.19438

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan gadget seperti smartphone dan tablet, memberikan dampak signifikan pada anak-anak. Meskipun menawarkan kemudahan, penggunaan gadget berlebihan dapat mengganggu perkembangan sosial mereka. Anak-anak lebih tertarik pada dunia digital, seperti video game dan konten YouTube, daripada berinteraksi dengan teman atau keluarga. Penelitian menunjukkan bahwa hal ini menyebabkan ketergantungan pada gadget dan mengurangi kemampuan komunikasi, empati, dan kerjasama, sehingga anak-anak menjadi lebih individualis dan sulit bersosialisasi di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran orangtua dalam menumbuhkan kemampuan sosial anak. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif (deskriptif) dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara, teknik analisis data dilakukan dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukan bahwa, peran orang tua sangat penting dalam membentuk kemampuan sosial anak. Sebagai teladan, orang tua memberikan contoh perilaku positif. Sebagai pembimbing, mereka bantu anak kembangkan kemampuan komunikasi, empati, dan kerja sama. Sebagai pengawas, orang tua pastikan keamanan anak, bimbing keputusan tepat, dan awasi perilaku. Sebagai fasilitator, mereka sediakan sumber daya dan dukungan untuk interaksi sosial anak. Semua peran ini berkontribusi pada pembelajaran sosial anak, memungkinkan mereka untuk berkembang dan membangun hubungan positif.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Pembentukan Identitas Diri Remaja kelurahan Kelapa Lima RT 36/ RW16 Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Ndueng, Yovita; Pareira, Mariana Ikun RD; Makleat, Nirwaning
Education For All Vol 5 No 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/efapls.v5i2.21503

Abstract

ABSTRACTSocial media has become a widely used platform among adolescents, including inthe formation of self-identity. Social media is not only a means of communication but alsoa space for expression where adolescents can create, explore, and reinforce their selfimage. In this process, social media allows adolescents to utilize various features such asphoto uploads, videos, and statuses that reflect their personality. This study aims to analyzethe influence of social media usage on the self-identity formation of adolescents inRT18/RW1, Kelapa Subdistrict, using a narrative qualitative approach. The researchsubjects consist of adolescents aged 18–19 years.The findings of the study indicate that social media has both positive and negativeinfluences on the self-identity formation of adolescents. On the positive side, social mediaenables adolescents to expand their social networks and gain emotional support fromcommunities, such as peers, who provide positive feedback. This helps enhance their selfconfidence and self-satisfaction. However, on the negative side, uncontrolled use of socialmedia can lead to excessive social comparisons, increase anxiety, and disrupt theconsistency of self-identity. These findings also highlight the importance of the role offamily and the social environment in managing the negative impacts of social media onadolescents and providing guidance for the wise use of social media.
Strategi Rumah Literasi Thomas Edison Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Di Desa Lilo, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan Tefbana, Kiki Susi Anugrah; Selly, Frans Kristian; Famdale, Rongky Y
Education For All Vol 5 No 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/efapls.v5i2.22530

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya minat baca masyarakat pedesaan, khususnya di Desa Lilo, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Keterbatasan akses bahan bacaan, minimnya sarana literasi, dan minimnya kegiatan membaca menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan solusi konkret. Rumah Literasi Thomas Edison hadir sebagai salah satu solusi dengan menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Evaluasi dilakukan untuk menilai sejauh mana strategi tersebut memengaruhi pengembangan budaya baca di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan lokasi penelitian di Rumah Literasi Thomas Edison Desa Lilo. Subjek penelitian meliputi pimpinan Rumah Literasi Thomas Edison, peserta program, dan warga masyarakat yang tidak mengikuti kegiatan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang efektivitas strategi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan Rumah Literasi Thomas Edison meliputi: (1) Strategi sosialisasi aktif yang dilakukan melalui kegiatan sekolah dan gereja untuk memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi. (2) Penyediaan bahan bacaan berkualitas yang disesuaikan dengan minat anak, disertai bimbingan khusus bagi mereka yang belum bisa membaca, merupakan langkah penting dalam menjangkau semua anak. (3) Penyelenggaraan kegiatan rutin setiap dua bulan, seperti lomba membaca, membaca cepat, serta menulis dan membaca puisi, terbukti efektif dalam menumbuhkan kreativitas, membangun rasa percaya diri, dan meningkatkan kemampuan berbahasa anak. (4) Program dirancang agar selaras dengan kebutuhan dan budaya setempat, sehingga terasa relevan dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Rumput Laut Di Desa Oelolot Kecamatan Rote Barat Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur Mandala, Shela; Lima, Stofiani Susana; Neonufa, Samrid
Education For All Vol 5 No 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/efapls.v5i2.23871

Abstract

Sebagai salah satu kegiatan utama dalam membangun kelautan dan perikanan yang menghasilkan ekspor, budidaya rumput laut harus dilakukan dengan sungguhsungguh dan tekun agar dapat menghasilkan produk yang bermutu tinggi. Masyarakat melakukan eksploitasi terhadap lingkungan hidup, khususnya biota laut tersebut, tanpa mempertimbangkan atau mengurangi kerugian lingkungan hidup yang diakibatkan oleh perbuatannya. Hal ini dilakukan oleh masyarakat umum karena kurangnya pengetahuan yang mereka punya sehingga mereka dapat memanfaatkan biota-biota laut dengan berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana masyarakat memperoleh manfaat dari Budidaya Rumput Laut di Desa Oelolot, Kecamatan Rote Barat, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Salah satu jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Tahap penyadaran dan pembentukan perillaku, Tahap Proses Transformasi Kemampuan Berrupa Pengetahuan dan Kecakapan Ketrampilan, dan Tahap Peningkatan Kemampuan Intelektual dan Ketrampilan Untuk tertutup Kemandirian merupakan tiga tahapan yang didasarkan pada hasil pemberdayaan masyarakat melalui rumput laut di Desa Oelolot. Hasil kajian perubahan masyarakat meliputi pengembangan pengetahuan tentang bagaimana masyarakat berperilaku dan kepribadiannya sehingga dapat mengidentifikasi potensi, pertumbuhan, dan kecakapan, serta kajian budidaya kelautan yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
Pemberdayaan Perempuan Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Melalui Kelompok Tenun Mawar Di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang Seran, Apriliana Hoar; Simbolon, Gallex; Mardani, Ambara Saraswati
Education For All Vol 5 No 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/efapls.v5i2.24053

Abstract

The women's empowerment program in the family environment is one of the strategic steps in improving household welfare, along with economic demands, women now have an important role in supporting the resilience of family life. This encourages the involvement of women working in productive activities such as women's empowerment programs through weaving groups as part of village development and brings change for women in changing family lives. This study aims to examine how the role of the rose weaving group in increasing women's household income in Tanah Merah Village. The research approach used is a qualitative method with Longwe Analysis, this study examines 5 dimensions of empowerment, namely (1) Welfare dimension (2) Access dimension (3) Critical awareness dimension (4) Participation dimension (5) Control dimension. The results of the study show that the involvement of women members of the weaving group has a positive impact on family income. Because through the women's weaving group they are able to generate additional income that can help meet the needs in the household and are not dependent on their husbands.
Gaya Kepemimpinan Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintang Flobamora Kota Kupang Maukari, Norince Patriana; Neonufa, Samrid; Lima, Stofiani Susana
Education For All Vol 5 No 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/efapls.v5i2.24104

Abstract

The leadership style of a leader reflects how they act, behave, or present themselves when in control. Depending on the situation, leaders may adopt different styles. Leadership style refers to the approach used by a leader in directing, motivating, and managing a team to achieve specific goals. It reflects the leader’s character, values, and communication methods in decision-making and managing relationships with subordinates.This study aims to identify the leadership style of the PKBM (Community Learning Center) manager in developing PKBM Bintang Flobamora in Kupang City. A qualitative descriptive approach was used, involving six research subjects. Data were collected through interviews, documentation, and observation. Data analysis included collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. Source and methodological triangulation were used to ensure data validity.The study found four main leadership styles applied by the manager:(1) Democratic: Involves staff in decision-making, encourages collaborative problem-solving, works closely with subordinates, and maintains strong communication. (2) Charismatic: Uses persuasive communication to inspire staff, applies appropriate language, engages effectively in meetings, and provides motivational support. (3) Authoritarian: Makes independent decisions only in urgent situations that require immediate action, while explaining the rationale afterward.(4) Moralistic: Demonstrates concern for staff development, listens to complaints, and fosters a respectful and supportive work environment.
Strategi Penguatan Wawasan Kebangsaan bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana Kamlasi, Anjulin Yonathan; Utami, Tri
Education For All Vol 5 No 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/efapls.v5i2.24719

Abstract

The lack of understanding of national insight among the younger generation, amid the rapid pace of globalisation and developments in information technology, poses a major challenge to the continued integrity of the nation and state. The strategy to strengthen national awareness among students of the Pancasila and Citizenship Education Study Programme (PPKn) at the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) of Nusa Cendana University (Undana) is a concrete step in shaping national character and increasing students' awareness of nationhood and statehood. The purpose of this study is to analyse the strategy for strengthening of national awareness among students of the PPKn programme at FKIP Undana. The method used in writing this article is descriptive qualitative, with an emphasis on library research. Library research is a method of data collection by reviewing and analysing various relevant written sources, such as books, journals, and documents, in order to gain a general understanding and theoretical basis of the topic being studied. The results of the study show that the strategy for strengthening the national awareness of students in the PPKn FKIP Undana study programme is carried out through various activities such as integration into the curriculum, extracurricular activities and student organisations, active involvement in community service activities, and the use of technology and social media. Through these various activities, students not only understand national values theoretically, but are also able to apply them and become agents of change who can implement national values in social and educational life.

Page 1 of 1 | Total Record : 8