cover
Contact Name
Zulkifli
Contact Email
gudang.pustaka.cendekia@gmail.com
Phone
+6285171098626
Journal Mail Official
gudang.pustaka.cendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Mahmud Yunus Lubuk Lintah, Anduring, Kec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25153
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu
ISSN : -     EISSN : 29885760     DOI : https://doi.org/10.59435/gjmi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu (GJMI) adalah sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,414 Documents
Pemanfaatan Alam Dengan Pelatihan Pembuatan Ecoprint Pada Desa Sukomakmur Dusun Krandegan Kabupaten Magelang Ardhana Raka Pramudya; Rani Herawati; Suci Lestari; Restu Septi Hariyanti; Muhammad Rangga Putra A.; Mukhammad Ragil Juniarta; Nuzulia Rahma Nisa’ Unnida; Frizaz Naufal Ahmad Zaki; Septian Dwi Martono; Diva Oktaviani; Raka Mahendra Sulistiyo
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 8 (2024): GJMI - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i8.852

Abstract

Pewarna sintetis memiliki dampak negatif terhadap lingkungan, sehingga dilakukan upaya untuk kembali memanfaatkan pewarna alami (back to nature) sebagai alternatif pengganti pewarna kimia yang berbahaya bagi alam dan penggunaannya. Salah satu tren yang muncul adalah pewarnaan tekstil menggunakan teknik ecoprint. Tim KKN melakukan kegiatan pelatihan pembuatan ecoprint pada Desa Sukomakmur, Dusun Krandegan, Kabupaten Magelang dengan tujuan warga dapat memanfaatkan alam sekitar dengan pembuatan ecoprint menggunakan limbah daun yang berada pada lingkungan dusun. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dan praktik pembuatan ecoprint. Pelatihan ecoprint dilakukan dengan kolaborasi tim KKN dengan peserta yaitu ibu-ibu Dusun Krandegan. Bahan yang digunakan yaitu daun tanaman yang ada disekitar Dusun Krandegan seperti daun labu siam, daun paku, daun pepaya, dan bunga. Dari perspektif lingkungan, ecoprint mendorong penggunaan bahan alami dan ramah lingkungan dalam proses pencetakan motif pada kain, mengurangi ketergantungan pada pewarna sintetis berpotensi mencemari lingkungan. Secara ekonomi, pelatihan ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya dalam produksi kain dan produk kerajinan bernilai tinggi, yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Sisi sosial, pelatihan ecoprint memperkuat komunitas dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat dalam kegiatan kreatif dan kolaboratif. Hal ini mendorong masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan mengapresiasi kekayaan alam yang ada.
Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Reward Tahunan Untuk Guru Smkn 1 Muara Labuh Memanfaatkan Pendekatan MAUT (Multy Attribute Utility Theory) Nadia Astri Wulandari
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 8 (2024): GJMI - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i8.857

Abstract

Sekolah adalah lembaga tempat siswa mendapat pengajaran dibawah pengawasan seorang guru. Setiap daerah besar memiliki sistem pendidikan formal yang umumnya diwajibkan. Pemberian reward adalah bentuk insentif yang diberikan kepada guru yang mampu bekerja sedemikian rupa, sehingga tingkat keahlian dan keterampilan yang baku terlampaui, sehingga sekolah pantas memberikan reward sebagai hadiah untuk guru. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam pemberian penghargaan kepada guru, khususnya dalam proses pemilihan guru yang memenuhi syarat untuk menerima reward yang tidak transparan. Pada permasalahan di atas diperlukan suatu sistem yang dapat memberikan panduan untuk mengevaluasi hasil rekomendasi reward guru dengan cepat dan akurat, dengan tingkat ketepatan dan akurasi yang tinggi. Sistem seperti ini dikenal dengan nama Decision Support System (DSS) atau Sistem Pendukung Keputusan (SPK).
Politik Hukum Pembentukan Undang-Undang Cipta Kerja Dan Implikasinya Terhadap Perlindungan Hak-Hak Pekerja Loisiana
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 8 (2024): GJMI - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan suatu perundang-undangan tidak dapat dilepaskan dari persoalan mengenai politik hukum berkenaan dengan kepentingan negara dalam hal mengapa dan untuk apa suatu undang-undang dibuat. Demikian juga Undang-undang Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 yang pembentukannya juga berhubungan dengan politik hukum pembentukan undang-undang yang berdampak pada tataran pelaksanaannya terutama menyangkut perlindungan terhadap hak-hak pekerja. Karena itu, kajian artikel ini bertujuan bertujuan untuk menggambarkan mengenai politik hukum pembentukan Undang-undang Cipta Kerja dan implikasinya terhadap perlindungan hak-hak pekerja. Kajian artikel ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan hukum normatif dan metode yang dipakai adalah library research. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik studi kepustakaan dan analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil kajian ini mengungkap bahwa pembentukan Undang-undang Cipta Kerja secara mendasar bertolak dari paradigma politik politik hukum berkenaan dengan kepentingan negara dalam rangka membuka lapangan pekerjaan secara luas dengan mengembangkan kemudahan investasi di Indonesia untuk mendorong peningkatan perekonomian nasional. Namun demikian, di dalam materi hukum pembentukan Undang-undang Cipta Kerja, terdapat sejumlah rumusan pasal yang kurang begitu menguntungkan bagi perlindungan terhadap hak-hak para pekerja, seperti penghapusan hak PHK, sistem kerja kontrak yang tanpa batas, pemangkasan istirahat kerja, dan lain sebagainya yang tidak sejalan dengan perlindungan hak-hak pekerja di bidang ketenagakerjaan.
Implementasi Ajaran Tri Hita Karana Dalam Pembangunan Masyarakat Bali Komang Mayoni; Indah Hayu Widhiyaningsih; Luh Yesi Dharnendri; I Komang Semaranatha; Made Teguh Wiryasanjaya
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 5 (2023): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i5.865

Abstract

Tri Hita Karana adalah konsep kehidupan yang berasal dari ajaran Hindu Bali, yang menekankan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan lingkungan (Palemahan). Konsep ini menjadi landasan etis bagi masyarakat Bali, membentuk identitas budaya, serta menjadi panduan dalam pembangunan berkelanjutan. Parahyangan mempengaruhi kehidupan spiritual masyarakat Bali melalui praktik ibadah rutin dan ritual keagamaan. Pawongan mendorong harmoni sosial melalui gotong royong dan kerja sama komunal. Palemahan menekankan pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana. Meski menghadapi tantangan dari modernisasi dan globalisasi, Tri Hita Karana tetap relevan dalam menciptakan pembangunan yang holistik dan berkelanjutan. Implementasi konsep ini memerlukan dukungan kebijakan pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, serta pendidikan yang berkelanjutan untuk memastikan keseimbangan antara kemajuan material dan pelestarian nilai-nilai tradisional.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pengemudi ojek online di Kota Bekasi Tahun 2024 Naida Sela Edina; Izzatu Millah; Cut Alia Keumala Muda; Devi Angeliana Kusumaningtiar
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 8 (2024): GJMI - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i8.867

Abstract

Kelelahan masih menjadi masalah di negara berkembang seperti Indonesia karena masih menjadi ancaman serius bagi kualitas hidup manusia. Kelelahan yang terjadi pada pengemudi ojek online akan sangat berpotensi menyebabkan gangguan fisik pada pengemudi. Gangguan fisik juga akan mengganggu aktivitas kerja yang dimana aktivitas kerja akan menjadi tidak optimal sehingga menurunnya kemampuan pengemudi dalam lingkungan sekitar. Hal tersebut yang membuat atau memicu banyaknya kecelakaan. Kelelahan menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Angka kecelakaan lalu lintas tahun 2021 mengalami peningkatan, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor masih menjadi angka tertinggi. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pengemudi ojek online di Kota Bekasi tahun 2024. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Teknik pengambilan sampel yaitu diperoleh melalui wawancara yang langsung kepada responden dengan instrumen berupa lembar kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) Hasil penelitian menunjukan bahwa 50 responden (64,0%) mengalami kelelahan berat, 31 responden (36,0 %) mengalami kelelahan sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kelelahan dengan usia dengan nilai p= 0,003 (p<0,05), lama tidur nilai p=0,040 (p<0,05), durasi kerja nilai p=0,001 (p<0,05) dan tidak ada hubungan antara kelelahan dengan status gizi dengan nilai p=0,746 (p>0,05), masa kerja nilai p=0,728 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut pengemudi ojek online perlu mempertimbangkan mengenai usia berisiko, waktu istirahat yang cukup serta waktu kerja yang baik untuk menghindari terjadinya kelelahan kerja.
Hubungan Karakteristik Responden Dengan Keluhan Gangguan Mata Pada Pekerja Pengelasan di Wilayah Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Tahun 2024 Jeni Puspita Sari; Decy Situngkir; Rini Handayani; Putri Handayani
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 8 (2024): GJMI - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i8.869

Abstract

Hasil studi pendahuluan di wilayah Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi pada bulan Mei kepada 10 pekerja bengkel, diketahui bahwa pekerja bengkel mengalami keluhan gangguan mata sebesar 60%. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan karakteristik responden dengan keluhan gangguan mata pada pekerja pengelasan di wilayah Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional . Populasi penelitian ini adalah 67 pekerja pengelasan dengan jumlah sampel penelitian 57 pekerja yang tersebar di 44 bengkel informal. Teknik sampel yang digunakan total sampling . Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer dengan variabel penelitian adalah keluhan gangguan mata, usia, masa kerja. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2024. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil analisis univariat yaitu ditemukan bahwa proporsi tertinggi adalah adanya keluhan gangguan mata, usia ≥ 40 tahun, masa kerja ≥15 tahun. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara usia, masa kerja dengan keluhan gangguan mata. Kesimpulan penelitian ini didapat variabel usia dan masa kerja merupakan faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan mata. Saran sebaiknya pekerja melakukan pemeriksaan terkait keluhan-keluhan gangguan mata yang dirasakan, pemilik bengkel las menyediakan kedok las dan APD lengkap, bekerja sama dengan puskesmas setempat bila terjadi masalah kesehatan pada pekerja las, puskesmas dapat memberikan edukasi kesehatan mata untuk pekerja bengkel las.
Pengaruh Pandangan Agama Hindu Terhadap Lingkungan Sosial Dalam Konteks Globalisasi Ni Putu Reni Astuthi; Ni Made Dwijayanti; Ni Komang Sutri
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 5 (2023): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i5.870

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh agama Hindu terhadap lingkungan sosial dalam konteks globalisasi. Agama Hindu, dengan nilai-nilai utamanya seperti Dharma, Karma, dan Ahimsa, telah memainkan peran signifikan dalam membentuk perilaku sosial yang etis dan bertanggung jawab. Globalisasi, meskipun menantang identitas budaya, juga menawarkan peluang bagi agama Hindu untuk beradaptasi dan menyebarkan ajaran-ajarannya secara global. Penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai Hindu, seperti kesederhanaan dan tanggung jawab sosial, sangat relevan dalam menghadapi perubahan sosial yang cepat dan dapat mendukung harmoni serta keberlanjutan global. Melalui adaptasi teknologi dan media, komunitas Hindu telah berhasil mempertahankan tradisi sekaligus berkontribusi pada dialog antaragama. Studi ini menyarankan pentingnya memperkuat pendidikan nilai-nilai Hindu dan partisipasi aktif dalam dialog internasional sebagai strategi untuk menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami secara komparatif bagaimana nilai-nilai agama Hindu dan agama lain mempengaruhi dinamika sosial dan ekonomi di era globalisasi.
Transformasi Nilai-Nilai Hindu Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Urban Di Indonesia Ketut Asih; Ni Made Sariningsih; Dewa Ayu Ratnadi; I Putu Wisna Adiguna; Ni Made Maryati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 5 (2023): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i5.871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi nilai-nilai Hindu dalam kehidupan sosial masyarakat urban di Indonesia, khususnya dalam konteks urbanisasi yang cepat dan modernisasi. Studi ini berfokus pada perubahan yang terjadi pada nilai-nilai religius, sosial, keluarga, dan budaya Hindu untuk tetap relevan di lingkungan perkotaan. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yang melibatkan pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis tematik. Studi literatur digunakan sebagai metode utama untuk memahami berbagai bentuk perubahan nilai-nilai Hindu, sementara analisis sejarah membantu melacak evolusi dan pengaruh Hindu di Indonesia dari masa ke masa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Hindu mengalami perubahan signifikan dalam masyarakat urban, terutama dalam praktik keagamaan yang kini lebih sederhana dan inklusif, serta dalam nilai gotong royong dan solidaritas yang beradaptasi dengan gaya hidup perkotaan. Struktur keluarga juga mengalami pergeseran, dengan peran gender yang menjadi lebih fleksibel, mencerminkan peningkatan partisipasi wanita dalam dunia kerja. Transformasi ini tidak hanya memperlihatkan bagaimana nilai-nilai Hindu beradaptasi dengan tuntutan modernitas, tetapi juga bagaimana mereka tetap relevan dalam kehidupan masyarakat yang semakin plural dan dinamis. Kesimpulannya, transformasi nilai-nilai Hindu dalam masyarakat urban menunjukkan adaptasi yang dinamis terhadap tantangan modernisasi dan urbanisasi, sekaligus membuka peluang baru untuk melestarikan nilai-nilai tradisional dalam konteks yang terus berubah. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengeksplorasi lebih lanjut berbagai aspek dari transformasi ini dan dampaknya terhadap komunitas Hindu urban di Indonesia.
Pengaruh Praktik Keagamaan Hindu Terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat Bali Ni Wayan Purningsih; Ida Ayu Ketut Sri Yuliani; Erik Togio; Dawan; I Wayan Wahyu Diantara
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 6 (2023): GJMI - DESEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i6.872

Abstract

Agama Hindu memiliki sejarah panjang di Bali sejak abad ke-1 Masehi dan telah berakulturasi dengan budaya lokal, menciptakan bentuk kepercayaan yang unik dan integral dalam identitas budaya masyarakat Bali. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana praktik keagamaan Hindu membentuk norma sosial, interaksi komunitas, dan kohesi sosial di Bali, serta memberikan wawasan untuk pelestarian budaya dan pengembangan komunitas. Praktik keagamaan Hindu mempengaruhi kehidupan sosial di Bali dengan mengatur struktur masyarakat melalui sistem kasta, meskipun tidak lagi seketat dulu, dan tetap mempengaruhi pembagian kerja serta interaksi sosial. Upacara keagamaan dan festival mempererat hubungan sosial dan solidaritas melalui kegiatan bersama seperti doa dan makan bersama, sementara ajaran karma dan dharma mendorong perilaku etis yang mendukung harmoni sosial dii Bali. Mekanisme penebusan dosa dan upacara pemurnian membantu menyelesaikan konflik, dan para pemuka agama memainkan peran penting dalam memelihara nilai-nilai moral dan etika, serta mempromosikan toleransi dalam masyarakat.
Sistem Kasta Dalam Agama Hindu Dan Implikasinya Terhadap Mobilitas Sosial Di Indonesia Ni Kadek Masari; Eko Sukerno; Wayan Agus Wijaya; I Wayan Juniardika; Gede Mustika
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 6 (2023): GJMI - DESEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i6.873

Abstract

Sistem kasta dalam agama Hindu membagi masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti pekerjaan dan interaksi sosial, dengan dampak signifikan pada mobilitas sosial, terutama di Bali sebagai pusat utama penyebaran Hindu di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem kasta dan implikasinya terhadap mobilitas sosial di Indonesia, dengan harapan memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat meningkatkan kesempatan sosial dan ekonomi bagi semua individu. Sistem kasta Hindu di Indonesia adalah adaptasi dari sistem kasta India yang mencakup empat varna utama: Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra, dengan perubahan lokal seperti ketiadaan kasta kelima. Kasta mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan upacara adat, dengan Brahmana dan Ksatria memiliki posisi yang lebih menguntungkan dibandingkan Sudra. Meskipun sistem kasta di Indonesia tidak seketat di India, ia tetap mempengaruhi mobilitas sosial dengan membatasi akses individu terhadap peluang sosial, ekonomi, dan pendidikan. Penelitian mengenai dampak sistem kasta menunjukkan bahwa meskipun ada peluang untuk mobilitas struktural, batasan kasta tetap berperan dalam menentukan akses dan kesempatan.

Page 66 of 142 | Total Record : 1414