cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 314 Documents
Lingkungan Sekolah dan Dukungan Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Didit Darmawan; Erni Wijayanti
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.5484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi nilai-nilai disiplin dalam lingkungan sekolah dan mengidentifikasi bentuk-bentuk dukungan orang tua yang memperkuat nilai-nilai tersebut, serta untuk meneliti sinergi antara kedua lingkungan tersebut dalam membentuk karakter siswa. Dengan menggunakan metode tinjauan pustaka kualitatif dengan analisis isi, penelitian ini mensintesis literatur akademis yang diterbitkan hingga tahun 2025. Temuan menunjukkan bahwa sekolah membangun nilai-nilai disiplin melalui aturan formal, peran guru sebagai teladan, sistem penghargaan dan konsekuensi, pengaturan lingkungan fisik, ritual sekolah, kurikulum tersembunyi, dan budaya institusional. Dukungan orang tua terwujud melalui pola pengasuhan otoritatif, rutinitas yang konsisten, teladan sehari-hari, komunikasi terbuka tentang pengalaman sekolah, keterlibatan aktif dalam kegiatan sekolah, pengawasan media dan interaksi teman sebaya, serta menciptakan lingkungan rumah yang kondusif. Sinergi optimal terjadi ketika konsistensi nilai dipertahankan antara sekolah dan rumah, komunikasi orang tua-guru berlangsung secara teratur, dan kemitraan aktif dikembangkan dalam merumuskan pendekatan pendidikan karakter. Koherensi ini mencegah kebingungan normatif siswa dan mempercepat internalisasi disiplin sebagai bagian integral dari identitas mereka. Studi ini menyiratkan perlunya sekolah merancang program pembentukan karakter yang sistematis dan perlunya orang tua menyadari peran penting mereka sebagai pendidik utama dalam kemitraan dengan sekolah.
Evaluasi Pembelajaran PAI Berbasis Nilai- Nilai Islam Ibnu Fauzi; Nurfuadi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.5491

Abstract

Pendidikan Agama Islam atau PAI merupakan mata pelajaran sangat krusial dan penting, dan harus terus dikembangkan dan ditingkatkan. Meningkatkan dan mengembangkan PAI adalah melalui evaluasi pembelajaran, evaluasi sendiri menajadi satu kesatuan dengan kurikulum yang berlaku, karena evaluasi sendiri bagaian dari kurikulum. Kemudian selaian evaluasi yang berlaku beriringan dengan kurikulum yang berlaku, peneliti mencoba menelaah jika evaluasi itu dengan sesuai nilai- nilai Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitataif deskriptif, dan peneliti menggunakan pendekatan studi pustaka atau libary scearch, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur berupa artikel ilmiah dan buku. Peneliti mendapatkan hasil bawasannya evaluasi pembelajaran berbasis nilai- nilai Islam mengedepankan pada perkembengan spiritual, moral, dan sosial antara siswa dan guru, evaluasi dalam Islam di sebut dengan al-muhasabah(intropeksi). Dalam bermuhasabah terdapat tiga fungsi yakni sebagai kesadaran diri, sebagai menghitung sendiri, dan sebagai mengoreksi sendiri. Dan peneliti mencoba mengintegrasikan pada evaluasi pembelajaran PAI, dan diperoleh hasil : Guru bukan hanya mengajar tapi menjadi contoh suri tauldan bagi siswa, setiap siswa yang berperilaku buruk diberi hukuman mendidik untuk memberi kesadaran, dan guru merenungi apa yang membuat siswanya menjadi demikian, serta memberikan catatan kepada siswa setiap pembagian nilai apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan.
Analisis Penggunaan Media Video Interaktif dalam Pembelajaran PAI: A Systematic Literature Review Ainah, Linda Nur; Ingtia Juli Wantari; Ahmad Ainur Rofiq
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.5493

Abstract

Media video interaktif merupakan teknologi pembelajaran inovatif yang memungkinkan peserta didik untuk terlibat aktif dengan konten melalui elemen yang dapat diklik, skenario bercabang, dan kuis yang disematkan. Penelitian ini menganalisis penggunaan media video interaktif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah-sekolah Indonesia. Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan mengkaji 25 artikel peer-reviewed yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2025, bersumber dari jurnal nasional berindeks Sinta dan jurnal internasional berindeks Scopus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video interaktif secara signifikan meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Integrasi platform seperti EdPuzzle, H5P, dan fitur interaktif YouTube memberikan kesempatan belajar mandiri dan umpan balik segera kepada siswa. Selain itu, video interaktif mendorong pemikiran kritis dan pemahaman konseptual yang lebih mendalam mengenai nilai-nilai dan praktik keislaman. Guru melaporkan dinamika kelas yang lebih baik dan berkurangnya pola instruksi satu arah yang bersifat didaktik. Meskipun memberikan manfaat, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi di kalangan pendidik, dan ketidakstabilan konektivitas internet masih menjadi hambatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi media video interaktif secara strategis, didukung oleh pelatihan guru yang komprehensif dan kebijakan institusional, sangat diperlukan untuk memodernisasi pembelajaran PAI di era digital.
Beyond Binary Opposition: Reconfiguring Islamic Responses to Western Modernity through Resistance, Adaptation, and Post-Secular Synthesis Musonif, Irfan; Muhamad Ibnu Athoillah; Binti Khuzaemah; Syifa Salsabila; Kholid Mawardi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.5524

Abstract

The relationship between Islam and Western modernity has frequently been framed within a binary opposition between acceptance and rejection, limiting a nuanced understanding of its complexity. This study reconceptualizes Islamic responses as a dynamic and processual configuration encompassing resistance, adaptation, and post-secular synthesis. Employing a qualitative interpretive approach, this research utilizes reflexive thematic analysis of contemporary academic literature (2020-2025) to identify latent patterns in the discourse on Islam and modernity. The findings indicate that resistance operates as an epistemological critique of Western modernity, while adaptation reflects selective and strategic engagement with modern institutional and technological structures. More significantly, the study identifies an emergent post-secular synthesis in which Islamic values and modern rationality are integrated, generating hybrid epistemic and socio-cultural formations. Unlike prior studies that examine Islamic responses in fragmented domains, this research integrates ideological, institutional, and epistemological dimensions within a unified analytical framework. In doing so, it bridges modernization theory, multiple modernities, and post-secularism into a coherent conceptual model. The study contributes by shifting the analytical paradigm from binary categorization to a dialectical and process-oriented perspective. These findings provide a theoretical foundation for future empirical research to examine how such configurations manifest across diverse socio-cultural contexts.
Transformasi Pembelajaran Akidah: Dari Konvensional ke Digital Learning di Era Society 5.0 Fiza, Nur; Eva Dwi Friana; Fibri Melani; Paninggoran; Said Najibul Hariri; Swi Wahyuni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.5555

Abstract

Pergeseran pembelajaran Aqidah dari metode tradisional ke pendekatan berbasis digital telah menjadi tak terhindarkan di era Masyarakat 5.0, yang menekankan integrasi teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan. Studi ini bertujuan untuk meneliti proses transformasi, serta tantangan dan peluang yang terkait dengan pembelajaran Aqidah digital. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dengan memanfaatkan tinjauan pustaka dan analisis studi relevan dalam pendidikan Islam dan pembelajaran digital. Temuan menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pembelajaran Aqidah meningkatkan partisipasi siswa, memperluas akses, dan menawarkan fleksibilitas yang lebih besar melalui media interaktif, platform daring, dan sumber daya multimedia. Meskipun demikian, isu-isu seperti rendahnya literasi digital, akses yang tidak merata terhadap teknologi, dan risiko pemahaman yang dangkal tetap menjadi tantangan yang signifikan. Selain itu, mengintegrasikan pembelajaran berorientasi nilai dengan alat digital mengharuskan pendidik untuk berinovasi dalam strategi pedagogis sambil tetap menjaga prinsip-prinsip inti Aqidah. Dapat disimpulkan bahwa transformasi digital dalam pembelajaran Aqidah diperlukan dan menguntungkan, selama diimbangi dengan penguatan nilai-nilai spiritual dan moral.
Peran Manajemen Humas Dalam Meningkatkan Layanan Publik Di Lembaga Pendidikan Islam Nelly Agustin; Hoirotun Mufida; M Lukma Al Hakim; Najwa Magfira; Adam Saleh
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5583

Abstract

Manajemen humas memegang peranan strategis dalam mendukung peningkatan mutu layanan publik di lembaga pendidikan Islam. Humas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga berperan sebagai pengelola komunikasi yang menjembatani hubungan antara lembaga dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran manajemen humas dalam meningkatkan kualitas layanan publik di lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan berupa studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan humas yang baik mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperkuat citra positif lembaga, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu, penerapan strategi komunikasi yang efektif, transparansi informasi, serta pemanfaatan media menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan fungsi humas. Oleh karena itu, manajemen humas yang optimal dapat menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas layanan publik di lembaga pendidikan Islam.
Pemanfaatan ChatGPT Sebagai Media Digital Pembelajaran Mandiri Pendidikan Agama Islam oleh Mahasiswa PAI Universitas Negeri Padang Nabila Ramadhani; M. Yemmardotillah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5589

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh maraknya penggunaan teknologi kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, oleh mahasiswa PAI di Universitas Negeri Padang untuk menunjang pembelajaran mandiri, sementara kajian tentang alasan pemilihan serta fungsi ChatGPT dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menjelaskan alasan pemilihan ChatGPT, bentuk pemanfaatannya, serta kelebihan dan keterbatasannya. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada mahasiswa angkatan 2023. Pertama, melakukan observasi awal penggunaan ChatGPT oleh mahasiswa PAI UNP. Kemudian, mewawancarai mahasiswa terkait pemanfaatan ChatGPT sebagai media pembelajaran. Dokumentasi tugas dan percakapan mahaisswa dengan ChatGPT sebagai dokumen yang menguatkan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT dipilih karena mudah diakses, respons cepat, dan mampu menyederhanakan materi PAI yang kompleks; dimanfaatkan untuk mencari referensi, meringkas materi, memahami konsep, dan membantu penyelesaian tugas. Meskipun mendukung kemandirian belajar, penggunaannya memiliki keterbatasan berupa potensi ketergantungan dan perlunya verifikasi informasi dari sumber ilmiah terpercaya.
Penerapan Penggunaan Media SMART TV Program Pemerintah di Sekolah Dasar: Media interaktif untuk mengembangkan keterampilan dan kreatifitas siswa di SDN 01 Bandarsari Zahara; Resti Noviyanti; Witda Apriliya; Witdi Apriliya
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5592

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan mendorong pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi seperti Smart TV sebagai bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan penggunaan media Smart TV dalam pembelajaran serta dampaknya terhadap keterampilan, kreativitas, dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologis melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa di SDN 01 Bandarsari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Smart TV mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, meningkatkan keterlibatan siswa, serta memperluas pemahaman melalui penyajian materi visual dan audiovisual. Namun demikian, implementasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan jaringan internet, kurangnya pelatihan guru, dan minimnya jumlah perangkat yang tersedia. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan infrastruktur dan peningkatan kompetensi guru agar pemanfaatan Smart TV dapat berjalan secara optimal sebagai media pembelajaran inovatif di sekolah dasar
Implementasi Perencanaan Strategi Digital Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di Pesantren Asroza, I.S; Yusnaini
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5637

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah praktik pendidikan, termasuk di pesantren, yang perlu mengintegrasikan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman dan tradisi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi perencanaan strategi digital dalam meningkatkan mutu pembelajaran di pesantren. Fokus penelitian meliputi identifikasi komponen perencanaan strategi, proses implementasi, dampak terhadap hasil belajar, serta tantangan yang dihadapi pesantren dalam pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif penelitian pustaka, dengan menganalisis data sekunder dari buku, artikel ilmiah, dan kajian konseptual terkait strategi digital, mutu pembelajaran, dan pendidikan pesantren. Data diklasifikasikan secara sistematis ke dalam tema utama, termasuk perencanaan strategi, implementasi, mutu pembelajaran, dan tantangan kelembagaan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mensintesis pemahaman yang komprehensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa perencanaan strategi digital yang efektif di pesantren harus bersifat sistematis, kontekstual, dan selaras dengan kurikulum serta nilai kelembagaan. Strategi yang diimplementasikan dengan baik meningkatkan efektivitas pembelajaran, keterlibatan santri, akses terhadap sumber belajar yang beragam, serta kompetensi pendidik. Namun, terdapat tantangan berupa keterbatasan perencanaan, perbedaan kompetensi digital pendidik, keterbatasan infrastruktur, dan kekhawatiran terhadap dampak teknologi pada tradisi pesantren. Kesimpulannya, perencanaan strategi digital yang terstruktur menjadi mekanisme penting untuk memastikan pemanfaatan teknologi berjalan proporsional dan konsisten, mendukung tujuan pembelajaran sambil menjaga identitas pesantren. Strategi digital bukan sekadar respons terhadap kemajuan teknologi, tetapi menjadi bagian integral dari pengembangan pendidikan pesantren yang berkelanjutan, meningkatkan mutu pembelajaran, dan mendorong adaptasi terhadap tuntutan pendidikan modern.
Implementasi Metode Outing Class dalam Meningkatkan Motivasi Menghafal Al-Qur'an Santri RTQ Darussunnah Padang Nengsi, Fitra; Halomoan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5664

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi metode Outing Class dalam meningkatkan motivasi menghafal Al-Qur'an santri RTQ Darussunnah Padang. Latar belakang penelitian adalah rendahnya motivasi intrinsik santri akibat kelelahan fisik pasca sekolah formal, kejenuhan belajar di kelas, dan minimnya inisiatif mandiri dalam muraja'ah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses perencanaan dan pelaksanaan, bentuk-bentuk implementasi, serta dampak metode Outing Class terhadap motivasi menghafal santri. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif aktif, wawancara mendalam, dan dokumentasi dari 20 informan yang terdiri atas kepala RTQ, 2 ustadzah, 13 santri, dan 4 orang tua, dilaksanakan selama Januari hingga Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Outing Class dilakukan secara terstruktur dalam rentang 2–3 minggu melalui koordinasi ustadzah, survei lokasi, dan pemberitahuan orang tua. Implementasi terwujud dalam dua bentuk: Outing Class di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang unggul dalam konsentrasi dan pencapaian hafalan, serta di Pantai Ujung Batu Tabing yang unggul dalam antusiasme dan pengalaman tadabbur alam. Keduanya terbukti memberikan dampak positif signifikan berupa peningkatan semangat, kuantitas setoran hafalan, kehadiran, motivasi intrinsik, perubahan pada santri yang sebelumnya pasif, serta keterjagaan semangat setelah kegiatan. Penelitian ini merekomendasikan agar metode Outing Class diterapkan secara rutin dengan memprioritaskan lokasi yang bernilai spiritual tinggi.