cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 479 Documents
Pengaruh kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an terhadap Resiliensi akademik Silvi Gusdianto; Sulaiman
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5872

Abstract

TPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tekanan akademik yang dihadapi siswa kelas XII yang menuntut adanya kemampuan resiliensi akademik. Kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an diduga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi ketahanan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an terhadap resiliensi akademik siswa kelas XII SMAN 1 Junjung Sirih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMAN 1 Junjung Sirih yang berjumlah 156 siswa, dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuesioner) dan dokumentasi. Analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis menggunakan korelasi product moment dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kegiatan ekstrakurikuler tahfidz tidak berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai signifikansi sebesar 0,458 (>0,05). Sementara itu, motivasi menghafal Al-Qur’an berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,624. Secara simultan, kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai F hitung sebesar 58,009 dan signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,431 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 43,1% terhadap resiliensi akademik, sedangkan 56,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, motivasi menghafal Al-Qur’an menjadi faktor dominan dalam meningkatkan resiliensi akademik siswa, sedangkan kegiatan ekstrakurikuler tahfidz tidak memberikan pengaruh signifikan secara langsung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan program ekstrakurikuler berbasis keagamaan guna meningkatkan ketahanan akademik siswa
Periodisasi Sejarah Pendidikan Islam: Dari Masa Kenabian hingga Era Kontemporer Ikram Humaidi; Nurul Anisa; Putri Mahadewi Br Regar; Ahmad Gandhi; Aila Risna Azzura; Anggun Wiranda Ningrum; Aulia Dwi Putri; Muhammad Gilang Ramadhan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis periodisasi sejarah pendidikan Islam dari masa kenabian hingga era kontemporer serta mengidentifikasi karakteristik, dinamika, dan transformasi yang terjadi pada setiap periode. Pendidikan Islam dipandang sebagai elemen fundamental dalam pembentukan peradaban yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak, spiritualitas, dan karakter manusia secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, baik dari jurnal bereputasi, buku akademik, maupun literatur klasik. Proses analisis dilakukan melalui teknik content analysis dan sintesis komparatif untuk mengkaji perkembangan pendidikan Islam dalam berbagai fase sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa kenabian, pendidikan Islam bersifat informal dan berfokus pada pembinaan akhlak dan keimanan. Pada masa Khulafaur Rasyidin hingga dinasti Islam, pendidikan berkembang secara lebih sistematis dengan munculnya lembaga-lembaga formal dan integrasi berbagai disiplin ilmu. Sementara itu, era kontemporer ditandai oleh upaya modernisasi, integrasi ilmu agama dan sains, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan globalisasi. Kesimpulannya, pendidikan Islam mengalami transformasi dinamis yang dipengaruhi oleh konteks sosial, politik, dan budaya, namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai fundamental Islam. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman historis sebagai dasar pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan berkelanjutan.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar: Systematic Literature Review Seni Putri
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5910

Abstract

Literasi membaca merupakan kemampuan dasar yang penting bagi siswa sekolah dasar karena menjadi fondasi keberhasilan belajar. Namun, capaian literasi membaca siswa Indonesia masih rendah sehingga diperlukan strategi guru yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi guru dalam meningkatkan literasi membaca siswa sekolah dasar, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta memetakan kecenderungan penelitian periode 2022 hingga 2026. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA. Data diperoleh dari Garuda, Google Scholar, Scopus, dan SINTA. Dari 250 artikel yang ditemukan, sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan tiga kelompok strategi utama, yaitu pembiasaan dan rutinitas membaca, pemanfaatan media dan teknologi, serta interaksi dialogis dan pembimbingan individual. Strategi seperti membaca 15 menit, media komik, dialogic reading, dan extensive reading terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca. Faktor pendukung meliputi kualitas guru, media pembelajaran, serta dukungan keluarga dan sekolah. Faktor penghambat mencakup rendahnya motivasi siswa, keterbatasan sarana, kesenjangan sosial-ekonomi, dan gangguan eksternal seperti pandemi. Penelitian juga menunjukkan pergeseran dari pendekatan teknis menuju pembelajaran yang lebih holistik, student-centered, dan context-responsive. Disimpulkan bahwa peningkatan literasi membaca memerlukan strategi terpadu serta kolaborasi guru, sekolah, dan keluarga.
Integrasi Nilai Amanah dan Profesionalitas dalam Manajemen Pendidikan Modern: Perspektif Islam dan Sains Reni Jasmita; Paizah; Are Devari; Ahmad Jamin; Oki Mitra
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5974

Abstract

Integrasi nilai amanah dan profesionalitas pendidikan merupakan upaya memadukan etika Islam dengan prinsip manajemen ilmiah guna menciptakan tata kelola pendidikan yang akuntabel, efektif, dan berintegritas. Permasalahan penelitian ini ialah belum optimalnya penerapan tanggung jawab, rendahnya transparansi dalam pengelolaan lembaga, serta lemahnya implementasi prinsip profesionalitas dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai amanah dan profesionalitas, mengkaji kontribusi perspektif Islam dan sains dalam penguatan tata kelola pendidikan, serta merumuskan model implementasi kedua nilai tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang dilaksanakan di SMP Negeri 27 Kerinci. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai amanah dan profesionalitas berperan strategis dalam menciptakan sistem pengelolaan pendidikan yang efektif, berintegritas, dan berorientasi pada mutu. Perspektif Islam memberikan landasan etika, sedangkan pendekatan ilmiah menyediakan metode implementasi kebijakan yang sistematis. Implementasi dilakukan melalui internalisasi nilai dalam visi, misi, budaya organisasi, penguatan kepemimpinan, pengembangan kompetensi SDM, akuntabilitas, evaluasi kinerja, pengawasan, serta penguatan budaya organisasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai amanah dan profesionalitas mampu meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan serta memperkuat tata kelola lembaga secara berkelanjutan
Efektivitas Metode Keteladanan (Uswah Hasanah) dan Pendekatan Dialogis Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Siswa Bermasalah Kelas X Heni Anggraini Anggraini; Siti Dian Nurfitri; Firda Audina Manih Tada; Brilliant Leony Syavira
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.3489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode keteladanan (uswah hasanah) dan pendekatan dialogis yang diterapkan oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan akhlak siswa bermasalah kelas X di MA Pembangunan UIN Jakarta. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peran Guru PAI tidak hanya sebagai pengajar materi keagamaan, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan spiritual dalam membentuk karakter dan akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah Guru PAI sekaligus wali kelas, sedangkan objek penelitian meliputi peran guru, bentuk pembinaan akhlak, pendekatan bimbingan, serta dampak pembinaan terhadap perilaku siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PAI berperan aktif dalam membimbing siswa melalui pembiasaan kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, salat dhuha dan dzuhur berjamaah, serta pemberian kultum. Metode keteladanan diterapkan secara konsisten melalui sikap, tutur kata, dan perilaku guru yang menjadi contoh langsung bagi siswa. Selain itu, pendekatan personal dan dialogis digunakan untuk membangun kedekatan emosional, sehingga siswa merasa nyaman dan terbuka dalam menerima bimbingan. Pembinaan akhlak juga didukung oleh kerja sama antara Guru PAI, Guru BK, dan wali kelas dalam menangani siswa bermasalah secara terpadu. Dampak dari bimbingan tersebut terlihat pada perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif, seperti meningkatnya kesopanan, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan ketaatan dalam beribadah. Dengan demikian, metode keteladanan dan pendekatan dialogis terbukti efektif dalam pembinaan akhlak siswa bermasalah di sekolah.
Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Multikultural Berbasis Kearifan Lokal Di MTs Negeri 4 Mandailing Natal Nuriza Acela; Zainal Effendi Hasibuan; Muhammad Darwis Dasopang
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) multikultural berbasis nilai lokal Mandailing di MTs Negeri 4 Mandailing Natal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada aspek teoritis dan kurang mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran kurang kontekstual dan belum optimal dalam membangun karakter toleransi, kerja sama, serta penghormatan terhadap keberagaman peserta didik. Oleh sebab itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu menghubungkan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal masyarakat Mandailing. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket, dan validasi ahli. Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik MTs Negeri 4 Mandailing Natal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Pendidikan Agama Islam multikultural berbasis nilai lokal Mandailing dinilai layak dan efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Integrasi nilai budaya lokal seperti dalihan na tolu, marsialap ari, gotong royong, dan musyawarah mampu meningkatkan aktivitas belajar, partisipasi peserta didik, sikap toleransi, kerja sama, serta penghormatan terhadap keberagaman. Selain itu, model pembelajaran yang dikembangkan juga membantu peserta didik memahami hubungan antara ajaran Islam dengan kehidupan sosial budaya masyarakat Mandailing secara lebih kontekstual. Dengan demikian, model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di madrasah berbasis budaya lokal dan pendidikan multikultural.
Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Pada Masa Klasik Islam Ikram Humaidi; Mudhiatun Nuriyah; Feny Nursyahira; Annisa Nuri Amelia; Tiara Kasih; Veni Munawaroh; Angghi Surya Ramadhan; Jasma Hendra
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6239

Abstract

Masjid selain untuk sarana beribadah, juga di manfaatkan sebagai lembaga pendidikan Islam pada masa klasik Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan masjid pada masa klasik Islam, pendidikan di masjid pada masa klasik Islam dan bagaimana sistem pendidikan pada saat itu. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang berbasis data akademik. Data di kumpulkan melalui penelusuran 15 referensi yang berupa jurnal, kemudian di analisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan masjid pada masa klasik Islam dimulai sejak nambi Muhammad meninggalkan mekkah dan hijrah ke Madinah. Masjid pertama yang di bangun adalah Masjid Quba dan Masjid Nabawi. Selain itu, studi ilmiah menunjukkan bahwa sebelum masjid di bangun, kegiatan pendidikan di lakukan di rumah-rumah. Sementara itu, sistem pendidikan di masjid pada masa klasik Islam menggunakan beberapa metode seperti Suffah dan Kuttab, pendekatan istima’, tahfidz, talaqqi, serta diskusi dan ceramah. Selain itu, sistem halaqah juga menjadi ciri khas dalam pembelajaran yang menekankan interaksi secara langsung antara murid dan guru. Materi pendidikan yang berkembang pada masa itu selain pendidikan Islam juga mencakup aspek sosial, hukum, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat.
Sistem Pendidikan Di Universitas Al-Azhar Dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Islam Ikram Humaidi; Taqia Mafaza; Lina Febrianti; Era Frantika Sari; Nur Aisya Ramadania; Hafiezatul Hasanah; Anita Sawitri; Dita Wahyulia
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pendidikan yang diterapkan di Universitas Al-Azhar serta mengkaji pengaruhnya terhadap dunia Islam. Metode yang digunakan adalah literature review sistematis dengan menganalisis 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dari Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Azhar menerapkan sistem pendidikan integratif yang menggabungkan ilmu agama (ulum al-din) dan ilmu umum. Metode pembelajaran seperti halaqah dan diskusi mendorong pemahaman mendalam serta kemampuan berpikir kritis. Selain itu, Al-Azhar berperan penting dalam menyebarkan nilai Islam moderat (wasathiyah), menangkal radikalisme, serta memengaruhi sistem pendidikan Islam di berbagai negara, termasuk Asia Tenggara. Meskipun menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, Al-Azhar tetap mampu beradaptasi tanpa meninggalkan tradisi keilmuannya. Dengan demikian, Al-Azhar tetap menjadi rujukan utama dalam perkembangan pendidikan dan pemikiran Islam kontemporer.
Penanaman Nilai Karakter melalui Kegiatan Tadabbur Alam pada Anak Usia Dini: (Studi Kasus di RA Sunan Ampel 02) Nur Hana Azizah; Alif Mudiono; Eny Nur Aisyah; Revia Ningrum
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6241

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menyelidiki implementasi kegiatan tadabbur alam dalam memperkuat nilai-nilai karakter di kalangan peserta didik usia dini di RA Sunan Ampel 02. Metode kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik diterapkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara guru, dan dokumentasi, kemudian diinterpretasikan menggunakan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, dengan teknik triangulasi yang digunakan untuk menjaga validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tadabbur alam telah rutin dilaksanakan sebelum shalat Dhuha dan diintegrasikan ke dalam program pembelajaran tematik. Selama kegiatan ini, lingkungan alam sekitar secara aktif dieksplorasi dan diamati oleh anak-anak, sehingga meningkatkan rasa ingin tahu dan partisipasi dalam proses pembelajaran. Pengembangan nilai-nilai keagamaan, rasa syukur, kesadaran lingkungan, disiplin, dan tanggung jawab juga didukung melalui pengalaman-pengalaman ini. Selain itu, pengalaman belajar yang lebih bermakna diperoleh anak-anak melalui pendekatan pembelajaran eksperiensial dan kontekstual yang melibatkan interaksi langsung dengan alam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tadabbur alam dapat dimanfaatkan sebagai strategi alternatif untuk pendidikan karakter di lingkungan pendidikan anak usia dini.
Analisis Dampak Kurikulum Merdeka Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Pembelajaran Sejarah Di Sma Negeri 1 Gemolong Fani Mariesa Rahman; Leo Agung Sutimin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru sejarah mengenai kompetensi pedagogik dalam konteks penerapan kurikulum merdeka, menganalisis implementasi kompetensi pedagogik dalam pembelajaran sejarah, serta mengkaji dampak penerapan kurikulum merdeka terhadap kompetensi pedagogik guru di SMA Negeri 1 Gemolong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta subjek yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap kompetensi pedagogik dalam kurikulum merdeka tergolong baik, terutama dalam memahami karakteristik peserta didik dan penerapan pembelajaran berpusat pada siswa. Implementasi kompetensi pedagogik tercermin dalam perancangan pembelajaran yang fleksibel, penggunaan metode diskusi, serta pemberian ruang kebebasan kepada peserta didik dalam proses belajar. Namun demikian, masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya, antara lain kesulitan dalam penyusunan modul ajar pada awal peralihan kurikulum lama ke kurikulum merdeka, keterbatasan pemahaman teknis terkait kurikulum, serta minimnya sosialisasi pada tahap awal penerapan. Penerapan kurikulum merdeka berdampak pada peningkatan kreativitas guru dalam mengajar dan keterlibatan peserta didik, meskipun masih diperlukan proses adaptasi terhadap perubahan kurikulum.