cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS" : 21 Documents clear
HUBUNGAN STRES DENGAN SLEEP PARALYSIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Lay, Valleryano; Noer Saelan Tadjudin
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.28020

Abstract

Pendahuluan Seorang mahasiswa memang tidak terlepas dari stres dalam kegiatan belajarnya. Hal ini berdampak negatif terhadap kualitas tidur mahasiswa yang dapat menyebabkan berbagai gangguan tidur, termasuk sleep paralysis. Sleep paralysis merupakan keadaan seseorang yang mendapatkan kembali kesadaran saat tertidur tanpa kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh, dan biasanya disertai dengan halusinasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat adakah hubungan antara sleep paralysis dengan stres pada mahasiswa FK Universitas Tarumanagara. Metodologi pada penelitian dirancang secara cross-sectional untuk penelitian analitik, dan akan dilakukan pada 185 responden mahasiswa fakultas kedokteran dan diambil secara random sampling. Pada penelitian ini, Data akan dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS dengan uji chi square. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa 7 pertanyaan terkait DASS 21, dan 8 pertanyaan mengenai sleep paralysis dari penelitian sebelumnya. Hasil pada penelitian ini didapatkan jumlah responden laki-laki sebanyak 46 responden, dan perempuan sebanyak 139 responden. Pada penelitian ini diperoleh sebanyak 104 (56,2%) responden mengalami stres, dan sebanyak 81 (43,8%) responden tidak mengalami stres. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 134 (72,4%) responden mengalami sleep paralysis, dan sebanyak 51 (27,6%) responden tidak mengalami sleep paralysis. Hasil penelitian ini mendapatkan adanya hubungan yang bermakna antara stres dengan sleep paralysis pada mahasiswa FK Universitas Tarumanagara, dengan hasil uji statistik diperoleh p value (0,001) < 0,05.
PROFIL PEMANFAATAN TEMULAWAK (CURCUMA ZANTHORRHIZA) UNTUK MENJAGA KESEHATAN LAMBUNG PADA MASYARAKAT DI CITRA RAYA 2023 Talentia, Jennifer; Yunita, Fenny
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.28112

Abstract

Temulawak adalah salah satu tanaman asli Indonesia dari genus Curcuma, famili Zingiberaceae yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional di Indonesia, dan nama latinnya Curcuma zanthorrhiza. Kawasan Citra Raya terletak di Provinsi Banten, merupakan salah satu provinsi dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Banyak masyarakat telah mempercayai temulawak sebagai obat herbal karena berkhasiat bagi tubuh, diantaranya berupa zat antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan. Dikarenakan kehidupan masyarakat di daerah ini masih banyak yang berasal dari alam, seperti air yang digunakannya masih berasal dari sungai sehingga menjadi rentan untuk terinfeksi penyakit gastritis akibat bakteri Helicobacter pylori. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui jumlah masyarakat yang menggunakan temulawak terutama dalam mengatasi masalah kesehatan lambung. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dilakukan dengan desain cross sectional dan consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada masyarakat di kawasan Citra Raya dengan menggunakan kuesioner, karakteristik subjek terdiri dari 36 orang laki-laki dan 44 orang perempuan dengan usia mayoritas masyarakat berada di rentang 21-30 tahun. Temulawak digunakan masyarakat di kawasan Citra Raya dengan tingkat penggunaan untuk mengatasi masalah pencernaan (38,75%), mendukung sistem kekebalan tubuh (37,5%), meredakan nyeri (13,75%), masalah pada kulit (7,5%), dan peradangan (2,5%). Mayoritas masyarakat yaitu sebanyak 98,75% merekomendasikan temulawak kepada orang lain karena manfaatnya sebagai pengobatan ataupun nutrisi. Penting untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan instrumen penelitian yang lebih baik kualitasnya agar dapat mengetahui potensi temulawak sebagai obat herbal untuk kesehatan lambung.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN ANGKATAN 2020 UNIVERSITAS TARUMANAGARA MENGENAI TEST PCR Annisa, Annisa Novia Hakiem; Linda Sulistiani Budiarso
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.28513

Abstract

Pendahuluan : Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) telah menjadi metode pemeriksaan yang dominan selama pandemi COVID-19, digunakan untuk mendiagnosis infeksi SARS- CoV-2 dan memastikan hasil tes serologi. Keputusan Menteri Kesehatan RI menetapkan COVID-19 sebagai jenis penyakit yang dapat menimbulkan wabah, mengindikasikan urgensi pencegahan penularan. Namun, tantangan muncul dalam manajemen pengetahuan mengenai COVID-19, di mana informasi yang konsisten dan akurat tidak selalu terjamin, memicu perluasan pengetahuan. Metode : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 tentang efektivitas tes PCR dalam mendeteksi COVID-19. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang menilai pemahaman mahasiswa terhadap PCR dan penggunaannya dalam memutus rantai penyebaran virus. Hasil : Hasil survei menunjukkan sejumlah faktor yang mempengaruhi pemahaman mahasiswa, yaitu tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 tentang efektivitas test PCR dan ketepatan hasil tes. Meskipun demikian, ada keengganan di kalangan mahasiswa untuk menjalani tes PCR, terutama terkait biaya yang dianggap tinggi. Diskusi: Penelitian ini mencerminkan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap PCR dalam menghadapi pandemi COVID-19. Faktor-faktor Tingkat Pengetahuan tes PCR dan ketepatan hasil tes memiliki dampak positif. Namun, kendala finansial menjadi hambatan utama dalam partisipasi mahasiswa. Kesimpulan dari penelitian ini dapat memberikan wawasan mengenai perluasan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terhadap tes PCR serta faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan mereka untuk mengikuti tes tersebut. Kesimpulan: Penelitian ini menggambarkan kompleksitas pengetahuan mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 terkait tes PCR dalam konteks pandemi COVID-19. Faktor-faktor tertentu mempengaruhi pemahaman dan partisipasi mahasiswa dan hasil ini dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan terkait tes PCR di masa mendatang.
Hubungan Antara Status Gizi Dengan Prestasi Akademik Siswa SDN Gedong 10 Pagi Jakarta Timur Periode Januari - April 2024 Asri, Deviana; Rakhmi Mantu, Melani
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.31061

Abstract

Status gizi adalah keseimbangan yang diperoleh dari asupan nutrisi dan kebutuhan nutrisi setiap individu untuk mempertahankan cadangan dan mengkompensasi kehilangan dalam tubuh. Status gizi setiap individu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor lingkungan dan tempat tinggal, asupan gizi dan infeksi penyakit. Nutrisi yang tidak memadai berdampak kepada status gizi kurang pada anak yang dimana dapat memperlambat perkembangan fisik dan neurokognitif, namun jika nutrisi yang didapatkan seorang anak memadai maka perkembangan yang didapatkan akan optimal. Berdasarkan penelitian pada tahun 2013, status gizi anak usia sekolah yaitu antara 5 hingga 12 tahun memiliki gambaran yang beragam. Terdapat 4,4% laki-laki dan 3,5% perempuan yang mengalami status gizi sangat kurus, 7,7% laki-laki dan 6,7% perempuan memiliki status gizi kurus, sedangkan 10,8% laki-laki dan 10,7% perempuan mengalami status gizi gemuk serta 9,7% laki-laki dan 6,6% perempuan mengalami status gizi obesitas. Penelitian ini menyelidiki hubungan antara status gizi dengan prestasi akademik siswa. Sebanyak 295 siswa SDN Gedong 10 Pagi Jakarta Timur memenuhi kriteria yang diperlukan dalam penelitian ini dan mengikuti proses pengukuran berat badan serta tinggi badan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis chi-square dan didapatkan hasil tidak ditemukannya hubungan antara status gizi dengan prestasi akademik siswa baik pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (p = 0,437), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (p = 591), Bahasa Indonesia (p = 0,900) dan Matematika (p = 0,979). Penelitian ini perlu dilakukan lebih lanjut dengan mempertimbangkan penambahan variabel faktor internal dan eksternal lainnya yang dimana dapat mempengaruhi prestasi akademik siswa.
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN INDEKS PRESTASI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2021 DAN 2022 Ilham, Sheira Aulia Putri Rammadani; Oentarini Tjandra
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.31758

Abstract

Ketakutan yang disebabkan oleh bahaya yang dirasakan, baik dari luar maupun dari dalam, dikenal sebagai kecemasan. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah rerata nilai akhir dari seluruh Indeks Prestasi (IP) yang merupakan hasil proses belajar selama beberapa semester perkuliahan. Mahasiswa kedokteran lebih rentan mengalami gangguan kecemasan terkait hasil belajar karena tingkat stres mereka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan siswa di mata kuliah lain yang merupakan salah satu faktor penyebab mengapa mahasiswa kedokteran lebih rentan mengalami kecemasan terhadap IPK. Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah ada hubungan antara kecemasan terhadap IPK mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angakatan 2021 dan 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan studi potong lintang pada 250 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angakatan 2021 dan 2022. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner Beck Anxiety Inventory yang telah tervalidasi dan dianalisis dengan uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan IPK sangat baik pada 143 (57,2%) orang dan IPK baik pada 107 (42,8%) orang. Didapatkan juga tingkat kecemasan berat-sangat berat pada 119 dari 204 orang (58,3%) yang memiliki IPK sangat baik, sementara 24 dari 204 orang yang memiliki IPK sangat baik mengalami kecemasan ringan-sedang dengan p = 0,446 (p>0,05) dan rr = 0,828. Kesimpulan, tidak terdapat hubungan signifikan antara kecemasan dengan indeks prestasi kumulatif pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021 dan 2022. Kata Kunci: kecemasan, indeks prestasi kumulatif, mahasiswa fakultas kedokteran
HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2022 Alam, Nanda Syah; Evi
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32065

Abstract

Kesehatan mental merupakan suatu kondisi emosional dan psikologis yang baik, dimana tiap individu dapat memanfaatkan kemampuan kognisi maupun emosi dan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari- hari. Kesehatan mental memiliki pengaruh terhadap kegiatan belajar mahasiswa kedokteran, penurunan kesehatan mental dapat berdampak pada hasil belajar yang ditunjukan dalam bentuk Indeks Prestasi Mahasiswa (IPK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kesehatan mental terhadap prestasi belajar mahasiswa kedokteran angkatan 2022 di Universitas Tarumanagara. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Data penelitian kemudian diolah menggunakan teknik quota sampling. Hasil dari 176 responden yang diteliti, 93 di antaranya memiliki IPK yang baik dan kesehatan mental yang baik, sementara 5 mahasiswa memiliki IPK kurang baik dan kesehatan mental yang buruk. Hasil dari uji Chi-Square tidak ditemukan pengaruh yang signifikan (p > 0.05) antara kesehatan mental dan IPK pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2022.
PELAKSANAAN PELAYANAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS LEGOK TANGGERANG TAHUN 2022 Rambe, Novitasari; Triyana Sari
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32174

Abstract

Examination of pregnancy services during pregnancy is a determinant of the quality of the well-being of the pregnant mother and fetus, because the patient will receive information that is useful for changing the patient's bad habits into good ones and will make them feel like they have received a lot of information to further maintain the quality of the pregnancy until the time of delivery. According to the World Health Organization (WHO), In 2015, complications during pregnancy and delivery caused 830 maternal fatalities for every 100,000 live births. The 2019 IDHS found that out of 100,000 live births in Indonesia, there was a maternal mortality rate (MMR) of 305. The maternal mortality rate in Tangerang city was 83 per 100,000 live births in 2016, with 239 maternal deaths. This research made use of a cross-sectional observational analytic technique. The study was done between February and April 2023, gathering medical record data from 200 pregnant women in the third trimester at the Legok District Health Centre in Tangerang.
PENGARUH AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN NYERI MUSKULOSKELETAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Wirayudha, Dandhy Fiqrillah; Octavia Dwi Wahyuni
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32204

Abstract

Pendahuluan: Gangguan muskulosekeletal merupakan rasa sakit atau nyeri yang terjadi karena adanya masalah pada otot, tulang, sendi, dan jaringan ikat yang berdekatan yang mengakibatkan keterbatasan mobilitas. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktifitas fisik terhadap gangguan muskuloskeletal dan penanganan yang bisa dilakukan untuk mengurangi kejadian gangguan muskuloskeletal pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Tarumanagara. Metode: Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study (studi potong lintang). Sampel penelitian adalah sebanyak 106 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Pengambilan data dengan kuisioner dan analisa menggunakan uji chi square. Penelitian dilakukan 01 September – 31 September 2023. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan tidak memiliki hubungan antara aktivitas fisik ringan dan sedang dengan gangguan muskuloskeletal, nilai p = 0,247 dimana p > 0,05, tetapi orang yang sering melakukan aktivitas fisik sedang dan ringan memiliki resiko 0,900 kali mengalami gangguan muskuloskeletal PRR (Prevalence Risk Ratio) 0,900. Demikian juga tidak memiliki hubungan antara aktivitas fisik berat dan sedang dengan gangguan musculoskeletal nilai p = 0,176 dimana p > 0,05, tetapi orang yang sering melakukan aktivitas fisik sedang dan berat memiliki risiko 0,853 kali mengalami nyeri musculoskeletal, PRR (Prevalence Risk Ratio) 0,853.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN POLA PEMBERIAN MPASI PADA BAYI DI KECAMATAN CENGKARENG JAKARTA BARAT Handayani, Khoirunisa; Pambudi, Wiyarni
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32632

Abstract

Strategi pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang baik yaitu tepat waktu, adekuat, aman, higenis, dan diberikan secara responsif. MPASI diberikan ketika ASI saja sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi yaitu pada saat bayi berusia 6 bulan dan tetap diberikan ASI sampai bayi berusia 24 bulan. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Studi ini mempelajari hubungan karakteristik dan faktor yang memengaruhi ibu dalam pemberian MPASI dini di Posyandu Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat. Subjek penelitian yang diikut sertakan pada penelitian ini yaitu ibu dengan bayi berusia >6 bulan yang mengikuti kegiatan posyandu dan bersedia menjadi responden penelitian di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Didapatkan 93 responden dengan pola pemberian MPASI tepat waktu 83,9% dan MPASI dini 12,9%. Responden adalah ibu berusia antara 21 – 46 tahun, multipara 64,6%, pendidikan SMA/sederajat 59,1%, mayoritas tidak bekerja dan pendapatan keluarga dibawah UMR. Faktor yang memengaruhi ibu dalam memberikan MPASI dini adalah rendahnya pengetahuan tentang pemberian MPASI (pengetahuan buruk sebanyak 83,9%) dan sumber informasi tentang MPASI melalui media sosial sebanyak 25,8%. Dari hasil penelitian ini didapatkan hubungan yang tidak bermakna antara karakteristik dan faktor yang memengaruhi ibu (p-value >0,05) dengan ibu berpengetahuan baik 1,14 kali lebih berpeluang memberikan MPASI tepat waktu.
TINGKAT PENGETAHUAN TINEA VERSIKOLOR SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN MENGGUNAKAN VIDEO EDUKASI DI MA’HAD TARBIYATUL MUBTADIIN TANGERANG Anggun, Septi; Santoso, Irene Dorthy
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32684

Abstract

Pityriasis versikolor atau tinea versikolor (TV), adalah kelainan kulit disebabkan oleh infeksi jamur yang menyerang lapisan atas kulit. Penyakit ini lebih rentan terjadi pada kelompok usia dewasa muda dan remaja. Bagian tubuh yang biasa menjadi sasaran penyakit antara lain leher, dada, dan punggung. Penyakit manifestasi klinis berupa bercak tipis, bersisik, disertai dengan gatal. Selain itu terdapat perubahan warna kulit. Menjadi lebih gelap atau lebih terang. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi antara lain cuaca panas dan lembab, produksi keringat berlebih, penggunaan masker dan losion yang mengandung minyak dikulit, peningkatan produksi sebum kelenjar sebasea, yang menyebabkan terciptanya lingkungan berminyak, individu yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kulit yang serupa. Pencegahan TV dapat dilakukan dengan hygine personal. Penelitian ini, untuk mengetahui tingkat pengetahuan TV sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan menggunakan video edukasi di Ma’had Tarbiyatul Mubtadiin. Desain penelitian ini kuasi eksperimental dengan menggunakan metode one group pre-test dan post-test. Proses pengambilan sampel menggunakan data primer melalui kuisioner yang diisi santriawan dan santriawati Ma’had Tarbiyatul Mubtadiin dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden. Hasil analisis penelitian ini menggunakan uji Wilxocon. Berdasarkan hasil analisis uji Wilxocon yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bila intervensi/edukasi yang diberikan signifikan mempengaruhi tingkat pengetahuan responden. Adapun setelah dilakukan intervensi/edukasi nilai dari pengetahuan responden rata-rata meningkat 35.93 poin. Adapun perbedaan nilai tengah dari post-test adalah 100 dan nilai tengah pre-test adalah 60. Terdapat perbedaan yang signifikan dengan p-value sebesar 0.0001 dan 0.0001 dengan nilai median dari post-test adalah 100 dan nilai tengah pre-test adalah 60.

Page 1 of 3 | Total Record : 21