cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 251 Documents
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Fk Untar Angkatan 2019 Pada Terapi Covid - 19 Di Rumah Sakit Di Indonesia Fatikasari, Aisyah; Martaria, Nency
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 2 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i2.23382

Abstract

Awal tahun 2020 yang lalu dunia dihadapkan oleh pandemi COVID-19 yang pertama kali muncul di Wuhan, China. Terapi spesifik untuk Covid-19 hingga saat ini belum ditemukan, hal ini mendorong para ahli tenaga kesehatan untuk membentuk prosedur penangan penyakit sesuai dengan gejala yang dialami pasien. Terapi yang diberikan saat ini hanya merupakan terapi simptomatik. Pengetahuan mengenai tatalaksana ini haruslah dipahami dasarnya oleh mahasiswa fakultas kedokteran (FK). Sebagai calon dokter, mahasiswa FK juga dapat memberikan edukasi mengenai tatalaksana kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mereka. Berkembangnya berbagai informasi pada kalangan masyarakat menyebabkan tidak sedikit masyarakat yang melakukan terapi mandiri atau meragukan terapi yang diberikan tenaga kesehatan. Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara, khususnya angkatan 2019 adalah mahasiswa semester 6 yang sudah mendapatkan berbagai macam materi atau blok sistem. Mahasiswa ini tentunya sudah memiliki tingkat pengetahuan yang cukup baik mengenai terapi Covid-19 yang diterapkan di rumah sakit saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara terhadap terapi Covid – 19 di rumah sakit di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 98 orang mahasiswa dan pengambilan data menggunakan kuesioner melalui google form. Hasil penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 78 orang (79,6%) dan sikap positif 68 orang (69,3%). Terdapat hubungan bermakna (p value <0,05) antara pengetahuan dan sikap mahasiswa kedokteran mengenai terapi Covid-19 di Rumah Sakit di Indonesia.
Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Komunikasi Dengan Keaktifan Diskusi Tutorial Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Putri, Nova Risky Ardhian Bella; Tjandra, Oentarini
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 2 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i2.24813

Abstract

Diskusi tutorial merupakan salah satu sistem pembelajaran Problem Based Learning (PBL), yaitu fasilitas agar mahasiswa berpikir kritis, belajar mandiri, berkolaborasi dengan tim dan melatih kemampuan berkomunikasi telah dianggap efektif dalam pendidikan etika. Metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) telah diterapkan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara sejak 2007. Pada beberapa studi, didapatkan mahasiswa fakultas kedokteran sering cemas karena mereka dituntut untuk aktif berpartisipasi terutama dalam diskusi tutorial. Padahal keaktifan mahasiswa dalam diskusi tutorial sangat penting untuk mencapai tujuan dari sistem pembelajaran tersebut, salah satunya membantu mahasiswa dalam memahami materi pembelajaran, akhirnya tujuan pembelajaran jadi tidak tercapai. Studi analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang dengan pengumpulan sampel secara cluster sampling untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan keaktifan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara saat diskusi tutorial menggunakan kuesioner kecemasan komunikasi penelitian Adifa (2017) dan instrumen penilaian keaktifan diskusi tutorial Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Data di analisis dengan uji Chi Square dengan program software. Dari hasil penelitian 217 responden, didapatkan hubungan antara tingkat kecemasan komunikasi dengan keaktifan saat diskusi tutorial responden Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021 dengan (p-value = 0.001) atau (p<0.05). Mahasiswa dengan tingkat kecemasan komunikasi tinggi 17 kali kurang aktif dibandingkan mahasiswa dengan tingkat kecemasan rendah-sedang (PRR = 17.83).
Gambaran Nilai Neutrophil Lymphocyte Ratio Pada Pasien Covid-19 Selama Perawatan Di Rumah Sakit Permata Keluarga Cikarang I Dewa, Gede Dika Suarsawan; Ludong, Marina Maria
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 2 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i2.25022

Abstract

Infeksi Sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (juga dikenal sebagai SARS-CoV 2) adalah agen penyebab penyakit menular pada tahun 2019, juga dikenal sebagai COVID-19. Orang yang terinfeksi COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas. Dalam hal ini, ini mungkin mengindikasikan kondisi pasien yang berpotensi kritis. Jumlah limfosit menurun sebagai respons terhadap kerusakan sistem kekebalan tubuh, namun peningkatan jumlah neutrofil dapat mengindikasikan peningkatan respon inflamasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana NLR dapat dideskripsikan pada pasien rawat inap dengan COVID-19. Pasien yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 akan mengambil bagian dalam analisis cross-sectional dari tingkat NLR mereka. Kami memiliki jumlah sampel sebanyak 96 untuk penyelidikan ini. Pendekatan deskriptif cross-sectional digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis sumber sekunder yang tersedia. Setelah itu, beberapa pengolahan data substansial dilakukan di SPSS. Pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Permata Keluarga Cikarang, NLR diamati berkorelasi dengan keparahan gejala klinis (p = 0,000). Berdasarkan temuan, sebagian besar pasien COVID-19 di RS Permata Keluarga Cikarang memiliki skor NLR pada kelompok meningkat (67,7%), sedangkan mayoritas pasien secara keseluruhan memiliki skor NLR dalam kategori sedang (52,1%). Lebih dari separuh sampel yang diuji menunjukkan peningkatan NLR.
Hubungan Stres dengan Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sinaga, Oktri Lentina; Herdiman, Julia
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 2 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i2.25081

Abstract

Background: Menstruasi merupakan keadaan perubahan fisiologis pada tubuh perempuan. Siklus menstruasi terjadi rata-rata sekitar 28 hari. Stres merupakan reaksi fisik maupun emosional yang terjadi ketika terdapat perubahan lingkungan dimana seseorang harus menyesuaikan diri. Stres merupakan bagian dari kehidupan yang normal, tetapi apabila berlangsung lama dapat merusak kesehatan. Kajian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui adanya hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi yang tidak teratur pada mahasiswi fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Untuk menilai tingkat stres pada mahasiswi digunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales-42 (DASS-42) dan untuk menilai siklus menstruasi digunakan kuesioner siklus menstruasi. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 140 mahasiswi. Hasil: Pada hasil penelitian didapatkan mahasiswi dengan rentang usia 17-26 tahun, dimana 137 mahasiswi berusia 17-20 tahun (97,9%). Responden dengan siklus menstruasi yang tidak teratur sebanyak 66,4%. Mahasiswi angkatan 2022 yang mengalami stres sangat parah sebanyak (60,7%), parah (17,9%), sedang (11,4%), ringan (2,1%) dan normal atau tidak mengalami stres (7,9%). Responden yang termasuk dalam kategori stres dan mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur sebesar 88 (62,2%), sedangkan yang tidak mengalami stres dan mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur sebesar 5 responden (45,4%), tidak stres dan mengalami siklus menstruasi yang teratur 6 responden (54,5%), dan yang mengalami stres tetapi siklus menstruasi teratur sebanyak 41 responden (31,7%). Hasil analisis memakai uji chi-square didapatkan p-value sebesar 0.125. Hal ini menunjukkan tidak didapati hubungan yang signifikan antara stres dengan siklus menstruasi. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara. ABSTRACT Background: Menstruation is a state of physiological changes in a woman's body. The menstrual cycle occurs on average about 28 days. Stress is a person's reaction both physically and emotionally when there is a change in the environment that requires a person to adapt. Stress is a normal part, but if it lasts for a long time it can be detrimental to health. This study aims to determine whether there is a relationship between stress levels and irregular menstrual cycles in medical students at Tarumanagara University class of 2022. Methods: This research is an observational analytic study with a cross-sectional design. To assess the level of stress in female students, Depression Anxiety Stress Scales-42 (DASS-42) questionnaire was used. To assess the menstrual cycle in female students, menstrual cycle questionnaire was used. Results: Out of 140 students that were recruited, 137 (97,9%) were in the range of age between 17-20 year old. 66,4% had irregular menstrual cycles. Those experiencing very severe stress were (6,7%), severe (17,9%), moderate (11,4%), mild (2,1%) and normal or not experiencing stress (7,9%). Female students who were included in the stress category and experiencing irregular menstrual cycles were 88 (62,2%), while those who did not experience stress and experiencing irregular menstrual cycles were 5 (45,4%); 6 (54,5%) were not stressed and having regular menstual cycles, and 41 (31,7%) experienced stress and regular menstrual cycles. A p-value of 0.125 was obtained on the chi-square test. Conclusion: There was no significant relationship between stress and menstrual cycle among medical students at University of Tarumanagara.
Torsi Kista Ovarium: Studi kasus Dewanti, Puspa; Purwiandari, Hervyasti
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 2 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i2.26798

Abstract

Torsi kista ovarium adalah kista atau massa ovarium muncul dan memutar ligamen infundibulopelvis. Torsi kista ovarium dapat terjadi pada perempuan dari segala usia dan merupakan keadaan darurat ginekologi, karena mengakibatkan perubahan iskemik pada ovarium. Laporan kasus ini adalah mengenai seorang wanita 43 tahun dengan keluhan nyeri pada perut kiri bawah. Hasil USG transvaginal menunjukkan adanya massa kistik ovarium. Laparoskopi memastikan diagnosis torsi kista ovarium dan dilakukan detorsi dan kistektomi tanpa salfingo-ooforektomi.
Pengetahuan Dan Sikap Tentang Higiene Pangan Pada Pedagang Makanan Di Wilayah Kelurahan Tomang, Jakarta Barat Pratiwi, Adelia Helmi; Rumawas, Marcella Erwina
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 2 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i2.27216

Abstract

Di Indonesia terutama di kota-kota besar, tidak sulit menemukan pedagang makanan baik warung, kaki lima maupun keliling. Selain mudah ditemukan, pilihan menu yang bervariasi, rasa yang lezat dan harganya yang relatif lebih terjangkau membuat banyak orang mengonsumsinya. Lokasi pedagang makanan di sisi jalan raya pada area yang padat dapat mengontaminasi makanan/minuman yang dijual dan menyebabkan terjadinya penyakit akibat kontaminasi makanan atau disebut juga dengan foodborne disease (FBD). Masalah keamanan pangan atau food safety (FS) diduga berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah kasus FBD terutama diare, bahkan hingga kematian. Perilaku pedagang makanan mengupayakan pangan aman dikonsumsi, didasarkan pada pengetahuan & sikapnya tentang higiene pangan terutama FBD maupun FS. Penelitian deskriptif cross-sectional ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap pedagang makanan terhadap praktik higiene pangan. Penelitian ini diikuti oleh 100 pedagang yang berjualan makanan/minuman secara menetap atau keliling di wilayah Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, yang direkrut secara consecutive sampling dan diwawancarai dengan panduan kuesioner. Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang FBD (58%) dan FS (93%), dan sikap terhadap FS yang cukup (62%). Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi tingkat pengetahuan dan sikap pedagang makanan terhadap praktik higiene pangan serta besar pengaruhnya dalam menurunkan kasus FBD.
Karakteristik Pola Aktivitas Fisik Dan Indeks Massa Tubuh Pada Masyarakat Dewasa Muda Tomang Jakarta Barat Lontoh, Susy Olivia; Alexander Halim
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 2 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i2.28058

Abstract

CHARACTERISTICS OF PHYSICAL ACTIVITY PATTERNS AND BODY MASS INDEX IN YOUNG ADULTS OF TOMANG, WEST JAKARTA The sedentary lifestyle becomes dominant among urban communities causing reduced patterns of physical activity. The impact of physical inactivity affects the nutritional status of the community. The research objective was to determine the characteristics of the level of physical activity and body mass index of the people of Tomang, West Jakarta. This study used a cross-sectional descriptive research design to determine the pattern of physical activity, body mass index in young adults, especially the urban area of ​​Tomang, West Jakarta. Data collection on weight, height, level of physical activity was carried out in the Tomang Village, West Jakarta by taking direct measurements of subjects who met the inclusion criteria from February to August 2023. Sampling was carried out using non-random sampling, consecutive sampling. The population in this study were young adults who met the inclusion criteria, namely willing to participate as research subjects, willing to follow research procedures, filling out questionnaires and measuring weight, height, in good health and adults aged 20-65 years. The questionnaire to measure the level of physical activity is the physical activity level (PAL). Respondents who took part in this study consisted of 90 people and aged from 21 years to 48 years with an average age of 35.59 ± 6.01 years. The majority of male research respondents as much as 70%. 64.4% of the research respondents were married. The results of the body mass index are in the range of 18.26kg/m2-28.45kg/m2 with an average of 22.57 ± 2.9. Based on nutritional status, it was found that 58.9% of respondents had normal nutritional status, 21.1% of respondents were overweight and 20% of respondents were obese. In conclusion, the level of physical activity and nutritional status found that 60% of respondents had light activity and 58.9% had normal nutritional status. Occupation, sport and gender play a role in the lack of physical activity and nutritional status. Keywords: physical activity, nutritional status, body mass index, urban areas ABSTRAK KARAKTERISTIK POLA AKTIVITAS FISIK DAN INDEKS MASSA TUBUH PADA MASYARAKAT DEWASA MUDA TOMANG JAKARTA BARAT Gaya hidup sedentari menjadi dominan dikalangan masyarakat perkotaan menyebabkan pola aktifitas fisik menjadi berkurang. Dampak inaktivitas fisik berpengaruh pada status gizi masyarakat. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik tingkat aktivitas fisik dan indeks massa tubuh masyarakat Tomang Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif potong lintang (cross sectional) untuk menentukan gambaran pola aktivitas fisik, indeks massa tubuh pada dewasa muda khususnya daerah urban Tomang Jakarta Barat. Pengumpulan data berat badan, tinggi badan, tingkat aktivitas fisik dilakukan di Kelurahan Tomang Jakarta Barat dengan melakukan pengukuran langsung kepada subyek yang telah memenuhi kriteria inklusi dari periode Februari- Agustus 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara non random sampling jenis consecutive sampling Populasi dalam penelitian ini adalah dewasa muda yang memenuhi kriteria inklusi yaitu bersedia berpartisipasi menjadi subjek penelitian, bersedia mengikuti prosedur penelitian mengisi kuisioner dan melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dalam kondisi sehat dan dewasa berusia 20-65 tahun. Kuesioner untuk mengukur tingkat aktifitas fisik adalah physical activity level (PAL). Responden yang mengikuti penelitian ini terdiri dari 90 orang dan berusia mulai dari 21 tahun sampai 48 tahun dengan usia rata-rata adalah 35.59 ± 6,01 tahun. Mayoritas responden penelitian laki-laki sebanyak 70 %. Responden penelitian sebanyak 64,4% sudah menikah. Hasil indeks massa tubuh berada pada rentang 18,26kg/m2-28,45kg/m2 dengan rata-rata 22,57± 2,9. Berdasarkan status gizi didapatkan 58,9 % responden dengan status gizi normal, 21,1% responden status gizi berlebih dan 20 % responden dengan status gizi obesitas. Kesimpulan tingkat aktivitas fisik dan status gizi ditemukan 60 % responden memiliki aktifitas ringan dan 58,9% status gizinya normal. Pekerjaan, olahraga dan jenis kelamin berperan terhadap kurangnya aktivitas fisik dan status gizi. Kata Kunci : aktivitas fisik, status gizi, indeks massa tubuh, perkotaan
Hubungan Adiksi Internet dengan Aktivitas Fisik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2017 Siauw, Liman Julianto; Chris, Arlends
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 2 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i2.28131

Abstract

ABSTRACT Intoduction: Internet addiction is a psychological disorder caused by excessive internet usage and can affect social life, as well as individual health. In general, internet addiction is similar to other diseases that shows a tendency to become addicted, such as addiction to drugs, and alcohol. One of the impacts from internet addiction is changes in the level of one's physical activity. People with internet addiction usually have sedentary lifestyle. Methods: Carried out in Tarumanagara University Faculty of Medicine. By using the cross-sectional method, data from 148 respondents for both variables were obtained using the Internet Addiction Test by Young & Global Physical Assessment Questionnaire, which was then processed and classified based on groups: respondents with internet addiction, without internet addiction, with low physical activity, moderate and high physical activity. Results: Of the 148 respondents, 56% had internet addiction, and 44% did not have internet addiction. For the results of physical activity, it was found that 27.7% had a low level of physical activity, 50.7% had a moderate level of physical activity, and 21.6% had a high level of physical activity. Respondents were at the range of 17-21 years old. The sex distribution of 148 respondents was: male (29.7%) and female (70.3%). Conclusion: Prevalence Ratio of 1.57 was obtained, which showed that the variable is a risk factor. However, calculations using the chi-squared test (p = 0.266) did not show a statistically significant. ABSTRAK Pendahuluan: Adiksi internet adalah sebuah gangguan psikologis akibat pemakaian internet yang berlebihan yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial, juga kesehatan individu. Pada umumnya, adiksi internet serupa dengan penyakit lain yang memiliki kecenderungan untuk menjadi ketagihan, seperti adiksi terhadap narkoba, dan alkohol. Dampak adiksi internet antara lain dapat mengakibatkan perubahan tingkat aktivitas fisik seseorang. Orang dengan adiksi internet biasanya memiliki kebiasan sedentari. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Dengan menggunakan metode potong lintang, data dari 148 responden didapatkan untuk kedua variabel yang diukur menggunakan kuesioner Internet Addiction Test by Young & Global Physical Assessment Questionaire yang kemudian diolah berdasarkan kelompok: memiliki adiksi internet, dan yang tidak memiliki adiksi internet. Untuk variabel aktivitas fisik responden akan dibagi sesuai dengan tingkat aktivitas fisik rendah dan tingkat aktivitas fisik sedang-berat. Hasil: Dari 148 responden didapatkan sebanyak 56% memiliki adiksi internet, dan 44% tidak memiliki adiksi internet. Untuk hasil aktivitas fisik didapatkan 27,7% memiliki tingkat aktivitas fisik rendah, 50,7% memiliki tingkat aktivitas fisik sedang, dan 21,6% memiliki tingkat aktivitas fisik tinggi. Responden ada pada rentang usia antara 17-21 tahun. Distribusi jenis kelamin dari 148 responden adalah: laki-laki (29.7%) dan perempuan (70.3%). Simpulan: Didapatkan Prevalence Ratio sebesar 1,57, yang menunjukkan bahwa variabel merupakan faktor resiko. Namun, perhitungan menggunakan chi-squared test (p=0,266) tidak menunjukkan hubungan bermakna secara statistik.
Prevalensi Burnout Berdasarkan Jenis Kelamin pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Mulyono, Alya Dwiana; Yoseph Abdul Rahim, Alif
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 2 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i2.28146

Abstract

Burnout is considered as a major issue experienced by medical students. Problems related to burnout have a higher degree of severity in medical students than students attending other study programs. Effects of burnout are known to have negative impact on performance and cognitive function on students. Thus, this research aims to identify prevalention of burnout in male and female medical students in Universitas Tarumanagara Class 2021 dan 2020. This descriptive qualitative study used convenient sampling method. Research instruments used in this study are Burnout Assessment Tool (BAT) to evaluate burnout. A total of 325 respondents from class of 2021 and 2022 participated in this study, which consisted of 232 (73.1%) female students and 93 (28.6%) male students. The result shows that a total of 180 (55.4%) respondents experienced burnout, out of which 134 (74.4%) were female respondents and 46 (25.6%) were male respondents.
Asupan Cairan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara leonita, stefani; Dorna Yanti Lola Silaban
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 1 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i1.28388

Abstract

Air merupakan komponen terbesar dalam tubuh manusia dengan komposisi mencapai 75%-85% dari berat badan (BB) total pada saat lahir. Seiring bertambahnya usia dan adipositas, komposisi air dalam tubuh mengalami penurunan. Menurut The Indonesian Regional Dehydration Study (THIRST), sekitar 46,1% penduduk Indonesia mengalami dehidrasi ringan, dengan persentase remaja lebih banyak (48,1%) dibandingkan orang dewasa (44,5%). Penelitian ini bertujuan untuk menilai asupan cairan mahasiswa Universitas Tarumanagara Angkatan 2018-2020 dengan menggunakan metode deskriptif dan jumlah sampel sebanyak 74 orang. Data identitas dan asupan cairan diperoleh dengan menggunakan lembar identitas dan kuisioner food recall 3x24 jam. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 43 orang (58,10%) subjek perempuan memiliki asupan cairan harian kurang dan hasil ini lebih tinggi dibandingkan subjek laki-laki. Subjek penelitian berusia 20-21 tahun memiliki asupan cairan harian kurang sebanyak 45 orang (60,81%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah asupan cairan rata rata mahasiswa FK UNTAR Angkatan 2018-2020 masih kurang yaitu sekitar 1898±771,838 ml/hari.