cover
Contact Name
Yahya Dewanto
Contact Email
dewanto.yahya@trisaktimultimedia.ac.id
Phone
+6281222525237
Journal Mail Official
dewanto.yahya@trisaktimultimedia.ac.id
Editorial Address
Kampus C Trisakti, Jl. Jend. A Yani (H.Ten) Kav 85, Rawasari, Jakarta Timur 13210
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Magenta
ISSN : 25488953     EISSN : 2598313X     DOI : 10.61344
Core Subject : Education, Art,
MAGENTA bertujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian, pengkajian, dan pengembangan bidang komunikasi visual dan teknologi grafika, khususnya bidang Web Design, Illustrator, Graphic House Entrepreneur, 3D Artist, Motion Graphic, Video Maker, Film Production, serta bidang Printing Design, Production Management, Planning Production Control dan Quality Control pada industri grafika. Artikel yang dipublikasi dalam MAGENTA dapat berupa Artikel Penelitian maupun Artikel Konseptual (non-penelitian).
Articles 101 Documents
Analisis Proses Kreatif Mendesain Lukisan "Diskusi" Alvian Anta Putra Aegis Rabbani, Radian; Fadhlurrohman, Moch Farhan
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 8 No. 1 (2024): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v8i1.143

Abstract

When we look at a painting, we certainly think that what has been examined contains elements of aesthetic and symbolic value involving a structured understanding of creative thinking. For the painter, it requires several creative processes in painting a work of art so that it can be created into a highly valuable masterpiece. The painting 'Discussion' was created in 2017. In the painting, figures of people with emoticons on their faces are seen holding phones, which, when associated with today's society, prioritize their phones over the surrounding environment. The issue under study began with the author's interest in an owner of a painting by a well-known young artist. The author was particularly intrigued when research revealed that the painting won an annual painting competition, 'The Most Promising Emerging Artist UOB Painting of the Year 2017.' The author then decided to make it the object of a research study. Behind the painting that is equivalent to such a competition, there is undoubtedly a creative process to design it. The data collection technique involves observation. The research method uses descriptive qualitative research. This study aims to analyze the creative process of creating the painting 'Discussion' using Choudary's 2019 theory, consisting of five stages of the creative design process: Empathize, Define, Ideate, Prototype, Test. The results of this analysis hope to yield new findings that can be discovered through research on the creative process of designing paintings. This research is expected to provide new insights for artists or readers who enjoy designing paintings
Kajian Karya Poster ''Comic Frontier 13'' Oleh Faiz Azhar Arifin, Syifa Aura
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 8 No. 1 (2024): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v8i1.146

Abstract

This article aims to analyze the "Comic Frontier 13" poster from a design perspective designed by Faiz Azhar, a freelance designer and illustrator. This poster is a work that answers a problem or fulfills a client's wishes, depicts the life of a futuristic modern society and highlights the anime community or Japanese culture in Jakarta and its surroundings. The research uses qualitative methods with design thinking theory which includes the Empathize, Define, Ideate, Prototype and Test stages. The process of making a poster involves discussion with the client, determining a theme, exploring ideas, and implementing it in prototype form. The result is a key visual that is not only visually attractive but also reflects the futuristic city of Jakarta with the style of famous characters from Japanese culture, namely Anime characters. This article provides insight into the creative process in poster design, from understanding the client's needs to visual implementation. The success of this poster can be seen from the positive response from visitors, confirming the importance of design thinking in creating work that fulfills client desires and responds to the needs of the target market. This shows that design thinking can be an effective approach in designing meaningful work. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis poster "Comic Frontier 13" dari perspektif desain yang dirancang oleh Faiz Azhar, seorang desainer dan illustrator freelance. Poster ini menjadi karya yang menjawab permasalahan atau memenuhi keinginan klien, menggambarkan kehidupan masyarakat modern futuristik dan menghighlight komunitas Anime atau budaya Jepang di Jakarta dan sekitarnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teori desain thinking yang mencakup tahap Empathize, Define, Ideate, Prototype dan Test. Proses pembuatan poster melibatkan pembahasan dengan klien, penentuan tema, eksplorasi ide, dan implementasi dalam bentuk prototype. Hasilnya adalah key visual yang tidak hanya visual menarik tetapi juga merefleksikan kota Jakarta yang futuristik dengan style karakter terkenal dari budaya jepang yaitu karakter Anime. Artikel ini memberikan wawasan tentang proses kreatif dalam desain poster, dari pemahaman kebutuhan klien hingga implementasi visual. Keberhasilan poster ini dapat dilihat dari respon positif pengunjung, menegaskan pentingnya desain thinking dalam menciptakan karya yang memenuhi keinginan klien dan merespon kebutuhan target pasar, hal ini memperlihatkan bahwa desain thinking dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam merancang karya yang berarti.
Analisis Karya Digital "Man in Blow" Menggunakan Teori Semiotika Roland Barthes Gibran, Ali Muhammad
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 8 No. 1 (2024): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v8i1.147

Abstract

This research aims to understand the meaning and elements of each object and fine art principles contained in the artwork entitled "Man In Blow" from Acong and identity in digital painting, with a focus on the techniques and meaning behind digital art. Next, this research will analyze the symbolic and spiritual aspects of the work, focusing on the way in which the objects and colors reflect the cultural values and identity contained. Through in-depth interviews with artists, this research will explore how digital art works are not just a medium that is considered as decoration. This research is aimed at opening insight into the relationship between digital art and identity, as well as how digital art techniques can become a form of expression. the strong one. It is hoped that the results of the analysis will provide a deeper understanding of how digital art can be a means of celebrating and maintaining cultural values, as well as how this work of art can be a reflection of the complexity of modern identity in the digital era. It is hoped that the conclusions of this research will contribute to the development of our understanding of digital art and its role in shaping the identity of artists and society more broadly. Furthermore, this research will analyze the symbolic and spiritual aspects of the work, focusing on the way in which objects and colors reflect values -the cultural values and identity contained. Through in-depth interviews with artists, this research will explore how digital artwork is not only a medium that is considered as decoration, but also as a medium that contains deep meaning and represents a reflection of the spiritual or philosophical journey of digital painters. The method used is the method descriptive qualitative, using the application of Roland Barthes' semiotic theory through the meaning of signifiers and signifieds to determine the meaning of the relationship between denotation, connotation and ideology contained in the illustrations. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan unsur dari setiap objek maupun prinsip seni rupa yang terkandung di dalam karya seni bertajuk “Man In Blow” dari Acong dan identitas dalam seni lukis digital, dengan fokus pada teknik dan makna di balik seni digital art. Selanjutnya, penelitian ini akan menganalisis aspek simbolis dan spiritual karya, dengan fokus pada cara di mana objek dan warna mencerminkan nilai-nilai budaya dan identitas yang terkandung. Melalui wawancara mendalam dengan pelaku seni, penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana karya seni digital tidak hanya menjadi media yang dianggap sebagai hiasan saja. Penelitian ini diarahkan untuk membuka wawasan tentang keterkaitan antara seni digital dan identitas, serta bagaimana teknik seni rupa digital dapat menjadi suatu bentuk ekspresi yang kuat. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana seni digital dapat menjadi sarana untuk merayakan dan mempertahankan nilai-nilai budaya, serta bagaimana karya seni ini dapat menjadi cerminan dari kompleksitas identitas modern dalam era digital. Kesimpulan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pemahaman kita tentang seni rupa digital dan peranannya dalam membentuk identitas seniman dan masyarakat secara lebih luas. Selanjutnya, penelitian ini akan menganalisis aspek simbolis dan spiritual karya, dengan fokus pada cara di mana objek dan warna mencerminkan nilai-nilai budaya dan identitas yang terkandung. Melalui wawancara mendalam dengan pelaku seni, penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana karya seni digital tidak hanya menjadi media yang dianggap sebagai hiasan saja, tetapi juga sebagai medium yang mengandung makna mendalam dan merepresentasikan cerminan dari perjalanan spiritual atau filosofis pelukis digital, lalu metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan penerapan teori semiotika Roland Barthes melalui pemaknaan penanda (signifier) dan petanda (signified) untuk mengetahui makna pada relasi tanda denotasi, konotasi dan ideologi yangterdapat dalam illustrasinya.
Analisis Lukisan “Kakak dan Adik” Menggunakan Teori Semiotika Ferdinand De Saussure Santoso, Agung; Ramadhan, Fauzi
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 8 No. 1 (2024): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v8i1.150

Abstract

The material object examined in this research is a painting entitled "Brother and Sister" by Basuki Abdullah. To obtain theoretical results, the analysis was carried out by applying a qualitative approach. This analysis was carried out with the aim of finding out the concepts or ideas and meanings that shape the beauty of the shape of the object used, the colors chosen, and the overall message to be conveyed through this painting. This feeling emerged when the painter was in the frenzy of social change which was the impact of changes in the nation's economic system at that time. This analysis technique is carried out by collecting articles that contain the meaning of a work. Apart from that, the analysis technique is also carried out by using library research and online data searches. In this way, it is found that each element in the painting "Brother and Sister" indeed contains aesthetic values. This can be seen from how these elements need each other to explain the overall meaning of empathy, compassion and humanity. This feeling emerged when the painter was in the frenzy of social change which was the impact of changes in the nation's economic system at that time. Abstrak Objek material yang diteliti dalam penelitian ini adalah karya seni lukis berjudul “Kakak dan Adik” karya Basuki Abdullah. Untuk mendapatkan hasil yang teoritis, maka analisis dilakukan dengan menerapkan pendekatan kualitatif. Analisis ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsep atau ide serta makna yang membentuk keindahan dari bentuk objek yang digunakan, warna yang dipilih, hingga keseluruhan pesan yang hendak disampaikan melalui lukisan ini. Rasa tersebut muncul ketika pelukis berada dalam hiruk pikuk perubahan sosial yang merupakan dampak dari perubahan sistem ekonomi bangsa kala itu. Teknik analisis ini dilakukan dengan cara mengumpulkan artikel yang berisikan mengenai pemaknaan terhadap suatu karya selain itu juga teknik analisis dilakukan dengan cara menggunakan studi Pustaka dan penelusuran data online. Dengan ini didapati bahwa tiap unsur dalam lukisan “Kakak dan Adik” memang memuat nilai-nilai keindahan. Hal itu terlihat dari bagaimana unsur-unsur tersebut saling membutuhkan dalam menjelaskan makna keseluruhan mengenai rasa empati pada kasih sayang dan kemanusiaan. Rasa tersebut muncul ketika pelukis berada dalam hiruk pikuk perubahan sosial yang merupakan dampak dari perubahan sistem ekonomi bangsa kala itu.
Menganalisis Karya Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” Menggunakan Kajian Teori Semiotika Jodiansyah, Renno
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 8 No. 2 (2024): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v8i2.152

Abstract

Expanded growth in film industry all over the worlds, include Indonesia to release many theme and variant genre of movies for entertaintment and delivered messages for target audiences. Film is a part of mass communication with audio-visual strengthness for messages delivery to audiences. This qualitative study with content analysis method aims to description about role and position a man as husband and father in traditional society with patriarchy, when a man handled authority and power dominantly. Abstrak Perkembangan dunia perfilman saat ini sudah berkembang pesat, tak terkecuali di Indonesia. Berbagai tema film telah diproduksi sebagai sarana hiburan maupun penyampaian pesan bagi khalayaknya. Film merupakan bagian dari komunikasi massa audio-visual untuk menyampaikan pesan sosial atau moral kepada penontonnya. Penelitian kualitatif ini mengkaji secara isi (content analysis) pesan (message) yang ingin disampaikan film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)” sebuah film nasional bergenre drama keluarga yang telah mendeskripsikan tentang kedudukan dan peran seorang lelaki, suami dan ayah dalam sebuah keluarga yang digugat oleh anak-anaknya sesuai perkembangan jaman mereka. Pesan cerita dari isi film NKCTHI ini menggugat dominasi laki-laki sebagai suami dan sekaligus ayah dalam latar belakang masyarakat yang masih patriarki, dimana otoritas dan pusat kekuasaan masih dominan pada laki-laki.
Estetika Makna Visual Pada Trailer Film Suzzanna Malam Jumat Kliwon Produksi 2023 Prasetyo, Martinus Eko; Mariska, Katerina Dwi
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 8 No. 2 (2024): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v8i2.165

Abstract

Film horor legendaris Indonesia salah satunya berjudul "Suzzanna: Malam Jumat Kliwon", dimana film ini pernah populer di era tahun 80'an dan 90'an. Film yang sangat terkenal di kalangan masyarakat pecinta film horor Indonesia pada masa-nya. Tahun 2023 film ini kembali dibuat ulang dengan lebih menampilkan kebaruan dari sisi estetika visual dan komposisi yang diterapkan, dan tokoh-tokoh pemeran film yang saat ini cukup dikenal, salah satunya yaitu artis Luna Maya yang berperan sebagai Suzzanna. Dalam konteks promosi film, trailer menjadi alat penting untuk memperkenalkan cerita dan suasana film kepada penonton potensial. Trailer film ini memberikan cuplikan adegan-adegan penting yang menarik perhatian penonton dan membangun ekspektasi terhadap film secara keseluruhan, trailer dari film "Suzzanna: Malam Jumat Kliwon" telah ditonton sebanyak lebih dari 1,7 juta kali pada channel youtube. Oleh sebab itu keberhasilan film ini tidak lepas dari faktor promosi melalui media trailer film. Maka diperlukannya penelitian yang menganalisis dan membahas tentang estetika makna visual pada trailer film horor berjudul "Suzzanna: Malam Jumat Kliwon". Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif, dengan pengujian teori-teori film secara konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trailer film "Suzzanna: Malam Jumat Kliwon" memanfaatkan estetika visual dengan baik untuk menciptakan suasana yang mencekam dan memikat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang bagaimana estetika visual digunakan dalam trailer film untuk menyampaikan makna.
Analisis Warna dan Tekstur pada Menong Purwakarta sebagai Media Komunikasi Budaya Dewanto, Yahya; Ali, Ferdiansyah; Hasian, Irene
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 7 No. 02 (2023): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v7i02.170

Abstract

Abstract. Menong Purwakarta is one of the local craft products with high artistic and aesthetic value in Indonesia. Menong is not only a handicraft product but also a cultural communication medium that can convey messages about the cultural richness of the archipelago to the community. One of the important elements in Menong Purwakarta is color and texture, which play a crucial role in conveying cultural messages. This research aims to analyze the color and texture in Menong Purwakarta as a cultural communication medium. The method used is qualitative descriptive analysis of the color and texture in Menong Purwakarta, involving direct observation and interviews with Menong craftsmen and local cultural experts. The analysis results show that the use of smart and symbolic colors and textures can enhance the aesthetic appeal of Menong Purwakarta and strengthen the cultural messages conveyed to the community. The implications of these findings contribute significantly to the development of local culture and the preservation of Indonesian cultural heritage.
Upaya Pelestarian Kesenian Kuda Renggong Desa Cikurubuk Sumedang Jawa Barat Melalui Pengembangan Hand Drawing Ali, Ferdiansyah; Dewanto, Yahya; Darmawan, Aditya; Budiman
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 8 No. 2 (2024): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v8i2.185

Abstract

The art of Kuda Renggong is an art originating from the village of Cikurubuk Sumedang, West Java which features one to four horses following the rhythm of music, over time the art of renggong horses is lost to time because the people of Cikurubuk village prefer to imitate outside culture, only a handful of people who understand the art of performing renggong horses and even many are still wrong in interpreting it, especially from children and adolescents. The methodology used in this research is descriptive qualitative using the ADDIE model approach (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The purpose of this design is an effort to introduce the art of renggong horses suitable for reintroducing this almost forgotten art in order to re-educate the people of cikurubuk village and the public to continue to preserve the art of renggong horses with hand drawing animation media with the concept of drawing my life as an attractive and varied information media using audio visuals made storytelling. The results of this study indicate that the development of hand drawings has proven effective in efforts to preserve the art of Kuda Renggong in Cikurubuk Village, Sumedang Regency. The utilization of hand drawings can increase the understanding and appreciation of the community, especially the younger generation, of the cultural values contained in Kuda Renggong. Abstrak Kesenian Kuda Renggong adalah seni yang berasal dari Desa Cikurubuk Sumedang, Jawa Barat yang menampilkan satu sampai empat ekor kuda mengikuti irama musik, seiring berjalannya waktu kesenian kuda renggong hilang termakan zaman karena orang-orang desa cikurubuk lebih suka meniru budaya luar, hanya segelintir orang yang mengerti akan seni pertunjukan kuda renggong bahkan masih banyak yang salah dalam mengartikannya terlebih dari anak-anak dan remaja. Metodologi yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tujuan perancangan ini adalah upaya pengenalan kesenian kuda renggong cocok untuk mengenalkan kembali kesenian yang hampir terlupakan ini guna mengedukasi kembali masyarakat desa cikurubuk dan umum untuk terus melestarikan kesenian kuda renggong dengan media animasi hand drawing berkonsep draw my life sebagai media informasi secara menarik dan variatif dengan menggunakan audio visual yang dibuat bercerita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan hand drawing terbukti efektif dalam upaya pelestarian kesenian Kuda Renggong di Desa Cikurubuk, Kabupaten Sumedang. Pemanfaatan hand drawing dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Kuda Renggong.
Estetika Emosionalisme pada Tokoh Wayang Kulit Rochyat, Indra Gunara; Putri, Anindita Mutiara; Yusuff, Adisti Ananda; Wiyono, Erina
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 8 No. 2 (2024): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v8i2.186

Abstract

Wayang kulit adalah salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional dari Indonesia yang kaya akan nilai-nilai budaya. Persoalannya adalah bahwa kesenian Wayang kulit memiliki potensi nilai-nilai yang belum sepenuhnya dieksplorasi dalam kajian estetika. Tujuan dari penelitian ini adalah berfokus pada persoalan bagaimana tokoh-tokoh dari kesenian Wayang kulit mempengaruhi emosi penghayat dan karakteristik yang dapat membangkitkan nilai-nilai estetika. Melalui teori kajian estetika emosional maka estetika dari kesenian Wayang kulit mengungkap respon emosional pada pengalaman estetik penghayat. Kajian estetika kesenian Wayang Kulit mendeskripsikan elemen visual, audio, dan dramaturgis dalam seni pertunjukan Wayang kulit yang berkontribusi pada pembentukan nilai-nilai estetika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan. Analisis data kualitiatif dari data kombinasi dan interaksi antara elemen-elemen kesenian Wayang kulit menciptakan keindahan dan daya tarik bagi estetika emosional penghayat. Hasil penelitian menunjukan respon penghayat selama pertunjukan kesenian Wayang kulit, seperti ekspresi wajah, perubahan fisiologis, dan reaksi verbal maupun non verbal mereka.
Perancangan Visual Brand Identity Desa Sungsang Suyanto, Budi; Candias, Mochammad Rizky
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 8 No. 2 (2024): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v8i2.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visual yang autentik dan konsisten bagi Desa Sungsang, sebuah desa wisata di Sumatera Selatan yang memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata melalui keindahan alam, budaya, dan kuliner lokal. Identitas visual yang kuat diharapkan dapat meningkatkan brand awareness Desa Sungsang serta menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat lokal, serta studi pustaka mengenai teori desain komunikasi visual dan branding destinasi wisata. Hasil penelitian ini mencakup perancangan logo, tipografi, skema warna, dan elemen grafis lainnya yang dirangkum dalam Graphic Standard Manual (GSM) untuk memastikan konsistensi penerapan identitas visual pada berbagai media promosi. Desain logo terinspirasi oleh elemen lokal, seperti kapal Jung dan burung migran, yang merepresentasikan keunikan Desa Sungsang. Warna-warna dan tipografi yang dipilih mencerminkan perpaduan antara tradisi dan modernitas. Hasil ini menunjukkan bahwa identitas visual yang dirancang mampu membangun citra yang lebih kuat untuk Desa Sungsang, sejalan dengan teori brand identity yang menekankan pentingnya autentisitas dan konsistensi dalam branding. Penelitian ini juga mengungkapkan tantangan terkait aksesibilitas desa dan keterlibatan masyarakat lokal dalam proses branding. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih kolaboratif dengan masyarakat dan strategi promosi yang lebih luas diperlukan untuk memaksimalkan dampak identitas visual ini dalam mendukung pertumbuhan pariwisata Desa Sungsang.

Page 9 of 11 | Total Record : 101