cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+6281329973700
Journal Mail Official
senapas.lppm@uajy.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat , Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
SENAPAS
ISSN : -     EISSN : 2986531X     DOI : https://doi.org/10.24002/senapas
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SENAPAS) is expected to become a means of research publication and dedication to all academics from various disciplines, various innovations, and solutions to various problems in society. SENAPAS is expected to inspire and benefit the community. SENAPAS focuses on the following topics: Strategi Pembangunan Pembangunan IKN Ekosistem Berkelanjutan Ensiklik Laudato Si’ Tata Kelola dan Kebijakan Lingkungan Hidup Pengelolaan Sumber Daya Alam Pemanfaatan Iptek untuk Lingkungan Hidup Ketahanan Energi Adaptasi Perubahan Iklim Kebencanaan Tata Ruang dan Tata Wilayah Perkotaan Valuasi Ekonomi atas Lingkungan Manajemen Lingkungan Kearifan Lokal dan Sustainable Behavior Dan topik lain yang terkait
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 177 Documents
Komunikasi dalam Membangun Mindset Kewirausahaan Berkelanjutan pada Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kapanewon Ngaglik Dhyah Ayu Retno Widyastuti; Fransisca Anita Herawati
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga saat ini masih menjadi solusi utama dalam mengentaskan kemiskinan. Pengabdian ini secara spesifik berlokasi di Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman dengan mitra Forum Komunikasi (Forkom) UMKM yang berlokasi di Beran Kidul, Tridadi, Sleman. Kabupaten Sleman memiliki jumlah UMKM sebanyak 86.129 unit. Forkom menjadi wadah utama yang menjembatani pemerintah dengan pelaku UMKM. Forum ini dibentuk di tingkat kapanewon dan kelurahan yang dipayungi oleh Forkom di tingkat kabupaten. Beberapa persoalan yang dihadapi oleh mitra adalah masalah regenerasi usaha untuk mendukung keberlanjutan usaha, rendahnya minat berwirausaha, dan masih terbatasnya ketrampilan berwirausaha. Selain itu juga ada kecenderungan pelaku UMKM untuk berganti-ganti bidang usaha yang digeluti. Komunikasi menjadi komponen penting dalam upaya memperkuat mindset kewirausahaan berkelanjutan. Atas dasar ini maka pendampingan difokuskan pada tiga fokus utama yaitu: (1) Upaya pembentukan mindset dan jiwa wirausaha bagi generasi penerus pelaku UMKM; (2) Cara melakukan pemetaan potensi usaha dan melakukan riset pasar; (3). Pemanfaatan digital marketing. Harapannya melalui pendampingan ini anggota Forkom UMKM mampu berdaya saing dan membangun semangat kewirausahaan berkelanjutan. Kata Kunci—Komunikasi, Kewirausahaan Berkelanjutan, UMKM, Forum Komunikasi
Pelatihan Kemampuan Pemecahan Masalah dengan Computational Thinking di SD Bopkri Wonosari II Herlina; Bekty Tandaningtyas Sundoro; Zeny Ernaningsih
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9283

Abstract

Pada era global abad 21, computational thinking (CT) menjadi salah satu kemampuan yang perlu dikuasai oleh para peserta didik sejak tingkat Sekolah Dasar (SD). Hal ini dikarenakan CT mempunyai peran yang besar dalam melatih keterampilan pemecahan masalah. Seorang peserta didik yang terampil dalam pemecahan masalah akan mampu bersaing dalam perkembangan zaman. SD BOPKRI Wonosari II sebagai salah satu SD di daerah kota Yogyakarta berupaya untuk meningkatkan kemampuan peserta didiknya dalam berpikir komputasional. Kurangnya sumber daya manusia dan teknologi berdampak pada kurangnya informasi yang didapatkan akan pentingnya CT dalam dunia pendidikan. Kegiatan pengabdian berupa pelatihan pemecahan masalah melalui CT ini dilaksanakan agar para peserta didik di SD BOPKRI Wonosari II mampu mengenal CT dan mengaplikasikan CT dalam suatu pemecahan masalah. Pelatihan dilaksanakan untuk peserta didik mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Dalam pelatihan ini, peserta didik diajak untuk menggunakan CT baik secara plugged maupun unplugged dengan menggunakan alat peraga. Metode ini dapat mempermudah pemahaman peserta didik untuk terbiasa berpikir CT dalam memecahkan masalah. Dari hasil pelatihan didapatkan bahwa para peserta didik sudah semakin terampil ketika diminta untuk memecahkan suatu masalah melalui soal-soal yang diberikan.
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN TAGIHAN AIR BERSIH SI TIRTO KAURIPAN (STUDI KASUS: PAMSIMAS TIRTO KAURIPAN KALURAHAN GENJAHAN) Julius Galih Prima Negara; Zeny Ernaningsih
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9284

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan bermasyarakat. Salah satu contoh pemanfaatan teknologi dalam kehidupan yaitu teknologi dapat membantu seseorang untuk mempermudah pekerjaannya. Pekerjaan yang awalnya masih menggunakan buku atau kertas untuk pendataan, kini dapat difasilitasi menggunakan suatu aplikasi. Salah satu program pengabdian ini berlokasi di Desa Genjahan, Gunung Kidul Yogyakarta. Di desa ini terdapat program penyaluran air bersih dari pemerintah PAMSIMAS. Awalnya pencatatan tagihan pembayaran penyaluran air bersih masih menggunakan buku secara manual. Pencatatan dengan kertas seringkali menimbulkan kekeliruan dan kehilangan data. Berdasar kondisi ini, system informasi Tirto Kauripan (TirKa) dibangun untuk mempermudah pengurus organisasi dalam mengelola tagihan air bersih program PAMSIMAS. Sistem informasi Tirka ini memiliki beberapa fitur yang diharapkan dapat mempermudah penggunanya serta meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi ketika masih menggunakan buku sebagai pencatatannya. Fitur tersebut adalah pengelolaan pelanggan, pengelolaan pegawai, pengelolaan biaya, pengelolaan rekening pembayaran, Halaman pengelolaan, halaman penagihan dan halaman pembayaran.
Gamifikasi Gamifikasi dalam Pendampingan Belajar Mata Pelajaran Matematika: - Ratna Mustika Dewi; Chandra Dewi Kurnianingtyas; Indah Sepwina Putri
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9285

Abstract

Salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik ialah pendidikan. Pada jenjang pendidikan dasar, menengah dan atas, salah satu pelajaran yang diyakini sebagai cabang ilmu yang penting ialah matematika. Namun, seringkali pelajaran matematika membutuhkan usaha yang lebih banyak untuk dipelajari oleh beberapa anak. Maka, paroki Santo Mikael Pangkalan TNI AU Adisutjipto dan tim pengabdian masyarakat dari TI UAJY bekerja sama menyelenggarakan kegiatan pendampingan belajar mata pelajaran Matematika untuk siswa SD hingga SMA agar para siswa menjadi lebih paham dan semangat dalam belajar matematika. Adapun kegiatan dirancang dengan diskusi dan pengajaran langsung setiap minggunya dengan durasi 2 jam dan total 8 kali pertemuan. Tim mengawali 5 pertemuan awal dengan metode pengajaran konvensional sesuai kebutuhan siswa akan tugas dan materi yang belum dimengerti. Selanjutnya, 3 pertemuan terakhir diisi dengan metode pengajaran menggunakan penerapan konsep gamifikasi dengan platform Quizizz, dimana siswa diajak untuk secara bersama-sama menjawab soal yang berkesinambungan dan melibatkan semua kelas. Hasilnya menunjukkan bahwa pada bagian awal pengajaran konvensional, siswa terlihat aktif dalam bertanya dan berdiskusi dengan siswa lain yang berbeda sekolah. Sementara pada bagian penerapan gamifikasi, siswa terlihat semakin antusias dalam menjawab pertanyaan dan bahkan mencoba mengerjakan soal yang lebih advanced. Melalui gamifikasi, siswa secara efektif mampu untuk me-recall apa yang sudah dipelajari selama pertemuan yang lalu.  
Pengembangan Manajemen Pengetahuan dan Komunikasi di Pusat Rehabilitasi YAKKUM Sherly Hindra Negoro; Gregoria Arum Yudarwati; Alexander Beny Pramudyanto
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9286

Abstract

Pusat Rehabilitasi Yakkum sebagai (PRY) lembaga yang berfokus di penanganan dan dukungan pada penyandang disabilitas sejak 1982 menghadapi tantangan terkait pengelolaan pengetahuan, pengalaman dan beragam praktik baik dari lembaga. Manajemen pengetahuan (knowledge management) PRY diperlukan untuk mengeksplorasi dan mengelola hal tersebut menjadi sumber pengetahuan yang dapat diakses lembaga ataupun pemangku kepentingan terkait agar dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan lembaga. Penulis sebagai tim pengabdi menjalankan program pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan pendampingan secara partisipatif pewujudan sistem manajemen pengetahuan di PRY dengan model tahapan dalam siklus Discovery- Capture-Process-Benefit & Share. Pada tahapan Discovery dan Capture, penulis bersama tim Knowledge Management PRY mengeksplorasi pengetahuan, pengalaman dan praktik baik dengan menggunakan pendekatan kontekstual What, Who, When, Where, Why, How yang dielaborasikan dengan pendekatan komunikasi Source, Message, Channel, Receiver, Effect. Hasil pendampingan partisipatif ini, tim Knowledge Management PRY berhasil merancang formula Discovery pengetahuan berbasis milestone dan aktivitas untuk dua program, yakni 1) Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi pada Kelompok Disabilitas, 2) Pengembangan Pendidikan Inklusi. Melalui program kolaboratif ini, PRY dapat secara mandiri melakukan manajemen pengetahuan sehingga tacit knowledge yang ada dapat menjadi explicit knowledge yang bermanfaat bagi pengembangan lembaga maupun pengembangan pengetahuan bagi publik.
Pelatihan Meningkatkan Kemampuan Guru SD BOPKRI Minggir Membuat Media Pembelajaran Interaktif dan Kreatif Melalui Canva Antonius Anetha Bhisma Bagaskara; Ernanda Wisnu Aji; Agil Panuntun Nugroho; Rangga Perwiratama
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9287

Abstract

Sebuah media pembelajaran yang interaktif bisa memainkan peran penting dalam proses belajar mengajar. Media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami dapat membantu para siswa lebih mudah dalam memahami konten materi yang disampaikan para guru. Menyadari pentingnya media pembelajaran interaktif, para guru BOPKRI Minggir ingin meningkatkan kemampuan dalam membuat media pembelajaran yang berkualitas. Banyak tool yang bisa digunakan sebagai pembuatan media pembelajaran yang interaktif, salah satunya adalah Canva. Oleh karena itu, guru BOPKRI Minggir meminta diadakan sebuah pelatihan pembuatan media pembelajaran menggunakan Canva yang interaktif, selain itu para guru juga meminta diajarakan membuat poster melalui Canva untuk keperluan sekolah. Dalam pelatihan para guru akan mengoperasikan secara langsung penggunaan Canva dengan mengoptimalkan segala fitur yang ada pada Canva. Diharapkan agar para guru bisa membuat sebuah media pembelajaran yang interaktif dan juga sebuah poster yang menarik.
Inisiasi Mahasiswa UNPAR terhadap Kesehatan Mental melalui Kegiatan “SAGITA” untuk Terwujudnya SDG 3 Michaella Evangelique; Veronica Irene Halim; Fernando Mulia
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9290

Abstract

Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental pada generasi Z menjadi fokus utama yang ingin dicapai penelitian ini karena menurut Rudianto pada tahun 2022, generasi Z umumnya belum mengetahui apa itu kesehatan emosional dan efek samping yang ditimbulkannya [1]. Aksi inisiatif ini diarahkan untuk melaksanakan Sustainable Development Goals (SDGs) 3 yaitu “Menjamin Kesehatan dan Kesejahteraan”. Oleh karena itu, dengan menggunakan metode pembuatan acara yang terdiri dari festival motivasi, tenant bisnis internal dan eksternal, workshop kreativitas, dan pertunjukan hiburan, diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental itu sendiri tetapi juga menyediakan berbagai proses kreatif dan estetika yang juga berdampak pada kesehatan mental generasi Z. Selain itu, melalui wawancara kepada peserta, panitia dan pengunjung yang merupakan generasi Z, para narasumber sepakat bahwa SAGITA berhasil memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. menjaga kesehatan mental.
Pengabdian Masyarakat Dalam Pemberdayaan UMKM Dimsum Dengan Peningkatan Kinerja Penjualan Parama Kartika Dewa; Hadisantono; Ni Luh P Chintya Devi
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9294

Abstract

Pertumbuhan ekonomi UMKM belum sepenuhnya pulih seperti kondisi sebelum pandemi. Perubahan perilaku konsumen dalam membeli kebutuhan mereka, memebrikan dampak pada kecepatan pemulihan kondisi UMKM. Produk makanan telah menjadi favorit para pelaku UMKM untuk memulihkan kondisi ekonomi keluarga. Hal ini disebabkan karena kebutuhan masyarakat untuk produk makanan selalu ada. Permasalahan utama adalah bagaimana memulihkan tingkat penjualan pada UMKM mereka. Tim pengabdian berupaya membantu kinerja UMKM berbasis makanan, dalam hal ini UMKM Dimsum untuk meningkatkan kinerja penjualan melalui pemberdayaan sumber daya yang telah dimiliki. Pendekatan analisis SWOT digunakan untuk mendapatkan strategi yang efektif. Sebagai hasil strategi perbaikan konten media sosial, banner identitas UMKM, dan membuat kemasan frozen dimsum, berhasil diterapkan guna menaikkan penjualan.
Pengembangan dan Penerapan Sistem Point of Sales untuk Kontrol Inventori dan Penjualan De ISI Parfum Lenny Halim; Herlina; Bekti Suratmanto
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9295

Abstract

Abstract — The promising potential of the perfume market in Indonesia and the ease of entry have led to the emergence of perfume replenishment small and medium enterprises (SMEs), one of which is De ISI Parfum. Like SMEs in general, De ISI Parfum struggles with manual sales and inventory systems, especially due to large amount of inventory (>445 items). The issues are human error, data tracking, synchronization of sales and inventory data, and reporting time. This service is aimed at developing a Point of Sales (POS) system to record sales and control inventory at De ISI Parfum. The implementation of the service consisted of three phases, namely problem identification and needs analysis, development, and training of the POS system. Business process mapping and interrelationship diagram were used to identify weaknesses in the business processes and the needs of De ISI Parfum. The development of a web-based POS includes a menu for the management of employee data, members, suppliers, master items, inventory control, promotions, purchase, sales and operational transactions. It can also provide revenue and profit and loss reporting. The impacts of the service are reducing administrative time for recapitulating sales data, monitoring inventory to make purchase decisions, and monitoring operational activities. Keywords — point of sales, perfume, computer-based information system, inventory recording, sales reporting. Abstrak—Potensi pasar parfum di Indonesia yang menjanjikan dan kemudahan masuk dalam bsinis parfum membuat usaha parfum refill bermunculan, salah satunya adalah De ISI Parfum. Sama seperti usaha kecil dan menengah pada umumnya, De ISI Parfum mengalami masalah dengan sistem pencatatan manual penjualan dan inventori, terutama dengan banyaknya inventori yang dikelola (>445 item). Masalah yang dialami, antara lain human error, ketelusuran data, sinkronisasi data penjualan dan inventori, dan waktu rekapitulasi. Pengabdian ini ditujukan untuk membuat sistem point of sales yang dapat digunakan dalam pencatatan penjualan dan kontrol inventori di De ISI Parfum. Pelaksanaan pengabdian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu identifikasi masalah dan analisis kebutuhan, pengembangan, dan pelatihan sistem point of sales. Pemetaan proses bisnis dan diagram hubungan masalah dibuat untuk membantu mengidentifikasi masalah dan kelemahan proses bisnis, sekaligus kebutuhan De ISI Parfum. Pengembangan sistem point of sales berbasis web mencakup menu pengelolaan data karyawan, member, supplier, master barang termasuk cek stok barang, promo, transaksi pembelian, penjualan, dan operasional. Sistem juga dapat menampilkan laporan pendapatan dan laba/rugi. Dari hasil wawancara diketahui dampak pengabdian bagi De ISI Parfum antara lain: pemangkasan waktu administrasi rekapitulasi data penjualan, mempermudah pemantauan inventori untuk dasar pengambilan keputusan restock, dan mempermudah pemantauan operasional. Kata Kunci—point of sales, parfum, sistem informasi berbasis komputer, pencatatan inventori, pencatatan penjualan.
Kompor Minyak Jelantah: Kinerja dan Keberlanjutan dalam Pemanasan Air Rumah Tangga Djoko Untoro Suwarno; Wuri Harini; Wiwien Widyastuti; Haris Sriwindono; Lukas Puwoto
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9297

Abstract

Abstract — This study evaluates the efficiency and sustainability of using a waste cooking oil stove for heating water in a household setting. In the tests conducted, the waste cooking oil stove successfully heated 500 ml of water from 30°C to 100°C in 9 minutes, with a heating power of approximately 270 watts. The consumption of waste cooking oil as fuel was recorded at 100 ml per hour of operation, demonstrating the potential of waste cooking oil as an economical and eco-friendly alternative fuel. However, the use of tissue paper as an initial heating aid produced residue that required routine cleaning of the stove's burner. It is recommended to develop a more efficient and cleaner initial heating mechanism, such as integrating an electric heating element or using ignition materials that do not leave residue. Additionally, designing an easily cleanable burner and optimizing airflow are suggested to improve user convenience and efficiency. With the implementation of these recommendations, the waste cooking oil stove can become a more practical and environmentally friendly fuel solution for households.   Abstrak—Penelitian ini mengevaluasi efisiensi dan keberlanjutan penggunaan kompor minyak jelantah untuk pemanasan air dalam skala rumah tangga. Dalam pengujian, kompor minyak jelantah berhasil memanaskan 500 ml air dari suhu 30°C hingga 100°C dalam waktu 9 menit, dengan daya pemanasan sekitar 270 watt. Konsumsi minyak jelantah sebagai bahan bakar tercatat sebesar 100 ml per jam operasi, menunjukkan potensi penggunaan minyak jelantah sebagai alternatif bahan bakar yang hemat dan ramah lingkungan. Namun, penggunaan tisu sebagai pemanas awal menimbulkan residu yang memerlukan pembersihan rutin pada tungku kompor. Disarankan pengembangan mekanisme pemanasan awal yang lebih bersih dan efisien, seperti integrasi elemen pemanas listrik atau penggunaan bahan pemantik yang tidak meninggalkan residu. Desain tungku yang mudah dibersihkan dan optimasi aliran udara juga diusulkan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi penggunaan. Dengan penerapan saran-saran ini, diharapkan kompor minyak jelantah dapat menjadi solusi bahan bakar yang lebih praktis dan ramah lingkungan bagi masyarakat.

Page 10 of 18 | Total Record : 177