cover
Contact Name
Fitria Dhenok Palupi
Contact Email
nutriture@poltekkes-malang.ac.id
Phone
+6285790314800
Journal Mail Official
nutriture@poltekkes-malang.ac.id
Editorial Address
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang Ijen Street 77C Malang, East Java, Indonesia 65119
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Nutriture Journal
ISSN : -     EISSN : 28289552     DOI : https://doi.org/10.31290/nj.v2i1
Gizi Klinik: nutraceutical, nutrigenomik, nutrigenetik, malnutrisi, nutrition care process (NCP), komunikasi terapeutik Gizi Masyarakat: malnutrisi, penilaian status gizi, pola konsumsi pangan, ketahanan dan keamanan pangan, surveillance, pengembangan KIE (komunikasi, informasi, edukasi) Food Science: teknologi pangan, food processing, food additives, pangan lokal, pangan fungsional, pengembangan produk pangan, analisis kandungan zat gizi, bahan tambahan pangan (BTP) Food Service: hygiene dan sanitasi, penyelenggaraan makanan, penyelenggaraan mutu makanan, manajemen pelayanan Gizi Olahraga: sport food, ergogenic aids, penilaian status gizi atlet, penyelenggaraan gizi atlet
Articles 68 Documents
The Relationship between Diet and Physical Activity with the Nutritional Status of More Adolescents at SMP Negeri 1 Campurdarat Tulungagung Pusparini, Nayunda Putri; Fajar, Ibnu; Hadisuyitno, Juin; Komalyna D, I Nengah Tanu
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i2.4082

Abstract

Background: Overnutrition or obesity is a condition where body weight increases due to the accumulation of body fat. One of the causes of nutritional status is a change in excessive eating patterns and lack of physical activity. Food consumption levels refer to the amount of food and drink consumed by individuals, families or communities in a certain time period. Apart from the level of food consumption, the factor that influences nutritional status is physical activity. The definition of physical activity is any body movement that is caused by the work of skeletal muscles and increases energy and energy expenditur. Objective: to determine the relationship between the level of food consumption and physical activity with the incidence of adolescent nutritional status at SMP Negeri 1 Campurdarat. Methods: This research includes quantitative research, a type of analytic survey research with a case control research design, Result: The results of the chi square analysis of the relationship between the level of food consumption and the nutritional status of the respondents had a significance value of 0.009 or <0.05 and the relationship between the level of food consumption and the nutritional status of the respondents had a significance value of 0.003 or <0.05 so that it can be said that there is a relationship. Conclusion: Shows that there is a relationship between excessive eating patterns with more nutritional status in adolescents and less physical activity with the incidence of overweight adolescents.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan Body Lotion Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill) dengan Variasi Konsentrasi Trietanolamin dan Asam Stearat Sebagai Emulgator Lestari, Salsa Bila; Waris, Muhammad Anugerah Alam; Setyani, Indrawati Kurnia
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 3 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i3.4629

Abstract

Latar belakang: Body lotion merupakan salah satu jenis kosmetika yang memiliki formulasi mengandung fase minyak dan fase air yang homogen sehingga memberikan kelembaban pada kulit, dan dapat diaplikasikan dengan mudah. Salah satu bahan alami yang dapat diformulasikan ke dalam sediaan body lotion dan bermanfaat untuk melawan dan melindungi kulit dari radikal bebas adalah daun alpukat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh variasi konsentrasi trietanolamin dan asam stearat sebagai emulgator terhadap karakteristik mutu fisik pada sediaan body lotion ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill). Metode: Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Hasil: Penelitian ini menguji beberapa parameter mutu fisik yaitu uji organoleptis dengan hasil lotion yang berwarna coklat, memiliki aroma khas ekstrak daun alpukat, dengan tekstur yang lembut dan berbentuk semi padat. Hasil uji homogenitas terdapat hasil yang tidak homogen pada formula 1. Hasil uji pH diperoleh hasil rata-rata 7,87, 7,05, dan 5,9. Hasil uji daya lekat diperoleh hasil dengan rata-rata 4,64 detik, 5,55 detik, dan 6,37 detik. Hasil uji visksositas diperoleh hasil rata-rata 2495 cps, 3874 cps, dan 5539 cps. Hasil uji daya sebar diperoleh rata-rata 6,91 cm, 6,63 cm, dan 6,17 cm, dan hasil uji iritasi pada penelitian ini tidak didapatkan hasil yang mengiritasi kulot panelis yang artinya lotion aman untuk digunakan sehari-hari. Simpulan: Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah didapatkan dari hasil uji mutu fisik sediaan body lotion ekstrak daun alpukat dengan variasi konsentrasi trietanolamin dan asam stearat dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil uji mutu fisik dengan variasi konsentrasi trietanolamin dan asam stearat memiliki pengaruh yang signiffikan terhadap uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji viskositas.
Daya Terima dan Kandungan Gizi Kroket Ubi Banggai Isi Ikan Katombo dan Kelor sebagai Alternatif Makanan Selingan Hikma, Anisa Nurul; Solikhah, Lilik Sofiatus; Masfufah, Masfufah
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 3 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i3.4886

Abstract

Latar Belakang: Kroket umumya berupa kentang tumbuk diisi daging cincang dan dicampur sayuran. Ubi banggai, ikan katombo, dan kelor merupakan pangan lokal yang mengandung karbohidrat, protein, Fe, dan vitamin C yang dapat digunakan sebagai bahan kreasi kroket. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh ubi banggai, ikan katombo dan kelor terhadap daya terima, serta mengetahui kandungan protein, karbohidrat, Fe dan vitamin C pada formulasi terpilih.Metode: Desain eksperimen dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Formulasi kroket dengan perbandingan ubi banggai, ikan katombo dan kelor secara berurutan F1 (18%: 2% : 2%), F2 (13% : 5% : 3%), dan F3 (9%: 9% : 4%). Panelis tidak terlatih sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan Krusskal Wallis dan Mann Whitney dengan signifikansi <0,05. Uji kadar protein menggunakan metode biuret, karbohidrat metode anthron, Fe metode spektometer UV-Vis dan vitamin C metode iodimetri.Hasil Penelitian: Ada pengaruh kroket terhadap daya terima pada parameter rasa dan tekstur (p= 0,024 dan p=0,003), perbedaan signifikan antar formulasi diketahui antara F1 dan F2 (p=0,007 dan p<0,001). Selanjutnya, tidak ada pengaruh pada parameter warna dan aroma (p=0,504 dan p=0,194). Nilai rerata daya terima pada semua parameter tertinggi pada F2 (terpilih). F2 mengandung protein 11,723%, karbohidrat 11,612 mg, Fe 1,177 mg dan vitamin C 16,814 mg.Kesimpulan: Ada pengaruh daya terima pada parameter rasa dan tekstur. F2 mengandung 11,723% protein, 11,612 mg karbohidrat, 1,177 mg Fe dan 16,814 mg vitamin C.Saran: Perlu analisis kandungan gizi lebih lengkap dan dikreasikan dengan pangan lokal lainnya, seperti bavoa dan rono dange khas Sulawesi Tengah. Kata Kunci: Daya Terima, Ikan katombo, Kelor, Kroket, Ubi banggai
The Effect Of Nutritional Education On Compliance Consuming Iron Tablets In Pregnant Women Wulandari, Novianti Dewi; Iwan, Sugeng
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 3 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i3.2895

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia kehamilan disebut “potential danger to mother and child” (potensi membahayakan ibu dan anak), karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan Berdasarkan dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menunjukkan bahwa proporsi anemia ibu hamil mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 48,9% dari yang sebelumnya sebesar 37,1% pada tahun 2013 dan dapat disimpulkan bahwa proporsi anemia ibu hamil mengalami peningkatan sebesar 11,8% selama kurun waktu 5 tahun dari 2013 ke 2018. Sebanyak 84,6% anemia pada ibu hamil terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun. Cakupan pemberian TTD pada ibu hamil di Indonesia tahun 2018 adalah 81,16%. Angka ini belum mencapai target Renstra tahun 2018 yaitu 95%.Tujuan : Menganalisis pengaruh penyuluhan gizi terhadap kepatuhan mengonsumsi tablet besi pada ibu hamil. Metode: Studi Literatur Review terhadap artikel jurnal yang memenuhi syarat inklusi dan eksklusi pada database pencarian menggunakan google scholar, DOAJ dan Garuda menggunakan kata kunci: penyuluhan, pengetahuan, kepatuhan, ibu hamil dan anemia. Hasil: Dalam 10 artikel yang diteliti, mayoritas nilai p value pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet besi <0,05 dimana artinya ada pengaruh antara penyuluhan dengan kepatuhan konsumsi tablet besi ibu hamil. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara penyuluhan terhadap kepatuhan komsumsi tablet besi ibu hamil.
The Effect of Temperature and Brewing Time for Herbal Tea with Bay Leaves and Soursop Leaves on Sensory Quality and Antioxidant Activity as a Functional Drink for Hypertension Sufferers Novitasari, Tiara; Puspita, Theresia; Razak, Maryam
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 3 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i3.4246

Abstract

Abstract Background: Hypertension basically tends to be difficult to control both with medication and medical procedures because this disease has an unstable nature. Antioxidant compounds are generally used in food as health protection agents because they can prevent oxidation in the body so they can play a role in preventing various diseases. Antioxidants can relax and dilate blood vessels and lower blood pressure. Objective: To analyze the effect of temperature and brewing time for herbal tea made from bay leaves and soursop leaves on sensory quality and antioxidant activity as a functional drink for hypertension sufferers. Design: Type of experimental research with 8 treatment levels and 2 repetitions in organoleptic analysis and antioxidant activity. Results: The results showed that temperature and brewing time had a significant influence (p>0.05) on color, aroma, taste, and clarity. The results of the analysis that have been carried out on the antioxidant activity obtained in bay leaf and soursop leaf herbal tea with 8 levels of treatment, namely: P1 = 97.7 ppm antioxidant activity, P2 = 88.4 ppm antioxidant activity, P3 = 69.8 ppm antioxidant activity antioxidant, P4 = 83 ppm antioxidant activity, P5 = 98.5 ppm antioxidant activity, P6 = 100.4 ppm antioxidant activity, P7 = 108.7 ppm antioxidant activity, P8 = 111.6 ppm antioxidant activity. The P3 treatment level is the best treatment level and the result value (Nh) is 0.84. Conclusion: Temperature treatment and brewing time for bay leaf and soursop leaf herbal tea had no significant influence on the sensory quality of the hedonic test (color, aroma, taste, and clarity). Key words: Hypertension; Bay leaf; soursop leaf; antioxidant activity.
Analisis Kepatuhan Higiene Penjamah Makanan dan Sanitasi Peralatan di Whitespoon Catering Malang Firjatulloh, Muhammad Bachtiar; Kholidah, Diniyah
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 3 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i3.4967

Abstract

Background: Food handler compliance with Standard Operating Procedures (SOP) for hygiene and the condition of kitchen equipment sanitation plays a crucial role in ensuring food safety. However, adherence to SOPs often becomes a challenge, especially in the catering sector. Objective: This study aimed to analize food handler compliance and kitchen equipment sanitation at Whitespoon Catering based on regulatory standards. Design: The study used a cross-sectional descriptive design and implementation evaluation, with data collection methods including observations, structured interviews, and questionnaires. Results: The findings showed that most food handlers’ compliance levels were in the "moderate" category, with the main weakness being the use of personal protective equipment (PPE). Kitchen equipment sanitation revealed the greatest gap in the storage aspect, which only met 50% of the standard. Statistical analysis indicated a significant relationship between work experience and compliance levels, while formal education had no significant effect. Conclusions: The compliance of food handlers with SOP hygiene requires improvement, particularly in the use of PPE. In addition, kitchen equipment sanitation needs enhancement, prioritizing storage management. These findings can be used to promote practice-based training, regular supervision, and infrastructure improvements to enhance food safety in the catering sector.
Pengaruh Penyuluhan Gizi menggunakan Media Audiovisual pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Wonosari Maulidia Safira, Nur Aida; Widajati, Endang; Soelistyorini, Dwie
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 3 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i3.5023

Abstract

Hipertensi disebut sebagai silent killer, karena tidak menapakkan gejala yang menyebabkan kedatangannya tidak disadari membuat beberapa orang masih merasa sehat untuk beraktivitas seperti biasanya. Data hasil Riskesdas pada tahun 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Sedangkan angka prevalensi penduduk di Jawa Timur menurut data RISKESDAS tahun 2018 menunjukan 36,3%, prevalensi semakin meningkat seiring pertambahan usia. Angka prevalensi yang cukup tinggi disinilah masyarakat harus diberikan pengetahuan tentang penyebab hipertensi dan cara diet yang tepat. Pemberian penyuluhan dengan media audiovisual merupakan salah satu cara yang tepat agar penyakit hipertensi dapat dikontrol, agar masyarakat mengetahui bagaimana cara penanganan hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Exsperimental dimana, fokus penelitian ini adalah pada dampak tingkat pengetahuan, asupan makan, dan penurunan tekanan darah dari subjek yang diambil dengan menggunakan desain penelitian Time Series Design. Desain penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok saja, sehingga tidak memerlukan kelompok kontrol (Sugiyono, 2009). Adapun perlakuan dalam penelitian ini sebanyak 4 kali. Sebelum diberi perlakuan, terlebih dahulu diberikan pretest kepada responden. Setelah diberikan perlakuan, responden diberikan posttest. Menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan gizi terhadap tingkat pengetahuan dengan nilai (p=0,000), untuk asupan makan pada asupan energi dengan nilai (p=0,047), asupan protein dengan nilai (p=0,009), asupan lemak dengan nilai (p=0,032), asupan karbohidrat dengan nilai (p=0,030), asupan kalium dengan nilai (p=0,000), asupan natrium dengan nilai (p=0,000), serta untuk tekanan darah sistolik dengan nilai (p=0,000) dan diastolic dengan nilai (p=0,000). Pemberian penyuluhan gizi dengan media audio visual memebrikan pengaruh positif terhadap perubahan tingkat pengetahuan, asupan makan, serta tekanan darah pada pasien hipertensi.
Skrining Fitokimia dan Analisis Aktivitas Antioksidan Infused Water Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi Linn.) Menggunakan Metode Uji DPPH (2,2- Diphenyl-1-Pycrilhydrazil) Wulan, Indah Cahyaning; Wattiheluw, Muhammad Hasan
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 3 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i3.5077

Abstract

Latar belakang: Senyawa antioksidan adalah zat yang dapat digunakan untuk melawan radikal bebas. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) adalah buah yang memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, serta senyawa fenolik dan metabolit sekunder lain yang bersifat antioksidan. Air (H2O) adalah salah satu unsur penting yang dibutuhkan oleh manusia. Infused water dapat menjadi pilihan alternatif untuk mengonsumsi air putih dengan cara yang lebih menarik.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan air rendaman buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn). Metode: penentuan nilai aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan instrumen spektrofotometri menggunakan pelarut metanol. Penentuan nilai IC50 didasarkan pada persamaan regresi linear antara konsentrasi sampel dan %inhibisi terhadap DPPH. Hasil: diperoleh nilai IC50 sebesar 21,475 ppm. Sedangkan untuk asam askorbat diperoleh nilai IC50 sebesar 8,358 ppm. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitain Infused water Belimbing Wuluh dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat.
Gambaran Self-Management Diet dan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus Nofita Sari, Rista Angelina; Larasati, Meirina Dwi
NUTRITURE JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v4i1.4887

Abstract

Abstrak Latar belakang: Self-management Diabetes Melitus (DM) merupakan tindakan individu dalam pengelolaan penyakit DM. Salah satu aspeknya adalah manajemen diet yang efektif sebagai upaya mengontrol kadar glukosa darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-management dan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan subjek menggunakan simple random sampling. Subjek yang digunakan yaitu 15 pasien DM di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Cara pengumpulan data self-management diet menggunakan kuisioner The Self-Management Dietary Behaviors Questionnaire (SMDBQ) dengan 16 item pertanyaan dan dikategorikan menjadi 3, yaitu SMDB rendah (skor <32), SMDB sedang (skor 32-48), dan SMDB tinggi (skor 49-64) dengan teknik wawancara. Sedangkan data glukosa darah diperoleh melalui catatan rekam medis pasien dan dikategorikan menjadi 2, yaitu terkontrol (70-125 mg/dl) dan tidak terkontrol (? 126 mg/dl). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Subjek penelitian memiliki self-manajement diet rendah (20%) dan sedang (80%). Subjek yang memiliki self-management diet kategori rendah memiliki kadar glukosa darah tidak terkontrol (100%). Simpulan: Subjek cenderung memiliki self-management kategori sedang dan kadar glukosa darah tidak terkontrol. Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Kadar Glukosa Darah; Self-Management Diet
Pengaruh Penambahan Yogurt dan Jeruk Nipis terhadap Aktivitas Antioksidan dan Mutu Organoleptik Jus Bit (Beta Vulgaris L.) untuk Penyakit tidak Menular -, naura rahadatul aisy; Suwita, I Komang; Razak, Maryam
NUTRITURE JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v4i1.4744

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Laporan dari WHO menunjukkan bahwa PTM sejauh ini merupakan penyebab utama kematian di dunia, 60% dari total kesakitan dan 73% kematian di dunia. Umbi Bit merupakan bahan pangan tinggi antioksidan namun kurang diminati oleh masyarakat. Oleh karena itu, jus bit ditambahkan yogurt dan jeruk nipis untuk meminimalisasi rasa dan aroma kurang menyeanngkan pada bit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan yogurt dan jeruk nipis pada jus bit terhadap aktivitas antioksidan dan mutu organoleptik untuk penyakit tidak menular. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen laboratorium dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 taraf perlakuan dengan replikasi sebanyak 3 kali setiap taraf perlakuan. Analisis statistik yang digunakan untuk aktivitas antioksidan adalah One-Way ANOVA dan mutu organoleptik (warna, aroma, rasa, dan kekentalan) dianalisis dengan uji Kruskall-Wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Penambahan yogurt dan jeruk nipis memberikan perbedaan yang signifikan terhadap mutu organolepik yang meliputi warna dan aroma, yaitu pada taraf perlakuan P0 dengan P1, P2, dan P3. Rasa dan kekentalan tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik. Perlakuan terbaik penambahan yogurt dan jeruk nipis pada jus bit (Beta vulgaris L.) diperoleh pada mutu dengan organoleptik aroma, rasa, dan kekentalan tertinggi yaitu 3,27; 3; 2,6 dengan aktivitas antioksidan IC50 54,9 mg/ml. Simpulan: Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan jeruk nipis maka aktivitas antioksidan semakin meningkat. Hasil analisis penelitian mutu organoleptik menunjukkan bahwa semakin tinggi presentase yogurt dan jeruk nipis maka tingkat penerimaan panelis terhadap warna, aroma, rasa, dan kekentalan meningkat. Kata kunci: aktivitas antioksidan; jeruk nipis; mutu organoleptik; umbi bit; yogurt