cover
Contact Name
Edi Laukin
Contact Email
kultura@kolibi.org
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
kultura@kolibi.org
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 29855624     DOI : -
Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi). Kultura memuat hasil-hasil penelitian di bidang ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan tulisan-tulisan dalam bidang ilmu sosial dan humaniora yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Kultura menerima tulisan dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif dari akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa yang relevan dengan topik ilmu sosial dan humaniora.
Articles 696 Documents
BERPELUANG SAMA (STUDI KASUS PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI TANTANGAN SOSIAL DAN EKONOMI DI DUNIA PENDIDIKAN) Agustin, Zulfah Anali; Nurrizalia, Mega; Waty , Evy Ratna Kartika; Annisa , Alifyana Fitri; Rahmadania, Ananda; Marwiya
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i5.1385

Abstract

Perempuan dalam masyarakat kontemporer sering kali menghadapi beragam tantangan sosial dan ekonomi yang mempengaruhi kesejahteraan dan pengembangan potensi mereka. Artikel ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor utama yang mempengaruhi perempuan dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi, serta mengidentifikasi strategi yang mereka terapkan untuk mengatasi hambatan tersebut. Melalui studi kasus dan analisis kualitatif, kami mengeksplorasi bagaimana perempuan membangun ketahanan sosial dan ekonomi, mengelola peran ganda, dan menavigasi struktur kekuasaan yang ada. Temuan kami menunjukkan bahwa dukungan sosial, akses terhadap pendidikan dan pelatihan, serta kewirausahaan merupakan faktor kunci dalam memberdayakan perempuan secara ekonomi. Namun, masih terdapat hambatan struktural seperti stereotip gender, ketimpangan dalam akses sumber daya, dan ketidaksetaraan dalam kesempatan yang perlu diatasi. Kami juga menyoroti upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan individu dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi perempuan. Dengan memahami tantangan yang dihadapi perempuan dan strategi yang mereka gunakan untuk mengatasinya, Artikel ini juga mengusulkan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan inklusi dan pemberdayaan perempuan dalam ranah sosial dan ekonomi, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih berpeluang sama bagi semua individu.
BUDAYA PATRIAKI MENYEBABKAN KEKERASAN RUMAH TANGGA DI DESA BETUNG 1 Wati, Evy Ratna Kartika; Nurrizalia, Mega; Alsami , Firanda; Effendi , Devina Maharani; Sulastri , Mesi; Khotimah, Khusnul
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i5.1386

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi dampak budaya patriarki terhadap kekerasan dalam rumah tangga di Desa Betung 1, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki yang masih kuat di masyarakat Desa Betung 1 memberikan kontribusi signifikan terhadap tingginya tingkat kekerasan dalam rumah tangga. Faktor-faktor seperti kontrol dan dominasi yang dilakukan oleh suami terhadap istri, norma-norma yang memperkuat ketidaksetaraan gender, serta minimnya kesadaran akan hak-hak perempuan menjadi faktor utama yang memperpetuasi kekerasan. Penelitian ini menyoroti perlunya intervensi yang menyeluruh untuk mengatasi budaya patriarki yang merugikan dan memperjuangkan kesetaraan gender di tingkat lokal.
ANALISIS POTENSI WILAYAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TERHADAP PEMBANGUNAN IBU KOTA NUSANTARA (IKN) Yohanes, Yulius; Mayrisa, Stephanie Ines; Tiyana, Virga; Indriyanti , Ade Putri; Lestari , Putri Novianti; Fatihah, Murnia Nur
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i5.1391

Abstract

Ibu kota suatu negara merupakan bagian penting dalam pemerintahan suatu negara, hal ini tentunya berlaku di setiap negara, salah satunya Indonesia. Pada rapat paripurna DPR RI 2022, pemerintah menyepakati rencana pemindahan ibu kota negara nusantara (IKN) dari Ibu Kota DKI Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur. Pemindahan ibu kota dilatarbelakangi oleh beratnya beban DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan Indonesia dan berkurangnya ketimpangan ekonomi dengan pulau lain. Dipilihnya Provinsi Kalimantan Timur sebagai ibu kota karena daerahnya dinilai sudah siap dari berbagai aspek, namun ada juga pendapat sebaliknya yang mengatakan bahwa perpindahan IKN belum sepenuhnya siap. Pro dan kontra pemindahan ibu kota tentunya mendapat banyak pendapat berbeda dari berbagai pihak. Oleh karena itu, tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk melihat apa saja potensi atau keunggulan wilayah Kalimantan Timur terhadap pembangunan ibu kota Nusantara (IKN).
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMENUHAN HAK DAN KEWAJIBAN DALAM RUMAH TANGGA BAGI SUAMI YANG MERANTAU : (Studi di Desa Lubuk Resam, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan) Arianto, Randi; Julir, Nenan; Giyarsi, Giyarsi
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suami yang merantau di desa Lubuk Resam bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, Berdasarkan hukumnya merantau boleh (Mubah) akan tetapi pada observasi peneliti menemukan praktek yang belum sesuai dengan hukum islam, salah satunya suami yang merantau lebih dari enam bulan sedangkan dalam tinjauan hukum Islam hanya dibatasi selama enam bulan atau empat bulan. pemenuhan hak dan kewajiban selama suami pergi merantau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana pemenuhan hak dan kewajiban suami istri dalam pasangan keluarga perantau, serta bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pemenuhan hak dan kewajiban tersebut. Kemudian penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi lapangan (Field Research) Jenis Penelitian lapangan ini merupakan sebuah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa tulisan atau yang dihasilkan langsung dari lapangan atau lokasi penelitian.Hasil penelitian menu pemenuhan hak dan kewajiban bagi suami yang merantau di desa Lubuk Resam belum sepenuhnya terlaksana oleh suami yang merantau, Seperti pemberian nafkah berupa uang yang tersendat dan menyesuaikan dengan keadaan suami saat merantau, sedangkan nafkah berupa kebutuhan biologis sebagian besar terpenuhi disaat sang suami pulang, Kebutuhan biologis yang tidak terpenuhi dapat mengakibatkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga yang dapat mengakibatkan perselingkuhan hingga membuat salah satu informan berpoligami atau beristri dua, selain itu ketidakharmonisan dalam rumah tangga dapat juga menyebakan perceraian. Hasil akhir dari penelitian ialah penulis menyimpulkan bahwa pemenuhan hak dan kewajiban bagi suami yang merantau belum sesuai dengan hukum Islam.
TREND PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM INTERAKSI SOSIAL REMAJA Dalimunthe, Syairal Fahmy; Simanjorang, Vebiola Br; Pulungan, Rizky Aprilia; Domianda, Putri
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji trend penggunaan media sosial dalam interaksi sosial remaja. Tulisan ini menggunakan teknik studi kepustakaan atau metode kualitatif deskriptif, dengan menganalisis bagaimana platform media sosial telah memengaruhi cara remaja berinteraksi secara sosial. Hasil menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi bagian pokok kehidupan sosial remaja, memengaruhi pola komunikasi, pembentukan identitas, dan hubungan sosial mereka. Artikel ini dibuat untuk membahas dampak dari penggunaan media sosial tersebut dan bagaimana pandangan guru BK terhadap trend tersebut.
PERTANGGUNG JAWABAN TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN ANGGARAN PENDIDIKAN OLEH SEKOLAH SWASTA Putra, Rendy Arcapada; Wahjoeono, Dipo
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i5.1404

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap pembangunan suatu negara. Hal ini juga diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pendidikan, setiap orang wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Oleh karena itu, pemerintah menjalankan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana dari pemerintah pusat disalurkan melalui pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten sebelum disalurkan ke sekolah-sekolah yang memenuhi syarat untuk mendapatkan BOS. Namun, sekolah telah terlibat dalam beberapa kasus pencurian dana BOS.
PRESPEKTF HUKUM POSITIF DAN PIDANA ISLAM MENGENAI ABORSI DI KAITKAN (IMAM MADZHAB) Nasoha, Ahmad Muhamad Mustain; Davendra, Ervan Yoga Yahayyu; Prasetyo, Yahya Ayas Adi; Hasbullah, Wahyu Afnan; Natawikrama, Raden Rahmat Aditya
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak sedikit pergaulan lolos-serta seks lolos ini membuat dikarenakan banyaknya pemain pengguguran yang terdapat di Indonesia. Dalam pemberlakuan hukum yang diatur dalam KUHP (wacana Unsertag-unsertag Hukum kriminalitas) perihal pengguguran telah sungguh jelas sebetulnya menggugurkan lembaga dilarang sedemikian itu serta dalam perspektif hukum Islam mencegah buat menggugurkan lembaga melainkan terdapat penyebab kedokteran yang benar patut dilakoni pengguguran. hendak tapi dalam pandangan Madzhab tengah terdapat kategorisasi diperbolehkannya saat sebelum peniupan arwah serta Para ustaz seia sekata liar normanya jikalau menggugurkan lembaga kala sehabis peniupan arwah. tentang hal pendekatan riset yang dibubuhkan dalam riset ini sistem studi Hukum Yuridis Normatif, ialah sistem pendekatan yang digunakan dalam riset ini yakni prosedur pendekatan yuridis normatif ataupun riset hukum doktrinal, ialah sesuatu riset hukum yang mempergunakan pangkal data subordinat. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian terdahulu oleh Nasuha7 hukum doktrinal adalah proses untuk menemukan aturan, prinsip, dan doktrin untuk menyelesaikan masalah. Penelitian ini bersifat preskriptif. Penelitian normatif, doktrinal, dan kepustakaan adalah jenis penelitian yang menggunakan sumber daya pustaka seperti buku, hukum, kitab agama, dan majalah. Hasil penelitian ini bertujuan untuk memberi pembaca pemahaman yang lebih baik tentang arti pengguguran dan pengampunan yang diberikan kepada mereka yang melakukan pelanggaran pengguguran positif dari sudut pandang hukum positif dan hukum kejahatan Islam. Untuk menemukan hubungan antara hukuman yang diberikan oleh hukum positif dan hukum kejahatan Islam, terdapat batas usia lembaga yang berlaku dalam isi hukuman, dan hukuman yang diberikan oleh hukum kejahatan Islam adalah dengan melanggar undang-undang.
PERSPEKTIF KRIMINOLOGI TERHADAP KEKERASAN SEKSUAL DI PERGURUAN TINGGI S.H., M.H., Mulyadi,; Ardiana , Oktavia Dwi; Azzahra , Dinda; Syah , Aurellia Zerikha; Sachmaso , Hana Humaira; Harsanti , Khairunnisa Putri; Devi, Murtanti Fajarrani; Restia , Salsabila; Josua , Haezer
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i4.1409

Abstract

Sebagai bentuk diskriminasi gender, kekerasan seksual menjadi salah satu bentuk diskriminasi yang meracuni dunia pendidikan. Meskipun berbagai negara telah merumuskan kebijakan anti-seksisme dan anti-diskriminasi gender di berbagai instansi pendidikan, sayangnya, laporan akan kekerasan seksual masih sering menghantui perguruan tinggi. sebagai contoh nyata bahwa perjuangan melawan ketidakadilan masih jauh dari selesai. Untuk mengurai permasalahan tersebut maka kajian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, yang melibatkan pemeriksaan sumber-sumber hukum seperti peraturan, keputusan, teori hukum, dan pandangan ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, terdapat berbagai faktor yang dapat membuat peningkatan kasus kekerasan seksual, baik itu dari segi tidak adanya hubungan yang seimbang dengan mahasiswi dengan akses pelaporan kekerasan seksual di kampus yang baik, lemahnya posisi kekuasaan superior seperti dosen ataupun koordinat kampus yang menjadi sumber pelaporan bagi para korban kekerasan seksual tersebut. Kedua, banyak juga yang disebabkan karena peraturan dan sanksi bagi pelaku kekerasan seksual masih dapat disuap dengan uang dan menurut pihak kampus tersebut adalah hal yang menguntungkan, sehingga para pelaku kekerasan seksual di kampus dapat semakin marak dan memanipulasi fakta yang diberikan bagi para umum. Penulis berharap pemerintah maupun pihak yang terlibat dapat membentuk aparat yang bermoral sehingga kasus ini tidak semakin merajalela khususnya di lingkungan Pendidikan.
PERANAN BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DALAM PERLINDUNGAN SATWA LIAR TAMAN WISATA ALAM BUKIT KABA Rahmawati, Khafifah; Jannah , Annisa Fitratul
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i5.1435

Abstract

Taman Wisata Alam merupakan Kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi. Bukit kaba merupakan sebuah gunung yang dijadikan Taman Wisata Alam untuk melindungi flora dan fauna di dalamnya. Kerusakan alam yang terjadi diperlukan pemulihan atau rehabilitasi agar tidak mengganggu habibat satwa liar yang dilindungi. Hal tersebut menimbulkan peran bagi Balai Konservasi Sumber Daya Alam untuk mengupayakan perlindungan dan pelaksanaan pengelolaan fungsi Kawasan konservasi untuk mengoptimalisasi ekosistem alam yang sesuai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris yakni meninjau hukum sebagai fakta sosial secara langsung dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan. Hasil penelitian secara garis besar bahwa Balai Konversi Sumber Daya Bengkulu telah mengusahakan pemulihan walaupun masih terdapat hambatan-hambatan.
STRATEGI PENANGANAN LIMBAH BATERAI KENDARAAN LISTRIK DEMI MASA DEPAN INDONESIA YANG LEBIH BERSIH Nauri, M Maulvi Aldi; Aziz , Muhammad Sulthoni; Pratama, M Yusuf Zenidin Zidan; Kamal, Ubaidillah; Fikri , M Adymas Hikal
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i5.1436

Abstract

Dalam menghadapi pertumbuhan pesat industri kendaraan listrik di Indonesia, penanganan limbah baterai kendaraan listrik menjadi perhatian utama untuk menciptakan masa depan yang lebih bersih. Artikel ini membahas tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan limbah baterai, potensi bahaya terhadap lingkungan, dan kebutuhan akan sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Melalui analisis yang mendalam, artikel ini menguraikan langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mengatasi masalah ini. Langkah-langkah tersebut meliputi penguatan regulasi, pengembangan infrastruktur daur ulang, peningkatan kesadaran masyarakat, dan dukungan terhadap inovasi teknologi. Dengan memperkuat kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan, diharapkan Indonesia dapat mencapai tujuan pengelolaan limbah baterai yang lebih aman, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.