cover
Contact Name
Edi Laukin
Contact Email
kultura@kolibi.org
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
kultura@kolibi.org
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 29855624     DOI : -
Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi). Kultura memuat hasil-hasil penelitian di bidang ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan tulisan-tulisan dalam bidang ilmu sosial dan humaniora yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Kultura menerima tulisan dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif dari akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa yang relevan dengan topik ilmu sosial dan humaniora.
Articles 696 Documents
MEMIKUL KEKHAWATIRAN DUNIA Zahra, T. Yumna Syadza
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran individu dalam menanggapi dan memikul tanggung jawab terhadap berbagai kekhawatiran global yang mempengaruhi dunia saat ini. Dalam konteks globalisasi dan kompleksitas tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dunia, individu diharapkan untuk turut serta dalam upaya penyelesaian masalah-masalah global seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, konflik internasional, dan keberlanjutan lingkungan. Melalui pendekataninterdisipliner, jurnal ini menggali berbagai perspektif dan solusi yang dapat dilakukan oleh individu untuk memikul kekhawatiran dunia. Diskusi meliputi pentingnya kesadaran akan isu-isu global, peran aksi individu dalam membawa perubahan positif, serta kolaborasi lintas budaya dan lintas Negara dalam menangani tantangan global bersama-sama. Jurnal ini dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi pembaca untuk turut serta dalam memikul kekhawatiran dunia dan berkontribusi dalam upaya menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang.
LITERATUR RIVIEW DESKRIPTIF: MENAVIGASI KESEJAHTERAAN AKSESBILITAS PEJALAN KAKI PENYANDANG LOWVISON Syananda, Della Cita; Trustisari, Hastin
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 8 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksesibilitas sangat penting untuk memberikan kemandirian dan keadilan bagi bagi individu dengan low vision. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menavigasi aksesibilitas pejalan kaki bagi penyandang low vision dan mengeksplorasi solusi desain yang memadai. Artikel ini bertujuan untuk memahami pengalaman individu, menganalisis praktik terbaik, dan memberikan wawasan konkret tentang upaya perbaikan yang dapat dilakukan. Ini dicapai melalui studi literatur Deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa fasilitas seperti jalur pemandu dengan tekstur khusus, penanda taktis, dan pencahayaan yang cukup sangat penting untuk meningkatkan aksesibilitas. Studi ini menunjukkan bahwa lingkungan yang ramah pejalan kaki dapat meningkatkan kualitas hidup bagi penyandang low vision dengan menggunakan desain inklusif. Temuan ini memiliki implikasi praktis yang sangat penting untuk memasukkan prinsip aksesibilitas ke dalam setiap aspek perencanaan kota untuk membuat lingkungan yang lebih inklusif dan nyaman bagi semua individu.
MEMBANGUN GENERASI Z YANG BERBUDAYA: UPAYA MENANAMKAN PEDULI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL STUDI KASUS DI FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Paramesthi, Amanda; Syahidan , Azzam Dzubyan; Mertianti , Bunga; Azzuri, Denisa Panseria; Carolyna , Febyana; Mardhiyah , Radhiyatam; Rakhman , Arief
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran generasi muda dalam mengarahkan masa depan bangsa semakin krusial. Mereka harus dibekali dengan beragam keterampilan, termasuk keterampilan sosial, emosional, dan etika yang kuat. Keterampilan sosial yang baik sangat penting dalam membangun hubungan yang harmonis dan produktif dengan orang lain. Generasi muda juga perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai etika dan moral. Dengan memiliki landasan ini, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang bertanggung jawab. Peduli sosial juga merupakan nilai yang penting dalam budaya Indonesia. Peduli sosial dan tanggung jawab mencakup cara berbicara, berinteraksi, dan bertindak dalam berbagai situasi sosial. Fakultas memiliki peran strategis dalam membantu generasi muda membangun keterampilan sosial dan nilai sopan santun. Kurangnya pendidikan yang sistematis dan efektif dalam hal ini menjadi tantangan. Keterampilan sosial dan sikap peduli sosial sangat penting di lingkungan fakultas karena membantu mahasiswa berinteraksi dengan baik dan menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fakultas dapat membantu meningkatkan keterampilan sosial dan Peduli sosial serta pengaruh pendidikan yang sistematis dan efektif dalam hal ini.
INOVASI DALAM ORGANISASI: INOVASI PROGRAM E – LAMPID PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL (DISPENDUKCAPIL) KOTA SURABAYA Kasari, Melinda Husni; Rohmah, Dewi Nur; Rohmah, Alfiatur; Widyaningsih, Alvira; Oktaviyanti, Alvaini
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk memaparkan apa itu inovasi dalam organisasi, pentingnya suatu organisasi melakukan inovasi. Metode Penelitian dalam artikel ini menggunakan metode penelitian secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan secara studi pustaka pada penelitian terdahulu dengan topik yang masih relevan dengan isi dari artikel ini. Indikator inovasi dalam organisasi dari artikel ini meliputi apa itu inovasi secara umum, karakteristik dari suatu inovasi yang dibuat oleh organisasi, tipe – tipe inovasi dan manfaat dari adanya inovasi dalam organisasi, hambatan atau tantangan apa saja yang dihadapi organisasi dalam membuat atau menciptakan inovasi atau tantangan dalam pengimplementasian inovasi, yang mengacu pada inovasi e-Lampid yang dibuat  oleh Dispendukcapil Kota Surabaya.
ANALISIS SISTEM KEBIJAKAN PENDIDIKAN ANAK JALANAN DI BEBERAPA WILAYAH DAERAH DI INDONESIA: KAJIAN LITERATUR Solekhah, Eka Yulia; Esterilita, Mari; Trustisari, Hastin
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak jalanan merupakan mereka yang waktunya dihabiskan sebagian besar di jalanan, mencari nafkah atau berkeliaran. Pemerintah telah membuat kebijakan untuk membantu anak jalanan, seperti pelatihan, tempat tinggal, dan reintegrasi sosial, meski implementasinya perlu ditingkatkan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis sistem kebijakan pendidikan bagi anak jalanan dibeberapa wilayah Indonesia. Metode pengkajian menggunakan metode naratif dari beberapa literatur riview, dengan mencari referensi dari berbagai sumber secara online ditemukan 10 artikel melalui google scholar tentang kebijakan pendidikan anak jalanan.  Hasil kajian dari berbagai studi menunjukkan bahwa sistem pendidikan memiliki berbagai kendala yang dihadapi dalam upaya pembaruan kurikulum secara nasional. Keadaan ini membutuhkan adanya tinjauan evaluasi yang harus diperhatikan, seperti faktor politik, ekonomi, sosial, dan budaya di Indonesia. Beberapa kebijakan yang telah diterapkan, seperti kebijakan pendidikan layanan khusus untuk mengentaskan anak dari jalanan melalui pendidikan informal dan nonformal, serta program pembinaan Dinas Sosial, ternyata tidak lagi relevan dengan realitas kehidupan di beberapa daerah. Studi lain menunjukkan bahwa anak-anak jalanan di suatu wilayah daerah, umumnya berasal dari luar daerah dan memiliki keragaman latar belakang, baik dari segi ekonomi maupun keluarga. Terkait dengan kebijakan pemerintah daerah, dapat dikatakan bahwa tidak ada kebijakan yang secara khusus mengarah pada pemenuhan hak pendidikan anak jalanan. Berdasarkan beberapa kajian, diperlukan reformulasi kebijakan pendidikan anak jalanan yang komprehensif, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan memperhatikan kebutuhan dasar anak-anak jalanan, seperti pendidikan, jaminan sosial, dan layanan kesehatan. Selain itu, dibutuhkan koordinasi yang baik antar instansi terkait untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut secara efektif.
PERAN PRESIDEN MELALUI KONVENSI KETETATANEGARAAN DEMI MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BEBAS KORUPSI Irwan Triadi; Arif Pujawangsa Paksi
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i7.1834

Abstract

Majelis Permusyawaratan Rakyat sudah menyelenggarakan sidang tahunan untuk memfasilitasi lembaga negara menyampaikan laporan kinerjanya kepada masyarakat. di era reformasi, sidang tahunan MPR pertama kali digelar Majelis Permusyawaratan Rakyat berdasarkan Ketetapan MPR Nomor II/MPR Tahun 1999 tentang Peraturan Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Rakyat agar masyarakat mendapatkan informasi tentang lembaga negara selama kurun waktu satu tahun. Perkembangan pelaksanaan tugas ini sebagai bentuk akuntabilitas lembaga negara kepada masyarakat. Sidang Tahunan MPR menempati kedudukan yang tinggi sebagai konvensi ketatanegaraan yang melengkapi kaidah konstitusional dalam praktik penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara, amanat rakyat yang dibawa oleh 8 lembaga negara harus disampaikan dengan transparan dengan mekanisme yang tepat. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif melalui studi kepustakaan yang dilakukan dengan menggunakan 3 (tiga) pendekatan yaitu pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), serta pendekatan kasus (case approach). Penelitian ini mengkaji pengaruh konvensi tersebut sebagai wadah untuk mewujudkan transparansi kinerja lembaga negara dan praktik ketata negaraan-nya sesuai dengan koridor konstitusional negara Republik Indonesia. Terdapat beberapa faktor yang menentukan transparansi negara, salah satunya adalah pencegahan korupsi. Melalui kewenangan presiden, Presiden memiliki peran yang sentral dalam jalan nya konstitusi di Indonesia. Penegakan hukum dalam kasus korupsi harus dijalankan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Diharapkan dengan adanya Transparansi akan menjadi kunci dalam memerangi korupsi. Dengan demikian, peran presiden sangat vital dalam menangani korupsi, dan kemauan serta komitmen presiden dalam memerangi korupsi akan sangat memengaruhi keberhasilan upaya pemberantasan korupsi di suatu negara baik itu melalui pembentukan lembaga negara tertentu misalnya KPK atau melalui konvensi tata negara seperti rapat tahunan MPR.
KESETARAAN GENDER DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL: ANALISIS LITERATUR REVIEW Septiyani, Dhepita; Esterilita, Mari; Trustisari, Hastin
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu kesetaraan gender telah menjadi perhatian global dalam upaya mencapai pembangunan yang adil dan berkelanjutan, termasuk dalam bidang pendidikan. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan kesetaraan gender di bidang pendidikan di Indonesia. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan terkait, namun berbagai studi menunjukkan masih adanya kesenjangan gender di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah hasil penelitian di google scholar. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa salah satu isu utama adalah rendahnya akses dan partisipasi perempuan dalam pendidikan, terutama di jenjang pendidikan tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain budaya dan norma sosial yang menempatkan perempuan pada peran domestik serta terbatasnya dukungan orang tua. Implementasi kebijakan membutuhkan komitmen kuat dari pemangku kepentingan serta sinergi kebijakan, program, dan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan kesetaraan gender yang sesungguhnya dalam sistem pendidikan nasional.
PERAN ETIKA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI PADA PERGURUAN TINGGI Fahreza, Rendi Gustan; Ardiansyah, Dimas; Ikbal , Muhammad; Syam, Tazkiya Asri; Khairani, Sonia Winda; Akmalia, Rizki
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 8 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi secara umum bertujuan untuk membekali siswa dengan pemahaman tentang perangkat teknologi informasi dan komunikasi secara umum, termasuk komputer (literasi) dan literasi informasi. Artinya siswa akan mengetahui terminologi yang digunakan dalam teknologi informasi dan komunikasi. Penggunaan teknologi sudah tidak asing lagi di masyarakat saat ini, penggunaanya sangat luas dan tidak terkendali. Tujuan artikel ini yaitu untuk memeberikan pemahaman mengenai peran pendidikan dalam meminimalisir dampak negatif pelanggaran etika dalam penggunaan teknologi informasi. Metode yang digunakan yaitu studi literatur. Sebelum menggunakan teknologi sebaiknya seseorang mengetahui pengertian dan prinsip etika dalam menggunakan TIK, prinsip-prinsip yang di maksudkan untuk mencegah pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna teknologi informasi dan komunikasi. Pelanggaran etika TIK yang sering terjadi di bidang pendidikan adalah plagiarisme. Peran pendidik untuk mencegah hal tersebut yaitu dengan memberikan motivasi pembelajaran dan memberikan sosialisasi mengenai Undang-Undang Hak Cipta.
CARA GOOGLE MENGHADAPI ERA DISRUPSI TANPA PENGURANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI LEARNING ORGANIZATION Rahmasari , Desy Alya Putri; Aditya , Bima; Fatimah , Fifi Fitria Nurul; Septiana , Vita Nugrah; Adelia , Evi
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana organisasi Google mampu menghadapi era perubahan yang sangat pesat dan masif (disrupsi) melalui organisasi pembelajaran (learning organization) tanpa perlu mengurangi sumber daya manusia yang mereka miliki. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi pustaka dengan teknik pengumpulan data yang meliputi, pencarian literatur; analisis data dan penyajian data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi organisasi pembelajaran (learning organization) dapat meminimalisir adanya pengurangan sumber daya manusia dalam perusahaan. Organisasi pembelajaran yang diterapkan dapat mendorong karyawan untuk bertumbuh dan menciptakan inovasi-inovasi baru untuk mendukung perusahaan Google dalam menghadapi era disrupsi.
PERAN KEBUDAYAAN PENCAK SILAT PADA MASYARAKAT DI DESA PAGERWOJO Ramadhany, Faiz Akmal; Sudrajat , Ibadullah Bena Yajna
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dari penelitian ini adalah untuk bagaimana kita mengetahui apa peran kebudayaan pencak silat untuk masyarakat,lebih tepatnya di desa pagerwojo,Buduran dengan menggunakan metode kualitatif atau mewawancarai serta melakukan pendekatan terhadap narasumber,hasil penelitian menunjukan bahwa pencak silat tidak hanya mempengaruhi individu yang terlibat langsung,tetapi juga memberikan dampak dalam memelihara harmoni dan kohesi sosial dalam masyarakat,temuan mencakup nilai-nilai moral terhadap masyarakat,pelestarian budaya,pembentukan karakter positif dalam diri,penelitian ini memberikan wawasan terhadap masyarakat jika pencak silat dapat kontribusi dalam pembentukan karakter dan sosial.