cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 309 Documents
Hubungan tingkat stres dengan asupan gizi makro pada mahasiswa masa new normal Maharani, Feiga; Saleh, Asep Jalaludin; Nurhartanto, Adhi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 1 (2025): March Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i1.756

Abstract

Background: The condition that arises when someone faces a threatening situation that results in emotional and physiological disorders, and has an impact on the inability to carry out daily activities is called stress. During the COVID-19 pandemic, the learning process involves the use of technology and distance learning methods, making students experience anxiety and stress. Macronutrients play an important role in preventing disease and improving health. To increase optimal body resistance during the COVID-19 pandemic, it is recommended to have a balanced and nutritious diet. Purpose: To investigate the relationship between stress levels and macronutrient food intake in college students. Method: The study used a quantitative approach with a cross-sectional design in second semester students of UMITRA Lampung. The DASS (Depression Anxiety Stress Scale) 42 questionnaire, 3x24-hour Food Recall Form, and macronutrient intake with the Nutrisurvey application were the instruments applied in this study. Data processing and analysis were carried out using univariate and bivariate analysis. Bivariate analysis used the Chi-Square statistical test with a degree of confidence interval and error rate (a = 0.05). Results: The Chi-square statistical test showed no significant correlation between stress levels and macronutrient intake with ρ-value results of 1.000 for stress levels and energy intake, 0.517 for stress levels and carbohydrate intake, 1.000 for stress levels and protein intake, and 0.615 for stress levels and fat intake. Conclusion: There is no significant correlation between students' stress levels and food intake containing macronutrients (energy intake, carbohydrate intake, protein intake, and fat intake)   Keywords : Macronutrients; New Normal; Stress Level; Students   Pendahuluan: Kondisi yang timbul ketika seseorang menghadapi situasi yang mengancam sehingga mengakibatkan gangguan emosi, fisiologis, serta berdampak pada ketidakmampuan dalam menjalani kegiatan sehari-hari disebut sebagai stres. Pada masa pandemi COVID-19, proses pembelajaran melibatkan pemanfaatan teknologi dan metode jarak jauh menjadikan mahasiswa mengalami kegelisahan dan tekanan. Gizi makro memainkan peran penting dalam mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan. Meningkatkan resistensi tubuh yang optimal selama pandemi COVID-19, disarankan untuk melakukan pola makan yang seimbang dan kaya nutrisi Tujuan: Untuk menginvestigasi hubungan antara tingkat stres dan asupan makanan yang mengandung nutrisi makro pada mahasiswa. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang pada mahasiswa semester II UMITRA Lampung. Kuesioner DASS (Depression Anxiety Stress Scale) 42, Food Recall Form 3x24 jam, dan asupan gizi makro dengan aplikasi Nutrisurvey adalah Instrumen yang diterapkan pada penelitian ini. Pengolahan dan penganalisaan data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Penganalisaan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square dengan derajat kepercayaan confidence interval dan tingkat kesalahan (a=0.05). Hasil: dari uji statistik Chi-square menunjukkan tidak adanya korelasi yang berarti antara tingkat stres dan asupan zat gizi makro dengan hasil ρ-value yaitu 1,000 untuk tingkat stres dan asupan energi, 0,517 untuk tingkat stres dan asupan karbohidrat, 1,000 untuk tingkat stres dan asupan protein, serta 0,615 untuk tingkat stres dan asupan lemak. Simpulan: Tidak ada korelasi yang signifikan antara tingkat stress mahasiswa dengan asupan makanan yang mengandung nutrisi makro (asupan energi, asupan karbohidrat, asupan protein, dan asupan lemak).   Kata Kunci : Gizi Makro; Mahasiswa; New Normal; Tingkat Stres
Efektifitas terapi dzikir terhadap tingkat depresi pada lansia : kajian literatur Saputri, Sindika Aprilia; Supratman, Supratman
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 1 (2025): March Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i1.783

Abstract

Background: Individuals who are in the final stages of human life are referred to as elderly (senior age). As they age, the elderly tend to experience decreased muscle strength, bone density, and a weakened immune system, making them more susceptible to various degenerative diseases such as osteoporosis, hypertension, diabetes, and heart disease. Dhikr is a form of non-pharmacological therapy that can help reduce the anxiety experienced. This therapy is carried out by reciting dhikr verbally, which can create feelings of happiness and relaxation, thereby reducing the pain felt. Purpose: To determine the effectiveness of dhikr therapy on depression levels in the elderly. Methods: The analysis in this article is done descriptively by referring to relevant articles. Source searches are carried out through electronic databases, namely Google Scholar and Garuda, with a publication period between 2022 and 2025 and as many as three articles reviewed in this study using the PRISMA standard. Results: The analysis in this article is done descriptively by referring to relevant articles. Source searches are carried out through electronic databases, namely Google Scholar and Garuda, with a publication period between 2022 and 2025 and as many as three articles reviewed in this study using the PRISMA standard. Conclusion: Analysis shows that dhikr therapy can significantly reduce anxiety levels in the elderly. Suggest: Social institutions and the Elderly Service Center are advised to integrate dhikr therapy into mental welfare programs for the elderly.   Keywords: Anxiety; Dhikr Therapy; Elderly   Pendahuluan: Individu yang berada pada tahap akhir kehidupan manusia disebut sebagai lansia (lanjut usia). Seiring bertambahnya usia, lansia cenderung mengalami penurunan kekuatan otot, kepadatan tulang, serta melemahnya sistem imun, sehingga lebih rentan terhadap berbagai penyakit degeneratif seperti osteoporosis, hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Dzikir merupakan salah satu bentuk terapi non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi rasa cemas yang dialami. Terapi ini dilakukan dengan melafalkan dzikir secara lisan, yang dapat menciptakan perasaan bahagia dan rileks, sehingga mengurangi rasa sakit yang dirasakan. Tujuan: Untuk mengetahui Efektivitas terapi dzikir terhadap tingkat depresi pada lansia. Metode: Analisis dalam artikel ini dilakukan secara deskriptif dengan merujuk pada artikel-artikel yang relevan. Penelusuran sumber dilakukan melalui database elektronik, yaitu Google Scholar dan Garuda, dengan rentang waktu publikasi antara tahun 2022 hingga 2025 dan sebanyak tiga artikel yang dikaji dalam penelitian ini menggunakan standar PRISMA. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa terapi dzikir secara signifikan dapat menurunkan tingkat kecemasan pada lansia. Saran: Lembaga sosial dan Balai Pelayanan Tresna Werdha disarankan untuk mengintegrasikan terapi dzikir dalam program kesejahteraan mental bagi lansia.   Kata Kunci : Kecemasan; Lansia; Terapi Dzikir
Implementasi strategi pemberdayaan kader berbasis buku saku dalam mengelola hipertensi: studi kasus Setyandari, Fina; Yulian, Vinami
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 1 (2025): March Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i1.788

Abstract

Background: Hypertension is one of the non-communicable diseases whose prevalence is increasing in the community. To overcome this problem, an effective and easy-to-implement community empowerment strategy is needed. Village health cadres have a very important role in implementing a pocketbook-based community empowerment strategy in managing hypertension. With the pocketbook as an information medium, respondents can more easily convey health materials systematically and simply, so that the community better understands the steps for preventing and managing hypertension. Purpose: To determine the effect of providing health education on the implementation of community empowerment strategies based on pocket books aimed at village health cadres in managing hypertension. Method: Case study of nursing care using a quantitative approach with a pre-experimental design method using a one-group pretest posttest design. The sample used consisted of 30 female cadres in Purbayan Village, Baki, Sukoharjo. The research instrument used was a questionnaire to measure the knowledge of cadres containing 25 questions and a pocket book compiled by researchers containing guidelines for managing hypertension. Results: There is a difference in the average value of the pre-test (1.27) and post-test (1.70) respondents, which shows that there is an increase in the average value in the post-test group. These results are also supported by the p-value obtained of 0.001<0.05. Conclusion: The implementation of a community empowerment strategy based on pocket books for village health cadres has proven effective in improving their knowledge and skills in managing hypertension in the community.   Keywords: Community; Health Cadres; Hypertension; Pocket Book   Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang semakin meningkat prevalensinya di masyarakat. Mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dan mudah diterapkan. Kader kesehatan desa memiliki peran yang sangat penting dalam implementasi strategi pemberdayaan masyarakat berbasis buku saku dalam mengelola hipertensi. Adanya buku saku sebagai media informasi, responden dapat lebih mudah menyampaikan materi kesehatan secara sistematis dan sederhana, sehingga masyarakat lebih memahami langkah-langkah pencegahan serta pengelolaan hipertensi    Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap implementasi strategi pemberdayaan masyarakat berbasis buku saku yang ditujukan pada kader kesehatan desa dalam mengelola hipertensi. Metode : Studi kasus asuhan keperawatan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental design menggunakan desain satu kelompok pretest posttest. Sampel yang digunakan terdiri dari 30 kader wanita di desa Purbayan, Baki, Sukoharjo. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur pengetahuan kader yang berisi 25 pertanyaan dan buku saku yang disusun oleh peneliti yang berisi panduan dalam pengelolaan hipertensi. Hasil : Terdapat perbedaan rata-rata pada nilai pre-test (1.27) dan post-test (1.70) responden yang menunjukan terdapat peningkatan nilai rata-rata pada kelompok post-test, hasil tersebut juga didukung oleh nilai p-value yang di diperoleh sebesar 0.001<0.05 Simpulan : implementasi strategi pemberdayaan masyarakat berbasis buku saku bagi kader kesehatan desa terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengelola hipertensi di komunitas.   Kata kunci: Buku Saku; Hipertensi; Kader Kesehatan; Komunitas
Perkembangan penelitian penyakit jantung koroner: analisis bibliometrik terhadap faktor risiko dan kepatuhan pengobatan Budihardjo, Rosavelina Sintaasih
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 1 (2025): March Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i1.800

Abstract

Background: Coronary heart disease (CHD) is a leading cause of death globally, with risk factors such as hypertension, diabetes, smoking, and unhealthy lifestyle. Treatment adherence is a crucial aspect in CHD management, influenced by age, family support, and self-efficacy. Purpose: To contribute to a deeper understanding of risk factors, medication adherence, and their impact on the quality of life of CHD patients, and to map the development of research in this field over the past decade. Methods: This study uses a bibliometric approach to analyze research trends related to CHD, risk factors, and medication adherence based on scientific publications in the last decade (2014-2024). Data were collected through Publish or Perish and analyzed using VOSviewer to map publication patterns by year, country, publisher, article type, and keyword analysis. Results: Publications surged in 2014–2015, plateaued in 2016–2018, and declined sharply in 2019–2020, likely due to the COVID-19 pandemic. The United States and Australia dominate publications, with Elsevier, academic.oup.com, and Springer as the main publishers. Research articles outnumber literature reviews. "Medication adherence", "risk factor", and "coronary heart disease" are the most dominant keywords, indicating the main focus of research. VOSviewer mapping groups studies into three clusters: cardiovascular risk factors, medication adherence strategies, and patient quality of life and cardiovascular rehabilitation. Conclusion: There are several research gaps that still need to be explored further, such as the effectiveness of long-term interventions, the impact of socio-economic factors on treatment adherence, and the use of AI and big data technology in managing CHD. Suggestion: In the future, more evidence-based studies are needed that not only focus on clinical aspects, but also consider a multidisciplinary approach to improve the health and quality of life of patients with CHD in a sustainable manner.   Keywords: Bibliometrics; Coronary Heart Disease; Medication Adherence; Risk Factors; VOSviewer   Pendahuluan: Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyebab utama kematian global, dengan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, merokok, dan gaya hidup tidak sehat. Kepatuhan pengobatan menjadi aspek krusial dalam pengelolaan PJK, dipengaruhi oleh usia, dukungan keluarga, dan efikasi diri. Tujuan: Untuk memberikan kontribusi dalam pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor risiko, kepatuhan pengobatan, dan dampaknya terhadap kualitas hidup pasien PJK, serta memetakan perkembangan penelitian dalam bidang ini selama satu dekade terakhir. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik untuk menganalisis tren penelitian terkait PJK, faktor risiko, dan kepatuhan pengobatan berdasarkan publikasi ilmiah dalam satu dekade terakhir (2014-2024). Data dikumpulkan melalui Publish or Perish dan dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memetakan pola publikasi berdasarkan tahun, negara, penerbit, jenis artikel, dan analisis kata kunci. Hasil: Lonjakan publikasi pada 2014-2015, stabil pada 2016-2018, dan menurun tajam pada 2019-2020, kemungkinan akibat pandemi COVID-19. Amerika Serikat dan Australia mendominasi publikasi, dengan Elsevier, academic.oup.com, dan Springer sebagai publisher utama. Artikel penelitian lebih banyak dibandingkan tinjauan literatur. "Medication adherence", "risk factor", dan "coronary heart disease" menjadi kata kunci paling dominan, mengindikasikan fokus utama penelitian. Pemetaan VOSviewer mengelompokkan penelitian dalam tiga klaster: faktor risiko kardiovaskular, strategi kepatuhan pengobatan, serta kualitas hidup pasien dan rehabilitasi kardiovaskular. Simpulan: Terdapat beberapa kesenjangan penelitian (research gaps) yang masih perlu dijelajahi lebih lanjut, seperti efektivitas intervensi jangka panjang, dampak faktor sosial-ekonomi terhadap kepatuhan pengobatan, serta pemanfaatan teknologi AI dan big data dalam pengelolaan PJK. Saran: Masa mendatang diperlukan lebih banyak studi berbasis bukti yang tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga mempertimbangkan pendekatan multidisiplin guna meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup pasien dengan PJK secara berkelanjutan.   Kata Kunci: Bibliometrik; Faktor Risiko; Kepatuhan Pengobatan, Penyakit Jantung Koroner; VOSviewer
Gambaran kejadian demam berdarah dengue Rufiana, Khusnul Rohim; Arifah, Siti; Nuryati, Nuryati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 1 (2025): March Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i1.814

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease characterized by changes in platelet and hematocrit levels, especially in the critical phase. Purpose: To analyze patient characteristics, signs and symptoms, and laboratory test results in DHF patients. Method: A case study design was conducted at a hospital in Central Java in September. A total of 5 children with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) were recruited by accidental sampling with the criteria of children who had been diagnosed with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) by doctors who were participants in this study. Results: There were more male patients than female patients, with the largest age range being 14-15 years. The most common length of hospitalization was 5 days (80%). The most common symptoms were decreased platelets (<150.000), hematocrit (<38%) and leukocytes (<4.400), while bleeding occurred more often on the 4th and 5th days. The critical phase is characterized by the highest decrease in platelets on day 7 and an increase in hematocrit on day 5, which increases the risk of plasma leakage and shock. A sudden decrease in body temperature is an important indicator in recognizing the critical phase. Conclusion: The most common clinical symptoms found in patients are decreased platelets and leukocytes, while other symptoms such as bleeding, nausea, vomiting, and pain vary. In addition to clinical factors, the level of public knowledge about DHF is relatively good, but the implementation of preventive measures is still low. This indicates the need for more intensive education and community-based interventions to increase awareness and behavioral changes in preventing DHF.   Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever; Critical Phase; Thrombocytopenia; Hematocrit; Patient Characteristics   Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang ditandai dengan perubahan kadar trombosit dan hematokrit, terutama pada fase kritis. Tujuan: Untuk menganalisis karakteristik pasien, tanda dan gejala, serta hasil pemeriksaan laboratorium pada pasien DBD.   Metode: Penelitian dengan rancangan studi kasus yang dilakukan di sebuah rumah sakit di Jawa Tengah pada bulan September. Diperoleh sebanyak 5 anak dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) direkrut dengan cara accidental sampling dengan kriteria anak-anak yang telah didiagnosis Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) oleh dokter yang menjadi partisipan dalam penelitian ini. Hasil: Pasien laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, dengan rentang usia terbanyak 14-15 tahun. Lama rawat inap paling umum adalah 5 hari (80%). Gejala yang paling sering muncul adalah penurunan trombosit (<150.000), hematokrit (<38%) dan leukosit (<4.400), sementara perdarahan lebih sering terjadi pada hari ke-4 dan ke-5. Fase kritis ditandai dengan penurunan trombosit tertinggi pada hari ke-7 dan peningkatan hematokrit pada hari ke-5, yang meningkatkan risiko kebocoran plasma dan syok. Penurunan mendadak suhu tubuh menjadi indikator penting dalam mengenali fase kritis. Simpulan: Gejala klinis yang paling umum ditemukan pada pasien adalah penurunan trombosit dan leukosit, sedangkan gejala lain seperti perdarahan, mual, muntah, dan nyeri bersifat bervariasi. Selain faktor klinis, tingkat pengetahuan masyarakat tentang DBD tergolong baik, tetapi penerapan tindakan pencegahan masih rendah. Hal ini menunjukkan perlunya edukasi yang lebih intensif dan intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran serta perubahan perilaku dalam mencegah DBD.   Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue; Fase Kritis; Trombositopenia; Hematokrit; Karakteristik Pasien
Efektivitas teknik fisioterapi dada pada pasien anak dengan bronkopneumonia Rizkiawan, Rachmat; Setiawati, Setiawati; Novikasari, Linawati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.860

Abstract

Background: Pneumonia is an inflammatory condition that attacks the lungs triggered by a bacterial infection. Symptoms include high fever accompanied by a productive cough with phlegm, rapid breathing, shortness of breath, and other symptoms such as restlessness, headache, and decreased appetite. The consequences of pneumonia can be impaired or obstructed breathing due to secretions, requiring airway clearance treatment. Chest physiotherapy is an important treatment modality for pediatric patients with respiratory diseases. Purpose: To create a final scientific paper on the application of chest physiotherapy to maintain airway clearance in patients with bronchopneumonia. Method: This type of research uses qualitative descriptive research conducted in Kupang Kota Village, Bandar Lampung City in 2024. Analytical research design with a One-group pretest-posttest quasi-experimental approach. The intervention given was in the form of chest physiotherapy for 15 minutes in one day and was carried out for 3 days. Results: The research subjects An. N and An. A showed significant improvements, including being able to expel phlegm, normal respiratory rate (24 and 28 times per minute respectively), clear breath sounds without rhonchi, normal pulse rate (82 and 86 times per minute respectively), and an increase in SpO2 with a level of up to 99% after administering chest physiotherapy for 15 minutes a day for three days. Conclusion: After three days of chest physiotherapy, the child's airway clearance was effective. Patients An. N and An. A showed significant improvement, including being able to expel phlegm, normal respiratory rate (24 and 28 times per minute, respectively), clear breath sounds without rhonchi, pulse rate within normal limits (82 and 86 times per minute, respectively), and an increase in SpO2 levels of up to 99%.   Keywords: Bronchopneumonia; Chest Physiotherapy; Pediatric Nursing   Pendahuluan: Pneumonia adalah suatu kondisi peradangan yang menyerang paru-paru yang dipicu oleh infeksi bakteri. Gejalanya berupa demam tinggi yang disertai batuk produktif berdahak, napas cepat, sesak napas, dan gejala lain seperti gelisah, sakit kepala, dan penurunan nafsu makan. Akibat dari pneumonia dapat berupa terganggunya atau terhambatnya upaya pernafasan akibat sekret sehingga memerlukan pengobatan pembersihan jalan nafas. Fisioterapi dada merupakan modalitas pengobatan yang penting bagi pasien anak dengan penyakit pernafasan. Tujuan: Untuk membuat karya ilmiah akhir tentang penerapan terapi fisioterapi dada untuk mempertahankan bersihan jalan nafas pada pasien bronkopneumonia. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di Kelurahan Kupang Kota, Kota Bandar Lampung pada tahun 2024. Desain penelitian analitik dengan pendekatan quasi eksperimen One-group pretest-posttest. Intervensi yang diberikan berupa tindakan fisioterapi dada selama 15 menit dalam satu hari dan dilaksanakan selama 3 hari. Hasil: Subjek penelitian An. N dan An. A menunjukkan peningkatan yang signifikan, diantaranya mampu mengeluarkan dahak, frekuensi pernapasan normal (masing-masing 24 dan 28 kali per menit), suara napas jernih tanpa ronki, denyut nadi normal (masing-masing 82 dan 86 kali per menit), dan peningkatan SpO2 dengan tingkat hingga 99% setelah pemberian tindakan fisioterapi dada selama 15 menit sehari selama tiga hari. Simpulan: Setelah tiga hari dilakukan fisioterapi dada, bersihan jalan nafas anak efektif. Pasien An. N dan An. A menunjukkan peningkatan yang signifikan, diantaranya mampu mengeluarkan dahak, frekuensi pernapasan normal (masing-masing 24 dan 28 kali per menit), suara napas jernih tanpa ronki, denyut nadi dalam batas normal (masing-masing 82 dan 86 kali per menit), dan peningkatan Kadar SpO2 hingga 99%.   Kata Kunci: Bronkopneumonia; Fisioterapi dada; Keperawatan Anak
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia Amanda, Adelia; Anita, Fitri; Andora, Novika
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.885

Abstract

Background: Dyspepsia is a collection of complex gastrointestinal symptoms that are often encountered in daily clinical practice. This condition is characterized by a series of symptoms related to the gastroduodenal digestive tract, such as pain or burning sensation in the upper abdominal area (epigastrium), a feeling of fullness after eating (postprandial fullness), or feeling full quickly (early satiety). Purpose: To determine the factors associated with the occurrence of dyspepsia. Methods: Quantitative research with an observational analytical survey design and a cross-sectional approach. The population in this study were dyspepsia patients who visited the Kotabumi I Health Center and was carried out on January 4-January 15, 2025. The sample in this study amounted to 114 respondents. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Bivariate analysis used the chi square test which was used to analyze the correlation between categories with categories with the provision that if p, 0.05 then there is a correlation between the independent and dependent variables. Results: Most respondents experienced dyspepsia as many as 77 respondents (67%) and those who did not experience it were 37 respondents (32%). Based on the results of statistical tests, there is a relationship between diet and the incidence of dyspepsia syndrome p-value 0.000 or p-value <0.05, there is a relationship between stress levels and the incidence of dyspepsia syndrome dyspepsia p-value 0.000 or p-value <0.05, there is a relationship between NSAID use and the incidence of dyspepsia syndrome dyspepsia p-value 0.000 or p-value <0.05, there is a relationship between irritating foods and drinks dyspepsia p-value 0.001 or p-value <0.05. Conclusion: There is a significant relationship between diet, stress levels, use of NSAIDs, irritating foods and drinks and the incidence of dyspepsia syndrome.   Keywords: Diet; Dyspepsia; Stress   Pendahuluan: Dispepsia merupakan kumpulan gejala gastrointestinal (gastrointestinal symptoms) yang kompleks dan sering dijumpai dalam praktik klinis sehari-hari. Kondisi ini ditandai dengan rangkaian gejala yang terkait dengan saluran pencernaan gastroduodenal, seperti nyeri atau sensasi terbakar di daerah perut atas (epigastrium), perasaan kenyang setelah makan (postprandial fullness), atau cepat merasa kenyang (early satiety). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dispepsia yang berkunjung ke Puskesmas Kotabumi I dan dilaksanakan pada tanggal 4 januari-15 januari 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 114 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisa bivariat menggunakan uji chi square yang dimanfaatkan untuk menganalisis korelasi antar kategori dengan kategorik dengan ketentuan jika p,0.05 maka terdapat korelasi antara variabel independen dengan dependen. Hasil: Sebagian besar responden mengalami dispepsia sebanyak 77 responden (67%) dan yang tidak mengalami responden sebanyak 37 responden (32%). Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian sindrom dispepsia p-value 0.000 atau p-value <0.05, terdapat hubungan antara tingkat stress dengan kejadian sindrom dispepsia dispepsia p-value 0.000 atau p-value <0.05, terdapat hubungan antara penggunaan NSAID dengan kejadian sindrom dispepsia dispepsia p-value 0.000 atau p-value <0.05, terdapat hubungan antara makanan dan minuman iritatif dispepsia p-value 0.001 atau p-value <0.05. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pola makan, tingkat stress, penggunaan NSAID, makanan dan minuman iritatif dengan kejadian sindrom dispepsia.   Kata Kunci : Dispepsia; Pola Makan; Stress
Faktor-faktor yang memengaruhi kekambuhan gastritis Septiana, Annisa; Andora, Novika; Erwin, Tubagus
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.886

Abstract

Background: Gastric mucosa can experience acute or chronic inflammation known as gastritis. In 2021, gastritis attacked 40-50% of the world's population, as reported by the World Health Organization (WHO). According to data from the Ministry of Health, gastritis ranked sixth in 2018, covering 60.86% of all hospitalizations (a total of 34.580). Patients with gastritis will have productivity and quality of life that are disrupted by this disease. In addition to disrupting daily activities, this disease also has an impact on the social and economic welfare of sufferers. Purpose: To determine the factors that influence and are associated with gastritis recurrence. Methods: This study used a cross-sectional method with a quantitative descriptive research design. The participants of the study were individuals who were treated at the Kotagajah Health Center with gastritis. The sampling technique used incidental sampling, so that a sample of 98 people was obtained. Data collection was carried out using a questionnaire containing questions about food and the use of OAIN. Results: The prevalence of unhealthy eating patterns was 81 (82.7%) and the prevalence of OAIN use variables was 72 (73.5%) in respondents. The results of the study showed a correlation between gastritis recurrence and factors indicated by a p value <0.05 obtained from the chi-square statistical test. Conclusion: Gastritis recurrence is associated with several factors, including poor diet and NSAID use. The results of the study stated that there was a significant relationship between diet and gastritis recurrence between the two variables and the results of the chi square test of the NSAID use variable also showed a significant relationship between the two variables. Keywords: Diet; Recurrence of Gastritis; Use Of Oains Pendahuluan: Mukosa lambung dapat mengalami peradangan akut maupun kronis yang dikenal dengan sebutan gastritis. Tahun 2021 gastritis menyerang 40-50% dari populasi dunia, sebagaimana dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut data Kementerian Kesehatan gastritis menduduki peringkat keenam pada tahun 2018 yang mencakup 60.86% dari seluruh kasus rawat inap (total 33.580). Pasien dengan penyakit gastritis akan memiliki produktivitas dan kualitas hidup yang terganggu oleh adanya penyakit ini. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, penyakit ini juga berdampak pada kesejahteraan sosial dan ekonomi penderitanya. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dan berhubungan dengan kekambuhan gastritis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Partisipan penelitian adalah individu yang berobat ke Puskesmas Kotagajah dengan penyakit gastritis. Teknik pengambilan sampling menggunakan sampling insidental, sehingga diperoleh sampel sebanyak 98 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang makanan dan penggunaan OAIN. Hasil: Prevalensi pola makan tidak sehat sebesar 81 (82.7%) dan prevalensi variabel penggunaan OAIN sebesar 72 (73.5%) pada responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara kekambuhan gastritis dengan faktor-faktor yang ditunjukkan dengan nilai p<0.05 yang diperoleh dari uji statistik chi-square. Simpulan: Kekambuhan gastritis berhubungan dengan beberapa faktor, diantaranya yaitu pola makan yang buruk dan penggunaan Oains. Hasil penelitian menyatakan adanya hubungan pola makan dengan kekambuhan gastritis secara signifikan antara kedua variabel tersebut dan hasil uji chi square variabel penggunaan oains juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Kata Kunci: Kekambuhan Gastritis; Penggunaan Oains; Pola Makan      
Implementasi massage effleurage terhadap nyeri punggung ibu hamil trimester III Fitri, Feni Elda; Saputri, Tiara Wulan; Yunitasari, Eva
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.910

Abstract

Background: Normal pregnancy changes the physiological system significantly, which can affect the health status of pregnant women and fetuses. Especially in pregnant women in the third trimester, so that the mother feels uncomfortable doing activities, experiences changes in body structure, and experiences long-term back pain. Complaints of back pain can be treated with effleurage massage techniques. Purpose: To provide nursing care to pregnant women in the third trimester who receive effleurage massage implementation. Method: Qualitative descriptive research design with research conducted at Yosomulyo Health Center, Metro Pusat City. The subjects in this study were two pregnant women in their third trimester referred to as patients I and II. Patient I (Mrs. P) was 26 years old with a gestational age of 33 weeks, and Patient II (Mrs. S) was 25 years old with a gestational age of 35 weeks. Effleurage massage was given for 5-10 minutes according to the SOP and then evaluated after giving effleurage massage. Results: Patient I showed a pain scale at level 6 on the first day, then after the intervention was carried out on the 4th day, the pain scale decreased to level 4. In line with these results, patient II also showed significant positive changes. The first day in patient II showed a pain scale level of 5, after the application of effleurage massage for four days there was a significant decrease, namely at a pain scale level of 2. Conclusion: The application of effleurage massage to patient I and patient II gave positive results from day 1 to the last day. Based on this, it can be concluded that the implementation of effleurage massage can reduce back pain in pregnant women in the third trimester. Keywords: Back Pain; Effleurage Massage; Pregnancy; Third Trimester Pendahuluan: Kehamilan normal mengubah system fisiologis secara bermakna, yang dapat mempengaruhi status kesehatan ibu hamil dan janin. Khususnya pada ibu hamil trimester 3, sehingga ibu merasa tidak nyaman beraktivitas, mengalami perubahan bentuk struktur tubuh, mengalami nyeri punggung jangka panjang. Keluhan nyeri punggung dapat ditangani dengan teknik massage effleurage. Tujuan: Untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu hamil trimester III yang mendapat implementasi massage effleurage. Metode: Desain penelitian deskriptif kualitatif dengan penelitian yang dilakukan di Puskesmas Yosomulyo Kota Metro Pusat. Subyek dalam penelitian ini berjumlah dua orang ibu hamil trimester III yang disebut sebagai pasien I dan pasien II. Pasien I (Ny.P) usia 26 tahun dengan usia kehamilan 33 minggu, dan Pasien II (Ny.S) usia 25 tahun dengan usia kehamilan 35 minggu. Pemberian massage effleurage dilakukan selama 5–10 menit sesuai dengan SOP kemudian dievaluasi setelah pemberian massage effleurage. Hasil: Pasien I menunjukkan skala nyeri pada tingkat 6 di hari pertama, kemudian setelah intervensi dilakukan pada hari ke 4 menunjukkan skala nyeri menurun menjadi tingkat 4.  Sejalan dengan hasil tersebut, pasien II juga menunjukkan perubahan positif yang signifikan. Hari pertama pada pasien II menunjukkan tingkat skala nyeri berada pada skala 5, setelah penerapan massage effleurage selama empat hari terjadi penurunan yang cukup signifikan yaitu berada di tingkat skala nyeri 2. Simpulan: Penerapan massage effleurage pada pasien I dan pasien II memberikan hasil positif mulai dari hari 1 sampai hari terakhir. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi massage effleurage dapat menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.   Kata Kunci : Kehamilan; Massage Effleurage; Nyeri Punggung; Trimester III
Pengaruh kompres aloe vera terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum Puspitasari, Vimala; Yuliana, Dewi; Nela, Ari Sukma
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.931

Abstract

Background: Postpartum is the period that begins after the placenta is delivered until the uterus returns to normal as before pregnancy. Problems that often arise in the breasts of postpartum mothers are sore and sore nipples, swollen breasts, and mastitis or breast abscesses. Swollen breasts that press on the milk ducts will result in the baby not getting milk. Purpose: To find out whether aloe vera compresses have an effect on breast swelling in postpartum mothers. Methods: Quantitative research and the design used is quasi-experimental with one group pretest and posttest approach. The sample in the study were postpartum mothers who experienced breast swelling in the Gantiwarno Health Center Working Area on January 12-February 18 as many as 13 people using accidental sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis to identify the influence of each variable. Results: The mean value of the breast swelling scale before aloe vera compress was given to postpartum mothers was 5.31 with a minimum value of 4 and a maximum of 6. In addition, the mean value of the breast swelling scale after aloe vera compress was given to postpartum mothers was 4.00 with a minimum value of 2 and a maximum of 5. The non-parametric statistical test, namely the Wilcoxon test, showed that (p = 0.002) or <0.05, meaning that there was an effect of aloe vera compress on breast swelling in postpartum mothers. Conclusion: There is an effect of aloe vera compresses on breast swelling in postpartum mothers.   Keywords: Aloe Vera; Breast Engorgement; Post Partum.   Pendahuluan: Post partum merupakan masa yang dimulai setelah lahirnya plasenta sampai kondisi rahim kembali normal seperti saat sebelum hamil. Masalah yang sering timbul pada payudara ibu nifas yaitu puting susu nyeri dan lecet, payudara bengkak, dan mastitis atau abses payudara. Payudara yang bengkak dan menekan saluran air susu akan mengakibatkan bayi tidak mendapatkan air susu. Tujuan: Untuk mengetahui apakah pengaruh kompres aloe vera terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum. Metode: Penelitian kuantitatif dan desain yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest and posttest. Sampel dalam penelitian adalah ibu postpartum yang mengalami pembengkakan payudara di Wilayah Kerja Puskesmas Gantiwarno pada 12 Januari-18 Februari sebanyak 13 orang dengan menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat untuk mengidentifikasi pengaruh dari masing-masing variabel. Hasil: Nilai rata-rata (mean) skala pembengkakan payudara sebelum diberikan kompres aloe vera pada ibu post partum adalah 5.31 dengan nilai minimum 4 dan maximum 6. Selain itu, nilai rata-rata (mean) skala pembengkakan payudara sesudah diberikan kompres aloe vera pada ibu post partum adalah 4.00 dengan nilai minimum 2 dan maximum 5. Uji statistic non parametric yaitu uji Wilcoxon yang menunjukkan bahwa (p= 0,002) atau <0,05, artinya ada pengaruh kompres aloe vera terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum. Simpulan: Ada pengaruh kompres aloe vera terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum.   Kata Kunci: Aloe Vera; Pembengkakan Payudara; Post Partum.

Page 10 of 31 | Total Record : 309