cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 309 Documents
Pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri pada persalinan kala 1 fase laten Safitri, Sila; Puspita, Richta; Sujiah, Sujiah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.954

Abstract

Background: Most mothers in labor will feel uncomfortable and disturbed by the pain experienced during the labor process. Excessive pain will affect the smoothness of the labor process. Purpose: To determine the effect of deep breathing relaxation techniques on the intensity of labor pain in the first stage of the latent phase. Methods: Quantitative research using Pre Experimental One Group Pretest- Posttest Design. Data collection from January to October 2024. The population of all maternal patients at the Wede Arrachman Pratama & Maternity Clinic in January-February. A sample of 37 people and analysis using univariate and bivariate using the T-test with a p value = (p <0.05). Results: The average labor pain in the first stage of the latent phase before the use of deep breathing relaxation techniques was 7.43 and the standard deviation was 0.647. The average labor pain in the first stage of the latent phase after the use of deep breathing relaxation techniques was 4.78 and the standard deviation was 1.084. In addition, the P-value was obtained as much as 0.000 (p<0.05). Conclusion: There is an influence of deep breathing relaxation techniques on reducing labor pain in the first stage of the latent phase.   Keywords: Deep Breath Relaxation Technique; Labor Pain; Latent Phase I Labor.   Pendahuluan: Sebagian besar ibu bersalin akan merasa tidak nyaman dan terganggu dengan rasa sakit yang dialami selama proses persalinan. Rasa sakit yang berlebihan akan berdampak pada kelancaran proses persalinan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri persalinan kala 1 fase laten. Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Pra Eksperimental One Group Pretest- Posttest Design. Pengumpulan data pada bulan Januari sampai Oktober 2024. Populasi seluruh pasien ibu bersalin di Klinik Pratama & Bersalin Wede Arrachman pada Bulan Januari-Februari. Sampel sebanyak 37 orang dan analisis menggunakan univariat dan bivariate menggunakan uji T-test  dengan nilai p = (p<0,05). Hasil: Rata-rata nyeri persalinan kala 1 fase laten sebelum penggunaan teknik relaksasi nafas dalam 7.43 dan standard deviation sebesar 0.647. Rata-rata nyeri persalinan kala 1 fase laten sesudah penggunaan teknik relaksasi nafas dalam 4.78 dan standard deviation sebesar 1.084. Selain itu, perolehan Nilai P-value sebesar 0.000 (p<0.05). Simpulan: Ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 fase laten   Kata Kunci: Nyeri Persalinan; Persalinan Kala I Fase Laten; Teknik Relaksasi Nafas Dalam.
Pengaruh kegiatan melipat kertas origami untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun Kusdinar, Ari; Oktavia, Santi; Erwin, Tubagus
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.956

Abstract

Backgrounds: The problem of child developmental delay disorders in Indonesia or foreign countries is still a problem. Child growth and development problems are a risky problem for every child's life, so it is very important to pay attention to all aspects that support and affect growth and development. Purpose: To determine the effect of origami paper folding activities in improving fine motor skills in children aged 5-6 years Method: Penelitian kuantitatif dengan desain Pre-eksperimen One Group Pre-test Post-test yang dilakukan pada tanggal 13-19 Februari 2025, populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak usia 5-6 tahun di Bakti Sinar Persada Lampung Barat yang berjumlah 30 anak dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji T-dependen. Results: The t-dependent statistical test obtained the average value of children's fine motor development before being given the origami paper folding activity intervention was 1.23 and after the origami paper folding activity was carried out the average was 0.23 with a p-value of 0.00 <0.05. Conclusion: There is an influence of origami paper folding activities on fine motor development in children aged 5-6 years.   Keywords: Children aged 5-6 Years; Fine Motor Skills; Origami Paper.   Pendahuluan: Masalah gangguan keterlambatan perkembangan anak di Indonesia maupun negara luar sampai saat ini masih menjadi persoalan. Masalah tumbuh kembang anak adalah masalah yang berisiko bagi setiap kehidupan anak, maka sangat penting untuk memperhatikan semua aspek yang mendukung dan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kegiatan melipat kertas origami dalam meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Pre-eksperimen One Group Pre-test Post-test yang dilakukan pada tanggal 13-19 Februari 2025, populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak usia 5-6 tahun di Bakti Sinar Persada Lampung Barat yang berjumlah 30 anak dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji T-dependen. Hasil: Uji statistic t-dependen diperoleh nilai rata-rata perkembangan motorik halus anak sebelum diberikan intervensi kegiatan melipat kertas origami adalah 1.23 dan setelah dilakukan kegiatan melipat kertas origami rata-rata sebesar 0.23 dengan nilai p-value 0.00<0.05. Simpulan: Ada pengaruh kegiatan melipat kertas origami terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun.   Kata kunci: Anak usia 5-6 Tahun; Kemampuan Motorik Halus; Kertas Origami.
Hubungan kualitas pelayanan prinsip home care dengan kepuasaan pasien perawatan luka Anggraini, Putri; Patria, Armen; Yuliani, Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.957

Abstract

Background: The quality of home care services is an important factor in achieving patient satisfaction, especially for wound care patients. At the Mekar Arum Primary Inpatient Clinic, there is a need to assess the relationship between the quality of service provided and the level of patient satisfaction. Purpose: to analyze the relationship between the quality of home care service principles and wound care patient satisfaction at the Mekar Arum Primary Inpatient Clinic, Central Lampung, in 2024. Methods: The research method used was quantitative with a correlation design and cross sectional approach. The sample consisted of 39 respondents who were taken by total sampling. Data were collected through questionnaires measuring service quality and patient satisfaction. The results of the analysis showed that most respondents were aged 46-55 years, with the majority of female gender. The quality of service received by patients showed that 51.3% of respondents were satisfied, while 46.2% were very satisfied with the services provided. Results: The results of statistical tests obtained a significant relationship between service quality and patient satisfaction, with a P Value = 0.000 (p ≤ 0.05). Conclusion: Statistical tests using chi-square showed a p value = 0.000, which means there is a significant relationship between the quality of homecare services and patient satisfaction.   Keywords: Service Quality, Home Care, Patient Satisfaction, Wound Care.   Pendahuluan: Kualitas pelayanan home care menjadi faktor penting dalam mencapai kepuasan pasien, terutama bagi pasien perawatan luka. Di Klinik Pratama Rawat Inap Mekar Arum, terdapat kebutuhan untuk menilai hubungan antara kualitas pelayanan yang diberikan dan tingkat kepuasan pasien. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan prinsip home care dengan kepuasan pasien perawatan luka di Klinik Pratama Rawat Inap Mekar Arum, Lampung Tengah, tahun 2024. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 39 responden yang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 46-55 tahun, dengan mayoritas jenis kelamin perempuan. Kualitas pelayanan yang diterima pasien menunjukkan 51.3% responden merasa puas, sedangkan 46.2% menyatakan sangat puas terhadap pelayanan yang diberikan. Hasil: Hasil uji statistik diperoleh adanya hubungan yang bermakna antara kualitas pelayanan dengan kepuasaan pasien, dengan nilai P Value = 0.000 (p ≤ 0.05). Simpulan: Uji statistik menggunakan chi-square menunjukkan nilai p = 0.000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara kualitas pelayanan home care dengan kepuasan pasien.   Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Home Care, Kepuasan Pasien, Perawatan Luka
Pengaruh pemberian DIIT nasi jagung dan nasi putih dengan perbandingan 1:1 terhadap perubahan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus Meiranda, Bella Dwi; Kurniasari, Septi; Andora, Novika
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.958

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease characterized by high blood sugar levels. This condition can lead to the pancreatic gland's inability to produce insulin optimally, preventing the body from perfectly processing consumed sugar. Purpose: To determine the effect of consuming corn rice mixed with white rice on blood glucose levels in patients with diabetes mellitus Method: Quantitative research with Pre Experimental research design (one group Pre Post Test Design). The method used is saturated sampling. The subjects of this study were people with diabetes mellitus who were given corn rice, namely 1: 1 in processed white rice and corn rice weighing 150 grams accompanied by side dishes. Results: Bivariate analysis obtained a p value of 0.000 (a <0.05) so that it was stated that there was an effect of giving DIIT corn rice with a ratio of 1:1 corn rice and white rice in patients with diabetes mellitus. Conclusion: There is an effect of giving a corn rice diet with a 1:1 ratio of corn rice and white rice on diabetes mellitus sufferers.   Keywords: Diabetes Mellitus; Corn Rice.   Pendahuluan: Diabetes Melitus atau DM adalah penyakit atau gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Hal ini bisa menyebabkan kelenjar pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin secara optimal, sehingga tubuh tidak dapat memproses gula yang dikonsumsi secara sempurna. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian nasi jagung yang dicampur nasi putih terhadap kadar gula darah glukosa pada penderita diabetes mellitus Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Pre Eksperimental (one group Pre Post Test Design). Metode yang digunakan yaitu sampling jenuh. Subjek penelitian ini adalah masyarakat penderita diabetes melitus dengan pemberian nasi jagung yaitu 1:1 pada olahan nasi putih dan nasi jagung dengan berat 150 gram disertai lauk pauk. Hasil: Analisis bivariat diperoleh nilai p=0.000 (a<0.05) sehingga dinyatakan ada pengaruh pemberian DIIT nasi jagung dengan perbandingan 1:1 nasi jagung dan nasi putih pada penderita diabetes mellitus. Simpulan: Ada pengaruh pemberian  nasi jagung dengan perbandingan 1:1 nasi jagung dan nasi putih pada penderita diabetes mellitus.   Kata Kunci : Diabetes Melitus; Nasi Jagung
Efektifitas terapi refleksi dalam menurunkan fatigue pada pasien kanker: Systematic review Rahman, Ahmad Fadhlur; Gayatri, Dewi; Hargiana, Giur
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.963

Abstract

Background: Fatigue is one of the most common and disturbing symptoms experienced by cancer patients during and after treatment. Reflexology as a complementary intervention is increasingly being studied for its ability to improve the quality of life of patients, including reducing fatigue. Purpose: To systematically review the effectiveness of reflexology therapy in reducing fatigue levels in cancer patients based on the latest scientific evidence. Methods: A systematic literature search was conducted in PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases using the keywords “reflexology”, “cancer”, and “fatigue”. Included articles were quantitative studies published in 2015–2024 using reflexology interventions in cancer patients, and measuring fatigue as one of the main variables. Article selection followed the PRISMA guidelines, and the final eight studies were analyzed qualitatively. Results: Eight articles were analyzed, seven of which showed significant results that reflexology therapy can significantly reduce fatigue. The types of cancer studied varied, ranging from breast, lung, colorectal, to gynecological cancer. Reflexology therapy was carried out with a frequency of between two and five times per week for two to six weeks. Although there was one study that did not show significant results, overall reflexology therapy was considered effective and safe as a complementary approach. Conclusion: Reflexology therapy has been shown to be generally effective in reducing fatigue in cancer patients. This intervention can be part of a holistic approach to cancer care.   Keywords: Cancer; Complementary Therapy; Fatigue; Reflection Therapy.   Pendahuluan: Fatigue merupakan salah satu gejala paling umum dan mengganggu yang dialami pasien kanker selama dan setelah menjalani pengobatan. Terapi refleksi sebagai intervensi komplementer semakin banyak diteliti karena kemampuannya dalam meningkatkan kualitas hidup pasien, termasuk dalam mengurangi kelelahan. Tujuan: Untuk mengkaji secara sistematik efektivitas terapi refleksi dalam menurunkan tingkat fatigue pada pasien kanker berdasarkan bukti-bukti ilmiah terbaru. Metode: Penelusuran literatur dilakukan secara sistematis pada database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “reflexology”, “cancer”, dan “fatigue”. Artikel yang dimasukkan adalah studi kuantitatif yang dipublikasikan tahun 2015–2024 dengan menggunakan intervensi refleksi pada pasien kanker, dan mengukur fatigue sebagai salah satu variabel utama. Seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA, dan delapan studi akhir dianalisis secara kualitatif. Hasil: Delapan artikel yang dianalisis, tujuh di antaranya menunjukkan hasil signifikan bahwa terapi refleksi dapat menurunkan fatigue secara bermakna. Jenis kanker yang diteliti bervariasi, mulai dari kanker payudara, paru, kolorektal, hingga ginekologi. Terapi refleksi dilakukan dengan frekuensi antara dua hingga lima kali per minggu selama dua hingga enam minggu. Meskipun terdapat satu studi yang tidak menunjukkan hasil signifikan, secara keseluruhan terapi refleksi dinilai efektif dan aman sebagai pendekatan komplementer. Simpulan: Terapi refleksi terbukti secara umum efektif dalam menurunkan kelelahan pada pasien kanker. Intervensi ini dapat menjadi bagian dari pendekatan holistik dalam perawatan kanker.   Kata Kunci: Fatigue; Kanker; Kelelahan; Terapi Komplementer; Terapi Refleksi.
Hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif dan berpikir kreatif pada anak usia prasekolah (5-6 tahun) Hasriani, St; Asnuddin, Asnuddin; Bebang, Asnal; Akib, Resky Devi; Nurdin, Nurhidayah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.967

Abstract

Background: Cognitive development is the basis for a child's ability to think. The cognitive structure in a child is very fast. Creative thinking is a series of processes, including understanding the problem, making guesses and hypotheses about the problem, finding answers, proposing evidence, and finally reporting the results. Purpose: To determine the relationship between gadget playing patterns and cognitive and creative thinking abilities in preschool children (5-6 years). Method: The type of research is a cross-sectional study method conducted from October 4 to October 20, 2024 at RA Dharmawanita, Ministry of Religion and TK Al Barokah, as many as 30 children as samples using purposive sampling technique. Results: The relationship between gadget playing patterns and cognitive and creative thinking abilities in preschool children (5-6 years) obtained statistical test results on the cognitive ability variable with a p value = 1,000>0.05 and on the creative thinking variable a p value = 0.013 <0.05 was obtained. Conclusion: There is no relationship between gadget playing patterns and cognitive abilities in preschool children (5-6 years). In addition, based on the results of the study, it was stated that there is a relationship between gadget playing patterns and creative thinking.   Keywords: Cognitive Ability; Creative Thinking; Gadgets.   Pendahuluan: Perkembangan kognitif merupakan dasar bagi kemampuan anak untuk berpikir. Struktur kognitif yang ada pada seorang anak sangat cepat. Berpikir kreatif merupakan serangkaian proses, termasuk memahami masalah, membuat tebakan dan hipotesis tentang masalah, mencari jawaban, mengusulkan bukti, dan akhirnya melaporkan hasilnya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif dan berpikir kreatif pada anak usia prasekolah (5-6 Tahun). Metode: Jenis penelitian metode cross sectional Study yang dilakukan 4 oktober-20 Oktober 2024 di RA Dharmawanita kementerian agama dan TK Al Barokah sebanyak 30 anak sebagai sampel dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif dan berpikir kreatif pada anak usia prasekolah (5-6 Tahun) memperoleh hasil uji statistik pada variabel kemampuan kognitif dengan nilai p = 1.000>0.05 dan pada variabel berpikir kreatif diperoleh nilai p = 0,013 < 0,05. Simpulan: Tidak ada hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif pada anak usia prasekolah (5-6 tahun). Selain itu, berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa ada hubungan pola bermain gadget dengan berfikir kreatif.   Kata Kunci: Berpikir Kreatif; Gadget; Kemampuan Kognitif.
Manajemen risiko lingkungan terhadap pengelolaan sampah Yudika, Chyndo; Trigunarso, Sri Indra; Muslim, Zainal
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.1017

Abstract

Background: Markets as public places have the potential to be a place for disease transmission and environmental pollution. The increase in the amount of waste that is not balanced with good management will cause environmental pollution. Therefore, risk management is very important to know how big the risk level is as a basis for controlling and managing potential risks. Purpose: To determine the value and level of risk for waste processing in the market. Methods: The type of research used is descriptive research with a cross-sectional design. The research was conducted at Pasir Gintung Market, Bandar Lampung City in April-May 2023. Observations and interviews were conducted with 21 subjects in this study. The instrument used in this study is risk identification based on the AS/NZS 4360:2004 standard. Results: The highest potential risk found in this study is the risk that occurs in the waste container process, namely experiencing itching and the surrounding environment is muddy and slippery with a risk value of 8 (medium), the waste sorting process with a risk value of experiencing back pain due to repeatedly lifting the waste basket of 10 (High), the waste collection process is at risk of experiencing back pain due to repeatedly lifting the waste basket, the surrounding environment is muddy and slippery with a risk value of 10 (High). Conclusion: Risk assessment and risk evaluation obtained as many as 3 highest risks in waste management, including itching, experiencing back pain and environmental risks. Control efforts can be administrative, engineering, and the use of personal protective equipment. Keywords: Environment; Market; Risk Management; Waste Management. Pendahuluan: Pasar sebagai tempat umum memiliki potensi sebagai tempat terjadinya penularan penyakit dan pencemaran lingkungan. Pertambahan jumlah sampah yang tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Maka dari itu manajemen risiko sangat penting untuk mengetahui seberapa besar tingkat risiko sebagai dasar upaya pengendalian dan pengelolaan terhadap potensi risiko. Tujuan: Untuk mengetahui nilai dan level risiko terhadap pengolahan sampah di pasar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Pasar Pasir Gintung Kota bandar Lampung pada bulan April-Mei 2023. Observasi dan wawancara dilakukan kepada 21 orang subjek dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah identifikasi resiko berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004. Hasil: Potensi risiko tertinggi yang ditemukan pada penelitian ini adalah risiko yang terjadi pada proses pewadahan sampah yaitu mengalami gatal-gatal serta lingkungan disekitar becek dan licin dengan nilai risiko 8 (medium), proses pemilahan sampah dengan nilai risiko mengalami nyeri punggung karena mengangkat keranjang sampah secara berulang sebesar 10 (High), proses pengumpulan sampah terdapat pada risiko mengalami nyeri punggung karena mengangkat keranjang sampah secara berulang, lingkungan disekitar becek dan licin dengan nilai risiko 10 (High). Simpulan: Penilaian risiko dan evaluasi risiko diperoleh sebanyak 3 risiko tertinggi pada pengelolaan sampah, diantaranya gatal-gatal, mengalami nyeri punggung dan risiko lingkungan. Upaya pengendalian dapat secara administrasi, rekayasa teknik (engineering), dan penggunaan alat pelindung diri. Kata Kunci: Lingkungan; Manajemen Risiko; Pasar; Pengelolaan Sampah.
Sosioantropologi penyakit antraks di Indonesia: Kajian Literatur Review Sutaip, Sutaip; Maulana, Moh. Hafidz Affan; Finani, Moh. Zaenal; Abshor, M. Caesar Ulil; Setiawan, Gilang
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.1051

Abstract

Background: Anthrax is a disease that is spread globally and is endemic in several countries, including Indonesia. Outbreaks of disease that attack animals in a specific area are usually influenced by ecological, demographic, and sociocultural aspects. Purpose: To determine knowledge, attitudes, and behavior towards anthrax in socio-anthropological studies. Method: Systematic literature research compiled based on the Preferred Reporting Items For Systematic Review and Meta Analysis (PRISMA) guidelines. The literature review used three databases -pubmed, sciencedirect, and google scholar, resulting in 10 articles being evaluated. Results: The 10 evaluated journals revealed that 60% (6/10) of the studies stated that the low level of public knowledge about anthrax disease including symptoms, transmission, and prevention. In addition, 50% (5/10) of the literature stated that the public's habit of consuming meat from livestock that died suddenly increased the risk of anthrax transmission. This negative attitude is also reflected in the public's preference to get vaccines from shamans rather than official health services. The knowledge gap is a major factor driving this risky behavior. Conclusion: The occurrence of anthrax disease is related to the knowledge, behavior, and attitudes of society in socio-anthropological studies, so that more effective education and socialization are needed to increase public understanding and awareness.   Keywords: Anthrax; Attitude; Behavior; Control; Farmers; Indonesia; Knowledge; One Health; Prevention; Zoonosis.   Pendahuluan: Antraks adalah penyakit yang tersebar secara global dan menjadi endemik di beberapa negara, termasuk Indonesia. Wabah penyakit yang menyerang hewan di suatu wilayah yang spesifik biasanya dipengaruhi oleh aspek ekologis, demografis, dan sosiokultural. Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap antraks dalam kajian sosioantropologi. Metode: Penelitian literatur sistematis yang disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items For Systematic Review and Meta Analysis(PRISMA). Ulasan literatur menggunakan tiga database-pubmed, sciencedirect, dan google scholar, sehingga diperoleh 10 artikel yang dievaluasi. Hasil: 10 jurnal yang dievaluasi mengungkapkan bahwa 60% (6/10) penelitian menyatakan bahwa rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit antraks termasuk gejala, penularan, dan pencegahan. Selain itu, 50% (5/10) literatur menyatakan kebiasaan masyarakat mengonsumsi daging hewan ternak yang mati secara mendadak sehingga meningkatkan risiko penularan antraks. Sikap negatif ini juga tercermin dari preferensi masyarakat untuk mendapatkan vaksin dari dukun daripada layanan kesehatan resmi. Kesenjangan pengetahuan menjadi faktor utama yang mendorong perilaku berisiko ini. Simpulan: Kejadian penyakit antraks berkaitan dengan pengetahuan, perilaku, dan sikap masyarakat dalam kajian sosioantropologi, sehingga perlunya edukasi dan sosialisasi yang lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat.   Kata Kunci: Antraks; Indonesia; One Health, Pencegahan, Pengendalian; Pengetahuan; Perilaku; Peternak; Sikap; Zoonosis.
Penerapan teknik relaksasi genggam jari untuk mengurangi nyeri pada pasien dengan post operasi appendectomy Badrujamaludin, Asep; Rismayanti, Rismayanti; Ismafiaty, Ismafiaty; Bangun, Argi Virgona
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.1114

Abstract

Background: Pain management treatments can be performed using pharmacological and non-pharmacological methods. Non-pharmacological therapies are used as support for pharmacological therapies to reduce the duration of pain episodes that are short in nature, lasting for a few seconds or minutes. Some forms of non-pharmacological treatment are through deep breath relaxation techniques, changes in body position, massage, hot-cold therapy, and finger grip relaxation. Purpose: To determine the effectiveness of the application of finger grip relaxation in reducing pain intensity in patients with acute pain after appendectomy surgery. Method: This study uses descriptive research with a case report design in the form of nursing care, by applying EBN (evidence based nursing) to one subject. The research subject was a 21-year-old man who experienced acute pain due to postoperative appendectomy. Data was collected through interview & observation methods. Results: After three interventions with a frequency of 1x/day, there was a significant decrease in pain intensity from 7 to 2. Conclusion: This shows that there is an effective application of finger grip relaxation to reduce pain intensity in patients post appendectomy surgery. With this study, it is hoped that it can increase knowledge and be used as a useful reference source regarding finger grip relaxation interventions in acute pain problems in postoperative appendectomy patients.   Keywords: Appendectomy; Finger Grip Relaxation; Pain.   Pendahuluan: Penanganan pengelolaan nyeri dapat dilakukan dengan menggunakan metode farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi non-farmakologis digunakan sebagai dukungan bagi terapi farmakologis guna mengurangi durasi episode nyeri yang bersifat singkat, berlangsung selama beberapa detik atau menit. Beberapa  bentuk penanganan non farmakologi adalah melalui teknik relaksasi nafas dalam, perubahan posisi tubuh, pijatan, terapi panas-dingin, dan relaksasi genggam jari. Tujuan: Untuk   mengetahui efektifitas penerapan relaksasi genggam jari dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien dengan nyeri akut post operasi apendiktomi. Metode: Penelitian deskriptif dengan desain  case report dalam bentuk asuhan keperawatan dengan mengaplikasikan EBN (evidence based nursing) pada satu subjek. Subjek penelitian merupakan seorang laki-laki berusia 21 tahun yang mengalami nyeri akut akibat post operasi appendiktomi. Data dikumpulkan melalui metode wawancara dan observasi. Hasil: Setelah dilakukan intervensi selama tiga kali dengan frekuensi 1x/hari, terdapat adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan dari 7 ke 2. Simpulan: Ada efektifitas penerapan relaksasi genggam jari terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi appendiktomi. Saran: Penelitian ini diharapkan  dapat meningkatkan pengetahuan dan  dijadikan sebagai sumber referensi yang bermanfaat mengenai intervensi relaksasi genggam jari pada masalah nyeri akut pada pasien post operasi apendiktomi.   Kata kunci : Appendektomi; Nyeri; Relaksasi Genggam Jari.
Pengaruh terapi relaksasi benson terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi Dovita, Adys; Sari, Nova Nurwinda; Sujiah, Sujiah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.959

Abstract

Background: Hypertension remains one of the categories of non-infectious diseases whose prevalence continues to increase every year. This disease can be managed through pharmacological and non-pharmacological approaches, one of which is by applying the Benson relaxation method. Purpose: To assess the impact of Benson relaxation therapy on lowering blood pressure in individuals with hypertension. Methods: Quantitative research with pre-experimental design that applies one-group pretest-posttest approach. The sample in this study was selected selectively using purposive sampling technique and consisted of 30 respondents. Data analysis was conducted by univariate and bivariate analysis using paired T-test at a significance level of 95%. Results: Data analysis showed that after Benson relaxation therapy, the average systolic blood pressure decreased to 133.03 mmHg with a standard deviation of 7.029, ranging from 120 - 145 mmHg. Meanwhile, diastolic blood pressure had an average of 83.13 mmHg with a standard deviation of 3.421. The data revealed that the smallest value recorded was 78 mmHg while the highest value reached 92 mmHg. Conclusion: Benson relaxation therapy significantly plays a role in lowering blood pressure in hypertensive patients. It is hoped that this finding can be a non-pharmacological approach as an intervention option in lowering blood pressure.   Keywords: Benson Relaxation; Blood Pressure; Hypertension.   Pendahuluan: Hipertensi tetap menjadi salah satu kategori penyakit non-infeksius yang prevalensinya terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit ini dapat dikelola melalui pendekatan farmakologi maupun non-farmakologi, salah satunya dengan penerapan metode relaksasi Benson. Tujuan: Untuk menilai dampak terapi relaksasi Benson terhadap penurunan tekanan darah pada individu dengan hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental yang menerapkan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara selektif menggunakan teknik purposive sampling dan terdiri dari 30 responden. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji paired T-test pada tingkat signifikansi 95%. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa pasca terapi relaksasi Benson, tekanan darah sistolik rata-rata menurun menjadi 133,03 mmHg dengan standar deviasi 7,029, berkisar antara 120 - 145 mmHg. Sementara itu, tekanan darah diastolik memiliki rata-rata sebesar 83,13 mmHg dengan standar deviasi 3,421. Data tersebut mengungkapkan bahwa nilai terkecil yang tercatat adalah 78 mmHg sementara nilai tertingginya mencapai 92 mmHg. Simpulan: Terapi relaksasi Benson secara signifikan berperan dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Diharapkan, temuan ini dapat menjadi pendekatan non-farmakologi sebagai opsi intervensi dalam menurunkan tekanan darah.   Kata Kunci: Hipertensi; Relaksasi Benson; Tekanan Darah.