cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 309 Documents
Pengaruh health education tentang menstruasi terhadap tingkat kecemasan menghadapi menarche pada siswi Sari, Nur Atika; Yuliana, Dewi; Puspita, Richta
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.935

Abstract

Background: Menarche is the first menstruation experienced by a woman. Anxiety about menarche can occur because young women do not know the steps to take when they menstruate. Through the health education provided, it is hoped that individuals, families, and communities can experience changes in the way they think, act, and behave so that they can help overcome existing problems. Purpose: To determine whether there is an influence of health education about menstruation on the level of anxiety of female students facing menarche. Methods: Quantitative research with Pre-experimental Design research design and One Group Pretest and Posttest design. The sample in this study amounted to 30 female students with a sampling technique using Non-Probability Sampling through the Total Sampling technique. The analysis test used univariate and bivariate analysis using the Wilcoxon test. Results: Wilcoxon test analysis shows the influence of health education about menstruation in female students on the level of anxiety in facing menarche with a p-value = 0.000, which means p-value <0.05. Conclusion:  There is an influence of health education about menstruation on the level of anxiety in facing menarche in female students.   Keywords:Anxiety; Health Education; Menarche   Pendahuluan: Menarche adalah menstruasi pertama yang dialami seorang Perempuan. Kecemasan menghadapi menarche dapat terjadi karena remaja putri tidak mengetahui langkah yang harus diambil saat mengalami menstruasi. Melalui pendidikan kesehatan yang diberikan, diharapkan individu, keluarga, dan masyarakat bisa mengalami perubahan dalam cara berfikir, cara bersikap, dan cara berperilaku sehingga bisa membantu mengatasi masalah yang ada. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh health education tentang menstruasi terhadap tingkat kecemasan siswi menghadapi menarche. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Pre-experimental Design dan rancangan One Group Pretest dan Posttest. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 siswi dengan teknik pengambilan sampling menggunakan Non-Probability Sampling melalui teknik Total Sampling. Uji analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat yang menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Analisis uji wilcoxon terdapat pengaruh health education tentang menstruasi pada siswi terhadap tingkat kecemasan menghadapi menarche dengan p-value = 0.000 yang artinya p-value<0.05. Simpulan: Terdapat pengaruh health education tentang menstruasi terhadap tingkat kecemasan menghadapi menarche pada siswi.   Kata Kunci: Health Education; Kecemasan; Menarche.
Pengaruh air perasan curcuma longa terhadap penurunan lama nyeri pada penderita dispepsia Clarissa, Elga Manda; Andora, Novika; Andini, Sandra
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.936

Abstract

Background: Dyspepsia is a complex gastrointestinal symptom that is often encountered in daily clinical practice. This condition is characterized by a series of symptoms related to the gastroduodenal digestive tract, such as pain or a burning sensation in the upper abdomen (epigastrium). Purpose: To determine the effect of Curcuma longa juice on reducing the duration of pain in dyspepsia sufferers. Methods: Quantitative research with observational pre-experimental design and cross-sectional approach. The population in this study were dyspepsia sufferers who accidentally met the researcher and met the inclusion and exclusion criteria. The sample in this study amounted to 38 participans with the sampling technique used was Acidental sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test and a confidence level of <0.05. Results: Wilcoxon test with statistical test with mean duration of dyspeptic pain before intervention was 11 but after intervention the average became 95 with p value of 0.000 <0.05 meaning there was an effect of squeezing cucuma longa on reducing duration of pain. Conclusion: Based on the results of the Wilcoxon Signed Rank Test, there is an effect of curcuma longa juice on reducing the duration of pain with a p-value of 0.000.   Keywords: Curcuma Longa; Dyspepsia; Pain.   Pendahuluan: Dispepsia merupakan gejala gastrointestinal (gastrointestinal symptoms) yang kompleks dan sering dijumpai dalam praktik klinis sehari-hari. Kondisi ini ditandai dengan rangkaian gejala yang terkait dengan saluran pencernaan gastroduodenal, seperti nyeri atau sensasi terbakar di daerah perut atas (epigastrium). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh air perasan curcuma longa terhadap penurunan lama nyeri pada penderita dispepsia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan pra eksperimen observasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita  dispepsia yang tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan kriteria inklusi ekslusi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 partisipan dengan teknik sampling yang di gunakan adalah Acidental sampling. Analisis data menggunakan analisi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan derajat kepercayaan <0.05. Hasil: Pengujian wilcoxon menggunakan test statistic dengan mean lama nyeri dispepsia sebelum intervensi sebesar 11, setelah intervensi rata-rata menjadi 95 dengan nilai p sebesar 0.000<0.05 artinya ada pengaruh dari perasan cucuma longa terhadap penurunan lama nyeri. Simpulan: Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Tes, terdapat pengaruh antara air perasan curcuma longa terhadap penurunan lama nyeri p-value 0.000.   Kata Kunci : Curcuma Longa; Dispepsia; Nyeri.
Hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku merokok pada remaja Suharti, Sri; Marliyana, Marliyana
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.937

Abstract

Background: Smoking is one of the activities carried out by an individual from children to adults, it is possible for individuals who have previously smoked to smoke again, or for individuals who have never smoked to be interested in trying it. The Ministry of Health of the Republic of Indonesia released the results of a global survey of tobacco use in adults (Global Adult Tobacco Survey-GATS) conducted in 2011 stating that over the past 10 years there has been a significant increase in the number of adult smokers increasing by 8.8 million people, from 60.3 million in 2011 to 69.1 million smokers in 2021. Purpose: To determine the relationship between knowledge and attitudes towards smoking behavior in adolescents. Method: Cross-sectional research design with emphasis on the time of data measurement/observation is only done once using the Chi square test. The sample used by researchers was 47 respondents. Data analysis used univariate and bivariate analysis using the chi square test. Results: Most respondents have good knowledge 70.2%, negative attitude 59.6% and negative behavior 61.7%. The results of the Chi square test showed that there was a significant relationship between knowledge and smoking behavior in adolescents p = 0.008 (p <0.05) and there was a significant relationship between attitudes and smoking behavior in adolescents p=0.004 (p <0.05). Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and attitudes towards smoking behavior in adolescents.   Keyword: Attitude; Knowledge; Smoking Behavior in Adolescents.   Pendahuluan: Merokok adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh seorang individu mulai dari anak-anak hingga dewasa, tidak menutup kemungkinan individu yang sebelumnya sudah merokok kemudian merokok kembali, ataupun bagi individu yang belum pernah merokok menjadi tertarik untuk mencobanya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis hasil survei global penggunaan tembakau pada usia dewasa (Global Adult Tobacco Survey-GATS) yang dilaksanakan pada tahun 2011 menyatakan  selama kurun waktu 10 tahun terakhir terjadi peningkatan signifikan jumlah perokok dewasa meningkat sebanyak 8.8 juta orang, dari 60.3 juta tahun 2011 menjadi 69.1 juta orang perokok tahun 2021. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku merokok pada remaja. Metode: Desain penelitian Cross sectional dengan menekankan waktu pengukuran/observasi data hanya dilakukan satu kali dengan menggunakan uji Chi square. Sampel yang digunakan peneliti sebanyak 47 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik 70.2%, sikap negatif 59.6% dan perilaku negatif 61.7%. Hasil uji Chi square menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku merokok pada remaja p=0.008(p<0.05) dan terdapat hubungan yang bermakna antara sikap terhadap perilaku merokok pada remaja p=0.004(p<0.05). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku merokok pada remaja.   Kata Kunci: Pengetahuan; Sikap; Perilaku Merokok pada Remaja.
Pengaruh pemberian kompres lidah buaya (aloe vera) terhadap penurunan suhu tubuh bayi pasca imunisasi DPT-HB Ermayanti, Ni Luh Gede; Subardiah, Ida; Puspita, Richta
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.938

Abstract

Background: Dpt-Hb immunization is a combination vaccine given to protect the body from diphtheria, pertussis, tetanus, and hepatitis B infections. After Dpt-Hb immunization, babies usually experience fever that lasts 1-2 days, accompanied by pain in the injection area and the baby is a little fussy. Aloe vera compress therapy is chosen because it has 95% water content which has saponin and lignin compounds that can be used to reduce fever through the body's heat absorption mechanism. Purpose: To determine whether there is an effect of giving aloe vera compresses on reducing the body temperature of babies after Dpt-Hb immunization. Methods: This study was conducted using a pre-experimental method with a one group pretest-posttest design. Sampling using accidental sampling technique with 24 participants. The intervention was carried out by giving aloe vera compresses for 15 minutes, measuring body temperature using a thermometer. Data analysis used the Wilcoxon statistical test. Results: There was a decrease in body temperature in participants after aloe vera compress was given. The results of the analysis using the Wilcoxon Sign Rank test obtained a p value = 0.000 where (a = <0.05) Conclusion: There is an effect of giving aloe vera compresses on reducing the body temperature of infants after Dpt-Hb immunization in the working area of ​​the Seputih Raman Health Center, Central Lampung.   Keywords: Aloe Vera; Body Temperature; Immunization.   Pendahuluan: Imunisasi Dpt-Hb merupakan vaksin kombinasi yang diberikan untuk melindungi tubuh dari infeksi difteri, pertusis, tetanus, dan hepatitis B. Pasca imunisasi Dpt- Hb biasanya bayi mengalami demam yang berlangsung 1-2 hari, disertai rasa sakit di daerah suntikan dan bayi sedikit rewel. Terapi kompres lidah buaya (aloe vera) dipilih karena memiliki 95% kandungan air yang memiliki senyawa saponin dan lignin yang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan demam melalui mekanisme penyerapan panas tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian kompres lidah buaya (aloe vera) terhadap penurunan suhu tubuh bayi pasca imunisasi Dpt-Hb. Metode: Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode pre eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan 24 partisipan. Intervensi yang dilakukan dengan memberikan kompres lidah buaya (aloe vera) selama 15 menit, pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer. Analisis data yang digunakan yaitu uji statistik Wilcoxon. Hasil: Terdapat penurunan suhu tubuh pada partisipan setelah dilakukan pemberian kompres lidah buaya (aloe vera). Hasil analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank didapatkan nilai p value = 0.000 dimana (a= <0.05). Simpulan: Ada pengaruh pemberian kompres lidah buaya (aloe vera) terhadap penurunan suhu tubuh bayi pasca imunisasi Dpt- Hb.   Kata Kunci: Imunisasi; Lidah Buaya; Suhu Tubuh.
Hubungan status gizi dengan kebugaran jasmani siswa SMP Ferani, Kadek Dila Selvia; Kurniasari, Septi; Oktavia, Santi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.941

Abstract

Background: Physical fitness is the body's ability and capability to make adjustments and adaptations to the physical release given to it from daily work without causing excessive fatigue. Physical fitness is a need that must be met so that we can carry out daily life activities well. Nutrition is an important part of the health sector and receives serious attention from the government. Good nutrition is the foundation for public health. The influence of nutritional problems on growth, development, intellectual, and productivity shows the great role of nutrition in human life. Purpose: To find out whether there is a relationship between nutritional status and physical fitness of junior high school students. Methods: Quantitative research with cross-sectional design conducted at SMP Perjuangan, Sekampung Udik District, East Lampung Regency. Data were collected using questionnaires, tests, and in-depth interviews. The sampling technique used was accidental sampling and obtained 50 people as respondents in the study. Data analysis used the Chi-Square Test statistical test with a degree of confidence p <0.05. Results: The chi square test shows a p-value=0.000 (<0.05) which indicates that there is a significant relationship between BMI and physical fitness. This means that the more ideal the nutritional status (normal BMI), the higher the child's physical fitness. Conclusion: There is a relationship between nutritional status and physical fitness of junior high school students.   Keywords: BMI; Nutrition; Physical Fitness.   Pendahuluan: Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian adaptasi terhadap pembebasan fisik yang diberikan kepadanya dari kerja yang dilakukan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Kebugaran jasmani merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi agar kita dapat menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan baik. Gizi merupakan bagian dari sektor kesehatan yang penting dan mendapat perhatian serius dari pemerintah. Gizi yang baik merupakan fondasi bagi kesehatan masyarakat. Pengaruh masalah gizi terhadap pertumbuhan, perkembangan, intelektual, dan produktivitas menunjukkan besarnya peranan gizi bagi kehidupan manusia. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada hubungan status gizi dengan kebugaran jasmani siswa SMP. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan di SMP Perjuangan Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, tes, dan wawancara mendalam. Teknik pengambilan sampel yang digunakan accidental sampling dan diperoleh sebanyak 50 orang menjadi responden dalam penelitian. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square Test dengan derajat kepercayaan p<0.05. Hasil: Uji chi square menunjukkan p-value = 0.000 (<0.05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kebugaran jasmani. Artinya semakin ideal status gizi (IMT normal), maka semakin tinggi kebugaran jasmani anak. Simpulan: Ada hubungan status gizi dengan kebugaran jasmani siswa SMP.   Kata Kunci: Gizi; IMT; Kebugaran Jasmani.
Hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan dalam menghadapi menarche pada siswi kelas IV, V, & VI Wati, Riska Rahma; Rahman, Aulia; Sulastri, Diah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.942

Abstract

Background: Adolescence begins at the age of 10-19 years, during which time they will be faced with sexual maturity called the puberty phase. Menarche is when menstruation comes for the first time in a woman who is about to enter adulthood. The impact of menarche on adolescent girls is the emergence of psychological changes in the form of emotions, namely feelings of anxiety. The anxiety experienced by adolescents such as being shocked or even traumatized, afraid, being rational, and easily offended. Psychologically, the role of parents, especially mothers, is very important for adolescent girls. Purpose: To determine the relationship between family support and anxiety in facing menarche. Methods: Quantitative research with analytical correlation design and cross-sectional approach. The population of this study were female students in grades IV, V, VI at UPT SDN 01 SRI MULYA in 2025 who had not yet reached menarche. A total of 49 samples were used in the study using total sampling technique. Data collection using questionnaires which were then analyzed univariate and bivariate. Results: Bivariate analysis using the chi-square test to determine the relationship between family support and anxiety obtained results showing a significant relationship between the two variables with a p value of 0.000 (p ≤ 0.05). Conclusion: There is a relationship between family support and anxiety in facing menarche in grades IV, V, & VI.   Keywords: Anxiety; Family Support; Menarche.   Pendahuluan: Masa remaja dimulai sejak usia 10-19 tahun, pada masa tersebut akan dihadapkan dengan kematangan seksual yang disebut dengan fase pubertas. Menarche adalah saat haid/menstruasi yang datang pertama kali pada seorang wanita yang akan menginjak dewasa. Dampak dari menarche pada remaja putri yaitu timbulnya perubahan psikologis berupa emosional yaitu perasaan cemas. Kecemasan yang dialami remaja seperti terkejut bahkan trauma, takut, bersikap rasional, serta mudah tersinggung. Secara psikologis, peran orang tua terutama ibu sangat penting bagi seorang remaja putri. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan dalam menghadapi menarche. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain korelasi analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini siswi kelas IV, V, VI di UPT SDN 01 SRI MULYA tahun 2025 yang belum menarche. Sebanyak 49 sampel dalam penelitian dengan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dalam mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan memperoleh hasil adanya hubungan yang bermakna antara kedua variabel dengan nilai p sebesar 0.000 (p ≤ 0.05). Simpulan: Ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan dalam menghadapi menarche siswi kelas IV, V, & VI.   Kata Kunci: Dukungan Keluarga; Kecemasan; Menarche.
Hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis Amanda, Meidia; Andini, Sandra; Erwin, Tubagus
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.945

Abstract

Background: Dermatitis is a chronic inflammatory skin disease (recurring and disappearing), caused by external or internal stimuli. Skin exposed to dermatitis appears spotted and bubbling on its surface like boiling water bubbles. This condition is characterized by itching, redness, scaling and blistering. Purpose: To determine the relationship between personal hygiene and the incidence of dermatitis. Methods: Quantitative research type with analytical survey design and cross-sectional approach. The population in this study were Dermatitis patients who visited Kotabumi II Health Center. The sample in this study amounted to 79 respondents with non-probability sampling technique. Data collection using questionnaire sheets and observation sheets. Results: Most respondents experienced severe dermatitis, amounting to 50 respondents (63.3%). The results of the chi-square statistical test obtained a p-value of 0.000 (<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between personal hygiene and the incidence of dermatitis.   Keywords: Dermatitis; Dermatitis Disease Occurrence; Personal Hygiene.   Pendahuluan: Dermatitis adalah penyakit peradangan pada kulit yang bersifat kronis (hilang timbul), akibat rangsangan dari luar maupun dari dalam tubuh. Kulit yang terpapar dermatitis tampak berbintik dan menggelembung pada permukaannya seperti buih air mendidih. Kondisi ini ditandai dengan rasa gatal, kemerahan, bersisik dan melepuh. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Dermatitis yang berkunjung ke Puskesmas Kotabumi II. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 79 responden dengan teknik non-probability sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi. Hasil: Sebagian besar responden mengalami mengalami dermatitis berat yang berjumlah 50 responden (63.3%). Hasil uji statistik chi-square memperoleh nilai p-value 0,000 (<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara personal hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis.   Kata Kunci: Dermatitis; Kejadian Penyakit Dermatitis; Personal Hygiene.
Pengaruh terapi fisik range of motion (rom) terhadap fungsi motorik ekstremitas pasien stroke Panjaitan, Betty Yuliana; Anita, Fitri; Erwin, Tubagus
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.946

Abstract

Background: Sudden interruption of blood flow to the brain and causing disability to paralysis is called a stroke. This problem can be overcome with physical therapy of Range Of Motion (ROM) in the form of physical exercises to increase mobility, muscle strength, prevent further complications. Purpose: To determine the effect of range of motion (ROM) physical therapy on the motor function of the extremities of stroke patients. Method: Quantitative research with quasi-experimental design using one group pre-post test. The number of samples was 21 respondents using purposive sampling technique in the Gedong Air Bandar Lampung Health Center Working Area from January 6 to February 7, 2025. Data were collected through pre- and post-intervention observation sheets with data analysis used was the Wilcoxon Test. Results: Quantitative research with quasi-experimental design using one group pre-post test. The number of samples was 21 respondents using purposive sampling technique in the Gedong Air Bandar Lampung Health Center Working Area from January 6 to February 7, 2025. Data were collected through pre- and post-intervention observation sheets with data analysis used was the Wilcoxon Test. Conclusion: The significance value is 0.000<0.05 and there is a significant difference between the level of extremity motor skills in stroke patients before being given intervention with a lower motor level and after being given there is an increase in motor skills.   Keywords:  Motor Function; ROM Therapy; Stroke.   Pendahuluan: Terganggunya aliran darah ke otak secara tiba-tiba dan menyebabkan kecacatan hingga kelumpuhan disebut sebagai stroke. Permasalahan ini dapat diatasi dengan terapi fisik rentang gerak Range Of Motion (ROM) berupa latihan fisik dalam meningkatkan mobilitas,  kekuatan otot, mencegah komplikasi lanjut. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi fisik range of motion (rom) terhadap fungsi motorik ekstremitas pasien stroke. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan one group pre-post test. Jumlah Sampel 21 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung dari tanggal 6 Januari sampai 7 Februari 2025. Data dikumpulkan melalui lembar observasi pre dan post pemberian intervensi dengan analisis data yang digunakan adalah Uji Wilcoxon. Hasil: Nilai signifikansi 0.000<0,05 dan terlihat adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat motorik ekstremitas pada pasien stroke sebelum diberikan intervensi dengan tingkat motorik lebih rendah dan setelah diberikan terdapat peningkatan motorik. Simpulan: Terapi fisik range of motion berpengaruh terhadap fungsi motorik ekstremitas pasien stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Air.   Kata kunci: Fungsi Motorik; Stroke; Terapi ROM.
Pengaruh medication therapy management terhadap kepatuhan pasien hipertensi tidak terkontrol Stephany, Ni Wayan Dhea; Erwin, Tubagus; Dora, Miranti Dea
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.951

Abstract

Background: Hypertension or high blood pressure is often referred to as the silent killer because it is often without complaints, but can cause the risk of heart disease, stroke, kidney failure. Compliance with taking medication is very important to control and support healing and prevent complications. Purpose: To determine the effect of medication therapy management (MTM) on compliance of patients with uncontrolled hypertension. Method: Quantitative research with quasi experimental research design one group pretest posttest design. The sample in this study amounted to 70 respondents with data collection techniques using non-probability sampling. The instruments used were the MTM form and the MMAS-8 questionnaire (Morisky medication adherence scale). Data analysis used univariate and bivariate analysis. Results: Univariate analysis of variable frequency distribution data showed that the majority of respondents were female, totaling 41 (58.6%) and most were aged 41-50, totaling 11 (15.7%). Bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test obtained a p-value of 0.000 (P <0.05). Conclusion: There is an effect of Medication Therapy Management (MTM) on the compliance of uncontrolled hypertension patients. Conclusion: There is an influence of Medication Therapy Management (MTM) on the compliance of uncontrolled hypertension patients.   Keywords: Hypertension; Medication Adherence; Medication Therapy  Management.   Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa keluhan, tetapi dapat menyebabkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal. Kepatuhan minum obat sangat penting untuk mengontrol serta menunjang kesembuhan dan mencegah komplikasi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh dari medication therapy management (mtm) terhadap kepatuhan pasien hipertensi tidak terkontrol Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experimental one group pretest posttest design.  Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden dengan teknik pengumpulan data menggunakan non-probability sampling. Instrumen yang digunakan yaitu formulir MTM dan kuesioner MMAS-8 (morisky medication adherence scale). Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Analisis univariat tentang data distribusi frekuensi variabel didapatkan hasil mayoritas responden berjenis kelamin perempuan berjumlah 41 (58,6%) dan sebagian besar berumur 41-50 sebanyak 11 (15,7%). Analisis bivariat dengan menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan hasil nilai p sebesar 0,000 (P <0,05). Simpulan: Ada pengaruh Medication Therapy Management (MTM) terhadap kepatuhan pasien hipertensi tidak terkontrol.   Kata Kunci: Hipertensi; Kepatuhan Minum Obat; Medication Therapy   Management.
Pengaruh pendidikan kesehatan 6 langkah hand hygiene terhadap pencegahan infeksi nosokomial Firmansyah, Adam; Nela, Ari Sukma; Yuliana, Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.952

Abstract

Background: Nosocomial infections are one of the major problems in healthcare facilities that can be prevented by improving healthcare workers’ compliance with hand hygiene. Education on proper handwashing procedures is an important step in this effort. Purpose: To determine the effect of 6-step hand hygiene health education on preventing nosocomial infections. Method: Quantitative research with pre-experimental design using one-group pretest posttest design. The research sample consisted of 12 health workers selected using total sampling technique. Data were collected through observation sheets and analyzed using the Wilcoxon test to see the differences before and after health education was given. Results: There was an increase in health workers' compliance in performing hand hygiene after being given health education. There was a significant difference before and after hand hygiene education was effective in reducing the risk of nosocomial infections. Conclusion: There is an influence of 6-step hand hygiene health education on preventing nosocomial infections.   Keywords: Hand Hygiene; Health Education; Nosocomial Infections   Pendahuluan: Infeksi nosokomial adalah salah satu masalah utama di fasilitas kesehatan yang dapat dicegah dengan meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan terhadap hand hygiene. Edukasi mengenai prosedur cuci tangan yang benar menjadi langkah penting dalam upaya ini. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan 6 langkah hand hygiene terhadap pencegahan infeksi nosokomial. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan rancangan one-group pre-test post-test. Sampel penelitian terdiri dari 12 tenaga kesehatan yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil: Terjadi peningkatan kepatuhan tenaga kesehatan dalam melakukan hand hygiene setelah diberikan pendidikan kesehatan. Terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pemberian intervensi sehingga dinyatakan hand hygiene efektif dalam menurunkan risiko infeksi nosokomial. Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan 6 langkah hand hygiene terhadap pencegahan infeksi nosokomial.

Page 11 of 31 | Total Record : 309