cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 208 Documents
Strategi komunikasi persuasi dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak: Studi Kasus Netty Prasetiyani dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Jawa Barat Siti Nur'aeni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 2 No 2 (2022): Perawatan Pasien Yang Menderita Tuberkulosis Paru
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v2i2.264

Abstract

Background: As the wife of the Governor of West Java, Netty Prasetiyani always included the issue of preventing and handling violence against women and children in every of her lectures, both when Netty was acting as head of the Family Welfare Development, Dekranasda, Mother of Early Childhood Education and others. Likewise, in informal meetings, she always makes this issue the main material in her discussions and it can be stated that Netty Prasetiyani made various attempts at persuasion so that the steps she had taken so far in terms of preventing and handling violence against women and children were carried out by the wife of the regional head. in urban districts, so that efforts to protect women and children in West Java are carried out massively, hand in hand between the provincial and regional governments. Issues related to women and children are often distant issues for authorized officials, so efforts at persuasion must be made so that everyone realizes that this issue is urgent and must be addressed immediately. Influencing policy is not an easy thing especially if you want the process to take place instantly. Purpose: To find out and analyze the persuasive communication strategy used by Netty in preventing and handling violence against women and children in West Java. Method: Qualitative with a case study approach, it can be seen the strategies used by Netty Prasetiyani in efforts to prevent and deal with violence against women and children in West Java. Result: The implementation of efforts to prevent and deal with violence against women and children in West Java and the establishment of cooperation in handling between the province, related parties and districts and cities. Conclusion: In general, Netty Prasetiyani is considered capable of communicating and getting the wives of regional heads involved in handling and preventing violence against women and children in their area.    Pendahuluan: Sebagai istri Gubernur Jawa Barat Netty Prasetiyani  selalu mamasukan isu pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam setiap ceramahnya, baik itu ketika Netty sedang bertindak sebagai ketua PKK, Dekranasda, Bunda paud dan lainnya. Begitupun dalam pertemuan-pertemuan informal ia selalu menjadikan isu ini sebagai bahan utama dalam setiap diskusinya dan dapat dinyatakan bahwa seorang Netty Prasetiyani melakukan berbagai upaya persuasi agar langkah selama ini ia lakukan dalam hal pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dilaksanakan pula oleh istri kepala daerah di kabupaten kota, agar upaya perlindunagn perempuan dan anak di Jawa Barat dilakukan secara masif, bahu membahu antara pemerintah provinsi dan daerah. Isu terkait perempuan dan anak seringkali menjadi isu yang berjarak bagi para pejabat yang berwenang, sehingga harus dilakukan upaya-upaya persuasi agar semua orang menyadari bahwa isu ini urgent dan harus segera ditanggulangi. Mempengaruhi kebijakan bukanlah suatu hal yang mudah terlebih jika menghendaki prosesnya berlangsung secara instan. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi persuasi yang dilakukan oleh Netty dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Barat. Metode: Kualitatif dengan zpendekatan studi kasus dapat diketahui strategi yang digunakan Netty Prasetiyani dalam upaya pencegahan dan penanganan kekersan terhadap perempuan dan anak di Jawa Barat. Hasil: Terselenggaranya upaya-upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Barat dan terbangunnya kerjasama penanganan antara provinsi, pihak-pihak terkait dan kabupaten kota. Simpulan: Netty Prasetiyani secara garis besar dianggap mampu mengkomunikasikan dan membuat beberapa istri kepala daerah terlibat dalam penanganan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak didaerahnya.
Pengaruh kompres hangat dan pijat effleurage terhadap nyeri dismenorea pada remaja putri Suhartini, Dian; Hidayani, Hidayani; Wulandari, Ratna
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 2 No 1 (2022): Perawatan Pasien Yang Mengalami Depresi
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v2i1.268

Abstract

Backgrounds: Dysmenorrhea that occurs in women is still a problem, especially in adolescents because many teenagers experience dysmenorrhea in the first three years after menarche. Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of warm compresses and effleurage massage to dysmenorrhea pain in adolescent girls at Junior High School No 1 Pulosari, Pandeglang Regency in 2022. Methods: This study used a quantitative design using a quasi-experimental two group comparison pretest-posttest design. with a population of 30 people who experienced dysmenorrhea that divided into a control group and the experimental group using total sampling. The research instrument used the Visual Analog Scale (VAS) pain observation sheet. Results: The results of the study in both groups showed that there was an effect of warm compresses and effleurage massage on dysmenorrhea pain. The results of the paired t-test found that p = 0.000 < 0.05. The results of the independent sample t-test found the p = 0.019. There was a significant difference of pain between warm compresses and effleurage massage groups. warm compresses is more effective in reducing the pain of dysmenorrhea compared to effleurage massage. Warm compresses or effleurage massage can be used to reduce the pain of dysmenorrhea experienced by adolescents.    Pendahuluan: Dismenorea yang terjadi pada wanita sampai saat ini masih menjadi masalah, khususnya pada remaja karena banyak remaja mengalami dismenorea pada tiga tahun pertama setelah menarche. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat dan massage effleurage terhadap nyeri dismenorea pada remaja putri di SMP Negeri 1 Pulosari Kabupaten Pandeglang tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi eksperimental two group comparison pretest-posttest design. dengan populasi yang mengalami dismenorea sebanyak 30 orang terbagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menggunakan total sampling serta instrumen penelitian menggunakan lembar observasi nyeri Visual Analog Scale (VAS). Hasil: Hasil Penelitian pada kedua kelompok menunjukkan adanya pengaruh kompres hangat dan massage effleurage terhadap nyeri dismenorea dengan hasil uji paired sample T Test p=0,000 < 0,05. Hasil uji independent sample t-test p=0,019 ada perbedaan signifikan antara kelompok kompres hangat dan massage effleurage. Kompres hangat lebih efektif menurunkan nyeri dismenorea dibandingkan dengan massage effleurage. Kompres hangat atau massage effleurage dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dismenorea yang dialami oleh remaja.
Pengaruh pesan edukasi kesehatan terhadap citra Rumah Sakit Hakim, Alfi Fauzia; Munawaroh, Madinatul; Amini, Nadia Ushfuri; Annisa, Bilqis; Febrianti, Anti Restiani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 2 No 2 (2022): Perawatan Pasien Yang Menderita Tuberkulosis Paru
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v2i2.294

Abstract

Background: Providing educational messages by health workers to patients and their families is a form of service provided by the hospital where the patient is treated and gets treatment. The quality of health services is currently getting high demands from people who are increasingly aware of health. Good service quality affects the high level of satisfaction of patients and their families as a public audience. This will also affect the image that is formed about the hospital. Purpose: To determine the effect of health education messages on the image of the Hospital institution. Methods: The method used is quantitative, with an explanatory survey approach. Results: The results of this study show that the results of the validity test on all questions in the questionnaire are valid, the results of the reliability test of the questionnaire state that they are reliable. The effect of giving health education messages in the form of tips directly on the image has a greater value, namely 11.4%, compared to information processing, both the central route, which is 4.5% and the peripheral route, which is 0.2%. Conclusion: There is an influence on health education messages in the form of tips on the image of Hospital institutions in Bandung Regency, West Java, both directly and through information processing, but it is very small and not significant.   Pendahuluan: Pemberian pesan-pesan edukasi oleh tenaga kesehatan kepada pasien dan keluarga pasien merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan rumah sakit tempat pasien tersebut berobat dan mendapatkan tindakan. Kualitas pelayanan kesehatan saat ini mendapatkan tuntutan yang tinggi dari masyarakat yang semakin sadar akan kesehatan. Kualitas pelayanan yang baik berpengaruh pada tingginya tingkat kepuasan pasien dan keluarga pasien sebagai publik khalayak. Hal ini akan berpengaruh juga pada citra yang terbentuk mengenai rumah sakit tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pesan edukasi kesehatan terhadap citra lembaga Rumah Sakit. Metode: Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pendekatan survei eksplanatori. Hasil: Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa hasil uji validitas pada semua butir pertanyaan dalam kuesioner valid, hasil uji reliabilitas kuesioner menyatakan reliabel. Pengaruh pemberian pesan edukasi kesehatan berupa tips secara langsung terhadap citra memiliki nilai lebih besar, yaitu 11,4%, dibandingkan melalui pemrosesan informasi, baik jalur sentral yaitu 4,5% maupun jalur periferal yaitu 0,2%. Simpulan: Terdapat pengaruh pada pesan edukasi kesehatan berupa tips terhadap citra lembaga Rumah Sakit di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, baik secara langsung maupun melalui pemrosesan informasi, namun sangat kecil dan tidak signifikan.
Penerapan Penerapan kompres hangat terhadap penurunan dismenore pada remaja putri Apriani, Dwi; Andriyanti, Septi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 2 No 2 (2022): Perawatan Pasien Yang Menderita Tuberkulosis Paru
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v2i2.296

Abstract

Background: Dysmenorrhea is abdominal pain that comes from uterine cramps that occur during menstruation. Pain occurs at the same time as the onset of menstruation and lasts several hours to several days until it reaches the peak of pain. A warm compress can be done by adolescent women at home as an alternative to reduce pain due to dysmenorrhea. Purpose: to determine the application of warm compresses to decrease dysmenorrhea in adolescent girls. The approach used by researchers in this study is a qualitative approach, where the results are not in the form of numbers. The samples used were two patients who experienced menstrual pain. Method: observation and assessment of patients on Nn'A' and Nn'D' who experience dysmenorrhea, before and after being given warm compress therapy. Results: this study indicate that after being given the application of a warm compress, the pain scale in case I Nn "A" from a pain scale of 4 to 3, and in case II Nn "D" from a scale of 4 to 3. Conclusion: based on the results of this study, it shows that the application of warm compresses is effective for reducing pain scale with a diagnosis of dysmenorrhea.   Pendahuluan: Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim yang terjadi selama haid. Rasa nyeri timbul bersamaan dengan permulaan haid dan berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari hingga mencapai puncak nyeri. Kompres hangat dapat dilakukan sendiri oleh wanita remaja di rumah sebagai alternatif mengurangi nyeri akibat dismenore. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan kompres hangat terhadap penurunan dismenore pada remaja putri. Pendekatan yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dimana hasilnya tidak berbentuk angka-angka. Sampel yang digunakan adalah dua pasien yang mengalami nyeri haid. Metode: Observasi dan pengkajian pasien pada Nn’A’ dan Nn’D’ yang mengalami Dismenore, sebelum dan sesudah diberi terapi kompres hangat. Hasil: dari penelitina ini menunjukkan bahwa setelah diberikan penerapan kompres hangat, skala nyeri pada kasus I Nn.”A” dari skala nyeri 4 menjadi 3, dan pada kasus II Nn.”D” dari skala 4 menjadi 3. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian hal ini menunjukan bahwa penerapan kompres hangat efektif untuk menurunkan skala nyeri dengan diagnosa dismenore.
Aktivitas Komunikasi Antara Perawat Dan Pasien Penyalahgunaan Narkoba Din Layanan Rehabilitasi Rawat Jalan Mufti, Mufti fauzi Rahman; Rambe, Ira Hasianna; Dahliah, Dedeh; Nur’aeni, Siti; Santosa, Gaizka verrel; Lutpiah, Sephia Indah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 2 No 2 (2022): Perawatan Pasien Yang Menderita Tuberkulosis Paru
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v2i2.297

Abstract

Backgroun: Doctors, nurses or health care providers are of course closely related to words or language. both simple and complex words sometimes become obstacles in therapeutic communication. Mulyana pointed out how simple words can be interpreted differently, that the meaning of the words conveyed is often ambiguous. Meanings or words are culturally bound. Situational factors, such as the context of place and time and the mood of the communicator, also influence how others interpret the message. Purpose: To explain the communication activities of nurses and patients in drug abuse with outpatient rehabilitation services. Methods: This study uses a constructivist paradigm, data obtained from participant observation, in-depth interviews, and literature study. This study uses qualitative research methods, because what will be studied is a central symptom. Furthermore, this study uses the ethnographic method of communication. Data were obtained from participant observation results, in-depth interview results, and literature study. Results: The results of the study show that the communicative situation that occurs between nurses and drug patients at the Antapani Medika Clinic is normal. In an informal setting, crowded at certain hours. Nurses and patients both carry out their roles. The communicative events that occurred between nurses and drug patients at the Antapani Medika Clinic ran smoothly, between nurses and patients being open to each other, honestly interacting with each other and providing responses. Communicative action between nurses and drug patients takes place using verbal and non-verbal communication. Conclusion: The form of verbal communication from nurses is with requests, statements, warnings to open questions before the patient enters the room for examination by the doctor. The language used tends to be a mixture of Indonesian and Sundanese.   Pendahuluan: Dokter, perawat atau penyedia layanan kesehatan tentunya erat kaitan dengan kata-kata atau bahasa. baik kata-kata yang sederhana maupun yang rumit kadang menjadi kendala dalam komunikasi terapeutik. Mulyana mengemukakan betapa kata-kata sederhana bisa diartikan berbeda, bahwa arti kata-kata yang disampaikan, seringkali ambigu. Makna atau kata-kata itu terikat budaya. Factor situasional seperti konteks tempat dan waktu serta suasana hati komunikator, juga memengaruhi cara orang lain menafsirkan pesannya. Tujuan: Untuk menjelaskan aktivitas komunikasi perawat dan pasien dalam penyalahgunaan narkoba dengan layanan rehabilitasi rawat jalan. Metode: Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, data diperoleh dari hasil observasi partisipan, hasil wawancara  mendalam, dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, sebab yang akan dikaji, merupakan gejala sentral. Selanjutnya penelitian ini menggunakan metode etnografi komunikasi. Data diperoleh dari hasil observasi partisipan, hasil wawancara  mendalam, dan studi pustaka. Hasil: Dari hasil penelitian menunjukan bahwa situasi komunikatif yang terjadi antara perawat dan pasien napza di Klinik Medika Antapani normal. Dalam suasana informal, ramai di jam-jam tertentu. Perawat dan pasien sama-sama menjalanakan perannya. Peristiwa komunikatif yang terjadi antara perawat dan pasien napza di Klinik Medika Antapani berjalan secara lancar, antara perawat dan pasien saling terbuka, Jujur saling berinterkasi dan memberikan respon. Tindak komunikatif anatar perawat dan pasien napza berlangsung menggunakan komunikasi verbal dan non-verbal. Simpulan: Bentuk komunikasi verbal dari perawat adalah dengan permintaan, pernyataan, peringatan hingga pertanyaan terbuka sebelum pasien memasuki ruangan pemeriksaan oleh dokter.  Bahasa yang digunakan cenderung campuran bahasa Indonesia dengan Sunda.
Efektivitas terapi slow deep breathing terhadap perawatan lansia dengan hipertensi Adha, Adinda Wulan; Keswara, Umi Romayati; Trismiyana, Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 1 (2025): March Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i1.410

Abstract

Background: Hypertension is an abnormality in systolic blood pressure >140 and diastolic >90 mmHg in the arteries that continues to increase. Hypertension is usually not realized by sufferers. The prevalence rate of hypertension in Indonesia is getting higher, so it is necessary to treat it using Slow Deep Breathing therapy. Purpose: To determine the effectiveness of slow deep breathing therapy in the care of elderly with hypertension. Method: Qualitative descriptive research with a nursing case study approach discusses assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. This case study was carried out on two patients by exploring the application of slow deep breathing therapy by nurses to hypertensive elderly people to reduce the blood pressure of elderly people in Suka Jaya Lempasing Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Lampung Province. Slow Deep Breathing therapy is done by inhaling for 3 seconds and exhaling for 3 seconds. This therapy is carried out 6 times/minute for 15 minutes with a total of 90 deep breaths, frequency 2 times a day (morning and evening), and is carried out for 3 days. Results: Giving Slow Deep Breathing therapy to Mrs. S, the blood pressure before therapy was 155/90 mmHg and after therapy was 130/80 mmHg, whereas for Mr. So that the level of fatigue in Mrs. S and pain in Mr. H decreased. Conclusion: Slow Deep Breathing therapy can effectively reduce the blood pressure of hypertension sufferers.   Keywords: Elderly; Hypertension; Slow Deep Breathing.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan keabnormalan tekanan darah sistolik >140 dan diastolik >90 mmhg dalam pembuluh darah arteri yang terus menerus meningkat. Hipertensi biasanya tidak disadari penderita. Angka prevalensi hipertensi di Indonesia semakin tinggi maka perlu penanganan menggunakan terapi Slow Deep Breathing. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi slow deep breathing terhadap perawatan lansia  dengan hipertensi. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus keperawatan membahas tentang pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Studi kasus ini dilakukan kepada dua orang pasien dengan mengeksplorasi penerapan terapi slow deep breathing oleh perawat pada lansia hipertensi untuk menurunkan tekanan darah lansia di Desa Suka Jaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Terapi Slow Deep Breathing dilakukan dengan 3 detik menarik nafas dan 3 detik membuang nafas. Terapi ini dilakukan sebanyak 6 kali/menit selama 15 menit dengan jumlah total 90 kali tarik nafas dalam, frekuensi 2 kali sehari (pagi dan sore), dan dilakukan selama 3 hari. Hasil: Pemberian terapi Slow Deep Breathing Ny.S didapatkan tekanan darah sebelum terapi yaitu 155/90 mmhg dan setelah terapi yaitu 130/80 mmhg, sedangkan pada Tn.H didapatkan tekanan darah sebelum terapi yaitu 150/90 dan setelah terapi yaitu 140/90 mmhg. Sehingga tingkat kelelahan pada Ny.S dan nyeri Tn.H mengalami penurunan. Simpulan: Terapi Slow Deep Breathing efektif dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.   Kata Kunci: Hipertensi; Lansia; Slow Deep Breathing.
Age, Gender with Nutritional Status of Renal Failure Patients Undergoing Hemodialysis Widiastuti, Widiastuti; Khaerunisa, Julia
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 1 (2025): March Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i1.747

Abstract

Background: Chronic kidney failure is a condition in which structural and functional damage to the kidneys occurs that lasts for 3 months or more. This disease is persistent and cannot be cured, so it requires long-term treatment, such as kidney transplantation, peritoneal dialysis, hemodialysis, and ongoing outpatient therapy. A problem that is often experienced by hemodialysis patients is the nutritional condition of patients with chronic kidney failure, which is influenced by age and gender factors. Purpose: To analyze the relationship between age and sex with nutritional status in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. Methods: Quantitative method with an analytical observational design and a cross-sectional approach. The study sample consisted of 69 patients with chronic kidney failure. Data analysis was carried out using  the Spearman's rho statistical test. Results: Based on the characteristics of male gender respondents as many as 39 respondents (56.5%), with intermediate adult age 41-60 years as many as 38 respondents (55.1%). Conclusion: The results of the study showed that the table of sig values (p-value) = 0.592 and 0.099 or >0.05 showed that there was no significant relationship between age and sex and nutritional status of kidney failure patients undergoing hemodialysis   Keywords: Age; Chronic Kidney Failure Patients; Gender; Nutritional Status
Hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dan quality of nursing work life (QNWL) dengan kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan Herleni, Herleni; Wulandari, Rizki Yeni; Nugroho, Tri Adi; Nur, Sulistia
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 1 (2025): March Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i1.610

Abstract

Background: Inappropriate leadership style of the head of the room and low quality of nursing work life (QNWL) are the main causes of declining performance of health workers. Low QNWL, due to poor communication, authoritarian decisions, and inadequate work facilities, impacts the motivation and quality of nursing services. Purpose: To analyze the relationship between the leadership style of the ward head and QNWL on nurse performance. Method: Quantitative research with cross-sectional design. A sample of 96 respondents was selected using proportional stratified random sampling technique. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. The study was conducted on November 21-27 at General Ahmad Yani Metro Hospital. Analysis using the Gamma test. Results: The leadership style of the head of the room is mostly democratic (56.3%), the quality of work life of nurses is mostly in the good category (68.8%), and the performance of nurses is also mostly in the good category (60.4%). Statistical analysis shows a sig. value of 0.005 <0.05 and a correlation strength of 0.504, in addition, QNWL and nurse performance have a sig. value of 0.005 <0.05 with a correlation strength of 0.615. Conclusion: There is a significant relationship between the leadership style of the head of the room and the quality of work life (QNWL) on nurse performance. Democratic leadership style and good QNWL contribute positively to nurse performance, which is reflected in the majority of nurses who have good performance. Suggestion: Hospitals are advised to conduct regular leadership training for ward heads to strengthen democratic leadership skills, and ensure that the quality of nurses' work life is maintained by providing adequate work facilities.   Keywords: Leadership style; Nurse performance; Nursing care; Quality of Nursing Work Life   Pendahuluan: Gaya kepemimpinan kepala ruangan yang tidak sesuai dan rendahnya kualitas kehidupan kerja (Quality of Nursing Work Life - QNWL) menjadi penyebab utama menurunnya kinerja tenaga kesehatan. QNWL yang rendah, akibat komunikasi buruk, keputusan otoriter, dan fasilitas kerja tidak memadai, berdampak pada motivasi dan kualitas pelayanan perawat. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dan QNWL terhadap kinerja perawat. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 96 responden dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian dilakukan pada tanggal 21-27 November di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Analisis menggunakan uji Gamma.  Hasil: Gaya kepemimpinan kepala ruangan mayoritas bersifat demokratis (56.3%), kualitas kehidupan kerja perawat mayoritas dalam kategori baik (68.8%), dan kinerja perawat juga mayoritas dalam kategori baik (60.4%). Analisis statistik menunjukkan nilai sig. 0.005<0.05 dan kekuatan korelasi sebesar 0.504, selain itu QNWL dan kinerja perawat memiliki nilai sig. sebesar 0.005<0.05 dengan kekuatan korelasi sebesar 0.615. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dan kualitas kehidupan kerja (QNWL) terhadap kinerja perawat. Gaya kepemimpinan yang demokratis dan QNWL yang baik berkontribusi positif terhadap kinerja perawat, yang tercermin dalam mayoritas perawat yang memiliki kinerja baik. Saran: Rumah sakit disarankan untuk melakukan pelatihan kepemimpinan berkala bagi kepala ruangan guna memperkuat kemampuan kepemimpinan demokratis, serta memastikan kualitas kehidupan kerja perawat tetap terjaga dengan menyediakan fasilitas kerja yang memadai.   Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Quality of Nursing Work Life, Kinerja perawat, Asuhan Keperawatan
Efektivitas asuhan keperawatan menggunakan teori florence nightingale pada pasien penyakit tuberkulosis Lukmenda, Agung Anggara; Suriadi, Suriadi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 1 (2025): March Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i1.642

Abstract

Background: Tuberculosis is caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis which attacks body tissues, especially the lungs. Pulmonary TB also has an impact on sufferers such as physical weakness, persistent cough, difficulty breathing, chest pain, weight loss and decreased appetite and high fever, according to Nightingale patients in the context of the environment consisting of the physical environment, psychological environment and social environment. Purpose: To improve health services in improving disease management to bring patients into good and optimal condition to carry out activities through processes that affect the environment. Method: The nursing process uses Florance Nightingale's nursing theory. Techniques in data collection are interviews, observations, physical examinations and nursing care. The object of this study is Mr. R who is a tuberculosis patient who is experiencing complaints. Results: The complaint felt by Mr. R was a cough accompanied by shortness of breath and fever for 2 days. The form of phlegm that came out when coughing was thick and yellow and had no appetite. After conducting observations, it was discovered that the client usually smoked up to three packs every day. Florance nightingale focused on environmental conditions and building individuals with the environment such as communication, lack of information about environmental cleanliness, ventilation, waste disposal, and environmental pollution. Conclusion: The role of nurses in Florence Nightingale's theory is not only focused on administering medication, but must also pay attention to a comfortable environment for patients, adequate rest and nutrition, good air, and optimal light.   Keywords: Theory Florence Nightingale; Tuberculosis   Pendahuluan: Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang jaringan tubuh, terutama paru-paru. TB-paru juga memberikan dampak pada penderita seperti kelemahan fisik,batuk persisten, kesulitan bernafas, nyeri dada, penurunan Berat Badan dan penurunan nafsu makan dan demam tinggi, menurut nightingale pasien dalam konteks lingkungan yang terdiri dari lingkungan fisik, lingkungan psikologis dan lingkungan sosial. Tujuan: Untuk memperbaiki pelayanan kesehatan dalam meningkatkan pengelolaan penyakit untuk membawa pasien ke dalam kondisi yang baik dan optimal untuk melakukan aktivitas melalui proses yang mempengaruhi lingkungan. Metode: Proses keperawatan menggunakan teori keperawatan florance nightingale. Teknik dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan asuhan keperawatan. Objek penelitian ini adalah Tn. R yang merupakan pasien penyakit tuberkulosis yang mengalami keluhan. Hasil: Keluhan yang dirasakan oleh Tn. R berupa batuk yang disertai sesak nafas dan demam selama 2 hari. Bentuk dahak yang keluar saat batuk adalah kental berwarna kuning dan tidak memiliki nafsu makan. Setelah melakukan observasi, diketahui bahwa klien biasa merokok hingga tiga bungkus setiap harinya. Florance nightingale berfokus pada kondisi lingkungan dan membangun individu dengan lingkungan seperti komunikasi, kurangnya informasi tentang kebersihan lingkungan, ventilasi, pembuangan sampah, dan pencemaran lingkungan. Simpulan: Peran perawat dalam teori Florence nightingale tidak hanya berfokus untuk pemberian obat saja, melainkan harus memperhatikan lingkungan yang nyaman bagi pasien, istirahat dan nutrisi yang cukup, udara yang baik, dan cahaya yang optimal.   Kata Kunci : Teori Florence Nightingale; Tuberkulosis
Hubungan kebiasaan sarapan dengan prestasi siswa kelas IV dan V SD Marlina, Yuliana Eni; Kustiani, Ai; Astuti, Dewi Woro
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 1 (2025): March Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i1.751

Abstract

Background: Breakfast has a positive relationship with academic achievement, because breakfast activities can directly affect student academic achievement. Skipping breakfast has a bad impact, namely lack of concentration, so that concentration in class is usually lost because the body does not get enough nutrition. Purpose: To determine the relationship between breakfast habits and academic achievement of students in grades IV and V. Method: This study uses an analytical method with a cross-sectional approach. The population in this study were all students in grades IV and V at SDN 01 Astomulyo, Punggur District, Central Lampung Regency with a sample size of 48 people. Data collection tools used observation sheets and questionnaires and were analyzed using chi square. Results: Univariate analysis showed that the majority of respondents were not used to having breakfast as many as 25 (52.1%), 29 respondents (60.4%) had academic achievement in the fairly good category. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between breakfast habits and academic achievement of students in grades IV and V with a p value = 0.017. Conclusion: There is a relationship between breakfast habits and the academic achievement of students in grades IV and V with a p value = 0.017. Suggestion: Students should maintain good breakfast habits and continue to try to improve them so that their current academic achievement improves.   Keywords: Breakfast; Learning Achievement   Pendahuluan: Sarapan pagi dengan prestasi belajar mempunyai hubungan yang positif, karena kegiatan sarapan pagi dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa secara langsung. Meninggalkan sarapan pagi mempunyai dampak yang buruk yaitu kurangnya konsentrasi, sehingga konsentrasi di kelas biasanya terbeli karena tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar siswa Kelas IV dan V . Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV dan V di SDN 01 Astomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan lembar angket serta dianalisis menggunakan chi square. Hasil: Analisis univariat diketahui mayoritas responden tidak terbiasa sarapan pagi sebanyak 25 (52.1%), 29 responden (60.4%) prestasi belajarnya berada pada kategori cukup baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar siswa Kelas IV dan V  dengan nilai p = 0.017. Simpulan: Ada hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar siswa kelas IV dan V dengan nilai p-value = 0.017.. Saran: Sebaiknya siswa mempertahankan kebiasaan sarapan yang baik dan terus berusaha meningkatkannya agar prestasi belajarnya saat ini semakin baik.   Kata Kunci: Prestasi Belajar; Sarapan  

Page 9 of 21 | Total Record : 208